Not Over You (Chapter 2)

NOT OVER YOU (Part 2)

 

Author: @evelynatalya

Genre: Sad,Romance, Friendship

Length: Chapter

Rating : PG 15

Main Cast:

  • Oh Yoeun
  • Kim Joon Myun (Suho EXO K)
  • Key SHINee
  • Krystal Jung

Support cast:

  • Lee Hye Mi (OC)
  • EXO member
  • Kwon Hae Ra (OC)

 Collage 2013-03-27 19_45_21

Sebelumnya mau minta maaf saya baru post part ke 2 sebelumnya, saya sendiri baru tahu fanfiction saya yang Not Over You pertama sudah dipost, mianhae L

Tapi mulai sekarang saya bakal secepatnya post part selannjutnya , gomawo J

Happy reading all ^-^

Keesokan harinya

Suho POV

Sudah 3 hari sejak pertengkaran kami, Yoeun tidak pernah mengirimku pesan aku juga tidak bertemu dengannya di kampus. Apa dia marah? harusnya aku senang dia tidak menggangguku dengan semua pesannya, Sepertinya tidak mungkin, dulu saja kami pernah bertengkar lebih dari kemarin tapi besoknya ia sudah seperti biasa lagi.

Selesai kelas aku tidak sengaja bertemu Hwayoung, ia sangat tergesa gesa. ” Yoeun-ah kau jangan sedih, aku akan segera kesana” ucap Hwayoung yang baru saja melewatiku
Mwoo? Apa aku tidak salah dengar, ada apa dengan Yoeun? Apa ia sakit?

*Drrt drrt*
Ada pesan, aku berharap ini pesan dari Yoeun. Aku mengambil hpku segera dan membuka pesan

From: Krystal
Oppa kau sudah pulang? Oppa bisa jemput aku di rumah?

To: Krystal
Ne, tunggu sebentar Jung
.

Untuk apa mempedulikan Yoeun, Yeoja seperti dia tidak mungkin akan sakit, aku tahu benar ayahnya adalah dokter pasti sekarang dia baik baik saja. Aku melajukan mobilku dengan cepat ke rumah Krystal, aku bisa melihat Krystal yang sedang berdiri menungguku, ” Krys, mian lama” aku membuka jendela dan menyuruhnya masuk. Ia masuk ke dalam mobilku, di jalan dia banyak bicara sekali dan tertawa, aku tidak mengerti daritadi apa yang ia bicarakan karena daritadi aku sibuk memikirkan Yoeun.
” Oppa, kajja kita makan ramen” “Oppa” “oppa” “oppa”
” Ne, Yoeun-ah mian” aku baru sadar daritadi Krystal memanggilku.
” Yoeun? Aku Krystal oppa ! ” Babo kenapa aku bisa salah menyebut nama mereka, aish.
” Mian Krys, hehe” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan menatap Krystal yang benar benar marah dan menatap jalanan.

Kenapa dari tadi aku terus memikirkan Yoeun, bagaimanapun aku harus memastikan dia baik baik saja agar aku tidak terus memikirkannya,apa aku bilang pada Yoeun kalau aku akan ke rumahnya? Shireo nanti dia akan besar kepala dan menjadi seenaknya.
” Oppa itu kan dorm SM  kenapa kau melewatinya?” Teriak Krystal sambil menunjuk sebuah gedung benar saja aku melewati dormku. ” Mian Krys” aku segera membalik setir, setiba di dorm Krystal langsung turun dan masuk ke dalam gedung. Aku memilih diam di sini

To: Yoeun
eodiga?

Ani ani kalau aku mengirim pesan begitu ia pasti mengira aku merindukannya
Aku tahu aku akan sms pada Yoeun, agar tetap menjaga image cool ku.
To: Yo Eun
Yoeun-ah apa kabar? Aku sudah lama tidak melihatmu, kau baik baik saja?

Aku mengklik tombol send, 10 menit berlalu aku menunggu hpku berbunyi menyesal sekali aku mengirimi dia pesan.

2 jam berlalu 3 jam berlalu Yoeun tidak juga membalas pesanku, awas kau Oh Yoeun berani sekali kau membuatku menunggu!

Keesokan harinya
Sejak kemarin Yoeun tidak membalas pesanku, keterlaluan sekali dia lihat kalau kami bertemu aku tidak akan segan segan menjitaknya, aku baru saja turun dari mobilku #BUUUK seseorang memukulku dari belakang.

” YA!! Apa yang kau lakukan?” Bentakku pada yeoja yang dari tadi memukuliku yang ternyata Hwayoung.

” Sakit kan, hah? ” Hwayoung menatapku tajam sekali tatapan sekan dia mau memakanku hidup hidup.

” Musunmuriya?”

” Itu tidak sebanding dengan apa yang terjadi pada Yoeun”

” Mwo?Yoeun? Kenapa dengan dia?

” Jadi kau tidak tau? Namja macam apa kau? Ck.. Kau tidak tahu yang terjadi pada Yoeun 3 hari lalu, dia diganggu oleh para preman”

“Mwo..mworago”?

” Aish. Jadi kau benar benar tidak tahu? Dasar namja tidak berguna” Hwayoung kembali memukuliku dengan tasnya.

” Ia bilang ia pulang denganmu jadi aku tidak mengantarnya pulang” aku berusaha membela diri, karena aku masih ingat Yoeun yang menolakku untuk mengantarnya pulang.

” Harusnya kau memastikan dulu ia sudah bersamaku atau tidak, babo melindungi Yoeun saja kau tidak bisa” ucapnya seraya meninggalkanku

Diganggu preman? Ternyata ini alasan Yoeun tidak menghubungiku selama ini, aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada yeojachinguku, seandainya kemarin aku mengantarnya pulang pasti semua tidak akan seperti ini.

Yoeun POV

Aku menatap jam dindingku sekarang sudah jam 9, appa dan eomma pasti sudah pergi bekerja.
“Kau sudah bangun Yoeun-ah?” Appa membuka pintu dan duduk di sampingku, aku kira appa sudah berangkat kerja, Matanya mengisyaratnya kalau appa masih khawatir padaku.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum pada appa.

“Appa pergilah kerja, hari ini aku akan kuliah”

“Jinjja? Apa kau sudah membaik Yoeun-ah?

” Ne appa”

Tidak berapa lama appa keluar aku bersiap siap untuk kuliah, sebenarnya aku masih enggan kuliah karena aku masih trauma dengan kejadian 3 hari lalu.

Flashback

Setelah pertengkaran aku dengan oppa, aku memang sengaja berbohong akan pulang dengan Hwayoung padahal Hwayoung sudah pulang duluan sejak acara selesai, aku hanya malas melihat Suho daripada aku pulang bersamanya, aku akan semakin sakit hati lebih baik aku pulang sendiri saja.

Aku menunggu bus atau taksi yang lewat, tapi tidak ada aku memutuskan untuk menunggu kendaraan umum sambil berjalan , jalan  ke rumah rumahku sangat jauh dari sini. Jalanan di sini benar benar sepi, aku sedikit takut. Ada 3 orang namja yang berjalan ke arahku, wajahnya menakutkan dan berbadan kekar. Aku mempercepat langkah kakiku melewati mereka ” Mau kemana malam buta begini? Mau aku temani?” tanya seorang namja sambil memegang tanganku.
” Lepaskan kalau tidak aku akan teriak” ancamku sambil berusaha melepas tangannya yang sangat kuat.

” Teriak saja, kalau kau ingin mati di tangan kami”

” Suho oppaaaa” aku seperti orang bodoh memanggil namanya. Tentu saja oppa tidak akan datang untuk menolongku.
Mereka menyeretku ke sebuah taman yang sama sepinya, aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan mereka sedang berdiskusi, ini kesempatan aku harus kabur aku segera berlari tapi mereka berhasil menahanku dan mendorongku kasar sehingga tanganku tertindih badanku sendiri.

” Aww” tanganku menjadi sakit sekarang.

” Sudah langsung saja” perintah seorangh namja pada temannya. Langsung saja apa maksud mereka? Mereka menahan kedua sisi tanganku dan salah satu dari mereka mencoba menciumku, aku melawan mereka.

“Aish kau bisa diam tidak?” namja itu menarik bajuku sampai sedikit robek di bagian tangannya, Tangisanku semakin menjadi, aku benar benar takut hal hal yang tidak aku inginkan akan terjadi.

” Apa yang kalian lakukan? Beraninya dengan yeoja, pengecut” ucap seorang namja yang aku tidak kenal, aku segera berlari ke arahnya dan bersembunyi di punggungnya.

” Brengsek kau anak kecil”

” Kalau kau berani menyentuhku atau yeoja ini aku akan pastikan kau akan mati” preman preman itu berusaha memukuli namja ini, tapi semua pukulannya bisa ia tangkis dengan baik. Setelah terlibat perkelahian yang cukup lama akhirnya preman preman itu pergi, badanku sakit sekali rasanya terutama tanganku.

” Gwenchana?” tanya namja ini

” Ne, gomawoo jeongmal gomawo” aku menatapnya sekilas, rasanya aku pernah melihat dia tapi dimana? Wajahnya sangat familiar, aku seperti sering melihatnya.

” Tanganmu sakit?” Namja ini mengambil tangan yang sedari tadi aku pegangi.

” Ani” aku menarik tanganku dari genggamannya, bagaimana pun aku ini punya Suho aku harus bisa jaga sikap.

” Uljima, mereka sudah pergi kau tidak perlu takut” tidak tahu kenapa aku tidak berhenti menangis, aku sangat takut dan sedih tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi kepadaku.

“Pakailah ini” namja itu memberikan jas yang ia kenakan.

” Tidak perlu memang kau mau kedinginan seperti ini?” Jawabku menolak

” Sudahlah pakai saja, nanti orang orang akan berpikir yang tidak tidak” benar kaosku sudah robek seperti ini,  orang pasti akan mengira hal hal negatif, aku terpaksa memakai bajunya.

” Sudah malam seperti ini, kau tidak mau pulang?”

” Ne aku mau pulang, gomawo” .Aku mengambil tasku yang berantakan dan berjalan meninggalkan namja itu.

” Kau pulang dengan apa?” tanyanya dengan nada yang agak sedikit tinggi.

” Bus” kenapa dia membuang waktuku saja, aku ingin pulang dan istirahat menenangkan semua pikiranku.

” Pulanglah denganku, kau tidak takut preman yang tadi masih ada”. Benar kenapa aku lupa dengan preman itu, mungkin saja ia masih masih berkeliaran. Aku benar benar tidak beruntung harus pulang dengan namja lain.

Di dalam mobil..
Aku  ingin cepat sampai rumah aku terus terbayang kejadian tadi dan bercerita pada eomma, aku sudah mengatakan alamat rumahku sejak masuk mobil.
” Ini rumahmu?” tanyanya memastikan. Tidak terasa sudah sampai di rumahku, aku segera turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada namja ini.

Flashback end

Hari ini appa mengantarkan aku ke kampus, appa masih sangat khawatir denganku padahal aku ingin berangkat sendiri jujur aku masih trauma karena itu aku harus biasakan lagi untuk berangkat dan pulang sendiri karena appa dan eomma tidak mungkin harus mengantarku setiap hari.

Aku memasuki tempat kuliahku, tidak ada yang menarik selalu seperti ini. Hari ini kelasku di lantai 4 seperti biasanya aku harus melewati tangga.
” Oh Yoeun” itu kan suara Suho oppa, aku menolehkan pandanganku mencari keberadaan oppa. Tatapan yang tajam seperti biasa, aku tidak mendekatinya seperti biasa, aku tetap di posisiku.

” Ne, oppa?” tanyaku singkat. Dia terus berjalan mendekatiku, wae? Sepertinya memang aku yang harus mundur, aku mundur beberapa langkah menjauhi oppa yang terus mendekatiku.

” Kenapa kau terus menjauhiku seperti ini, hah?” Ia sedikit membentakku dan memegang tanganku sehingga kami bertatapan sekarang.

” Ani oppa” belum selesai bicara Suho oppa menarikku ke dalam pelukannya, ada apa dengan oppa. Aku terkejut dan tentu senang, ini pertama kalinya oppa mau melukku seperti ini dikampus.

” Mianhe jeongmal mianhae” bisiknya di telingaku.
Minta maaf untuk apa. Oppa menyesal dengan yang kemarin ia lakukan? Aku bahagia sekarang, aku tidak bisa mengungkapkan perasaan bahagiaku saat ini rasanya aku ingin berteriak.

” Kenapa kau tidak bilang kalau kau di ganggu oleh preman?” bentak Suho oppa  tepat di depan wajahku. Aku sedikit terkejut bagaimana ia bisa tahu ini, sepertinya Hwayoung yang memberi tahu oppa. Awas kau Hwayoung!!

” Oppa a..aku”

” Apa yang mereka lakukan padamu? Kau baik baik saja? Apa kau ingat wajah preman itu? Sudah kubilang pulang denganku kemarin tapi kau menolakku, lain kali jangan menolakku lagi. Bodoh”

Apa maksudnya itu, Suho khawatir padaku atau memarahiku? Aku sedikit kesal kenapa malah Suho yang marah padaku seharusnya kan aku yang marah padanya.

Suho POV
Aku tidak menyangka hal itu bisa terjadi pada Yoeun, aku benci ini bagaimana aku tidak bisa melindungi yeojachinguku. Aku memang selalu menyakitinya dan tidak mencintainya tapi bagaimana pun aku punya kewajiban untuk melindunginya.

Pagi ini aku tidak ada kuliah, aku sengaja datang untuk bertemu Yoeun aku ingin memastikan dia baik baik saja. Begitu bertemu dengan perasaaku jadi campur aduk entah aku marah atau kesal.

” Apa yang mereka lakukan padamu? Kau baik baik saja? Apa kau ingat wajah preman itu? Sudah kubilang pulang denganku kemarin tapi kau menolakku, lain kali jangan menolakku lagi. Bodoh” bentakku pada Yeoun yang menatapku kebingungan. aish apa yang barusan aku katakan? Aigoo kenapa aku tidak bisa menjaga omonganku seperti ini. Yoeun menundukkan kepalanya, apa dia menangis sekarang?

” Yoeun-ah cepat masuk kelas, kau akan terlambat” aku memang sengaja mengalihkan pembicaraanku agar Yoeun tidak menangis. ia menaikkan pandangannya menatapku, seperti yang ku kira ia menahan air matanya.
“Ne oppa” jawabnya pelan aku hampir tidak bisa mendengar suaranya yang sangat pelan ini.

” Jjangkaman, kau pulang berapa?” tanyaku dingin untuk tetap menjaga image cool ku.

” Jam 7 malam oppa, wae?”

” Kita pulang bersama, aku juga pulang jam segitu” ucapku masih dengan nada yang sama. Senyum Yoeun mengembang, matanya yang terlihat sayu sekarang memancarkan kebahagiaan. Apa sebegitu bahagianya pulang bersama denganku?, ya biasanya kami pulang bersama tapi itu Yoeun yang menungguku kuliah, kalau aku yang lebih dulu aku akan pulang duluan.

” Arraseo oppa” ucap Yoeun masih dengan senyum bahagianya.

” Awas kalau kau telat semenit saja, aku akan meninggalkanmu”

” Aku tidak akan terlambat oppa, annyeong” Yoeun melangkah kakinya menjauhiku ia sempat melambaikan tangannya padaku tapi aku tidak membalasnya. Yoeun sudah jauh, aku tidak melihatnya lagi.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Masih jam 11 dan aku harus menunggu 8 jam.

From: Kai
Hyung, cepat pulang ke dorm kami akan makan makan bersama.

Aku memutuskan untuk ikut makan bersama, inilah yang biasanya artis SM lakukan jika jadwal sedang kosong. Soo Man songsaenim memang sengaja melakukan ini katanya biar kami semua tambah akrab. Maklum aku dan member EXO masih terhitung baru jadi kami tidak begitu akrab dengan senior kami, selama ini kami hanya menyapanya dan tidak terlalu banyak mengobrol aku memang tidak pandai berbicara banyak kecuali dengan yeoja yeoja di SM, aku banyak mengobrol dengan mereka terutama dengan Jung sister.

Setiba di dorm SM, aku menuju dormku benar saja sudah ada beberapa member Suju dan TVXQ sedang mengobrol. ” Annyeong” aku menyapa mereka semua begitu juga mereka. Tidak lama kedatanganku, kami menuju lobi untuk berkumpul dengan member SNSD dan F(x)
” Krys itu Suho” ucap Jessica noona sambil menunjuk ke arahku, mereka berjalan ke arahku tapi Krystal terlihat kesal ia bahkan tidak tersenyum padaku seperti biasa.
Krystal POV
Hari ini aku dan semua artis SM akan makan bersama, aku tidak begitu senang karena aku masih kesal dengan Suho oppa yang salah menyebut namaku dan ia juga tidak mengejarku meminta maaf seperti biasa. Oppa sudah mengenalku cukup lama, seharusnya ia tahu bukan kalau aku itu pemarah dan moody orangnya.

Aku menyapa dan tersenyum pada semua artis SM kecuali Suho oppa, aku tidak akan mengajaknya bicara sampai ia meminta maaf padaku. ” Kajja ga” ucap Leeteuk oppa mengajak kami semua untuk berangkat.
” Krys, kau pergilah dengan Suho” ucap Jessica unnie dengan muka nya yang tak berdosa itu.
Aku menatap eonnie tajam, berharap ia mengerti arti tatapanku sebagai tanda penolakan keras. ” Kau tidak keberatan bukan Suho?” tambah Jessica eonnie sambil mendorongku ke arah suho.
” Taemin , Kai kajja ikut denganku” ucap Suho oppa sambil menarik tangan Taemin dan Kai. Apa itu maksudnya? Jadi oppa tidak mau berangkat bersamaku? Geurae aku juga tidak mau berangkat dengannya. ” Andwae andwae, kalian berangkat dengan kami saja” Jessica menarik sisi lain tangan Taemin dan Kai. Apa lagi yang dilakukan unnie sekarang, ” Kajja ga” Onew oppa terlihat sedikit kesal melihat aku yang sedikit ribet.

Suasana hening kembali terjadi di mobil, Suho oppa sibuk menyetir dan aku memang tidak mau mengobrol dengan oppa sekarang.
” Kau ini seperti anak kecil”

” Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku sedikit kesal, kalau aku anak kecil lalu dia apa. Aish

” Kau selalu marah Krys dan moody. Kau tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, kau selalu seenaknya.egois bukan?”

” YA memangnya oppa tidak egois hah? Bagaimana aku tidak marah oppa selalu saja melakukan kesalahan yang sama” jawabku dengan nada setengah berteriak.

Suho menatapku sekilas dengan tatapan elangnya, aku pun sebaliknya tak mau kalah dan menatapnya lebih tajam.

” Siapa Yoeun itu oppa? Oppa selalu menyebut namanya, apa yeoja yang kemarin?”

” Ani, dia hanya temanku memang tidak boleh aku menyebut namanya? Sekali pun aku terus menyebut namanya, itu juga bukan urusanmu bukan?”

Aku terkejut sekali dengan ucapan Suho oppa yang sangat tidak enak di dengar. Tentu itu urusanku aku cemburu melihat oppa menyebut nama yeoja lain. Ini pertama kalinya oppa berbicara kasar seperti itu padaku, oppa yang aku kenal sangat lembut dan perhatian bisa sekasar itu padaku.

Aku memilih diam dan tidak menjawab ucapan oppa tadi,  tidak terasa kami sudah sampai. Aku bisa melihat beberapa member SNSD yang mulai memasuki restoran, ” Kau turun saja dulu” perintah Suho oppa yang sengaja memberhentikanku di depan restoran. Aku segera turun dan membanting pintunya agak keras, air mata mulai membasahi pipiku. Beberapa orang terkejut dengan apa yang aku lakukan, aku berlari ke arah Jessica eonnie yang baru turun dari mobil bersama member SNSD lainnya. Aku memeluk Jessica erat dan mulai menangis di pundaknya, ” waeyo Krys?” tanya Jessica seraya mengusap punggungku pelan. Aku hanya diam dan menangis di pelukan Jessica, ” Noona, ada apa?” Aku masih bisa mendengar suara Minho dan member Suju yang bertanya pada Jessica eonnie

Setelah lama menangis dan mulai tenang aku dan Jessica serta Yoona dan Sooyoung eonnie yang tadi bersamaku masuk ke dalam restoran, aku melihat Suho oppa sedang tertawa bersama Kyuhyun dan Eunhyuk oppa, kau bisa tertawa oppa setelah membuat aku menangis?

Aku duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari Suho jadi aku bisa melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan dengan jelas. ” Krys, ceritakan kenapa kau menangis?” Pinta Jessica serta anggukan Sooyoung dan Yoona, seluruh memberku juga datang ke mejaku, mereka terlihat khawatir.

” Suho oppa menyakitiku” ucapku menatap oppa yang tertawa puas sekali.

” Maksudmu jung?” Tanya Victoria sambil terus mengelus rambutku.

” Kau menyukainya?” tambah Kai aku tidak tahu sejak kapan ia ada di sini.

” MWOO?” teriak Chanyeol yang membuat semua orang menatapku sekarang termasuk Suho ia sempat melihatku tapi aku langsung mengalihkan tatapanku.

” YA! ” Jessica memukul tangan Chanyeol.

” Mian mian mian”

” Ya kau Chanyeol dan Kai bantulah Krystal” ucap Yoona eonni aku hanya mengangguk setuju mungkin dengan bantuan para membernya aku bisa lebih dekat dengan Suho.
” Tidak mungkin, bukan kami tidak mau membantumu tapi hyung” tiba tiba Chanyeol menutup mulut Kai ” Kami akan membantumu tenang saja, ia kan kai? ” Aneh sekali sepertinya Chanyeol dan Kai menyembunyikan sesuatu dari aku, tapi aku tidak peduli yang penting mereka mau membantuku.

Yoeun POV
Aku menatap jam tanganku sudah jam 8 tapi dosenku masih saja sibuk mengajar, karena lusa kami akan ujian pertama. Ia memberi latihan yang sangat banyak dan sulit, bayangkan dosenku memberiku 5 soal dan dalam waktu sejam aku baru mengerjakan 2 soal, satu soal setengah jam. Dan 5 soal bisa kalian bayangkan ? Aku akan pulang setengah 10, bagaimana ini Suho oppa pasti tidak akan menungguku dan aku akan pulang sendiri, dan lebih parahnya lagi hpku mati dan tidak bisa meminta kedua orang tuaku menjemput.

Sesuai perkiraanku jam 9. 20 aku baru keluar, aku segera berlari ke keluar mengedarkan seluruh pandanganku mencari Suho oppa, ah mungkin di tempat parkir aku segera berlari ke sanah, aku tidak tahu mobil oppa tapi di sini masih banyak mobil.
” Berani sekali kau membuatku menunggu” suara itu bukankah suara Suho oppa. Ternyata oppa sedang duduk di sebuah kursi yang sepi dan gelap, bahkan oppa yang sangat putih sampai tidak terlihat. Aku berjalan cepat ke arahnya, pasti ia akan memarahiku habis habisan, aku tidak peduli ia akan memarahiku seperti biasa aku sudah cukup senang oppa mau menungguku 2 setengah jam.

Aku duduk di samping oppa tentunya dengan jarak yang cukup jauh,ini masih dilingkungan kampus belum lagi Suho sedang kesal jadi aku menghindari agar oppa tidak semakin kesal padaku. ” Oppa mian jeongmal mianhae tadi dosenku memberiku tugas yang sangat banyak” ucapku memperjelas.

Suho oppa menatapku seperti biasa tatapan tajam yang sangat menakutkan. ” Oppa pulanglah, aku akan meminta appa menjemputku Mian membuat oppa menunggu” ucapku dengan nada pasrah, aku berani taruhan oppa akan pergi meninggalkanku saat ini juga tunggu mungkin ia memarahiku dulu baru pulang, aku lelah sekali sebelum hari semakin malam,  aku beranjak dari tempat dudukku.

” oppa annyeong, aku tahu oppa sangat marah. Aku sangat lelah oppa aku harap oppa tidak akan memarahiku dulu, hati hati di jalan oppa” sebelum pergi aku membungkukan badanku 90 derajat memberi salam pada oppa.
Suho oppa menahan tanganku, aku cukup terkejut apa sekarang oppa akan memintaku untuk pulang bersamanya ani tidak mungkin itu sebuah keajaiban, oppa memberikanku sebuah plastik isinya pasti makanan karena bungkusnya yang berwarna merah aku langsung bisa mengetahui itu makanan. Apa maksudnya ini? Tidak mungkin juga Suho memberikanku makanan disaat kesal seperti ini , pasti ia memintaku untuk membuangnya. Aku mengambil plastik itu dan membuangnya ke tempat sampah yang tepat di sebelahku.

” Sudah ku buang oppa, aku pulang ya” aku melangkah kakiku menjauhi Suho. Tapi oppa menarik tanganku kasar dan membawaku masuk ke dalam mobilnya, oppa menyetir cepat sekali hampir 120/km apa oppa mau membunuhku dengan cara seperti ini, Tuhan aku tidak mau mati sekarang aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan Suho.

kami tidak bicara sama sekali  dan aku lebih memilih menutup mataku ini benar benar menyeramkan seperti di film balapan saja. Perutku rasanya perih sekali karena dari pagi aku belum makan, dan lebih parahnya lagi perutku bunyi terus bagaimana kalau Suho mendengarnya, Aku terus memegangi perutku dengan kedua tanganku, kali ini perutku bunyi keras sekali aku bisa merasa Suho oppa menatapku. Tapi aku pura pura tidak melihatnya dan sibuk mengamati jalan. Kami berhenti di sebuah jalan yang cukup ramai, untuk apa berhenti? Jalan yang beda jalur dengan rumahku.Sepertinya oppa mau menurunkanku di sini, aku pun bergegas turun dari mobil.

” Oppa gomawo, maaf merepotkanmu” Oppa turun dari mobil dan berjalan mendahuluiku, aku setengah berlari mengerjarnya yang sudah jauh di depanku ” Oppa masuklah ke mobil, di sini ramai nanti orang orang akan mengenalimu” lagi lagi aku tidak di anggap, aku hanya mengikutinya masuk ke sebuah restoran yang tidak begitu ramai.

” Cepat makan, jangan membuang buang waktuku” perintah Suho sambil meyodorkanku buku menu.

” Aku tidak lapar oppa” aku sedikit berbohong ani banyak berbohong perutku rasanya seperti drum yang terus berbunyi karena menahan lapar ini.

” YA !! ” Bentak oppa padaku, aku segera memesan samgyupsal dan jus semangka kesukaanku tapi kenapa ia membawaku makan malam malam seperti ini.

” Oppa ini makan malam pertama kita di luar, biasanya oppa selalu menolak karena takut ada fans yang melihat oppa. Kenapa sekarang oppa mau makan bersamaku bagaimana kalau fans mu melihat kita?”

” Sudahlah berisik, kau makan saja” jawabnya dingin seperti biasa
Aku memperhatikan oppa, wajahnya benar benar tampan sekali dengan rambut coklat mudanya, pantas saja dia bisa menjadi artis. Aku beruntung bukan bisa menjadi yeojachingunya bukan? Hehehe

Tidak berapa lama makanan kami datang, ” Oppa, aku makan” Suho tidak menjawabku ia sibuk menatap hpnya. Sepertinya oppa sibuk smsan dengan Krystal, nafsu makanku mendadak hilang dan tiba tiba aku jadi kenyang melihat namjachinguku smsan ria bersama yeoja lain di depanku.

” Oppa kajja ga, aku tidak nafsu makan”Suho menatapku heran dan makananku yang sama sekali belum aku sentuh. ” Wae?” tanyanya heran.
” Aku ingin pulang saja, sudah hampir jam 11 oppa kajja” aku berjalan keluar mendahului Suho,

” Bukankah itu Suho EXO? “teriak beberapa yeoja yang baru saja kulewati.  Gawat bagaimana ini, oppa pasti tidak bisa keluar dari kerumunan yeoja itu, aku berlari ke arah kerumunan yeoja yang mengepung Suho tapi tidak bisa, mereka banyak sekali Suho oppa terlihat kebingungan bagaimana caranya aku harus menolong oppa.

 Suho POV
Tidak tahu kenapa tiba tiba Yoeun meninggalkanku, wae apa yang salah dengan dia, dia meninggalkanku tanpa pamit dan berjalan cepat meninggalkanku. Setelah aku membayar, aku melihat Yoeun sudah menunggu di depan mobil. Saat aku ingin mengejarnya banyak sekali yeoja yang mengerumuniku, ” Oppa apa yang kau lakukan di sini?” tanya seorang yeoja sambil menarik narik bajuku. ” Aku di sini sedang” aku melihat Yoeun yang berusaha masuk ke dalam kerumunan, saat ia sudah dekat ada seorang yeoja yang menyikut Yoeun sehingga ia terjatuh.

” YA! Apa yang kau lakukan? Lihat dia terjatuh” bentakku pada yeoja itu dan membantu Yoeun berdiri tidak lupa aku menyembunyikan Yoeun dalam pelukanku.

” Oppa siapa dia? Oppa sedang berkencan? Oppa dia yeojachingumu?” Yeoja yeoja ini masih sajah mengikutiku dan mencoba menarik Yoeun keluar dari pelukanku.

” Berhenti mengikutiku”” nada bicaraku sangat tinggi aku bisa merasa mereka semua ketakutan dan berhenti mengikutiku.

Aku melajukan mobil dengan cepat.

” Oppa mianhae jeongmal mianhae” ucapnya dengan suara yang parau, pasti dia menangis sekarang.

” Untuk apa kau minta maaf, kau tidak salah Yoeun”

” Tapi oppa kalau saja aku tidak lapar dan aku tidak makan di tempat ramai seperti itu semuanya tidak akan seperti ini oppa, mianhae” suara tangisannya semakin jelas, apa yang ada di pikirannya? Jelas tentu aku akan marah, melihat fansku memperlakukan Yoeun seperti tadi kalau saja tadi aku tidak menolong Yoeun ia bisa mati terinjak injak.

Yoeun menjadi pendiam di mobil, biasanya ia selalu mengajakku bicara walau aku tidak pernah menjawabnya.  Setiba di rumah Yoeun ia turun dari mobil akupun mengikutinya untuk memastikan ia sudah masuk rumah ” Yoeun – ah jangan lupa obati tanganmu, Arra?”
Yoeun sudah masuk ke dalam rumah, akupun pulang ke dorm.

Keesokan harinya
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang menggambarkan keadaanku saat ini. Beritaku bersama Yoeun sudah tersebar dimana mana dan di internet. Beberapa majalah pun sudah memuat berita ini.

Suho EXO berkencan dengan seorang gadis?

Suho  EXO bersikap tidak sopan pada fans untuk melindungi kekasihnya?

Sikap tidak sopan dan kasar Suho menjadi kontroversi.

Fans menuntut permintaan maaf dari EXO Suho terkait perbuatan kasarnya.

Cih berita macam apa ini? Mereka memintaku minta maaf tidak salah dengar? Bahkan sampai aku mati aku tidak mau minta maaf pada mereka. Jadwal kami pun di batalkan semua hari ini.

” Maafkan aku” ucapku pada seluruh member EXO yang sedang berkumpul di ruang latihan. Aku sudah menceritakan masalahku pada mereka semua, mereka juga mendukungku bahkan tidak ada satupun dari mereka yang menyalahkanku atas masalah ini.

” Hyung, bukan salahmu jika kami ada di posisimu kami juga akan melakukan hal yang sama” ucap Chanyeol seraya memegang bahuku.

Bagaimanapun aku merasa bersalah pada semua memberku, mereka terkena getah dari masalahku kali ini, Lee Soo Man songsaenim pun sempat memarahiku dan memintaku untuk minta maaf tapi aku menolaknya. Minta maaf? Jangan harap aku mau melakukannya.

Yoeun juga memberiku pesan yang berisinya pesan menyemangatiku, aku sebenarnya ingin membalas tapi aku tidak tahu harus membalas apa. Sudah seminggu ini aku dan EXO hiatus begitu juga dengan kuliahku, aku tidak pernah masuk kuliah lagi. Lama lama aku muak dengan semua berita ini, mereka juga memaki maki aku dan EXO. Bahkan aku sempat membaca pesan pesan menghujatku di twitter atau di fan cafe EXOTIC, kami benar benar menjadi berita hangat seminggu ini.

Aku benar benar emosi membaca semua berita terbaru hari ini ” EXO adalah hasil didikan terburuk dari SM”
” EXO merupakan band tidak sopan”
.
Dan banyak juga dari mereka yang menghina Yoeun, aku ingin membalas comment mereka dan menghina balik tapi itu tidak mungkin.  Geurae aku tidak akan biarkan nasib EXO ku seperti ini terus, aku akan menemui Lee Soo Man songsaenim sekarang.

Aku melangkahkan kakiku ke kantor songsaenim, pintunya sedikit terbuka sepertinya songsaenim sedang berbicara dengan seorang yeoja tapi aku tidak tahu pasti siapa yeoja itu. Apakah itu Hyemi?

” Sajangnim, jebal selesaikan masalah ini. Aku tidak tega melihat Suho dan member EXO terus dicibir seperti ini”

Itukan suaranya Krystal, untuk apa dia ikut campur urusanku? Aku mengentuk pintu dan songsaenim menyuruhku masuk tetapi kenapa ia tidak menyuruh Krystal keluar aneh sekali.

” Aku sudah tahu penyelesaian masalah ini” ucap LSM songsaenim membuka percakapan

” Mwo? ” tanyaku dan Krystal secara bersamaan.

” Kau akan melakukan konfrensi pers dan setelah itu kita harus menarik perhatian media, kau pura puralah menyukai dengan Krystal. Maka media akan mengira yeoja itu adalah fansmu, jadi tidak akan tanggapan negatif dari masyarakat dan kau pura pura saja menyukai krystal. Bagaimana?” Ucapnya panjang lebar.

Ide gila macam apa ini, menyuruhku berkencan dengan Krystal tapi kalau di pikir pikir ini masuk akal dengan begitu semua orang tidak akan membenci EXO seperti ini dan Krystal aku rasa semua orang juga menyukai Krystal.

” Geurae aku akan melakukannya sajangnim”

TBC…

 

3 pemikiran pada “Not Over You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s