Unpredictable You (Chapter 4)

Unpredictable You (Chapter 4)

Title                        :               Unpredictable You

Author                  :               Mee-icha

Length                   :               Chapter

Genre                     :               School LIfe, Friendship

Main Cast              :               Nam Ji Hyun, Kris, Kai

Support Cast         :               Min Young, and others (find when you read it ^_^)

Author Note       :               Annyeonghaseyo chingudeul, hai-hai … akhirnya chapter ini rampung juga. Semoga kali ini udah cukup panjang ya. Maaf kalau updatenya agak lama. Semoga story line-nya tidak mengecewakan kalian. Well, Here is the story. Enjoy it and Happy reading chingudeul. Jangan lupa komen dan sarannya yang selalu aku tunggu..

~Lanjut ~

Setelah kejadian di taman itu, ji hyun selalu berusaha menghindari kris. Kejadian tempo hari itu menurutnya diluar akal sehatnya. Dia tidak tahu harus menjawab apa jika ditanya mengapa dia meletakkan kedua tangannya diwajah kris waktu itu dan berani sedikit membentaknya. Cuma satu kata yang terpikir olehnya, Refleks. Tapi apa mungkin kris akan menerima jawaban seperti itu, hal itulah yang jadi masalah ji hyun.

Disisi lain, kris juga melakukan hal yang sama. Bedanya dia tidak hanya menghindari ji hyun tapi juga kai. Kenapa ji hyun? karena pada saat ji hyun merengkuh wajahnya, dia merasakan hawa panas mengaliri tubuhnya. Memang saat itu dia sedang marah. Tapi hawa panas, degup jantung serta gerak aliran darahnya berbeda saat ji hyun mulai menyentuh kulit wajahnya. Sentuhan itu tegas tapi menenangkan. Sentuhan itu halus tapi mendebarkan. Sentuhan itu singkat tapi efeknya tetap melekat. Ditambah lagi setelah itu ji hyun selalu memegang erat tangannya untuk memastikan kris tetap berada didekatnya. Sensasi itu tetap menemani kris hingga dia  tiba dirumah bahkan sempat membuatnya lupa sesaat dengan masalah sebenarnya.

Dan kenapa kai? Karena disitulah masalah sebenarnya. Kris benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada kai. Selain itu, kalau kris berkumpul bersama dengan teman-teman basketnya, kai pasti mengajak hana untuk bergabung. Kris merasa dia bisa kehilangan kendali jika melihat yeoja itu langsung didepan matanya. Choi Hana, dialah yeoja yang dilihat kris dan ji hyun sedang bermesraan dengan namja dari sekolah lain. Kris sungguh tidak terima sahabat baiknya diperlakukan seperti itu. Kris menyesal mengingat dulu dia pernah bertanding dan mempertaruhkan persahabatannya demi yeoja tukang selingkuh seperti itu. Murahan!, pikir kris setiap kali mengingatnya.

Sudah seminggu sejak kejadian itu berlalu. Selama seminggu jugalah ji hyun dan kris hampir tidak bertemu sama sekali. Ji hyun selalu memilih memakan bekal yang dibawanya diruang kelas atau menghabiskan waktu istirahatnya diperpustakaan. Meminimalisir possibility bertemu dengan kris. Sedangkan kris semakin jarang berkumpul bersama teman-teman tim basketnya. Berbagai alasan sengaja dibuatnya untuk tidak berkumpul bersama mereka.

Walaupun berusaha untuk tidak peduli, perlahan tapi pasti kai mulai menyadari bahwa kris sengaja melakukannya. Kai yakin jika kris sengaja menghindari mereka. Apa alasannya dan siapa tepatnya orang yang dihindari kris masih menjadi pertanyaan baginya. Rasa penasaran kerap kali muncul dibenak kai setiap kali kris menyebutkan berbagai alasan penolakan jika diajak berkumpul. Kai tahu, dia mungkin tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan jika bertanya langsung pada kris. Mereka tidak sedekat dulu tapi juga tidak saling membenci, setidaknya itulah pendapat kai. Tapi berada dalam keadaan seperti ini malah lebih sulit untuk mengambil sikap yang tepat.

***

Siang itu cuaca terasa  dingin karena sejak pagi langit telah mengguyur tanah seoul. Banyak siswa yang memilih tetap diruang kelas untuk sekedar bercanda dengan teman-temannya atau duduk sambil menenggelamkan kepala diantara kedua tangan untuk mengistirahatkan otak yang dipaksa mengerti pelajaran yang entah apa gunanya.

Ruangan kelas kai dan juga kris tidak jauh berbeda dengan kelas-kelas lain. Siswa-siswanya lebih banyak memilih berada didalam kelas. Kai yang seharusnya bisa melakukan hal yang sama seperti siswa lain terpaksa mengurungkan niatnya karena harus menjalani hukuman dari Yoon songsaenim karena lupa membawa tugas yang sudah dikerjakan tadi malam.

“ah, kenapa aku bisa sampai lupa membawa buku tugasku. Kalau tahu seperti ini jadinya lebih baik aku pura-pura izin sakit dan tidur nyenyak di UKS.” Gerutu kai sambil berdiri dan segera beranjak meninggalkan kelas.

“semangat kai, aku bantu dengan doa ya… hahahaha” ejek jongdae yang sengaja datang dari kelas sebelah untuk berkumpul bersama kris dan yang lain sekedar ingin berbagi cerita tentang pertandingan basket yang akan dihadapi mereka bulan depan.

Kai hanya melirik kesal melihat teman-teman lain yang ikut menertawainya. Aku benar-benar sial hari ini, merutuki dirinya sendiri.

Kai melangkahkan kakinya dengan malas menuju perpustakaan. Itulah tempat dimana dia akan menjalani hukumannya seharian ini selama jam istirahat. Yoon songsaenim adalah guru sekaligus koordinator perpustakaan sekolah ini, jadi bisa ditebak mengapa guru sastra itu mengirimnya ke perpustakaan sebagai hukuman tugasnya yang tertinggal itu. Kai diharuskan menata dan menyusun kembali buku-buku yang dipinjam oleh para siswa.

Kai segera menemui shin ajusshi yang merupakan penjaga perpustakaan dan mengutarakan alasan kedatangannya ke perpustakaan tersebut. Shin ajusshi segera menunjukan tumpukan buku yang harus disusun rapi pada rak-rak buku yang ada sesuai dengan pengelompokannya. Melihat tumpukan buku itu kai hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka bahwa siswa disekolah ini ternyata sangat rajin meminjam buku diperpustakaan.

Langkahnya terasa gontai menuju tumpukan buku dan dengan malas dia mulai mengelompokkannya berdasarkan kriteria yang ada. Baru disadarinya bahwa sebagian besar buku yang dipinjam adalah novel dan beberapa komik yang disediakan perpustakaan ini. Selesai dengan pengelompokkan buku-buku tersebut, kakinya mulai melangkah menuju rak untuk menyusun buku-buku itu.

Hilir mudik dari satu rak ke rak buku lain, tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat sosok yang belakangan ini membuatnya penasaran akan beberapa hal. Kai berjalan mendekati sosok yang terlihat begitu terlarut dengan buku bacaan yang dipegangnya.

“dari jauh kau terlihat begitu serius ternyata yang kau baca hanya sebuah novel.” Celetuk kai saat tiba disamping seorang yeoja.

Yeoja tersebut tersentak kaget dan segera menoleh melihat kai yang sedang mengamatinya. “apa kau sedang berantem dengan kris? kalian jarang terlihat bersama.” tanya penasaran tapi berusaha  tetap cuek.

Yeoja itu mengedipkan kedua matanya beberapa kali, bingung. Perlahan dia mencerna pertanyaan kai tersebut. Kemudian bertanya balik “jarang? Sepertinya aku tidak sesering yang kau bayangkan bertemu dengannya. Dan…berantem? Kenapa aku harus berantem dengannya?”

“mana aku tahu. itu urusan kalian.” Jawab kai enteng

“kalau itu urusan kami, kenapa kau bertanya dan ingin tahu, sunbaenim?” balas yeoja itu dengan ekspresi datar.

Kalimat itu terasa seperti pisau yang menohok rasa percaya diri kai. Untuk beberapa saat dia tersentak. Dia diam memikir alasan yang tepat mengapa dirinya begitu penasaran akan hubungan yeoja ini dengan kris. Jidadnya sedikit berkerut melihat ekspresi yeoja itu sedangkan otaknya masih terus berpikir agarnya dirinya tidak malu dihadapan hoobae-nya ini karena rasa penasaran yang tak kunjung menemukan alasan.

“dia temanku. Kris adalah sahabatku. Jadi, aku berhak tahu!” Serunya dengan nada sedikit ngotot (?)

“oh ya? kalau dia sahabatmu, kenapa tidak bertanya langsung saja padanya? Bukahkah itu lebih baik dari pada harus bertanya padaku yang tidak kau kenal?”

Sekali lagi ucapan yeoja itu membuatnya seakan mati kutu(?) dan terdiam bego(?). Entah alasan apalagi yang harus diucapkan kai kali ini agar dirinya tidak malu. Dia ingin beranjak pergi dari tempat itu, tapi harga dirinya seakan melarangnya melakukan hal itu. Pergi dari tempat itu setelah berkata demikian seakan membuat dirinya terasa bernyali kecil.

“kenapa susah sekali bagimu menjawab pertanyaanku!” ujar kai mulai kesal dengan nada suara sedikit tinggi.

“karena itu bukan pertanyaan yang harus aku jawab dan jelaskan padamu, sunbae” jawabnya masih dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca oleh kai.

Kai, dia  benar-benar kalah kali ini. Ini bukan pertama kali dia berbincang dengan yeoja ini tapi kenapa baru kali ini dia merasa begitu kesal seperti ini. Seharusnya dia sudah bisa menduga sifat yeoja ini mengingat dia punya keberanian berteriak ditengah pertandingan dirinya dan kris.

Benar, Ji hyun-lah sosok yang sejak tadi menjadi lawan bicara kai. Ji hyun tidak punya pilihan lain, selain bersikap dan menjawab seperti itu pada kai. Walau terkesan santai, ji hyun sejak tadi juga terus berpikir apakah dirinya harus memberitahu kai sunbaenim  tentang kejadian ditaman kota minggu lalu atau apakah lebih baik jika kris sunbaenim yang mengatakannya atau apakah ini… atau apakah itu… yang jelas berbagai pertanyaan menari liar didalam otaknya. Hal itu membuatnya sedikit gelisah dan mulai mempertanyakan pada dirinya sendiri ‘kapan sunbae ini akan pergi dari hadapannya’.

Ji hyun melihat kearah sunbaenim-nya itu hanya pada saat dia bertanya saja, selebihnya dia akan berpura-pura melanjutkan kegiatan membacanya. Ji hyun memilih untuk bersikap tidak peduli dan tidak tahu apa-apa untuk sementara ini dan lebih berhati-hati dengan setiap kalimat yang diucapkannya. Bukan urusannya untuk mencampuri urusan mereka. Dia memang berjanji pada kris untuk membantunya tapi bukan berarti dia yang harus mengambil langkah awal penyelesaian masalah ini.

Belum selesai pembicaraan mereka berdua ternyata shin ajusshi sudah datang menghampiri dan menegur mereka karena mengganggu kenyamanan suasana perpustakaan. Ji hyun dan kai segera menunduk minta maaf karena hal tersebut.

“ini semua gara-gara kau” tukas kai ketika shin ajusshi sudah pergi dari hadapan mereka.

“kenapa aku? sunbae yang menghampiriku dan berbicara dengan suara tinggi.” Balas ji hyun tidak mau kalah.

Kai tidak bisa menyangkalnya lagi. Hati kecilnya juga mengakui itu memang kesalahannya tapi harga dirinya tetap tidak ingin mengakui itu. “sudahlah, aku mau melanjutkan urusanku saja.” ujar kai sambil melangkah pergi

ne, annyeonghaseyo sunbae” ujar ji hyun sambil menunduk. Kai yang mendengarnya tidak berniat sama sekali untuk membalasnya.

***

Beberapa hari belakangan ini, kota seoul yang indah nan megah itu terasa begitu kelabu. Awan gelap yang senantiasa memayungi seoul tidak pernah segan untuk menumpahkan air kapanpun waktunya. Tidak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, udara dingin akibat hujan deras tadi malam masih menyelemuti kota seoul. Keadaan yang cocok untuk membunuh semangat para pejuang ilmu menuju peraduan terindahnya, sekolah.

Gemericik dan tetesan air dari dedaunan menghiasi pagi tanpa matahari itu. Langkah malas dan tidak bersemangat sempurna menguasai tubuh sebagian besar siswa sekolah itu, tak terkecuali dengan kris. Namja satu ini berjalan sambil mengeratkan sweater abu-abu yang melekat ditubuhnya. Meski begitu tetap tidak bisa mengusir hawa dingin pagi itu. Kalau bukan karena ada ujian mata pelajaran dari Yoon songsaenim, dia tidak akan masuk hari ini. Nilai mata pelajaran sastranya benar-benar diujung tanduk. Dia harus belajar ekstra mendekati ujian semester kali ini. Bukan hanya pelajaran sastra, nilai mata pelajaran lain juga tidak ada bedanya karena kesibukannya dengan urusan basket dan yeoja tukang selingkuh itu. Pangkhianat, tak tahu malu, murahan, kata-kata itu terpatri jelas dikepala kris tiap kali mengingat yeoja itu.

Bel pun berbunyi. Cuaca  mendung pagi itu perlahan memperlihatkan efeknya. Hampir tidak ada ketertarikan siswa sekolah ini untuk belajar atau sekedar membuka buku. Waktu terasa begitu lambat. Detik berganti menit kemudian berganti jam, bel tanda istirahat pun berbunyi. Sebagian siswa ada yang memilih tetap diruang kelas sambil melanjutkan tidur yang tertunda(?), sebagian lagi berlari menuju kantin akibat rasa lapar karena kehabisan energi untuk menjaga panas tubuh mereka.

Kai keluar kelas berjalan santai menuju tempat sang pacar menunggunya di meja sudut kanan kantin tersebut. Sedangkan kris memilih membolak-balikkan buku, berniat meraih sedikit senjata untuk bertempur saat ujian nanti. Setelah beberapa menit, buku itu berubah fungsi menjadi bantalan kepalanya.hopeless. Tubuh dan kepalanya tidak mau bekerja sama mendukung dirinya menghadapi pertempuran besar itu. Dirinya sempat terlelap sebentar sebelum kai datang membawakannya sebungkus roti.

Kai yakin ada masalah yang sedang dihadapi oleh kris yang tidak mau diceritakan padanya. Semangat kris yang dulu pernah dilihatnya belakangan ini memudar. Mereka bersahabat sejak lama, benar-benar aneh rasanya harus bersikap seperti ini satu sama lain. Kai, dia berusaha membuka dan mengembalikan semangat itu lagi. Hana telah memilihnya apalagi yang dimiliki kris selain dia, setidaknya itulah pikiran kai saat menyerahkan roti itu pada kai.

Kris menerima roti itu tapi tidak langsung memakannya. Dia langsung menyimpan dilaci mejanya karena Yoon songsaenim sudah masuk kedalam kelas. Bel tanda berakhir jam istirahat sudah berbunyi sejak tadi. Tidak ada lagi kesempatan baginya untuk belajar. Sudah bisa ditebak apa yang dilakukan oleh kris melihat soal-soal didepannya. Awalnya beberapa soal bisa dikerjakan tapi mulai soal ke 9 hingga nomor terakhir dia hanya berharap pada instingnya saja. Sekarang pertempuran besar itu tidak lebih dari kuis tebak-tebakan baginya. Lembar jawaban itu sudah terisi penuh tapi tidak ada sedikitpun senyum terukir diwajahnya. Dia menuliskan jawabannya tanpa sedikitpun membaca soal tersebut. Jika ada senyum diwajahnya, itu adalah senyum bodoh karena mengingat “kepandaiannya” menyelesaikan pertempuran besar itu.

Selesai dengan ujian “tebak-tebakannya”, kris segera menyerahkan lembar jawaban itu pada Yoon songsaenim. Setiap siswa yang sudah selesai mengerjakan ujiannya bisa menunggu diluar kelas. Tidak peduli dengan banyaknya sisa waktu yang ada, kris langsung meninggalkan kelas sambil menggenggam roti pemberian kai. Kai tersenyum tipis melihat kelakuan sahabat (dekat)nya itu. Dia belum sepenuhnya berubah, batin kai. Kris keluar menuju kantin sekedar mengisi perut yang liar bunyi sejak tadi.

Kris berjalan menyusuri lorong sekolah, dia melihat beberapa yeoja yang berjalan beriringan sambil tertawa cekikikan #apasih bahasanya# tapi mereka langsung terkejut begitu melihatnya. Seakan ketakutan mereka hanya diam saat melewati kris. Kenapa mereka, tanyanya dalam hati. Kris tidak mau repot-repot memikirkannya, dia melanjutkan perjalanannya menuju kantin.

Kai dan beberapa temannya juga tidak terlalu berbeda dengan kris, mereka keluar kelas berselang 30 menit dari kris. Teman-temannya berlari pelan menuju kantin dimana kris berada saat ini. Mereka sudah benar-benar ingin melupakan soal tadi. ‘Yang berlalu biarlah berlalu’ itu kata xiumin yang langsung di-iya-kan oleh teman-temannya.

“hei, kalian duluan saja. aku mau ke toilet dulu” tukas kai mengambil jalan berbeda dengan teman-temannya.

“oke. Kami semua akan dikantin saat kau sudah selesai dengan urusan duniamu. Hahaha…” balas chanyeol. Kai hanya memutar bola mata mendengarnya.

Angin bertiup seakan menusuk tulang, membuat kai sedikit terburu-buru menuju toilet. Tidak peduli dengan apapun, kai berlari kencang begitu melihat toilet hanya beberapa meter dihadapannya. Dia masuk dan segera menyelesaikan urusan hajat yang ditundanya sejak tadi #hahaha kasian kai. Toilet yang sepi saat jam pelajaran seperti ini ditambah dengan cuaca dingin membuatnya sedikit merinding.

Duk…duk…duk #maaf  sound effect-nya jelek.

Seakan menyadari sesuatu, kai bergidik ditempatnya berdiri. Kai memeriksa setiap bilik toilet, tapi tidak ada seorangpun disana.  “Ah, mungkin perasaanku saja” gumam kai.

Duk…duk…duk..

Kai kembali mendengarkan suara itu. Perasaannya semakin tidak nyaman mendapati suara tanpa sosok. Dengan sedikit keberanian, kai berusaha menuju sumber suara. Ternyata itu berasal dari toilet wanita yang berada bersebelahan dengan toilet pria. Dia sedikit ragu untuk masuk kesana karena didepan pintu tersebut tertempel sebuah kertas bertuliskan “Toilet ini sedang rusak”. Kai berbalik arah ingin menuju tempat teman-temannya berada. Berada disini membuatnya takut.

Duk…duk…duk..

Baru beberapa langkah, lagi-lagi kai mendengar suara itu. Awalnya dia tetap melanjutkan langkahnya, tapi segera berhenti dan kembali menuju toilet tadi. Dia penasaran. “aku namja, aku tidak boleh takut” gumamnya pada diri sendiri untuk mensugesti dirinya supaya berani. Perlahan dibuka pintu utama toilet wanita, suara itu semakin terdengar jelas. Kai berjalan tanpa suara menuju salah satu pintu toilet yang menurutnya asal sumber suara yang dari tadi didengarnya.Terlihat genangan air dari bawah toilet itu. Sesaat kai bergidik ngeri. Berbagai cerita horror yang pernah diceritakan jong dae terlintas diotaknya. Sontak kakinya mundur selangkah.

Duk..

Pintu toilet tadi bergetar seakan ada yang mengetuknya. “hei, siapa disitu?” tanya kai waspada.

“mmfff.. to…long” terdengar suara ringkih seseorang yang membalas pertanyaan kai barusan. Kai yakin itu manusia bukan hantu atau sejenisnya yang pernah dicerikan jong dae padanya.

Kai mendekati pintu itu. Kakinya berjinjit menghindari air yang mungkin akan membasahi sepatunya. “sebentar” ucapnya pada seseorang dibelakang pintu itu. Kai yakin seseorang sengaja melakukan ini, melihat ada sesuatu yang mengganjal pintu itu sehingga tidak bisa terbuka. Kai memindahkannya dan segera membuka pintu itu. Matanya seketika terbelalak melihat objek yang berada didepannya ini. Ji hyun, dia basah kuyup dan terlihat sangat kedinginan. Mata mereka bertemu, dan mata kai turun melihat pakaian yang menempel ditubuh ji hyun, saat itu juga kai segera memalingkan wajahnya. Baju ji hyun menerawang memperlihatkan pakaian dalam yang dikenakannya.

“kenapa kau bisa seperti ini?” tanya kai sambil memberikan jaket yang dipakainya pada orang itu.

Ji hyun menepis tangan kai saat dia akan menyelimutinya dengan jaket miliknya. “jangan lakukan itu… hmmf.. aku …tidak ingin… bermasalah lagi dengan fans… fansmu” ujar  ji hyun dengan nafas yang terputus-putus karena menggigil kedinginan.

“kau sudah seperti ini, kenapa masih banyak tingkah sih?” kai tidak mengerti dengan pikiran yeoja dihadapannya.”Setidaknya jangan biarkan tubuhmu makin kedinginan dan aku juga tidak ingin melihatmu dengan pakaian transparan seperti itu. Sulit bagiku untuk membantumu”. Rasa kesal yang pernah muncul terhadap ji hyun seakan hilang melihat kondisinya saat ini.

Seketika ji hyun langsung mempererat pelukan pada dirinya sendiri sambil menyilangkan tangan didepan bagian dadanya. “jika kau… ingin membantu…ku… tolong… panggil.. min young…kelas… 2-E… katakan kondisiku… tapi… jangan… sampai ketahuan… yang… lain.”

Kai heran kenapa ji hyun memilih orang lain untuk membantunya padahal dia ada didepannya. Kai bisa melihat ji hyun begitu tersiksa dengan keadaannya sekarang. Tubuhnya menggigil dan wajahnya begitu pucat. ah, mungkin saja temannya itu punya baju ganti yang bisa dipinjamnya, batin kai. “baiklah, tapi pakai jaket ini dulu. Setidaknya sampai aku membawa temanmu kesini” ujar kai dengan sedikit nada memaksa dan meletakkan jaket menyelimuti punggung ji hyun kemudian segera berjalan melangkah pergi. “pastikan kau tetap sadar sampai aku datang, arraseo?” ujar kai melihat kembali pada ji hyun.

Keluar dari toilet, kai  berlari menuju kelas 2-E tapi dia melihat kris yang berjalan menuju ke arahnya. Sesaat kai terlihat galau. Dia bingung harus memberitahu pada kris atau tidak tentang keadaan ji hyun saat ini. Dia berhenti sebentar dihadapan kris. Ragu.

waeyo?” tanya kris yang merasa heran.

aniya, eopseo” jawab kai. Dia ingat kalimat ji hyun bahwa jangan sampai ketahuan orang lain. Tapi baru beberapa langkah melewati kris keputusannya berubah. Dia membalik badannya “kris, ji hyun ada di toilet wanita. Dia basah kuyup dan kedinginan. Aku rasa ada orang yang mengerjainya. Bantu dia. Pastikan dia tetap sadar. Aku akan segera panggil temannya.”

mworago?”ujar kris kaget dengan informasi yang baru didengarnya.

“sudah, cepat. Jangan banyak tanya. Dia ada dibilik ketiga.” Ujar kai lagi dan berlari menuju kelas min young berada. Lebih baik begini, jadi ada yang menjaganya, aku urus nanti saja kalau dia marah padaku, batin kai.

Kris bingung dia harus melakukan apa. Rasa kaget dan cemas mulai bercampur aduk dan merayapi tubuhnya. Dia langsung berlari ke toilet wanita yang tinggal beberapa meter dihadapannya. Sepertinya kris tidak bisa menahan emosi yang tiba-tiba muncul mendengar informasi itu. Emosi yang tidak bisa didefenisikannya. Dia membuka pintu toilet dengan sedikit terburu-buru sehingga terhempas membanting dinding dan menimbulkan suara yang cukup keras. Tapi sepertinya suara itu teredam oleh hujan deras yang turun entah sejak kapan.

Ji hyun bergidik kaget mendengar suara bantingan pintu tersebut. Dia mengeratkan jaket kai yang menyelimutinya. Langkah tergesa-gesa terdengar jelas diantara air yang menggenang. Dia menundukkan wajahnya, khawatir siapa yang akan hadir dihadapannya kali ini. Tidak mungkin itu langkah min young. Andai saja ada kris disini, batin ji hyun. Entah kenapa sosok kris muncul begitu saja dikepala.

Kris tiba didepan ji hyun. Kaget. Dia melihat gadis itu meringkuk dan menekuk kakinya diatas toilet duduk yang tertutup serta menundukkan pandangannya. Sepertinya langkah kaki kris menakutkannya.

“ji hyun-si, gwencana?” tanya kris yang langsung memegang kedua pundak ji hyun dan melihatnya dengan tatapan cemas. Gadis itu terlihat lemah dengan kondisinya saat ini. Gadis yang begitu berani mengambil alih kuasa dirinya saat ditaman waktu itu benar-benar terlihat tidak berdaya. Bibir pucat dan badannya yang menggigil seakan menegaskan bahwa dia sudah berada disini cukup lama dengan kondisi basah kuyup.

Ji hyun seketika mendongak melihat wajah yang membuatnya takut beberapa detik yang lalu. Dia benar-benar tidak percaya, sosok itu benar-benar ada dihadapannya saat ini. Orang yang dihindarinya beberapa hari belakangan ini dan orang yang tiba-tiba muncul dibenaknya beberapa saat lalu, saat ini ada dihadapannya. Badannya semakin menggigil karena kaget barusan. Dia hanya diam memperhatikan kris dihadapannya tapi seakan ada gemuruh didalam dadanya. Apa dia bisa membaca pikiranku, batinnya.

“ ji hyun-si, gwencana?” kris mengulangi pertanyaannya karena gadis yang pernah dihindarinya itu tidak juga memberi respon. Kris mengguncang pelan badan ji hyun kemudian meletakkan tangannya pada wajah ji hyun sekedar ingin merasakan suhu tubuh gadis itu. Seakan tersadar karena sentuhan hangat tangan kris, ji hyun mengangguk sekilas. Terdengar  helaan nafas kris setelah melihat jawaban ji hyun. Kris sedikit tenang namun ekspresinya berubah kembali cemas saat melihat tubuh ji hyun yang diselimuti pakaian basah di tengah hujan deras seperti ini.

“ayo kita keluar dari sini, aku akan membawamu ke UKS, aku yakin disana ada pakaian ganti untukmu.”ucap kris sambil berusaha menggenggam tangan ji hyun. Tangan itu bergetar didalam genggaman kris dan membuat kris semakin gelisah.

Ji hyun berusaha menarik tangannya dari kris sambil menggeleng pelan. “aku… akan.. per.. gi.. dari.. sini.. saat.. min young ada… haaciimmm…” kalimat pertama yang di dengar kris. Dan entah kenapa tiap kata yang keluar terasa begitu memilukan.

“tubuhmu sudah menggigil seperti itu, kau bisa mati kedinginan jika terus keras kepala. Aku akan bilang pada kai untuk mengajak temanmu ke UKS. Ok?”

Ji hyun menggeleng. Bersikeras dengan jawabannya.

Kris benar-benar tidak tega melihat keadaan yeoja yang belakangan ini memaksanya memberi ruang tersendiri dipikirannya. Kris segera melepaskan sweater yang dipakainya dan menyelimutinya dari sisi depan karena jaket kai sudah menyelimutinya dari sisi belakang.

Kris mendengar langkah kaki mendekat. Dia yakin itu kai dan teman ji hyun. “sepertinya itu kai dan temanmu. Sekarang ayo kita ke UKS” tukas kris lagi.

“tidak… sampai… dia.. di…si…ni”balas ji hyun. Dan tepat saat itu juga min young tiba dihadapannya.

“ji hyun-a” pekik min young kaget melihat keadaan teman sebangkunya itu. Dia terlihat begitu khawatir. Mereka belum terlalu lama kenal, meski begitu min young adalah salah satu orang yang bisa diandalkan oleh ji hyun.

Ji hyun melihat min young dan kai dihadapannya sekarang. “min young-a… bantu… aku” ucapnya sedikit tersenyum tipis.

“biar aku saja. biar aku yang menggendongnya hingga ke UKS” ujar kris menawarkan diri.

Ji hyun menggeleng, melarang kris menyentuhnya. Kris bingung dengan reaksinya.

”dia juga melakukan hal yang sama padaku saat aku ingin menolongnya. Makanya aku membawa min young ke sini” ujar kai membuka suara.

“kalian… melakukan… ini.. pada yeoja lain… disekolah… ini?” tanya ji hyun tiba-tiba.

aniyo” jawab kai dan kris bersamaan.

“wah, kalian benar-benar kompak” kagum min young.

“ji..ka.. kalian… tidak… melaa…kukan…iini.. pada.. yeeeoja… lain… to…loong… ja..ngan… lakukan juuugaa…padaaaku.”…”min young-a… baantu.. aaku…”

Kai dan kris bingung dengan maksud kalimat yang diucapkan ji hyun. Saat kris ingin bertanya, kai menahan. “apapun yang ingin kau tanyakan, nanti saja. Biarkan dia istirahat  dan mengganti pakaiannya.”bisik kai dan menarik kris mundur untuk memberi ruang pada min young membantu ji hyun.

Min young memapah ji hyun ke salah satu bilik kamar mandi yang tidak ada air tergenang dan menyerahkan baju ganti yang sudah dibawanya. Kemudian dia mengajak ji hyun menuju UKS untuk beristirahat setelah makan dan minum obat. Sedangkan kris dan kai seakan jadi pengawal yang patuh yang mengikuti kemana mereka pergi dan menunggu dengan setia.

Min young keluar dari UKS menemui kai dan kris. “ji hyun sudah tertidur akibat pengaruh obat. Nanti dia akan dijemput oleh pamannya. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Dan ji hyun juga mengucapkan terima kasih karena kalian telah mambantunya. Ah.. kalian benar-benar jadi pahlawan hari ini.” ujar  min young menyampaikan pesan sekaligus memuji sunbae-sunbaenya.

“oh begitu. Baiklah.” tukas kai yang terdengar bijaksana bagi min young.

“kau yakin dia baik-baik saja?” tanya kris yang masih cemas mengingat keadaan ji hyun tadi.

ne, sunbaenim. Dia bilang begitu padaku. Sunbaenim, Kau terlihat begitu khawatir?” tanya min young polos “eh…apa rumor itu benar?” lanjutnya lagi kemudian menutup mulut. Seakan kaget menyadari sesuatu.

“rumor?” tanya kris tidak mengerti

“kris sunbaenim dan ji hyun punya hubungan khusus. Kalian pacaran?” ujar min young. Kai juga melihat kearah kris seakan meminta konfirmasi rumor tersebut.

a..aniyo. “ wajah kris terasa panas mendengar pertanyaan itu. Entah karena marah atau malu. Yang jelas mukanya terasa panas padahal langit masih menumpahkan air langitnya.

jinjayo?” min young memberi tatapan menyeledik seakan tidak percaya. “mmm.. bagaimana denganmu, kai sunbaenim?” pandangan min young pindah pada kai.

na? wae na? (aku, kenapa aku?)” tanya kai bingung.

“banyak yang bilang kalau kau sering menyapa ji hyun. Kau tidak pernah benar-benar menyapa yeoja dari kelas lain selain hana yang sekarang jadi yeojachingu-mu. Makanya siswa-siswa lain berpikir kau punya hubungan khusus dengannya. Ada yang bilang kalian sengaja bertemu secara sembunyi-sembunyi diperpustakaan beberapa hari yang lalu dan kau….” min young menggantungkan kalimat, ragu-ragu untuk bertanya langsung.

“aku apa?” tanya kai penasaran.

“mmm… jangan marah padaku, ne sunbae? Ini cuma rumor yang kudengar. Mmm… kau menduakan hana.” Lanjut min young hati-hati.

mworago?” ucap kai dan kris bersamaan. Menurut kai, itu rumor paling absurd yang pernah didengarnya. Sedangkan kris langsung menatap kai dengan pandangan tajam dan seakan meminta konfirmasi.

“rumor macam apa itu. Apa yang sebenarnya siswa-siswa ini lakukan disekolah? Ah, mereka benar-benar membuatku kesal” gumam kai yang masih tidak percaya dengan kalimat yang barusan didengarnya. Masih tidak sadar sedang ditatap oleh kris.

“jadi, apa yang kau di perpustakaan bersama ji hyun?” Pertanyaan kris terdengar seperti kalimat menginterogasi ditelinga kai. Kris juga tidak tahu kenapa dirinya tidak bisa menahan rasa ingin tahunya. Hatinya terasa panas mendengar rumor tersebut.

Kai yang menyadari pandangan kris dan mendapat pertanyaan itu malah jadi gugup. “oh…mmm… itu… mmm… aku ada sedikit urusan dengannya”. Kai tidak mungkin mengatakan pada kris apalagi disitu juga ada min young, kalau dia menemui ji hyun karena penasaran hubungan kris dan ji hyun itu seperti apa. DAN kenapa dia penasaran? Dia juga tidak tahu.

Kenapa dia jadi gugup seperti itu? apa benar rumor itu?, batin kris seakan tidak percaya dengan jawaban kai. berbagai pertanyaan mulai ‘bermain’ diotak kris.

Min young merasa ada hawa berbeda yang terjadi diantara sunbae dihadapannya ini. Takut jika kondisi ini semakin berlarut, akhirnya min young memutuskan untuk membuka suara kembali “mmm.. . kusimpulkan, berarti kalian berdua tidak punya hubungan khusus dengannya.” Min young memaksakan senyum diwajahnya.

“hmmmf…jika memang begitu, kasihan sekali ji hyun harus mengalami semua ini. Maaf sebelumnya sunbaenim, tapi aku rasa ini karena fans kalian. Sepertinya mereka tidak suka kalian dekat dengannya. Informasi saja, ini bukan pertama kalinya dia mengalami pem-bully-an seperti ini, tapi aku tidak pernah menyangka akan separah ini.” lanjut min young terlihat serius.

Kai dan kris diam.  Mereka lupa, kepopularitasan mereka disekolah ini memberikan mereka memiliki batasan terhadap hal-hal tertentu. Banyak mata yang mengawasi gerak mereka. Berarti ini salah mereka kenapa ji hyun bisa seperti ini, mungkin itulah pikiran mereka.

“kai sunbaenim, apa hana-si juga pernah mengalami hal yang sama?”. kai diam. Memang hana pernah sempat bercerita ada yang mengerjainya tapi setahunya tidak pernah separah ini. “mungkin, dia belum bercerita banyak masalah seperti ini” jawab kai.

Seharusnya yang mengalami hal seperti ini yeoja murahan itu, batin kris. Kesal.

“oh ya? mmm… ah, aku baru ingat, ji hyun juga minta aku menyampaikan ini pada kai sunbaenim.’Perhatikan orang sekelilingmu. Lihat siapa yang benar-benar baik padamu dan siapa yang hanya berpura-pura baik padamu. Dia yang dekat denganmu belum tentu tulus padamu dan dia yang menjauh darimu bukan berarti membencimu.’ Begitulah kira-kira kalimat ji hyun. Apa kau mengerti maksudnya? Jujur aku juga tidak mengerti tapi berhubung ini adalah amanat yang harus disampaikan maka aku sampaikan” ucap min young.

Kai bingung. Kalimat itu lebih terdengar seperti teka teki dari pada pesan ditelinganya. Sedangkan kris, awalnya dia sedikit mendelik heran tapi kemudian dia mengerti maksud pesan itu.

“apa maksudnya itu? by the way, thank’s min young-si telah menyampaikannya padaku.” ujarnya dengan nada sok cool. “kalau begitu aku duluan, ada yang harus aku lakukan. Aku harap dia cepat sembuh.” Ucap kai pamit. Dia menghindari kris yang mungkin akan bertanya lebih lanjut permasalahan di perpustakaan itu. Dia tidak mau lebih lama lagi terlihat gugup dihadapan kris. Ada perasaan tidak nyaman yang dirasakannya sekarang dari pandangan kris.

ne, sunbaenim.”

Setelah kai terlihat menjauh di ujung lorong, kris mengalihkan pandangannya pada min young. “ min young-si, boleh aku minta tolong”

“ne, tentu saja sunbaenim.” Jawabnya ceria. Keadaan terasa lebih baik setelah mereka berpisah, batin min young.

“berikan padaku nomor handphone ji hyun”

 To be Continued

Sekian dulu chingudeul. Bagaimana? Bagaimana menurut kalian? Apa masih seru? Udah panjangkan? #anggapajaudah#. Maaf jika update-nya agak lama, tapi diusahakan tetap akan terus update kok.  Jangan lupa comment ya, mau itu ceritanya atau bentuk penulisannya. Maklum author masih amatiran jadi butuh banyak masukan. Gumawo chingu.

36 pemikiran pada “Unpredictable You (Chapter 4)

  1. kris udh mulai jatuh cinta ya sama ji hyun?
    atau jangan-jangan kai sama kris udah sama-sama sukak sama ji hyun lagi?
    😮
    beneran ceritanya bikin penasaran.
    ditunggu ya kelanjutannya

  2. Uaaaaa
    Meskipun author amatiran tapi ceritanya
    KEREEEEEEEEN
    Waaaa masih, masih seru kok
    Pake banget malah serunya 🙂
    Next chapnya ditunggu ya thor 🙂

  3. Daebakkk…daebak… Thor,,next..next jgn lama2 thor,,,,aq udh gak sbr pengen baca,,,seruuuuuuuu bgt…keren thor…mian thor aq readers bru,,,jd telat deh….

  4. nice ff lhooh

    oh, aku telat baca ini ff, tapi gapapa kan author?
    ngebut nih hehehe pengen sampe ke 8 😀
    tahu gak, aku habis nonton anime Kuroko no Basuke trus baca ini tuh jadi– xD ~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s