Romantic Princess (Chapter 2)

ROMANTIC PRINCESS

 

Author : Inez Christabel

Genre : Romance, Family,Brothership

Rating : General

Length : Chaptered

Cast : Im Na Ri , Oh Se Hoon , Kim Jongin and other supported cast

banner

*Nari POV*

Sungguh aku masih belum bisa mengerti seluruh pernyataan Sehun oppa.Bagaimana bisa ? apa itu masuk akal? Baekhyun oppa bahkan sudah kuanggap sebagai oppaku sendiri sebelum kedatangan Kai oppa.

“Kau.. Berbohong,kan ?” tanyaku ragu.

“Apa keuntunganku bila aku membohongimu ?”

‘haiissh, namja ini kenapa balik bertanya ? Tapi, ada benarnya, untuk apa dia berbohong mengenai hal semacam ini ?’umpatku dalam hati dan tak lupa memberi tatapan sinis padanya.

Masih terlalu sulit untukku mencerna perkataannya.Lebih baik sekarang aku pulang saja.

“Aku pulang.” Ucapku seraya berdiri dan hendak melangkahkan kakiku.

“Kuantar.” Dia menarik salah satu tanganku.

“Tak perlu. Aku bukan anak kecil.” Sinisku tanpa sedikit pun menoleh padanya, dan hanya menghempaskan tangannya.

“Arasseo.Tapi tunggu..” tak ada suara setelah itu, yang kutahu, Sehun oppa membalikkan badanku, memasangkan kupluk,syal dan tak lupa sarung tangan musim dinginnya.

Saat ia dengan telaten memasangkan semua itu di badanku, jarak wajahnya dengan wajahku hanyalah beberapa centi. Entahlah, perasaanku sungguh aneh. Debaran jantungku sudah tak bisa dikontrol dan bahkan lututku lemas.Aku terpaku melihat paras tampannya yang aku rindukan dengan jarak sedekat ini.Untunglah sebelum ia selesai memasangkan semuanya, aku sudah bisa mengembalikan pikiranku lagi.

“Sebenarnya kau tak perlu…”

Belum selesai aku bicara,dia sudah memotong ucapanku, “Dengan begini asmamu takkan kambuh.Dasar ceroboh !” ucapnya sambil menyentil dahiku.

“YAK! Oppa!”

“eoh? Kau memanggilku apa ? Ya! Ucapkan sekali lagi.”pintanya

Aaah, tidak.aku keceplosan.Haiish, kenapa bisa aku mengucapkannya saat aku justru sedang menjaga jarak dengannya.

“Shireo!” dengan cepat aku langsung kabur.Ah,tidak, lebih tepatnya jalan tergesa-gesa menjauhi tempat Sehun oppa berdiri.Aku benar-benar malu, tapi aku sendiri tak tahu mengapa.

 

*Sehun POV*

Selesai aku memasangkan semuanya, dia angkat bicara.

“Sebenarnya kau tak perlu…”

Belum selesai dia bicara,aku sudah memotong ucapannya, “Dengan begini asmamu takkan kambuh.Dasar ceroboh !” ucapku sambil menyentil dahinya. Aku tahu dia akan bilang kalau aku tak perlu memasangkan semua itu, jadi lebih baik kupotong saja ucapannya.

“YAK! Oppa!”

“eoh? Kau memanggilku apa ? Ya! Ucapkan sekali lagi.”pintaku.

Bukankah ini sebuah kemajuan ? Sebelumnya dia memanggilku Sehun-ssi dan sekarang oppa !?

“Shireo!” dengan cepat dia langsung melarikan diri tanpa mengabulkan permintaanku, kurasa dia malu karena keceplosan memanggilku dengan sebutan oppa.

Aku memutuskan untuk kembali ke rumah, badanku sudah menggigil.Tapi, tak apa.Itu lebih baik dibandingkan Nari yang harus jatuh sakit akibat kedinginan di tengah musim salju ini. Jujur,aku memang masih menyimpan rasa padanya, lebih tepatnya aku masih sangat mencintainya. Kukira Baekhyun akan berada selangkah di depanku untuk mendapatkan Nari. Tapi ternyata ia tetap menjaganya untukku. Baekhyun memang sahabat yang bisa diandalkan, sekalipun aku tahu, Baekhyun sendiri menyukai Nari.

Tiba-tiba ponselku berdering, ah, Kai.

“Ah, Kai.Waeyo ?” tanyaku penasaran.

“Datanglah ke rumahku, ada hal bahagia tentang kau dan Nari.Palli!” desaknya.

“Ah, arasseo.”

 

*Nari POV*

“aissh jinja Nari pabo !! Bagaimana mungkin kau mengatakan satu kata itu ?Padahal sekarang kau sedang berusaha untuk tidak dekat dengannya. ARRRRGH!!” ucapku tak habis pikir.

Memang, dulu aku terbiasa mengucapkan kata itu padanya.Namun, sekarang beda keadaannya. Sungguh, aku benar-benar merindukan sikap manjanya. Aku benci harus menjaga jarak dengannya seperti ini.Seharusnya dari awal aku tidak mengacuhkannya. Lihat! Sekarang justru aku yang seolah-olah ingin merubah keadaan seperti semula.

“Aku pulang!” ucapku seraya memakai sandal rumah yang terjejer rapih. Tapi, tunggu. Di mana sandal rumah appa? Eoh, apa dia sudah pulang ? Tapi, bukankah dia akan pulang dari Gwangju minggu depan, sekalian mengantarkan kepergianku ke Paris ?

“Oppa ! Oppa, eodisseo ?” Aku memanggil Kai oppa ingin menanyakannya, tapi nihil, justru suara appa yang aku dengar dari ruang tengah.

“Eoh ?Appa?”heranku.

“Waeyo ? Kau tidak suka appamu ada di rumah ?” tanyanya penuh dengan ketenangan.

“Ani. Kukira appa akan pulang minggu depan, sekalian mengantarkan kepergianku ke Paris. Tapi ternyata appa pulang lebih cepat.” Ucapku sambil menghambur ke pelukannya.Sebenarnya bukan karena berlebihan aku memeluknya dengan sangat erat. Tapi, karena appa memang sudah hampir satu bulan tidak pulang ke rumah, melainkan menetap di Gwangju untuk mengontrol para pekerjanya dalam mengurusi proyek besar yang diterima perusahaannya.

“Appa, kau sudah makan ? Oppa dan eomma di mana ?”yah, aku memang tidak mendengar suara mereka sejak tadi apalagi melihatnya.

“Eomma sedang mengundang keluarga Sehun untuk makan malam bersama kita. Waktu itu kan baru kalian bertiga yang menjamu mereka, sekarang appa ingin ikut menjamu mereka juga. Lagipula, ada hal penting mengenai kau dan Sehun yang harus secepatnya dibicarakan sebelum kau berangkat ke Paris.Sehun sedang di kamar Kai, kurasa mereka cepat dekat.”jelasnya.

“Hal penting ? Appa, apa tidak bisa aku tidak disangkutpautkan dengannya? Lagipula hal penting apa mengenai kami berdua ?” heranku.

“Nanti juga kau akan tahu. Soal kejadian waktu itu, maafkanlah dia,lagipula itu bukanlah sepenuhnya kesalahannya. Appa tahu kau menyukainya Nari.Dan untuk malam ini, appa harap tak ada penolakkan untuk apapun yang akan appa bahas dengan keluarga Oh.”

“Ne,appa.Arasseo.Aku mandi dulu.” Pasrahku sambil naik ke atas untuk bersiap-siap.

Saat sampai di depan kamarku, Sehun oppa keluar dari kamar Kai oppa.

“Bagaimana bisa kau sampai lebih dulu ?” sinisku sambil menatapnya tajam.

“Kau kan lamban. Jelas saja aku sampai lebih dulu.” Jawabnya sambil berjalan mendekatiku. Tepat di hadapanku.Mungkin jarak kami hanya 10cm lagi.

“Kau menyebalkan!” entahlah aku tak ingin berpindah tempat dari hadapannya, tapi aku hanya memelototinya.

“Justru itu kan yang membuatmu menyukaiku, eoh ?”

Aaah ! dia melangkah mendekatiku lagi. Matilah aku, jaraknya benar-benar sangat dekat sekali.Mulutku kelu, aku tak bisa memakinya lagi.

“Kenapa kata-kata kejammu itu tak keluar di saat seperti ini ?”

GOOD ! sekarang dia mensejajarkan wajahnya dengan wajahku.

TAMATLAH RIWAYATKU!

 

*Sehun POV*

Lihat, sekarang kau masih mau mengelak kalau kau tidak mencintaiku ? haha.Bagaimana bisa kau bilang kau tidak mencintaiku kalau baru kubeginikan saja, mulutmu sudah kaku.

“Ucapkan kata itu dan aku akan membebaskanmu.”

Kau masih diam ? Okey, ternyata kau menantangku.

“Tak mau ? ku hitung sampai 3..”

“hana…” masih bergeming juga ‘gadisku’ ini.

“dul…” asaa! Mukamu mulai memerah.

“set..” baiklah.

Aku mulai memajukan kepalaku untuk mencium keningnya, tapi…

“Opp..pa..” eoh ?kau mengatakannya ?haha.

“Good girl!” ucapku sambil mengacak rambutnya pelan.

“Tak ada embel-embel ssi lagi mulai sekarang. Panggil aku ‘oppa’.Kalau tidak…”

“Arasseo.Arasseo.Minggir! Aku mau mandi. Bukankah malam ini appa menjamu keluargamu makan malam ? Kau tidak bersiap-siap ? Kau bau !!”

“Aku bau pun kau tetap suka, kan ?” godaku. Asaa! Lihat pipimu.merah seperti buah tomat. Sangat lucu.

“YA! SEHUN-SSI !”

“Mwo ?Sehun-ssi ?” kucondongkan kepalaku.

“oo.. maksudku opp..pa..”

Nari-ya. Aku tidak kuat melihat tampang lucumu itu.

“Aku pulang dulu.Kau dandanlah yang cantik, jangan mengecewakan ‘calon nampyeon’mu ini.” Ucapku sambil berlalu meninggalkannya untuk bersiap-siap.

 

*Nari POV*

 

“MWO? YAK! APA MAKSUDMU,YAAK!!” teriakku shock mendengar ucapannya.

“calon nampyeon ? apa maksudnya ? Benar-benar namja menyebalkan.” Umpatku sambil berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

—–^^—–

Selesai mandi aku berkaca dan terlintas kembali perkataan namja menyebalkan itu.

“Berdandan ? Tapi dandananku takkan secantik yeoja lainnya.”

Tiba-tiba, eomma masuk dan mendekatiku.

“Biar eomma bantu kau berdandan.”

Asa!! Eomma kau memang pahlawanku. Hahaha.

“Eomma, tapi jujurlah padaku. Ada acara apa sebenarnya malam ini ? Sehun oppa menyuruhku berdandan. Dia juga bilang kalau dia calon nampyeonku.Appa bilang juga malam ini ia akan membicarakan suatu hal yang berkaitan denganku dan Sehun oppa.Aku tidak mengerti eomma.”

“Kau akan mengerti jika sekarang kau turun dan bertemu dengan semuanya.Kajja!”

Eomma mengambil tanganku dan menuntunku menuruni tangga.Semuanya masih bersantai di ruang tengah dan belum sadar kalau aku sudah datang. Mini dress berwarna peach dengan wedges berwarna senada dan tak lupa sedikit polesan make up natural. Melihat Sehun oppa yang sedang asik berbincang dengan Kai oppa dan tak sadar aku sudah di sini. Aku cukup kesal.

Akhirnya eomma menyadarkanku dari lamunanku. “Kajja, semua menunggumu.”

Eomma menyuruhku duduk di samping Kai oppa yang duduk tepat di sebelah Sehun oppa.

‘okay! Mereka tetap tidak menyadarinya.’ Batinku.

“Oppa…”

Mereka berdua menoleh ke arahku. Ah iya,aku lupa.Sehun kan mengharuskanku untuk memanggilnya oppa.

“Oh, wasseo ? Kemarilah.” Kai oppa menyuruhku duduk diantaranya dan Sehun oppa. Sebenarnya aku cukup’gugup’ duduk di sebelah Sehun oppa. Ny.Oh dan Tn.Oh memuji kecantikanku malam ini.Setelah mengucapkan terima kasih, aku berpikir sejenak.

‘Kurasa sekarang aku harus mencairkan suasana diantara aku dan dia.’

“oppa..”ucapku sambil menolehkan kepalaku menatapnya.

Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, Sehun oppa mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Neomu yeppo.” Bisiknya tepat di telingaku. Saat itu juga, blush pipiku memerah.

Sungguh, cukup dengan dua kata itu,jantungku berpacu berpuluh-puluh kali lipat. Badanku menegang seketika. Aku suka, tapi juga gugup dengan perkataannya.Dia kembali memberi jarak di antara kami berdua.Sekarang aku benar-benar bisa menatapnya kembali.

“Gomawo.” Kali ini dengan senyum yang terkembang tulus di bibirku, dia juga tersenyum menunjukkan kedua lesung pipinya yang kusuka sejak dulu.Kurasa aku sudah bisa memaafkannya sekarang, tapi mungkin belum sepenuhnya.

 

*Sehun POV*

“Gomawo.” Kali ini dengan senyum yang terkembang tulus di bibirnya, aku juga tersenyum menunjukkan kedua lesung pipiku yang dia suka sejak dulu.

Dia mengalihkan pandangannya dariku dan menyimak percakapan diantara kedua orangtua kami.

“Ah, semuanya sudah berkumpul.Lebih baik kita membahas hal ini sebelum makan malam.” Ucapan Tn.Im cukup membuatku gugup. Entahlah mengapa, walaupun aku sudah mengetahui semuanya tapi tetap saja.

“Jin Hyuk-ah, lebih baik aku yang menyampaikannya. Sekalian aku mewakilkan Sehun.” Potong appa.

*Author POV*

Sehun dan Nari sama-sama menampilkan rasa tidak nyaman mereka.Terlebih Nari, ia belum mengetahui apapun sebelumnya, dia sangat penasaran akan apa yang akan diucapkan Tn.Oh.

“Jadi begini, malam ini sebenarnya merupakan malam perjodohan kalian. Aku dan ayahmu sudah lama ingin melangsungkan perjodohan ini. Lagipula,kami lihat kalian sudah sangat akrab sejak kecil.Maka dari itu kami rasa, malam ini adalah waktu yang tepat untuk melaksanakannya.Mengingat minggu depan kau harus berangkat ke Paris untuk melanjutkan studimu.Kami tidak mau terus mengulur waktu.” Ucap Tn.Oh menjelaskan pada Im Nari.

Nari,terlihat cukup kaget.Bahkan dia memelototi appanya saat mendengar semua penuturan Tn.Oh. Tapi nihil, appanya justru memalingkan wajahnya, dan saat itu juga Nari mengingat peringatan yang diberikan appanya sore tadi.

‘Appa tidak mau mendengar penolakan apapun darimu malam ini.’ Itu yang terlintas di benak Nari saat itu juga. Melihat Nari melamun, Sehun mencoba menyadarkan Nari.

“Neo gwenchana ?” ucap Sehun seraya merangkul bahu Nari.

“Ah,gwenchana.” Balas Nari.

Ny.Oh yang melihat raut kaget putrinya langsung mengambil alih.

“Nari, kami tidak memaksamu untuk langsung menerima perjodohan ini sekarang juga. Kami hanya ingin kau mengetahuinya dulu.Keputusan ada di tanganmu dan Sehun. Kami tidak akan langsung meminta kalian untuk bertunangan apalagi sampai mengadakan upacara pernikahan di umur kalian yang masih belia ini. Kalian bisa memulainya dengan berpacaran. Ya, kan, yeobo ?” Ucap eomma Nari dengan bijak.

 

*Nari POV*

Aku memang masih terlalu shock.Bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya dari awal padahal appa dan Sehun oppa sudah memberikan tanda mengenai perjodohan ini.Ah, kurasa semua mengkhawatirkan ekspresi shock-ku. Aku mencoba untuk mengembalikkan suasana.

“Ah, aku mengerti eomma.Kurasa aku juga harus bicara berdua dengan Sehun oppa setelah acara ini.” Ucapku berusaha meyakinkan semuanya.

Tapi, kurasa nihil. Mereka masih menatapku.. err, aneh.

“Ah,kurasa ini sudah hampir lewat jam makan malam. Apa kita bisa makan sekarang ? Aku lapar.” Ucapku polos tanpa dibuat-buat. Sekarang aku benar-benar lapar.

“Oh,tentu. Mari kita pindah ke meja makan. Makan malam sudah siap.” Ucap appa pada semuanya dan kulihat ia sempat tersenyum bangga padaku. Entahlah apa maksudnya.

Sebelum aku benar-benar berdiri, Sehun oppa menarik pergelangan tanganku hingga membuatku terduduk kembali.

“Ah..Waeyo ? Aku lapar.” Ucapku kesal namun masih mengatur volume suaraku agar yang lain tidak kembali ke ruang tengah lagi. Ya, yang lain sudah meninggalkan kami menuju ruang makan.

“Kau serius dengan ucapanmu tadi ? Ini bukan main-main.Kumohon seriuslah kali ini.Kau tidak bisa bercanda dengan perjodohan.”

WHAT ? ada apa dengannya ? Bukankah dia seharusnya senang dengan jawabanku tadi ? Itu kan artinya aku masih membuka peluang untuknya.

“Aku serius.Tapi…”

“Tapi ?” potongnya sebelum aku melanjutkan kalimatku.

“Kau harus mengikuti aturan mainku !” ucapku tegas.

“Aturan main ?”

 

 

 

 

Aturan mainnya Nari kira-kira kaya gimana yah ? Mau pada tahu ga,nih ?

So, Don’t be silent reader, guys !! Comments, critics, and also suggestion are very welcome 🙂

Biar semangat nih lanjutin FF nya :)))))

19 pemikiran pada “Romantic Princess (Chapter 2)

  1. Luluh juga kan im Na ri nya…
    Awalx mati”an buat jaga jarak ma Sehun..tp Toh akhrx Na ri kgk bisa berkutik..
    Wkwkwk
    Moga” Jodoh!
    Next chap 3 donk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s