3 Days For Love (Chapter 2)

Author:

  • Quidie (@qui1291)

Cast:

  • Kris (Exo)
  • Lay (Exo)
  • Oh Remi (OC)

Genre: Romance comedy

Length: Multichapter

3

Pertama, author mohon maaf klu udah ada yg pernah baca ff ni, krn mank dah prnah di publish di situs lain. Author cm pgen brbagi hsil krya sprti yg lainnya..keurigo neomu gomawoyo bwt yg dah brsedia baca^^

Namjachingu nya..” Celetuk Kris tiba-tiba. Baik Remi, Lay maupun Sani sama-sama terkejut mendengarnya.

Mw..mwo?!” Tanya Sani tidak percaya. Remi sendiri masih melongo ditempatnya.

Kris mengangguk mantap sambil tersenyum.” Um! Kenalkan..namaku Kris. Aku..adalah kekasih Doremi.”

Sani memandang Kris heran. “Doremi..?” Tanyanya memastikan membuat Kris tertawa pelan.

“Ah~Mianhae.. itu adalah panggilan khusus yang kuberikan untuknya.” Jawaban Kris membuat Sani melongo seketika.

“Remi~ya! Apa dia benar-benar namjachingumu?!” Sani lalu berbalik pada Remi yang sepertinya terkejut saat ditanyai

Remi tidak langsung menjawab, matanya terarah pada Kris yang tersenyum kecil. Ia tidak mengerti kenapa pemuda itu melakukan semua ini, tapi sebenarnya ini kesempatan bagus baginya agar kedua sahabatnya itu tidak curiga dengan perubahan sikapnya.

Keurae. Dia memang namjachinguku.” Ucap Remi akhirnya membuat Sani menatapnya tak percaya sesaat kemudian berubah tersenyum lebar.

Jinjja?! Wah! Selamat ya Remi!! Kenapa tidak bilang-bilang pada kami kalau kau sudah punya kekasih?! Bukankah kita bertiga sahabat?! Dengan begitu kita kan bisa mengadakan double date nantinya. Benar kan, Lay?” Seru Sani riang lalu merangkul lengan Lay. Pemuda itu sendiri hanya tersenyum kecil dan tidak mengatakan apa-apa.

“Oh iya! Aku dan Lay mau pergi ke kafe..kalian ikutlah dengan kami.” Ajak Sani

Remi sedikit gelagapan mendengar ajakan itu. Bagaimana mungkin ia bisa pergi dengan mereka? Dia pasti tidak akan tahan melihat keduanya bersama, tapi ia juga tidak tega menolak ajakan Sani.

Gadis itu sedang berpikir saat tiba-tiba seseorang menggenggam tangannya.

“Maaf ya, tapi sepertinya kami tidak bisa pergi. Aku dan Remi sudah ada acara.” Tutur Kris seraya tersenyum. Remi menatap Kris yang masih memandang ke depan. Ia tau pemuda itu sedang berbohong, dan ia juga tau kalau saat ini Kris sedang menolongnya.

“Jadi begitu yah..aku mengerti! Mungkin lain kali kita ber-4 bisa jalan bersama. Baiklah, kalau begitu nikmati acara kalian yah. See you!” Kata Sani tersenyum lalu beranjak pergi.

“Kami pergi dulu!” Kata Lay yang juga berniat pergi dari sana lalu berhenti sejenak dan berbalik. “Dan juga..Chukhae , Remi~ya..” Ucapnya tersenyum pada Remi lalu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Gadis itu sendiri hanya dapat memandangi punggung Lay yang mulai menjauh.

“Ayo.” Tiba-tiba saja Kris menarik tangan Remi membuat lamunan gadis itu buyar dan langsung melepaskan tangannya.

“Aku tau! Tidak usah menarikku seperti itu!” Serunya kesal.

“Bukan pulang ke rumah. Tapi ke tempat lain..”

Remi menatapnya bingung.”Mwo?! Lalu kemana?!”

“Ikut saja..” Kata Kris lalu berjalan pergi lebih dulu

“Aku tidak mau.” Tolak Remi

“Terserah. Tapi nanti akan kukatakan yang sebenarnya pada kedua sahabatmu itu kalau yang kukatakan tadi semuanya adalah bohong.” Sahut Kris santai sambil terus berjalan pergi meninggalkan Remi yang nampak tertegun di tempatnya.

Tidak boleh! Dia tidak boleh mengatakan yang sebenarnya..apapun yang terjadi. Itulah yang ada dipikiran gadis itu saat ini. Jika semua ini terbongkar, maka akan terjadi masalah besar dan ia tidak ingin itu terjadi.

Akhirnya, dengan terpaksa Remi pun berlari mengikuti Kris yang sudah berjalan cukup jauh. Entah pemuda itu akan membawanya kemana ia tidak tau sama sekali, ia hanya berharap tidak ada hal aneh yang akan dilakukannya.

♥:♥:♥

 

Namja aneh.

Itulah julukan yang pertama kali diberikannya untuk Kris. Bagaimana tidak? Sejak tadi banyak hal aneh yang dilakukan oleh pemuda itu. Saat mereka pergi ke Mall, awalnya Remi berpikir kalau pemuda itu mungkin ingin membeli pakaian saat mereka memasuki sebuah toko pakaian namun bukannya menuju tempat pakaian orang dewasa, Kris malah memasuki bagian pakaian untuk anak-anak. Dan membeli begitu banyak pakaian anak-anak. Saat Remi bertanya, pemuda itu hanya tersenyum sambil mengatakan ‘Nanti kau akan tau sendiri..’

Yang kedua adalah dimana setelah berbelanja pakaian Kris membawanya ke Swalayan. Pemuda itu membeli begitu banyak makanan dan minuman, seperti orang yang ingin membuat sebuah pesta. Dan saat Remi kembali bertanya untuk apa semua itu lagi-lagi Kris hanya mengatakan hal yang sama.

“Kali ini biar aku yang menyetir.” Ucap Kris saat Remi baru saja berniat masuk kedalam mobil. Gadis itu menatap Kris curiga. “Percaya padaku..” lanjut Kris. Kali ini Remi bisa melihat kejujuran dari mata pemuda itu, ia pun akhirnya membiarkan pemuda itu.

“Sebenarnya kita mau kemana?!” Tanya Remi saat menyadari jalan yang dilalui Kris berbeda dengan jalan menuju rumahnya.

“Nanti juga kau akan tau..” Lagi-lagi jawaban yang sama, membuat kekesalan Remi tidak dapat dibendung lagi.

YA!! Sejak tadi kau terus saja mengatakan hal yang sama, dan aku sudah tidak tahan lagi. Kalau kau tidak ingin mengatakannya padaku saat ini aku akan…”

“Sampai.” Kata Kris tiba-tiba lalu menghentikan mobilnya. “Ayo turun.” Ucapnya pada Remi lalu keluar dari dalam mobil lebih dulu.

Remi memandang bangunan dihadapannya datar. Sebuah rumah berukuran sederhana berwarna biru langit. Di depan rumah terdapat sebuah papan sedang yang bertuliskan ‘Panti Asuhan Gyeonu’.

“Oh?! Itu..bukankah itu Kris oppa?!” Teriak salah satu anak perempuan yang baru saja keluar dari rumah.

“Ella~ya!!” Sahut Kris tersenyum membuat raut wajah anak itu berubah terkejut sekaligus senang. Hingga akhirnya berlari kearah Kris diikuti anak-anak lain yang muncul dari dalam rumah.

“Kakak Kris!!!” Teriak anak-anak itu girang berhambur kearah Kris lalu memeluk pemuda itu.

Annyeong!! Apa kalian baik-baik saja?!!” Tanya Kris

Ne!!!” Seru anak-anak itu bersamaan

“Benarkah?! Baguslah kalau begitu!!”

“Kakak..neomu bogoshippo!!” Ucap beberapa dari mereka

“Aku juga merindukan kalian semua..” Jawab Kris seraya tersenyum lebar. Ini pertama kalinya Remi melihat Kris tersenyum sampai seperti itu. “Nah..sekarang ayo kita masuk! Doremi! Tolong bawakan barang-barang dan makanan itu kedalam yah.” Seru Kris tiba-tiba membuat Remi menatapnya terkejut.

Mwo?!!” Ucap Remi memastikan

Gomawo!!” Seru Kris lagi, kemudian berjalan masuk meninggalkan Remi yang masih terpaku ditempatnya.

YAA!!!” Teriak Remi frustasi. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Kris bisa melakukan hal seperti ini padanya. Tega sekali pemuda itu menyuruhnya mengangkat barang-barang itu sendirian. Dasar namjamenyebalkan!

Sayangnya, sekesal apapun Remi pada pemuda itu ia juga tidak dapat melakukan apa-apa. Mau tidak mau ia pun terpaksa menuju mobil untuk mengambil barang-barang tersebut.

Baru saja gadis itu berniat mengambilnya, seseorang sudah lebih dulu meraihnya membuat Remi berbalik dan mendapati Kris yang sudah berdiri disampingnya.

“Apa yang kau lakukan..?” Tanya Remi heran

“Membantumu.” Jawab Kris singkat seraya mengambil banyak barang dan hanya menyisakan 2 kantong plastik berukuran sedang untuk dibawa oleh Remi. “Mianhae..tadi aku hanya bercanda. Aku tidak mungkin kan setega itu menyuruh seorang gadis membawa semua barang belanjaan.” Tutur Kris tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya pada Remi, lalu berjalan pergi.

Remi yang menyaksikan itu kini tertegun di tempatnya. Lagi-lagi terpesona oleh tatapan pemuda itu.

“Tidak mau membawanya bersama-sama kah?!” Seruan Kris sontak menyadarkan Remi dari lamunannya.

Mw..mwo?! Ah~iya! Maaf..” Ucap Remi sedikit gelagapan lalu mengambil 2 kantongan tersebut kemudian mengikuti Kris dari belakang. Selama berjalan gadis itu terus saja menggelengkan kepalanya heran. Apa yang terjadi denganku?

♥:♥:♥

 

Remi memandangi anak-anak yang sibuk menerima hadiah yang dibagikan oleh Kris satu per satu. Rupanya semua makanan dan pakaian yang dibeli oleh pemuda itu adalah untuk anak-anak di panti asuhan ini.

“Kris itu adalah anak yang baik. Dia memang sering datang ke tempat ini.” Ucap seseorang tiba-tiba, yang tidak lain adalah Ibu kepala panti asuhan tersebut. Ibu itu lalu duduk disamping Remi.

“Sering datang kesini? Bukannya Kris tinggal di Kanada?” Tanya Remi heran

“Meskipun dia sudah tinggal di Kanada, tapi dia sama sekali tidak pernah melupakan tempat ini. Begitupula dengan anak-anak di panti ini, mereka senang sekali setiap Kris datang kesini.” Jelas Ibu kepala panti. Remi sendiri hanya mengangguk pelan. “Oh iya, Nona ini pacarnya Kris ya?”

Mendengar pertanyaan Ibu panti barusan membuat Remi langsung membulatkan matanya lalu menggeleng pelan. “Hah?! Aniya..Aku ini bukan pacarnya.”

Mendengar itu Sang Ibu nampak sedikit kecewa. “Begitu yah..padahal Ibu pikir kalian berdua adalah sepasang kekasih. Itu karna ini pertama kalinya Kris mengajak seorang gadis untuk menemaninya ke tempat ini.”

“Benarkah?!” Tanya Remi ragu.

Ibu itu lalu mengangguk sambil tersenyum. “Itu benar. Tapi tidak apa-apa, mungkin saja kan nantinya kalian berdua bisa benar-benar menjadi sepasang kekasih.” Tuturnya

“Maafkan saya, tapi sejujurnya..sudah ada orang yang mengisi hatiku lebih dulu. Dan sepertinya sulit bagi orang lain untuk menggantikan posisi tersebut.” Ujar Remi.

Bukannya kecewa Ibu itu malah tersenyum, membuat Remi menatapnya heran.

“Nak Remi, perasaan itu bukan diatur oleh kita. Dan sulit…bukan berarti tidak bisa, kan?!”

Sesaat Remi tertegun ditempatnya mendengar hal itu. Detik berikutnya ia hanya tersenyum kecil lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Memandang kearah Kris yang sedang bermain dan tertawa bersama anak-anak tersebut.

Jujur saja ia sama sekali tidak menyangka kalau orang seperti Kris ternyata bisa melakukan hal seperti ini, begitu memperdulikan anak-anak seperti mereka. Padahal awalnya ia berpikir pemuda itu hanyalah seseorang yang dingin, cuek dan menyebalkan. Namun sepertinya dugaannya salah, dibalik sikapnya yang seperti itu ia memiliki hati yang begitu tulus dan peduli pada orang lain yang bisa membuat seseorang merasa nyaman dan tenang saat mengetahuinya. Mungkinkah nantinya ia bisa menggantikan posisi orang itu dihatinya?

Kris yang menyadari kalau dirinya sedang dipandangi kini ikut menatap kearah Remi. Detik berikutnya ia kembali mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum, membuat Remi sedikit terkejut lalu akhirnya tertawa kecil begitupula dengan Kris. Ini pertama kalinya Remi merasa senang bersama pemuda itu.

♥:♥:♥

 

Tanpa terasa hari sudah sore. Remi sedang mencari Kris cukup lama saat akhirnya berhasil menemukan pemuda itu. Remi pun berjalan menghampiri Kris yang yang sedang berbaring diatas padang rumput yang terdapat di belakang panti. Pemuda itu rupanya sedang mendengarkan musik melalui earphone miliknya sambil memejamkan mata. Remi lalu memandangi wajah Kris yang tengah tertidur, wajah pemuda itu saat tidur terlihat begitu tenang. Berbeda dengan saat ia tersadar, Remi selalu merasa kalau pemuda itu begitu dingin serius.

“Kris~si..” Seru Remi pelan namun tidak ada respon. Gadis itu pun menghela nafas pelan. “Keurae..kau pasti lelah seharian ini. Aku tidak akan mengangggumu..” Ucap Remi yang baru saja berniat pergi namun mendadak terhenti saat Kris tiba-tiba saja menahan tangannya.

“Tetaplah disini..” Ujar Kris membuat Remi menatapnya sebentar lalu akhirnya mengangguk pelan kemudian duduk disamping pemuda itu.

“Kata Ibu kepala panti, kau selalu ke tempat ini..” Ucap Remi sambil memandang ke depan

“Itu benar. Selain karna aku sangat menyukai anak-anak, juga karna aku sama sekali tidak pernah melupakan tempat asalku.” Tutur Kris membuat Remi berbalik menatapnya tidak mengerti

“Tempat asal..?”

“Iya, tempat asalku adalah disini. Aku dulunya adalah salah satu anak dari panti asuhan ini.”

“Ap..apa?!”

 

 

#TBC

 

Iklan

15 pemikiran pada “3 Days For Love (Chapter 2)

  1. Wink wink dech

    LANJUTIN DONG SAMPE ENDING
    AYOO…
    Jiayou buat nich ff..

    Lay Suka sama Re mi yah???

    Tetep Suka suka
    note : Jangan Lama yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s