Memories (Chapter 13)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 13

Sub-Title: Battle… Start!

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. Lee Yong Mi
  2. All EXO members
  3. Lee Hyunwoo
  4. All BAP members
  5. All U Kiss members

Cameo:

  1. Super Junior members
  2. Cast yang menghilang (?)

Rating: Part 13… PG-17

Disclaimer:

Setelah adegan Yong Mi diculik pada bagian terakhir, apakah yang akan menjadi ‘kejutan’ di bagian akhir ini?

Well, selamat membaca readers ^^ Dan mohon, jangan menjadi silent readers

Memories13

Poster credit: sasphire.wordpress.com

 

Battle… Start!

 

“Disana!!”

Luhan-lah yang melesat paling depan. Tanpa melihat sekelilingnya, ia hanya terus melesat, mengabaikan saudara-saudaranya yang berusaha mengejar di belakang.

“Hyung!! Chankammaann!!” teriak Sehun dari belakang, namun Luhan kembali mengabaikannya.

“Yong Mi dalam bahaya!! Kita tidak punya waktu untuk menunggu!!” balas Luhan keras. Tidak ada lagi saudara-saudaranya yang berani untuk membantah, karena tujuan mereka semua sama.

Untuk menyelamatkan Yong Mi.

+++

“Kumohon! Izinkan aku untuk kembali ke bumi, satu kali saja!!”

Seorang yeoja tampak benar-benar memohon di depan seorang namja. Namja itu adalah pemimpin dari para wingstale, sedangkan yeoja itu adalah sebuah roh yang tampak biasa saja.

“Tidak. Kau tidak mempunyai hak apa pun untuk kembali menginjak bumi.” Jawab namja itu dengan nada datar. “Lagipula, kau bisa melakukan apa untuk menghentikan takdir yang akan terjadi sebentar lagi?”

“Tapi takdir ini salah!!” teriak yeoja itu. “Kalian salah menafsirkannya!!”

Namja itu tidak menanggapi ucapan sang yeoja. Ia mendorong yeoja itu kasar, membuat sang yeoja jatuh ke atas tanah.

“KALIAN SALAH!! JIKA SAJA SANG PEMIMPIN TAHU AKAN HAL INI, AKU YAKIN KALIAN AKAN DIUSIR DARI JABATAN PEMIMPIN WINGSTALE!!”

+++

“Kenapa, Yong Mi?” tanya Hyunwoo dengan nada prihatin-atau lebih tepatnya, berpura-pura prihatin. “Kau takut EXO akan mati? Kau takut jika suami-suami tercintamu itu akan pergi meninggalkanmu?”

Yong Mi tidak menggubris perkataan Hyunwoo.

“Seharusnya kau lebih memilihku, Yong Mi. Aku jelas lebih dapat menjagamu dibandingkan mereka. mereka hanya dapat mencelakaimu. Kalau saja mereka tidak membawamu dulu, kau tidak akan mengalami semua kejadian i-“

“Tutup mulutmu.”

Hyunwoo terbelalak. Ia tidak menyangka bahwa Yong Mi akan berbicara sedingin itu padanya.

“Sepertinya mereka juga mengubahmu…” ucap Hyunwoo datar. Ia berbalik, menatap anggota BAP. “Persiapkan diri kalian. Sepertinya kita akan ikut bertarung.”

Yong Mi terkejut.

“Oppa, kau tidak akan-“

“Tutup mulutmu.” Ucap Hyunwoo memotong perkataan Yong Mi dingin, kemudian ia berjalan keluar bersama BAP, menanti kedatangan EXO.

+++

“Luhan hyung! Tunggu dulu!!”

Chen menahan Luhan, namun Luhan menepis tangannya.

“Yong Mi dalam bahaya! Kalau tidak cepat, dia bisa…”

“HYUNG! LAWAN KITA BUKAN SESUATU YANG DAPAT DIREMEHKAN!!”

Teriakan Sehun itu membuat mereka semua berhenti. Sehun berjalan ke arah Luhan dan-

PLAK!

Dia menampar Luhan.

“Kami tahu kalau hyung benar-benar ingin menyelamatkan Yong Mi.” Ucap Sehun. “Tapi menyerang tanpa strategi? Hyung, kita akan menjadi tikus dalam karung!”

Luhan terdiam.

“Kita harus memikirkan suatu strategi.” Ucap Chen pelan. Ia memainkan sebuah kertas di tangannya. “Informasi mengenai U Kiss telah kudapatkan. Aku tidak tahu apakah informasi ini benar atau tidak, tapi kita akan memastikannya.”

+++

“Apa yang harus kulakukan?” gumam yeoja itu pelan. Ia menatap ke arah bumi, dimana Hyunwoo, BAP, dan U Kiss sedang bersiap untuk menyambut EXO. Lalu ia menoleh ke sebelahnya, dimana ia melihat EXO sedang berunding mengenai strategi mereka.

“Eomma! Ottokhae? Oppa akan segera bertarung… Apa yang harus kita lakukan?” tanya yeoja itu pada seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari mereka.

“Eomma tidak tahu, sayang… Tapi takdir telah menggariskan, bahwa mereka akan kalah… Yong Mi akan mati dan menjadi wingstale, sedangkan U Kiss juga akan mati. Semua saudaramu di EXO… juga akan mati…”

“Ti, tidaakk!!” ucap yeoja itu seraya menggeleng cepat. “Pasti ada yang salah. Pasti ada sesuatu yang salah! Oppa dan Yong Mi tidak boleh mati. Takdir ini ada yang salah!!”

Yeoja itu segera berlari, membuat sang wanita berteriak memanggilnya.

“Hyura…! Tunggu, Hyura!”

+++

Trang!

Kris segera menahan serangan pedang dari Eli, namun satu pedang yang berada di tangannya tersebut tampak tidak cukup untuk menahan dua pedang yang berada di tangan Eli. Chanyeol segera menarik Kris menjauh.

“Dimana Yong Mi?!” tanya Chen yang telah berdiri di hadapan mereka, siap untuk meluncurkan petir yang ia miliki kapan pun yang ia mau.

“Perlukah kalian mengetahuinya?” balas Kevin datar. Luhan hampir saja menyerangnya jika tidak ditahan oleh Sehun.

“Yong Mi milik kami! Kenapa kalian selalu ingin merebutnya?!” tanya Xiumin kesal. Alexander mencibir.

“Yong Mi bukan milik siapa pun. Dan juga, kalian tidak berhak memilikinya sama sekali.” Jawab Alexander seraya memainkan api di tangannya. Semua anggota EXO tidak ada yang mau menatapnya.

“Lagipula, aku telah meminum darahnya…” ucap Kevin seraya menjilat ujung bibirnya, seakan ingin memamerkan pada EXO bahwa Yong Mi adalah miliknya. “Bagaimana kalau aku membuat ia meminum darahku?”

“JANGAN HARAP!!”

Tanpa ragu, EXO segera menyerang U Kiss.

+++

“Pertarungan telah dimulai.” Ucap Himchan melapor pada Hyunwoo.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Hyunwoo. Himchan memejamkan matanya, menggunakan penglihatan jarak jauh miliknya.

“Sulit untuk diprediksi, tapi sepertinya pertarungan masih bercampur. Mereka saling menyerang satu sama lain. Tidak ada yang berpisah atau menjauh.” Jawab Himchan. Ia mengernyit. “Tunggu, sepertinya ada sebuah cahaya yang datang… tapi cahaya ini lemah. Cahaya ini berasal dari luar!”

Cahaya? Batin Hyunwoo bingung. Ia segera melesat untuk melihat arena pertarungan, namun ia tidak melihat adanya cahaya sama sekali. “Tidak ada cahaya! Bagaimana bisa…”

“Cahaya itu tidak bisa dilihat dengan kasat mata.” Ucap Himchan seraya membuka matanya. “Hanya mata batin yang bisa melihat, namun tenanglah. Cahaya itu tidak akan bisa ikut campur dalam pertarungan.”

Hyunwoo menghela nafas. Ia kembali duduk dan menantikan hasil dari pertarungan tersebut.

“EXO akan segera kalah…” gumam Hyunwoo seraya tersenyum sinis. “Mereka akan kalah, dan Yong Mi akan jatuh pada tanganku…”

+++

Shin Dongho / Dongho

Mereka masih berusaha menyerangku dengan pedang, namun serangan itu kutangkis dengan mudah. Sepertinya membosankan karena terus bermain dengan mereka…

“Bagaimana kalau kita mulai serius?” tanyaku seraya menyeringai. Aku berpindah dengan cepat ke samping Lay dan memegang pedangnya selama 3 detik, kemudian melepaskannya dan menjauh.

“Apa yang kau-“

Lay berusaha menebasku dengan pedang itu, namun pedang itu sama sekali tidak menyakitiku sama sekali. Pedang itu memang menyentuhku, tapi benda itu tidaklah tajam lagi.

Gotcha.” Ucapku dan aku segera menendangnya. Ia terpental sekitar 10 meter jauhnya. “Kau mengerti, Lay? Apa pun benda yang kusentuh, maka benda itu tidak akan lagi seperti semula.”

Sehun menyerangku dari samping, namun dengan mudahnya aku menangkis serangannya dan menendangnya tepat diperut.

“Kenapa kalian lemah seperti ini? Membosankan~”

Mereka meringis.

+++

Woo Sung Hyun / Kevin

Kai dan Luhan menyerangku tanpa ampun, membuatku sedikit kewalahan. Satu lawan dua, ini tidak adil.

“Bagaimana kalau satu lawan satu dulu?” ucapku dan dengan cepat aku mendorong Luhan menjauh. Kai berusaha mengambil kesempatan untuk menyerangku, namun aku segera membuat perisai.

Pedangnya tidak dapat menembus perisaiku.

“Kau…?!” ucapnya tidak percaya. Aku tertawa.

Krystal Art, sangat mudah, bukan?” ucapku. Aku mengubah perisaiku-yang terbuat dari kristal-tersebut menjadi pedang, kemudian aku segera menyerangnya.

Sedangkan Luhan sendiri telah kukurung dalam sebuah penjara yang terbuat dari kristal.

“Lepaskan Luhan hyung!!” teriak Kai kesal, namun aku menggeleng.

“Tidak, tidak. Melepaskannya justru akan membuat kerugian untukku.” Jawabku seraya menyerangnya lagi. “Kau akan kubereskan terlebih dahulu, karena kau dulu pernah menyerangku dan menodai wajahku ini.”

+++

Shin Soohyun / Soohyun

Siapa nama namja yang berusaha menyerangku ini? Ah, kalau tidak salah namanya Xiumin.

“Aku kecewa melihat kemampuanmu.” Ucapku yang memancing emosinya. Ia mundur dalam sekejap dan mengeluarkan es dari tangannya.

Dia justru melakukan suatu hal yang salah.

Sebelum es itu sempat menyentuhku, aku segera mencairkannya dengan mengeluarkan api dari dalam mulutku. Bukan sembarang api, tapi api hitam yang tidak akan bisa dipadamkan oleh air.

Dan es itu mencair dengan cepat, bahkan apiku berhasil melukai tangannya.

“Argh!”

“Lemah!!” ucapku dan aku mengayunkan pedangku, melukai lengannya yang lain. “EXO memiliki orang lemah seperti kau. Seharusnya mereka MALU!”

Dia tampak semakin marah.

+++

Yeo Hoon Min / Hoon

Ahh… Aku tidak memegang apa pun dan sekarang Chanyeol dan Baekhyun mengerumuniku.

“Kau… namja brengsek yang beraninya merebut Yong Mi dari kami…” ucap Baekhyun dan aku melihat kilatan cahaya dari matanya.

“Kenapa kau masih ragu, Baekki? Bunuh saja dia.” Ucap Chanyeol tenang. Mereka meremehkanku ternyata…

“Kau saja yang membunuhnya, Yeollie.”

Menjijikkan.

“Kalian terlalu lama! Pedang, datanglah ke tanganku!”

Dalam sekejap, dua pedang mereka berpindah ke tanganku. Mereka tampak terkejut, sedangkan aku menyeringai.

“Kaget? Jangan meremehkan seorang call identity sepertiku!”

+++

Kim Kyong Jae / Eli

Trang trang trang!!

Suara pedang yang saling beradu. Itulah yang terdengar di telingaku. Sekarang, aku sedang meladeni Chen yang menyerangku dengan penuh semangat (?). Tapi sayangnya… kemampuannya itu masih jauh berada di bawahku.

“Sebenarnya kemampuanmu itu cukup baik.” Ucapku seraya meladeninya dengan satu tangan. “Sayangnya, kau tidak akan bisa melebihiku, Chen. Meskipun aku tidak punya kemampuan sepertimu, tapi keahlian tanganku adalah yang terbaik.”

Ia tidak menjawab, yang ia lakukan hanyalah menjauh dariku.

“Terima kasih telah memberitahukannya padaku, Eli.”

Aku mengernyit. Apa yang ia maksud?

+++

Lee Kiseop / Kiseop

Buakk!!

Suho-namja yang sangat lemah itu-terpental jauh. Aku segera melesat ke arahnya lagi dan memukulnya lebih kuat.

Bakkk!!!

“Ugh!” ia memuntahkan darah. Aku segera menendangnya sehingga ia terkapar di atas lantai.

“Bagaimana, Suho? Sakitkah?” tanyaku dan aku menginjak perutnya kuat, membuat darah yang ia muntahkan semakin banyak. Aku menyeringai. “Jadi, kau akan menemui heaven atau hell terlebih dahulu?”

“Jus… tru kaulah… yang akan mati…” jawabnya yang membuatku naik pitam. Aku segera menghantamnya lagi, namun ia… menghilang?

+++

Kim Jaesup / AJ

Bunyi pedang yang beradu dengan pedang ini membuat aku terganggu. Aish, waktuku untuk membaca buku jadi terganggu.

“Kau!!”

Dio menyerangku, namun aku segera melafalkan sebuah mantra. Apa yang terjadi setelahnya? Yaah, gerakannya melambat-lebih tepatnya, terlihat seperti sebuah slow motion bagiku. Tanpa ragu aku menendangnya kuat, membuat ia segera terpental.

“Astaga… Kau sepertinya tidak memperhitungkan banyak hal.” Ucapku seraya menggelengkan kepalaku. “Menyerang tanpa memperhitungkan bahwa aku bisa membunuhmu hanya dengan satu mantra?”

“Tidak…” jawab Dio seraya berdiri. “Justru mantramu itu memberitahukan banyak hal padaku.”

+++

Alexander Lee Eusibio / Alexander

Kris menyerangku tanpa ragu. Aku hanya berusaha menahan serangannya.

“Hey, Kris!”

Ia menatap mataku dan-gotcha!

“Sial!” gerutu Kris seraya menjauh dariku, namun terlambat. Aku segera menyerangnya dengan kekuatan api miliknya sendiri.

“Salahmu kenapa menatap mataku, Kris.” Ucapku seraya terbang ke atas langit. “Kau sendiri tahu bahwa aku bisa meniru kemampuan apa pun.”

“Tidak apa-apa…” ucap Kris seraya mengikutiku terbang. “Setelah mengetahuinya, itu justru membuatku lega.”

Lega? Apa yang ia maksud?!

+++

Kim Ki Bum / Ki Bum

Kemampuan pedang milik Tao tidak dapat diremehkan, karena sedari tadi ia selalu menyerangku tanpa henti, sehingga aku tidak dapat membalas serangannya.

Namun siapa pun pasti memiliki batas tenaga. Disaat ia mulai memelankan gerakannya, aku segera memanfaatkan kesempatan itu.

“Ikat dia!”

Aku menggerakkan tanganku dan dalam sekejap tumbuhan dari arah luar menjalar ke dalam dan mengikat tubuh Tao erat, sangat erat.

“K-kau!!”

Aku tersenyum sinis.

“Akibat kalau terlalu meremehkan~” ucapku. Aku memerintahkan tumbuhan itu agar mencekiknya, namun pedangnya itu memotong tumbuhan berhargaku.

“Saatnya kami berganti peran. Terima kasih telah memberitahukan kekuatanmu, Ki Bum!”

+++

Hyunwoo menyadari ada yang aneh. Yah, semua anggota EXO memang telah terluka, tapi baginya tetap ada yang aneh…

“Apa yang terjadi?!” tanya Hyunwoo pada Himchan. Himchan segera menggunakan penglihatannya.

“Tu, tunggu dulu…” ucap Himchan yang membuat semua orang yang ada disitu menoleh ke arahnya. “EXO… berpencar?”

+++

Flashback

“Kalian telah mengerti akan kemampuan mereka semua, bukan?” ucap Chen. Semua anggota EXO mengangguk. “Baiklah, ini simulasi perlawanan jika informasi yang kudapat ini benar. Xiumin hyung dan Kris hyung akan melawan Soohyun. Luhan hyung akan melawan Hoon. Suho hyung dan Chanyeol akan melawan Kevin. Lay hyung akan melawan Alexander. Baekhyun hyung dan Sehun akan melawan Dongho. Aku sendiri akan melawan Ki Bum. Dio akan melawan Kiseop. Tao akan melawan Eli. Kai akan melawan AJ.”

Chen menarik nafas. Ia menatap semua saudaranya itu.

“Semoga kita semua berhasil… hanya untuk menyelamatkan Yong Mi.”

Flashback Ends

+++

Sehun-Baekhyun vs. Dongho

Dengan kemampuan cahayanya, Baekhyun menyudutkan Dongho di sudut ruangan. Dongho kesulitan untuk menyerang, karena ia tidak dapat melihat apa pun di hadapannya.

“Argh… Kalian!!” gerutu Dongho kesal. Ia menyerang secara asal, namun Baekhyun dengan mudah menghindari serangannya.

“Sehunnie, kau ingin mengambil kesempatan ini?” tanya Baekhyun. Sehun mengangguk cepat.

“Tentu saja, hyung! Lihat saja ini!”

Sehun menggerakkan tangannya dan-wusshh-angin berhembus dengan kencang, menembus ke balik cahaya Baekhyun, menerpa Dongho.

“Huwaaaaaaaaaaa!!!”

Dongho terpental jauh, bahkan menembus dinding di belakangnya di akibatkan angin Sehun yang terlalu kuat.

“Kita berhasil!” ucap Sehun dan Baekhyun, lalu mereka ber-high five ria.

+++

Chanyeol-Suho vs. Kevin

Kevin masih berusaha untuk menyerang Suho dengan kristal-kristalnya, namun Suho segera menghindar. Chanyeol tidak dapat membantunya, karena ia sendiri terkurung dalam penjara kristal milik Kevin dikarenakan menyelamatkan Luhan.

“Lihatlah, kalian terlalu lemah!” ucap Kevin seraya menghantam Suho dengan kristalnya. Suho kembali memuntahkan darah segar, sedangkan Chanyeol hanya dapat menatap semua adegan itu dengan hati yang perih.

“Ugh…” rintih Suho seraya memegang perutnya. Air yang tergenang di sekeliling mereka kemudian digerakkan oleh Kevin, dan secara cepat terbentuklah kristal dari air tersebut.

“Kalian mengatur strategi? Kalau begitu, kalian salah karena memilihku sebagai lawan kalian!” ucap Kevin seraya kembali menyerang Suho dengan kristalnya. Kristal yang berbentuk pedang itu berhasil menggores wajah tampan Suho.

“Hyuuuungggg!!” teriak Chanyeol dari balik jeruji. Kevin merasa terganggu, sehingga ia memilih untuk menghabisi Chanyeol terlebih dahulu.

“Kau mengganggu!” ucap Kevin kesal, lalu ia menghujamkan pedang kristalnya pada tubuh Chanyeol, namun…

Zrasshhh…

Kristal itu kembali menjadi air. Kevin terbelalak melihatnya.

“A… apa?!”

Ia segera menatap ke depan, melihat ke arah Chanyeol yang memasang wajah penuh kemenangan.

“Kristal hampir menyerupai es, sehingga aku bisa dengan mudah mencairkannya.” Jawab Chanyeol dengan nada datar. Kevin melangkah mundur, menyadari bahwa lawannya itu adalah kelemahannya sendiri. “Mianhae, Suho hyung. Aku membuatmu terluka seperti ini.”

“Gwenchana…” jawab Suho seraya berdiri. Ia membersihkan darah yang mengalir di sudut bibirnya. “Jadi, sekarang kau sudah bisa menyerangnya?”

“Tentu saja!” ucap Chanyeol. “Bahkan, aku bisa membakarnya sampai hancur menjadi debu.”

Kevin berusaha untuk menghindar, namun Chanyeol telah menguncinya dengan api.

+++

Xiumin-Kris vs. Soohyun

Kris masih berusaha untuk mengerahkan api miliknya agar api berwarna hitam milik Soohyun tidak dapat menyentuhnya. Api melawan api, kemenangan hanya dapat dipastikan dari siapa yang terkuat.

“Xi-Xiumin hyung… Kau tidak apa-apa?” tanya Kris pada Xiumin yang berlindung di belakangnya. Xiumin menggeleng tanpa menjawab, karena suaranya seakan tidak ingin keluar dari pita suaranya.

Sementara itu, Soohyun sendiri tampak kelelahan. Perlahan, api hitam miliknya mulai melemah. Kris tersenyum puas, tahu bahwa ia akan segera menang…

“Tidak akan kubiarkan!!” teriak Soohyun marah. Tangan kirinya meraih pedang yang tadi dilemparkan Kris ke arahnya, dan secara tiba-tiba pedang itu terserap masuk ke dalam tubuh Soohyun. Api hitamnya yang tadi melemah sekarang kembali menjadi kuat, membuat Kris terdesak.

“K-Kris…” ucap Xiumin yang terkejut melihat situasi berbalik drastis. Kris terdorong ke belakang akibat kekuatan dari api hitam dari Soohyun yang terus mendesaknya. Xiumin tidak tahu apa yang harus diperbuat.

“Ingat penjelasan dari Chen, Xiumin! Ingat!!” gumamnya pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengingat, bahwa kemampuan Soohyun adalah api hitam yang dapat menghanguskan secara langsung… Tapi api hitam itu lemah terhadap-

“Itu dia!!”

Xiumin melesat ke samping Soohyun, dan tanpa ragu ia mengerahkan kemampuan es miliknya-untuk membekukan api hitam Soohyun!

“A-apa?!!”

Soohyun segera mundur ke belakang. Ia menatap tidak percaya pada api hitamnya yang sekarang telah membeku di udara. Api hitam itu memang masih berbentuk seperti api, tapi api itu tidak akan bisa membakar orang lain.

“Kelemahanmu telah kami temukan.” Ucap Xiumin seraya memainkan es di tangannya. “Salju, yang merupakan pengendapan dari air dan es akan membuat apimu menjadi beku. Kris, serang dia!”

“Arasseo!” jawab Kris yang segera menyerang Soohyun, membuat namja itu sekarang tidak dapat melakukan apa pun lagi.

+++

Luhan vs. Hoon

Trang trang!

Pertarungan pedang antara Luhan dan Hoon masih berlangsung sengit, namun mereka bukan hanya bertarung pedang saja. Sesekali Luhan menggunakan kemampuan telekinesisnya untuk membuat benda yang ada di sekelilingnya terlempar ke arah Hoon, dan Hoon pun tidak menyerah begitu saja. Ia balas menyerang Luhan dengan menggunakan kemampuan call identitynya-dimana ia dapat memanggil benda apa pun dalam radius 10 meter, dan benda itu akan muncul di tangannya.

TRANG!

Pedang Luhan hampir menyentuh leher Hoon, dan pedang Hoon juga hampir menyentuh leher Luhan. Mereka saling bertatapan satu sama lain, menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah meskipun mereka harus mati!

“Kau akan mati, Luhan.” Ucap Hoon yang dibalas dengan tawa dari Luhan.

“Justru kau yang akan mati, Hoon.” Jawab Luhan datar. Mereka masih saling bertatapan, kemudian dua kalimat berbeda keluar dari mulut mereka dalam waktu yang bersamaan.

“Pedang Luhan ke tanganku!”

“Telekinesis!”

Pedang di tangan Luhan segera berpindah ke tangan Hoon, sedangkan pedang yang dipegang oleh Hoon terlemparkan ke udara. Sekarang, mereka berdua akan bertarung dengan tangan kosong.

“Kau-“

Sebelum Hoon sempat menyelesaikan kalimatnya, Luhan telah menghajarnya dengan kuat. Siapa yang mengira bahwa ia sendiri telah berlatih untuk bertarung dengan tangan kosong?

+++

Tao vs. Eli

Trang trang trang trang trang trang trang!

Sengit. Tao dan Eli saling membenturkan pedang mereka tanpa henti.

“Menyerahlah.” Ucap Tao pelan. Ia mengayunkan pedangnya dan-

Wusshh! Trang!

Pedang di tangan kiri Eli terlempar dan jatuh ke atas tanah. Eli meringis.

“Kau membuatku marah, Eli.” Ucap Tao dingin. Ia kembali menyerang Eli, namun Eli masih dapat menahannya dengan pedang di tangan kanannya.

Trang trang trang! Sraattt!

Eli memegang perutnya yang terluka akibat sayatan dari pedang Tao.

“Akibat karena kau melukai Chanyeol hyung.” Ucap Tao. Lalu ia kembali mengayunkan pedangnya lagi

Srattt!!

Pedang itu melukai wajah Eli.

“ARGH!!”

“Akibat karena kau berani mengambil Yong Mi dari kami.”

+++

Dio vs. Kiseop

Kiseop selalu berusaha untuk menghindar dari serangan tanah Dio. Sedikit keuntungan baginya, karena ia belum menggunakan kekuatannya sedikit pun.

“Kau hanya bisa menghindar?!” teriak Dio memancing amarah Kiseop. Dio kembali melemparkan gumpalan tanah seberat 100 kali beratnya.

Buakkk! Prak… Prak…

Mata Dio terbalak. Dibalik gumpalan tanah yang pecah itu, ia melihat Kiseop masih berdiri dengan tegaknya, tanpa luka sedikit pun. Tangan Kiseop terkepal dan teracung ke depan.

“Kau belum puas ketika aku menghantam Suho dengan tanganku ini, Dio?” tanya Kiseop santai. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. “Kau ingin aku membuat tubuhmu penuh luka juga seperti Suho?”

Dio menyeringai.

“Ani, justru kau yang akan penuh luka.” Bisiknya pelan, dan kemudian ia menghilang dari pandangan Kiseop.

“Mwo?! Kemana kau?!” teriak Kiseop seraya melihat sekelilingnya, berjaga dari serangan Dio.

Grep!

“Bersiaplah untuk mati, Kiseop.”

Dio muncul dari belakang Kiseop, memegang bahunya. Ia mengerahkan kekuatannya, mengangkat Kiseop ke atas udara, kemudian menghempaskannya ke tanah dengan kuat. Akibatnya? Tubuh Kiseop yang terhempas berhasil membuat lubang sedalam 5 meter.

+++

Kai vs. AJ

AJ masih tetap tenang membaca bukunya. Ia menggunakan mantra ‘tak terlihat’ agar tidak ada musuh yang menyadari dimana ia berada.

“Sepertinya saudaraku dalam bahaya…” gumam AJ ketika melihat beberapa anggota U Kiss mulai terdesak. Perlahan, ia mulai membacakan mantra-

“Sebelum kau menghilangkan dirimu, lebih baik kau belajar untuk menghilangkan deru nafasmu dulu.”

AJ terkejut ketika seseorang memegang bahunya dan menghempaskannya ke arah dinding. Mantranya patah dalam sekejap. Ia terjatuh ke atas lantai.

“Si-siapa?!” teriak AJ marah. Seorang namja berdiri di depan AJ, memasang wajah angkuhnya.

“Tubuhmu memang tidak terlihat, sayangnya suaramu masih dapat terdengar.”

AJ menatap namja itu marah.

“Kai…” desis AJ pelan. Ia bersiap untuk mengucapkan mantra lagi, namun Kai segera menghajarnya.

“Kelemahanmu, kau hanya bisa menggunakan mantra dengan mengucapkannya. Jadi bagaimana kalau aku mengunci mulutmu terlebih dahulu?”

Dan Kai kembali menghajarnya.

+++

Lay vs. Alexander

Lay menatap Alexander dengan tenang. Ia tersenyum tipis.

“Kau meniru kekuatan Kris hyung, bukan?” tanya Lay ceria, membuat Alexander mengernyit sesaat. “Sayangnya, itu tidak adil sekali untukku. Bagaimana kalau kau meniru kekuatanku lalu kita bertarung dengan adil?”

Alexander berjalan mundur sesaat. Ia tidak tahu apa kekuatan yang dimiliki oleh Lay, sehingga ia tidak mau menatap mata Lay. Kekuatan Alexander adalah meniru kekuatan orang lain dengan tatapan matanya, dan jika ia meniru tanpa tahu kekuatan orang itu…

“Tatap aku, Alexander.”

Tanpa ragu, Lay segera menyerang Alexander dengan pedangnya, membuat Alexander kehilangan konsentrasi dan menatap mata Lay.

Gawat! Batin Alexander panik. Ia segera berjalan mundur. Apa boleh buat, aku harus mencoba kekuatannya!

Alexander berniat untuk menyerang Lay, namun ia tercengang ketika melihat hanya sebuah cahaya putih yang keluar dari tangannya.

“Kemampuanku adalah healing.” Ucap Lay seraya kembali tersenyum. “Hanya itu kemampuanku.”

Satu sabetan pedang dari Lay mendarat di perut Alexander.

“Terima kasih telah meniru kemampuanku yang tidak akan membahayakan orang lain ini.”

+++

Chen vs. Ki Bum

“Ugh…”

Chen sedang berada dalam situasi yang cukup sulit. Kedua tangannya terlilit oleh tumbuhan berduri tajam yang dikendalikan oleh Ki Bum, dan tentu saja, duri-duri itu menggores tubuhnya.

“Balas seranganku, Chen!” teriak Ki Bum marah, karena saudara-saudaranya yang lain tampak kesulitan melawan musuhnya masing-masing. “Kau tidak mau membalas? Kalau begitu biar aku membunuhmu!”

Ki Bum memperat lilitan tumbuhan itu pada tubuh Chen, namun…

Ctarr!

Tiba-tiba saja kilatan petir menyambar tumbuhan itu, membuat sang tumbuhan hangus dan mati. Ki Bum terkejut melihatnya, sedangkan Chen hanya tersenyum.

“Maaf, kekuatanmu tidak ada bandingannya dengan milikku. Kami sengaja membiarkan kalian menyerang kami terlebih dahulu, membuat kalian merasa menang, baru membalas kalian semua.” Ucap Chen seraya memainkan sebuah kertas di tangannya. “Karena kami harus menyimpan tenaga kami untuk melawan parawingstales… Bagaimana kalau kita sudahi saja semua ini?”

Dan Chen mengeluarkan petir dari seluruh tubuhnya, untuk menghantam Ki Bum.

+++

Hyunwoo menggeram. Melihat situasi yang benar-benar berbalik ini, membuat ia merasa bahwa ia harus segera turun tangan.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Zelo pada Hyunwoo. Hyunwoo segera berdiri.

“Matikan U Kiss. Kita sendiri yang akan melawan EXO.”

Yong Mi terbelalak.

“Andwae! Berhenti, oppa! Berhenti!” ucap Yong Mi panik, namun perkataannya itu diabaikan oleh Hyunwoo.

“Kau tunggu saja disini, Yong Mi. Kau hanya perlu melihat bagaimana kami akan menghancurkan EXO…”

Dan ia berjalan pergi, bersama dengan anggota BAP.

“ANDWAEEEEEE!!!!”

+++

Perang masih berlangsung, namun tiba-tiba saja seluruh anggota U Kiss terjatuh ke atas tanah.

“Ugh…”

“Uaaggghhh!!!!”

Mereka merasakan kesakitan yang teramat sangat dalam diri mereka, kemudian… mereka musnah.

“A-apa yang terjadi??” tanya Baekhyun bingung. Tidak ada yang menjawab pertanyaannya.

“Pertarungan kalian dengan U Kiss telah selesai.”

Semua anggota EXO segera menoleh ke arah suara. Hyunwoo beserta BAP melayang rendah, tidak jauh dari mereka berdiri.

“Kau, Lee Hyunwoo…” ucap Luhan pelan. Ia menggenggam pedangnya dengan kuat. “Kembalikan Yong Mi kami.”

“Yong Mi kalian?” tanya Hyunwoo, kemudian ia tertawa. “Sejak kapan Yong Mi menjadi milik kalian?”

“Sejak ia menjadi istri kami.” Jawab Kris datar.

“Derajat saudara jauh lebih tinggi dibandingkan suami.” Ucap Hyunwoo dingin.

“Salah. Derajat suami justru jauh lebih tinggi dibandingkan saudara.” Balas Xiumin, membuat Hyunwoo menjadi berang.

“Yong Mi sudah seharusnya menjadi wingstale, dan kalian dengan seenaknya mengubah ia menjadivampire…” ucap Hyunwoo lagi.

“Itu takdirnya, karena ia memenangkan proses transferisasi.” Balas Sehun. “Kau telah merebut Hyura dari kami, kenapa kau ingin merebut Yong Mi juga?”

“JANGAN MENGUCAPKAN NAMA ITU DI DEPANKU!!”

Tiba-tiba saja, terdapat begitu banyak pasir yang mengelilingi EXO. Mereka semua terkejut, sama sekali tidak menyangka akan kekuatan Hyunwoo.

“Mati! Kalian semua harus MATI! Serang mereka!!”

Semua anggota BAP mengelilingi EXO, namun EXO sama sekali tidak dapat melihat mereka karena terhalangi oleh pasir itu. Jongup berkonsentrasi.

“Api… Balutlah mereka semua.” Ucap Jongup pelan, dan seketika tubuhnya mengeluarkan beribu-ribu api, dalam bentuk… kupu-kupu kecil.

“Hyung!! Ada api!!” teriak Kai ketika menyadari kupu-kupu api itu menyerang mereka. Suho segera bergerak.

“Minggir semua!” teriak Suho dan ia membentuk perisai yang melindungi mereka semua dari kupu-kupu api tersebut. Namun apa daya, ia hanya satu orang vampire yang melawan 1 orang wingstale.

Daehyun mengayunkan tangannya, matanya terpejam.

“Wahai bunga… serang mereka!”

Bunga-bunga yang berada diluar gedung itu tiba-tiba saja terangkat dan masuk ke dalam, menelusup ke balik pasir dan juga perisai air milik Suho. Xiumin segera membantu Suho dengan membuat air tersebut menjadi es, sehingga beberapa bunga tidak dapat masuk ke dalam.

“Bunga apa ini?!” tanya Tao ketika satu bunga telah menempel pada tangannya. Satu detik kemudian, ia menjerit kesakitan. “AAAAAAARRGGHHHH!!!”

Benang sari di dalam bunga itu, berubah menjadi duri tajam dan menusuk tubuh Tao.

“Huwaa!” “Arghhh!!”

Daehyun tersenyum puas mendengar jeritan kesakitan dari EXO. Kali ini Yongjae yang bergerak.

“Datanglah badai! Badai yang besar di dalam pasir!!”

Sekejap, EXO melihat adanya badai yang menyerang mereka. Perisai Suho dan Xiumin pun pecah akibat badai itu.

“Ikat mereka!” teriak Himchan seraya mengendalikan tali yang muncul dari balik sayapnya. Tali itu mengikat semua anggota EXO dengan cepat. EXO terdesak!

“Wahai batu… hantam mereka semua!” ucap Yong Guk pelan. Batu-batu kerikil yang terdapat diluar gedung segera terbawa ke dalam, menghantam tubuh seluruh anggota EXO tanpa hentinya. Kini, mereka semua telah berlumuran darah.

“Serangan terakhir…” ucap Zelo pelan. Ia menarik nafas dalam, dan bersamaan dengan itu sayapnya terbentang lebar. “Wahai sayapku, bunuh mereka semua!”

Bulu-bulu pada sayap Zelo berubah menjadi tajam dan tergerak menuju ke arah anggota EXO.

“Sayap itu beracun. Sekali kalian tergores… matilah kalian.” Ucap Zelo. Ia tersenyum sinis. Sekarang, semua anggota EXO telah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada diri mereka…

“Berhenti!!!!!!”

Sekejap, bulu-bulu sayap itu berhenti bergerak. Zelo terkejut, karena tidak ada yang bisa menghentikan gerak bulunya itu…

“Berhenti…”

Disana, di depan anggota EXO yang terikat, ada seorang Yong Mi yang sedang berdiri seraya menahan gerakan sayap Zelo.

“Yong Mi?!!”

+++

Yeoja itu terkejut ketika melihat Yong Mi menahan kekuatan Zelo.

“Ba, bagaimana Yong Mi bisa menahannya?!” tanya yeoja itu pada dirinya sendiri. Ia melihat sepasang sayap berwarna putih bersih membentang di punggung Yong Mi. “Kekuatan wingstale-nya… baru keluar sekarangkah?”

Ia segera menatap ke arah langit, melihat ke arah mana awan berjalan. Ketika ia menyadari bahwa awan tergerak menyebar ke segala arah, disaat itulah ia tahu akan satu hal.

“Takdir… akan berubah? Mengapa?”

“Park Hyura! Kau mengubah jalannya takdir!”

Yeoja itu kembali menoleh ke atas. Ia mendengar suara dari pemimpin para wingstale.

“Kau akan mengubah takdir. Cepat cegah mereka sebelum melakukan hal yang salah!!”

“Baik!” ucap yeoja itu, kemudian ia segera melesat masuk.

+++

“Oppa! Kumohon, berhentilah…”

Yong Mi berjalan terseok-seok ke arah Hyunwoo. Ia tadi mengerahkan hampir setengah dari kemampuannya untuk melepas tali cahaya dari Himchan, dan sekarang ia hampir kehabisan tenaga karena menahan serangan dari Zelo.

“Tidak! Kenapa kau selalu membela mereka sementara aku, kakakmu sendiri ada disini?!!!” teriak Hyunwoo dari atas. Pasir yang tadinya mengelilingi anggota EXO pun segera menghilang dikarenakan Hyunwoo tidak lagi berkonsentrasi.

“Tidakkah kau mengerti, oppa? Kita sudah berbeda alam! Kau uruslah kehidupanmu disana, dan aku bisa mengurus kehidupanku disini!” balas Yong Mi keras. Hyunwoo menjejakkan kakinya di atas tanah.

“Kau sudah seharusnya mati! Kau sudah mendapatkan sayap wingstale-mu, karena itu kau tidak boleh lagi hidup di dunia manusia! Kau seharusnya mati, Lee Yong Mi!!”

Hyunwoo menggerakkan tangannya dan seketika pasir-pasir kembali menyerang Yong Mi dalam sekejap, namun…

“Hentikan!”

Yong Mi terbelalak ketika ada 6 orang namja yang melindunginya dari serangan itu, dan 6 namja itu adalah…

“B… AP?” gumam Yong Mi tidak percaya. Sekejap, seluruh anggota BAP merasakan sakit yang sangat besar di dalam diri mereka masing-masing. Mereka jatuh terduduk di atas tanah. “A, apa yang terjadi?!”

“Kalian… melawan takdir…” gumam Hyunwoo pelan. “Kita diperintahkan untuk membunuh Yong Mi, tapi kalian justru melindunginya…”

Hyunwoo mendongak, tampak menantikan sesuatu.

“Hujan hijau. Kalian akan segera musnah, BAP.” Ucapnya, membuat Yong Mi segera sadar.

“Ti, tidak…” gumam Yong Mi seraya memegang tubuh Daehyun di depannya. “Kenapa kalian melindungiku? Kenapa kalian… mengorbankan diri kalian?”

Tidak ada anggota BAP yang menjawab. Sebaliknya, Kris-lah yang menjawab pertanyaan Yong Mi.

“Seorang wingstale namja, tidak akan bisa menolak pesona dari wingstale yeoja…”

Yong Mi terpekik. Ia tidak menyangka sama sekali semua akan terjadi seperti ini.

Zrasshh……

Hujan di dalam gedung. Bukan hujan air biasa, melainkan hujan air berwarna hijau. Tiba-tiba saja tubuh semua anggota BAP mengeluarkan darah berwarna merah, yang tampak sangat pekat pada baju putih mereka.

“Tidak, tidak…….”

Zelo hanya tersenyum tipis. Ia meraih tangan Yong Mi.

“Mianhae karena kami membuatmu mengalami kesulitan…” bisiknya pelan, dan kemudian…

Mereka menghilang, bersamaan dengan hilangnya hujan hijau tersebut.

“Khh…” gumam Hyunwoo kesal. Ia segera memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh Yong Mi, namun-

“HENTIKAN, LEE HYUN WOO!”

Hyunwoo terkejut ketika seseorang melesat masuk ke dalam, bahkan seluruh anggota EXO-dan juga Yong Mi-terkejut melihatnya.

“Hyu… Hyura?”

+++

Park Hyura / Hyura

Aku terlambat. Takdir baru berubah ketika aku menginjakkan kakiku di tempat ini. Takdir baru berubah… setelah BAP menghilang.

“Cukup. Hentikan semua. Takdir telah berubah.” Ucapku pada Hyunwoo. “Kau sudah bertindak tidak wajar. Kau hanya ingin Yong Mi berada di sisimu, karena aku sudah tidak bisa berada di sisimu, bukan?”

Ia tidak menjawab sama sekali.

“Aku tahu bahwa aku bukanlah wingstale seperti kalian. Aku hanyalah sebuah roh yang tidak dapat melakukan apa pun, yang tidak sepantasnya berada di sisi seorang wingstale.” Ucapku lagi. Aku menghampiri Yong Mi. Ia masih terkejut melihatku. “Tapi kau, berusaha untuk merebut Yong Mi dari mereka? Kau salah menafsirkan takdirnya.”

“Lalu apa?!” balas Hyunwoo masih keras kepala. “Yong Mi sudah seharusnya mati! Ia harus menjadi seorang wingstale!”

“Tidak!” ucapku tegas. “Jiwa manusia dia memang telah mati, dan dia sudah sepantasnya mendapatkan kekuatan wingstale! Tapi apa kalian tidak tahu, bahwa takdir ini mempunyai kelanjutannya?”

Ia tercengang, membuatku segera melanjutkan perkataanku.

“Yong Mi akan menjadi wingstalewingstale yang khusus berjaga di bumi. Menjaga semua makhluk bumi. Kau salah menafsirkannya karena kau hanya berpikir bahwa Yong Mi harus berada di sisimu, Hyunwoo. Semua wingstale salah menafsirkannya karena mereka hanya ingin wingstale terhebat ini menjadi milik mereka.”

Sekali lagi, mereka semua tercengang mendengarku.

“Dan kau juga mengecewakan aku.” Ucapku lirih. Aku menahan supaya air mataku tidak jatuh. “Percuma saja aku berusaha disana, untuk menjadi salah satu wingstale dengan perjuangan yang keras, kalau yang selama ini di pikiranmu hanyalah Yong Mi. Kau anggap aku apa, hah?! Aku mengalah di proses transferisasi karena apa? Karena aku mencintaimu, Lee Hyunwoo!”

Aku segera berbalik, tidak ingin Hyunwoo melihat air mataku yang jatuh. Tapi sayangnya, justru semua oppaku yang melihat aku menangis.

“Hyura…” suara Hyunwoo terdengar. Aku mengabaikannya.

“Jangan dekati dia, oppa.” Yong Mi melarangnya. Aku segera menoleh ke arah Yong Mi. “Kau sama sekali tidak pantas untuk bersama dengannya. Pergi. Kau benar-benar menyakiti perasaannya.”

Yong Mi segera memelukku. Aku sedikit terkejut, karena dulu… aku begitu jahat padanya.

“Gwenchana, Hyura…” ucapnya pelan. “Kau telah berjuang.”

Aku… aku…

“Saengie…”

Oppa-oppaku tampak berebutan untuk memelukku. Sekarang aku menangis semakin keras, melampiaskan semua rasa rinduku pada keluargaku.

“Huwaaaa!!! Oppaaaaaaaaaa!!!!!!”

Aku tidak tahu lagi, yang jelas aku melihat dengan samar bahwa Hyunwoo pergi. Ia kembali ke alamnya.

“Terima kasih telah melindungiku…” ucap Yong Mi padaku. “Aku benar-benar bersyukur kita terlahir sebagai belahan jiwa.”

Ya, belahan jiwaku…

“Hyura, kau tidak apa-apakah disana?” tanya Suho oppa padaku.

“Apa disana seru? Bagaimana kehidupanmu?” tanya Lay oppa. Mereka semua berebutan untuk bertanya padaku, membuatku tertawa. Aku merindukan mereka… tapi aku tidak dapat bersama dengan mereka…

“Tunggu, Hyura. Kau… mempunyai sayap?”

Perkataan Tao oppa membuatku segera melihat ke punggungku, dimana disana terdapat sebuah sayap putih bersih… Eh, sayap putih bersih?

“Kau lulus menjadi wingstale.”

Aku dan seluruh keluargaku terkejut ketika mendengar suara dari pemimpin wingstale.

“Dan tugasmu adalah, menjaga bumi bersama Yong Mi.”

Aku… ditugaskan di bumi? Bersama Yong Mi? Itu berarti…

“Hyura! Kita bisa tinggal bersama lagi!!” ucap Chen oppa antusias. Mereka semua kembali memelukku erat.

“Akhirnya… Keluarga kita berkumpul kembali! Aku senang, aku amat senang!!!” ucap Chanyeol oppa. Aku masih tidak percaya akan apa yang terjadi, sampai Yong Mi merangkulku.

“Aigoo, kau tampak bingung. Baiklah, Hyura. Biar kujelaskan. Kita berdua akan menjaga bumi ini, dengan kata lain kita akan tinggal bersama lagi! Kau kembali dalam wujud yang keren, Hyu!”

Aku tertawa. Kami seperti saudara kembar yang telah lama berpisah, lalu kembali dipertemukan.

“Tapi sebelum itu… kau jangan cemburu saat melihat kami mesra dengan Yong Mi. Kau tahu kan bahwa Yong Mi itu istri kami.” Ucap Luhan oppa yang membuat wajah Yong Mi berseru merah.

“Tentu saja, oppa! Aku ini sudah berubah! Jadi aku tidak akan cemburu lagi!” ucapku seraya menjulurkan lidah padanya. Kami semua tertawa.

Inilah akhir kehidupan keluargaku yang baru… Aku, EXO, dan juga Yong Mi, saudara kembarku.

+++

Sementara itu, di tempat dewan vampire…

“Para wingstale itu kalah.” Ucap Leeteuk. “Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

“Tenanglah, hyung.” Ucap Han Kyung santai. “15 vampire melawan 12 vampire dan 2 wingstales. Sebenarnya, itu hal yang mudah…”

“Ya, benar.” Ucap Sungmin. “Terlebih, kita mempunyai 3 vampire yang belum terdeteksi kekuatannya oleh orang lain…”

Mereka menatap ke arah 3 vampire yang tampak diam sedari tadi.

“Kyuhyun, Zhou Mi, dan Henry. Kalian akan berperan besar dalam rencana ini.”

vampire itu tersenyum datar.

“Tapi tenanglah!” ucap Leeteuk seraya menyenderkan tubuhnya di kursi. “Biarkan mereka bersantai terlebih dahulu. Sebaiknya, kita mempersiapkan semua rencana…”

“Jabatan dewan vampire ini hanya milik kita.” Ucap Ryeowook pelan. “Mereka tidak boleh mengambilnya.”

“Ya, ya. Kita hanya perlu menunggu tanggal untuk bergerak…” ucap Leeteuk. “Sebelum itu, bagaimana kalau kita menamatkan kisah yang berakhir bahagia ini?”

END

 

‘Memories’ akhirnya berakhir…

Disini, author hanya akan menyampaikan beberapa patah kata untuk para readers ^^ Terima kasih karena telah membaca serial ‘Soulmate’ dan ‘Memories’. Terima kasih telah memberikan komentar baik berupa dukungan ataupun kritikan ^^ Yang masih menjadi silent readers, tidak apa-apa  Maaf apabila kedua series ini menimbulkan kegalauan (?) karena author lama menyelesaikannya u_u

Dari bagian terakhir tadi, apakah readers tahu apa yang akan author sampaikan? Yup, another sequel! ^^ Tapi belum pasti, karena sequel ini sendiri belum author kerjakan ._.a Yang jelas, terima kasih banyak kepada para readers~ Apakah sequel ini gagal? Jujur saja, author banyak mengalami kemacetan di beberapa part u_u Tapi author selalu berusaha untuk melanjutkannya, jadi mianhae jika ada beberapa part yang pendek, tidak terlalu memuaskan bagi para readers.

Dengan demikian, berakhirlah FF ‘Memories’ ini… Sampai berjumpa di FF berikutnya, readers~ Author Lee Yong Mi mengundurkan diri, annyeong ^^

72 pemikiran pada “Memories (Chapter 13)

  1. Huaa bru bisa ngoment disini hehehe
    Abis nggkvsbr baca seluruh nya
    Maknya lngsung lanjut ke part selanjutnya
    Ohya ceritanya itu loh
    Wow banget berasa kayak nnton film seruu
    Romance nya sweet bngt trus action nya dapet banget 😱😱😱
    Uuuu kapan ni lanjutan nya thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s