Circle of Friendship

“CIRCLE OF FRIENDSHIP”

Capture exo

Author: daregevika

Title: Circle Of Friendship

Main Cast:

Kris ‘Exo-M’

Luhan ‘Exo-M’

Tao ‘Exo-M’

Sehun ‘Exo-K’

Chanyeol ‘Exo-K’

Kim Hyeri (you)

Genre:

Friendship

Angst

Action

Comedy (maybe._.)

Rating: SU (Semua Umur)

Clue:

FF ini menceritakan tentang anggota geng dengan geng lainnya di luar sana, tetapi ada satu geng yang tidak seperti geng-geng kebanyakkan.

Maaf kalo banyak yang TYPO, typo juga manusiawi kkk~

NOT FOR SILENT READERS AND PLAGIATOR PLEASE!!

Happy reading readers~ ^^

***

 

-Yakuza-

Yakuza, geng ini sangat berbeda dengan geng yang lain. Geng ini beranggota 6 orang dengan ketua bernama Kris, dan dengan anggota lainnya bernama Luhan, Tao, Sehun, Chanyeol, dan Hyeri. Yang membedakan geng ini dengan geng kebanyakkan adalah geng ini mencari persahabatan, jika ada yang berani memalak orang-orang kecil diluar sana geng ini tidak akan tinggal diam mereka akan angkat tangan untuk menolong orang-orang yang sedang mendapat masalah.

-Kris-

Dia adalah ketua dari geng Yakuza, namja yang tingginya sekitar 185cm ini memilik raut wajah cool, misterius, dan juga tampan. Dia adalah tipe namja yang irit bicara, dia berbicara hanya seperlunya saja. Tetapi dia adalah namja yang sangat baik hati.

-Luhan-

Namja yang  bernama lengkap Xi Luhan, dia memiliki raut wajah seperti malaikat dan polos. Tentu saja dia adalah tipe penyayang, dan sangat baik kepada semua orang.

-Tao –

Dia adalah namja yang memiliki raut wajah menakutkan, tetapi hatinya bagaikan malaikat. Namja satu ini sangat hobi dalam bermain wushu, tak heran jika Kris mengandalkannya.

-Sehun-

Sebut saja Oh Sehun, dia adalah namja yang paling polos di geng Yakuza ini. Dia selalu menjadi bahan tertawaan geng Yakuza, dengan logat kecadelannya itu.

-Chanyeol-

Sebut saja dia Park Chanyeol, dengan tampangnya yang imut itu membuat orang disekitarnya menjadi tersontak kaget saat melihatnya tertawa dengan nada suara yang seperti ajussi itu.

-Hyeri-

Yeoja berumur sekitar 10thn ini selalu mengikuti kemana pun Kris pergi, dia tidak bisa jika hidup tanpa Kris. Karna, dia bisa membaca kejadian yang akan datang dan membaca pikiran orang jika dia berada di dekat Kris.

——

Malam hari dikota Seoul masih dipati oleh penduduk kota Seoul, gemerlap lampu-lampu di gedung-gedung dan kendaraan masih memancarkan cahayanya. Semakin malam lampu-lampu digedung justru semakin banyak memancarkan cahayanya.

Terlihat 5 namja dan 1 yeoja kecil sedang berjalan-jalan di sekitar keraiman kota Seoul, yeoja kecil itu berjalan sambil memegang tangan kanan Kris. Sebut saja yeoja itu bernama Hyeri, kemana Kris pergi dia selalu ikut dengannya.

Saat mereka sedang melewati jalan setapak di gang kecil, Tao melihat ada segerombolan geng sedang menghajar seorang namja. Dapat dilihat olehnya namja itu nyaris sekarat, Tao seperti kehilangan kendali emosinya dia pun berteriak kepada geng itu.

“YAK!! KALIAN!!” Teriak Tao membuat sekelompok geng itu menoleh kearahnya dan Tao melangkah menghampirinya.

Saat Tao baru saja ingin melangkah seseorang telah menahannya, dia adalah Kris. Dia menahan Tao yang sudah mulai hilang kesabarannya. Lalu Kris mengisyaratkan Hyeri untuk mundur beberapa langkah dari, Hyeri pun menurutinya. Selang beberapa menit kemudian Kris pun melangkah, dengan langkah kecilnya dan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celananya.

“Cih, kau lagi. Sekelompok geng Yakuza, yang selalu menolong orang yang sedang mendapat masalah seperti sekarang ini. Kau piker kau hebat? HAHAHA!!!” Ucap salah seorang anggota geng tersebut.

Dapat dilihat raut wajah Kris yang masih tenang setenang air di danau (?) dan mengangkat sudut bibir kanannya membentuk senyum kecut. Salah anggota geng itu seperti sudah habis kesabarannya, dan melayangkan tinju kepada Kris. Dengan santai Kris pun mulai menepisnya, dan membuat senyum kecut lagi. Tanpa pikir panjang, kris mulai melemparkan orang tersebut dari hadapannya (setdah, penggantinya agung Hercules. Oke, abaikan-_-).

Prok prok prok, terdengar suara tepukkan tangan dari arah sekelompok geng tersebut. Lalu orang tersebut memunculkan dirinya, dan berjalan kearah Kris dengan tangan masih bertepuk-tepuk.

“Wu Yi Fan, kau masih seperti dulu. HAHA, lama tidak bertemu bukan?” Ucap namja paruh baya itu pada Kris, dan menatap kris tajam.

Seperti biasa, Kris hanya menatapnya dengan santai tanpa rasa takut. Lalu Luhan yang tidak tega melihat namja yang habis babak belur oleh geng tersebut seperti ingin menolong namja itu. Luhan pun mulai memberanikan diri sambil mengepalkan tangannya, saat Luhan melangkah seseorang mulai ingin menyerangnya dari depan. Dengan lincah Luhan pun mulai mengahajar orang tersebut, kini Hyeri tidak tinggal diam. Dia ikut menghajar beberapa anggota geng tersebut (ebuset, bocah-bocah bisa berantem juga. Oke, abaikan-_-). Kini mereka mulai bertempur, Chanyeol dan Sehun ikut melawan anggota geng tersebut. Kini setelah beberapa menit mereka bertempur, geng Yakuzalah yang menang melawan mereka semua dengan bertumpahkan darah dimana-mana. Lalu geng dengan memakai seragam serba hitam itu mulai pergi meninggalkan Kris dan yang lain, tetapi Kris dapat melihat Ketua geng itu mengisyaratkan sesuatu. Kris pun tidak memperdulikannya dan mulai melangkah menghampiri namja yang habis di hajar oleh geng hitam tersebut. Luhan dan Sehun terlihat berlarian menghapiri namja tersebut dengan baju dan tangan berlumuran darah.

“Kau baik-baik thaja bukan?” Ucap Sehun pada namja itu dengan logat cadelnya.

“Pabbo! Dasar pabbo! Kau buta huh? Bagaimana bisa dia baik-baik saja, lihatlah dia sudah berlumuran darah kering di wajahnya!!” Ucap Luhan sambil memukul kepala Sehun.

“Appo hyung, aku hanya ingin memathtikan thaja hyung!” Ucap Sehun polos sambil mengelus kepalanya yang habis dipukuli oleh Luhan.

“Yak, kenapa kalian malah berantem sih? Bukannya di bawa ke rumah sakit terdekat!!” Ucapan Chanyeol membuat mereka menoleh bersamaan.

“Dasar cadel!! Udah cadel polos pulak!!” Cerocos Tao menghampiri mereka.

“Kok oppa malah pada berantem sih?” Omel Hyeri pada ke empat Oppanya.

Kini Hyeri mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya, dan memberikan botol kecil pada namja yang malang itu.

“Ini, ambilah. Bisa menyembuhkan lukamu Oppa.” Ucap Hyeri lalu tersenyum ke arah namja itu.

“G..g..gomawo.” Jawab namja itu tergagap dan berlalu pergi meninggalkan mereka berlima.

Dapat dilihat Kris sudah mulai pergi meninggalkan mereka. Lalu diikuti oleh Tao, Tao kini mulai menceramahinya.

“Yak, hyung!! Seharusnya tadi kau langsung menghajarnya!! Kau tidak tahu tadi itu adalah kesempatan emas untuk menghajar mereka!!” Cerocos Tao sambil berpura-pura kesal.

“Hm~” Kris hanya menanggapinya dengan singkat, jelas, dan santai (?).

“Hhhh, kau ini!!” Omel Tao pada Kris.

Tiba-tiba saja Hyeri sudah beradaa di samping Kris sambil memegang tangan kiri Kris, lalu sesekali dia menoleh kearah Kris yang tingginya seperti tiang listrik (?). kris hanya berjalan santai sambil melihat ke awan dan tangan kanannya di masukkan ke saku celananya. Sedangkan Sehun dan Luhan masih saja berdebat persoalan yang tadi.

“Bla…bla..bla.. dathar cerewet thekali kau hyung!!” Ucap Sehun sambil menutup kupingnya dan berjalan santai.

“Yak!! Kau, cadel! C A D E L!!” Cerocos Luhan menekankan kata-kata ‘cadel’ di telinga Sehun.

“La..La..La~” Sehun hanya bernyanyi-nyanyi dan tidak memerdulikan Luhan, tentu saja hal itu membuat Luhan geram.

“Huaaah, hari yang melelahkan bukan?” Ucap Yeol pada Tao.

“Ya, tentu!” Ucap Tao santai dan berjalan mengikuti langkah Yeol.

Bagaimana tidak melelahkan, malam ini saja mereka sudah bertempur habis-habissan dengan musuuh bebuyutannya. Bagaimana dengan hari esok?

—–

“Hoaaemm~” Luhan menggeliat sambil menguap sesekali.

Ya, mereka mulai berkeliling kota Seoul di pagi hari, entah ingin kemana mereka hanya mengikuti arah langkah kaki Kris melangkah.

Kris hanya melangkah dengan santai. Tidak pernah luput di sebelahnya selalu ada Hyeri, bocah yang perbedaan umurnya dengan Kris sekitar 13thn ini selalu berada disamping Kris. Bagaimana dia tidak beruntung? Dia memiliki lima Oppa yang selalu berada disampingnya dan menjaganya.

Kebiasaa Sehun di pagi hari sebelum melakukan aktifitasnya dengan geng Yakuza ini selalu mencari makan. Jika anggota Yakuza sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, itulah kesempatan emas bagi Sehun untuk mencuri makanan dari toko kue yang mereka lewati. Saat Sehun sudah kembali dengan sebungkus roti di tangannya Sehun tak menyadari kalau Chanyeol telah memerhatikannya. Yak! Tertangkap basah kau sekarang Sehun-ah!!. Batin Chanyeol.

Tiba-tiba saja Sehun merasakan seperti ada yang menarik bajunya dari belakang, ia pun kini menoleh kearah itu. Pas sekali waktu Chanyeol menariknya, saat itu juga Sehun sedang ingin melahapnya. Namun roti itu langsung diambil alih oleh Yeol, dan Yeol lambungkan ke atas.

“Kau! Yak! Kau mencurinya bukan? Kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika Kris Hyung tahu itu? Apa kau ingin mati huh?” Bisik Yeol pada Sehun, dan itu membuat Sehun mejadi ketakutan.

Sehun pun menatap Yeol dengan rasa takut, dan bergantian menatap Kris yang masih berjalan dengan santai dan tenangnya.

“Mm..maafkan aku hyung aku benar-benar lapar.” Ucap Sehun sambil ikut berbisik dan melirik kearah Kris, takut-takut Kris mendengar percakapan mereka.

Tanpa Sehun dan Yeol sadari, rotinya ternyata sisa setengah begitu Yeol menurunkan rotinya dan memberikan pada Sehun.

“Yak! Hyung, jika kau menginginkannya kau seharusnya izin padaku! Bukan seperti ini caranya!!” Teriak Sehun da Yeol, Yeol hanya menampilkan ekpresi muka melongo dan menggelengkan kepala kekanan dan kekiri.

“B..b..bukan aku! Dari tadi saja aku hanya mengomel padamu!!” Ucap Yeol sewot dan kesal karna sudah dituduh yang tidak-tidak oleh Sehun

“YAK!! TAO!!!”

PLETAK!! Yeol dan Sehun melayangkan pukulan di kepala Tao bersamaan, Tao hanya meringis kesakitan.

“Sehunnie!! Kau dapat dari mana roti itu? Bukankah kau tidak memiliki….”

Dengan sigap Sehun menutup mulut Luhan dengan tangannya, tentu saja omongan Luhan tadi membuat Kris berhenti berjalan dan menoleh ke belakang. Mereka pun ikut berhenti melangkah, Hyeri dan Kris yang tidak tahu apa yang terjadi belakang hanya ikut melihat tingkah aneh dari mereka berempat.

“H..he..hyung.” Ucap mereka berempat dengan terbata-bata.

“Oppa~ kalian kenapa? Pagi secerah ini kalian masih saja sempat untuk berantem.” Ucap Hyeri dengan lembut dan melihat ke awan.

Seperti biasa, Kris hanya menatap mereka dengan santai. Tetapi mereka semua tahu, itu hanya tatapan dari luar saja. Kini mereka dalam masalah.

——

“Sudah bilang bukan!! Kau harus berhenti mencuri!!” Teriak Yeol di telinga Sehun.

“Ini juga salahmu hyung!! Kalau saja kau tidak mengambil rotiku.” Teriak Sehun yg tidak kalah kencangnya dari Yeol.

“Bla…bla…bla…KALIAN BERISIK SEKALI!!!” Teriak Tao ya mulai kesal mendengar mereka berantem.

“Yak! Kita benar-benar dalam masalah!!” Ucap Luhan dengan santai.

Ya, mereka sekarang sedang diikat sambil berjalan. Sesekali mereka memohon pada Kris untuk membukakan ikatannya, tetapi hal itu tidak dipedulikan olehnya.

“Yak, Hyeri-ya~ Kau kan dosaeng kecil kita yang baik hati. Tolong bukakan tali ini dari ikatan kita berempat, kumohon. Aku tidak tahan lagi berada di sampingnya Yeol Hyung. Ayolah Hyeri-ya~” Terdengar ucapan Sehun seperti memohon dan memasang ekspresi aegyo.

Hyeri hanya tersenyum melihat tingkah oppanya itu yang sedang merayunya, Hyeri pun menoleh ke atas kearah Kris. Tetapi Kris sama sekali tidak mempedulikan itu dan terus berjalan dengan santai pandangannya menatap jalanan lurus. Entah apa yang sedang ia pikirkan (biasa, mikirin author. Oke, abaikan-_-)

Kini Hyeri pun menoleh kepada keempat oppanya yang sedang berjalan sambil diikat seperti itu. Hyeri dapat melihat keempat oppanya yang sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar dan memohon. Hyeri hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepala.

“K..Kris hyung~ kami mohon lepaskan kami.” Ucap mereka bebarengan dengan terbata-bata.

Kris hanya berjalan dengan santai dan memasangkan earphone di kedua telinganya. Percuma saja mereka memohon, tetap saja Kris tak akan menoleh pada mereka. Hyeri yang melihat tingkah oppanya hanya tersenyum tersipu.

Selang mereka berjalan jauh, akhirnya mereka beristirahat di sebuah hutan pegunungan yang pemandangannya dapat dilihat kota Seoul yang indah dan dipadati penduduk. Kris pun mulai membukakan tali yang mengikat keempat dosaengnya itu, lalu Sehun dan Luhan dengan polosnya memeluk Kris sambil tersedu-sedu (macem drama. Oke, abaikan-_-).

“Hm~” Kris mulai mencoba melepaskan pelukan dari Luhan dan Sehun.

“Huaaa…Udaran segar sekali, pemandangan yang indah.” Teriak Chanyeol dengan riang dan memaparkan senyum ‘happy virus’ nya itu.

“Hm~” Lagi-lagi Kris hanya menjawabnya seperti itu dan merebahkan diri di rerumputan.

Mereka berlima sedang asyik bermain, kecuali Kris yang sedang tiduran di rerumputan dan juga memandang langit biru bercampur putih. Ya, pemandangan yang indah bukan? Kris terlihat sangat tenang dan perlahan memejamkan mata.

Tiba-tiba saja Hyeri meghampirinya, menatap kris sebentar dari dekat dan tidur di pergelangan tangan Kris. Beberapa menit kemudian Hyeri ikut memejamkan matanya.

“Hm… Eomma! Appa!!” Kris seperti memanggil kedua orang tuanya.

Hyeri yang saat itu memejamkan mata ia kini membuka mata dan menatap kearah Kris. Pasti oppa mimpi buruk. Batin Hyeri. Ia kini mencoba membangunkan Kris, tetapi dia mengurungkan niat untuk itu. Hyeri menoeh kearah keempat oppanya yang asyik bermain berlari-larian layaknya anak kecil sedang di taman bermain. Lalu Hyeri menatap Kris yang masih memanggil orang tuanya, Hyeriun membulatkan mata hingga membentuk huruf O. K…K…Kita, dapat masalah besar!! Batin Hyeri. Dengan sigap dia pun membangunkan Kris.

“O..Oppa~” Hyeri membangunkan Kris dengan hati-hati.

Kris pun mulai membuka matanya dengan cepat dan bangun dari tidurnya, dia kini menoleh kearah Hyeri dan memeluk tubuh mungil Hyeri.

“Apa kita dalam masalah?” Bisik Kris di telingan Hyeri dan mengeratkan pelukakannya di tubuh kecilnya Hyeri.

“N..Ne~” Jawab Hyeri dengan gagap.

Kris pun langsung menggendong Hyeri di punggungnya yang kekar, Hyeri dapat merasakan punggung yang kekar ini banyak menolong semua orang tetapi di dalamnya dia sangatlah lemah seperti orang kebanyakkan. Kris kini mulai berlari, diikuti oleh Tao, Chanyeol, Luhan, dan Sehun.

“Hyung, ada apa?” Tanya Tao pada Kris sambil ikut berlari.

“Apa kita dapat masalah?” Tanya Luhan pada Kris juga, tetapi jawabannya nihil.

Kris hanya terus berlari sambil menggendong Hyeri di punggungnya, kini mereka berlari entah kemana tujuannya. Sampai akhirnya di sebuah taman yang cukup luas Kris berhenti, Hyeri pun turun dari punggungnya Kris. Dan mulai membaca pikiran apa yang akan terjadi nanti. Kini Hyeri membelalakkan matanya pada kelima oppanya.

“Oppa, geng hitam akan muncul lagi. Tapi kali ini…. Dia meminta oppa untuk melawannya, hanya oppa saja.” Ucap Hyeri gemeteran karan takut terjadi sesuatu pada Kris.

“Ya, baiklah.” Jawabnya mencba untuk tetap sesantai mungkin.

Akhirnya beberapa detik kemudian geng hitam pun datang, ketuanya kini meminta Luhan, Yeol, Sehun, Tao, dan Hyeri untuk mundur. Karan pertarungan kali ini hanya mereka berdua saja yang melakukannya. Kris pun menyerahkan diri dan meyakinkan Hyeri dan lain kalau dia akan baik-baik saja. Tetapi tidak, dipikiran Hyeri yang akan terjadi nanti pada Kris akan lebih buruk lagi. Hyeri pun mencoba untuk tetap berada di samping Kris, dia kini memegang tangan Kris dan menatap tajam ketua geng hitam. Namun, keempat oppanya mulai membawanya pergi dari tempat itu. Hyeri hanya bisa mencoba untuk tetap kuat dan menahan tangis.

—–

Sekitar ½ jam lebih mereka bertarung, satu sama lain sudah mengeluarkan banyak darah. Tetapi mereka masih memaksakan diri untuk tetap bertarung. Tanpa Kris sadari, ketua geng hitam itu mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya. Sesuatu benda yang panjang dan tajam, Kris yang nyaris sekarat berusaha bangkit untuk melawannya. Tapi ketua geng itu justru lebih dulu menyerang kris dengan senjatanya yang telah ia bawa, sebut saja itu adalah ‘pedang’. Pedang itu menancap di perutnya Kris, Kris mulai membulatkan mata menahan sakit.

Hyeri kini hanya melihat dari kejauhan, tidak mengetahui siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hujan mulai turun perlahan-lahan, gumpalan awan hitam mulai menutupi langit yang tadinya sangat cerah. Hujan semakin deras dan itu membuat Hyeri semakin khawatir akan yang terjadi pada Kris. Hyeri dapat melihat ketua geng hitam mulai memunculkan batang hidungnya dari kejauhan, Hyeri mencari-cari batang hidung Kris tetapi nihil. Kini dia mulai berlari menghampiri Kris, diikuti oleh Tao, Yeol, Sehun, Luhan. Sedangkan di lain tempat, geng hitam sedang tertawa riang atas kekalahan geng Yakuza.

Hyeri kini mulai menitikkan air mata, semakin ia berlari tangisnya semakin menjadi-jadi. Dari jarak tidak jauh dari tempat Kris berbaring, Hyeri kini mulai mematung. Perlahan-lahan ia melangkah kearah Kris, dapat dilihat tubuh kekarnya berlumuran darah. Hyeri mendekatkan wajahnya tepat di wajah Kris, ia kini mulai menangis. Kris membuka mulutnya seperti ada yang ingin di sampaikan kepada Hyeri dan yang lainnya.

“M…M..Mian, J..Jeong..mal..m..mian..haeyo” Ucap Kris terbata-bata kepada Hyeri dan yang lainnya.

“A..aku, ti..dak, bi..sa, mem…beri..kan, Per..sahabatan, y..yang, ter..baik, pa..da, ka..lian..” Ucap Kris selang menitikkan air mata, tentu saja Luhan dan Sehun ikut menitikkan air mata.

Terlihat Hyeri menangis menjadi-jadi, tetapi berhasil di hapus air matanya oleh tangan Kris. Kini Tao, Chanyeol, Sehun dan Luhan membentuk lingkaran, karna Kris seperti ingin member tahu sesuatu. Kris hanya bisa tersenyum tulus dan menghapus butiran-butiran air dimata Hyeri. Mungkin bagi Kris lingkaran itu adalah lingkaran persahabatan.

“Ka…Lian, to..long, ja..ga, Hye..ri…” Ucapan itu terputus saat Kris ingin menghembuskan napasnya untuk berbicara lagi tapi yang ada hanyalah keheningan, karna Kris mulai memejamkan matanya.

Hyeri semakin menjadi-jadi menangis, kini giliran Tao dan Yeol ikut menangis,diikuti oleh Luhan dan Sehun.

—–

“Mian, jeongmal mianhaeyo. Aku tidak bisa memberikan persahabatan terbaik kepada kalian.”

Sudah seminggu kepergian Kris, ucapan Kris masih teriang di otak dan pikiran yeoja berumur 10thn ini. Semenjak kepergian Kris, dia tidak bisa membaca pikiran seseorang lagi. Terasa bagai kehilangan seorang kakak terbaik, tapi dia bersyukur karna masih memiliki keempat oppa yang sangat baik kepadanya.

“Yak, Kim Hyeri!! Kemarilah, ini mengasyikkan.” Ucap Luhan kepada Hyeri dan masih bermain-main di pantai bersama Sehun, Yeol, dan Tao.

Hyeri pun mulai mengembangkan senyum paling tulus kearah keempat oppanya itu. Dan mulai melangkah kearah mereka, setidaknya dia tidak terlalu kesepian karna memiliki keempat oppa terbaiknya itu.

Dan kini mereka hanya menjalani hidup seperti orang biasanya, tidak ada lagi geng, tidak lagi bertemu dengan orang-orang yang jahat dan kejam, kini mereka menjalani hidup seperti orang normal lainnya.

-THE END-

***

FF ini terinspirasi dari anime K-PROJECT. Yang suka anime mungkin tau, kkk~

Mian kalo banyak yang typo, typo juga manusiawi yakan? Hehe

Oke, gimana FFnya? Gak nyambung kah? Aneh kah? Atau apa?

Silahkan tinggalkan komentar, like, dan saran setelah bunyi bbiip~^^

 

 

 

 

Iklan

13 pemikiran pada “Circle of Friendship

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s