Between (Chapter 1)

Between (Chapter 1)

cover-finished

Length: Two Shoot

Author: firleeta (@howoneck)

Genre : Fluff, Romance

Casts  :

1. Kim Jongdae

2. Lee Soo Seob (as you)

3. Huang Zi Tao]

Rating: PG (Parental Guidance Suggested)

Author’s Note:

Fanfict pertama aku setelah hiatus 2 tahun hoho. Mohon maaf kalau ada kesamaan jalan cerita / tema dengan film-film / drama. Aku gak sengaja dan itu hanya jalan cerita yang terlintas di otak ku. Thanks. ^_^

 

-ooOoo-

 

Maret, 2010.

Busan, South Korea

Hari ini nampaknya gelap sekali. Pepohonan basah akibat hujan yang deras tadi malam. Terlihat seorang gadis sedang tertidur lelap dari tadi malam. Oh halo, namaku Lee Soo Seob. Terdengar asing mungkin di telinga kalian? Jika kalian tidak merasa nyaman mendengar namaku, kalian bisa memanggilku ‘Seobi’ atau ‘Seobi-ya’. Teman-temanku di sekolah biasa memanggilku dengan nama itu. Aku berumur 17 tahun yang sekarang berada ditahun ke 2 di SMA.

Aku menyukai kakak kelasku yang bernama Kim Jongdae atau biasa dipanggil Chen. Aku biasa memanggil dia Jongdae. Ya, Jongdae Sunbaenim. Entah mengapa aku bisa menyukai dia, hanya saja dia sangat berkharisma. Jika aku melihat wajahnya, aku serasa melihat seorang malaikat di hadapanku. Karena kelas kami berdekatan walaupun jarak umur kita beda setahun, setiap aku ingin pergi ke kamar mandi, aku selalu mengintip kelasnya dia. Setiap aku memberi senyuman padanya, dia selalu membalas senyumanku. “Mengapa dia ramah sekali?”

 

Seobi POV

Kring… kring…

“Ya, Lee Soo Seob! Seobi-ya!!” Teriak Tao dari kejauhan.

“Ah, Tao-ssi? Ada apa?”

“Kamu tidak mendengar berita-berita di sekolah kita? Apa kamu tidak tau bahwa Jongdae Sunbaenim menjadi trainee di SM Entertainment?”

Mworago? SMent? Ah kamu bercanda.” Jawabku santai sambil memukul pundaknya Tao.

“Aku tidak bercanda, Seobi-ya.” Tao menjawab lembut sambil memegang dan menurunkan tanganku dari pundaknya.

“Dia trainee? Sejak kapan?”

“Entah. Aku baru mendengar beritanya pagi ini.”

Aku mengangguk dan kemudian berjalan sendiri di lorong kelas meninggalkan Tao. Ya, Tao adalah teman sebangku ku di kelas. Kita sudah berteman sejak kecil, sekitar umur 5 tahun. Bahkan orang tua kami sangat dekat seperti layaknya keluarga. Tao merupakan satu satu nya temanku yang sangat nyaman untuk diajak bercerita. Dia pun tau bahwa aku menyukai Sunbae ku yang satu ini. Banyak orang yang mengira bahwa aku dan Tao adalah kembar, mungkin bahwa aku dan Tao sama-sama memiliki mata panda beserta kantungnya. Teman-temanku yang lain menceritakan padaku bahwa Tao menyukai ku. Tapi aku tidak mempercayainya. Kita teman dari kecil, dan aku tidak mau persahabatan kita hancur karena hanya sebatas permasalahan cinta.

“Ya, Lee Soo Seob.” Seseorang menepuk pundak ku dari belakang.

Aku terkejut dan menolehkan muka ku. “Nuguya?

“Chen. Kim Jongdae.” Jawab seseorang yang ada di belakangku.

Mendadak hati berdegup kencang. Aku sangat tidak menyangka orang yang aku sangat sukai ada persis di belakangku.

“A..a…a… Ya, Jongdae Sunbaenim. Ada apa sunbae disini?”

Jongdae Sunbaenim pun tersenyum manis sekali persis di hadapanku. Aku hanya bisa menatap wajahnya yang lebih tinggi dariku tanpa mengedip sekali pun.

“Aku hanya ingin memberitahu kepadamu, aku menjadi trainee di SM Entertain…”

Belum selesai berbicara, aku memotong omongan Jongdae Sunbaenim dikarenakan aku terlalu gugup dihadapannya. “Ahahaha ya, aku sudah tahu itu, sunbae. Beritanya sudah tersebar di kelasku.”

“Darimana kamu dapat informasi itu?”

“Tao. Hwang Zi Tao. Sunbae kenal dengannya?

“Anak laki-laki yang mirip sekali denganmu, bukan? Aku dengannya mengikuti ekskul yang sama. Kamu tidak tau hal itu?”

Jinjja-yo? Tao tidak pernah memberitahuku… Ah yap! Aku ada urusan di perpustakaan. Aku pergi duluan! Annyeong, sunbaenim!” Ucapku riang sambil melakukan bow dan pergi meninggalkannya.

Sungguh, ini pertama kali nya aku berbicara persis di depannya. Hanya kita berdua. Aku melihatnya sambil mengangkat kepalaku ke atas, sedangkan dia melihatku sambil menundukan kepalanya. Laki-laki itu tampan sekali jika dilihat dari dekat. Aku tidak pernah membayangkan jika aku bisa melihatnya dari jarak yang dekat. Dan itupun telah terjadi sekitar beberapa detik yang lalu. Melaksanakan apa yang aku ucapkan tadi, sebenarnya aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan di perpustakaan. Aku berbicara seperti itu hanya karena aku sangat gugup dan bahkan aku tidak kuat melihat matanya lagi.

 

Jongdae POV

Perempuan mungil itu imut sekali. Aku mulai menyukai nya sejak praktik Karya Ilmiah Remaja 1 tahun yang lalu. Setiap hari ku lewati kelas nya, dan Seobi duduk di belakang dekat jendela. Persis seperti ku. Semua anak di sekolah ini tau akan hubungan Tao dan Seobi sangatlah dekat. Ada yang menganggap mereka berpacaran, ada yang tidak. Tapi Seobi pernah bilang padaku bahwa dia dan Tao hanya sebatas teman dekat. Mereka sudah bersahabatan sejak umur 5 tahun dan aku memaklumi nya. Terkadang, ada saat dimana aku merasa cemburu akan kedekatan mereka. Seobi tidak tau kalau aku sudah menyukai nya sejak lama, namun aku tidak berani untuk mengungkapkan nya. Bagaimana cara untuk mengungkapkan nya?

5 menit yang lalu, aku baru saja bertemu dengan nya. Dengan topik yang tidak terlalu penting untuk diungkapkan, aku memberi tau padanya bahwa aku menjadi seorang trainee di perusahaan besar, SM Entertainment. Aku terus-menerus berfikir, jika aku menjadi seorang artis nanti, apa kah aku bisa melihat Seobi lagi? Atau tidak?

***

Seobi POV

Seseorang menutup mata ku dari belakang…

Nuguya?? Ah jinjja nuguya?!” Ucapku kesal sambil memegang tangan yang menutupi mataku ini.

“Coba tebak aku siapa…” Jawab seseorang orang yang menutup mataku itu.

“Masa kamu tidak tahu? Aku ini kembaran palsu kamu. Orang-orang men-cap kita kembar karena kita memiliki bentuk mata yang sama. Bahkan sama-sama memiliki kantung mata.”

Ara! Ara! Tao, kan?”

Belum sempat dia menjawab pertanyaanku, mendadak dia memelukku dari belakang. “Kamu darimana saja, Seobi-ya? Aku mencari mu dari tadi. Mengapa kamu meninggalkan ku tadi?”

“Heum? Aku hanya ingin ke kamar mandi tadi. Maaf kalau aku meninggalkanmu…”

Tao melihatku sangat tajam. Dia mengelus-elus rambut ku yang tergerai berantakan. Dia mengambil kunciran yang aku gelangkan di tanganku dan menguncir rambut ku menjadi satu.

“Kamu tidak sisiran lagi hari ini?”

“Aish, Tao. Ya, aku tidak menyisir rambut ku hari ini. Mengapa?”

“Aku risih melihatnya. Tapi aku akui, kamu sangat cantik jika dikuncir satu seperti ini.”

“Jangan berbicara seperti itu. Aku tidak suka mendengar kata-kata itu.”

“Mengapa?”

“Kamu tidak tahu ini di sekolah? Banyak orang-orang yang memandangi kita. Kamu tidak sadar?”

“Aku tidak pernah sadar karena kecantikan mu selalu menghipnotisku.” Ucap Tao sambil tertawa kecil.

“YA, HUANG ZI TAO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Aku dan Tao pun berlari sambil mengejar satu sama lain di koridor perpustakan. Banyak orang-orang yang melihat kita. Tao berlari sangat kencang hingga akhirnya aku kehilangan jejaknya. Aish, anak yang satu ini harus di kasih pelajaran…

***

Esoknya, Tao mengajak ku pergi ke bioskop. Entah film apa yang ingin ia tonton. Karena itu permintaan dari sahatku, aku meng-iyakan saja apa mau nya. Tao mengantri untuk memberi tiket dan aku mengantri untuk membeli popcorn dan minuman. Tao memberiku selembar tiket dan aku memberinya sebuah popcorn dan minuman. Kita berjalan ke Auditorium 2 dan meninggu di depan pintu. 5 menit kemudian pintu dibuka dan aku memberi tiket ku ke sang penjaga dan Tao melakukan hal yang sama. Hal yang mengejutkan nya, aku dan Tao duduk dibarisan paling dan atas dan hanya ada kita berdua dibarisan itu. Dengan manisnya, Tao mempersilahkan ku untuk duduk dan selanjutnya Tao pun duduk.

30 menit setelah film dimulai, Tao menoleh ke arah ku namun aku tidak menyadarinya. Dia mengambil pundak ku, lalu meletakan kepala ku di pundaknya. Empuk sekali, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini dengan Tao. Ini pertama kali nya dalam pertemanan kita sejak 12 tahun yang lalu. Aku merasakan sesuatu yang aneh di kepalaku. Saat aku menoleh ke atas, Tao memejamkan matanya dan menyium keningku. Aku terkejut. Sangat sangat terkejut.

Aku menganggap ciuman nya itu hanyalah sebatas kakak dan adik. Aku selalu menganggap dia kakak ku dan ciuman ini hanyalah seorang kakak yang menyatakan rasa sayang kepada adik nya. Karena aku tau, Tao menyukai perempuan lain dan Tao bilang padaku bahwa aku kenal dengan perempuan itu walaupun Tao tidak pernah memberi tau padaku siapa perempuan itu. Ini hanya sebatas kakak dan adik, ya hanya sebatas kakak dan adik…

1 jam kemudian film pun selesai dan aku terbangun dari tidurku. Aku tidak menyukai film nya, dan tidak sadar aku tertidur di pundaknya Tao. Saat aku membuka mata, seisi ruangan kosong dan hanya kita berdua. Aku langsung terbangun dari tempat duduk ku lalu berbalik menghadap Tao yang sedang duduk menyilakan kaki kanannya ke atas sambil tersenyum.

“Kenapa kamu tidak membangunkan ku?” Tanyaku sambil melotot ke arahnya.

“Kamu tertidur sangat pulas tadi. Aku tidak rela membangunkan mu.” Jawab Tao tersenyum manis.

“Tapi kalau begini caranya aku tidak suka. Bangun kan aku saja jika film nya sudah habis.” Aku menjawab lagi dan hampir menangis.

Tao pun bangun dari duduk nya dan berdiri dihadapanku. Memegang kepala ku dan mengelus-elus rambut ku.

“Aku bilang, aku tidak rela membangunkan mu dari tidur mu yang sangat lelap tadi. Bahkan kamu memeluk ku. Aku menyelimuti mu dengan sweater ku, dan sweater ku sekarang masih ada di tubuh mu.”

Aku pun melihat ke arah tubuh ku. Benar saja, sweater bewarna cokelat tua milik Tao masih menyelimuti tubuh ku.

“Ah ya sudah lah, aku mau pulang. Capek sekali rasa nya hari ini.” Ucap ku sambil menguap.

Dengan sangat cepat, Tao menutupi mulut ku yang terbuka lebar dengan tangan nya.

“Lain kali kalau menguap tutup lah mulut mu. Kamu tidak diajarkan sopan santun?”

“Terserah apa kata mu lah. Aku ingin pulang.” Lalu aku melepas sweater yang ada di tubuh ku ini.

“Jangan dilepas. Aku tau kamu kedinginan, pakai lah.” Ucap Tao sambil mengambil sweater nya lalu memasangkan nya kembali ke tubuh ku.

“Ya, Huang Zi Tao. Sungguh, kamu adalah kakak ku yang paling aku sayang.” Jawab ku sambil mencubit pipi nya.

“Ayo kita pulang.” Lanjut ku sambil menarik tangan nya.

 

Tao POV

Sungguh menyenangkan hari ini. Aku bisa pergi berdua dengan Seobi. Ya, hanya berdua. Dia sangat lucu ketika tidur. Seobi tertidur pulas dipundak ku merupakan hal yang pertama dalam pertemanan kita. Mendengar omongan Seobi yang tadi,”kakak”? Ulang tahun kita memang berjarak lumayan jauh, sekitar 10 bulan. Seobi pernah bilang kepada ku bahwa ia menginginkan seorang kakak laki-laki karena di keluarga nya dia tidak mempunyai kakak laki-laki melainkanseorang kakak perempuan yang sekarang kuliah jurusan hukum di Seoul National University.

Aku menyimpan rasa kepada nya sejak kelas 4 SD. Entah kita ditakdirkan untuk bersama atau tidak, dari SD hingga SMA sekarang, aku dan Seobi berada di sekolah yang sama. Bahkan di kelas yang sama.

***

(6 tahun yang lalu)

Juni, 2004

Busan, South Korea.

“Lee Soo Seob, hati-hati kalau membawa sepeda. Kamu belum terlalu lancer menaiki sepeda roda dua.” Teriak ku dari belakang mengawasi Seobi.

“Tidak usah khawatir! Aku bisa kok.” Jawab Seobi santai.

Karena aku merasa khawatir, aku menggoes sepeda ku lebih kencang sehingga aku berada persis di sampingnya.

“Huang Zi Tao! Aku bilang tidak usah khawatir, kamu berada di samping ku seperti ini membuat ku tidak nyaman mengendarai sepeda.”

“Aku hanya ingin menjaga mu. Ibu mu memberi pesan kepada ku untuk menjaga mu, karena kamu masih kekanak-kanakan.” Ucapku pelan meyakini Seobi.

“Aish, ibu ada-ada saja. Aku kan sudah besar.”

Belum lama setelah Seobi berbicara seperti itu, tidak sengaja Seobi menabrak sebuah batu besar dan akhirnya dia terjatuh. Dia jatuh ke arah kiri, untung nya aku menjaga dia di sebelah kiri sehingga dia dan sepeda nya menimpa ku dan akhir nya aku ikut terjatuh. Kita berdua terjatuh dan Seobi berada di atas ku. Aku dan Seobi saling menatap satu sama lain dengan mata yang membesar. Hening menyelimuti peristiwa ini. Aku pun terbengong melihat perempuan mungil yang imut dan menggemaskan ini. Untung nya, aku cepat sadar dan aku langsung melihat ke arah lutut nya.

“Lutut mu berdarah, Seobi-ya.” Ucap ku pelan sambil mengusap darah nya dengan saputangan ku.”

“Untung nya aku yang terluka, bukan kamu. Makasih karena kamu sudah menjaga ku tadi, Tao. Aku tidak habis pikir apa jadi nya jika tidak ada kamu. Mungkin kepala ku sudah terkena batu.”

“Seobi-ya, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Aku akan selalu berada di samping mu dan menjaga mu dari bahaya.”

“Karena kamu akan selalu menjaga ku, boleh kah aku menganggap mu seorang kakak laki-laki bagi ku? Aku ingin sekali mempunyai seorang kakak laki-laki.”

“Aku akan menerima nya apa pun yang yang pinta, Seobi.”

“Yeay! Tao oppa saranghaeyo!” Lalu Seobi memeluk ku.

 

Maret, 2010

Busan, South Korea

 

Tao POV

Aku tidak pernah mengungkapkan perasaan ku kepada Seobi semenjak peristiwa 6 tahun yang lalu itu. Aku hanya menyimpan nya baik-baik. Bahkan Seobi tidak pernah tau bahwa wallpaper homescreen hp ku merupakan foto kita berdua membuat love sign saat kelulusan SMP. Aku juga menulis sebuah note di homescreen hp ku yang bertuliskan, Jeongmal saranghaeyo, Lee Soo Seob. I was fell in love with you since we were young. I’m not your lovely brother anymore. I want to be your boyfriend. And I want to make you happy ever and after.Seobi masih menganggap ku seorang kakak bagi nya hingga sekarang. Bisakah kamu berhenti untuk menganggap ku seorang kakak bagimu? Bisakah kamu menganggap ku seorang namja chingu bagimu? Dan sekarang, Seobi menyukai seorang sunbae yang pernah aku pukul muka nya karena dia pernah membuka aib nya Seobi. Jongdae sunbae merupakan sunbae aku dan Seobi sejak SMP. Kami bertiga berasal dari SMP yang sama namun Seobi tidak pernah menyadari hal itu. Bahkan Seobi tidak tau bahwa orang yang pernah membuka aib nya adalah orang yang ia sukai sekarang. Kim Jongdae sunbaenim.

 

Seobi POV

Aku merasakan hal aneh pada Tao akhir-akhir ini. Dia bukan Tao yang biasa nya. Melainkan seperti orang yang sedang jatuh cinta. Aku masih ingat ucapan nya Tao bahwa ia menyukai seorang perempuan yang aku kenal. Apa aku harus mencari tau siapa perempuan itu? Huang Zi Tao benar-benar menyebalkan. Mengapa kamu tidak memberi tau kepada ku siapa perempuan itu, melainkan hanya menyimpan rahasia itu sendiri?

Aku mengambil hp ku dan tertera “1 new message” di layar homscreen. Aku membuka pesan itu, ternyata dari Tao.

“Belum tidur kah adik ku yang manis ini?”

“Belum. Aku lagi banyak pikiran.”

“Ada apa? Ceritakan saja pada ku.”

“Bukan nya kamu yang harus cerita?”

“Maksud mu?”

“Kamu tidak pernah menceritakan orang yang kamu suka pada ku. Sedangkan aku, aku selalu menceritakan Jongdae pada mu. Mengapa kamu tidak menceritakan nya pada ku?”

 

Tao POV

Aku terkejut saat membaca pesan yang diberikan Seobi. Apa yang harus aku katakana pada nya? Harus kah aku menyatakan bahwa aku menyukai nya sejak lama?

“Aku…” belum sempat menyeselesai kan pesan yang ingin aku kirim, tidak sengaja aku menekan tombol enter pada layar hp ku.

“Aku? Aku apa?” Seobi menjawab nya cepat.

“Aku akan memberi tau pada mu pada saat yang tepat.”

 

(2 tahun kemudian)

Januari, 2012

Seoul, South Korea

 

Jongdae POV

2 tahun sudah sejak kelulusan ku di SMA dan semenjak itu, aku tidak pernah melihat Seobi. Aku pindah ke Seoul dikarena kan aku lolos tes seleksi Seoul National University Fakultas Teknik Mesin dan aku menjadi trainee aktif di SM Entertainment. Hari debut ku sudah di depan mata. Aku menjadi member EXO-M dan aku adalah member EXO-M ke-4 yang diperkenalkan pada publik. Aku mengeluarkan hp dari kantong celana ku. Ku lihat terdapat foto Seobi di homescreen hp ku. Perempuan kecil dan imut ini selalu membuat ku sangat rindu pada nya. Dimana kah dia sekarang? Ku buka menu new message

 

To: Lee Soo Seob

From: Kim Jong Dae

Message: Annyeong, Lee Soo Seob. Dimanakah kamu sekarang? Sudah lama tidak berjumpa. Aku rindu sekali dengan mu. Bogoshipeunda.  Bisa kah kita bertemu? Aku berada di Seoul sekarang. Aku menjadi trainee aktif di SM Entertainment. Dan sebentar lagi, aku akan debut dengan EXO. Jika ada waktu, datanglah ke Seoul. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Aku harap kamu mau membalas pesan ku ini.

 

Seobi POV

2 tahun sudah ku lewati masa-masa SMA ku. Dan persahabatan ku dengan Tao masih berjalan mulus sampai sekarang. Tapi, Tao masih belum memberi tau padaku siapakah perempuan yang dia sukai saat SMA. Aku dan Tao sama-sama lolos tes di Seoul National University. Aku di Fakultas Kesenian, dan Tao di Fakultas Teknik Mesin. Sejenak, aku merasa rindu pada Jongdae sunbae. Dimanakah dia sekarang? Apa dia akan segera debut?

Drrrrt… Drrrrt…

Aku mengambil hp ku di kantong rompi dan ternyata terdapat 1 new message dari Jongdae sunbaenim.

 

From: Kim Jong Dae

Message: Annyeong, Lee Soo Seob. Dimanakah kamu sekarang? Sudah lama tidak berjumpa. Aku rindu sekali dengan mu. Bogoshipeunda.  Bisa kah kita bertemu? Aku berada di Seoul sekarang. Aku menjadi trainee aktif di SM Entertainment. Dan sebentar lagi, aku akan debut dengan EXO. Jika ada waktu, datanglah ke Seoul. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Aku berada di Seoul National University Fakultas Teknik Mesin. Aku harap kamu mau membalas pesan ku ini.

 

Aku tersenyum kecil saat membaca pesan singkat dari Jongdae sunbae. Dan ternyata, dia berada di Seoul sekarang. Sungguh tidak bisa dipercaya, aku dan Jongdae sunbae berada di universitas yang sama. Bahkan, Jongdae sunbae berada di satu fakultas dengan Tao. Dengan gerak cepat, aku menelfon Tao.

Yeoboseyo? Tao? Dimana kamu sekarang?” sambar ku cepat.

“Aku di perpustakaan Fakultas Teknik Mesin. Ada apa? Cepatlah datang. Aku tidak diperbolehkan untuk menyalakan hp. Aku matikan, ya. Sampai bertemu disini.”

Tuuuut… Tuuuut…

Aku segera berlari ke Fakultas Teknik Mesin yang jarak nya lumayan jauh dari fakultas ku. Aku berlari kencang sambil membawa kostum teater ku yang akan digunakan sore ini di acara 100 Tahun Bersama Fakultas Kesenian.

Sampai nya di Perpustakaan Fakultas Teknik Mesin, aku segera mencari laki-laki berambut hitam bermata sipit dan memiliki kantung mata seperti panda. Aku melihat seseorang melambaikan tangan nya pada ku. Aku yakin, itu pasti Tao.

 

Tao POV

Aku melihat seorang perempuan kecil yang sudah aku kenal sejak kecil. Itu dia Lee Soo Seob. Segeralah aku melambaikan tangan ku sebagai tanda bahwa aku berada disini. Aku tau, Seobi datang kesini untuk bertemu dengan ku. Apa yang dia ingin sampai kan? Mengapa dia terlihat sangat senang namun banyak sekali keringat di wajah nya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 pemikiran pada “Between (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke thania anindillah putri Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s