Make You Feel My Love (Heart Attack)

Title : Make You Feel My Love (Heart Attack)

Author : Scarlett Li

Length : Chaptered, 900+

Genre : Friendship, Romace, AU

Main Cast : Song Hwasung || Byun Baekhyun || Xi Luhan ||

Support Cast : Han Seonjoo

Sequel from; Make You Feel My Love

The Chapter :

|| Love Teaser| Time To Forget | Heart Attack||

“Aku mencintai pria yang sudah dimiliki orang lain.”

makeyoufeelmylove∞

make-you-feel-my-love-poster

“Nah, seperti ini.” Hwasung menatap bayangannya di cermin, lalu tersenyum puas. “Bagus.”

Ting tong.

Hwasung menatap keluar kamarnya dengan keningnya yang berkerut. Sepagi ini ada yang berkunjung ke flatnya. Ia juga tidak merasa memesan layanan atau semacamnya. Hwasung berjalan mendekati pintu flatnya dan tertegun sesaat setelah membuka pintu. Terlalu terkejut dengan tamu yang datang sepagi ini.

“Direktur Xi?”

Kali ini gaya pakaian pria itu tidak terlihat formil seperti kemarin, hari ini dengan kemeja dan celana pendeknya dan oh! Topi putih pria itu. Dan sentuhan terakhir, senyuman pria itu. Sudah, selesai. Sempurna.

Luhan tersenyum. “Ayo.” katanya, oh dengan bahasa Korea. Semenjak kejadian itu, dia menggunakan bahasa Korea ketimbang bahasa Inggris. Baiklah, itu sisi baiknya.

Oh, jangan ingatkan ia tentang insiden memalukan itu lagi.

Kening Hwasung berkerut bingung. “Tapi…”

Sebelum Hwasung melanjutkan, Luhan segera menginterupsi. “Aku telah membuat kesepakatan padamu untuk menjemputmu hari ini, dan kau setuju.” katanya. “Oh, jangan bilang kalau kau melupakannya?”

Hwasung tertegun, lalu menunduk dan mendesah pelan. Benar juga. Haish, ia melupakan hal itu.

“Jadi kau sudah siap?” tanya Luhan lalu tersenyum lebar. “Kupikir sudah. Ayo. Aku ingin secepatnya berada disana.”

“Tunggu. Aku mengambil beberapa barang dulu.” katanya lalu berbalik badan dan mengambil barang-barang yang akan ia perlukan nanti sambil mendesah dan menggerutu.

Ini adalah awal yang tidak bagus untuk harinya.

makeyoufeelmylove∞

“Konsep ini juga bagus, aku setuju.” Luhan tersenyum lalu memberikan tablet kepada Hwasung.

“Benarkah?” katanya. Matanya berbinar-binar. Dan senyum lebarnya tak hilang disana. “Baiklah. Akan kusimpan yang ini untukmu.” lanjutnya lalu mengetik.

Luhan tersenyum lalu mengerutkan keningnya saat menemukan sesuatu yang janggal. “Bibirmu kenapa?”

Hwasung mendongak menatap Luhan. “Apa?”

Luhan menunjuk bibir Hwasung yang terlihat robek. “Itu. Bibirmu. Kenapa?” tanyanya. “Aku tidak yakin kalau itu bekas kekerasan fisik dari orang lain.” tambahnya

Hwasung menatapnya, lalu keningnya berkerut. “Untuk apa kau tahu?”

“Memangnya kenapa aku tidak boleh tahu?”

Hwasung menatapnya dengan menyipitkan matanya lalu menunjukkan tangan kanannya dan menunjuk masing-masing jarinya dengan tangan kirinya. “Kau bukan temanku, sahabatku, apalagi pacarku. Kau juga bukan ayahku.”

Luhan terkekeh. “Setidaknya aku peduli padamu kan?”

“Tidak perlu.” kata Hwasung cepat. “Aku bisa mengurus diriku sendiri. Jadi terimakasih.”

Pria itu mungkin terlalu sering berada dalam lingkup kalangan wanita. Jadi pria itu tahu baik sikap dan perilaku yang harus ia lakukan di depan wanita agar terlihat manis. Dan bukan karena perhatian.

“Hei. Tunggu.” Luhan meraih tangannya dan Hwasung menoleh kesal padanya.

“Ada apa lagi? Aku mau pulang.”

“Temani aku keliling kota.” melihat Hwasung yang tampak akan protes, Luhan tersenyum lebar. “Kemarin kan kita hanya menggunakan kendaraan pribadi. Itu juga tidak kemana-mana karena kau tidak mau kutarik. Jadi bagaimana dengan tawaranku?”

Hwasung menggeleng keras. Luhan menurunkan senyumnya dan memasang wajah agak memelas.

“Oh ayolah. Kau tidak akan kecewa dengan ini. Aku janji.” katanya. “Kau akan kuajak berkuliner juga. Bagaimana?”

Hwasung mendesah berat, lalu mengangguk ragu. Sementara Luhan sudah tersenyum senang lalu menariknya.

Entah apa yang terjadi selanjutnya, ia tidak mau tahu sekarang. Karena dalam bayangannya, itu buruk.

makeyoufeelmylove∞

“Mereka semua terlihat nyata disini.” Hwasung mengalihkan pandangan lalu matanya melebar kembali. “Wah. Keren.”

Luhan terkekeh melihat tingkah Hwasung. “Kau tidak pernah naik MRT di Korea ya?”

Hwasung mengalihkan pandangan lalu mendengus. “Ini perjalanan menyenangkan pertamaku di Thailand. Lagipula Thailand memiliki musim yang berbeda dengan Korea.”

Walaupun tidak ingin mengakui bahwa tingkahnya memang terlewat ‘kampungan’, Hwasung kini kembali menatap keluar jendela kecil itu lalu tersenyum sendiri. Sementara Luhan menghela napas saat tubuhnya agak terdorong karena berdesak-desakan dengan orang lain.

Sepertinya idenya untuk naik kereta MRT agak buruk untuknya. Tetapi anehnya, walaupun Hwasung terdorong-dorong seperti dirinya, ia bahkan tidak berganti raut muka menjadi agak kesal dengan keadaannya atau sesuatu yang tidak menyenangkan karena keadaannya saat ini.

Berdiri dengan berdesak-desakan karena salah memiliki waktu untuk berkeliling kota.

Bodohnya, mereka memilih waktu pulang kerja. Jadi habislah mereka dengan ramainya kereta.

Luhan menahan senyum saat melihat tingkah bodoh Hwasung saat terpukau melihat matahari yang mulai tenggelam dengan sekelebat. Jadi apa yang gadis itu nikmati? Tetapi entah kenapa, melihat senyum gadis itu… ia juga rasanya ingin tersenyum bersamanya.

Ia… ingin bahagia bersama gadis itu. Di sampingnya.

Tetapi… sejak kapan?

“Direktur Xi?”

Luhan tersenak lalu menoleh pada Hwasung yang kini menatapnya dengan mata yang berbinar-binar. Begitu menggemaskan. “Ayo turun. Ini tujuan kita kan?”

Luhan melirik ke kanan kiri sekilas lalu tersenyum dan mengangguk.

Ia menjawab…. Saat ini.

makeyoufeelmylove∞

Hwasung menatap keluar jendela lalu tersenyum lebar. Hari ini tidak begitu buruk. Mungkin karena suasana hatinya juga sedang baik, ia jadi terlihat lebih bersemangat kali ini.

Tetapi tidak dengan kenyataan ia sedang bersama Xi Luhan.

“Kau sepertinya tidak terlihat begitu semangat untuk mengambil pekerjaan ini.” Luhan memberikan segelas minuman untuk Hwasung. Lalu ia duduk dan meminum minumannya sejenak. “Sepertinya alasan utama kepergianmu itu bukan karena pekerjaan. Aku benar bukan?”

Hwasung menatap Luhan lalu mengalihkan pandangan dan memilih untuk meminum minumannya. Kenapa semua orang langsung berpikiran seperti itu sih? Walaupun memang itulah kenyataannya, tetapi mengapa hal itu mudah ditebak orang?

Ah, Hwasung tahu. Karena alasan itu terlalu klise.

“Hei, jawab pertanyaanku.”

Hwasung menatapnya lalu mendengus. “Kenapa harus kujawab?”

Luhan menatap Hwasung, lalu terkekeh. “Memangnya kenapa kalau tidak boleh? Sebuah privasi?” kata Luhan lalu tertawa. “Baiklah, kalau kau tidak mau menjawabnya, biar kutebak. Karena keluarga? Atau pria?”

Ting. Terjawab.

Hwasung menatap Luhan dengan matanya yang menyipit, lalu menghela napas. “Yang kedua.”

Luhan memiringkan kepalanya, dan memainkan bibirnya. “Pria?” katanya ragu. Hwasung menggangguk malas, namun Luhan tersenyum puas. “Kenapa? Diputuskan secara sepihak? Atau…”

“Bukan itu.” Hwasung terdiam. Agak menimang-nimang untuk menceritakannya. Akhirnya ia menghela napas. “Aku mencintai pria yang sudah dimiliki orang lain.”

Luhan menjulurkan kepalanya mendekati Hwasung. “Apa pria itu sudah menikah?”

Hwasung menggeleng.

“Itu berarti kau masih memiliki kesempatan untuk merebutnya.”

Hwasung terdiam, lalu menggeleng. “Masalahnya bukan hanya itu,”

“Lalu?”

“Dia sahabatku.”

Luhan mengerutkan kening, tidak menerima pernyataan Hwasung. “Lalu? Apa masalahnya? Karena dia sahabatmu?”

Hwasung menghela napas lalu tersenyum tipis. “Ia telah menganggapku sebagai sahabat, tidak lebih.”

Luhan memundurkan badannya. Lalu menggeleng lemah. “Hah. Yang itu agak rumit.”

Hwasung menatap Luhan lalu tersenyum tipis. “Benar kan?”

Luhan menghela nafas lalu tersenyum. “Kalau begitu, menyerahlah,”

“Sudah kulakukan,” Hwasung menopang kepalanya dengan tangan kanannya. “tetapi masih belum bisa.”

Luhan menatap gadis itu. Ia terdiam sejenak, lalu berkata.”Kau belum giat dan benar-benar ingin melupakannya.”

Hwasung terdiam, lalu mengangguk. “Mungkin begitu.”

“Bagaimana kalau kubantu?”

“Apa?”

“Kubantu kau untuk melupakannya,” kata Luhan lalu tersenyum lebar.

Hwasung menatap Luhan dengan mata melebar, kaget. Tentu saja. Terlalu tiba-tiba pria itu mengatakan hal seperti itu. Hwasung menatap Luhan lekat, lalu menyerah.

Dari matanya, pria ini terlihat serius.

“Dan untuk melihat kesungguhanku, Hwasung-a.” Luhan memanggilnya informal sekarang. Ia mengamit tangan Hwasung lalu tersenyum lebar.

“Kau akan kubuat untuk menyukaiku dengan sihir terbaikku. Bagaimana?”

Hwasung membulatkan matanya saat melihat Luhan yang kini tersenyum lebar padanya sambil tetap tersenyum. Walaupun senyum itu terlihat jenaka, tetapi dari mata pria itu, dia terlihat serius.

“Dan kau tidak perlu memanggilku Direktur Xi lagi. Karena mulai sekarang, aku adalah teman kencanmu.”

Hwasung mengerjapkan matanya beberapa kali—berharap selanjutnya pria itu terlihat sedang menyeruput minumannya dan tidak terjadi apa-apa. Tetapi, senyum lebar itu masih saja menghiasi wajah kekanakan Luhan.

Dan sungguh, Hwasung tidak mengerti. Apa yang terjadi sebenarnya?

makeyoufeelmylove∞

Bonjour~ Akhirnya di post lah. Gimana? Agak absurd? Kurang dimengerti? Mau ngeritik? Mau ngasih saran? Diterima. Apalagi komentarnya^^

Sekian, terima kasih untuk pembaca yang baik sampai meluangkan waktunya untuk berkomentar^^

Iklan

39 pemikiran pada “Make You Feel My Love (Heart Attack)

  1. lanjut thor..
    makin seru xD
    penasaran sama kelanjutannya..
    masa’ si baekhyun nggak nyadar sih disukain sama hwasung segitu lamanya –“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s