Talking To The Moon (Chapter 2)

Title : Talking To The Moon

Author : Yoora Hwang (@lettaaakk)

Genre : Romance,Friendship,Sad Maybe (?)

Length : Chaptered

Rating : G

Main Cast :-Im Yoona (SNSD)

-Xi Luhan (EXO)

Other Cast :-Kim Jongin/Kai (EXO)

-Jia

PicsArt_1379526771965

CHAPTER 2

Tabrakan yang cukup keras membuat pejalan kaki yang tadinya asik berbincang dengan lawan bicaranya menoleh seketika kearah sumber suara.Sebuah mobil sedan silver bertabrakan dengan truk sedang berwarna putih.Tidak salah lagi itu mobil Yoona.

Namja yang sedang berbincang dengan seorang yeoja tadi akhirnya menghampiri mobil sedan silver—Mobil Yoona yang sudah dalam keadaan mati.

“Noona?!!!”Teriak namja bersuara berat dan tidak lain tidak bukan adalah Kai,mantan kekasih yoona.

“Noona,apa kau masih sadar?! Noona buka pintunya!”Kai seperti orang kesurupan.Beberapa kali mencoba membuka pintu tapi tetap saja pintunya tidak bisa terbuka.Kai meraih sepotong kayu yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Apa yang kau lihat? Cepat telponkan ambulans!”Yeoja yang tadi berbincang dengan kai menatap yeoja yang berada didalam mobil lekat lalu meraih ponselnya didalam tasnya.

Sementara itu Kai memecahkan kaca mobil dengan kayu yang diambilnya tadi.”Bertahanlah noona,sebentar lagi ambulans akan datang”Kai bergumam sambil mengeluarkan Yoona dari dalam mobil.

10menit akhirnya ambulans yang ditelpon yeoja mungil—Gina,datang ketempat kecelakaan terjadi.

3orang petugas dari rumah sakit menggotong tubuh mungil yoona ke dalam ambulans dan 2orang lagi menuntun sopir truk yang hanya mengalami luka sedikit dibagian kepala kedalam ambulans yang berbeda.

Kai memberhentikan taksi yang kebetulan lewat dan membiarkan Gina pulang sendiri.”Kau bisa pulang sendiri kan ? aku akan kerumah sakit”Kai tersenyum lalu menutup pintu taksinya pelan.

~~~

Kai berjalan cepat menuju unit gawat darurat yang berada didekat lobi rumah sakit.Bau yang sangat dibenci Kai—Bau rumah sakit atau lebih tepatnya bau obat.

“Sus,apa pasien yang baru dibawa kesini sekitar setengah jam yang lalu masih ada didalam?”Kai bertanya kepada seorang suster di meja resepsionis.

“Tunggu saya cek dulu”

Kai mengetuk-ngetukan jarinya diatas meja resepsionis gelisah.

“Pasien yang bernama Im Yoona betul?”Tanya Suster kepada kai dan dibalas anggukan kecil dari kai.

“Dia sudah dipindahkan diruang inap,ruangannya nomor 316”Suster itu menunjuk kearah lorong sempit di ujung rumah sakit.

“Oh ne,Kamsahamnida”Kai membungkuk kearah suster lalu berjalan cepat menuju lorong sempit yang ditunjuk suster tadi.

“315…316..ah ini dia”Kai menunjuk-nunjuk nomor disamping pintu kamar inap rumah sakit.Setelah menemukan nomor yang disebutkan suster tadi kai langsung membuka pintu kamar pasien pelan takut membangunkan Yoona yang sedang tertidur.

“Annyeonghaseyo”Kai berkata pelan sambil menyingkap tirai berwarna putih itu kebelakang.Ternyata Yoona belum siuman.Yoona masih terbaring lemas diatas tempat tidur dengan perban dikepalanya.

“Noona,aku tidak bisa lama-lama disini,aku harus segera pulang.Cepat sembuh ne”Kai tersenyum lalu beranjak dari kursi disebelah tempat tidur Yoona menaruh seikat bunga yang dibelinya tadi lalu beranjak pergi.

~~~

“A-apa kecelakaan?”Luhan *Minwoo* terperangah mendengar suara Jia diujung sana yang disusul dengan tangisnya.

“Ne,aku akan kesana”Luhan meraih kunci motornya kasar lalu berlari kencang menuruni tangga lalu menuju luar dimana motor Luhan terparkir disana.

Luhan mengendarai motornya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit.Sebenarnya Luhan ingin pergi bersama Jia karena satu alasan tapi ternyata Jia sudah lebih dulu menjenguk Yoona dan sebentar lagi Jia akan berangkat ke Jepang untuk mengurusi urusan keluarganya disana.

20 Menit akhirnya Luhan sampai Di rumah sakit yang diberitahukan oleh Jia.Luhan dengan langkah besar-besarnya menelusuri jalan menuju meja resepsionis.

Luhan berjalan cepat tanpa berhenti di meja resepsionis.Jia sudah memberitahu nomor kamarnya jadi Luhan tidak perlu membuang waktu menunggu perawat mengecek  satu persatu nama pasien.

Setelah menemukan nomor yang dicarinya,Luhan membuka pintunya pelan.Luhan melangkah tanpa bunyi decitan sedikit pun,Luhan menyingkap tirai putih polos dihadapannya kebelakang.Seorang dokter dan 2 orang perawat tampak sedang memeriksa keadaan Yoona.Dokter itu menoleh seketika melihat ada seorang namja yang berdiri mematung dibelakangnya.

“Anda keluarganya?”Dokter itu bertanya sambil menebarkan senyum.

“N-ne,saya keluarganya”Luhan tergagap

“Gadis ini belum siuman semenjak kejadian tadi,dia banyak sekali mengeluarkan darah”

Luhan menganga mendengar kata ‘Banyak Darah’.

“Lalu apa yang bisa saya bantu,dok?”Tanya Luhan mulai gelagapan

“Kalau boleh saya tau,golongan darah anda apa?”Dokter itu masih sibuk membolak-balikan map yang dipegangnya.

“AB”Luhan menjawab singkat

“Kalau begitu kebetulan sekali,kami sangat mambutuhkan darah AB untuk pasien ini,stok dirumah sakit juga sudah habis.Apa anda mau mendonorkan darah anda?”Dokter itu bertanya penuh harap

“Tentu saja dok,berapa pun yang dibutuhkan gadis ini”Jawab Luhan tegas.Seumur-umur baru kali ini Luhan mendonor darah.Melihat saja sudah membuat Luhan merinding apalagi merasakan?.Tapi itu bukan masalah baginya,apapun yang bisa membuat Yoona siuman,Luhan akan menjalaninya.

Luhan menutup matanya ngeri melihat jarum suntik ditangan sang perawat.Perlahan dan perlahan jarum suntik pun berhasil menusuk kulit putih Luhan.

Luhan menggigit bibir bawahnya kuat mencoba menahan sakit ditangannya.

“Sudah selesai,saya harap anda tetap berbaring disini,setelah itu anda harus minum dan makan ini”Perawat itu menaruh nampan berisi roti dan susu untuk menambah energi setelah mendonor darah.

“Ne,kamsahamnida”Luhan terlemas

Setelah merasa enakan setelah mendonor darah,Luhan melangkah pelan menuju ruangan yoona.

“Dia sudah siuman”Dokter itu tersenyum lega dan Luhan pun ikut menghela nafas.

“Kamsahamnida”Luhan membungkuk berkali-kali tanda terima kasih sebanyak-banyaknya.Luhan membuka pintu pelan.

“Annyeonghaseyo! Akhirnya kau sembuh juga,kau tau,aku cukup gila mendengar bahwa kau kecelakaan”Luhan mengecutka bibirnya

“Haha,apa kau mulai jatuh cinta kepadaku,sehingga kau gila mendengar bahwa aku kecelakaan?”Yoona terkekeh lalu sesekali memegangi kepalanya yang berdenyut.

Luhan tertegun mendengar ucapan Yoona.aku memang mencintaimu,sejak dari duluu,tapi….Batin Luhan

“Hei,ada apa?”Yoona mengibaskan tangannya didepan wajah Luhan

“Aniyo”Luhan pura-pura kesal.

Diam…Canggung..

Tok tok tok

Suara ketukan pintu memecahkan kesunyian didalam ruangan Yoona.Tampak seorang namja tampan dengan balutan kaus marun lengan panjang.Namja itu terperangah setelah melihat ada namja lain didalam ruangan Yoona,dan namja itu adalah….

“Mau apalagi kau kesini hah?”Luhan berdiri dari kursinya dan mendorong tubuh kai sampai membentur dinding.

“Hei,ini rumah sakit bisakah kau….”Belum sempat menyelesaikan kata-katanya,satu pukulan mendarat diwajah mulus Kai.

Luhan terus memukuli Kai tanpa memperdulikan Yoona yang dari tadi sudah berteriak menyuruh mereka berdua berhenti.

“Stooppp! Minwoo-ssi hentikkaaann!”Yoona berteriak sebisanya tapi tetap saja Luhan *Minwoo* meneruskan pukulannya.

“Arrgghhh!”Yoona meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

Sedetik kemudian Luhan dan Kai yang masih asik dengan serangan masing-masing terdiam seketika melihat Yoona yang meringis.

“Yongg!”Luhan meninggalkan Kai yang masih terbaring dilantai.

“Yong,ada apa? Apa kau baik-baik saja?!”Luhan yang mulai panik langsung menghambur keluar ruangan dan memanggil perawat yang kebetulan lewat.

10 Menit,dokter yang diketauhi namanya Jim melepaskan stethoscope dari telinganya dan menjelaskan kepada Luhan.

“Dia baik-baik saja,sepertinya kalian berdua harus tenang untuk beberapa hari ini untuk kesehatan Yoona”Dokter Jim tersenyum menegur kearah Kai dan Luhan.

Kai dan Luhan saling pandang beberapa menit lalu beralih kearah Yoona yang sedang terhanyut dalam mimpinya.

“Kau dengar? Kita harus tenang!”Kai tersenyum sinis lalu mengikuti dokter berjalan keluar ruangan.

“Argghh!”Luhan memukul kepalanya gusar.

~~~

Sudah 3 hari Yoona dirawat dirumah sakit dan 3 hari pula Luhan datang untuk menjenguk Yoona.

Tok..tok..tok

“Nugu?”Yoona teriak pelan sambil meninggikan lehernya untuk melihat siapa yang datang.

“Ini aku lu…ehh Minwoo!”Luhan mengetuk pintu sambil berteriak gugup

“Oh,ne masuklah”Yoona mempersilahkan Luhan masuk dan Luhan pun membuka ganggang pintu pelan.

“Jadi kau yang setiap hari mengganti bunga didalam vas itu?”Yoona mengerutkan keningnya dalam.

“Ahh,ne.Ruangan ini sungguh terlihat tidak cantik tanpa bunga”Luhan meletakkan seikat bunga dan membuang bunga yang lama kedalam tong sampah.

Luhan menarik kursi disebelah ranjang Yoona dan duduk dengan pelan.

“Jadi,bagaimana keadaanmu?”Luhan berkata pelan sambil menggulung lengan kemejanya keatas.

“Udah baikan”Yoona tersenyum penuh arti kearah Luhan.

“Ohh baguslah”Luhan mengangguk-ngagguk mengerti.

Diam…canggung..

Tok…tok…tok..

“Ohh tuhan syukurlah,disaat canggung seperti ini ada saja yang memecahkan keheningannya”Luhan membatin sambil menghela nafas pelan.

“Ini makan siang anda!”Seorang wanita paruh baya menaruh nampan berisi nasi sup dan secangkir susu diatas meja dibelakang kursi duduk Luhan.

“Kamsahamnida”Luhan membungkuk 90o lalu menutup pintu pelan.

“Kau harus makan”Luhan meraih mangkuk nasi sup dan menyuapkannya ke Yoona.

“Aku tidak mau wortel!”Yoona protes sambil membuang mukanya kearah jendela.

“Tapi kau harus makan ini semuanya,kau mau sembuh tidak?!”Luhan masih menyodorkan sendok kedepan mulut Yoona.

“Aku tidak mau,aku tidak suka wortel! Kalau begitu aku tidak mau makan!”Yoona kembali menyandarkan kepalanya di bantal empuk berwarna putih itu.

Ternyata kau masih sama seperti dulu Yoona-ah

Yoona masih mengoceh panjang lebar setelah dibentak habis-habisan oleh Luhan.

“Aku tidak mau ma…..”

Ucapan Yoona terputus ketika bibir Luhan menyentuh bibirnya sekilas.Luhan kembali duduk dikursinya sambil kembali menyodorkan sendok kedepan mulutnya dan Yoona hanya mematung ditempatnya semula.

Yoona tidak pernah merasa getaran hebat yang berasal dari dirinya setelah merasakan bibir Minwoo *Luhan menyentuh bibirnya sekalipun itu dengan Kai,namja yang dulu pernah dicintainya.

“Nah,sekarang bisakah kau diam dan makan apa saja yang aku berikan ini hah?”Luhan mengangkat kepalanya dan menyodorkan sendok kearah Yoona.

“N-ne”Yoona mengunyah perlahan nasi sup nya masih dengan pikiran yang kemana-mana setelah kejadian yang tidak terduga tadi.

“Kenapa kau tidak marah ada namja yang ‘bukan siapa-siapamu’ menyentuh bibirmu dengan lancangnya?”Luhan bertanya pelan sambil kembali meyuapkan nasi kedalam mulut Yoona.

Deg..! Jantung Yoona berdegup kencang.

“KARENA AKU CINTA KAMU MINWOO-SSI PABO!”Yoona yang baru sadar akan ucapannya menutup mulutnya seketika dengan kedua tangannya.

“M-mwo?”Luhan terbelalak hebat “Kau mencintaiku?”Luhan melanjutkan dengan volume merendah.

“Jangan dipikirkan,aku hanya mengungkapkan yang sebenarnya”Yoona menunduk lesu dengan pipi yang sudah seperti kepiting rebus.

“Kalau aku juga mencintaimu?”Tanya Luhan santai.

“K-kau mencintaiku? Bukankah kau menyukai Jia?”Yoona bertanya pelan berusaha tidak mengacaukan suasana.

“Aku dengan Jia hanya teman biasa,sungguh aku tidak ada rasa apapun terhadapnya”Luhan meletakkan piring sup keatas nampannya kembali.

“So..?”Yoona bertanya gugup

“So ? What ?”Luhan mengangkat kedua bahunya.

“Jika kau mencintaiku,nyatakanlah cintamu! Tidak mungkin aku seorang yeoja menyatakan cinta duluan”Yoona mengecutkan bibirnya

“Tapi baru saja kau lakukan itu”Luhan bersikeras

“Ahh sudahlah terserah padamu saja!”Yoona menarik selimutnya sampai menutupi kepala.

“Ne,ne,chagiya,maukah kau menjadi yeojaku?”Luhan menyingkap selimut Yoona dan mengelus puncak kepala Yoona pelan.

DEG!

“N-ne aku mau”Yoona tersenyum manis kearah Luhan dan tak disangka Luhan menarik Yoona kedalam pelukanya.

Hangat.Hangat yang dirasakan Yoona saat tubuh Luhan menyentuh tubuhnya.Hangat yang menjalar keseluruh tubuhnya.Mulai sekarang Yoona merasa aman.Dan namja dihadapannya inilah yang membuatnya nyaman.

~~~

Bulan,aku menemukan penggantinya,Pengganti Luhan sahabatku.Walaupun aku tidak bisa bersama Luhan lagi tapi setidaknya aku masih bisa bersama Minwoo,orang yang sangat mirip dengan Luhan.Mirip wajahnya dan mirip juga sifatnya.Terkadang kekanak-kanakan dan sifat kekanak-kanakannya yang membuatku nyaman.

Bulan,sekarang aku mencintainya.Mencintai Minwoo.Apakah aku salah mencintainya? Apakah aku telah melanggar janji yang telah kubuat sendiri ? Janji akan bersama dengan Luhan selamanya ?.

Janji itu sudah sangat lama aku dan Luhan buat,sudah sejak kami berusia 7 tahun.Apakah janji itu masih berlaku ? Bulan bisakah kau beritahu Luhan dimanapun dia berada,bahwa aku sangat mencintainya,tapi aku sungguh tidak bisa melepaskan Minwoo.

Aku harus bagaimana bulan? Aku bingung,sungguh bingung.

 

Yoona berjalan gontai dari tepi jendela menuju ranjang tidurnya.Yoona merebahkan badannya yang lelah diatas kasur empuk berwarna merah muda itu.Baru hendak memejamkan mata suara ketukan pintu yang ‘sangat’ kuat menggema didalam kamar yoona.

“Eonniieee!!!”Jinri—Adik Yoona berteriak dari luar kamar.

“W-waaaeee?!!!”Yoona mengerutkan kening sambil menyipit-nyipitkan mata.

“Keluar sebentar!”Jinri masih mengetuk pintu sekuat-kuatnya.

“YA! PABOYA! Bisakah kau tenang sedikit,tidak usah mengetuk pintunya terlalu KERASSS!”Yoona menutup kedua telinganya.

“YA! Eonniee! Lihat dulu siapa yang datang!”Yoona mengerutkan kening dan Jinri tidak rusuh lagi diluar.

“Ahh sudahlah oppa,kau jalan-jalan saja bersamaku”Jinri mengejek yoona dari luar dan terkikik pelan.

“YA! YA!”Yoona berlari menuju  pintu dan mendapati namja bertubuh tegap dengan baju kaus putih dan jeans hitamnya.

“Annyeonghaseyo!”Luhan (*ehmm Minwoo maksudnya) tersenyum sumringah setelah melihat yoona yang berada tepat didepannya sekarang.Luhan menyodorkan seikat bunga berwarna pink kearah yoona.

“N-ne? kenapa kau tidak bilang kalau mau kesini?”Yoona bertanya gugup

“Kejutan”Luhan menjawab santai sambil menaruh bunga yang dibawanya diatas meja kecil.

“Terus mau apa kesini?”Yoona bertanya sembari duduk diatas tempat tidurnya.

“Jadi aku tidak boleh kesini? Baiklah,aku akan pergi”Hendak melangkah pergi tiba-tiba lengan mungil yoona memegang pergelangan tangan Luhan.

“Aniyo,aku hanya bertanya.Mianhae”Yoona tertunduk lesu.

“Haha,kau ini,aku juga hanya bercanda”Luhan tersenyum simpul tapi terkesan manis.

Luhan menatap sekelilingnya—kamar Yoona yang serba pink.Tempat tidur berwarna softpink,meja riasnya yang berwarna pink dan cat kamarnya berwarna pink bermotif garis-garis dan sampai ponsel yoona pun berwarna pink.

Kamar Yoona sangat mirip seperti gambaran kamar seorang Barbie di film kebanyakan.Dan juga disalah satu lemari dikamar Yoona terletak banyak sekali koleksi boneka barbienya dan…..atap atap kamarnya dihiasi bintang dan bulan.Ternyata kau mulai menyukai bulan.Luhan tersenyum setelah melihat langit-langit kamar yoona.

Seketika mata Luhan menatap ponsel pink yoona dengan gantungan kecil diujung bawahnya tergeletak diatas meja kecil tempatnya menaruh seikat bunga tadi.

Luhan meraih ponselnya cepat agar tidak dicegat oleh yoona.Seringkali yoona berusaha mengambil ponselnya dari tangan Luhan tapi tetap saja tangan Luhan akan lebih tinggi daripada tangan yoona yang mencoba meraihnya sekalipun yoona berjinjit itu tidak akan sampai.

“YA! Minwoo-ah! Berikan ponselnya kepadaku!”Yoona masih berusaha meraih ponsel yang telah jauh dari dirinya.Mereka sekarang seperti anak kecil yang berebut sebatang lollipop.Luhan dan Yoona berlari mengelilingi kamar Yoona yang luas.

Tak disangka Yoona yang terlalu rusuh mengejar Luhan tersandung karpet pink didepan tempat tidurnya.

Yoona berusaha memejamkan mata karena tau akan betapa sakitnya apabila jatuh tanpa ada benda empuk dibawahnya.Yoona membuka mata seketika tangan kokoh seorang Luhan memegangi pinggangnya agar tidak jatuh tersungkur kebawah.

Luhan menatap Yoona lama dan mereka saling berpandangan setelah beberapa menit.Luhan meneggakkan Yoona cepat takut akan terbawa suasana seperti ini.

“Hati-hati chagiya”Luhan tersenyum manis saat melihat yoona masih berdiam diri ditempatnya semula sedangkan Luhan sudah kembali duduk dikursinya semula masih memegangi ponsel yoona.

Yoona menatap ponselnya lama lalu menjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya.

“Terserah kau saja”Yoona mengecutkan bibirnya.

“N-ne,baiklah terserah ku saja”Luhan menatap yoona mengejek.

“Cihh”Yoona memalingkan wajahnya kearah jendela.

Luhan tertegun sejenak melihat wallpaper ponsel yoona.seorang namja dan yeoja kecil yang saling merangkul satu sama lain.Luhan kenal sekali wajah kedua bocah itu.Yang satu yoona dengan kuncir kudanya tersenyum manis kearah kamera dan satunya lagi namja berkulit putih yang terkesan Chinese.Tidak salah lagi ini foto yoona dengan dirinya,tapi…..bukankah yoona membencinya karena telah meniggalkannya sendirian di china sebelum dia pindah ke korea? Jantung Luhan berdegup kencang.

“Ini sahabatmu itu? Luhan?”Luhan bertanya gugup sambil menatap lekat yoona.

Yoona mengalihkan pandangannya pada bulan yang bersinar terang didepan sana kearah Luhan.

“Ne,dia sahabatku Luhan.Yang telah meninggalkanku sendirian”Yoona tersenyum kecut sambil kembali menatap bulan didepannya.

Dada Luhan terasa sangat sakit.Perih sangat perih mendengar kata-kata ‘MENINGGALKANKU’ keluar dari mulut yoona dan disusul dengan senyum kecutnya.

Aku bukan meniggalkanmu Im yoona

“Hei?”Yoona mengibaskan tangannya kewajah Luhan yang masih terpaku melihat wallpaper ponsel Yoona.

“Apa kau cemburu?”Yoona menggoda Luhan yang mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Aniyo”Luhan menjawab santai sambil meletakkan ponsel yoona ketempatnya semula.

“Cihh…”Yoona memberengut sebal.

“Ke sungai Han yuk!”Ajak Luhan setelah terdiam sekian lama.

“Ini sudah malam”

“Aku akan meminta izin kepada eomma mu”Luhan menarik lengan yoona pelan.

“Tapi aku harus mengganti baju dulu,lagipula eomma tidak ada dirumah pabo,kau haru meminta izin kepada bibi jung”Yoona memberontak berusaha melepaskan tangannya.

“Pakai ini saja,iya aku akan meminta izin ke bibi Jung”Luhan menyodorkan cardigan yoona yang tergeletak sembarangan akibat kejar-kejaran tadi.

“Eumm,baiklah”Luhan kembali menarik lengan yoona menuruni anak tangga sampai diujung tangga yoona dan Luhan menemukan bibi Jung terdiam dengan nampan berisi makanan ditangannya.

“Nyonya muda,ini makan malamnya”Bibi Jung tersenyum manis.Walaupun bibi Jung sudah cukup tua tapi bibi Jung sangat awet muda,mungkin karena bibi Jung selalu menebarkan senyum manisnya kepada siapa pun.

Sekalipun bibi Jung dimarahi appa Yoona karena lalai menjaga yoona dan jinri ,Bibi Jung akan selalu tersenyum dan tertunduk meminta maaf.

“Bibi,aku ingin ke sungai Han sebentar saja,aku tidak akan pulang malam,aku akan makan diluar bersamanya dan makanan yang bibi bawa,bibi saja yang makan ne?”Yoona tersenyum manis setelah meminta izin kepada bibi Jung

“Tapi,nyonya muda…”Belum sempat melanjutkan kata-katanya yoona kembali memotong.

“Sudahlah bi,gwenchana”Yoona kembali menunjukan senyum manisnya dan kali ini dengan eyesmilenya.

“Ne,baiklah nyonya muda.Jaga nyonya saya ya tuan”Bibi Jung berkata sopan kepada Luhan.

“Ne,bibi Jung,pasti”Luhan berjalan diikuti dengan yoona setelah berpamitan dengan bibi Jung.

Setelah sampai di bawah tempat mobil Luhan terparkir rapi,Yoona melihat sosok Jinri sedang berdiri disebelah motor ninja merah dan diatasnya ada…seorang namja.

“Ehmm”Yoona menegur setelah Jinri berbalik dan namja bermotor ninja itu pun melaju pergi.

“M-mwo? Eonnie?”Tanya Jinri keheranan.

“Ne,ini aku,siapa namja tadi? Pacarmu?”Yoona berusaha menyelidik dari mata Jinri

“Aniyo,dia hanya temanku,kami bicarakan tentang kerja kelompok”

“Bohong,aku akan bilang ke eomma kalau kau pacaran”Yoona membuka pintu mobil Luhan dan duduk manis disebelah kemudi.

“YA! EONNIE ! ANDWAE !”Jinri berteriak setelah mobil Luhan melaju dengan kecepatan sedang dan yoona hanya tertawa puas telah mengerjai adiknya.

Yoona terdiam sejenak setelah melihat penampilannya.Kaus putih polos dibalut dengan cardigan hitam dan…HOTPANS!! “Ohh Gooddd!”Yoona berteriak didalam kesunyian yang hampir terwujud didalam mobil Luhan.

“W-wae?ada apa?”Luhan bertanya sambil sesekali memalingkan wajahnya ke Yoona.

“Aku menggunakan hotpans untuk ke sungai Han?!”Yoona kembali berteriak

“Aniyo,gwanchana.Lagipula kau terlihat sexy seperti itu”Luhan tersenyum menggoda.

“YA! Nappeun namja!”Yoona menjitak kepala Luhan kuat tapi terkesan lembut.

“Aishh,bisakah kau lembut sedikit jadi seorang yeoja?!”Luhan memberengut kesal lalu fokus kepada jalan raya dihadapannya sekarang.

10 menit dari rumah Yoona mereka sampai disungai Han.Luhan memarkirkan mobilnya dipinggiran jalan raya dan menggandeng lengan Yoona lembut.

Satu tujuan Luhan café dipinggir sungai Han yang bertingkat 2 dengan beratapkan langit.Jadi Luhan dan Yoona bisa sambil menikmati malan Seoul di sungai Han.

Baru beberapa langkah menjauh dari mobil Luhan,seorang namja berkulit sedikit gelap menghajar Luhan dari belakang.Tidak salah lagi itu Kai—Mantan kekasih Yoona.

Bug..bug..bug…

Tinjuan bertubi-tubi dilakukan Kai kepada Luhan,dan kini Luhan sudah tergeletak di atas rerumputan hijau tanpa memberikan balasan.

“Apa maumu?”Luhan bertanya pelan

“Aku hanya ingin,dia kembali menjadi milikku lagi”Kai menunjuk kearah Yoona yang masih mematung menghadap kearah mereka berdua.

“Dia sudah menjadi milikku”Luhan berusaha kembali menopang dirinya untuk berdiri dan menghajar Kai bertubi-tubi.

“Lebih baik kau pergi sekarang,atau kau akan kuhabisi”Luhan masih tetap tenang dengan luka disudut bibirnya.

“Waiting for me noona”Kai berbisik kepada Yoona yang masih mematung ditempatnya dan pergi meniggalkan sungai Han.

Yoona menghambur kearah Luhan setelah melihat darah segar disudut bibir mungil Luhan.

“Kita pulang saja,aku akan mengobati lukamu!”Yoona mulai gelisah sambil mengeluarkan tisu dari tasnya.

“Ani,aku sudah janji kepada bibi Jung untuk menemanimu makan malam”Luhan berusaha tersenyum walaupun nyeri diujung bibirnya.

“Ahh,baiklah kalau itu maumu”Yoona hanya bisa pasrah melihat tanganya digenggam tangan Luhan erat.

“Annyeonghaseyo Luhan-ah lama tidak bertemu!”Baru masuk Luhan sudah disapa dengan pemilik café yang tak lain dan tak bukan adalah teman lamanya.

Yoona terdiam terpaku menatap Luhan dan temannya bergantian.Apa? Luhan?.Yoona bertanya-tanya didalam hati.

Luhan memberi isyarat kepada temannya dan temannya pun langsung mengganti gaya bicaranya.”Ahh kau minwoo-ssi,aku kira kau temanku,haha duduklah”Teman Luhan itu mengedipkan sebelah matanya kepada Luhan.

“Apa dia bilang tadi?”Yoona menatap Luhan curiga dan membuat jantung Luhan berdegup kencang takut semua kebohongannya terbongkar.

“Dia hanya salah menyebutkan nama”Luhan berkata gugup sambil mengalihkan wajahnya kearah bulan diatasnya.

Disaat seperti ini Yoona sungguh tidak bisa berfikir jernih,bahkan saat temanya Luhan hampir membocorkan rahasianya dia hanya bisa mengangguk mengerti padahal sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Luhan tadi.

20 menit setelah mereka selesai makan dan berbincang-bincang,Luhan beranjak dari kursi menuju meja kasir tak jauh dari meja mereka.Yoona menatap bahu koko Luhan dari belakang dan…

Drrtt..drttt…

Ponsel Luhan bordering panjang tanda pesan masuk.Tanpa pikir panjang Yoona menyambar ponsel Luhan yang tergeletak sembarangan diatas meja.

Mata Yoona terbelalak seketika melihat wallpaper ponsel Luhan.Sosok namja mungil berkulit putih yang sedang tersenyum manis sambil memegangi miniatur bulan dan seorang yeoja mungil sedang tertawa lebar melihat namja disebelahnya dan yeoja itu….dirinya,Iya yeoja itu Im Yoona dan namja itu……

LUHAN!

TBC…

 

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “Talking To The Moon (Chapter 2)

  1. Wahhhh yoona tauu deh klo minwo itu luhan , kira2 sikap yoona bkal gmna ? ? Marah atau justru seneng , kai gaa nyerah juga ? buat balikan sama yoona , lagian sih pake selingkuh sgala ,

  2. Aaaaaaa,akhirnya kebohongan luhan terbongkar juga \(‘o’)/,semoga hubungan mereka garusak,luyoon happy ending please (˘ʃƪ˘)
    Luyoon jjang!! Jjang!!

    Next chapter cepat dipublish dong thor,udah penasaran banget nih*maksa._.V*
    ‘̀⌣’́)ง

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s