Memories (Chapter 12)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 12

Sub-Title: Wu Yi Fan / Kris (Shireo!)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-M Kris
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO members
  4. Lee Hyunwoo
  5. BAP members
  6. U Kiss members

Cameo:

  1. Super Junior members

Rating: Part 12… PG-16

 

Disclaimer:

Kita kembali ke rating normal J Otte? Bagaimana dengan kejutan bahwa Luhan menjadi yang pertama di part 11? Apakah Luhan-Yong Mi shipper senang? Baiklah, sekarang kita beralih pada Kris-Yong Mi shipper… Mana suaranyaaa?? XD

PART INI, adalah part yang sudah mendekati akhir. Author berpikir, setelah readers membaca part ini, akan muncul berbagai pertanyaan di dalam pikiran diri readers. Pasti akan muncul (?) #plak

Anyway, selamat menikmati part 12 dari ‘Memories’ ini. Maaf jika sequel ini gagal L Happy reading, my beloved readers~

memories-kris-shireo

Poster credit: cipzcagraph.wordpress.com

 

 

 

Wu Yi Fan / Kris (Shireo!)

 

Wu Yi Fan / Kris

Aku adalah pemimpin.

Aku adalah penjaga.

Aku adalah penanggung jawab mereka semua. Saudaraku, dan juga istriku.

Berbicara mengenai istriku, sekarang Luhan sedang membawanya berkeliling dunia manusia. Kami merencanakan semuanya, agar Luhan dapat memberitahu Yong Mi bahwa dia adalah salah satu dari wingstale. Tentu saja mereka akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang dapat mengalahkan Yong Mi, karena aku yakin bahwa Yong Mi adalah makhluk terkuat.

Maksudku, apa yang lebih kuat dibandingkan dengan campuran antara vampire dan wingstale?

“Kris hyung…”

Aku menoleh ketika Tao menghampiriku. Ia memberiku sebuah surat.

“Dewan memanggilmu lagi…” ucapnya pelan. Aku mengernyit.

“Lagi? Kali ini siapa saja yang dipanggil?” tanyaku bingung.

“Hanya kau sendiri, hyung…”

Ne?

+++

Kris berjalan masuk ke dalam sebuah gedung yang sangat besar. Ia melihat beberapa orang terus menatapnya sejak ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung tersebut, namun ia berusaha untuk mengabaikannya.

“Malam.” Sapa Kris pada seseorang yang berjaga di depan resepsionis. Orang itu menatap Kris lama. “Em… Dewan vampire memanggilku-“

“Silahkan masuk. Anda ditunggu di lantai 8 ruangan nomor 804.”

Kris mengangguk. Ia kembali melangkah ke arah lift, menunggu beberapa saat, kemudian masuk ke dalam saat pintu lift itu terbuka. Ada beberapa orang yang juga terus menatapnya di dalam lift itu, membuatnya sekarang merasa gelisah.

Apa ada sesuatu yang aneh padaku? Batin Kris bingung. Lagi, ia berusaha mengabaikan tatapan itu.

Ting!

Lift telah berhenti di lantai 8. Kris segera keluar dan berjalan menuju ruangan bernomor 804. Ia membuka pintu itu dan…

Lima belas orang telah menunggunya disana.

“Kris! Selamat datang!”

+++

Lee Yong Mi

“Kris tidak ada disini?” ucapku kecewa saat Chanyeol menjawab pertanyaanku.

“Ne, dia dipanggil dewan vampire lagi. Aku tidak tahu mengapa, yang jelas ia sering dipanggil beberapa hari ini.” Ucap Chanyeol. Sering dipanggil? Sepertinya ada yang aneh…

“Chanyeol-ah, apa kau tahu dimana tempat dewan vampire itu?” tanyaku. Chanyeol mengernyit.

“Memangnya kenapa, Yong Mi?”

“Entahlah… Ada firasat yang mengatakan bahwa aku harus segera menemuinya… Firasat buruk.”

+++

Wu Yi Fan / Kris

“Ada apa?” tanyaku datar. Namja yang duduk di dekatku mempersilahkanku untuk duduk di bangku kosong. Aku pun duduk di bangku itu.

“Maaf karena mengganggu waktumu beberapa hari ini…” ucap salah satu namja. Ia beranjak dari duduknya. “Kami ingin membicarakan suatu hal, dan hal ini amat penting.”

“Apa yang ingin kalian bicarakan?” tanyaku lagi. Namja itu kembali duduk.

“Tidak perlu panjang lebar, kami hanya ingin membicarakan mengenai yeoja yang berada di rumahmu itu.”

Deg.

Mereka akan membicarakan mengenai Yong Mi.

“Dimana adik kalian berada sekarang, Kris?” tanya namja di hadapanku. “Apa yang terjadi setelah proses transferisasi itu?”

Aku mencelos. “Adikku kalah. Yeoja itu menang. Lalu?” balasku sedikit acuh.

“Jangan bersikap dingin seperti itu, Kris. Kau tidak mau keluar dari ruangan ini hidup-hidup?”

Inilah yang menyebalkan dari mereka semua. Pemaksa.

“Baiklah, aku akan menjaga sikapku. Apa lagi yang ingin kalian tanyakan?” tanyaku sedikit sopan.

“Santai! Kami adalah dewan vampire, jadi tentu saja kami harus mengetahui apa yang terjadi pada warga kami.” Jawab namja lainnya. Aku mendelik. “Lalu, dimana yeoja itu sekarang? Masih di rumah kalian?”

“Ne.” Jawabku singkat.

“Kami menerima informasi…” ucap namja lainnya lagi. “… bahwa 4Minute, VIXX, dan Teen Top terbunuh. Dan penyebabnya adalah EXO. Apa aku benar?”

“Yang benar saja!” ucapku kesal. “Itu semua salah mereka, karena mereka menculik Hyura dan Yo-“

Aku segera menutup mulutku. Ugh, hampir saja aku keceplosan nama Yong Mi.

“Jadi benar, kalian membunuh 4Minute, VIXX, dan Teen Top karena harus menyelamatkan Hyura dan Yong Mi.”

Sial, darimana mereka tahu nama Yong Mi?!

“Kalau begitu, aku mengambil kesimpulan. Mereka semua terbunuh, karena Hyura dan Yong Mi. Jika Hyura dan Yong Mi tidak ada, seharusnya mereka masih hidup.”

Aku mengepalkan tanganku kesal. Sepertinya aku tahu ke arah mana pembicaraan ini…

“Hyura telah mati, hanya tinggal Yong Mi yang tersisa. Maka, Yong Mi juga harus mati. Benar begitu bukan, Kris?”

+++

Lee Yong Mi

Chanyeol, Min Seok, dan Kyungsoo dengan senang hati menemaniku untuk pergi ke gedung tempat dewan vampire berada. Di tengah perjalanan pun mereka menjelaskan padaku apa saja yang harus kuketahui sebelum kesana.

“Para dewan itu terdiri atas 15 vampire…” ucap Chanyeol mengawali penjelasannya. “Pemimpin mereka adalah seseorang yang sangat berwibawa, namanya Park Jungsoo, atau yang dipanggil semua orang dengan nama Leeteuk.”

“Leeteuk?” ucapku mengulangi. Chanyeol mengangguk.

“Jika kau baru pertama kali melihatnya, maka kau tidak akan percaya bahwa dia vampire. Dia lebih mirip pada wingstale, karena sifatnya yang sangat lembut dan baik hati-menurut banyak orang. Ia sering menyamar sebagai seorang manusia, karena menurutnya berbaur dengan manusia itu sangatlah mudah.”

Sepertinya Leeteuk memang baik hati.

“Oh ya, kemampuannya itu api, sama seperti Kris hyung. Ia juga bisa terbang dengan sayap naganya.”

Pandanganku berubah seketika. Leeteuk terdengar menakutkan.

“Kemudian ada Kim Heechul.” Ucap Min Seok. “Berhati-hatilah jika bertemu dengannya, karena ia cantik-sangat cantik-seperti wanita, tapi ia sebenarnya laki-laki.”

… Wow.

“Berbanding terbalik dengan Leeteuk, Heechul sangat tidak sabaran. Ia sering ditemukan hampir membunuh manusia-jika Leeteuk tidak mencegahnya. Tapi anehnya, kemampuannya justru air, sama seperti Suho.”

Semua serba terbalik. Leeteuk, yang baik hati, memiliki kekuatan api. Heechul yang berbanding terbalik dengan Leeteuk, memiliki kekuatan air.

“Lalu ada Han Kyung.” Ucap Kyungsoo. “Han Kyung adalah vampire yang selalu berada di samping Heechul, padahal sifat mereka juga sangat jauh berbeda. Han Kyung pendiam, tenang, dan tidak banyak bicara. Kemampuannya sama dengan Luhan hyung, telekinesis.”

“Setelah itu ada Kim Jong Woon, atau yang bisa dipanggil dengan Yesung.” Ucap Chanyeol lagi. “Mudah saja membedakan Yesung, ia memiliki kepala yang besar. Kemampuannya adalah cahaya, sama seperti Baekhyun hyung. Sampai ini kau mengerti, Yong Mi?”

Aku mengangguk. Mereka baru menjelaskan 4 nama dewan, dengan kata lain masih ada 11 dewan yang belum kuketahui.

“Kim Young Woon, atau yang biasa dipanggil dengan Kang In. Ciri-ciri khasnya adalah, dia yang paling ‘menakutkan’ di antara mereka semua.” Ucap Min Seok.

“Tunggu, kenapa ia paling menakutkan?” tanyaku bingung.

“Sebenarnya tidak, hanya wajahnya saja yang terlihat menakutkan. Sama seperti tatapan membunuh Kris.” Jawab Min Seok santai. “Kemampuan Kang In itu sama dengan Chen, yaitu petir. Kalau ia marah, kau akan melihat petir yang keluar dari seluruh tubuhnya.”

“Sepertinya aku mengerti kenapa ia menakutkan…” ucapku pelan yang dibalas dengan tepukan ringan di pundakku oleh Min Seok.

“Shin Dong Hee, panggilannya Shin Dong. Mudah saja membedakannya, karena badannya sedikit-ehm-berisi dibandingkan yang lainnya.” Ucap Kyungsoo. “Kemampuannya sama sepertiku, yaitu kekuatan tanah. Dan juga, ia melebihiku dalam kekuatan…”

“Sudahlah, Kyungsoo. Jika mengenai strategi, kau lebih hebat dibandingkan dengannya.” Hibur Chanyeol. Kyungsoo hanya tersenyum tipis. “Lalu ada Lee Sungmin. Jika kau melihat vampire namja dengan tingkah yang imut, maka itu adalah dia. Penyuka warna pink akut. Kemampuannya sama seperti Lay hyung, yaitu healing.”

“Kemudian ada Lee Hyukjae, atau yang dikenal sebagai Eunhyuk. Jangan terlalu dekat dengannya, ia namja yang sedikit yadong-“

“Atau sangat yadong.” Ucap Kyungsoo memotong kalimat Min Seok. Min Seok tersenyum kecut.

“Kemampuannya sama dengan Kai, teleportasi. Lalu ada Lee Donghae. Ia adalah vampire paling mellow yang pernah ada. Kemampuannya sama dengan Sehun, angin.” Lanjut Min Seok. Kali ini Kyungsoo yang tersenyum kecut. Mungkin ia kesal karena gilirannya untuk menjelaskan diambil? Dasar kekanak-kanakan…

“Choi Siwon. Kalau kau melihat vampire yang paling berkarisma, maka ia orangnya. Kemampuannya sama dengan Tao, yaitu mengendalikan waktu.” Jelas Kyungsoo. Sepertinya aku sudah lupa akan apa yang mereka jelaskan…

“Kim Ryeowook, ia sering disangka sebagai yang termuda di antara mereka semua. Kemampuannya sama denganku, yaitu phoenix!” ujar Chanyeol bangga, namun Min Seok justru memukulnya.

“Kemampuan seperti dirimu itu sulit dikendalikan. Oh ya, selanjutnya adalah Kim Ki Bum. Kalau ada seseorang yang sama sekali tidak berbicara, maka Ki Bum adalah orangnya. Kemampuannya juga sama denganku, yaitu es.” Jelas Min Seok. Aku hanya mengangguk-angguk, pura-pura mengerti.

“Ada 3 dewan lagi yang belum kami jelaskan, namun nanti saja. Kita sudah sampai.”

Kyungsoo berhenti melangkah, membuat kami juga berhenti. Di hadapanku sekarang, aku melihat sebuah gedung yang sangaaaattt besar. Oke, sepertinya aku sedikit antusias melihatnya.

“Ayo, kita masuk.”

Mereka menuntunku masuk. Hal pertama yang melekat dalam pikiranku adalah tampang-tidak-ramah dari resepsionis.

“Annyeong, Jungmin-ssi.” Sapa Min Seok. Resepsionis itu hanya membalas dengan tatapannya. “Apa tadi Kris datang kesini?”

“Ne, dia datang.” Jawab resepsionis-yang bernama Jungmin itu-datar.

“Dimana dia sekarang?” tanya Kyungsoo.

“Di dalam ruang-“

Sebelum Jungmin sempat meneruskan perkataannya, aku telah melihat Wu Fan yang keluar dari lift dengan wajah kesal.

“Wu Fan-ah!” panggilku. Ia menoleh ke arahku, terbelalak sesaat, kemudian ia segera menghampiriku.

“Yong Mi! Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan raut wajah khawatir. Aku mengernyit.

“Memangnya kena-“

“TANGKAP DIA!”

Aku terkejut ketika beberapa orang-atau sebaliknya, begitu banyak vampire-mengelilingi kami berempat.

“Apa ini? Apa yang terjadi?!” tanya Chanyeol bingung. Wu Fan mendesis. Samar, aku melihat auranya, aura berwarna hitam pekat.

“Jadi Kris, kau menolak permintaan kami?”

Seorang namja dengan senyum lembutnya berdiri di hadapan kami. Ia menatap kami dengan tatapan… uh, teduh?

“Sampai kapan pun, aku tidak akan menyerahkan Yong Mi.” Ucap Wu Fan, terdengar berbeda dari biasanya. “Kalian harus melangkahi mayatku jika ingin merebut Yong Mi dariku.”

Kyungsoo, Min Seok, dan Chanyeol sepertinya mengerti akan apa yang Wu Fan katakan, sehingga sekarang mereka semua mengelilingku, melindungiku.

“Oh, baiklah. Kami tidak akan bertindak lebih jauh.” Ucap namja itu tenang. Sepertinya ia yang bernama Leeteuk. “Semuanya, kalian boleh bubar.”

Vampire-vampire yang mengelilingi kami pun bubar, kembali ke tempat mereka masing-masing.

“Dan juga Kris, sepertinya kau harus mengetahui sesuatu terlebih dahulu.” Ucap Leeteuk seraya berniat menyentuh bahu Wu Fan, namun…

Grep.

Aku menahan tangannya.

+++

Wu Yi Fan / Kris

Aku terkejut ketika Yong Mi telah berdiri di hadapanku dan menatap Leeteuk tajam.

“Jangan menyentuhnya.”

Dua kata yang sebenarnya sederhana, namun entah mengapa aku merasakan bulu romaku berdiri.

“Baiklah.” Ucap Leeteuk seraya tersenyum. Dia menarik tangannya dari genggaman Yong Mi.

“Dan jangan lupa, tuan dewan.” Ucap Yong Mi, membalas senyum Leeteuk. “Dengan sikap seperti sekarang, berusaha untuk membunuh calon pemimpin kalian… kurasa kalian juga akan turun jabatan sebentar lagi.”

Ia mengayunkan tangannya pada Leeteuk, kemudian menarik kami keluar dari kantor dewan, dan berteleportasi kembali ke rumah.

“Kalian bisa segera keluar? Aku ingin berbicara pada Yong Mi sebentar.” Ucapku pada Xiumin hyung, Chanyeol, dan Dio. Mereka bertiga mengangguk, kemudian berjalan pergi meninggalkanku dan Yong Mi disini.

Beberapa detik kemudian, Yong Mi menghela nafas lega.

“Huwaaaaaaaaaaaaa…….. Tegangnya!”

Hah?!

“Kau… tegang?” tanyaku tidak percaya. Yong Mi mengangguk polos.

“Bersikap keren itu tidak mengenakkan.” Jawab Yong Mi. “Aku sampai menahan nafasku tadi. Huft, dasar dewan vampire mengesalkan.”

“Astaga, Yong Mi!” ucapku seraya mengacak-acak rambutnya. “Tunggu, darimana kau tahu bahwa mereka ingin membunuhmu?”

“Aku mewarisi kemampuan Luhan, apa kau lupa?” balasnya seraya menepuk bahuku. Oh ya, aku lupa bahwa ia dapat membaca pikiran. “Sepertinya hidupku sekarang akan menjadi lebih sulit, Wu Fan. Menjadi yang diincar semua vampire… Aku tidak mau. Tidak bisakah aku menolaknya?”

Ia tersenyum tipis-atau lebih tepatnya tersenyum miris. Aku tahu bagaimana perasaannya. Mungkin ia sekarang merasa takut, takut jika suatu hari nanti akan ada yang menyerangnya… merebutnya dari kami…

Tunggu dulu.

Bukan dia yang takut, melainkan aku.

Aku tidak mau kehilangannya.

Aku tidak mau seseorang mengambilnya dariku…

“Yong Mi-ah…”

Ia menoleh, dan sekejap aku mengunci bibirnya dengan bibirku. Tanganku menahan tengkuknya agar ia tidak bisa mendorongku.

“Wu, Wu Fan…” ucapnya di sela di ciumanku. Aku mendorongnya ke dinding, menahan kedua lengannya, kemudian memperdalam ciumanku padanya.

Dan setelah beberapa menit, barulah aku melepaskan ciumanku darinya. Nafas kami berdua terengah-engah karena kehabisan nafas.

“Yong Mi, jangan khawatir…” ucapku seraya mengusap rambutnya pelan. “Apa pun yang terjadi, kami pasti akan selalu menjagamu. Kami akan selalu berusaha untuk melindungimu, meskipun harus mengorbankan nyawa kami sekali pun.”

Ia menangis. Aku segera mengusap air matanya yang jatuh.

“Mianhae… Aku hanya dapat menyusahkan kalian…” ucapnya di sela tangisnya. Aku memeluknya erat. “Mianhae, Wu Fan… Hiks, mianhae…”

“Gwenchana, Yong Mi…” aku mengecup puncak kepalanya lembut. “Itu adalah hal yang sudah sewajarnya kami lakukan, karena kami adalah suamimu… Suami sahmu.”

Yong Mi hanya terus terisak. Butuh waktu lama bagiku untuk menenangkannya, sehingga aku membawanya ke dalam kamarnya dan membaringkannya di atas tempat tidur.

“Lebih baik kau tidur.” Ucapku. Aku kembali mengusap air matanya.

“Jeongmal mianhae, Wu Fan…” bisiknya pelan. Aku hanya tersenyum.

“Gwenchana, yeobo.” Balasku. Aku beranjak, namun Yong Mi justru menahan lenganku.

“Em, Wu Fan?”

“Ne?”

“Bisakah kau temani aku disini?”

Permintaan yang tidak akan pernah kutolak.

“Ne, Yong Mi…”

+++

Sementara itu, di sebuah rumah yang besar, Hyunwoo beserta 6 wingstales tampak sedang berdiskusi dengan U Kiss.

“Karena kita akan menyerang kelompok EXO…” ucap Hyunwoo di tengah diskusi. “Maka kami akan memberikan sesuatu pada kalian.”

“Apa itu?” tanya Hoon, salah satu anggota U Kiss.

“Dengan kemampuan kalian yang sekarang ini, kalian tidak akan bisa mengalahkan EXO dengan mudah.” Ucap Daehyun, salah satu anggota wingstales/

“Kau meremehkan kekuatan kami?!” ucap Dongho-salah satu anggota U Kiss-marah.

“Tidak, tidak. Kami tidak meremehkan kalian.” Balas Himchan. “Kita hanya berusaha untuk mengambil kemungkinan paling terburuk yang akan terjadi.”

“Oleh karena itu…” potong Yong Guk. “Kami hanya ingin membantu kalian untuk merebut Yong Mi dari tangan EXO.”

Ia berdiri, kemudian tangannya terulur ke arah semua anggota U Kiss yang duduk di hadapannya. Sebuah cahaya terang muncul dari tangan tersebut, dan cahaya itu dengan cepat merambat ke seluruh anggota U Kiss.

“Ugh…!”

Semua anggota U Kiss itu jatuh terduduk. Mereka merasakan rasa sakit yang sangat besar, namun sedetik kemudian rasa sakit itu menghilang. Ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada diri mereka,

“Ini…”

Hyunwoo hanya tersenyum tipis.

“Hanya sekedar memperbaharui kemampuan kalian, dan juga…”

Senyum itu berubah menjadi sebuah senyuman sinis.

“… memperkuat kemampuan itu.”

+++

Lee Yong Mi

Pagi hari. Awalnya aku ingin segera beranjak dan bermain diluar, tapi sepertinya aku tidak bisa karena Wu Fan memelukku erat. Aku sudah berusaha untuk memindahkan tangannya, namun bukannya justru bergerak menjauh, ia semakin mempererat pelukannya.

Jadinya aku pada pagi hari ini, harus menunggu beberapa saat sampai Wu Fan benar-benar membuka matanya.

“Em… Pagi, Yong Mi.” Sapa Wu Fan dengan senyum khasnya. Ia masih tetap memelukku. “Kau sudah bangun dari tadi?” tanyanya seraya mengusap matanya.

“Ne, aku sudah bangun.” Jawabku. Ia menatapku datar.

“Lalu kenapa kau tidak membangunkanku?”

“Tadinya aku sudah membangunkanmu dengan menggeser tanganmu dari atas perutku, tapi sepertinya tanganmu mempunyai otak sendiri untuk memelukku semakin erat.” Jawabku seraya memajukan bibirku kesal. Wu Fan tertawa, lalu ia mengacak-acak rambutku.

“Mianhae, sepertinya tanganku mengetauhi apa keinginan tuannya.” Ucapnya dengan sebuah smirk di wajah. Aku segera waspada, takut ia akan memikirkan sesuatu yang aneh…

“Sepertinya rumah ini sepi, ya.” Ucap Wu Fan seraya menatap sekelilingnya. “Aku sangat mendambakan suatu saat nanti, akan terdengar langkah kaki yang sibuk berlarian mengelilingi rumah, kemudian suara tawa khas yang membuatku merasa bangga…”

… Sepertinya aku tahu apa yang ia pikirkan.

“Jujur saja, aku mendambakan adanya seorang anak yang nanti berlari mengelilingi rumah ini.” Ucapnya seraya menatapku lama. “Maukah… kau mewujudkannya?”

Aku terdiam.

+++

Wu Yi Fan / Kris

Yong Mi tidak menjawab pertanyaanku. Wajahnya merona merah, dan ia semakin terlihat cantik. Yong Mi-ku… benar-benar cantik.

Aku semakin mencintainya.

Aku sangat mencintainya… Yong Mi-ku…

“Tidak apa-apa jika kau belum bisa menjawabnya, Yong Mi.” Ucapku seraya mengecup puncak kepalanya lembut. Aku segera beranjak dan membantunya untuk duduk. “Meskipun aku terkenal sebagai yang paling agresif di antara semua saudaraku… sebenarnya aku yang paling sabar.”

Aku mengacak-acak rambutnya, kemudian tersenyum tipis.

“Kau percaya padaku, bukan?” tanyaku pelan. Ia menatapku lama, namun kemudian ia tersenyum dan mengangguk.

“Aku percaya padamu…”

+++

“Ini saatnya.”

Hyunwoo berdiri tidak jauh dari rumah EXO, menatap rumah itu dengan penuh kebencian.

“Gerakan pertama. Lakukan!”

Beberapa bayangan melesat dengan cepat ke dalam, menerobos masuk rumah yang memang tidak mempunyai pertahanan tersebut. Tujuan mereka hanya satu, yaitu…

“Rebut Lee Yong Mi!”

Bayangan-bayangan itu melesat ke seluruh isi rumah, mencari dimana seorang Lee Yong Mi berada.

“Musuh!! Musuh menyerang!!”

Suara teriakan Chen segera menyadarkan semua anggota EXO. Mereka keluar dari ruangan dimana mereka berada, dan disana mereka melihat…

Sembilan orang namja berdiri di hadapan mereka, dan salah satu di antara mereka telah menahan Yong Mi.

“To, tolong…” lirih Yong Mi. Kris mengeluarkan taringnya-dan itulah pertama kalinya bagi Kris untuk merasakan emosi yang sangat besar.

“Lepaskan Yong Mi kami…” ucap Kris seraya mengacungkan tangannya di hadapan anggota U Kiss.

“Melepaskan? Tidak akan.”

Salah satu anggota U Kiss melesat ke depan dengan cepat tanpa disadari oleh EXO. Dalam sekejap, ia telah berada di belakang anggota EXO.

“Ugh!”

Chanyeol terjatuh ke bawah. Kris-yang berdiri di sebelahnya-segera menyadari ada yang aneh.

“Chanyeol-ah!! Apa yang terjadi?!”

Kemudian mereka tahu, bahwa Chanyeol terluka. Dua luka memanjang terdapat di lengannya. Satu di kanan, dan satu di kiri.

“Kaget?”

Semua anggota EXO segera menatap namja itu penuh amarah, melupakan Yong Mi yang masih ditahan oleh U Kiss. Namja itu sendiri hanya menatap mereka datar, dengan dua buah pedang di tangannya.

“Hanya sekedar peringatan awal. Yong Mi kami ambil.”

Dan namja itu menghilang dari hadapan mereka, bersamaan dengan Luhan yang menyadari bahwa anggota U Kiss lainnya pun menghilang.

Bersama dengan Yong Mi.

“ANDWAE! YONG MI-AAHHH!!!!”

+++

“Nah, sekarang saatnya bagi kita untuk menunggu.”

Hyunwoo tertawa keras, sedangkan Yong Mi hanya menatapnya tidak suka, namun ia tidak dapat melakukan apa pun. Dirinya diikat dengan kuat di sebuah kursi, dan bukan dengan tali biasa… Melainkan dengan tali yang terbuat dari cahaya, tali yang tidak dapat diputuskan.

“Siap untuk menunggu kematian mereka, Yong Mi?” tanya Hyunwoo seraya mengusap lembut kepala adiknya itu, namun Yong Mi segera mengalihkan pandangannya.

“Kau berlaku curang.” Ucap Yong Mi pelan. Hyunwoo menarik dagunya, sehingga membuat ia menatap mata Hyunwoo-yang tampak menjijikkan baginya.

“Seharusnya kau senang, Yong Mi. Kakakmu tersayang ini akan segera kembali padamu. Kakakmu ini akan segera membawamu menjauh dari orang-orang yang menyakitimu-“

“Mereka tidak menyakitiku!” balas Yong Mi marah. Ia tidak suka saat Hyunwoo menuduh EXO menyakitinya.

“Tidak menyakitimu?” balas Hyunwoo pelan, lalu ia kembali tertawa. “Kau pikir kakakmu ini bodoh? Kau pikir kakakmu ini akan percaya begitu saja? Tidak! Selama ini aku mengawasimu, aku tahu bahwa kau selalu disakiti oleh mereka! Kau lupa bahwa mereka lebih memilih Hyura dibandingkan dirimu?”

Yong Mi terdiam. Ia memang tidak dapat membalas perkataan yang menjadi kelemahannya.

“Lihat! Kau bahkan menerima kenyataan bahwa mereka jauh lebih memilih Hyura dibandingkan denganmu. Seharusnya kau sadar, kau tidak berarti apa pun bagi mereka!” ucap Hyunwoo seraya tersenyum puas. Ia berbalik, menatap ke arah 6 orang namja di belakangnya.

“U Kiss sedang bersiap di depan, menunggu EXO untuk datang.” Ucap Yongjae datar. Hyunwoo berjalan ke sebuah kursi yang besar, kemudian duduk disana.

“Baiklah, kita akan menantikannya…”

 

TBC

Author’s note:

Oh, annyeong readers~ Kita sudah hampir sampai di penghujung cerita J

Tidak terasa bahwa ‘Memories’ akan segera berakhir ( ._.) Ada readers yang mengatakan bahwa disini adegan romance nya lebih banyak dibandingkan action. Benarkah (?) Author sendiri tidak menyadari bahwa author memperbanyak adegan romance, karena di dalam serial ‘Memories’ ini, tujuan author hanyalah menceritakan bagaimana kehidupan Yong Mi selanjutnya. Rencana author adalah membuat semua anggota EXO menyadari bahwa mereka benar-benar menyayangi Yong Mi, sebagai istri mereka.

Tapi jika para readers menantikan adegan action yang lebih… Author akan memberikannya di part 13 J ada apa di part 13? Part 13 berakhir dengan penculikan Yong Mi, dan EXO akan segera menyelamatkannya…

Sekedar clue (?), di part 13 akan muncul seseorang yang sudah dikenal oleh semua readers. Orang itu adalah kunci dari takdir di part 13 tersebut. Penasaran siapakah orang itu? Stay tune di ‘Memories’! Jeongmal mianhae jika sequel ini gagal… Author meminta maaf yang sebesar-besarnya /bow/ Dan tidak berlama-lama lagi, selamat menanti part 13 nanti, readers~ Annyeong~

31 pemikiran pada “Memories (Chapter 12)

  1. Wahhh daebakk!!! Keren bgt author ceritanya. Tapi aku mo nanya, semua kekuatan yong mi yang dia punya di ff seoulmate kok gk ada lg yah di ff memories. Sprti kekuatan menghilang,meledakkan dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s