Heart Breaker (Side Story of The Prince & Ms Pauper)

Heart BREAKER –Side Story of The Prince & Ms Pauper

Author             : Kunang

Main Cast        : Kang Yoo Ra (OC), Wu Yi Fan /Kris (EXO-M)

Support Cast   : Kang Jung Wook (OC – Yoora’s appa), Oh Sehun (Yoora’s step brother), Xi Luhan, Xi Seonsaeng (Luhan’s abeoji)

Length             :  One shot

Genre              : Family, romance, angst, break up

Rating              : PG-15

Summary         :  Kang Yoo Ra – Wu Yi Fan adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi apa jadinya jika suatu ketika ayah Yoo Ra sendiri memohon pada Yi Fan untuk berhenti mencintai anaknya? Bahkan takdir pun seolah tak memihak Yi Fan untuk terus bersama kekasihnya. Apakah yang akan dilakukan Yoo Ra menyadari kekasihnya berubah—perlahan menjauh dan meninggalkannya?

Note : ini adalah cerita dua tahun lalu (side story FF The Prince & Ms Pauper), saat Kris dan Yoora masih berhubungan.

heart breaker

‘Sorry for hurting you a lot, I will stick with my promise; I will never face you again’

-Wu Yi Fan-

‘How can you be cruel to me Kris oppa?’

-Kang Yoo Ra-

 

*******Author PoV*******

@Dapur, Kediaman keluarga Kang, Daegu

 

Seorang gadis berambut panjang sepinggang menatap puas sup kimchi, japchae dan bulgogi yang baru saja dia masak. Sesekali dia mencicipi untuk memastikan rasanya sesuai dengan keinginannya. Jangan sampai terlalu pedas  ataupun terlalu asin karena kekasihnya tidak akan mau memakannya, tidak baik bagi kesehatan. Dia akan meletakkan begitu saja setelah suapan pertama seperti yang pernah terjadi dulu tak peduli makanan itu telah dibuat sang gadis dengan susah payah.

‘Sudah waktunya Kris oppa datang!’ pikir yeoja itu senang ketika melihat jam dinding di rumahnya yang sederhana menunjukkan tepat pukul 5 sore. Yeoja bermata cokelat itu tahu benar, kekasihnya selalu tepat waktu. Dengan segera ia membawa makanannya ke meja makan di ruang tengah dan menunggu,  karena dia yakin sebentar lagi akan ada yang mengetuk pintu rumahnya.

5 menit…

10 menit…

Yeoja itu menggaruk tengkuknya, matanya menatap lurus ke arah ponselnya, menimbang apakah lebih baik mencoba menghubungi Kris atau tidak. Tapi dia segera mengenyahkan pikiran tersebut, Kris tidak akan membalas atau sekedar membaca smsnya apabila sedang mengendarai kendaraan. Mungkin saja ada kemacetan di jalan yang membuat namja itu terlambat sampai ke rumahnya di Daegu.

25 menit…

“Kris oppa!” gadis itu tersentak begitu mendengar suara pintu diketuk tidak sabar, matanya yang lincah menatap jam dinding, sudah telat setengah jam.

“Ra-ah, dimana ayah mu?” tanya seorang namja jangkung dengan rahang tegas dan rambut kecokelatan begitu pintu dibuka, dia memijat keningnya. Keringat dingin terlihat bercucuran di wajah tampannya, sedangkan nafasnya sedikit tersengal.

“Kris oppa.. kau kenapa? Kau sakit?” gadis yang bernama Yoo Ra itu langsung menyeka keringat Kris dengan sapu tangan yang dia kantungi, Kris hanya diam saja menatap tanpa ekspresi ke arah Yoo Ra yang masih terlihat cemas. “Oppa, masuk lah aku—“

“Kang Yoo Ra, aku tanya dimana ayah mu?” tanya Kris lagi dengan intonasi agak tinggi, kali ini membuat Yoo Ra mematung sesaat. Setelah berpacaran lebih dari dua tahun Yoo Ra sudah hafal betul kalau Kris akan memanggil nama lengkapnya hanya jika dia sedang kesal padanya.

“Dia masih di pabrik, memangnya ada—-“

“Aku akan menemuinya sekarang” Kris menepuk kepala Yoo Ra sesaat setelah melihat raut kecewa gadis itu “hanya sebentar, aku janji akan kembali” tambahnya, kali ini intonasi suaranya melembut.

“Padahal aku sudah masak, dan kalau nanti pasti sudah keburu dingin…nanti kau tidak mau makan lagi” ujar Yoo Ra tanpa melihat ke arah Kris, terdengar dari nadanya kalau dia kecewa.

Cup

Tanpa Yoora sangka sama sekali, Kris mencium bibir Yoo Ra sekilas menjilatnya membuat gadis itu mendongak terkejut. Matanya terbelalak.

“Ada bumbu bulgogi di bibir mu, enak.. aku akan cepat kemari lagi untuk makan setelah bertemu dengan ayah mu” kata Kris sambil mengecapkan lidahnya, sedangkan Yoo Ra masih terpaku di depannya, masih shock dengan perlakuan Kris barusan. Memang namja di depannya selalu bisa membuat jantungnya berdetak ribuan kali lipat dibanding biasanya.

“Dasar pervert!!” dengus Yoo Ra setelah punggung Kris berbalik dan bergegas menjauhinya. Tiba-tiba ada perasaan aneh yang membuatnya takut, seolah akan menggerogoti perasaan bahagianya, mengapa dia merasa kalau kali ini dia ingin sekali mengejar punggung itu? Punggung yang seolah akan meninggalkannya? Yoo Ra menggelengkan kepalanya kuat, mungkin itu hanya halusinasinya saja.

Walaupun Yoo Ra terkadang masih tidak bisa memahami sifat Kris yang dingin dan cuek, tapi dia percaya, Kris mencintainya lebih dari siapapun.

=========Author PoV END=========

==============Kris PoV===========

@Pabrik

 

“Aku tidak butuh penjelasan mu Kris, ini semua sudah sangat jelas!” kata-kata seorang pria setengah baya membuatku terhenyak sesaat. Dia menatapku dengan tatapan kesal, aku tidak akan heran kalau sekarang dia akan memanggil seluruh pekerjanya untuk menghajar ku. Aku anak dari orang yang telah seenaknya saja memutuskan untuk menutup pabrik ini. Menutup sumber pundi rejeki bagi orang-orang yang bekerja disini, termasuk ayah Yoo Ra. Sungguh ini bukan kemauan ku, tapi ini keputusan sepihak ibuku. Aku yang belum punya kekuasaan penuh di perusahaan pusat tentunya tidak bisa menentang, tapi mungkin ada yang bisa aku lakukan kan?

“Abeoji tapi…”

“Berhenti memanggil ku abeoji! Aku bukan ayahmu!” sentak namja di depanku lagi sambil berjalan cepat menghindariku. Beberapa pekerja melirik ke arah kami, sepertinya mereka belum tahu kalau hari ini adalah hari terakhir mereka bekerja di sini setelah belasan tahun.

“Baiklah Kang ahjusshi… bisakah kau maafkan ibuku? Aku berjanji akan membujuknya untuk—–“

“Ibu mu itu memang wanita serakah, berbeda dengan almarhum ayahmu!, aku tahu dia tidak akan merubah pikirannya!” desis namja itu lagi sambil menuju ke sebuah ruangan, aku mengikutinya. Dia tak lain adalah Kang Jung Wook ayah dari gadis yang sangat ku cintai, Kang Yoo Ra. Aku tahu betul  dari dulu dia tidak menyukaiku, dan masalah penutupan pabrik ini pasti membuatnya tambah membenciku

“Aku akan berbuat sesuatu”

Kang Jung Wook ahjusshi memandang ku sinis, aku tahu arti pandangannya, apa yang bisa seorang namja yang baru saja masuk ke universitas lakukan? Aku memang kadang belajar di perusahaan, untuk memimpinnya kelak menggantikan ibu ku. Tapi aku belum dipercaya untuk memiliki otoritas sepenuhnya dan ahjusshi di depanku tahu jelas.

“Sudahlah…. Sebaiknya kau pulang, dari dulu aku berpendapat kau tak cocok dengan kami Kris, lagipula aku harus memikirkan cara untuk menyampaikan pada semua pegawai.. kalau mulai besok pabrik ini akan ditutup”

“Tapi ahjusshi… kita pasti bisa melakukan sesuatu”

“Oh ya Kris, kau menyukai anakku?” Tanya Jung Wook ajushi tiba-tiba, aku agak terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba ini tapi dengan mantap aku menganguk.

“Aku sangat menyukai Yoo Ra”

“Berhentilah menyukainya”

“MWO?”

“Kau dan Yoo Ra tidak akan berhasil Kris… ibu mu sudah tahu hubungan kalian, walau mungkin aku hanya berburuk sangka, sepertinya karena hal itu juga pabrik ini tutup. Agar kau tak ada alasan kemari”

“Ibu ku?”

“Kau dan Yoo Ra adalah kesalahan, kalian tidak akan pernah bisa bersama dan—“ aku tidak bisa mendengar jelas apa yang Jung Wook ajushi selanjutnya katakana karena rasa sakit yang menyayat seketika itu mendera dadaku. Perih dan sakit, sekeras apapun aku memegang dadaku rasa sakit itu makin menjadi dan membuatku tak bisa bernafas. Dan hal terakhir yang aku ingat tubuhku oleng dan terjatuh, kemudian aku tak sadarkan diri.

 

============End of Kris PoV=========

=========== Author PoV =============

@Rumah Yoora, 4 jam kemudian (21.00 KST)

 

“YAA!! OH SEHUN!! Bisakah kau makan pelan-pelan? Kau bisa tersedak pabo!” runggut seorang yeoja, walau nada bicaranya agak tinggi, dia tak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya  saat melihat adik tirinya itu makan seperti orang yang sudah berhari-hari tidak diisi perutnya.

“Yoora ah, kau juga harus makan!” alih-alih mempedulikan perkataan noonanya, adiknya itu malah berkata banmal sambil menyodorkan bulgogi tepat di depan mulut noonanya yang tak lain adalah Kang Yoo Ra. “A-Yo! Makan lahh, kapan lagi orang setampan aku mau menyuapi mu seperti ini?”

“Nyam..” akhirnya Yo ora pun memakan makanan yang disodori oleh adiknya, dan dia hanya bisa melongo saat Oh Sehun mendadak sibuk memindahkan lauk pauk ke piring Yoo Ra yang masih bersih sama sekali, karena memang dia sudah tidak nafsu makan. Kekasih yang dia tunggu masih saja belum datang.

“YAA!! OH SEHUN CUKUP!”

“ANDWAE!!  Kau harus banyak makan, juga harus lebih gemuk dari aku mehrong” kata Sehun dengan cueknya sekarang mengambil sendok dan menyuapkan nasi beserta japchae dan bulgogi ke arah Yoora “Nahh aaa buka mulutmu…ishh.. mentang-mentang aku dongsaeng mu, kau tidak mau menurut? Kalau begitu kita bertukar peran anggap aku adalah  ‘oppa’ kau adalah adikku dan sekarang buka mulutmu ayooo—–“

“Da—-hmpfff ” Yoora tak bisa berkata-kata karena baru saja membuka mulutnya sedikit, makanan yang disodorkan Sehun sudah menyerbu mulutnya. Maka dengan agak terpaksa gadis itu pun melahapnya, walau rasanya makanan seenak apapun sedang tidak terasa enak di lidahnya. Entah mengapa dia khawatir dengan Kris yang belum juga datang.

“Sehunnie… gomawo…” kata Yo ora akhirnya setelah mencerna makanan di mulutnya. Ya, Sehun adalah adik tiri Yoora, saat Yo ra baru lahir orang tuanya bercerai dan ibunya menikah dengan orang tua Sehun. Tapi malang bagi mereka berdua, saat Sehun beranjak balita ibunya meninggal karena serangan jantung. Sehun sering mengunjungi Yoora dan sudah menganggap gadis itu adalah noona kandungnya, bahkan terkadang Sehun berlagak sebagai oppanya

“Yang benar Sehun oppa!” Sehun tersenyum tipis, membuat Yoora semakin gemas dan langsung saja mencubit pipi putih namja yang masih penuh dengan makanan itu

“BOCAH INIII YAA!!SEHUN OPPA DARI MANA?! AKU INI LEBIH TUA DARI MU! PANGGIL AKU NOONA!!”

“sirrheo uhukkk uhukkk kau cuman berbeda 11 bulan dengan ku…uhukk….” Sehun tiba-tiba tersedak, dan dengan sigap Yoo ra mengambilkannya air minum sambil menepuk adikknya yang masih duduk di bangku akhir junior high itu.

“Gwenchana sehunnie?”

“Tuh kann.. makanya kalau oppa sedang makan jangan diganggu” kata Sehun datar lalu kembali makan, Yoora cuman geleng-geleng kepala. Kembali dia menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan jam 9 malam lebih, sudah banyak jam-jam dan hari-hari sebelumnya yang dia lalui hanya untuk menunggu kekasihnya. Menunggu dan selalu menunggu… ketika membuat janji, Kris terkadang datang tapi lebih sering tidak, jadi apakah kali ini dia harus menunggu?

“Baiklah…. Aku sudah selesai makan” kata-kata namja di depan Yoora membuat lamunan gadis itu buyar, dia tersenyum lebar ke arah Yoo Ra yang shock makan malamnya sudah dihabiskan oleh adik tirinya itu

“YAA!! Bukan kah sudah kubilang ini dan yang ini juga bagian Kris oppa, kenapa kau makan juga?” Yoo ra menunjuk ke dua piring saji yang dia agak jauhkan tadi di meja makan. Sehun malah nyengir lebar.

“Salah sendiri, dia belum datang, sudah kubilang seharusnya kau mencari namja yang lebih perhatian seperti oppa” kata Sehun dengan percaya diri sambil menunjuk dirinya sendiri, kemudian tertawa kecil “Iya dehh.. iya… jangan marah noona, dengarr.. akhirnya aku memanggil mu ‘noona’ hehe” tambah Sehun lagi begitu menyadari Yo ora menatapnya tajam. Sehun tahu benar kalau noonanya lumayan jago bela diri jadi dia harus tahu batas kalau mau menggoda noonanya.

“Bagus… anak baik” Yoora berdiri untuk mengacak rambut adiknya dan kemudian membelalak kaget “YAA!! Sejak kapan kau lebih tinggi dariku?”

“Hehehhehehe….masa noona baru sadar? oh ya noona— hari ini aku nginep disini yah? Ajari aku, besok aku ada ulangan bla-ba”

“Baiklah kajja…” Yoo Ra merangkul adiknya itu, wajahnya menengok ke arah ruang tamu. Setengah berharap Kris akan mengetuk pintunya.

Dan tentu saja harapan hanya tinggal harapan

 

========Author PoV END======

 

=========Kris PoV=======

Tiga Hari Kemudian

 

“Dolunim.. kau sudah sadar?”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, mencoba membiasakannya dengan cahaya yang tiba-tiba masuk. Aku bisa merasa seluruh tenaga dari tubuhku seperti telah disedot seluruhnya dan akhirnya aku menyadari aku menatap langit-langit putih. Suara-suara asing terasa memenuhi telingaku, membuatku mendongak sedikit untuk mendapati beberapa orang yang tak ku kenal berpakaian serba putih. Sebentar— rasanya aku kenal satu orang.

“Bagaimana? Apa dada mu terasa sakit?”

“ Xi seonsaengnim?” aku menatap dokter yang umurnya sudah lebih dari setengah abad itu. Tentu saja aku mengenalinya, dia ayah dari sahabat baikku sekaligus dokter pribadi yang merawatku ketika balita. Sebenarnya sejak kecil aku menderita penyakit jantung, lebih tepatnya Heart Valve Disease – Kelainan pada katup jantung. Penjelasan sederhananya, salah satu katup jantung ku tidak bekerja dengan baik, aku pun menjalani operasi penggantian katup jantung (katup jantung ku diganti dengan katup jantung buatan), setelah itu kesehatanku membaik dan aku juga selalu menjaga pola makan dan hidup sampai sekarang, dan aku langsung tahu ketika melihat wajah dokter Xi, penyakit itu telah datang lagi, kembali menghantuiku.

“Nee.. ini aku, jadi bagaimana? Apa yang kau rasakan?”

“Sudah berapa lama aku tertidur?” kataku agak tersentak saat teringat wajah yang sangat kurindukan —Kang Yoo Ra, aku sudah berjanji padanya akan kembali untuk menyantap makanannya. “Aku baik-baik saja, sebentar.. bukan kah ini rumah sakit di Seoul? Bagaimana mungkin aku bisa disini?”

“Tenanglah.. kau tidak perlu merisaukan hal yang tak perlu”

“Aku bilang sudah berapa lama aku tertidur?? Xi ahjusshi, jawab?!” sentakku dengan intonasi semakin tinggi, dan saat itu pula rasa sakit yang sangat kembali terasa di dadaku. Membuat mataku panas, karena saking sakitnya.

“Kau sudah tertidur selama tiga hari, sebaiknya kau tenang dulu Kris” kata dokter Xi sambil menyuntik lenganku dengan cairan berwarna kebiruan, rasanya sakit dan panas di lenganku tapi setidaknya perlahan rasa sakit di dadaku berkurang.

‘Yoo Ra’ gumamku, dokter Xi menaikkan alisnya tak mengerti

“Sebaiknya kau istirahat Kris”

“Min, Chanyeol, Appa… Byun Ajusshi.—kau tidak bilang pada mereka kalau—“

“Tenanglah, mereka sama sekali tidak tahu keadaan mu sesuai keinginan mu, aigoo.. aku tak menyangka harus melakukan sumpahku 8 tahun lalu saat kupikir kau benar sembuh, kau memintaku tak akan memberitahu keluargamu kalau penyakitmu kambuh suatu saat” ujar Xi seonsaeng, aku menganguk lemah.

“Mereka tidak mencariku?”

“Luhan sudah mengatur agar mereka mengira kau liburan ke luar negeri”

“Thanks….” Kata ku lemah, ya keluarga ku tak boleh tahu kalau penyakit ku ini kambuh. Aku tak mau merepotkan siapapun terutama membuat Min sedih.

“Aku tetap berpendapat keluargamu harus ta—“

“Kapan aku boleh keluar?” kataku sekali lagi tak menghiraukan kata-kata dokter Xi, sudah 3 hari ini tentunya Yoo Ra pasti cemas dan mencariku kan? Sebentar, bukan kah terakhir aku sadar adalah saat bersama Jung Wook ajusshi? Jangan-jangan Yoo Ra mengetahui penyakitku?

“Daddy.. aku masuk!” suara yang kukenal membuatku sedikit menengadah, dan kemudian seorang namja tampan dengan kulit putih bersih muncul di depanku, rambutnya yang berwarna keemasan dan agak gondrong membuatku agak pangling. Dia tersenyum ceria walau aku bisa melihat sorot kesedihan di matanya saat menatapku.

“Luhan! Bukan kah sudah kubilang, sebaiknya kau tunggu saja di luar!” kata Xi seonsaengnim, tapi sahabatku itu malah nyengir lebar

“Tidak apa… biarkan Luhan bersama ku” kataku, dan setelah diam seolah menimbang akhirnya dokter Xi menganguk dan meninggalkan kami.

“Bagaimana keadaan mu kawan?” kata Luhan begitu hanya tinggal kami berdua di ruangan, dia duduk di samping tempat tidurku. “Kang Yoo Ra mencarimu, tapi aku belum memberi tahunya kalau kau sakit, apakah tindakanku sudah benar?”

Aku terdiam sesaat, lalu menganguk pelan. aku memang belum pernah memberitahu pada gadis itu kalau aku punya penyakit jantung. Almarhum ibu Yoo Ra meninggal karena penyakit jantung saat dia kecil, aku tak ingin dia kenapa-kenapa kalau mengetahui aku mengidap penyakit yang sama.

“Kris… sebenarnya Jun Wook ajusshi datang padaku, dia meminta aku menyampaikan surat ini sesegera mungkin setelah kau sadar”kata namja itu lagi, kali ini dia mengambil sebuah amplop putih polos yang dia simpan di saku jaket kulitnya dan menyodorkan nya ke arahku.

“Ajusshi tahu aku sakit?”

Luhan menganguk, entah mengapa perasaan ku tidak enak saat menerima amplop itu. Seketika kilasan memori saat Jun Wook ajusshi meminta ku meninggalkan Yoo Ra terkelebat di benakku, jangan bilang …

Aku menarik nafas panjang sebelum membuka surat itu

“Kris… sepertinya daddy benar, sebaiknya kau istirahat sekarang, nanti saja ya membaca surat—-“

“Aku baik-baik saja, aku harus membacanya dulu Luhan”

 

To : Wu Yi Fan /Kris

 

Kris, maafkan ahjusshi, mungkin kata-kata ahjusshi kemarin terlalu keras. Hari itu saat kau terkena serangan, aku langsung membawa mu ke rumah sakit. Disana aku tahu kalau kau ternyata mengidap penyakit jantung. Jika saja ajusshi tahu,, tentunya ajusshi tidak akan berkata kasar padamu.

            Tapi bagaimana pun, setelah mengetahui penyakit mu, aku tak bisa tidak berhenti khawatir. Kau tahu kan betapa terpukulnya Yoo Ra saat ibundanya dulu meninggal dunia karena penyakit itu? Bersamamu dan apalagi jika ia mengetahui penyakitmu aku tak bisa membayangkan betapa besarnya dia akan terpukul. Meskipun ini berat, kumohon Kris tinggalkan Yoo Ra selamanya, kau bisa kan?

           Mungkin kau menganggap permintaan ahjusshi kejam, tapi percayalah ini yang terbaik untuk kalian berdua.

Kang Jun Wook

“Kris… gwenchana?”

“AH…” aku mengusap mataku yang entah sejak kapan basah, rasanya sekarang hatiku sakit, bolong dan membusuk. Pikiran untuk meninggalkan gadis yang paling kucintai sama sekali tak pernah terlintas di benakku, dan memikirkannya saja membuatku menderita, bahkan sekarang rasanya dunia ku mendadak gelap.

“Kris? Apa isi surat itu?” tanpa menunggu jawaban ku Luhan merebut surat yang kupegang, aku bisa melihat perubahan ekspresinya mendadak menjadi tegang “Apa-apaan ini?”

Aku menatap Luhan dengan tatapan kosong, tentunya seorang ayah tahu yang terbaik untuk putrinya kan? Kalau ini permintaan ayah dari gadis yang sangat kucintai, bukankah aku harus mengikutinya? Lagi pula aku tak tahu hidupku tersisa berapa lama lagi.

“Luhan.. aku harus melakukan sesuatu”

 

=============End of Kris PoV=========

==============Author PoV===========

@Seoul, beberapa hari kemudian

Wu Elite’s University

“Eothokkaji?” seorang gadis berkaca mata, masih dengan seragam sekolah dengan tas ransel di pundaknya melihat bangunan-bangunan besar di hadapannya sambil tertegun. Dia memang sudah beberapa kali ke seoul tapi baru kali ini dia ke Wu Elite’s University yang merupakan salah satu universitas terbaik di korea selain Seoul University. Tempat kekasihnya menimba ilmu.

“Kris kau dimana?” gumam gadis itu lagi. Ya, dia adalah Kang Yoo Ra. Remaja yang baru saja duduk di bangku tingkat pertama itu melihat ke sekeliling dengan bingung. Hingga akhirnya bola mata cokelatnya menangkap wajah yang familiar.

“Luhan oppa!” teriak gadis itu saat menyadari seorang namja tampan berjalan ke arahnya, ya dia kenal dengan Xi Luhan karena dia adalah salah satu dari sedikit teman Kris, kekasihnya.

“Yoora-ah, kau benar-benar datang? Ahahha mana oleh-oleh untukku dari Daegu?” kata Luhan sambil mengacak rambutnya, langsung saja tangan itu ditepis oleh Yo ora.

“Yang boleh mengacak rambutku hanya Kris oppa, mehrong!” jawab Yoo ra datar, sedangkan Luhan malah tertawa kecil

“Oh ya, bagaimana kabar ahjusshi? Aku dengar pabrik kalian ditutup ya… kalau ada yang bisa kubantu—“

“Kami baik-baik saja, dan aku yakin kami bisa bangkit lagi” jawab Yo ora dengan senyum di wajahnya, dia terlihat begitu yakin hingga Luhan tidak bisa membantahnya “Oh ya, dimana Kris oppa? Kau bilang kau tahu dimana dia?”

Lu han menatap Yoora dengan tatapan aneh, kemudian bibirnya pun membentuk lengkungan senyum tipis “Dia ada di kafe tak jauh dari kampus, ikut aku”

Yoo Ra pun mengikutinya, sesekali dia bertanya pada Lu han mengenai Kris, kemana saja namja itu selama hampir seminggu ini? kenapa dia tidak membalas pesannya? Kenapa hp nya selalu mati?

Tapi selama ini Luhan hanya menjawab ‘tidak tahu’.

Akhirnya setelah berjalan kurang dari 15 menit mereka pun sampai di sebuah kafe gaya barat, Yoo Ra agak risih mendapati para gadis yang kesana menggunakan pakaian yang modis dan seksi-seksi. Sepertinya cuman dia sendiri yang masih bocah ingusan, membuat dia diperhatikan dan merasa risih

“Yoo Ra…”

“Eh ..apa oppa? Wae?” Yoo Ra langsung berhenti berjalan begitu tubuh jangkung Luhan berhenti. Dia pun berjalan melewati tubuh jangkung namja itu, dan selanjutnya pemandangan di depannya membuat hatinya serasa dihempaskan ke bumi, sakit dan perih.

Sosok familiar di depan Yoo ra sedang mencium bibir seorang wanita berbaju minim dengan rakusnya, telapak tangan namja Kris besar merengkuh tengkuk wanita itu dengan kuat dan Kris terus menciumi wanita yang tersudut di sofá itu, bibirnya, leher wanitanya yang jenjang, semua itu  membuat Yoora mual dan muak. Dia sungguh tidak percaya bahwa di depannya adalah namja yang sangat dia cintai, namja yang dia rindukan hingga dia tidak bisa tidur.

Apa yang dilakukan Kris membuat jantungnya terasa jatuh dan copot dari tempatnya.

Membuat matanya bocor dan hatiku membusuk. Sakit sekali, rasanya sangat sakit.

 

“Uljima,….” ujar Luhan,  Yoora bisa melihat kesedihan di matanya “ Yoo Ra ah ini semua.”Luhan tak tahu harus berkata apa

“….”. Yoora hanya terdiam, kemudian berbalik dan bergegas pergi dari kafe itu sebelum Kris menyadari kedatangannya, Luhan mengikutinya dan berhasil menghadangnya di pintu keluar kafe.

 

“Uljima yo.”. Dia memberikan senyumannya kepada Yoora. Tapi percuma, gadis itu tidak bisa tersenyum sekarang.

 

“Ani, tidak bisa. Pergi, jauhi aku.”. Yoora  mendorong tubuh Luhan sekuat tenaganya hingga namja itu ambruk dan kemudian berlari-berlari sekencang kencangnya. Kali ini tangisnya pecah, dan kali ini dia hanya ingin pulang dan menangis, menangis dengan boneka prince bear dipelukannya.

 

========Still Author PoV========

@Keesokan harinya

 

“Thanks Luhan, for yesterday” Kris mencoba tersenyum saat melihat sahabatnya itu mendatanginya di kantor ibunya, namja jangkung itu berdiri untuk menyambut sahabatnya. Tapi kali ini tidak ada senyuman di wajah Luhan. Namja itu terus menatap Kris dengan tatapan tajam.

 

“Wu Yi Fan! Kali ini kau sudah keterlaluan, aku benar-benar menyesal sudah membawa Yoora ke cafe kemarin, kupikir kau mau membicarakan masalah mu baik-baik, kau malah—“

 

“Sebaiknya kau tenang—-“

 

“BAGAIMANA AKU BISA TENANG MELIHAT KANG YOORA TERLUKA SEPERTI ITU?!” Teriak Luhan, wajahnya menegang membuat Kris agak terkejut menghadapi sahabatnya itu. Biasanya Luhan adalah pribadi yang bisa mengontrol emosi dirinya dengan baik tapi sekarang?

 

“Luhan.. ada apa dengan mu? Duduklah—-“

“DIA PATAH HATI! DIA BENAR-BENAR MENCINTAI MU WU YI FAN!! DAN KAU MENGKHIANATINYA BEGITU SAJA?! KAU TAK SADAR BETAPA HANCURNYA DIA?!” sekarang Luhan sudah menggenggam pergelangan tangannya dengan kuat “Seandainya kau tidak sakit… aku benar-benar ingin memukul wajahmu agar kau sadar!” desisnya

 

Kris mendelik, kata-kata Luhan jelas sudah menghantam hatinya. Padahal Kris berpikir mungkin ini yang terbaik bagi dirinya dan Yoora, Yoora akan punya alasan untuk meninggalkannya. Tapi dia tidak mau melihat Yoora hancur, dan dia yakin Yoora bagaimana pun adalah gadis yang kuat…

 

Tapi.. kenapa Luhan terlihat sangat peduli pada Yoora?

 

“WHY ARE YOU JUST FU**KING SILENCE!!” Luhan membanting benda-bendayang ada di meja kerja Kris, berusaha menumpahkan sedikit kekesalannya. Untung saja ruangan ini menggunakan sistem kedap suara, jadi tidak akan ada orang yang mendengar dari luar.

 

“Luhan, kenapa kau semarah ini?” Kris membelalakan matanya begitu sebuah bayangan muncul di otaknya “Don’t say that you like her?”

 

Luhan tersenyum sinis “Nee… aku menyukainya, tapi aku sadar kalau yang dia cintai hanya kau, bahkan saat kau dingin padanya dia tetap menyukaimu, seandainya saja dia tidak memandangku sebagai pengganti ‘oppa kandungnya”

 

“Jadi—-“

 

“Tapi bukan itu masalahnya, karena kali ini aku sudah belajar menyukainya sebagai adikku, dan kalau kau sekali lagi menghancurkan hati Yoora, aku tak akan membiarkannya Kris! “ Luhan menepuk jasnya sebelum beranjak ke pintu, tapi dia berbalik sebentar

Yoora’s sick… “

“Sick—-sakit?”

 

BLAM

 

Pintu ruangan dibanting, Kris hanya bisa mencengkeram dadanya yang terasa sakit sambil menelan berpil-pil painkiller. Berharap bukan hanya rasa sakit pada jantungnya yang hilang, tetapi juga pada hatinya.

 

 

=========== Author PoV END=========

 

===========Kris PoV==============

@Seminggu kemudian, Daegu, Taman dekat sekolah Yoora

 

Aku menatap langit mendung sambil duduk di ayunan taman. Perlahan aku mencengkeram jantungku yang masih terasa sakit. Ya… setelah insiden Luhan yang marah-marah padaku, sorenya aku ditemukan pingsan dan dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Selain berjuang melawan rasa sakit ini, aku berusaha memikirkan apa yang dikatakan Luhan. Ya, memang aku harus tetap meninggalkan Yoora, karena akhirnya aku berjanji pada ayahnya untuk meninggalkan Yoora, tapi setidaknya mungkinkah aku masih bisa dimaafkan olehnya?

Setidaknya bolehkah sekali ini saja aku melihat wajahnya sebelum maut merenggut nyawaku? Aku dengar bahwa umurku mungkin paling lama hanya dua tahun itu pun dengan perawatan intensif.

“Sudah waktunya Yoora lewat” pikirku saat melihat jam sudah menunjukkan jam 7 malam. Memang setiap hari kamis dia pulang larut karena kegiatan klub

 

*DRESSSSS* Hujan lebat

 

“KANG YOO RA!!” teriakku begitu melihat seorang anak laki laki dan perempuan melewati taman dalam satu payung, dan benar saja seorang gadis yang sangat berarti bagiku menengok ke arahku, wajanya terlihat terkejut. Sedangkan namja di sampingnya, yang tak lain adalah adiknya Oh Sehun terlihat marah, tapi aku tak peduli.

“Kris oppa”

 

“NOONA PEGANG INI!” Sehun tiba-tiba menyerahkan payungnya pada Yoora dan membiarkan dirinya diguyur hujan, setengah berlari ke arahku dan

 

BUAAKKKK

 

Rasa perih dan panas menyengat terasa di pipiku saat Sehun memukul wajahku sekuat tenaga, tapi aku tak membalas. Ini memang hukuman yang pantas untukku.

 

BUAKKKKK

 

“INI KARENA SUDAH MEMBUAT YOORA NOONA MENANGIS!!”

 

BUAKKK

DUAKKK

 

“INI KARENA SUDAH MENGKHIANATI YOORA NOONA!!!”

Sehun terus memukuli pipi, dada dan perut ku. Rasa perih, sakit, panas membuat diriku hampir tak sadarkan diri, tapi aku sama sekali tak membalas. Sehun benar… aku telah membuat Yoora noonanya menangis juga mengkhianatinya, dan hukuman ini pantas.

 

“OH SEHUN CUKUP!!!!!”

 

“TAPI ORANG ITU!!!”

 

“PULANG!!! SEKARANG OH SEHUN!!!”

 

Sebuah tangan hangat berhasil membuatku terduduk, hujan agak sedikit reda tapi masih cukup deras. Aku tak menyangka bahkan saat ini Yoora masih mau duduk di sampingku, sedangkan Sehun yang berdiri di depan kami terlihat begitu kesal.

 

“OH SEHUN!! DENGARKAN KATA-KATA NOONA!!” kata Yoora, suaranya agak gemetar “Ijinkan aku berdua berbicara dengan Kris, aku berjanji ini yang terakhir kalinya”

 

Sehun menatapku dan Yoora bergantian “CIH!! BAIKLAH!! DAN KAU KRIS, AWAS KALAU BERANI MEMBUAT NOONAKU MENANGIS LAGI!” ancamnya sebelum dengan enggan pergi meninggalkan kami.

 

“Jadi Kris… ada yang kau ingin kau akui padaku kan? kalau kau menyukai gadis lain?” kata Yoora setelah dia membantuku berdiri. Dia terlihat begitu merana dan sakit hati melihatku.

 

“Mianhae Yoora ah… aku selingkuh karena—“

 

PLAKK

Aku memegang pipiku yang dia tampar, perih, tapi aku tahu tamparan ini tidak ada apa-apanya dibanding sakit di hatinya. Aku hanya terdiam di tempatku, menatap ke arahnya, berharap masih bisa dimaafkan.

“Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!”

“Yoo ra ah…”

“Aku mau kita putus, dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depanku, jebal…”

“Aku tidak mau!” dengan paksa aku memeluk gadis di hadapanku, aku tidak peduli dia terus memuku, menampar, mencakar ku, aku tidak peduli, selama itu bisa menghentikannya untuk menjauhiku.

DUAKK

“AW!!!” sebuah pukulan telak mengenai perutku, aku tersenyum kecut, aku lupa kalau pernah mengajari gadis ini bela diri.

“Jangan… jangan berani-berani perlihatkan wajah mu di depanku, aku sudah muak dengan ekspresi dingin mu! Kau tidak pernah benar-benar peduli padaku!”

“Tapi..”

“Selamat tinggal Kris oppa…. “

“YOO RA AH!!!!!!”

“Semoga kau berbahagia dengan wanita itu”

Sambil menggigit bibirnya Yoora berbalik dan berjalan cepat meninggalkanku, betapa bodohnya aku. Aku memang bisa sewaktu waktu terkena serangan dan meninggal, tapi aku bisa merasa mati jika Yoora benar-benar meninggalkan ku—dan aku tak mau itu terjadi, tapi….

DEGGG

Aku mencengkeram dadaku, sakit …sakit sekali,. Dan saat ini aku sadar, bahkan Tuhan pun tidak mengijinkanku mengejar Yoora.

           “Mianhae Ra-ah”

 

——–The End——–

 

ps : mian kalo feelnya ga dapet, sesungguhnya kunang ga pernah bikin ff yg break up, sad ending (?) giniii… pokoknya kunang cuman pengen nerangin masa lalu kris-yoora

dan kunang kasi tau ajah yahh,, di ff the prince & ms pauper, Kris harusnya udah meninggal karena sakit tapi karena ada sesuatu * masih rahasia* dia pindah ke tubuh bakehyun

yangg udah baca the prince & ms pauper part 5, dan yang udah nebak kalo OH SE HUN dalah ADIK TIRI YOORA, kalian benarrr \^.^/ *prok prok prok.. sesuai janji, kunang bakal bikinin FF salah satu dari kalian yang koment di part tersebut (the prince & ms pauper part 5), tapi buat pemenangnya kunang umumin paling lambat minggu depan yah hehe *dijitak*,

kunang ga benci sider, tapi aku lebih semangat kalau ada yg koment ❤ , thank youu

 

Iklan

43 pemikiran pada “Heart Breaker (Side Story of The Prince & Ms Pauper)

  1. oalaaah aku pikir ini tuh beda author, cuma kbetulan aja judulnya yg sama. trnyata msh ada hubungannya toh, ah arasseo. aku ngerti skrg hehe
    lanjutnya ya, udh kelamaan nunggu nih 😀 penasaran sm nasib baek gmn?

  2. iyaah kan semakin gag tega..
    thor knpa sekali nya bikin sad story nyesek bgt gni..
    huks kasian wufan..
    gag ada pilihan lain buat dya..
    kasian..
    udah sakit msh hrz jd pihak yg d salahin..
    lanjuut ah thor hukr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s