La Distance

Judul: La Distance

Author: Genie

Casts: Baekhyun & Chanyeol

Genre: angst

Length: Oneshot

Rating: PG

A/N: ini terinspirasi dari film pendek about long distance relationship, uda pernah di post di blog pribadi special untuk ulang tahun ByunBaek. Happy readingGenie.

 

Poster - La Distance

 

—— 

5 mei 2013

Park Chanyeol membuka kelopak mata malas akibat sinar matahari yang menyelinap masuk melalui celah jendela.

“Park Chanyeol!”

Laki-laki berparas tampan itu menoleh ke kanan, kemudian senyumnya merekah. Tidak jauh dari tempat ia sedang berbaring, di atas meja layar laptopnya terlihat wajah seorang laki-laki sedang tersenyum lebar hingga kedua mata laki-laki itu tampak tinggal segaris.

“hei bangun pemalas! Aku harus pergi sekarang, ku hubungi lagi nanti ya. Aku sayang Chanyeol”

Chanyeol masih tak bergerak, senyumnya-pun masih lekat memandangi layar laptop yang kini sudah berubah warna menjadi hitam.

“Aku juga sayang Baekhyun.. aku sangat merindukanmu, Baekhyun”

Chanyeol dan Baekhyun adalah sepasang kekasih, sejak satu tahun lalu mereka harus menjalani hubungan jarak jauh karena kepindahan Chanyeol dan keluarganya. Satu tahun bahkan telah berlalu, namun hubungan mereka masih terjalin baik meski tak bisa selalu bersentuhan secara langsung.

Seperti pagi ini, Chanyeol di bangunkan oleh suara cempreng milik kekasihnya yang berparas imut itu. Siang harinya lagi-lagi, Baekhyun mengubungi Chanyeol. Menemani laki-laki berpostur tubuh tinggi itu menghabiskan jatah makan siangnya.

“Chanyeol-ah, kau sedang apa? jangan lupa makan siang, apa kau mau bertambah kurus? Oh berhenti minum susu kau sudah cukup tinggi!”

Dan Chanyeol tak bisa untuk tidak tersenyum mendengar ocehan laki-lakinya.

“Kau benar-benar cerewet Byun Baekhyun”

Malam harinya Chanyeol tampak asik memetik senar gitar sementara di dalam layar Baekhyun asik bernyanyi mengikuti nada-nada gitar kekasihnya. Pancaran kebahagian tercetak jelas di wajah keduanya.

“Yeolli, ini sudah malam waktunya untuk tidur tapi sebelum itu sikat dulu gigimu. Ayo aku temani” nada suara Baekhyun tampak riang, laki-laki itu berdiri. Chanyeol ikut berdiri sambil membawa serta laptopnya masuk ke dalam kamar mandi. Keduanya menggosok gigi bersamaan.

Selesai dengan kegiatan menggosok gigi, Chanyeol berjalan menuju kamar tidur, kedua kelopak mata menatap layar seksama. Di sana, Baekhyun sendiri sudah masuk ke dalam kamar tidur miliknya dan menjatuhkan diri di atas kasur. Di dekatkan layar kamera sehingga kini wajah imutnya memenuhi layar.

“Nah, sekarang saatnya tidur, jangan lupa mimpikan aku Chanyeol”

Chanyeol duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap layar laptop yang sudah tak menampilkan sosok Baekhyun.

“mimpikan aku juga ya, Baeki..”

6 mei 2013

Pagi ini Chanyeol duduk di bangku meja belajar membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala.  Laki-laki itu memilih salah satu  kotak berisi CD di atas meja yang kemudian di masukkan ke dalam laptop. Tidak butuh waktu lama, tau-tau saja wajah Baekhyun muncul di layar, Chanyeol tersenyum lirih.

“Selamat ulang tahun Byun Baekhyun.. kau jahat, benar-benar jahat. Kenapa kau meningalkanku? Ini terlalu cepat Baeki, bahkan kau tidak memberiku kesemppatan untuk mengucapkan kata-kata perpisahan” Bening-bening air mata mulai mengalir setelah Chanyeol menyelesaikan kalimatnya. Bibirnya bergetar saat meniup api-api kecil dari lilin. Air mata itu terus mengalir, tapi Chanyeol membiarkannya terus mengalir.

Sementara di layar, suara Baekhyun terus terdengar..

 

 

“Halo Cahyeol, bila kau melihat rekaman ini berarti operasiku gagal.. sebenarnya, banyak yang ingin ku katakan padamu hanya saja aku tidak tahu harus memulai dari mana..” Baekhyun tampak menarik nafas, ia terlihat jelas sedang berusaha menahan air matanya.

 

“Maafkan aku Yeolli, karna tidak memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau membuatmu khawatir, sungguh.” Baekhyun tersenyum lirih, genangan air mata mulai terlihat memenuhi kelopak matanya.

 

“Chanyeol-ah kau harus berjanji padaku, berhenti terus memutar rekaman-rekam cd dariku. Kau tidak boleh menyiksa diri, kau harus melanjutkan hidupmu. Aku selalu milikmu, Park Chanyeol. Selamanya milikmu. Maka tempatku adalah di hatimu.”

 

—–END—–

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “La Distance

  1. Hiks..
    Jdi terharu baca nya ;(
    dpat bgt feel nya.
    Pas bagian akhir chan bilang jgn tinggalin dya sempet bingung. Eh ternyata baek meninggal. Nyucuk bgt ampe ke ati (?).
    Keep writing thor.

  2. NANGIS ! hueeee cucok(?) !
    DAEBAK ! hehehe keren…
    Cepet singkat dan padat*kyakberitaaje.
    Keren deh author ! semangat ! buat yg banyak lagi ya !
    Keep writing ! Fighting ! ^.^9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s