Is That Me? (Chapter 1)

Title : Is That Me? (Chapter 1)

Author : Yongjae (@a_jae on twitter)

Genre : School Life, Romance

Rating : T

Main Cast :

  • Kim Jongin a.k.a Kai
  • Min Sunji (OC)

Other Cast :

  • Park Chanyeol
  • Go Dongmi (OC)

Lenght : chaptered

Note: Happy Reading ^^

…………………………………….

 

Hari ini, sudah yang kesekian kalinya aku memenangkan pertandingan basket antar kelas. Walaupun hanya antar kelas, tapi kalian tau, mungkin sudah beratus-ratus kali aku menang. Hampir setiap hari, timku, dan tim kelas lain bertanding. Hampir setiap hari juga, uang jajanku tak pernah keluar dari kantongku, kalian tau kenapa?? Setiap tim yang kalah harus mentraktir tim yang menang.

 

Aku selalu mendengar teriakkan para gadis di seluruh sekolah. Haha! Hal ini sudah sering lewat ditelingaku. Semua gadis menjerit memujaku. Sekarang siapa yang tak kenal aku?

 

Seorang murid yang cetar membahana, sekaligus kapten tim basket Sohyejung High School. Sekolah terkenal di penjuru Korea Selatan. Kenalkan, Kim Jongin imnida. Orang-orang biasa memanggilku Kai. Namja tampan, cool, dan terkenal. Itu sudah terbukti, buktinya sudah aku ceritakan kan tadi?

 

Aku berjalan disepanjang lorong sekolah. Semua murid memenuhi lorong itu. Kutebar senyum manisku disepanjang lorong. Hingga aku sampai disebuah gedung di sekolah, kantin tepatnya. Disitu sudah ada banyak murid yang menunggu kedatanganku dan tim basketku.

 

“Hei, Ya!! Yeoreo!! Minggir kalian!! Ini tempat kami!!” usir Chanyeol, salah satu anggota tim basketku.

“Gomawo Chanyeol-a” kataku.

 

Aku hanya tersenyum setelah itu. Aku heran, bahkan tempat sepanjang itu yang sudah dipenuhi orang, mereka rela untuk berpindah tempat saat aku sudah datang disana. Aigoo.. Ya.. inilah kehidupanku.. Setiap hari, ini yang aku hadapi, hampir tak ada pengganggu disekitarku. Aku bagaikan bintang idola disekolahku.

 

Seperti kataku tadi, tim yang kalah, harus mentraktir tim yang menang. Inilah saatnya, aku dan seluruh anggota timku memesan makanan yang kami inginkan. Tak berapa lama, meja yang tadinya kosong, sekarang sudah penuh dengan berbagai macam makanan dan minuman. Kami segera memakannya. Kali ini Chanyeol yang mengambil bagian paling banyak.

 

Setelah kami makan sepuasnya, kami kembali ke kelas kami. Yah, walaupun dalam satu tim kami berbeda kelas, kami tetap solid. Tak lama kulangkahkan kakiku diiringi gadis-gadis disekitarku, sebenarnya aku sangatlah risih melihat semua ini, tapi bagaimana lagi. Aku dan Chanyeol satu kelas, kami bergegas menuju kelas kami.

 

……………………….

 

Someone POV

 

Kulangkahkan kakiku di lorong sekolah. Aku duduk disebuah kursi panjang didepan kelas. Aisshh!! Apakah ini yang harus aku terima?? Setiap hari aku hampir tidak bisa melihat pemandangan taman sekolah. Sekolah macam apa ini? Setiap hari aku terpaksa harus melihat punggung banyak orang didepanku. Setiap hari sepanjang minggu selalu ada pertandingan basket. Apa murid-murid disini tidak bosan apa ha??!! Kenapa lapangan basket disekolah ini harus didesain ditengah dan setiap kelas mengitarinya?? Sebenarnya siapa arsitek yang membangun sekolah ini ha?? Seharusnya lapangan basket disini dipindah dibelakang sekolah!! Aihh!!

 

Seperti inilah aku…Min Sunji. Setiap hari aku selalu menggerutu. Jika waktu istirahat, aku selalu kesepian, semua murid disini tidak pernah ada dimanapun, selalu mengitari lapangan. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku sambil mendengarkan mp3 yang aku bawa dan sebuah permen lolli dimulutku.

 

“Sunji-ya!! Kemarilah, pertandingan ini seru!!” kata Dongmi, teman akrabku.

“Dongmi-ya! Dengarkan aku! Aku tak akan pernah tertarik dengan pertandingan basket itu!!” gerutuku

“Ya sudah..”

 

Aihh!! Basket antar kelas saja bangganya seperti NBA. Aihh!! Lama-lama aku akan membuat pertandingan berenang disini. *perasaangakadakolamrenang *kembalikeTopik

 

Tak lama kudengar suara semua anak disitu berteriak. Sudah kuduga, pasti setelah ini pertandingan selesai. Dan ya.. Semua anak disekitar lapangan itu bergegas membubarkan diri, bukan membubarkan diri, tepatnya mereka memberikan jalan keluar untuk tim yang menang. Tiba-tiba, gerombolan yang ada didepanku sedikit berkurang dan berkurang, mereka menjauh dari jalan itu, karena jalan didepanku adalah jalan keluar bagi tim yang menang. Saat murid yang menang dalam pertandingan itu keluar dari lapangan basket, sudah kuduga, bahwa tim namja itu yang menang, namja itu sombong sekali, mentang-mentang bintang sekolah, dia sombong! Huh! Aku hanya bisa memberikan muka cemberut diantara muka-muka bahagia disekitarku.

 

“Sunji-ya!! Ayo ikut kekantin. Aku ingin melihat Jongin oppa!!” Minta Dongmi padaku.

“Kalau kau memang sahabatku, kau harus menemaniku disini!” jawabku padanya

 

Aku lihat Dongmi begitu bingung, pasalnya, dia adalah salah satu fans tim basket itu.

 

“mm.. aihh!! Ne!! Aku temani kau!!”Kata Dongmi dengan terpaksa

 

Aku hanya memasang muka kesalku.

 

“Sunji-ya! Sebenarnya, kenapa kau sangat tak suka ha?? Pertandingan itu seru tau!! Lagipula, anggota di tim Jongin sangat tampan, apalagi Jongin oppa.. dia sangat manis, kau tau!”

 

“Tak usah kau belaga memanggilnya oppa, bahkan umurmu dan umurnya sama, kau tau!!” jawabku

 

“Aisshh,, yeoja ini!!”

 

Aku langsung beranjak dari tempatku dan meninggalkan Dongmi. Ku percepat langkahku, aku sudah tak tahan dengan keadaan di sekolah ini.

 

“Ya!! Sunji!! Kau ini!! Katanya aku harus menemanimu, sekarang kau meninggalkanku!!”

 

Aku dengar panggilan Dongmi, tapi aku tetap abaikan dia. Musik di mp3ku masih berbunyi. Tiba-tiba, aku sampai disebuah tempat di penjuru sekolah. Sebuah taman yang dipenuhi bunga yang cantik, ditengahnya ada sebuah pohon yang rindang yang dikelilingi dengan kolam yang jernih. Aku berjalan menuju jalan setapak taman itu, aku heran, kenapa aku baru tau tempat ini? Sedangkan sudah 2 tahun aku ada di sekolah ini. Hatiku terasa tenang, inilah yang aku inginkan, sebuah tempat yang bisa menenangkan hatiku. Untung saja ini masih jam istirahat, jadi aku bisa bersantai lama disini. Udara disini sejuk sekali. Aku terus melihat sekeliling taman ini.

 

Tak berapa lama, mataku tertuju pada sebuah benda berkilau di dekat semak. Aku mendekat pada benda itu. Kulangkahkan kakiku dengan hati-hati, dan tiba-tiba, sebuah cincin berwarna merah kebiruan ada disitu. Sepertinya ini cincin rubi . Bagus sekali. Haha! Mungkin ini adalah hadiah untukku dari taman ini.

 

“Aigoo.. Jeongmal areumdawo… “ pujiku pada cincin yang sekarang sudah ada di genggamanku.

Bergegas tanpa basa-basi, aku memakai cincin itu. Terlihat indah dan sangat cocok. Haha!! Aku tak akan melepaskannya.

 

Karena hatiku sudah mulai tenang, aku putuskan untuk kembali ke kelasku. Langkahku terus melaju, aku terus memandangi cincin rubi itu. Memang sungguh indah cincin ini.

 

Ku lihat semua murid sudah mulai berhamburan, pasti tim Jongin itu sudah memenuhi perut mereka. Apa boleh buat, sebelum jalanan itu penuh dengan lautan manusia, aku harus cepat kembali ke kelas.

 

Kupercepat terus langkahku. Tapi, bukannya sampai ke tujuan dengan selamat, tiba-tiba aku menabrak seseorang. Bukan seseorang, tapi tepatnya 2 orang. Itu? Itu Jongin dan temannya itu! Aihh! Kenapa aku harus bertabrakan dengan mereka!!

 

“Ya!! Kau ini bisa jalan atau tidak!! Yeoja aneh!!” Kata teman Jongin itu

“Ya! Kalian berdua yang aneh, makanya kalau jalan jangan berdempetan seperti tadi!!” Jawabku

“Hei yeoja aneh!! Kau memang aneh, berjalan samil memandangi tanganmu,memangnya kenapa tanganmu ha?? Mulai berbulu??? Hahaha!!!”

 

Kudengar Jongin mengata-ngataiku seperti itu. Darahku sudah mulai mencapai batas akut!!

 

“kalian !!! Lihat saja nanti!!! Aihhh!!!” Aku hanya bisa berkata singkat pada mereka. Aku sudah kehabisan kata.

Aku  hanya memberikan tatapan sinis kepada mereka berdua, dan aku langsung pergi kembali ke kelasku. Lihat saja mereka.!

 

“Sunji-a!! Kau ini! Dari mana saja kau?? Aku mencarimu tau!!” Kata Dongmi

“Ada apa denganmu?? Kenapa kau berantakan sekali?? Dan.. Apa itu?? Yang ditanganmu??” tanyanya lagi

“Ceritanya sangat panjang Dongmi. Tadi aku ada disebuah tempat, dipenjuru sekolah. Tempat itu sangat bagus, saking bagusnya, aku menemukan ini, cincin ini. Bagus kan??” aku menunjukan cincin yang sekarang sudah ada di jari manisku

 

“Aigoo.. ne.. jeongmal areumdawo… bagus sekali Sunji.. Aku jadi ingin..”

 

“Belum selesai ceritaku… Setelah aku menemukan cincin di taman itu, aku bergegas kembali ke kelas, dan diperjalanan, aku menabrak Jongin dan temannya itu.. Aiihh!!! Mereka menyebalkan sekali!! Mentang-mentang mereka terkenal, mereka bisanya mengolok orang lain!! Aihhh!! Jeongmalo!! Lihat saja mereka berdua!! Aku akan beri pelajaran!!”

 

“Ya!!! Sunji!! Sabar.. jangan berteriak seperi itu…apa?? Kau bertabrakan dengan Jongin oppa dan Chanyeol oppa?? Sekali lagi aku jadi iri padamu… aku sangat ingin dekat dengan Jongin oppa Sunji…”

 

“Dekat?? Dekat bertabrakan dan dikata-katai seperti aku tadi?? Aku bahkan tak sudi Dongmi..”

 

“Gwenchanayo.. yang penting aku bisa berdekatan dengan namja tampan seperti Jongin dan chanyeol oppa”

 

Sekali lagi aku heran dengan temanku ini, tak hanya heran dengannya, tapi aku juga heran kepada semua murid yeoja disini. Mereka sangat tertarik dengan Kai… Padahal ia sangat menyebalkan… gerutuku dalam hati.

 

Someone POV end

………………………..

Kai POV

 

Aku dan Chanyeol menyusuri lorong menuju kelas kami. Kami mempercepat langkah, kalau tidak, bisa-bisa semua gadis disekolah ini bisa masuk ke kelasku.

 

Tiba-tiba aku dan Chanyeol menabrak seorang yeoja.

 

“Ya!! Kau ini bisa jalan atau tidak!! Yeoja aneh!!” Kata Chanyeol pada yeoja itu.

“Ya! Kalian berdua yang aneh, makanya kalau jalan jangan berdempetan seperti tadi!!” Jawab yeoja aneh itu

“Hei yeoja aneh!! Kau memang aneh, berjalan samil memandangi tanganmu,memangnya kenapa tanganmu ha?? Mulai berbulu??? Hahaha!!!” kataku sambil menertawakan yeoja itu.

“kalian !!! Lihat saja nanti!!! Aihhh!” gerutu yeoja itu

 

“Sudah abaikan saja yeoja aneh itu. Pasti dia salah tingkah melihat kita.” Kata Chanyeol sambil sedikit berlari.

“Chanyeol-a!! Tunggu aku!!!”

 

Kami berdua bergegas kembali ke kelas.  Tapi langkahku terhenti lagi saat aku melihat sesuatu dibawah kursi didepan kelas yang kulewati.

 

“Apa itu??”

 

Aku ambil benda dibalik kursi itu, ternyata itu adalah sebuah cincin berwarna putih. Itu rubi. Tapi kenapa cincin sebagus ini ada dibalik kursi ini? Ahh.. pasti ini hadiah untukku karena timku menang. Daripada kutinggalkan, lebih baik aku bawa pulang.

 

Lalu aku beranjak dan mengejar Chanyeol yang sudah hampir sampai dikelas. Maklum, sekolah kami sangat besar, jadi, kami harus berlari ke kelas kami. Akhirnya, sampai juga aku dikelasku. Chanyeol sudah ada dibangkunya. Kami sangat lelah.

 

“Kai-ya!!  More point for us!! Kita menang lagi!!”

 

“Haha!! Pasti Chanyeol.. Tak akan ada lagi yang bisa mengalahkan tim kita.”

 

“Kau memang pantas menjadi kapten di tim kita.. selama kau menjadi kapten di tim ini, tim ini pasti tak akan pernah kalah..”

 

“itu kataku tadi..”

 

Kami bercanda disitu, kulihat banyak sekali yeoja dijendela yang melihat kami, bahkan teman-teman yeoja di kelasku juga memandangi kami berdua.

 

“Lihat Kai, kita memang artis di sekolah ini.” Kata Chanyeol

“Pasti.. itu pasti…” kataku dengan PD

 

Tak lama, kukeluarkan cincin yang ada disakuku. Aku ingin menunjukkan ini pada Chanyeol.

 

“Kai-ya!! Apa itu?? Sini berikan padaku!!”

“Ya!!Ya!!! Jangan seenaknya..!! Kalau sampai gadis-gadis itu melihatnya, mereka bisa-bisa menginginkan ini.”

“Apa itu??”

“Aku menemukan cincin ini dibawah kursi. Lihat, bagus sekali kan??”

“Ne,, bagus… tapi apa kau akan memakai ini?? Apa kau ingin menjadi yeoja ha??? Hahaha!!!”

“Boleh juga, itu ide yang bagus….”

“mwo?? Aku tak salah Kai?? Kau akan memakai cincin ini?? Cincin rubi ini?? Kalau aku pikir, jika dijual, cincin ini bisa berharga 100 juta won…”

“Chanyeol-ya!! Kau ini..hanya uang yang kau pikirkan…. “

“Terserah kau saja…”

 

Tanpa basa-basi lagi, aku pakai cincin itu. Tepat dijari manisku. Aihh! Keren sekali!! Walau sebenarnya cincin itu untuk yeoja, tapi tak ada salahnya kan aku memakainya. Pasti yeoja disini lebih tertarik lagi padaku.

 

KRIIIIINGGGGGGG!!!!!!

 

Bel berbunyi… tak terasa hari ini begitu cepat…. Hhaaha!!! Aku keluar dari kelasku…. Kulihat banyak yeoja yang sudah menungguku… Mata mereka tertuju pada tanganku…. Kulihat mata mereka berbinar.. aku tau, mereka pasti terpesona padaku. Bahkan banyak namja yang juga terbelalak melihatku.. haha,, lihat saja besok…

 

…………………………………………………………….BESOKNYA…………………………………………………………………….

 

Kulangkahkan kakiku menuju gerbang. Tak kusangka, dugaanku benar. Kalian tau??? Saking terkenalnya aku di sekoalh ini, sampai-sampai semua yang aku pakai selalu menjadi tren, tidak hanya yeoja yang memakai cincin, bahkan hampir semua murid namja disini memakai cincin sepertiku. Aku hanya bsia menertawakan mereka…

 

“Haaha!!! Kai-ya!!!! Kau memang pembuat onar ya!! Lihat, namja disini mengikutimu… haaha!!!” Tawa Chanyeol

“Gwenchanayo… Ini tandanya, aku memang terkenal disini kan.. Kenapa kau tidak pakai??”

“Mwo? Memakai cincin? Aku melihat mereka saja sudah terbahak, apalagi aku memakainya sendiri, bisa-bisa aku mati kaku Kai!!!!”

“terserah kau sajalah..”

 

Hari ini tak ada pertandingan.. Sudah tak ada lagi yang berani dengan timku.. mereka semua kubabat habis…

 

Kai POV end

…………………………..

Sunji POV

 

Pagi ini, adalah pagi yang berbeda bagiku. Hari ini tak ada petandingan? Ini seperti mimpi…. Tapi mungkin mimpi itu sedikit terganggu dengan tingkah semua murid disini.. Sungguh diluar dugaan.. semua namja disini memakai cincin??? Apakah mereka gila…?? Seharusnya, yeojalah yang lazim memakai cincin seperti itu.. kenapa sekarang namja?? Dunia memang sudah terbalik..

 

“Dongmi-ya!!”

“A!!! Sunji-ya!!!”

“..mmm.. Dongmi-ya.. apa yang terjadi..?? kenapa??” belum sampai aku selesai berkata, Dongmi sudah menjawab.

“Pasti kau heran kan? Kenapa semua namja disini memakai cincin??”

 

Aku hanya mengangguk kecil pada Dongmi.

 

“Siapa lagi kalau bukan karena Jongin oppa?? Dia kan pembuat tren disini. Kemarin, semua murid disini melihatnya memakai sebuah cincin rubi berwarna putih. Dan hampir semua yeoja disini setengah pingsan melihatnya, termasuk aku.. dia sangat mempesona..” Jelasnya

 

“Jangan bilang karena Kai, semua namja disini berlaku seperti Kai untuk memikat yeoja??”

 

“Ne.. kau benar” jawab Dongmi.

 

Aku heran pada namja itu. Sekali dia membuat sesuatu, pasti seluruh warga disekolah ini mengikutinya, bahkan para seonsaengnim disini. Jeongmal Michin-iyeyo!!!

 

Tapi, kenapa rubi?? Cincinku juga rubi… Ahh… biarkan saja.. lagipula, aku yang lebih dulu menemukan cincin rubi.

 

Beberapa jam berlalu. Jam istirahatpun tiba. Aku dan Dongmi bergegas menuju kantin sebelum kantin itu dipenuhi dengan semua penggemar namja menyebalkan itu.  Aku dan Dongmi memesan 2 Dokboki untuk kami makan bersama. Tak berapa lama saat kami menyantap makanan itu, gerombolan murid datang dari pintu diujung ruangan. Aku rasa Kai dan temannya itu akan datang.

 

“Sunji-ya!! Jongin oppa datang!!” kata Dongmi

 

“Dongmi-ya!! Sudah disini saja!!”

 

Kulihat Dongmi hanya mempoutkan mulutnya. Memang benar. Kai dan temannya itu datang. Aihh!! Dia sombong sekali dengan cincin yang bersinar terang bagaikan bintang kejora yang cetar membahana itu yang menjadi trending topic school wide… aihh!!!!

 

Tapi, kulihat, Kai dan temannya itu menghampiriku dan Dongmi. Kenapa mereka harus menghampiri kami sih? Aihh!!

 

“Ya!! Yeoja aneh!! Ternyata kau juga penggemarku ha??? “tanya Kai dengan PD

 

“Mwo?? Aku penggemarmu??? Tidak sudi aku menggemari orang yang licik sepertimu dan teman  bodohmu ini!!! Pihh!!!” Kataku sambil membentaknya didepan banyak orang didalam kantin.

 

“Kau berani padaku???” katanya padaku

 

“Kenapa tidak???”

 

“Aisshhh!!! Neo…!!!!!”

 

Kulihat Kai hampir menamparku. Tapi tiba-tiba tangannya terhenti.

 

“Wae?? Kau tak berani? Ayo tampar aku!!! Kajja!!!” Lawanku

 

Tanganku mengambil sisa Dokboki yang kubeli tadi, dan kutumpahkan pada baju Kai. Kai terlihat sangat marah padaku. Hah!! Dia ta mendengar kataku kemarin. Aku sudah membalasnya kali ini. Aku tau dia pasti sangat malu. Sontak aku menyergap tangan Dongmi yang sedari tadi melongo didepanku dan mengajaknya untuk keluar dari tempat itu.

 

“Sunji-a!! Kau ini gila apa???? Kenapa kau tumpahkan dokbokimu pada Jongin oppa???”

 

“Kau tau Dongmi!!! Aku sudah tak tahan dengannya!! Dia sombong Dongmi!!!!”

 

“Ne.. aku tau kau tak suka padanya Sunji, tapi…..”

 

“Tapi apa?? Kalau kau memang ingin mendekat padanya, mendekatlah sana!!!” bentakku

 

Kurasa, perkataanku terlalu kasar pada Dongmi. Aku hanya bisa diam pada Dongmi.

 

“mm..Dongmi-a.. Mianhae… Kau tau, aku memang tak suka padanya, jadi tolong maklumilah aku…”

 

Dongmi mengangguk pelan. Aku memeluk Dongmi sebagai permintaan maafku padanya.

 

Sunji POV end

…………………………………..

 

Kai POV

 

“Aku sudah muak dengan semua ini!!! Ahhhh!!!!” teriakku

 

“Kai-ya!!!! Tenangkan dirimu…!!!” Kata Chanyeol padaku

 

“Mwo?? Dalam keadaan seperti ini aku harus tenang??!! Kau tidak ada dalam keadaanku Chanyeol!!”

 

“Ne.. aku tau.. tapi, seharusnya kau tenang dulu… kendalikan emosimu… jaga imagemu….”

 

Kutarik nafas dalam-dalam, dan kuhembuskan. Perasaanku bagaikan api yang berkobar dan sudah tak bisa dipadamkan lagi.

 

“Sudah?? Sekarang pikirkan Kai… Kau hanya menghadapi satu yeoja saja, masa kau sudah seperti ini?? Seharusnya kau abaikan saja dia!!!”

 

“Kau bisa mengatakan itu… tapi aku yang mengalami semua ini!! Aku tak bisa Chanyeol-a!!! Lihat saja, yeoja itu sudah membuat urusan denganku..!!”

 

“jangan begitu.. ada yang mengatakan, benci itu adalah awal dari takdir….” Kata Chanyeol

 

“Jangan bilang aku dan dia berjodoh.”

 

“bukan aku yang bilang…. Haha!!!”

 

“Kau!!! Masih saja bercanda dalam masalah serius seperti ini ha????”

 

Namja ini… Pantas saja dia dipanggil Happy virus… mulutnya macam cabai yang pedas.

 

“Kai-ya! Ayo kita keluar. Lagipula kenapa kita lama-lama didalam kamar mandi seperti ini. Sudah banyak yeoja yang menunggumu.”

 

Tak lama aku bergegas keluar bersama Chanyeol. Benar kata Chanyeol, sudah banyak yeoja didepan. Aku tetap memasang wajah marahku karena kejadian tadi. Tekanan darahku sudah memuncak. Bel berbunyi. Aku dan Chanyeol kembali ke kelas. Pelajaran pun dimulai. Beberapa waktu berlalu. Bel Pulang pun berbunyi. Aku dan Chanyeol sudah ditunggu oleh ratusan anak didepan kelas kami. Aku sudah muak dengan keadaan ini. Hari ini adalah hari terburuk yang pernah aku alami.

 

Jam tanganku menunjukkan pukul 13.45 kST. Aku berjalan menyusuri trotoar. Hari ini motorku ada dibengkel dan Chanyeol aku tinggalkan di sekolah. Aku terus berjalan dan berjalan. Tiba-tiba.. Ditengah langkah kakiku, aku bertemu yeoja aneh dan menyebalkan itu. Aku harus membuat perhitungan pada yeoja itu.

 

“Ya!!! Yeoja aneh!!!!”

 

Kulihat yeoja itu menghampiriku sambil melototkan matanya padaku.

 

“Siapa namamu??” Kataku

 

“Namaku?? Kau tak perlu tau!!!”

 

“Ayo sebutkan namamu!!”

 

“Anioo!!!!” tolaknya

 

Segera kulihat nametagnya.

“oo…. Min Sunji?? Sunji??haha!! Nama yang sangat jelek. Sepertinya itu nama pemulung didepan rumahku kemarin.” Kataku lagi

 

“Apa kau bilang???? Pemulung?? Kau bilang aku pemulung??? Kau memang namja yang gilaa!!”

 

“lalu kenapa kalau aku gila??? Apa ada masalah?? Buktinya semua orang memujaku…!!”

 

“Kau memang suka mencari masalah….!!” Bentak yeoja itu padaku

 

“Mencari masalah?? Justru kau yang selalu mencari masalah denganku!!!”  jawabku padanya

 

Aku sudah bertekad menampar yeoja itu kali ini. Saat tanganku sudah terayun, tiba-tiba, tanganku terhenti dengan rasa kaku yang sangat dalam.

 

“Ada apa denganku?? Kenapa tanganku kaku??? Ada apa ini??” takutku

 

Tiba-tiba tubuhku terasa sangat lemas, bahkan aku tergeletak dijalanan.

 

“ya!!! Kai-ya!!! Kenapa kau???” kudengar yeoja itu memanggil namaku.

 

Kai POV end

……………………………..

Sunji POV

 

Mungkin hari ini memang hari terburukku sepanjang masa hidupku. Bertemu dengan namja yang sangat gila dan menyebalkan seperti itu. Kuharap kejadian ini tak terulang lagi dalam hidupku. Waktu sekolah telah usai. Aku bergegas pulang kerumah. Seperti biasa aku harus berjalan sampai kerumah sendirian. Tak apa lah, ini kan juga membuat tulangku kuat *apahubungannya.

 

Tiba-tiba saat aku berjalan dipinggir trotoar, seorang namja memanggilku. Itu Kai!!! Sekarang yang aku heran, kenapa dia memanggilku, mana pake nama yeoja aneh segala lagi. Aku hanya mempoutkan mulutku dan melototkan mataku padanya. Aku sudah geram dengan namja satu ini. Aihhh!!! Aku dan Kai saling beradu mulut disitu, hingga akhirnya, tangan Kai hampir memukulku, tapi, tiba-tiba…

 

Brukkk…

 

Kulihat Kai tergeletak di trotoar itu. Ada apa dengannya??

 

“ya!!! Kai-ya!!! Kenapa kau???”

 

Aku sangat bingung sekarang. Apa yang harus kulakukan?? Aku mencoba meminta bantuan kepada orang-orang yang lewat, tetapi tak ada yang menganggapku. Bagaimana ini??? Aku mencoba membopong bahu kai. Aihh!! Berat sekali… Tiba-tiba, kepalaku sangat sakit. Seluruh tubuhku terasa lemas, dan kenapa semuanya gelap…………

 

More Hours Later……………………..

 

Kubuka mataku pelan. Dimana aku??? Apa aku sudah disurga??? Silau…..

 

Aku mencoba untuk bangun. Dimana aku sebenarnya?? Sepertinya kamar, tapi kamar siapa?? Akhirnya aku berhasil menopang tubuhku. Mataku masih sedikit kabur.  Tiba-tiba kudengar seseorang memanggil…

 

“Ya!!!Kai-ya!!! Kau sudah sadar??? Kau benar sudah sadar???”

 

Aku hanya kebingungan disitu. Kai?? Kenapa Kai yang ia panggil??? Namaku Sunji, bukan Kai.

“Kai?? Kai, maksudmu???”

 

“Kau tanya maksudku ? Ne, kau, kau Kai kan??? Kau hilang ingatan Kai??” Tanya namja itu.

 

Sepertinya aku pernah mendengar suara itu, suara berat itu.. itu suara teman akrab Kai. Tapi kenapa ia disini. Aku mencoba menjelaskan mataku yang sedari tadi buram.  Tak berapa lama.. Aku terkejut. Itu teman akrab Kai. Tapi kenapa ia disini??

 

“Kau??? Kenapa kau ada disini???”Tanyaku

 

“Kenapa aku ada disini??? Ya!!!ini rumahku, dan ini kamarku!!”

 

“Mwo?? Kamarmu??? Apa yang kau lakukan padaku dikamarmu??” Tanyaku

 

“Aku?? Kau ini bagaimana Kai??? Aku sudah menolongmu tadi, dan aku membawamu kemari. Kau tak ingat??”

 

“Tapi apa yang terjadi padaku, dan kenapa kau memanggilku Kai?? Aku bukan Kai..”

 

“Mana aku tau ada apa denganmu. Jelas aku memanggilmu Kai, kau memang Kai, kapten tim basketku. Aku menemukanmu dijalan tergeletak bersama yeoja aneh itu…” Jelasnya

 

Yeoja aneh??? Itu kan panggilannya untukku, kenapa sekarang ia menunjuk ke sampingku??? Aku hanya memasang wajah bingungku. Tanpa basa-basi aku menolehkan kepalaku kearah kananku. Dan aku sangat terkejut, sesosok tubuh yeoja yang terbaring disisiku dengan wajah pucat dan masih memakai baju seragam. Itu aku!!! Tapi, kenapa?? Apa aku ini arwah??? Ada apa ini???

 

“AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriakku

 

“Ya!!! Kau ini, jangan berteriak!!! Banyak orang yang bisa mendengar!!!kau seperti yeoja saja” Kata namja itu.

 

Aku langsung menutup mulutku sendiri. Aku baru sadar kalau suaraku yang beberapa jam lalu masih melengking, sekarang menjadi berat. Ada apa ini?? Aigooo….Aku langsung mencoba berdiri dan tak kusangka, bukanlah rok yang kupakai, aku memakai seragam sekolah namja. Dengan celana dan sepatu sneak. Aku tak percaya ini.

 

“Kai-ya!! Kau ini aneh sekali, kau seperti orang kehilangan ingatan saja.”

 

“j..jadi.. aku ini Kai?? Jongin??” tanyaku terbata-bata

 

“Lalu, siapa lagi???” Katanya.

 

Ku lihat nametag namja itu. Ternyata namanya Park Chanyeol. Aku tak percaya ini kenapa tubuhku menjadi tubuh kai?? Ini pasti hanya mimpi, aku yakin ini hanya mimpi! Berarti, jika aku ada ditubuh Kai, yang ada ditubuhku,……………Kai!!!!

 

Tiba-tiba.. Tubuh asliku yang sekarang mungkin sudah ada Kai bergerak, aku sangat kaget, matanya mulai terbuka dan ia sedikit bingung, tiba-tiba saat kami bertatapan….

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak kami berdua.

 

Sunji POV end

………………………………….

 

Kai POV

Aigoo.. apa yang terjadi padaku sebenarnya??? Kupegang kepalaku yang sedikit sakit. Aku mencoba membuka mataku yang berat. Buram. Apakah ini surga? Apakah aku sudah tiada??? Atau ini hanya mimpi saja?? Demi sedikit mata buramku ini terlihat jelas. Dimana aku ini?? Saat aku melihat disekelilingku, terlihat ada 2 orang disitu. Nugu-ya???ku lihat samar, itu Chanyeol. Dan yang satu lagi,??? Itu??? Kenapa orang itu sepertiku??

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriakku dan namja yang wajahnya sepertiku itu.

 

Aku langsung beranjak dari kasur yang sedari tadi aku tumpangi. Saat aku berdiri, aku tak menyangka, yang menempel ditubuhku bukanlah baju namja, tetapi sepasang baju seragam yeoja dengan sepatu cat?? Apa-apaan ini??

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” Sekali lagi aku berteriak. “Apa yang terjadi denganku?? Suaraku?? Kenapa seperti ini???” Tanyaku pada Chanyeol

 

“Ya!! Yeoja gila!!! Kau ini memang yeoja tak tau diuntung, jangan berteriak-teriak didalam rumah orang!! Lagipula kenapa kau tanya padaku?? Itu suara-suaramu!!” kata Chanyeol

 

“t..tapi… Chanyeol-a!! ini aku Kai.. temanmu….!!” Yakinku

 

“Mwo??? Kai?? Kau sudah mulai gila apa?? sudah jelas-jelas kau ini yeoja aneh, Kai?? Itu Kai yang sebenarnya!!” Kata Chanyeol

 

Kulihat Chanyeol menunjuk kearah tubuhku yang sebenarnya. Jika aku ada ditubuh yeoja aneh ini.. berarti… yang ada ditubuhku??? Yeoja aneh itu??? Aku langsung menghampiri yeoja aneh yang sekarang ada ditubuhku!!!

 

“Ya!!!! Apa yang kau lakukan padaku?? Kau yeoja aneh itu kan??? Kenapa kau memakai tubuhku??? Apa yang kau lakukan ha????” tanyaku padanya.

 

“Justru aku yang harus bertanya padamu Jongin!!! Apa yang kau lakukan dengan tubuhku? Ha?? Ada apa dengan semua ini??” kata yeoja aneh itu.

 

“Sudahlah!! Jangan pura-pura tidak tau… kau pasti ingin merebut tubuhku agar kau terkenal kan???” Kataku pada yeoja itu.

 

“Dalam keadaan seperti ini kau masih menuduhku??? Kau ini memang….!!!”

 

“SUDAH CUKUUUPPPPP!!!!!!!”

 

Belum sampai yeoja itu selesai berkata, Chanyeol sudah mencoba melerai kami.

 

“Ada apa sebenarnya??? Kai!! Maksudku, tubuh Kai!! Kau ini sebenarnya siapa??? Dan kau!!! Tubuh yeoja aneh!!! Kau ini siapa?? Kalian ini siapa sih ha????” Teriak Chanyeol.

 

“Aku Kai, aku Sunji!” Aku dan yeoja itu bersama-sama menjawab nama kami masing-masing.

 

#SKIP#

 

@Dining Room

 

“Ini untuk kalian, minumlah dulu agar kalian tenang” ajak Chanyeol sambil memberikan segelas air untukku dan yeoja itu.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua??” tanya Chanyeol

 

Aku dan yeoja aneh itu bertatap-tatapan. Tepatnya aku menatap tubuh asliku sendiri. Ia menatapku tajam. Akhirnya, kuputuskan untuk bicara dengan tubuhku yang sekarang sudah menjadi yeoja.

 

“mmm… begini Chanyeol-a…aku…”

 

Belum sampai aku menyelesaikan pembicaraanku, kulihat Chanyeol sudah tertawa. Aku hanya memasang wajah geramku pada Chanyeol.

 

“haha… ne..ne….. sekarang, aku mulai bingung.. Kau(menunjuk tubuh Kai) dan Kau (menunjuk tubuh Sunji), kalian tertukar?? roh kalian tertukar??? Begini saja.. aku panggil kau (menunjuk tubuh Sunji) dengan Kai, dan kau (menunjuk tubuh Kai) dengan nama yeoja an… eoh,.. maksudku… siapa namamu??”

 

“Sunji-yeyo!!”

 

“Sunji!! Oke.. aku panggil tubuh kai dengan Sunji dan tubuh Sunji dengan Kai untuk sementara. Tapi yang aku bingungkan sekarang, bagaimana ini bisa terjadi pada kalian ha??” tanya Chanyeol kepada Sunji dan Aku

 

“Jeongmalo. Aku tak tau sama sekali Chanyeol-a… aku tidak terlalu ingat. Yang aku ingat hanyalah saat aku akan menampar Sunji, dan tiba-tiba seluruh tubuhku sakit. Aku kira aku sudah mati.” Jelasku pada Chanyeol.

 

“Sama sepertiku! Aku juga merasa tubuhku sangat lemah dan.. ya.. semua gelap…” lanjut Sunji.

 

Kami bertiga disitu terlihat kebingungan melihat semua kejadian aneh ini. Saat aku berpikir, tiba-tiba mataku tertuju pada tangan tubuh asliku. Cincin! Itu kan bukan cincinku.

 

“Sunji-ya! Kenapa ditangan tubuh asliku yang kupakai bukan cincin putih, tetapi merah kebiruan??” tunjukku pada tubuh asliku yang telah ditempati oleh Sunji itu.

 

“Cincin?? Ini?? Cincin merah ini milikku, tapi kenapa ada ditangan tubuh aslimu Kai???” tanya Sunji. “Dan, kenapa cincin putih itu ada di tubuh asliku??” lanjut Sunji

 

“Aku juga tak tau.. kenapa cincinku ada ditangan tubuh aslimu Sunji???Ayo kita tukar…” Ajakku pada Sunji.

 

Saat kami mencoba melepas cincin di tangan kami. Cincin itu terasa sangat berat dan tidak bisa dilepaskan.

 

“kenapa tak bisa dilepaskan???” kataku. Aku mencoba terus menarik cincin itu, tapi jika lama-lama kutarik, tanganku akan terasa sakit.

 

“Bagaimana ini Kai???tak bisa dilepas” kata Sunji padaku.

 

“Apakah ini semua terjadi karena cincin itu???” tanya Chanyeol. “Apa mungkin, cincin itu yang membuat roh kalian tertukar?? Mungkin cincin ini adalah cincin pasangan, yang bisa membuat sepasang namja dan yeoja bertukar roh” Lanjut Chanyeol.

 

“bagaimana kau bisa tau Chanyeol??” tanyaku

 

“Aku pernah membaca buku mitos di perpustakaan milik halmeoniku. Sepasang cincin berwarna merah kebiruan, dan putih. Dan itu mirip dengan cincin yang kalian pakai.”

 

“Lalu, bagaimana kami bisa kembali??” tanya Sunji.

 

“Aku tak tau Sunji, Kai. Atau mungkin….”

 

Tiba-tiba Chanyeol menarikku dan menarik Sunji. Kami ditarik keluar dan masuk kedalam mobil Chanyeol.

 

“Kita mau kemana Chanyeol??” tanyaku.

 

“Sudahlah.. mungkin dengan cara ini kalian bisa kembali.”

 

Chanyeol menancap gas mobilnya. Ia melaju kencang. Di dalam mobil, kami bertiga memasang wajah bingung kami. Kenapa bisa jadi seperti ini???.

 

Kai POV end

……………………………..

Sunji  POV

 

Mobil Chanyeol melaju kencang. Sekarang aku mulai bingung. Otakku terasa terbalik. Sebenarnya apa yang terjadi padaku dan Kai?? Kenapa roh kami bisa tertukar? Aku bingung, di jaman modern seperti ini, mitos yang diceritakan Chanyeol itu masih ada saja? Bahkan terjadi padaku dan musuh bebuyutanku sendiri?? Aihhh!!!

 

Kulihat keluar jendela mobil Chanyeol, rasanya, aku sudah tak bisa menikmati pemandangan jalan raya, pikiranku sudah tertuju pada masalah ini, bagaimana aku menjelaskan nanti pada Dongmi??

 

“Ya! Sunji-ya!! Kai-ya!! Ayo keluar!!” ajak Chanyeol padaku dan Kai.

 

Aku langsung keluar dari mobil Chanyeol. Kudapati sebuah bangunan kecil, tepatnya rumah. Tapi, rumah ini sangat kecil, kecil sekali. Bahkan lebih kecil daripada kamar mandi di rumahku.

 

“Chanyeol-a. Kenapa kau bawa kami kemari?? Rumah ditengah hutan seperti ini. Sebenarnya rumah siapa ini??” Tanya Kai pada Chanyeol.

 

“Ne, yeogineun eodiyeyo??” tanyaku.

 

“Sudahlah, ikuti aku saja” kata Chanyeol

 

Kulangkahkan kakiku dibelakang Chanyeol, aku dan Kai terlihat bingung dengan semua ini. Rumah ini kotor, gelap. Tak lama, langkah kami terhenti disebuah pintu kecil rumah itu. Chanyeol segera mengetuk pintu itu.

 

Tok..tok…tok…

 

“Annyeonghaseyo. Apakah ada orang??” kata Chanyeol

 

Beberapa menit berlalu, tetapi tetap tak ada orang yang membukakan pintu ini. Kai terus mengetuk pintu itu.

 

“Chanyeol-a!! Sudahlah, kita pulang saja! Memangnya tempat apa ini? Kajja! Ayo kita pulang!” ajak Kai

 

Tiba-tiba,

 

Kreeekkkkkk……..

 

Pintu itu sedikit demi sedikit terbuka. Tetapi, tak kulihat seorangpun yang membuka pintu itu. Apakah rumah ini ada hantunya???

 

“Lihat.. terbuka kan?? Ayo kita masuk” kata Chanyeol.

 

Aku dan Kai sangat kebingungan, kulihat Kai menatapku, aku hanya mengangkat bahuku. Bergegas kami masuk ke rumah itu. Rumah itu sangat, sangat, kotor, bahkan rumah ini hampir dipenuhi dengan sarang laba-laba. Sebenarnya rumah macam apa ini? Siapa yang mempunyai rumah ini? Pasti orang itu pemalas sekali. Kulihat Chanyeol harus menunduk untuk memasuki tempati, saking kecilnya rumah itu, dan saking tingginya si Chanyeol.

 

Tiba-tiba, kulihat seseorang, sepertinya yeoja. Duduk disebuah ruangan terbuka. Membelakangi kami bertiga.

 

“Annyeonghaseyo, ahjumma. Kami kesini,…”

 

“duduklah….” Belum sampai Chanyeol selesai berbicara, orang itu sudah menyuruh kami untuk duduk.

 

Bahkan disini tak ada kursi untuk duduk, kami harus duduk di lantai. Kami bertiga mulai duduk dilantai. Kotor, itulah yang kami rasakan.

 

“sst… Kai-ya… tutup kakimu, jangan kau buka seperti itu..” bisikku pada Kai.

 

“memangnya kenapa??” kata Kai

 

“ingat, kau sekarang adalah aku. Dan kau ingat, sekarang kau sedang memakai rok!”

 

“aihh,.. aku lupa..” kata Kai.

 

Aku hanya sedikit tertawa pada Kai.

 

“sstt.. diamlah kalian…” Bisik Chanyeol

 

Aku terus memandangi rumah itu. Kurasa ini adalah rumah terkotor yang pernah aku temui di jagad Korea Selatan.

 

“Apa yang kalian inginkan kemari??” tiba-tiba orang itu bertanya kepada kami.

“mm.. begini ahjumma, kedua temanku ini…”

“Apa yang ada di tangan kalian berdua??” tanya ahjumma itu.

“Tangan? Kai, Sunji, mungkin itu..” kata Chanyeol sambil menunjuk ke cincin yang kami pakai.

“ahjumma.. apa yang kau maksud itu adalah cincin yang dipakai kedua temanku ini??” tanya Chanyeol pada ahjumma itu.

 

Ahjumma itu langsung membalikkan badannya, aihhh… ia sangat tua dan jelek, bahkan aku takut melihatnya.

 

“itu… kedua cincin itu.. cincin rubi berwarna putih dan ungu. Itu cincin yang kucari… itu adalah peninggalan dari kerajaan Korea sejak jaman Juseon, darimana kalian mendapatkannya??” tanya ahjumma itu, atau mungkin bisa kusebut sebagai paranormal itu.

 

“k..kami, kami menemukannya disekolah…” jawabku dengan rasa takutku.

“lepaskan cincin itu…” pinta ahjumma itu.

“kami sudah mencoba melepaskannya ahjumma, tapi cincin ini tidak bisa kami lepas dari tangan kami..” jawab Kai.

“coba lagi,,,” kata ahjumma itu.

 

Aih… ahjumma ini, kalau dibilang tidak bisa ya tidak bisa, ngeyel aja, kataku dalam hati.

 

“Kajja, coba lepaskan.. jangan menggerutu saja.” Bentak ahjumma itu.

 

Aku dan Kai mencoba lagi untuk melepaskan cincin itu dari tangan kami, tapi tetap tidak bisa. Dan aku heran kenapa ahjumma ini bisa membaca pikiranku ya??

 

“Ahjumma, ini tidak akan bisa dilepas. Bagaiman ini ahjumma..??” tanya Chanyeol pada ahjumma itu.

“Ini salah kalian, kenapa kalian memakai cincin itu?? Kalian bodoh!!” bentak ahjumma lagi.

“m..mianhae ahjumma, kami tidak tau, kami tertarik dengan cincin ini, dan kami tak tau bahwa cincin ini adalah peninggalan kerajaan.” Jelas Kai pada ahjumma itu, sementara aku hanya mengangguk pelan.

“Sebenarnya apa yang kalian inginkan?” tanya ahjumma itu.

 

“Begini, ahjumma, kedua temanku ini.. mereka, roh mereka tertukar.. kami bingung apa yang harus kami lakukan, jadi kami datang kesini untuk meminta bantuan pada ahjumma.”

Kata Chanyeol

 

“Ini semua memang salah kalian sendiri. Tapi tidak sepenuhnya, ini juga ada efek kebetulan, beratus tahun lalu, ada kejadian yang sama seperti ini, tapi sudah lama aku tak melihat kejadian ini, sepasang yeoja dan namja yang memakai cincin yang sejenis, dan tertukar seperti ini, ini sudah sangat langka.” Jelas ahjumma itu

 

“Jadi apa yang harus kami lakukan ahjumma?” tanyaku pada ahjumma

 

Ahjumma itu terlihat diam sejenak, kami bertiga juga ikut bingung dengan ahjumma ini.

 

“Begini, karena ini adalah kejadian yang dialami sepasang yeoja dan namja,jadi, yang harus kalian lakukan adalah..”

 

“Apa yang harus kami lakukan ahjumma?? Aku sudah tak tahan dengan semua ini…” pintaku

 

“Kalian harus ………”

 

Beberapa waktu berlalu, dan ahjuma itu tetap tidak membuka mulutnya.

“Kajja ahjumma? Apa yang harus kami lakukan?? Aku tak tahan dengan semua ini..” Kata Kai

 

Kalian……..kalian harus …

 

-To Be Continued- ^^

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “Is That Me? (Chapter 1)

  1. ekhem ekhemm “kalian harus memasak untuk q” haha.. #ngarep. mian thor, aq lgi lapar, gpp yah klo aq minta mreka masak. -abaikan-

    ok.

    Kai & Sunji. duh ksihan nasib mreka. ini jd ngingetin aq sama drakor ‘secret garden’. heee.. knpa jdul yang ini gg ‘secret ring’ aja?? pi kayak.a gg msuk jg deh. kan penyebab b’tukar.a roh kan sudah d ketahui jd gg secret lgi. #plakk- wokeh 2 kali. author jgn ampe gg lanjutin ini ff.a coz aq bkal nungguin next chapt.a
    cha.. slesai. aq pamit dulu y #gandeng D.O^^pai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s