SHIM FAMILY STORY [ FICLET: 01 ]

SHIM FAMLIY STORY [ FICLET: 01 ]

Title: Shim Family Story

Author: Leona Choi ( @yunita_YIF )

Cast: Oh Sehun & Shim Yongri

Genre: Fluff, Romance

Rating: T

Lenght: Ficlet ( 1.284 word )

*****

Shim Family

Created by Leona Choi

*****

Oh Sehun, namja dengan warna kulit putih susu tersebut tengah melangkah dengan pasti mengikuti suatu objek. Objek yang selama ini menjadi pengamatannya tiap hari. Objek yang entah mengapa membuat seorang Oh Sehun lebih bersemangat menjalani hari-harinya, dan lebih semangat untuk mencari ilmu guna menempuh ujian kelulusan.

Dan kini, tubuh kurus yang dimiliki Sehun telah berdiri tepat di depan jendela dari sebuah ruangan yang diyakininya kedap suara. Manik kelamnya menatap lurus objek yang kini sedang menekan sebuah tombol pada sebuah speaker menggunakan jari lentiknya.

Sedetik kemudian, sebuah alunan melodi berputar. Alunan melodi yang terdengar beat namun disaat yang bersamaan juga terdengar halus. Atensinya tak pernah lepas dari langkah demi langkah yang diciptakan yeoja bersurai cokelat sebahu tersebut –objek yang diikuti Sehun–.

Manik kelam Sehun dapat dengan jelas melihat yeoja bersurai cokelat itu berdiri di tengah-tengah ruangan menghadap pada dinding yang sudah berlapis cermin. Setelah timingnya tepat, yeoja yang sudah membuat semangat dalam diri Sehun berkobar itu mulai menggerakkan kedua kaki dan tangannya dengan gerakan ringan. Walau gerakan yang dibuat oleh yeoja itu terlihat sederhana, namun di mata Sehun yeoja itu terlihat anggun dengan gerakan tersebut.

Memasuki pertengahan lagu, yeoja itu mulai meliukkan badannya dengan lincah. Gerakan yang tadinya terlihat sangat ringan dan halus, kini berubah dengan gerakan yang rumit, dan energik, namun masih terlihat halus. Rok soft blue 5 cm di atas lutut yang dipakai yeoja itu juga ikut bergerak mengikuti setiap gerakan empunya, membuat yeoja itu semakin bertambah anggun.

Sehun masih saja diam berdiri di tempatnya tadi, matanya seakan terhipnotis akan liukkan badan yeoja bersurai cokelat itu. Mata kelamnya dapat dengan jelas melihat setiap bulir keringat yang mengalir di pelipis maupun di anggota tubuh yeoja itu. Kaos dark blue yang melekat di tubuh ramping yeoja itu mulai basah akan keringat.

Sehun sampai ternganga melihat pemandangan di depannya. Menurutnya, pemandangan ini jauh lebih indah dari pada foto-foto yeoja sexy yang selama ini Jongin –teman sekelasnya– perlihatkan.

Memasuki akhiran lagu, yeoja bersurai cokelat itu sedikit mengurangi kecepatan gerakan badannya. Namun Sehun melihat terdapat lebih dari satu tetes cairan yang menggenang di lantai yang dipijak oleh yeoja itu. Apalagi yeoja itu memakai kaus kaki yang sangat tipis sebagai alas kaki supaya gerakan kakinya dapat berpindah dengan cepat.

Berbagai pikiran dan perkiraan masuk ke otak Sehun. Dan sesuai perkiraan Sehun, saat lagu akan selesai yeoja bersurai cokelat itu memilih memutar tubuhnya hanya dengan kaki kanannya sebagai tumpuan, sedangkan kaki kirinya ia angkat sedikit dan lurus ke samping. Kedua tangan yeoja itu direntangkan bak sayap kupu-kupu yang membentang dengan indahnya dan siap untuk terbang bebas. Mata yeoja itu tertutup guna menghayati gerakan terakhirnya, sehingga tak menyadari ada genangan air –yang merupakan cairan keringatnya– di dekatnya.

Tap..

Tap..

Tap..

Saat putaran kedua, kaki kanan yeoja bersurai cokelat itu mengenai genangan air tersebut, membuat tubuhnya oleng ke belakang karena licin dan tidak bisa menjaga keseimbangannya.

Grep..

Manik kelam Sehun dapat melihat manik yeoja itu yang juga sewarna dengan warna rambutnya melebar tak percaya. Keduanya seakan terseret ke dalam bola mata masing-masing. Sehun yang lagi-lagi terhipnotis namun kali ini ia terhipnotis akan bola mata yang berwarna seperti gula yang dipanaskan, caramel, juga yeoja  yang terkagum akan manik kelam Sehun yang segelap malam.

Hening

Keduanya seakan-akan kehilangan roh dalam raganya. Hanya terdengar suara hembusan udara yang keluar dari hidung masing-masing.

1 detik.

2 detik.

3 detik.

4 detik.

5 detik.

6 detik.

“Huwa!” yeoja bersurai cokelat itu memekik saat kesadarannya sudah kembali lebih dulu dari Sehun. Dengan reflek, kedua tangan yeoja itu mendorong kedua bahu Sehun, sehingga tangan kiri Sehun yang memegang pinggang yeoja itu terlepas. Sehun yang sudah sadar setelah yeoja itu memekik  segera merengkuh tubuh yeoja itu menggunakan kedua tangannya sebelum yeoja itu jatuh terjengkang karena tidak ada yang menahan.

Namun Sehun juga kehilangan keseimbangannya. Sebelum keduanya jatuh, Sehun sempat memutar posisi mereka.

Bugh…

Suara debuman yang berasal dari pertemuan lantai dengan punggung Sehun itu terdengar jelas di ruangan tersebut.

Hening.

Lagi-lagi suara hening mendominasi ruangan itu. Hanya terdengar suara jarum jam yang terus berjalan menandakan bahwa waktu masih berjalan.

Deg..deg..deg..deg..deg..

Yeoja bersurai cokelat itu dapat mendengar jantung Sehun yang berpacu dengan cepat, karena posisi badannya yang berada di atas Sehun juga karena kepalanya yang tepat berada di atas dada bidang Sehun. Caramel yeoja itu masih saja melebar tak percaya akan kejadian yang baru saja terjadi.

Sedang Sehun, ia hanya menutup mata kelamnya berusaha untuk menetralkan degup jantungnya yang berpacu cepat seperti orang yang sedang mengikuti lomba maraton.

Eung.., bisakah kau menyingkir dari badanku, berat.” Suara Sehun membuat yeoja itu tersadar, lantas yeoja itu segera bangkit dan duduk di dekat Sehun. Bohong, bohong jika Sehun mengatakan yeoja itu berat. Padahal sebaliknya, badan yeoja itu malah sangat ringan menurut Sehun. Hanya saja, Sehun tak ingin mati muda jika detak jantungnya berhenti hanya karena berada di dekat yeoja itu.

Sret…

Entah sejak kapan, kini Sehun sudah duduk berhadap-hadapan dengan yeoja itu dengan tangan kanannya yang membawa sapu tangan terulur untuk mrnghapus bulir-bulir keringat yang mengalir di pelipis yeoja itu.

Yeoja itu hanya terdiam dengan manik caramelnya yang memandangi setiap garis wajah Sehun. Kelereng mata berwarna hitam pekat bak batu onyx, juga matanya yang sipit namun terlihat tajam saat memandang orang, hidungnya yang mancung, dan yang terakhir bibir tipis yang menambah kesempurnaan Sehun.

Tampan, satu kata itulah yang menjadi kesimpulan bagi yeoja itu terhadap wajah Sehun. Sehun  menjadi salah tingkah karena dipandangi oleh yeoja dihadapannya dengan intes.

Eum.., se-sebaiknya kau seka keringatmu.” Dalam hati, Sehun merutuki dirinya sendiri, kenapa dia bisa bicara dengan nada gugup seperti itu. Yeoja bersurai cokelat itu hanya mengangguk dan mengambil sapu tangan yang berada di tangan Sehun.

Gomawo,” ucap yeoja itu.

Sehun memandang yeoja itu dengan pandangan tanya, “Apa?”

Gomawo. Gomawo karena telah menyelamatkanku,” jawab yeoja itu sambil tersenyum tipis. Untuk sesaat, Sehun lupa bagaimana caranya bernafas karena melihat senyum dari yeoja itu. Selama ini Sehun memang sudah terbiasa melihat senyum itu dari jauh, namun kali ini rasanya berbeda sekali karena senyum itu hanya ditujukan padanya, bukan orang lain.

Sehun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju speaker. Namja bermarga Oh itu menghidupkan sebuah melodi yang sangat lembut, lalu balik menghampiri yeoja bersurai cokelat tadi.

Tangan kanan Sehun terulur ke depan yeoja itu, membuat yeoja itu mendongak dan melihat Sehun yang sudah memasang posisi laksana pangeran yang mengajak tuan putrinya untuk berdansa.

Eum…?

Shim Yongri.”

Ne. Shim Yongri, maukah kau berdansa denganku?”

Yeoja bernama Shim Yongri itu tersenyum lebar dan mengangguk senang. Lagi-lagi Sehun lupa bagaimana caranya bernafas, namun namja bermata kelam tersebut segera menguasai dirinya karena tidak mau terlihat bodoh di depan seorang yeoja. Yongri lalu menerima uluran tangan Sehun.

Shim Family

Kini posisi Sehun berhadapan dengan Yongri, dengan kedua tangannya yang melingkar di pinggang ramping Yongri, dan kedua tangan Yongri yang melingkar leher Sehun.

Eung…, namamu? Sejak tadi kau belum menyebutkan namamu.” Yongri bertanya di tengah-tengah kegiatan mereka, berdansa.

Sehun sedikit merunduk untuk sampai di telinga Yongri.

“Sehun. Oh Sehun,” bisik Sehun dengan suara beratnya disertai dengan hembusan nafas. Yongri menundukkan kepalanya karena geli, dan juga wajah memerahnya yang tak mau dilihat siapapun. Sehun menyeringai melihat semburat merah yang tertoreh di pipi yeoja beriris caramel itu.

10 menit waktu berlalu. Keduanya masih saja terhanyut dengan dansa mereka sekan-akan tempat dan waktu hanya millik mereka. Sampai pertanyaan yang keluar dari mulut Sehun membuat gerakan yeoja bermarga Shim itu berhenti.

“Shim Yongri, maukah kau menjadi yeojachinguku?” namun detik berikutnya, keduanya kembali bergerak mengikuti alunan melodi.

Mianhae, aku belum bisa menjawab ‘ya’. Karena kau belum bisa membuatku jatuh cinta serta jatuh dalam pesonamu.” Kini giliran Sehun yang berhenti karena perkataan Yongri.

Ia memandangi wajah Yongri. “Baiklah jika itu maumu. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku juga jatuh dalam pesonaku,” ucap Sehun mantap. Setelah itu namja bermanik onyx tersebut menarik tengkuk Yongri, dan menyatukan bibir tipisnya pada bibir manis Yongri.

END

            Nah..gimana menurut kalian ficlet pertama buatanku? Miahae kalo ceritanya gimana gitu, maklum baru pertama bikin fanfic yang fluff+romance begini. Kunjungi WP-ku juga ya > choiyoungri.wordpress.com < atau kl pengen ngobrol sama aku (?) bisa dateng ke twitter-ku > @yunita_YIF <

Salam manis Leona Choi :*

Iklan

10 pemikiran pada “SHIM FAMILY STORY [ FICLET: 01 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s