Sorry (Chapter 2/END)

Sorry

 

Author: Shin Hwa Chan

Genre: Brothership, Family, Friendship, Angst, death chara

Length: Two shoot

Rated: G

Main Cast:

  • Do Kyungsoo (Kyungsoo)
  • Exo’s Member
  • Choi Mi Na (OC)

[Harus di baca agar ngerasa feelnya, silahkan dengarkan lagu Acha septriasa- sampai menutup mata. Aku terinspirasi dari lagu itu soalnya. Kalau gak punya ya udah #plak]

Summary:

            Maaf…, hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut kami. Walau kami meminta maaf beratus kalipun, kau tetap tidak akan bisa kembali ke sisi kami. Mianhae.., mianhae kami sudah menuduhmu yang bukan-bukan. Sekarang kami menyesal, mianhae Kyungsoo-ah.

Chapter 2(End)

Author’s pov

Pagi harinya, Kyungsoo bangun pagi-pagi dan membuat teh di dapur. Dan saat itu, Kyungsoo melihat Mi Na membuka pintu dorm mereka.

“A.annyeaseong.., aku bertugas merapikan ruang keluarga setiap pagi.” Kyungsoo tersenyum.

“Silahkan, terima kasih.”.

“Hoammm~!” Luhan merenggangkan tubuhnya dan melihat teh buatan Kyungsoo tergeletak di meja ruang keluarga, tanpa ragu dia meminum teh itu.

‘PRANG!’ cangkir yang dipegang Luhan jatuh seiring dengan tubuh Luhan yang ambruk.

Semua member EXO kaget melihat Luhan yang terkapar tak berdaya di lantai.

“Luhan Hyung! Luhan Hyung!!” Sehun segera menguncang-guncang badan Luhan

“Ambulans! Cepat panggil ambulans!!”

“Jadi.., apa yang terjadi pada Luhan?”

“Dia keracunan makanan. Untung kalian segera membawanya kesini. Kalau tidak dia pasti tidak akan selamat nyawanya.” Semua member menghembuskan nafas lega.

“Tapi..,”

“Kita harus melakukan operasi. Racun yang ada di perut Luhan harus segera di keluarkan.”

“Tapi.., ada kemungkinan…,”

“Luhan akan koma setelah selesai melakukan operasi itu.”

“Dan kita tidak tahu kapan dia akan bangun.” Mata Sehun terlihat berkaca-kaca.

“Luhan Hyung..”.

“KAU!” Sehun menatap Kyungsoo tajam.

“Kau yang membuat teh untuk Luhan hyung! Kau berniat membunuhnya ya kan!”

“T.tidak.., aku tidak mung-”

“Jika bukan kau, siapa lagi? Kau yang selalu memasak untuk kami!”

“Aku membencimu!!” Sehun mengangkat kerah Kyungsoo lalu melepaskannya kasar, semua member menatap Kyungsoo tak percaya.

“Kyungsoo-ah.., aku tak percaya kau sejahat itu!”

“Untuk apa aku meracuni Luhan Hyung? Apa untungnya untuk ku?”

“Diary ini bisa membuktikan segalanya..,” Kyungsoo terkejut, Kai membawa sebuah diary bertuliskan Do Kyungsoo.

“Aku sudah membacanya, kau iri karena Luhan Hyung terkenal di kalangan yeoja sementara kau tidak? Dasar licik!”

“Tapi itu bukan diaryku!!”

“Ini tanda tanganmu kan?”

“………”

“Ck, kukira kau orang baik Hyung. Ternyata dugaanku SALAH!” Kai membanting diary itu dihadapan Kyungsoo.

“Dasar pengkhianat!”.

Suasana Dorm EXO sepi dan suram, Sehun tengah mengelus fotonya bersama Luhan saat mereka berada di Disneyland.

“Sehun..” Kyungsoo mendeka.

“Mau apa lagi kau?! Pergi!!” Sehun melempar bantal ke Kyungsoo.

“Sehun percayalah padaku..”

“PERGI!!”.

Kyungsoo memegangi dadanya. Sesak…, dadanya sesak. Padahal bukan dia yang memberi racun pada teh Luhan dan diary itu bukan miliknya. Kyungsoo melihat Kai sedang membawa barang-barangnya ke kamar Luhan dan Sehun.

“Kai…?”

“……”

“Kai, kenapa kau membawa barang-barangmu ke kamar HunHan?”

“Kau kira aku sudi sekamar denganmu?” JLEB! Hati Kyungsoo terasa tertusuk seribu jarum

“Kai.., kumohon percaya padaku..,”

“Diary itu sudah merupakan bukti kalau kau adalah orang yang licik!”.

Kyungsoo menguci  pintu kamar mandi.

‘Kenapa mereka tidak percaya padaku?’

‘DEG!’

Kepala Kyungsoo terasa pening, lalu tiba-tiba semua menjadi gelap.

Kyungsoo terbangun, dia mendapati dirinya sudah berada di kamarnya.

“Kau sudah sadar?” rupanya Suho yang sudah membawanya ke kamarnya

“Suho Hyung..”

“Aku tidak percaya kau yang menaruh racun diminuman Luhan.”

“Suho Hyung….”

“Menangislah.., kalau itu bisa membuatmu lega.”

“Suho Hyung…terima kasih..terima kasih sudah mempercayaiku…” Suho memeluk Kyungsoo yang sedang menangis.

“Aku…, tidak percaya orang sebaikmu melakukan hal itu.”.

Manager EXO memanggil seluruh member EXO ke SMENT.

“2 hari lagi kita ada jadwal di Music Bank.”

“Tapi Luhan Hyung kan..”

“Makanya itu, kita akan mengatakan pada fans kalau Luhan sedang ada acara dan tak bisa datang.”

“Hyung, kau berniat membela dia?!”

“Sehun, kita belum tahu Kyungsoo yang memasukan racun itu atau orang lain.”

“Ck, sudah jelas-jelas dia yang memasukannya! Kau tetap melindunginya?”

“Kai!”

“Benar, biar saja sekalian saja fans tahu kalau dia itu orang LICIK!”.

Kyungsoo menggigit bibirnya, hatinya sangat sakit sekarang.

“Aku yakin Kyungsoo bukan pelakunya!”

“Kau juga ikut-ikutan melindunginya Suho Hyung?”

“Kalian sudah mengenal kyungsoo berapa lama? Siapa yang merawat kalian kalau kalian sakit? Siapa yang-”

“ Mungkin itu hanya sandiwara.”

“Kai!! Sehun!!”

“CUKUP!”

“Kai,Sehun jangan kalian menyalahkan Kyungsoo dulu. Belum ada bukti yang membuktikan Kyungsoo pelakunya!”

“Diary itu sudah menjadi bukti. Bagaimana kalau kita mengecek CCTV yang ada di dapur?”

“Aku sudah memeriksanya kemarin.”

“Lalu hasilnya? Dia benar-benar membuat teh kan?”

“Tapi itu bukti itu belum cukup untuk membuktikan Kyungsoo pelakunya!”

“Sudah! Masalah ini kita selesaikan nanti. Kalian cepat latihan!”.

Ya! Kenapa dari tadi gerakanmu salah terus??”

“Kalau latihan yang serius!”

“ Dia mungkin ketakuan jika kejahatan busuknya di ketahui fans dan di tendang keluar dari SMENT.” Suho yang mendengarnya langsung naik pitam.

“Kai!! Sudah ku bilang berapa kali jangan  menyalahkan Kyungsoo! Belum ada bukti yang kuat!” Suho mencengkram kuat kerah Kai.

“Apa yang dia lakukan padamu? Apa kau diguna-guna olehnya sehingga kau tunduk dan patuh padanya?”.

‘BUG!’ Suho menonjok wajah Kai dengan keras, Kai ingin membalas tapi..

“Sudah hentikan!” tangan mungil Kyungsoo memegang lengan Kai

“Aku yang salah…, aku yang salah…, jangan bertengkar, kumohon.”

“Ck, sok baik!” Kai pergi berlalu meninggalkan Kyungsoo yang memandangnya sedih. Malamnya, Kyungsoo menatap selembar amplop yang sedang dia genggam.

‘Aku merasakannya.., aku merasakannya.., mianhae…jeongmal mianhae.’

In Music Bank

“WE ARE ONE! Annyeaseong EXO IMNIDA!”

‘Puk!’

sebuah tepung terlempar dan mengenai kepala Kyungsoo, security yang berjaga di sana langsung mencari siapa fans yang melempar tepung.

“KAMI MAU LUHAN OPPA!” “KAMI TAK BUTUH D.O OPPA!”

“DASAR JAHAT!! KEMBALIKAN LUHAN KAMI!!” fans berteriak bersama-sama membuat Kai dan Sehun menyeringai senang.

“Lihat, kita belum memberitahu dia pelakunya fans sudah tau kalau dia pelakunya.”

“Siapa bilang Kyungsoo pelakunya dia-”

“S.Suho Hyung, sudah jangan ditanggapi. Aku memang salah..,”

‘PROK!’ dan lagi, sebuah telur melayang dan sukses pecah di kepala Kyungsoo. Pening langsung menyerang kepalanya, Suho dengan sigap menopang tubuh Kyungsoo yang mulai oleng.

Di backstage, Kyungsoo tiba-tiba memeluk Baekhyun. Baekhyun ingin protes, tapi..

“Hyung…, mianhae kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Kyungsoo memeluk Baekhyun perlahan. Baekhyun ingin protes pada Kyungsoo. Tapi setelah Kyungsoo memeluknya dengan erat, dia merasa Kyungsoo akan pergi meninggalkannya. Setelah Kyungsoo selesai memeluk Baekhyun, Kyungsoo pergi menjauh dari sana.

“Aneh sekali.., perasaan apa ini?” Chanyeol merangkul pundak baekhyun pelan.

Wae, Hyung?”

Aniya, aku baik-baik saja.”.

“Suho Hyung.” Suho menoleh, Kyungsoo tengah membawa sebuah kotak bermotif polkadot hitam.

“Suho Hyung, karena selama ini kau sudah mau membantuku di saat susah ataupun sedih, maukah kau menerima hadiah ini?” Suho tersenyum , dia mengacak rambut Kyungsoo pelan.

“Hei, aku tulus membantumu Kyungsoo.”

“Setidaknya terima hadiah ini, Hyung tak mau…?” Kyungsoo menundukan kepalanya

“Tentu saja aku mau,” Suho mengambil bungkusan itu dan merangkul pundak Kyungsoo.

“Tapi, Hyung harus membukanya sehabis acara ini selesai!”

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa, memangnya tidak boleh?”

“Kyungsoo, kamu imut sekali~!” Suho mencubiti pipi chubby Kyungsoo.

“Baiklah, ini dia penampilan spesial member EXO! Do Kyungsoo yang akan menyanyikan lagu missing you!” semua member kaget dan langsung menuju ke pinggir backstage. Kyungsoo membawa mic dan mulai duduk di kursi yang telah di sediakan.

“HUUUU~! TURUN! TURUN!” “TURUN! TURUN! TURUN!”

“Ku mohon, ini penampilan terakhirku. Maafkan aku sudah membuat Oppa kalian terluka, aku memang jelek dan bodoh. Tapi, ku mohon perhatikan aku sekali saja. Untuk terakhir kali..,”mata Suho membulat.

“Manager Hyung! Hentikan Kyungsoo!!”

Wae?”

“Hentikan!!! Kita harus cepat membawanya ke rumah sa-” alunan instrument missing you membuat Suho kaget, dia segera pergi untuk menyusul Kyungsoo sambil menggengam erat kotak polkadot, pemberian Kyungsoo.

Ijen geude ga anirago haedo…. Animyeon nal kamahge ijosseodo…… Neon danji naege jinan saramirado……Tonight is just one night….Neoreul ilgi jeon cheoreom….” Kyungsoo memegang kepalanya, pening yang hebat melanda kepalanya. Walau begitu, dia masih meneruskan menyanyi. “Neol dashi gago shipeun ne maumeun……….Wae geuroge miryoen suroun geonji……..Niga eobnun…..nal injeong halsuga eobnun…….Tonight is just one night……..Neoreul ilhi jeon cheoreom… hanbeonman ne mameul durojwo everyday every-Uhk..”

Kyungsoo menutup mulutnya dan tiba-tiba saja tubuhnya oleng “Kyungsoo!!!!!” Suho menghampiri Kyungsoo, dia memeluk Kyungsoo. Suasana terasa sangat hening dan mencekam, para fans menutup mulutnya saat…

“H.Hyung..uhkk!” mata Suho membulat. Tepat di hadapannya, Kyungsoo muntah. Bukan muntah biasa, muntah darah!.

“Kyungsoo! Sudah kubilang apa! Jangan memaksakan dirimu..!” mata Suho mulai berkaca-kaca, air mata mulai jatuh ke pipinya.

“Hyung!!” member Exo mengerubungi Suho dan Kyungsoo.

“Kyungsoo-ah! Kau kenapa?!”

“Semuanya….gomawo sudah membuat hidupku lebih berwarna……maaf kalau aku ada salah.., Saranghae..” mata Kyungsoo terpejam damai.

“Hyung/Kyungsoo!!”

Dan EXOST fans mulai berteriak histeris.

“D.O OPPA!!!” “OPPA MIANHAE!”

“OPPA JEONGMAL MIANHAE! Hiks..”. Dan disaat yang sama, Luhan mulai sadar dari komanya.

Para fans menjerit-jerit histeris, semua fans dan artis yang ada di sana terlihat shock. Bahkan, Ryeowook juga ikut meneteskan air mata.

“Kyungsoo-ah…,”.

Saat suasana di sana kacau “Dia yang meracuni Luhan! Bukan Kyungsoo” Member EXO dan fans di kejutkan oleh kedatangan polisi dan manager EXO yang membawa seorang yeoja yang tengah meronta-ronta.

“Kau! C.Choi Mi Na!!”

“Kami menyelidiki tentang kasus Luhan. Setelah kami melihat CCTV, Kyungsoo menyeduh teh dan meninggalkannya di dapur. Sementara gelas Luhan di taruh di ruang keluarga, apa itu tidak aneh? Maka dari itu, ternyata CCTV di dapur dan di ruang keluarga di sabotase sehingga ketika yeoja ini mengambil teh dan menaruhnya di ruang keluarga tidak terekam. Dan ketika kami mencocokan sidik jari yeoja ini, hasilnya cocok dengan sidik jari yang ada di gelas Luhan.” Rahang Suho mengeras.

“Kau!! Kau sudah membuat kami terpecah!! Apa mau mu!?” yeoja itu tersenyum licik

“Aku hanya ingin kalian …HANCUR!! Karena Kyungsoo, dulu aku tidak terpilih menjadi Trainee SMENT! Aku benci Kyungsoo dan kalian semua!!”

“Kau!!!!!!!”

“Sudah tenanglah.., ini akan ditangani polisi.”manager mengelus pundak Suho pelan, berusaha menenangkan hati Suho yang sudah terbakar api amarah.

“Ikut aku!” Suho menarik Mi Na kasar.

“Untuk para EXOST.., Kyungsoo tidak bersalah. Yeoja ini yang membuat Kyungsoo difitnah! Dan perlu kalian ketahui….”

“Kyungsoo..dia..terkena kanker darah…” member EXO sangat kaget dengan kata-kata Suho.

“Kyungsoo..terkena kanker darah….?”

“Ambulansnya sudah datang! Biar aku dan Baekhyun Hyung yang mengantar Kyungsoo Hyung ke rumah sakit.”.

Para EXOST yang amarahnya sudah di ubun-ubun langsung melempar apa saja yang ada di sana kepada yeoja itu.

“DASAR LICIK!!”

“MATI SAJA KAU~!!”

dan berlanjut dengan hinaan yang lebih parah dari EXOST.

“Kyungsoo Hyung..,” Kai menggengam tangan Kyungsoo, mereka sudah ada di dalam ambulans.

“Hyung mianhae…mianhae..”

“Kyungsoo….maafkan..aku.., aku memang Hyung yang bodoh…” Baekhyun mengelus rambut Kyungsoo pelan, Wajah Kyungsoo semakin memucat dan tangannya semakin dingin.

“Cepat sedikit! Keadaannya semakin parah!”.

Suho membuka bungkusan yang di terimanya dari Kyungsoo

Ini resep-resep makanan kesukaan semua member, jika aku tak ada, kau bisa menyuruh Lay Hyung membuatkannya dan kau ingat ini Hyung? Ini jam tangan yang kau inginkan saat kita berada di london! Semoga kau suka, Gomawo ^^. Do Kyungsoo.’ Suho mengambil buku bersampul biru dan bergambar kue.

“Kyungsoo…” Suho memeluk buku dan sebuah kotak berwarna hijau tua itu erat dan bergegas menuju rumah sakit.

End flashback

“Hyung, mari kita mengunjungi Kyungsoo Hyung.”

Luhan menganguk dan mengikuti Sehun masuk ke rumah sakit. Jari Kyungsoo bergerak perlahan, Baekhyun dan Kai terkejut.

“Kyungsoo!” perlahan mata doe Kyungsoo terbuka.

“Kai..Baekki Hyung..”

“Kyungsoo..hiks!” Kai dan Baekhyun memeluk Kyungsoo erat.

“Berhenti memelukku.., sesak..”

“Maafkan kami Kyunggie.., hiks…kami menyesal..” Kyungsoo tersenyum.

“Sudah, ini semua sudah berlalu Hyung..”.

“HYUNG!!” Sehun langsung memeluk Kyungsoo erat..erat sekali

“Hyung..maafkan Thehun ya..waktu itu aku thudah jahat padamu..”

“Sudah tak papa.”

“Kyungsoo!!” Luhan memeluk Kyungsoo erat.

“Benarkah aku masih belum boleh pulang?” Suho menggeleng, tentu saja Kyungsoo belum boleh pulang. Keadaannya belum stabil dan masih perlu penanganan yang serius.

“Kau lapar tidak? Mau ku kupaskan apel?”

Aniya, Hyung aku tahu kau tak bisa mengupas apel. Nanti tanganmu terluka.”

“Sudah tak apa.”.

“Ehem..!” Kai merebut apel yang ada di tangan Suho.

“Suho Hyung modus!”

“Kkkk~..Kau cemburu?”

“Huh! Tidak!”

“Jangan bohong..” Suho terus menggoda Kai

“Aku tidak cemburu! Aku hanya khawatir melihat Hyung kesayanganku di perlakukan seperti yeoja chingu olehmu Hyung!”

“Ini perhatian antar Hyung dan Dongsaeng tahu.”.

“Kai, Suho Hyung bolehkah aku pulang sekarang?”

“Kenapa Hyung? Tak boleh! Kau harus di rawat di rumah sakit!”

“Ku mohon..”

“Sehabis dari Dorm, aku akan kembali ke sini aku berjanji.”

“Kyungsoo, istirahatlah di sini dulu.”

“Hiks..Hyung jahat!”

“Baiklah.., tapi sebentar saja. Arraseo?” Suho akhirnya mengalah karena dia tak tahan melihat tatapan Kyungsoo yang memelas.

Suho menatap Kyungsoo yang tengah menatap jalanan Seoul, dia tersenyum. Tapi, senyuman itu bukanlah senyuman senang. Tetapi, senyum kehilangan.

“Kyungsoo?”

“Ah, nde?”

Aniyo..,”

“Kyungsoo Hyung, kalau kau sudah sembuh ayo kita nonton film pororo the movie!”

“Aku rasa..”

“Aku tak bisa..,” Kyungsoo bergumam pelan.

“Kyungsoo?!” Chanyeol memeluk Kyungsoo erat

“Aku merindukanmu..”

“Chanyeol Hyung, bolehkah kau memanggil semuannya ke ruang keluarga?”.

“M.memang kenapa?”

“Sudah lama kita tak berkumpul bersama kan?”.

“Kyunggie, kenapa kau memanggil kami semua?”

“Aku hanya ingin..kita berkumpul bersama, seperti dulu….,”

“M.memangnya kenapa Hyung?” Tao merasakan firasat buruk, Kyungsoo menyenderkan kepalanya ke bahu tegap Kai. Kai yang disenderi hanya dapat bertanya ‘Gwaenchana?’ dan Kyungsoo tersenyum manis.

“Kepalaku hanya sedikit pusing..,”

“Apa perlu kita ke rumah sakit?”

“Aku merindukan kalian, aku merindukannya…,”.

Suasana di ruang keluarga sangat ramai dan hangat. Kyungsoo tersenyum melihat Chen dan Baekhyun bernyanyi seperti orang gila. Tetapi, mata Kyungsoo tertutup seiring mereka bernyanyi dan..tes..air mata Kyungsoo sukses jatuh di pipi chubbynya yang pucat.

‘Pluk..’

Kepala Kyungsoo terjatuh di pundak Kai, Kai merasa jantungnya berhenti berdetak. Dia tidak lagi merasakan nafas Kyungsoo yang menyapu lehernya. Dia masih berpikir ini hanya perasaannya saja.

“Dia tertidur.”

“Ayo kita tinggalkan dia, nanti dia terbangun.” Semua member meninggalkan Kyungsoo kecuali Kai, dia masih khawatir dengan Kyungsoo. Firasatnya sungguh tidak enak.

“Hyung..” Kai mengguncangkan badan Kyungsoo, tapi Kyungsoo tetap tidak bergeming.

“Hyung..gwaenchana?” Kai dengan tangan gemetar memegang dahi Kyungsoo, dingin..

“Hyung! Hyung! Ireona!” Dan Kai akhirnya memegang urat nadi Kyungsoo, jantungnya tak berdetak. Itu berarti…

“HYUNG!!!!!!”.

“Sebelum pergi, bolehkah aku membisikan sesuatu pada Kai?”

“Ya, lakukan dengan cepat.”

Kai, walaupun aku sudah pergi. Aku tetap ada di hatimu dan semuanya, seka air matamu. Aku tak suka melihatmu menangis, kau harus berjanji hidup bahagia setelah ini.., Arraseo?

Hari ini langit mendung, seolah tahu Isakan, jeritan, dan tangisan bergema pada pemakaman yang terletak di daerah Goyang, Provinsi Gyeonggi. Di depan nisan bertuliskan ‘Do Kyungsoo’ semua orang yang ada di sana menangis pilu. Terlihat 11 namja berbaju hitam tengah mengerubungi nisan itu. Seorang namja berkulit tan terjatuh perlahan di deppan nisan itu, dengan tangan gemetar, dia memeluk nisan itu erat.

“Hyung.., kau jahat…jadi ini yang kau maksud ‘pergi jauh’?”

“Kyungsoo-ah! Kau tega meninggalkanku sendirian…..” Baekhyun terisak sedih, Chanyeol merangkul bahu Baekhyun. Keadaan Chanyeol hampir sama dengan Baekhyun tapi dia tak terisak, dia hanya menangis tanpa suara.

“Baekki Hyung..tenanglah. Semuanya merasa kehilangan Kyungsoo. Kyungsoo-ah, apa kau bahagia di sana? Hyung doakan kau mendapat tempat terbaik di alam sana..”

“Oppa! Mianhae…, aku seharusnya lebih mempercayaimu Oppa!” Seorang fans berteriak dengan nyaring membuat suasana semangkin haru.

“Oppa! Kami minta maaf..hiks..jeongmal mianhae..” para fans menangis keras, sebuah spanduk bertuliskan ‘JEONGMAL MIANHAE D.O OPPA!’ Dan spanduk bertuliskan ‘WE LOVE YOU D.O OPPA!’ memenuhi area pemakaman. Fans menyanyikan lagu missing you dengan air mata yang mengalir di pipi mereka.

Hanbeonman ne mameul durojwo
Every day every night  I am missing you
Nae gyeote eobseodo ijen bolsu eobseodo
Eonjena ne mamen tokatheun neo ingeol

Neol dashi gago shipeun ne maumeun
Wae geuroge miryoen suroun geonji mmh~
Niga eobnun nal injeong halsuga eobnun Ooh~
Tonight is just one night
Neoreul ilhi jeon cheoreom

Lagu itu adalah lagu memilukan bagi mereka yang menyanyikan lagu itu. Sebuah pesawat kertas terjatuh di samping seorang fans berambut pendek sebahu

‘Ini lagu terindah yang pernah ku dengar, terima kasih dan satu lagi Jangan menangis.., aku ikut sedih jika kalian menangis.., aku akan berada selamanya di hati kalian.., saranghae..’ fans itu terisak pelan.

“Oppa.., jeongmal mianhae.”

Setelah pemakaman sepi. Kai masih memeluk nisan Kyungsoo erat.

“Hyung, tau kah kau? Website kita kebajiran permintaan maaf dari fans dan hatersmu, Xiumin Hyung tidak mau makan, Baekhyun Hyung menangis semalaman, Suho Hyung terus menatap foto kita di ruang keluarga dengan tatapan kosong, Lay terus menerus latihan dance dengan air mata mengiringi gerakannya, Tao  latihan Wushu semalaman,  Kris Hyung berusaha menghentikannya tapi malah kena bogem mentah dari Tao. Apa kau tak kasihan pada kami Hyung?”  hujan turun membasahi tubuh Kai yang masih berlutut di depan nisan Kyungsoo.

“Hyung, berbahagialah di sana, jangan lupakan kami. Dan sekali lagi…,”

Mianhae..,” Kai menangis diiringi hujan yang membasahi sekujur tubuhnya.

Jangan menangis Kai.., dari dulu aku sudah memaafkanmu..,’ sebuah bisikan terdengar di telinga Kai.

Gomawo Hyung..gomawo hiks aku tak menangis…hiks..ini air hujan hiks..”.

Setelah Kai puas menangis di pemakaman, Kai langsung pulang menuju Seoul bersama manager. Setelah sampai di dorm, Kai masih terpukul atas kematian Kyungsoo, dia duduk di tempat tidur Kyungsoo.

“Hyung, boggoshipo..”

Kai melihat sebuah guci mungil di meja dekat ranjang Kyungsoo. Entah kenapa, dia ingin mengambilnya.

Berat….

Kai menjatuhkan semua isi vas itu.

Dan…, ratusan pil obat berada di sana. Di dalam vas itu, Kai menemukan secarik kertas. Dia membacanya perlahan.

Annyeong, pasti setelah kalian menemukan surat ini pasti ada 2 kemungkinan. Pertama, aku yang memberikan surat ini sendiri dan mengundurkan diri dari EXO atau kedua, aku pergi meninggalkan kalian untuk selamanya. Selama ini aku sangat bahagia, bahagia bisa bersama Hyung dan Dongsaeng yang baik. Mungkin aku jahat tidak mengatakan ini. Aku terkena kanker darah. Hidupku tak akan lama lagi, aku bisa merasakannya. Aku hanya ingin berpesan. Kai dan Sehun,  jangan terlalu sering bertengkar. Suho Hyung, jaga kesehatanmu. Chanyeol Hyung, jaga Baekhyun Hyung dengan baik ya. Baekhyun Hyung, jika aku tak ada tolong bangunkan Kai yang suka sekali kesiangan. Tao, jangan terlalu sering berlatih wushu pada malam hari. Kris Hyung, aku tau kau leader paling tegas jaga member EXO M untuk ku ya?. Xiumin Hyung, maaf aku tak bisa membuatkanmu bakpao dan makanan yang lezat lagi. Lay Hyung, jaga kesehatanmu jangan terlalu sering latihan dance malam-malam.Luhan Hyung, jaga Sehun baik-baik, jika dia bertengkar dengan Kai marahi saja mereka berdua hehehe Dan yang terakhir, Chen Hyung. Suaramu sangat merdu, aku ingin mendengarkannya setiap hari. Tapi tak bisa kan?. Baiklah mungkin hanya itu saja yang ingin ku sampaikan. Terima kasih atas perhatian kalian selama ini. Love Do Kyungsoo.’

Kai menagis keras, dia benar-benar merasa bersalah dengan Kyungsoo, tubuhnya bergetar hebat, matanya tak pernah henti-hentinya mengeluarkan air mata.

“Hyung..mianhaemianhae..” Seakan robot yang rusak, Kai selalu mengumamkan kalimat itu. Kai menggengam surat itu erat. Tanpa dia sadari, sebuah siluet putih menatapnya sedih dari luar jendela

Aku juga tak ingin berpisah denganmu Kai…’.

Sayangilah sahabat kalian seperti kalian menyayangi  diri kalian sendiri….

Siapa tahu sekarang adalah hari terakhir kalian bersama sahabat kalian…

Penyesalan selalu berada di akhir kan?

END

            P.S: Maaf kalau FF ini udah gue post dimana-mana #plak gomawo buat yang udah reviews #walaucuma3 gue seneng banget dan kalau ada tanda baca titik yang salah di FF ini author mohon maaf karena banyak typonya pokoknya gomawo buat yang udah baca FF ini, love you all. ^^

41 pemikiran pada “Sorry (Chapter 2/END)

  1. Hwaa!! Awalnya pengen nangis, tapi harus tetep kuat kayak D.O! Dan juga karena ada orang lain sih.. daripada malu maluin, sedih aja hiks.. cukup deh.. thanks ya thor atas ff hiks.. walaupun sedih T^T HWAA!! Oppa! Uljima!! Huwaa!! T.T(trus kenapa ikutan nangis?) Fighting thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s