The Second You Sleep

Title                 : The Second You Sleep

Author             : Kim Lizzie

Genre                          : Angst

Length                         : Oneshot

Main Cast                    : Kim Joonmyun; Choi Suhwa;

 

PicsArt_1380546781206

 

Choi Suhwa… Siapa dia? Seseorang yang aku kagumi dan aku cintai selama ini. Ia adalah tetangga merangkap menjadi teman ku. Aku melihat nya pertama kali saat aku dan dia masih kecil, ia turun dari mobil dan berlari ke rumah baru nya. Rumah nya ada di depan rumah ku. Mata ku tak berkedip saat melihat nya, bahkan aku tak bisa bernapas. Aku bertanya pada umma ku, “Umma apakah itu malaikat?”

Sekarang aku sering memperhatikannya di kantin saat ia sedang berbincang dengan teman-temannya. Aku tak pernah berani bicara pada nya. Aku bicara pada nya jika ada perlu saja. Aku akan berlari ke suatu tempat dan berteriak jika selesai bicara pada nya.

Ia suka menari. Aku sering memperhatikannya dari luar ruangan menari. Mengayunkan tangan dan kaki nya, pemandangan yang sangat indah bagi ku. Bibir ku tak berhenti tersenyum lebar saat melihat nya sedang tersenyum juga.

Dari dulu aku ingin menyatakan perasaan ku pada nya. Sudah berapa kali aku merasakan sakit hati karena aku sudah diserobot orang lain. Maksud ku diserobot, sudah ada beberapa namja yang pernah menjadi kekasih Suhwa, padahal aku yang pertama kali dan yang paling lama menyukai nya tetapi belum pernah menyentuh nya, apa lagi menjadi kekasih nya.

Aku memang namja yang payah, berbicara saja aku tidak berani, apa lagi menyatakan perasaan ku. Mungkin aku akan mati berdiri. Ya mungkin ini lah nasib seorang “penggemar rahasia”.

Suatu hari, ia tidak masuk sekolah, tiada yang tahu alasannya. Aku sedih karena tak dapat melihat senyumannya hari ini. Aku jadi tak sabar pulang untuk melihat nya dari jendela kamar ku. Apa ya yang ia sedang lakukan sekarang? Apakah ia memikirkan ku dan merindukan ku seperti yang aku lakukan sekarang?

Sesampai nya di rumah, aku berlari kecil masuk ke rumah ku. Tetapi aku memberhentikan langkah ku dan menengokkan kepala ku ke belakang, aku sekarang melihat rumah Suhwa yang sangat ramai dipenuhi oleh orang-orang. Ada acara apa di sana sampai-sampai Suhwa tidak masuk ke sekolah? Mengapa aku tak diundang ke acara nya? Bahkan umma ku tidak berkata apa-apa soal pesta di rumah Suhwa. Aku pun memutuskan untuk mendatangi rumah Suhwa yang ramai itu.

Ada apa ini sebenar nya? Dikatakan pesta juga bukan, karena tidak ada satu pun yang tersenyum di sini. Aku pun melihat sesuatu tempat dan ada sesuatu yang tidak asing dipandang di mata ku. Aku pun menghampiri itu.

Suhwa… Aku melihat Suhwa di sana. Ia terus menutup mata nya dan aku terus menatap nya sambil tersenyum. Menatap nya kagum, itu lah yang selalu ku lakukan saat ia ada di hadapan ku. Aku tidak dapat melihat nya begitu jelas karena banyak bunga di sekeliling nya, tapi ini justru sangat indah bagi ku apa lagi sambil melihat nya yang sedang memejamkan mata nya sambil tersenyum damai itu.

Melihat nya tersenyum membuat hati ku sangat damai dan semangat. Sampai-sampai rasa semangat ku terisi penuh sehingga seperti terlahir kembali. Aneh bukan? Tapi ini lah yang ku rasakan, dia lah kekuatan bagi ku, Choi Suhwa.

Aku tetap di sini terus memperhatikannya sambil tersenyum. Aku dapat merasakan bahwa ia sudah terbang menjauh dari ku, tapi di sisi lain aku juga merasakan bahwa ia masih ada di sini. “Jangan pergi…”, kata ku dengan suara yang sangat kecil. Tak terasa air mata ku mengalir. Ku rasa ia tak dapat mendengar suara ku ini karena kaca ini, kaca yang menghalangi aku dan dia.

Dia di sana berbaring, memejamkan mata, sambil tersenyum dengan bunga-bunga di sekitar nya. Sangat cantik untuk dipandang, tetapi akan jauh lebih cantik lagi jika ia membuka mata nya dan bernapas.

Di balik kaca itu, ia tidak bernapas, tubuh nya dingin, dan kaku. Semua orang di sekitar ku yang melihat Suhwa berbaring itu menangis. Aku yakin dia hanya tidur, tetapi kenapa tubuhnya dingin? Ia juga tidak bernapas, jantung nya pun tidak berdetak. Mengapa? Apakah itu yang dinamakan tidur?

Tetapi ia sudah terbang, menjauh dari ku dan mendekati tempat yang akan ia tempati untuk selamanya. Tetapi aku tetap menatap nya dibalik kaca yang memisahkan kami ini sambil tersenyum dengan air mata yang berjatuhan.

11 pemikiran pada “The Second You Sleep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s