Melody In Our Love (Chapter 1)

Melody In Our Love ( CHAPTER 1)

  • Tittle/judul fanfic      : Melody In Our Love (CHAPTER 1)
  • Author                         : Park Ha Rin / didoots (@didoots)
  • Length                         : Chaptered
  • Genre                          : Romance,School life, family, friendship, love,
  • Rating                         : PG-15
  • Main cast                    :

–          Park Yoori (OC)

–          Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)

–          Kai as Kim Jong In (EXO-K)

–          Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

Support Cast              :

–          All member EXO

–          Choi Mian

buatcover

  • Author’s note             :

Annyeong! hati-hati ada typooo! Sorry ya kalau ceritanya kurang bagus. Maklum ini ff pertama aku,

Sodara-sodara sekalian jika kali pernah atau merasa pernah membaca FF ini itu bukan karna aku PLAGIAT atau org plagiatin aku tapi aku udh pernah ngirim ff ini di web lain hihi^^ ini FF murni aku yang bikin. baca terus ya chapter yang selanjutnya karna bakal seru banget thankies readers kecup basah dari semua members EXO ^^

**

Pagi ini aku bangun dengan malasnya, kalau bukan karna sekolah mungkin aku tidak akan mau bangun pagi-pagi. Kenalkan, Na Park Yoori imnida, aku bersekolah di salah satu Sekolah Musik terkenal di Korea yaitu Intrnational Art School Seoul. Kini aku berada di tingkat 2. Kalian tahu kenapa aku masuk sekolah Music? karna aku memiliki suara yang sangat indah yang diturunkan oleh ibu ku, dan Aku sangat ingin menjadi penyanyi seperti BoA, bagiku dia sangat hebat.

“yoori, ireona palliwa! Sudah pagi, kamu ingin terlambat sekolah hah?”

“sebentar eomma” jawabku malas.

Aku bangun dan langsung pergi mandi dan bersiap-siap, setelah itu aku keluar kamar dan langsung ke meja makan.

“eomma kemana namja yang buruk rupa itu? Apakah dia masih berdandan huh?” tanyaku pada eomma.

Ya, aku mempunyai seorang oppa yang sangat menyebalkan. Namanya adalah Park Chanyeol, aku sangat benci dia karna dia sangat jahil kepadaku, namun meski dia jahil, dia adalah oppa yang bertanggung jawab. Setiap hari dia rela menungguku berangkat, juga saat pulang dan aku sangat menyayanginya. Dia satu sekolah denganku. Bedanya dia sunbae ku yang berada di tingkat 3. Jujur, dia sangat tampan dan dia mempunyai nilai plus dimata yeoja-yeoja karna dia bisa bermain banyak alat musik seperti gitar, drum, dll. Karna pesonanya, semua teman yeoja ku setiap kali ada tugas kelompok, selalu memperebutkanku. Hal selanjutnya yang akan terjadi adalah mereka akan meminta untuk mengerjakan tugas itu dirumah ku hanya untuk melihat oppa ku dan menggodanya. Tidak hanya itu dari tingkat 1 hingga tingkat 3, mereka akan baik sekali di depan ku hanya untuk menitip salam pada chanyeol oppa.

Tak berapa lama, ia datang lalu duduk di sebelahku, “Akhirnya bidadari dari kayangan datang”, godaku.

“Apa yang kau katakan huh? Mau ku hajar kau dasar bocah tengik”

“hajar saja kalau kau berani, dasar bidadari” tantangku.

“sudah-sudah kenapa kalian bertengkar hanya masalah sepele seperti ini” eomma selalu melerai saat kami sedang bertengkar.

Acara sarapan kami pun berlangsung seperti biasa, yang selalu dihiasi dengan pertengkaranku dan “bidadari” itu, lalu berakhir dengan jutaan petuah yang dikeluarkan oleh eomma.

Kami berangkat sekolah bersama, seperti biasa jika sampai sekolah pasti banyak yeoja yang menunggu didepan kelasnya hanya untuk melihat oppa ku.

Ketika aku sampai ke kelas pun, teman-teman yeoja ku mengerubuniku hanya untuk menitipkan salam kepada chanyeol oppa.

“Aish jinjja! Aku bisa gila kalau seperti ini” keluhkku sembari mengacak-acak rambutku

Disekolah, aku memiliki beberapa orang sahabat karib, namanya Choi Mian, Kim Jon In, dan Oh sehun. Kami sangat akrab karna kebetulan selera musik kami sama, jadi tidak sulit jika berbicara dengan mereka. Saat aku sedang duduk dengan Mian dikelas, tiba-tiba aku disapa oleh seorang namja manis. Dia adalah Jong In.

“Selamat pagi Yoori, Mian”, dia tersenyum sembari melambaikan tangan.

“Selamat pagi Jong In”, aku pun balas tersenyum.

Dia menghampiriku, kemudian mengacak-acak rambutku dan mencubit pipiku. Setelah itu, ia duduk disebelahku kemudian mengeluarkan kotak makan miliknya. Setiap pagi dia selalu membawa makanan, makanan yang pasti dimasak oleh hyung nya, yaitu D.O dan kami pasti akan memakannya bersama. Kebetulan Jong In dan D.O hanya tinggal berdua di apartemen karna orang tua mereka tinggal di Inggris.

“Kau tahu? Hari ini D.O hyung memasak makanan kesukaan mu”, ujarnya tiba-tiba.

“Wahh! Neomu mashitta!  Bisakah kita makan sekarang?” dia mengangguk sambil tersenyum.

“Kringggg….”

Bel berbunyi dan Jongin pindah ke tempatnya. Baru beberapa menit berjalan tiba-tiba Park seonsaengnim datang berdiri di depan kelas

“Park Yoori , Kim jong in , Oh Sehun, dan Choi Mian bisa kah kalian ke ruang musik sekarang?”

aku pun berdiri dengan senyum dan pergi ke ruang musik bersama mereka. Sesampainya disana aku melihat ada chanyeol oppa dan 14 orang lainnya aku sangat kaget ada Exo group dan 4 orang teman ku dalam group flower. Exo group adalah vocal group yang dibentuk oleh sekolah ku mereka beranggota 12 org ada chanyeol oppa luhan,D.O,Tao,Lay,Suho,Chen,Xiumin,Sehun,Kris,jongin dan baekhyun mereka sangat terkenal dan tentu banyak sekali fansnya dan aku mempunyai 5 anggota yaitu Heena, Mian, Hyona, Hyuri.  tiba-tiba Park seonsaengnim menyuruh kita berkumpul dan duduk disana “selamat pagi anak-anak”

“pagi seonsaengnim”

“baik, saya hanya ingin memberitahukan kepada kalian bahwa kami mendapat undangan lomba vocal group di festival Music Korea.  Kami berencana menggabungkan kalian untuk membentuk kalian menjadi satu group untuk mewakili sekolah, apakah ada yang ingin bertanya?”

baekhyun mengangkat tangannya dan bertanya “kapan lombanya akan di selenggarakan?”

“kira-kira 3minggu lagi. Baiklah jika tidak ada yang ingin bertanya saya akan tutup rapat ini dan kalian bisa kembali kekelas masing-masing” guru musik pun langsung pergi dan membiarkan muridnya terdiam. Dalam hatiku apa yang harus aku lakukan aku tidak mau bergabung dengan salah satu member exo Baekhyun, aku sangat membenci dia.

 

Flashback On

Suatu hari ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, aku berjalan membuka pintu, disana berdiri seorang namja yang menghadap belakang, aku bertanya dalam hati siapakah dia. Dia membalikan tubuhnya aku kaget melihat namja ini karna dia sangat tampan. Dia tersenyum lalu bertanya

“apakah oppa mu ada?” tanyanya padaku

“ne-ne, dia ada didalam”  jawabku gugup, karna terpesona dengan senyumnya sampai lupa untuk menyuruhnya masuk

“apakah kau tidak ingin menyuruhku masuk kedalam?” dia tersenyum

“hah.. silakan masuk” jawabku gugup

“Kamsa hamnida”

Baru beberapa langkah dia masuk dia berhenti dia membalikan badannya lagi kearahku

“kau cantik…” dia tersenyum manis, lalu dia masuk dan menghilang dari pandanganku. Moment tadi membuat jantungku berdegub cepat senyumku tidak ada habisnya mengingatnya.

Aku merasa lapar lalu aku pergi kedapur untuk memasak karna kebetulan eomma hari ini tidak masak. Aku mulai mengambil beberapa bahan makan, saat aku sedang memulai memasak seseorang mengejutkanku

“dorr!!! haha” aku terkejut ternyata teman oppa tadi

“ah! mengagetkan ku saja”

“mianhae, Ireumi mwoyeyo?”

“nama ku Park Yoori, kau?”

“aku Byun Baekhyun, apakah kau satu sekolah dengan chanyeol?”

“ne, apa kau teman oppaku?”

“menurutmu?” tanyanya dengan sebelah alis terangkat.

Spontan, aku mengangkat kedua bahuku.

“Ne, gereumyo. Kalau aku bukan temannya, lalu aku siapa? Temanmu? Memang kau mau jadi temanku?”, ujarnya tiba-tiba.

“Ne? Hehehe”, aku kembali mencoba menyibukkan diri dengan masakan buatanku.

“oh iya mau kah kau menemaniku besok yoori?” tanyanya lagi.

Aku sontak kaget namun mengganguk juga.

“baiklah besok aku jemput jam 9 pagi” dia pergi sambil mengacak-acak rambutku, senyumku mengembang dan membuat aku yang lapar menjadi kenyang.

Ternyata Baekhyun adalah sunbae disekolah ku dia sekelas dengan chanyeol oppa, dia sering sekali main kerumah bersama D.O untuk membuat cover bersama chanyeol oppa, setelah perkenalann ku tadi aku mencoba bertanya pada oppa

“chanyeol oppa apakah baekhyun sudah mempunyai yeojachingu?” aku bertanya sambil menunduk

“ani, waeyo? apakah kau suka dengannya?”

“Mwo?? Ani oppa!!!”

“kenapa muka mu jadi merah saat aku tanya seperti itu eoh?”

“tidak apa-apa oppa” aku langsung lari tanpa melihat muka oppa ku itu.

Sebelum tidur, ponselku tiba-tiba bergetar, dilayar ponselku terdapat  1 pesan, perlahan aku membuka ponselku, ya pesan itu dari baekhyun

From : Baekhyun

“hey yoori jangan lupa besok kau harus berdandan yang cantik haha –baekhyun”

To: Baekhyun

“arrasseo sunbaeJ

From : Baekhyun

“allgatta~ jaljayo yoori”

Keesokan harinya aku bangun pagi sekali hanya untuk berdandan. Aku mulai memilah-memilih pakaian apa yang akan aku gunakan untuk “kencan kaget” ini.

Ting Dung Ting Dung

ponselku berbunyi

From : Baekhyun

“apakah kau sudah siap? Aku sudah di depan rumah mu”

To: Baekhyun

“ne, aku akan segera kesana”

 

Aku segera turun, sambil agak berlari membuat eomma ku binggung

 

“yoori kau mau kemana? Kenapa kau wangi sekali seperti ingin berkencan” aku menunduk malu karna perkataan eomma ku

 

“tidak aku hanya ingin kerja kelompok eomma”

“oh baiklah”

aku keluar dan melihat Baekhyun menugguku, dia melabaikan tangannya aku pun berlari kecil menghampirinya.

“hari ini kau cantik sekali” dia menggodaku

“Jinjjayo? Ah, gamsahamnida sunbae” aku menjawab dengan malu

“baiklah ayo kita naik”

Dia membukakan pintu mobilnya itu. Di mobil dia hanya diam, aku pun ikut diam lalu aku meliriknya ternyata dia melihatku meliriknya dia tersenyum membuat mukaku memerah. Beberapa menit perjalanan akhirnya kami sampai juga.

Saat sedang berjalan dia mengengam tangan ku aku kaget mencoba melepaskan tangannya “waeyo? Tidak ada yang marah kan jika aku melakukan ini” aku hanya mengeleng lalu aku membiarkan dia menggengam tanganku lagi. Waktu menunjukan jam 11 malam, sepertinya anak kecil sepertiku harusnya sudah tidur cantik dirumah tapi aku masih ditempat ini.

“apakah kau tau jalan untuk pulang?” dia bertanya tanpa menatapku

“ne sunbae, waeyo?” aku tersenyum kearahnya

“tidak apa-apa, aku ingin membeli minum sebentar” jawabnya sedikit ketus

Dia meninggal kan ku ke supermarket. Aneh melihat baekhyun jutek, perasaanku tidak enak. Sudah 45 menit aku menunggu tapi dia tidak kembali, aku mencoba menelfonnya tapi nomernya tidak aktif

“kenapa dia jahat sekali, apakah dia hanya mempermainkan ku”

Aku pulang mengunakan taxi dengan perasaan kecewa. Aku menjatuhkan tubuhku ke kasur lau mencoba menghubunginya lagi tapi nomernya tetap tidak aktif.

**

Sudah 4 hari baekhyun tidak kerumah dan hpnya tidak aktif aku sangat kesal, aku merasa aku wanita bodoh yang mau saja dipermainkan oleh namja itu.

Pulang sekolah seperti biasa aku keruang tamu untuk menonton acara kesayangan ku

Tok Tok Tok!!!

Aku keluar untuk membukakan pintu aku sangat kaget meliat baekhyun kerumah ku

“kenapa kau disini?” tanyaku ketus

“tidak boleh? Aku ingin bertemu dengan oppa mu” jawabnya santai

“kenapa kau meninggalkan ku waktu itu?” tanyaku dengan nada yang meninggi

“aku sengaja melakukan itu, awalnya aku tertarik dengan mu tapi setelah hari itu kau orangnya membosankan”

Rasanya saat mendengar dia berbicara aku ingin menangis dan memukul wajahnya itu

“Masuk saja, oppa didalam”, aku menunduk membiarkan dia masuk, aku tidak mau melanjutkan perbincangan tadi karna tidak ingin air mataku tumpah dihadapannya ,aku lari ke kamarku dan menangis sejak saat itu aku berjanji untuk tidak menyukai dia, aku tidak percaya wajah seimut dia sikapnya sangat menyebalkan dan sepertinya dia tidak mempunyai hati. Aku terus menangis setelah mengingat dia rasanya saat tadi dia berbicara seperti itu aku ingin menamparnya saja aku membenci dia.

Flashback end

Saat berjalan dikelas aku bilang kepada Jong in dan sehun untuk kekelas duluan karna aku ingin ketoilet bersama mian

“jong in sehun kalian duluan saja aku ingin ke toilet dulu”

Mereka tersenyum dan langsung pergi. aku mulai mencuci muka dan meratapi nasib ku yang mungkin tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata

“mian aku tidak mau satu group bersama namja menyebalkan itu” aku menatap kaca seperti orang yang depresi

“siapa? Apakah byun baekhyun?” Aku mengganguk dan menatap mian

“tenang, kamu harus tetap fokus jangan terpengaruh dengan adanya dia” aku mengganguk dan dia langsung menarikukku untuk kekelas.

Kringggg…

Bel berbunyi aku segera keluar, dan menuggu chanyeol oppa di depan kelasnya,  tidak beberapa lama dia keluar

“Yoori ayo” aku diam memikirkan apa yang akan terjadi nanti, tidak beberapa lama dia memanggil lagi

“Park Yoori..” aku tetap diam

“Park Yoori ayo apakah kau tidak mendengarku hah?” aku masih terdiam dan akhrinya dia menjitak kepala ku dan aku pun langsung marah kepadanya

“apa yang kau lakukan oppa?!?!” aku melotot menghadapnya

“apakah kau tidak dengar aku sudah memanggilmu tiga kali, karna kau tetap diam makanya aku menjitak mu dasar pabo” aku memukul kepalanya dan langsung pergi meninggalkan dia ke parkiran.

**

Aku masuk kamarku dan langsung membaringkan tubuh ku ke kasur, pikiranku melayang memikirkan apa yang akan terjadi nantinya kalau satu group tau kalau aku pernah memiliki masalah dengan baekhyun. Karna terlalu lama memikirkan hal itu aku tertidur sampai akhirnya eomma membangunkan ku

“hey yoori bangun langsung mandi dan turun untuk makan malam” aku yang masih setengah sadar hanya menggangukan kepalaku.

Aku yang sudah selesai lalu langsung turun ke meja makan dan duduk berhadapan dengan chanyeol oppa.

“appa eomma tau tidak aku dan oppa digabung menjadi satu group untuk lomba sekolah nanti” aku tersenyum saat berbicara kepada mereka

“halah aku yakin sekolah menggabungkan karna mereka terpaksa, lagian group mu itu tidak ada apa-apanya dengan group ku” dia tertawa sambil menatapku

“jangan besar kepala dulu oppa bisa saja ternyata group ku yang hebat bukan group oppa karna yang aku dengar group oppa hanya modal tampang saja” aku menatapnya sambil tertawa kecil

“apakah kalian sudah selesai bertengkarnya? Kita tidak akan makan sampai kalian berhenti bertengkar” eomma mulai marah. Aku dan oppa hanya diam sambil mengganguk.

Makan malam selesai, aku langsung masuk kekamarku, aku mengecek ponselku dan menerima 4 pesan dari Jong in.

From: Kim Jong In

“yoori apakah kau sudah sampai rumah?”

From: Kim Jong In

“yoori kenapa kau tidak membalas sms ku”

From: Kim Jong In

“jika kau sudah sampai jangan lupa istirahat ya”

From: Kim Jong In

 “Park Yoori jangan lupa kerjakan tugas mu yaJ”

Selalu saja jong in seperti ini, setiap pesan yang masuk membuat garis bibirku melengkung terus, dia benar-benar perhatian kepadaku. Mungkin karna dia menyukaiku tapi apa itu mungkin, yang aku dengar dia dekat dengan yeoja kelas sebelah, tapi tidak salahkan jika aku ke geeran seperti ini.

To: Kim Jong In

“mianhae..Kim Jong In aku baru membalas, tadi aku tertidur dan tidak melihat hp, baik lah komandan terima kasih telah memperhatikan kuJ dia membalas lagi

From: Kim Jong In

“tidak masalah Park YooriJ

 

At Intrnational Art School Seoul

Pagi ini mungkin pagi yang buruk. Bagaimana tidak, aku mendapat pesan dari Suho sunbae bahwa nanti sepulang sekolah kita akan latihan, itu akan menjadi latihan yang buruk jika aku melihat baekhyun menyebalkan itu.

Bel sekolah pun berbunyi dan aku berempat langsung menuju ruang musik, saat sampai disana ternyata baru kami berempat

“kenapa baru kita berempat….” mian bertanya dengan polosnya, aku hanya mengelengkan kepalaku.

“Yoori aku bertiga harus keluar sebentar tadi Guru Wang memanggil kami karna tugas kami tidak ada” sehun berkata lembut

“oh gitu baiklah”

Mereka berjalan perlahan, bayangan mereka lama-lama mengilang dari hadapan ku, aku sendiri diruang ini aku pun mulai….

“Bruggg…” aku mendengar drum jatuh dan lampu mati, otomatis aku berlari sambil menangis, saat aku berlari sampai pintu aku menabrak seseorang tanpa aku tahu siapa orangnya aku memeluknya, aku tidak perduli siapa orang yang aku peluk ini, tapi aku berharap orang ini adalah temanku

“kenapa kau menagis?” tanya orang itu

Suara ini….. sebentar aku ingat suara ini……

Suara itu milik byun baekhyun betapa kagetnya aku saat itu langsung saja aku melepas pelukan darinya sambil mengelap air mataku, aku tidak ingin dia berpikir bahwa aku modus ingin memeluknya.

“apakah kau takut gelap?” tanyanya sambil menatap ku dengan pandangan aneh, aku mengganguk  tiba-tiba dia tetawa kecil meremehkan

“dasar anak kecil dengan gelap saja kau takut” aku yang merasa kesal langsung mengeluarkan otot mata ku untuk menatapnya tajam

“apa kau bilang aku anak kecil? Apakah kau tidak sadar bahwa kau juga kecil, kau sunbae ku tapi tingginya segitu dasar kurcaci” aku tertawa menang

Dia menatapku dengan tatapan ingin memakanku

“bisakah kau diam monkey”

“apa kau memanggilku monkey?” jawabku kesal

“iya kenapa? Kau tidak suka? Kau mirip seperti monkey kau banyak bicara”

Saat kami sedang beradu mulut ternyata kris,lay,luhan,xiumin sudah berada di belakang kami dan sejak dari pertengkarang pertama mereka telah memperhatikan kami.

“kalian sangat lucu jika sedang bertengkar” goda xiumin

“apanya yang lucu yeoja pabo ini sangat berisik” dia memalingkan mukanya setelah menatapku tadi

“jangan seperti itu baekhyun, jika nanti kamu jatuh cinta dengan nya, aku yakin kamu tidak akan mau melepasnya nanti” gantian kris berceloteh

“apa yang oppa ini pikirkan aku dan dia tidak akan bersama dan aku pun tidak sudi untuk bersama dengannya” aku memasang muka kesal

“apakah kamu yakin Park Yoori??” chanyeol oppa muncul lalu menatapku dengan muka menggoda ku. Saat oppa datang aku hanya diam karna oppa tau bahwa aku pernah suka dengan kurcaci jelek itu.

“kenapa kau diam Park Yoori??” dia berdiri disebelah ku dan merangkul ku baekhyun yang dari tadi menjadi bahan omongan mulai membuka mulut lagi

“apakah kalian bisa diam? Apakah kalian ingin menghancurkan mood ku, jika mood ku hancur aku tidak akan mau latihan” kata baekhyun yang mulai kesal

“sabar dulu  baekhyun kami semua hanya bercanda” lay menepuk pundaknya.

“ayo kalian kenapa disini menggangu jalan ku saja tahu” suara D.O memecahkan suasana panas tadi. Kami semua masuk dan aku duduk sambil menatap tajam kearahnya.

Hari itu byun baekhyun yang aku kenal itu baik,imut,sopan terhadap wanita tapi sekarang dia berubah kasar,arogan,menyebalkan. Aku benci saat dia berbicara bahwa aku anak kecil apa salah jika aku takut dengan gelap dasar bodoh. Aku bersumpah tidak akan menyukai dia lagi, malah aku berpikir menyesalnya mengapa dulu aku pernah membuang waktu hanya untuk menyukai dia. Rasanya tadi saat aku dipanggil monkey aku ingin sekali menjambak rambut nya dan mengigit tangannya, menampar pipinya intinya aku ingin sekali menghajar namja itu.

Setelah kejadian itu mood ku mulai hancur dan aku malas sekali untuk latihan, oppa yang menyadari mood ku yang hancur itu langsung menghampiriku sambil mengelus kepalaku

“maaf kan oppa ya, oppa tidak bermaksud membuat mu bete seperti ini” dia tersenyum masih mengelus kepala ku

“sudah lah oppa aku sudah malas untuk latihan” aku berbicara tanpa menoleh kearahnya

“ayolah kau harus semangat, tidak biasanya kau begini, oppa janji tidak akan membuat mu bete lagi, untuk permintaan maaf oppa aku akan membelikan mu bubble tea bagaimana?” dia memindahkan tanganya ke pundak ku, aku mulai menegok dan tersenyum kearahnya

“baiklah oppa tapi kau janji ya” iya tersenyum dan memeluk ku.

Memang saat seperti itu bisanya hanya oppa yang bisa membuat aku tersenyum lagi, meskipun aku sering bertengkar denganya pasti dia akan meminta maaf duluan kepadaku meskipun itu salahku.

Latihan dimulai dan setiap orang diwajibkan menyayikan lagu untuk perkenalan satu persatu dan giliran baekhyun, aku malas melihat dia tapi sebelum dia bernyayi dia melihatku lalu tersenyum, aku tidak tau apa yang dia pikirkan aku pikir dia ingin mengejeku. Dia bernyanyi lagu it will rain bruno mars dan aku mengakui bahwa suaranya sangat bagus , tidak berapa saat setelah jongin aku di pilih untuk bernyanyi aku bernyanyi BoA only one dan aku menatap baekhyun puas karna tepuk tangan yang aku dapat lebih banyak dari dia.

“gamsahamnida kalian sudah bernyanyi untuk saya, suara dari kalian masing-masing bagus, jadi saya ingin membagi suara kalian masing-masing tao,lay,sehun, jongin kalian di suara rendah , D.O suho kalian di bagian tengah, luhan,chen,xiumin suara tenor dan kris dan chanyeol kalian jadi pengiring. Baekhyun dan Yoori kalian menjadi lead vocal dan mian, Heena, jadi suara rendah. Hyona, Hyuri kalian suara tinggi”

Setelah mendengar itu aku langsung tersentak menatap baekhyun dengan tatapan jijik. Akhirnya latihan selesai

”mian aku tidak sudi bekerja sama dengan kurcaci jelek itu” aku menatap mian

“sudahlah kau harus profesional kau pasti bisa, oh iya aku sudah dijemput pacarku taemin jadi sampai ketemu besok annyeong”

Selesai membereskan tas jong in menghampiriku

“jangan lupa istirahat ya Yoori, jangan sampai sakit, jika kau sakit kau akan aku makan selamat malam yoori” dia meyubit 2 pipiku dan langsung pergi.

Aku suka saat dia melakukan hal yang tak pernah aku duga karna itu membuat ku merasa dia milik ku tapi kenyataannya dia hanyalah temanku.

“yoori bisakah kau lebih cepat lagi karna ini sudah malam aku sangat lelah ingin istirahat” mukanya menatapku kosong

“baiklah oppa kita pulang”

Saat sampai rumah aku kekamarku lalu membanting tasku dan tubuhku, aku memejamkan mata, “kenapa kita harus bertemu lagi? aku sudah berhasil melupakanmu tapi kenapa kita dipertemukan lagi, kalau saja bukan karna aku mencintai musik mungkin aku akan menolak bergabung denganmu. Oh iya kenapa kamu menjadi sedikit kasar? apakah kau benar-benar membenciku?” pikirku dalam hati

Besoknyaa……. aihhhh tidaakk!

TBC………..

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kepo????! Makanya tunggu chapter berikutnya readers karna ceritanya bakalan lebih seru dari pada elang terbang haha

 

Maaf sejuta maaf kalo ff ini gajelas aneh-_- maklum ini kan ff pertama aku jadi maklumin aja yiii<3

Ayooooo! Jangan jadi silent reader ya, butuh banyak review dari kalian, kasih masukan ya tapi inget yang membangun. Thank you readers mwaa! dapet kecup basah nih dari all member EXO hihihi^^

Iklan

31 pemikiran pada “Melody In Our Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s