Saranghae Oppa

Title       : Saranghae Oppa

Author  : Nafi’atul Alia aka Navi Lee

Genre   :Romance,Teen

Leght     :Oneshoot

Cast:      *Kim Jongin as Kai

*Han SooHee(OC)  as SooHee

*Oh Sehun  as Sehun

 

Saranghae Oppa Poster

 

Catatan Author:   Annyeong Nafi Imnida, Author baru , maaf kalau story  saya msih jelek dan banyak typo, oleh karnanya kritik dan saran readers sangat membantu, enjoy my story  ^^

Saranghae Oppa

 “Aku menyukaimu Oppa “ucap seorang yeoja cantik kepada namja di depannya, ia telah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk mengatakan rasa yang telah dipendamnya selama 7 tahun ini

“Kemarilah.., aku ingin memelukmu SooHee-ya” ucap namja itu sambil merentangkan tangannya

“Lalu apa jawabanmu, Kai oppa?” tanya SooHee sesaat setelah berada dalam pelukan namja yang dipanggilnya oppa itu

“Mianhae (Maaf), kau sudah kuanggap sebagai dongsaengku (Adikku), kurasa aku tidak bisa menjadi namjachingumu lagi pula aku sudah mempunyai yeojachingu” ucap laki-laki itu sembari mempererat pelukannya, ia mencoba menenangkan SooHee yang kini mulai terisak

“Lalu kenapa kau selalu melarangku saat aku pergi bersama namja lain,oppa?, aku pikir kau menyukaiku” Tangis SooHee semakin menjadi, tubuhnya bahkan bergetar, hatinya sakit mendengar penolakan dari namja yang ia sukai

“Ani (tidak), aku fikir mereka itu bukan namja yang baik, mereka akan menyakitimu SooHee-ya” Kai kini mulai merenggangkan pelukannya, matanya menatap mata SooHee yang penuh air mata, ia lalu mengusapnya, jujur hatinya juga sakit

“Mianhae Oppa, anggap saja aku tidak pernah mengatakan hal ini padamu, Gomawo karena telah menjagaku selama ini” SooHee berjalan pelan meninggalkan Kai, ia yakin jika terus berada di samping Kai, hatinya akan menjadi lebih sakit

-0o0-

7 hari kemudian

Parang High School

SooHee berjalan berdampingan bersama Sehun, teman laki-laki sekelasnya, akhir-akhir ini mereka terlihat dekat, apalagi semenjak SooHee dan Kai tidak pernah terlihat bersama lagi, semenjak kejadian itu SooHee lebih banyak menghindari Kai

“SooHee-ya apa kau tahu kenapa kau cantik?” tanya Sehun tiba-tiba

“Ani, memangnya kenapa?” ucap SooHee penasaran

“Karena Tuhan itu adil, ia menciptakanmu begitu cantik untuk dipasangkan denganku yang begitu tampan” jawab Sehun

“Hahaha, kau lucu sekali Sehun, ku rasa kadar kepercayaan dirimu meningakt 200% akhir-akhir ini”

“Aku tidak bercanda SooHee-ya” ucap Sehun

“Sudahlah, Kim seonsangnim(guru) akan marah kalau kita tidak berada di kelas 2 menit lagi” ucap SooHee mulai mengalihkan pembicaraan

-0o0-

SooHee pulang sekolah sendirian, setelah ia menolak tawaran Sehun untuk pulang bersama, ia memiliki sedikit urusan yang harus ia selesaikan sebelum benar-benar pulang ke rumah

“Aish.., namja babo (bodoh) itu, lagi-lagi ia mau saja disakiti oleh Hae Jin” ucap SooHee kesal, ia kini duduk disebuah kafe, matanya memandangi Kai yang sedang duduk di meja no 8, Kai memang selalu menunggu Hae Jin di kafe ini setelah sekolah, karena Kai dan Hae jin memang tidak satu sekolah

Tak lama Hae Jin datang, ia lalu menemui Kai, SooHee menggerutu sebal karena jarak tempat duduknya dan tempat duduk Kai dan Hyejin yang jauh yang membuatnya sulit mendengar percakapan mereka,dan hasilnya ia hanya memandang Kai dan Hae Jin mencoba membaca ekspresi mereka, terlihat Hae Jin tiba-tiba menangis, dan Kai mengusap air mata Hae Jin lembut, hati SooHee kembali sakit tapi ia menahannya, ia hanya ingin memastikan Kai akan baik-baik saja

“Ah…, aku muak terus mengikutinya seperti ini, kenapa harus kau orang yang aku cintai Oppa?, kenapa tidak Sehun saja?, yang jelas-jelas menyukaiku” gumam SooHee pelan

Tak lama Haejin pergi begitu saja, Kai terlihat terkejut, kenapa ekspresi mereka begitu aneh gumam SooHee, pikirannya kemudian menerka-nerka sebenarnya apa yang terjadi

-0o0-

SooHee kini berada di taman, ia masih mengikuti Kai yang kini terlihat murung, sepulangnya dari kafe tak ada lagi senyum yang menghiasi wajahnya

“Keluarlah, aku tau kau mengikutiku SooHee-ya” ucap Kai tiba-tiba

“Oppa…, mianhae” ucap SooHee sambil keluar dari tempat persembunyiannya, ia kemudian melepas kaca mata, serta topi yang dikenakannya untuk menyamar mengikuti Kai tadi

“Kau…, kenapa kau menghindariku?” tanya Kai saat SooHee sudah duduk di bangku taman di sampingnya

“Aku…, aku hanya malu Oppa, bagaimanapun aku ini yeoja yang sudah ditolak, oleh orang yang disukainya” ucap SooHee lirih

“Kau tau?, Hae Jin dia meninggalkanku, dia bilang dia sudah tidak mencintaiku lagi, dia lebih memilih namja lain” Kai kini terlihat menggigit bibir bawahnya, menahan air mata yang mulai mendesak keluar

“Oppa, merelakan orang yang kita sayangi agar bahagia dengan orang yang ia cintai itu jauh lebih baik, daripada menahannya untuk terus berada disisi kita, sementara ia tidak bahagia” ucap SooHee sambil menatap Kai

“Aku tidak menyangka, gadis kecil yang 7 tahun lalu menangis karena jatuh dari sepedanya kini sudah dewasa” ucap Kai sambil mengusap pelan kepala SooHee

“Terimakasih sudah menghiburku” lanjut Kai

“Sama-sama Oppa,anggap saja ini balas budiku, karena dulu kau yang selalu melindungiku”

“Sampai sekarang aku masih melindungimu SooHee-ya, tidak hanya dulu”

“Tapi kurasa sudah cukup Oppa, aku akan mencoba melupakanmu, dan kau boleh melupakanku juga” ucap SooHee lirih, jujur ia sakit mengatakan ini, tapi jika ini terus berlanjut maka hatinya akan semakin sakit karena Kai tidak menganggapnya lebih dari seorang Dongsaeng

“Apa maksudmu?, apa kau masih marah karena aku menolak perasaanmu?” ucap Kai, entah ada apa dengan hatinya, tapi ia sungguh tidak ingin kehilangan SooHee

“Ani, hanya saja aku pikir aku sudah dewasa oppa, seperti yang kau bilang dan aku tidak butuh perlindunganmu lagi” ucap SooHee sambil menunduk, ia tidak berani menatap Kai

“Kau…, aku akan tetap menjagamu, walaupun kau melupakanku tidak masalah tapi aku akan tetap menyayangimu” ucap Kai sambil mengangkat dagu SooHee agar ia dapat melihat gadis kecil yang akan pergi meninggalkannya, sedetik kemudian Kai memeluk SooHee erat

-0o0-

2 Minggu kemudian

Parang High School

Kai melewati kelas SooHee, sejenak kemudian ia berhenti dan matanya mulai mencari sosok SooHee, SooHee benar-benar menjauhinya, entah kenapa Kai kini mulai kehilangan sosok SooHee entah dalam artian dongsaeng atau lainnya..

“Apa kau melihat SooHee?” tanya Kai pada So Eun teman sekalas SooHee

“Tadi aku melihatnya bersama Sehun diperpustakaan, sepertinya mereka mengerjakan tugas bersama” jawab So Eun

“Gomawo” ucap Kai, dan langsung berlari kearah perpustakaan, ia benar-benar tidak suka SooHee-nya didekati namja selain dirinya

-0o0-

Perpustakaan

“SooHee-ya kau belum menjawab pertanyaanku yang dulu?” ucap Sehun sambil terus mengikuti SooHee, ditangannya terdapat banyak buku, yang diambil SooHee sebagai materi untuk mengerjakan tugasnya

“Pertanyaan yang mana?, aku tidak ingat” ucap SooHee setelah duduk di meja yang telah disediakan di perpustakaan

“Aku menyukaimu, bagaimana denganmu, maksudku perasaanmu?” tanya Sehun langsung saat ia sudah duduk di samping SooHee

“Tidak ada yang boleh menyukainya, SooHee milikku” ucap Kai tiba-tiba

“Mwo (apa)?” SooHee terkejut dengan kedatangan Kai yang tiba-tiba

“Cish, bukannya kau sudah memiliki yeojachingu?, apa kau hanya ingin mempermainkan SooHee dengan cara memanfaatkannya sebagai pelarianmu saja?” ucap Sehun

“Kau..!”

‘Bugh’ Kai memukul Sehun, dan langsung membawa SooHee keluar dari perpustakaan

-0o0-

Taman belakang sekolah

“Apa maksudmu Oppa?, kali ini apa kau hanya ingin melindungiku lagi?” ucap SooHee sambil melepas genggaman erat tangan Kai

“Entahlah…, hanya saja aku tidak suka saat kau didekati olehnya, jauhi dia!”

“Dia teman yang baik Oppa, dia tidak mungkin menyakitiku”

“Aku mohon jauhi dia, aku tidak tahu apa yang aku rasakan, tapi saat aku melihatmu bersama namja lain, hatiku sakit, sungguh” Kai kini merengkuh tubuh SooHee, mendekapnya erat dalam pelukan hangatnya

-0o0-

SooHee memilih pulang dengan Sehun, ia mengacuhkan Kai saat bertemu dengannya, ia benar-benar marah

“Sehun-ya mianhae” ucap SooHee

“Untuk..?, tak ada yang perlu di maafkan, itu bukan salahmu”

“Soal rasa sukamu, kurasa aku belum bisa menerimanya”

“Wae (kenapa)? Apa karena Kai?” tanya Sehun

“Ani, aku hanya belum siap berpacaran, jalani saja hubungan ini dulu, kalau kita memang cocok kita akan menjadi kekasih”

“Ini yang aku suka darimu SooHee-ya, kau tidak hanya cantik tapi, kau juga selalu menghargai perasaan orang yang menyayangimu, sekarang aku akan lebih giat lagi untuk mendapatkan hatimu” ucap Sehun sambil memperlihatkan senyum manisnya

-0o0-

Satu minggu kemudian

SooHee dan Sehun pergi kesebuah taman hiburan bersama, mereka menaiki beberapa wahana yang seru, senyum terus terukir diwajah keduanya, mereka terlihat begitu bahagia

“Aku bahagia bersamanya, tapi kenapa rasanya hatiku tidak bergetar  sama sekali saat didekatnya, tidak seperti saat bersama Kai oppa” gumam SooHee sambil melihat Sehun dari kejauhan

“Ini Es cream-mu, sudah sore, aku akan mengantarmu pulang nanti” ucap Sehun

“Ne(ya), Gomawo (Terimakasih)” ucap SooHee

-0o0-

Rumah SooHee

“Gomawo Sehun-a” ucap SooHee sembari turun dari motor Sehun

“Ne, anggap saja itu kencan pertama kita” ucap Sehun jail

“Mwo…?, aish itu namanya jebakan Sehun-ya”

“Masuklah, ini sudah malam, semoga mimpimu indah SoHee-ya”ucap Sehun sambil mengacak rambut SooHee

SooHee akan masuk kedalam rumahnya, sesaat kemudian Sehun menarik tangannya hingga ia jatuh kedalam pelukan Sehun

“Aku benar-benar menyayangimu, jangan pernah menangis lagi, aku sering mengikutimu sebenarnya, dan aku juga sering melihatmu menangis, kau tahu?, hatiku sakit saat kau menangis” Sehun kini merenggangkan pelukannya dan mencium kening SooHee

“Tidak peduli walaupun kau tidak menyukaiku, aku akan tetap menyayangimu SooHee-ya”

“Gomawo, Mianhae aku belum bisa membalas perasaanmu” ucap SooHee

“Gwencana (Ok), aku pulang jaga dirimu baik-baik!” Sehun menaiki motornya lalu pergi

-0o0-

“Sebahagia itukah?, aku sudah bilang jauhi dia!” ucap seseorang sambil menahan tangan SooHee

“Wae?, aku muak Oppa, Sehun benar kau hanya menjadikanku sebagai pelarianmu saja, rasamu padaku tidak lebih dari rasa sayang seorang oppa kepada dongsaengnya!” SooHee kini mulai menangis

“Tolong, jangan berubah, jadilah SooHee yang dulu, yang hanya memandangku, dan menganggapku sebagai penyangganya dan pelindungnya”

“Aku lelah Oppa, kau selalu begini, egois, aku menyukaimu tapi kau tak pernah membalasnya, Kau selalu melihatku seperti yeodongsaengmu saja, ”

“Mianhae…, kembalilah padaku lagi SooHee-ya”

“Untuk kau sakiti lagi Oppa?, aku menyerah, bahkan saat aku bilang Hae Jin berselingkuh dibelakangmu pun kau tidak percaya denganku, terima saja Oppa, kau dan aku tidak akan pernah bersama” SooHee kemudian pergi meninggalkan Kai yang masih terpaku

“Baru aku sadari ternyata kau begitu penting bagiku, Mianhae SooHee-ya” lirih Kai saat SooHee masuk kedalam rumahnya

-0o0-

“SooHee-ah bangunlah!” ucap seorang wanita yang masih nampak cantik diusianya yang tak bisa dibilang muda lagi

“Eomma, kenapa membangunkanku sepagi ini, ini hari libur Eomma…” ucap SooHee yang akan menutupi tubuhnya dengan selimut lagi

“Kau tidak ikut kerumah sakit?, Kai kecelakaan semalam” ucap Eomma SooHee

“Andwae (tidak), Eomma pasti bercanda, semalam aku baru bertemu dengan Kai oppa”

“Eomma tidak bohong, kudengar dari Eommanya Kai, lukanya cukup parah, kai belum sadar sampai sekarang”

“Itu tidak mungkin Eomma!” SooHee kini mulai menangis, ia menyesal telah berkata kasar kepada Kai semalam, mungkin ini juga yang menjadi penyebab Kai  mengalami kecelakaan

“Dirumah sakit mana Eomma?” tanya SooHee sambil terus menangis

“Rumah sakit Seoul, hapus air matamu SooHee-ya, Eomma tahu kau menyukainya bukan?, temui dia, jangan pernah lepaskan dia” ucap Eomma SooHee sambil mengusap air mata putri tunggal kesayangannya itu

“Gomawo Eomma”

-0o0-

Rumah Sakit Seoul

SooHee telah sampai di kamar Kai dirawat, matanya kini mulai panas, menahan air mata yang akan tumpah, dilihatnya Kai memakai alat bantu pernafasan dan beberapa peralatan medis lainnya, separah itukah kecelakaannya, batin SooHee

“SooHee ya” panggil Eomma Kai saat melihat SooHee berdiri didepan pintu kamar

“Ne,Eomma” ucap SooHee sambil membungkuk memberi hormat, ia memang memanggil ibu Kai dengan sebutan Eomma, karena Ibu Kai yang memintanya, baginya SooHee sudah seperti putrinya sendiri

“Kemarilah, ada yang ingin Eomma berikan padamu”

SooHee kemudian mendekati Eommanya Kai

“Ini adalah cincin pasangan yang di pesan sendiri oleh Kai, cincin ini kutemukan di saku Jaketnya, setelah  sesaat ia dibawa di rumah sakit, dan sepertinya ini untukmu, karena  ada namamu di salah satu cincin ini” ucapnya sambil memberikan kotak cincin berbentuk hati pada SooHee

“Benarkah? Eomma?” SooHee mengambil kotak cincin itu, ia membukanya dan mengambil salah satunya

“Ne, benar Eomma, ini namaku, tapi mungkin ini hanya hadiah yang diberikan Kai oppa kepada dongsaengnya Eomma, dia tidak pernah menganggapku lebih dari itu” ucap SooHee sambil masih memandang cincinnya

“Kau salah, dia menyukaimu SooHee-ya, kau ingat saat 7 tahun yang lalu kau jatuh dari sepeda?, lalu Kai menolongmu, saat pulang ia berkata padaku jika ia bertemu Putri bidadari kecil yang jatuh dari sepeda (?),ia begitu menyukaimu dia bahkan ingin menjagamu, dan berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi, kurasa rasanya lebih dari seorang oppa dan dongsaeng,dia hanya terperangkap dalam perasaannya yang terlalu ingin melindungimu, sehingga ia memilih menjadi oppamu saja, kau tahu kekasih bisa saja putuskan?, jadi Kai menganggapmu sebagai dongsaengnya”  ucap Ibu Kai sambil mengusap kepala SooHee

“Benarkah Eomma?”

“Ne, yakinlah! dia tidak pernah sekalipun meninggalkanmu bukan?, walaupun ia sudah memiliki yeojachingu sekalipun?”

“Ne, Eomma benar”

“Jaga dia, Eomma pulang dulu ne?”

“Ne, Gomawo Eomma”

-o0o-

1 bulan kemudian

“Anyyeong (Apa kabar) oppa!” ucap SooHee

“Kenapa kau tidur lama sekali oppa, kau lihat luka ditanganku ini, ini karena aku baru saja jatuh oppa, bangunlah !,biasanya kau akan langsung memarahiku karena aku ceroboh bukan?” SooHee menggenggam tangan Kai, ia menangis, sudah 1 bulan ini Kai koma

Entah ini mimpi atau nyata, tangan kai terasa bergerak, walaupun hanya gerakan kecil SooHee merasakannya, Kai ia sudah sadar?

“Oppa…, kau sadar?”

“Apa kau terluka, kenapa kau ceroboh sekali” ucap Kai lirih, sesaat setelah matanya terbuka

-o0o-

Parang High School

“Sehun ya, Kai oppa sudah sadar” ucap SooHee senang

“Baguslah, lalu apa aku harus melepasmu?” ucap Sehun lirih

“Mianhae, Sehun-ya kau tetap yang terbaik, jangan lepaskan aku, kita masih bisa bertemankan?”

“Ok, perkataanmu tadi aku jadikan alasan untuk merebutmu dari Kai, jika ia berani membuatmu menangis lagi, Yaksok (janji)?”

“Yaksok!” ucap SooHee

-o0o-

Namsan/Seoul Tower

“Oppa , kenapa kau mengajakku kesini?”

“Haruskah aku mengatakan alasannya SooHee ya?, kenapa kau sangat tidak peka?”

“Mwo, apa kau mau menculikku?” ucap SooHee polos

“Yak, neo paboya (Kau bodoh sekali), aku menyukaimu, makanya aku mengajakmu kesini, kita akan melihat kembang api tahun baru disini, romantis bukan?”

“Arraseo (baik), tapi kau lebih bodoh dari aku oppa, karena ini bukan malam tanggal 31 Desember oppa, ini sudah tanggal 2 Januari, tidak akan ada kembang api tahun baru oppa!”

“Jinja(benarkah)?” ucap Kai sambil menggaruk kepalanya ia merasa malu ,sangat

“Tapi…, walaupun begitu, aku menyukaimu Han SooHee, lebih dari seorang oppa yang menyayangi dongsaengnya” lanjut Kai yang kini tengah memposisikan dirinya berlutut didepan SooHee

“Bagaimana jika aku menolak?” ucap SooHee

“Aku akan benar-benar menculikmu, dan aku akan menikahimu”

“Mwo, apa itu sebuah pernyataan atau ancaman oppa?”

“Entahlah, aku hampir gila, terimalah aku SooHee ya!” ucap Kai sambil menunjukkan aegyonya

“Ne, I Love You Oppa”

“Kau menerimaku?, Saranghae,I’m really love you SooHee-ya, terimakasih karena telah memberiku kesempatan untuk dicintai lagi olehmu”

Epilog:

SooHee telah menjadi direktur sebuah bank terkemuka di Seoul, ia bahkan tealah memiliki sebuah apartemen yang cukup mewah, dan Kai ia memilih menjadi Seorang CEO muda  di perusahaan ayahnya

4 tahun kemudian

“Oppa, apa kau melihat cincinku, cincin yang kau berikan dulu?, kurasa aku meletakkannya dimeja sini tadi” tanya SooHee pada Kai

“Sudah aku buang” ucap Kai santai

“Mwo, kau membuangnya, wae?” tanya SooHee sebal, ia menghampiri Kai yang dengan santainya duduk diruang tamu apartemennya

“Aku sudah menggantinya dengan cincin pernikahan, bulan depan kita akan menikah, aku tidak menerima penolakan”

“Mwo..?, kenapa kau tidak memberi tauku oppa?”

“Haruskah?, aku mulai khawatir jika kau direbut orang lagi, kudengar  kemarin kau bertemu dengan dokter Oh Sehun, ‘teman dekatmu’ dulu”

“Ya, apa kau cemburu Oppa?” goda SooHee

“Aniyo, untuk apa aku cemburu?”

“Baik, besok aku akan menemui Dokter Oh Sehun lagi, kalau kau tidak cemburu”

“Lakukan jika berani SooHee ya, maka aku akan mempercepat pernikahan kita saat ini juga”

“Andwae….” teriak SooHee, yang diiringi smirk di wajah Kai

-END-

 

Behind the Scene

Sangat Cantik

Dialah SooHee-ku, aku menyayanginya

Aku butuh dia dalam jarak pandangku

SooHee aku mencintaimu

-Kai-

Namja itu, aku mencintainya

Tidak peduli berapa kali ia menyakitiku

Aku hanya memandang kearahnya

Aku mencintainya

-SooHee-

Iklan

10 pemikiran pada “Saranghae Oppa

Tinggalkan Balasan ke kekezia Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s