Today Our Love Begin

Title: Today, Our Love Begin

Author: Sehunly

Genre: Romance, School Life

Casts:

–          Kim Jong In

–          Kim Eun mi ( OC )

Support Casts:

–          Exo member

–          Baek Ji Yoon ( OC )

Length:  Multi Chapter

cover tolb

***

Kim Eunmi melangkahkan kaki setapak demi setapak, berusaha menjaga keseimbangannya, sembari bergumam pelan. Sekarang Ia sedang berdiri di atas pinggiran taman yang terbuat dari besi dan beton. Tangannya terangkat sama rata dengan dadanya, terkadang tubuhnya menyamping ke kanan, terkadang tubuhnya menyamping ke kiri, tergantung kaki sebelah mana yang sedang menapak. Baru saja Eunmi mendapatkan konsentrasi penuh, seseorang menghampirinya.

“ Yuhuuuu Eunmi-ya” Jiyoon memainkan jari jemari nya di punggung Eunmi yang sekarang benar-benar kehilangan keseimbangannya karena Jiyoon datang dan tanpa rasa bersalah menggelitik punggungnya. Eunmi sudah memasrahkan dirinya yang akan langsung terbaring ke aspal di samping kirinya karena dia sudah benar-benar kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Selamat datang, luka-luka. Batin Eunmi dalam hati,

Eunmi sudah memejamkan matanya dalam dalam. Dalam beberapa detik lagi ia akan jatuh ke aspal yang seakan akan tertulis i-am-here-for-you-if-you-fell-down. Sekarang Ia benar-benar terjatuh, bukan terjatuh diaspal, melainkan jatuh ke dalam pelukan seseorang.

Eunmi dengan perlahan membuka matanya, baru saja ia membuka sedikit matanya, matanya langsung membulat. Tidak butuh waktu lama, mata eunmi yang benar-benar sipit itu sekarang benar-benar membulat.

“ Eunmi-ya, gwaenchanna? “ Jiyoon langsung datang menghampiri Eunmi yang masih mematung dan kaku.

gwaen.. gwaencha.. gwaenchannayo Jiyoonni “ Eunmi yang mulai mengeluarkan keringat sebesar butiran jagung tersebut bergegas pergi. “ Aku duluan, Jiyooni. “ Eunmi segera mengambil tas ranselnya yang berada persis di sebelah kirinya, menatap ke bawah. Ia tidak berani menatap ke depan karena takut kedua mata yang tadi terlihat persis setelah ia membuka matanya muncul lagi.

Eunmi mulai berlari sampai-sampai rambut panjangnya yang sedikit berwarna kemerahan hilang dari pandangan Jiyoon, dan seorang laki-laki yang sekarang berada persis di sebelah Jiyoon,

“ Dia temanmu, bukan? “ laki-laki yang berada di sebelah Jiyoon mulai membuka pembicaraan. Ia menatap Jiyoon dengan muka bertanya-tanya. Yang ternyata di balas dengan senyuman penuh makna dari Jiyoon.

“ Ya, dia teman baikku. Kim Eunmi. Bukankah dia menarik?” Jiyoon yang masih tersenyum membelokkan kepalanya kesebelahnya sambil menatap laki-laki tersebut penuh arti.

“Kim Jong In-ssi?” Jiyoon tersenyum kepada laki-laki di sebelahnya yang bernama Kim Jong In, yang tentu saja dibalas dengan tatapan penuh tanya dari Kim Jong In, atau yang lebih akrab disebut dengan Kai.

***

“ Sehunnie, bagaimana hubunganmu dengan Jiyoon? Baik-baik saja? “ Tanya Suho. Mereka semua sekarang tengah berkumpul di dorm mereka.

“ Lebih baik daripada yang terlihat. Hyung. “ Sehun tersenyum. Sudah sekitar 1 bulan semenjak pertemuan mereka di bawah pohon didepan rumah Jiyoon, dan ya tentu saja mereka berdua sekarang sudah menjadi sepasang kekasih.

Aigooo aku iri “ Baekhyun yang berada di sebelah sehun sekarang memajukan mulutnya, punggungnya mundur menempel pada sofa yang sedang mereka duduki.

“ Cepatlah cari perempuan, apakah kalian benar-benar tidak merasa malu kalah dengan maknae? “ Sehun terkekeh pelan. Selang beberapa detik setelah ia berkata seperti itu sekarang mukanya sudah tertutup dengan sempurna karena bantal yang dilempar oleh byun baekhyun yang duduk di sebelahnya.

“ Untuk apa iri, apa gunanya perempuan? Menyusahkan. “ D.O yang sedang membaca bukunya tiba-tiba mengeluarkan kata-kata itu. Laki-laki yang satu ini benar-benar dingin. Bahkan ia berkata seperti itu sambil tetap menatap kebuku. Ia sama sekali tidak memalingkan matanya dari buku yang sudah pasti tidak menarik bagi member EXO lainnya.

“ Omo lelaki yang satu ini, dingin sekali. Bagaimana mungkin ada perempuan yang berani mendekatimu? “ Chanyeol menggoda D.O yang berada di sebelahnya dengan memainkan jari-jarinya yang panjang di tangan D.O, yang dibalas dengan tatapan kau-tidak-akan-selamat-jika-kau-melakukan-hal-itu-lagi. Dan tatapan tersebut berhasil membuat chanyeol gugup dan memberi sedikit jarak duduk antara dirinya dan D.O

“ Kai, bagaimana menurutmu? Kau tidak mau menyusul sehunnie? “ Suho menggoda kai yang sedari tadi terdiam , dia bahkan tidak mengeluarkan sedikit pun suara sejak mereka berkumpul disini, sekitar 30 menit yang lalu.

Hyung. Bagaimana menurutmu? “ Kai menatap hyungnya yang sekarang sedang membalas tatapannya dengan tatapan penuh tanya.

“ Maksudmu?”

“ Bagaimana, bila aku menyusul sehunnie? “ Kai menunggingkan senyumnya yang sangat manis, dan tentu saja 5 kata penuh arti yang baru saja dia ucapkan berhasil menarik 5 orang laki-laki untuk menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

***

“ Eunmi-yaa, mengapa kau pergi meninggalkan ku kemarin “ Jiyoon langsung berlari begitu menyadari bahwa ia baru saja menemukan Eunmi diantara kerumunan orang-orang di kantin.

“ YA! Kau hampir saja mencelakaiku kemarin. Aku harus meninggalkanmu sebelum kau benar-benar mencelakaiku! “ Eunmi menatap Jiyoon galak.

“ bukankah bagus, eunmi-ssi? “ Jiyoon menggoda eunmi yang berada di sebelahnya. Air muka eunmi mulai berubah menyadari apa yang akan Jiyoon lanjutkan setelah berkata seperti itu.

“ bukankah semakin aku mencelakaimu, maka kai akan semakin sering menyelamatkanmu? “ Jiyoon menggoda eunmi yang sekarang sedang membuang mukanya, eunmi tidak mau Jiyoon menyadari mukanya yang sudah mulai berubah warna.

mwo? Bagus? Micheosseo jiyooni! Apa kau pikir ia akan selalu berada di sampingku? Kau kira dia penyelamat ku yang diutus Tuhan? “ Eunmi sedikit mulai kasar, ya karena paling tidak mukanya yang memerah tidak akan terlihat oleh Jiyoon.

“ Bagaimana kalau Tuhan benar-benar mentakdirkanmu dengannya? “ Jiyoon memasang senyumnya liciknya. Dagunya menunjuk kebelakang Eunmi dan langsung menarik perhatian Eunmi untuk menghadap kebelakang.

Annyeong, Jiyooni, Eunmi-ssi “ Kai yang tersenyum kecil melambaikan tangannya ke arah Jiyoon dan Eunmi. Jiyoon yang sudah mulai akrab dengan member EXO membalas lambaian tangan Kai. Oh iya sehun juga berada disana, tepat dibelakang kai. Sepertinya ia baru saja memesan dua gelas Orange Juice untuknya dan Jiyoon. Jiyoon yang menyadari bahwa sehun berada disana langsung menghampiri sehun

Kai melangkahkan kakinya , sekarang jarak Kai dengan Eunmi benar-benar hanya tersisa sedikit. Eunmi yang hanya setinggi dada kai menundukkan kepalanya, hal tersebut benar-benar membuat Kai tidak dapat melihat wajahnya.

“ ya, kau baik-baik saja? Gwaenchanna? “ Kai yang sekarang berjongkok di hadapan eunmi memegang tangan eunmi, dan mendongakkan kepalanya supaya ia dapat melihat wajah eunmi yang sedari tadi menunduk.

Eunmi membatu, ya Tuhan, nafasnya semakin lama semakin memendek, detak jantungnya sekarang sedang berlomba-lomba agar seisi kantin dapat mendengarnya. Eunmi melepaskan tangannya yang dipegang oleh kai. Ia harus sadar, kalau ia membiarkan kai memegang tangannya lebih lama lagi mungkin dia tidak ingat lagi bagaimana caranya bernafas. Atau mungkin lebih buruknya ia tidak bisa bernafas lagi

“ Aku baik-baik saja. Sungguh. Jeongmal gwaenchanna.” Eunmi menggoyangkan kedua tangannya mengisyaratkan ‘tidak apa apa’ kedepan muka kai yang masih berjongkok di hadapannya. Kemudian Ialari sebelum seisi kantin benar-benar bisa mendengar detak jantungnya yang benar-benar tidak terkontrol.

Kai yang masih tetap berjongkok, menatap kepergian Eunmi. Ia mungkin tidak akan berdiri kalau ia tidak sadar eunmi sudah hilang diantara kerumunan murid-murid lainnya di kantin. Kai memutar badannya menghadap sehun dan Jiyoon yang berada di belakangnya yang sudah tersenyum pada dirinya.

“ Aku bahkan belum sempat berkenalan dengannya. “ Kai berdiri dan tersenyum. Dia tersenyum tanpa memperdulikan bahwa objek yang sedang ia senyumi sudah benar-benar hilang dan tidak terlihat lagi batang hidungnya.

 

***

Eunmi duduk di kasurnya yang cukup lebar. Sekarang sudah malam dan ia sudah mengenakan piyama tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi ia masih belum bisa tertidur. Dia tau bahwa besok ia harus kesekolah, tapi sedari tadi sekumpulan kata-kata yang sangat sederhana berputar-putar diotaknya.

“ Annyeong, Jiyooni, Eunmi-ssi

Ya, itu kata-kata yang kai ucapkan tadi siang di kantin. Sederhana sekali bukan? Bahkan mungkin untuk orang lain 3 kata-kata tersebut sama sekali tidak berarti.

Tapi tidak bagi eunmi.

“ Aku tidak salah dengar, bukan? Ia benar-benar memanggil ku bukan? Apakah benar yang ia ucapkan eunmi? E-u-n-m-i ?apakah yang ia maksud adalah Eunmi yang lain? Tapi aku yakin tadi tidak ada murid lain yang bernama eunmi selain aku! Darimana ia tau namaku? Aku bahkan tidak pernah menulis satupun surat untuknya. Aku bahkan belum pernah berpapasan dan bicara padanya. Bagaimana ia tau? Atau mungkin Jiyooni yang memberi tahu? Tapi untuk apa? Apa mungkin ia tertarik padaku? “

Eunmi mengacak-acak rambut panjang nya yang kemerahan. Ia mungkin tidak akan berhenti mempertanyakan berbagai macam pertanyaan pada dirinya sendiri sebelum ibunya memarahi nya dari luar pintu kamarnya.

***

“ Eunmi–ssi

“ Eunmi–ssi

“ YA EUNMI –SSI! “

perempuan yang sedari tadi memanggil eunmi sudah mulai frustasi. Bahkan suaranya yang cukup kencang tersebut tidak berhasil membangunkan lamunan temannya yang sudah terlalu dalam.

“ YA EUNMI !!! demi Tuhan apa yang kau lamunkan sampai sejauh ini!!!” Jiyoon mengguncang kencang pundak temannya ini. Sekarang emosi nya benar-benar memuncak. Mungkin Jiyoon akan segera pergi ke toilet untuk menggambil seember air bila eunmi masih belum sadar bahwa sedari tadi ia memanggilinya.

“ ah, eh? Kenapa Jiyooni? “ Eunmi menatap Jiyooni yang sekarang memasang muka tidak percaya. Ya tuhan, ia masih bisa tersenyum dengan begitu polosnya tanpa menyadari bahwa ia baru saja membuat aku frustasi? Batin Jiyoon.

 

“ Apa yang kau lamunkan sedari tadi? “

“ aku? Tidak ada.” Eunmi tersenyum lebar pada Jiyoon yang sekarang benar-benar sudah kehilangan akal pikirnya.

“ ah begitu. Bagus. Ah iya kau tahu Kai kan eunmi? “ Jiyoon mulai membuka pembicaraan dengan Eunmi dan menggunakan kai sebagai topiknya. Umpan yang bagus, bukan?

“ Kai? Kim Jong In? Member EXO yang tamp– ah yang kemarin? “ Eunmi baru saja mau berkata ‘tampan’ tetapi untung saja kata-kata tersebut berhasil ia tahan.

“ ya, bagaimana menurutmu?”

“ apanya yang menurutku? “ Eunmi yang mukanya sudah mulai memerah tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya lagi.

“ bagaimana seorang Kim Jong In, atau Kai, dimatamu? “ Jiyoon tersenyum, sekarang ia benar-benar tertarik menjadikan kai sebagai topik utamanya jika berbicara dengan Eunmi.

“ Kai? Ahh Jiyooni. Kau tak salah bertanya padaku? Aku bahkan tak mengenalnya.” Eunmi mulai menundukkan kepalanya. Lagi.

“ Yasudah, kenapa kau tidak mulai berkenalan dengannya saja? “ Jiyoon memasang senyum liciknya kepada eunmi yang benar-benar sudah shock. Selain shock karena kata-kata Jiyoon yang baru saja bilang kenapa-kau-tidak-mulai-berkenalan-dengannya-saja , Eunmi benar-benar shock karena ia baru saja merasa seseorang duduk disebelahnya. Persis disebelahnya.

“ Ah, aku harus pulang. Sudah sore. “ Jiyoon melambaikan tangannya kehadapan dua makhluk didepannya yang sudah sangat dikenalinya.

Salah seorang dari dua makhluk tersebut membalas lambaian tangan Jiyoon.

“ Jadi, namamu Kim Eunmi? “ laki-laki tersebut mulai mendekatkan wajahnya ke hadapan Eunmi yang sudah benar-benar membatu.

“ Aku, Kim Jong In. “ Kai tersenyum pada Eunmi sambil menawarkan jabatan tangan. senyum yang dapat melumpuhkan wanita dengan mudah.

***

“ Aku, Kim Jong In. “
Eunmi yang sedari tadi menunduk mulai memberanikan dirinya untuk menaikkan kepalanya. Uratnya sekarang benar-benar menegang setelah mendengar suara itu. Apalagi setelah terdengar nama yang sangat tidak asing baginya. Kim Jong In, atau mungkin lebih sering disebut Kai. Salah satu dari member EXO-K yang eunmi sukai.

“ah? ne. “ eunmi tersenyum kecil. Oh tuhan kenapa dia terlihat begitu sombong? Eunmi sangat ingin mengeluarkan senyum lebar, sambil membalas jabatan tangan kai. Tapi mengapa ia begitu gugup sampai ia tidak bisa melakukannya?
Kai tersenyum melihat ekspresi eunmi. Bagaimana tidak? Wanita disampingnya ini sangat gugup. Siapapun bisa mengetahui bahwa ia gugup hanya dengan melihat air muka dan gerak-geriknya.

“ Kau bahkan tidak membalas jabatan tanganku? “ Kai memanyunkan bibirnya, bertingkah layaknya sedang kecewa.
“ a..a..ha? ahmianhae aku lupa “ eunmi tersenyum pahit. Asal kau tau, kim jong in. Bahkan rasanya sekarang aku ingin menculikmu, lalu mengawetimu dengan formalin supaya aku bisa selalu melihat tampangmu. Batin eunmi.

“ masih tak membalas? Baiklah “ kai menarik tangan eunmi yang sedari tadi dikepalkan di atas meja. Tangan putih yang sedikit lembab dan dingin, bukankah itu menandakan bahwa ia benar-benar gugup?
Eunmi yang sedang bingung memejamkan matanya, haruskah ia lepaskan tangannya dari kai? Atau ia harus tetap begitu saja? Ia terlalu takut jika ia tidak bisa lagi merasakan hangatnya tangan kai, tapi ia juga terlalu takut laki-laki disebelahnya bisa merasakan kegugupannya.

“ Apa kau mengenalku, Kim Eunmi? “ kai menatap eunmi dalam-dalam. Walaupun eunmi masih memalingkan wajahnya dari Kai dan tidak membalas tatapan kai.

“ kk..kk…kkau?” eunmi akhirnya memiringkan wajahnya kehadapan kai. Ia ingin waktu berhenti untuk selama-lamanya demi melihat wajah kai yang sedang menatapnya dalam-dalam. Ingin rasanya ia mengeluarkan ponselnya, lalu memotretnya, dan langsung pergi begitu saja meninggalkannya. Untung saja, akal sehatnya masih berjalan, dan ia tidak punya cukup keberanian, bahkan tidak akan pernah mempunya keberanian untuk melakukan hal tersebut.

“ Kau? Tidak mengenaliku? “ Kai menatap eunmi, memasang muka bertanya-tanya. EXO? Apa perempuan yang satu ini tidak pernah melihat EXO?

“ tentu saja tidak, memangnya kau siapa? “ Eunmi tersenyum kecil pada kai, sambil memasang muka terpolosnya. Ia harus bisa menyembunyikan kegugupannya. Bukankah bila ia berkata seperti itu semua akan berakhir? Kai akan pergi karena marah mungkin padanya? Menurut eunmi itu jauh lebih baik daripada kai terus menerus menatap nya , memegang tangannya dan sesekali menunggingkan senyum yang indah itu? Ia bisa mati karena jantungnya yang berdetak tak karuan. Dan ia tidak mau mati karena itu, menurutnya, itu benar-benar konyol.

“ ah? Begitu. Jinjja? “ kai menampakkan senyum liciknya. Sekarang senyumnya benar-benar licik.

“ lalu siapa yang saat itu melihatku sambil berteriak – Jiyoon! Liat itu Kai! KYAAA- (author’s note: baca FF Missing You Like Crazy buatan admin buat mengetahui kejadian ini ya J) “ kai menirukan gaya eunmi saat itu. Persis. Dan senyumnya semakin melicik saat melihat ekspresi wajah eunmi yang kembali pucat dan gugup. Kau kalah, eunmi. Batin kai dalam hati.

 

***

“ ya jiyoon-ssi sedang apa mereka? “ baekhyun dan 5 member exo-k lainnya , termasuk jiyoon sekarang sedang mengendap endap dibelakang Kai dan eunmi yang sedang berdua sebelumnya. Ya, berdua. Tidak ada siapa-siapa disana sampai tiba-tiba member exo k lainnya dan jiyoon mengendap endap.

“ menurut mu, bagaimana? Tentu saja mereka sedang berduaan. “ Jiyoon tersenyum puas karena perbuatannya. Bahkan ia bangga. Bagaimana tidak, ia bisa membantu eunmi, teman dekatnya untuk berkenalan dengan artis favoritnya, Kim Jong In yang sudah ia idolakan sejak teaser-teaser mereka disebar ke internet.

“ berduaan katamu? Bukankah sekarang berdelapan? “ D.O memandang jiyoon. Lelaki ini benar-benar tidak bisa diajak bercanda. Haruskah D.O menghitung dirinya dan yang lainnya? Kata-kata D.O barusan juga membuat sehun memandanginya kecut.

“ tapi kenapa kai memilihnya? Bukankah harusnya ada alasannya? “ chanyeol memandang jiyoon penasaran, alis sebelah kanan nya naik saat ia perlahan-lahan memandang kearah jiyoon seraya berkata seperti itu.

“ aku hanya bilang bahwa eunmi ada salah satu dari sekian banyak fans Kai. Dan yah, eunmi juga fans kalian semua. Sudah lama, sejak teaser-teaser kalian bertebaran di internet. “ Jiyoon menjelaskan panjang lebar dengan muka semangat. Jiyoon pernah berkata semua tentang eunmi pada kai, bahkan bagaimana ekspresi-ekspresi eunmi setiap kali ia melihat kai. Jiyoon menjelaskan dan menceritakan semuanya pada kai saat kejadian di taman saat itu, saat ia mengagetkan eunmi dan eunmi jatuh ke pelukan kai. Ia menjelaskannya dengan benar-benar detail. Bagaimana Jiyoon tau dan hafal akan segalanya? Karena hampir setiap saat eunmi berbuat seperti itu, bahkan kata-kata eunmi serta ekspresi eunmi sudah jiyoon hafali di luar kepala.

“ dan tentu saja teaser ku yang tertampan. “ sehun tersenyum bangga dan langsung dibalas cibiran dari bibir Jiyoon. Baekhyun juga memandanginya seakan akan ingin berkata coba-kau-ulang-kata-kata-mu. Kata katanya barusan juga dilanjutkan oleh D.O .“ Hanya bagi Jiyoon. “ itulah kata-kata yang dilanjutkan oleh D.O

aigoo sepertinya semua ini akan menarik sekali. Bukankah begitu? “ Suho tersenyum sambil memandangi member lainnya. Sehun dan jiyoon yang sekarang sedang saling merangkul satu sama lain membalas senyuman Suho, dan dibalas senyuman pula dari Chanyeol dan Baekhyun yang sambil memandangi satu sama lain sebelum tersenyum. Jangan bertanya mengapa mereka seperti itu, karena aku pun tak tahu. Hanya D.O yang tidak tersenyum, lelaki yang satu ini benar-benar dingin.

 

***

Mati kau, eunmi. Batin eunmi dalam hati. Sekarang ia berani bersumpah jika tebakannya benar, jika Jiyoon yang membocorkan segalanya, maka ia juga akan membocorkan curahan hati Jiyoon kepada sehun. Kau hanya perlu menunggu waktunya, Baek Jiyoon.

“ apa? Ah mungkin kau salah orang. Bukankah kau punya banyak fans? Mungkin kau salah orang. “ Eunmi tersenyum lagi, perhalan iya melepaskan tangan Kai yang sedari tadi memegang tangan kai. Kai tidak boleh tahu yang sebenarnya. Karena jika ia tidak bisa mengelak lagi, mungkin ia tidak akan bisa menampakkan mukanya disekolah ini lagi karena malu pada kai.

“ bagaimana kita tanya pada jiyoon? Supaya semua lebih jelas? “ pinggir bibir sebelah kanan kai tersenyum, alisnya juga naik. Dia tak pernah merasa sebahagia ini, menarik sekali bukan menggoda seseorang? Ahh ia sangat ingin melihat pengakuan eunmi yang sangat kepala batu ini.

“ Ji… Jiyoon? Untuk apa? Ia mana mungkin tahu apa-apa. “ Eunmi menelan ludahnya. Sial, Jiyooni. Kau pasti yang benar-benar membocorkannya.

“ Ah benar juga. Memangnya dia 24 jam selalu bersama mu? Ah yasudahlah. Lupakan saja hal-hal tadi. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa besok. “ kai menjawab pernyataan eunmi. Ah sudahlah, wanita yang satu ini benar-benar keras kepala. Apa susahnya mengakui bahwa ia adalah salah satu fans kai? Sebenarnya tanpa Jiyoon beritahu kai sendiri tau bahwa eunmi adalah salah satu fansnya.

Kai meninggalkan eunmi. Dingin. Ia bahkan tidak memberi ucapan “aku pergi dulu” ia hanya meninggalkan eunmi yang terdiam disana. Membatu, memandangi kai yang semakin hilang dari pandangannya. Hingga hanya menyisakan seberkas cahaya kuning ke oranye-an karena silauan matahari yang mulai terbenam.

Disisi lain, kai berjalan gontai seakan tidak rela. Ia mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu. Kejadian yang membuatnya gila. Kejadian yang membuatnya bisa membuka pintu hatinya. Kejadian yang menyadarkannya bahwa seperti nya ia benar-benar jatuh cinta pada pandangan yang pertama.

jjamkkaman “ eunmi mengeluarkan suaranya yang serak. Terlambat, bahkan Kai sekarang sudah benar-benar menghilang dari hadapannya.

“ kau bahkan tidak tahu betapa sulitnya bagiku hanya untuk mengakui bahwa aku adalah salah satu fansmu… “ eunmi terisak pelan. Teringat akan masa lalunya. Kejadian yang membuatnya selalu ketakutan. Kejadian yang membuatnya takut akan fangirl fangirl lainnya.
TBC

Iklan

16 pemikiran pada “Today Our Love Begin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s