Heart Attack (Part 2)

Title       : Heart Attack

Author  : Reechi L (@Esprit_RL)

Genre   : Drama, Romance, School life

Length  : Series

Rating   : PG

Maincast:

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Byun Baekhyun (EXO-K)

-Im Yoo Na [Yoona] (SNSD)

-Choi Soo Young [Sooyoung] (SNSD)

Support cast:

-Choi Siwon (Super Junior)

PART TWO

Author’s POV

Angin musim dingin semilir berhembus dan jalanan pun sudah tertutup oleh selimut putih yang halus dan dingin pastinya. Langkah kaki seorang namja terdengar keras karena hentakan kakinya tiap kali melangkah. Dengan raut muka kesal, Park Chanyeol, menyusuri jalan menuju sekolahnya.

“AAAHHH!!! Ini sudah 7 bulan sejak itu tapi dia tetap kekeh nggak mau baikan! Apa sih salahku?!” pekik namja berbadan tinggi itu sambil mempererat genggamannya pada tas miliknya.

Benar. Chanyeol memang sedang bertengkar. Dengan Byun Baekhyun sahabatnya.

-Flashback—7 months ago—

Di atap sekolah…

“Aku benci padamu, Park Chanyeol”  kata seorang yeoja menatap sinis pada Chanyeol.

Chanyeol diam tak bergeming. Sooyoung dan Baekhyun yang terlihat kaget juga tak bisa bicara apa-apa. Mereka seperti kehilangan akal. Dan sesaat setelah itu, yeoja yang mengatakan benci tadi langsung pergi dan meninggalkan bekal juga 3 orang yang awalnya makan bersama dengannya.

“Ehmm… Kalau begitu aku pergi ya.” Sooyoung kelihatan tak enak, “Maafkan Yoona ya. Dia memang agak sensitive.” Bisik Sooyoung pada 2 namja yang duduk di depannya.

Baekhyun dan Chanyeol masih diam dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Sementara itu Sooyoung membereskan bekalnya dan pergi mengejar sahabatnya yang baru saja marah dan pergi meninggalkannya itu. Setelah beberapa saat Sooyoung pergi, Baekhyun mulai angkat bicara.

“Ini salahmu Channie! Yoona-ssi jadi marah kan?!”

“Lho? Kok aku? Memangnya aku salah apa?”

“Salahmu banyak, PARK CHANYEOL”

Chanyeol terlihat kaget dan diam seketika melihat namja yang notabene adalah teman baiknya yang selalu bermuka polos dan penyabar kini marah di hadapannya langsung. Chanyeol benar-benar kaget dengan kelakuan sahabatnya itu. ‘masa gara-gara penyihir itu Baekki bisa marah kayak gini?! Emang bawa sial mulu ya kalau ketemu yeoja satu itu!!’ pikir Chanyeol

“Dengan begini, aku jadi lebih sulit mendekatinya kan! Salahmu Chanyeol!! Sudah! Aku pergi!”

“Lho.. Baekki…”

Baekhyun berlari meninggalkan Chanyeol cengo dengan perlakuan Baekhyun padanya.

-Flashback end-

Dan dikarenakan pertengkaran itu, sampai sekarang Baekhyun terus menjauhinya. Chanyeol hanya bisa menghela napas berkali-kali ketika Baekhyun mencampakkannya. Kalau mereka bertemu pandang juga Baekhyun akan buang muka dan ngobrol dengan fans-fansnya atau teman yang lain. Chanyeol pun sebisa mungkin tersenyum di depan teman-teman yang lain meskipun saat ini dia dalam keadaan frustasi dijauhi teman karibnya dari kecil.

Akhirnya hari ini Chanyeol memutuskan untuk minta maaf pada Baekhyun karena sudah tak tahan dengan perlakuan ‘saling jauh-jauhan’-nya itu. ‘Ah, aku mungkin juga harus minta maaf pada yeoja menyebalkan itu, bagaimanapun dia itu seniorku di sekolah… Hhhh’ pikir Chanyeol. Dan sesampainya dia di sekolah, dia mencari-cari Baekhyun dan Im Yoona. Dan ketika dia pergi ke arah taman belakang sekolahnya, dia menemukan Baekhyun dan Yoona sedang tertawa bersama.

Baekhyun.. dan Im Yoona? Mereka…?’ Chanyeol menduga-duga. ‘Apa-apaan ini! Mereka di sana senang-senang ketawa-ketiwi sedangkan aku stress memikirkan gimana cara baikan di sini!! Ah! Sudahlah! Lama-lama aku bisa gila mikir beginian terus!’ Lalu Chanyeol berbalik arah dan berlari menuju kelasnya . Saking kesalnya ia tak melihat orang di sekitarna sehingga ia menarak seseorang sampai jatuh.

“YA!!” teriak seorang yeoja yang jatuh ditabrak Chanyeol.

Chanyeol langsung berhenti dan membantu yeoja itu berdiri. “Mi-mianhae. Lho? Sooyoung-ssi?”

“Oh, Chanyeol. Kau rupanya. Ada apa sih? Sampai lari-lari begitu?”

“Ah, nggak, bukan apa-apa…” Chanyeol terlihat murung

“Ayolah, ceritakan saja. Dari pada aku melihat mukamu yang murung itu. Jelek tau!”

“…”

“Chanyeol?”

“…”

“Channie-ah?”

“E-eh..”

“Oh, ayolah, kita pergi ke tempat aman dulu..” Sooyoung mencengkram dan membawa Chanyeol pergi

******

Sooyoung’s POV

Tidak biasanya aku melihat wajah namja yang disebut-sebut sebagai happy virus ini (julukan itu diberikan sejak 5 bulan lalu, karena senyumnya yang ‘indah’) murung seperti tertekan beban lebih dari 2 ton. Aku penasaran dengan sikapnya ini. Jadi aku bawa dia ke ruangan kosong bekas meeting room dan menyuruhnya untuk bercerita padaku. Setidaknya, mungkin aku bisa membantunya. Meskipun dijuluki senior galak, aku masih mau kok membantu junior yang lagi susah.

“Jadi?” tanyaku penasaran sambil berkacak pinggang.

“Ya-yaahh…. Ehm.. Sooyoung-ssi.”

“Ehm?”

“Bisa tolong jangan beri tahu ini ke Baekhyun dan Yoona-ssi?”

“Oh. Tentu.” Sepertinya aku tahu pembicaraan ini mengarah ke mana.

“Aku.. dan Baekhyun bertengkar sudah cukup lama. Kau tau kan? Dia satu-satunya teman terdekatku… yaa… Sudah 7 bulan dan Baekhyun terus saja ngambek”

“Ne, Ne.. terus?”

Raut mukanya berubah. Dia seperti ingin menangis. Karena sepupuku kah? Namja ini sampai se-frustasi ini?

“Kau ingat kan saat Yoona-ssi bilang benci aku?” Nah, kan. Masalah itu.

“Hmm..”

“Hhh… aku tadinya ingin minta maaf pada Yoona-ssi juga Baekhyun… Kupikir begitu.”

“Lalu..?” aku tambah penasaran mendengar masalahnya.

“Pagi ini aku mencari mereka dan aku menemukan mereka sedang berduaan di taman belakang sambil tertawa bahagia begitu. Jadi kupikir, buat apa aku minta maaf sedangkan mereka asyik berdua? Aku kesal dengan hal ini. Semuanya seperti omong kosong. Aku muak” raut mukanya sembari menunjukkan seperti sedang menangis tapi tak ada satu pun air mata keluar dari mata itu. Mata yang sangat kusukai dari awal kami bertemu..

‘Ah, jangan keluarkan air matamu itu. Jangan..’

Chanyeol tiba-tiba jatuh terduduk lemas seraya mengacak-acak rambutnya seperti orang yang sangat tertekan. Ah, dia memang tertekan karena tingkah Yoona dan sepupuku itu.

“Channie-ah..” aku berlutut di depannya sambil memegang pundaknya berusaha untuk menenangkannya.

[DEG]

Tiba-tiba dia menyenderkan kepalanya di bahuku dan mencengkram kuat kedua lenganku.

“Mianhae.. Tolong biarkan aku begini sebentar saja.. Mian…” aku merasakan pundakku mulai basah karena cairan bening yang keluar dari matanya. Perlahan-lahan, aku meregangkan tanganku dan mencoba untuk merengkuh punggungnya. Aku ingin memeluknya. Aku ingin dia terus di sampingku. Aku ingin waktu berhenti saja. Saat sekarang.. Aku ingin menanggung setengah beban yang kau rasakan. Aku…

“Sooyoung-ssi”

[DEG]

“I-iya…?” aku belum sempat memeluknya..

“Mianhae.. seragamu basah karenaku…” Dia langsung membenarkan posisi duduknya dan menempatkan wajahnya tepat di depan wajahku. Tangannya merenggang tapi masih memegang lenganku.

“Wajahmu jelek sekali kalau nangis.” Kataku sambil mengelap air mata yang membasahi wajahnya.

“Haha. Gomawo… Kau memang baik sekali Sooyoung-ssi.”  Dia tersenyum. Senyumnya yang khas itu… sekali lagi membuatku…

“Kalau begitu  aku balik ke kelas… Ah, sekalian saja aku antar sampai kelasmu ya? Sooyoung-ssi?” katanya dengan jelas sambil tersenyum lebar di depanku.

“Ah.. Gomawo..”

Namja itu berdiri seraya membantuku ikut berdiri. Ah, dia memang baik. Bak seorang model. Posturnya yang tinggi memang mencolok. Ditambah dengan wajahnya yang juga bak seorang model pangeran mungkin sudah menghipnotisku saat ini. Senyumnya yang memang indah itu menambah kesan positifku padanya… Ah aku memang sudah…

“Sooyoung-ssi” Chanyeol membuyarkan lamunanku.

“Ah.. panggil saja aku Syoung.”

“…. Baiklah Syoung-ssi..”

“Terlalu formal.” Aku memanyunkan mulutku

“Ne, Ne, Syoung-ah, mari kuantar ke kelasmu.” Dia tersenyum lagi.

“gomawo Channie-ah” aku jadi ikut tersenyum.

Setelah sampai di kelas, para yeoja-yeoja di kelasku memandangi kami, (aku dan Chanyeol). Wajar saja, karena Chanyeol mempunyai banyak fans (tepatnya penggemar gelap). Chanyeol sepertinya tak tahu akan hal itu. Begitu aku berbalik ingin berterimakasih, dia menampakan wajah bingungnya. Mungkin karena tatapan-tatapan para yeoja di kelasku?

“Oh iya. Syoung-ah. Tolong titip permintaan maafku pada Yoona-ssi ya.” Dia mengembangkan senyumnya.

“Ah iya..” jawabku singkat.

“Annyeong.”

“N-Ne. Annyeong”

Beberapa saat setelah Chanyeol pergi, beberapa yeoja belari ke arahku dengan muka penasaran yang bersemangat. Namanya juga fans. Hahaha.

“Choi Soo Young!! Ta-tadi…!”

“Ah, hanya teman kook, tenang saja.” Aku tersenyum penuh arti. Hehe

“Ohhh….” Beberapa yeoja bernapas lega. Namanya juga fans?

‘oh iya.. Yoona belum masuk kelas? Ke mana dia? Oh! Taman belakang ya…’

Aku mencoba berlari sekencangnya mencari Yoona (karena sebentar lagi bel), dan tak sengaja aku menabrak guru killer yang dipuja-puja beberapa yeoja di sekolahku (karena ganteng). Pak Choi Siwon yang tidak lain adalah… Kakakku sendiri.

“Ya! Sooyoung! Apa yang kau lakukan sampai berlari seperti itu!?!”

“Oh ayolah oppa! Aku sedang terburu-buru!”

Dia diam tak begeming, tiba-tiba dia mendekatkan mulutnya ke telingaku. Membisikkan sesuatu.

“Taman belakang kan? Cepat sana! Aku tak suka pemandangan itu!”

Tak suka ya? Haha. Biar kujelaskan. Siwon ini jatuh cinta pada Yoona. Tentu saja ia tak suka Yoona bersama namja lain selain dirinya. Biarpun begitu, dalam pikirku, kakakku ini tak akan bisa kalau sama Yoona. Dia tak tahu sifat asli Yoona. Kalau tahu, nasibnya mungkin berakhir seperti Suho. Merana dan bawaannya jadi marah terus. Aku saja tak pernah lagi melihat senyum Ketua OSIS itu.

“Hei! Kok bengong! Sana cepetan!!” bentak kakakku pelan.

“Iya, iya. Dasar panasan!” aku segera berlari menjauhi Siwon oppa karena tahu dia akan marah.

*****

Yoona’s POV

“Kau tahu Yoona-ssi? Hari ini sepertinya hari keberuntunganku.” Kata namja bermuka imut yang berdiri di sampingku ini.

“Memangnya ada hal baik apa Baekhyun?”

“Yaa… Aku bisa ngobrol akrab denganmu.” Katanya sambil mengembangkan senyum innocent-nya.

“Hahahaa, kau mau menggodaku Byun Baekhyun?”

“Mungkin.. Hahahaha!” namja ini memang terlihat sangat khas. Innocent, baik, penngertian. Dan hal yang paling kusukai darinya adalah, dia selalu berkata jujur di depanku. Aku mulai akrab dengannya beberapa bulan yang lalu. Sepertinya sekitar 4 bulan yang lalu. Tanpa Park Chanyeol yang biasa di sampingnya. Aku tahu mereka bertengkar, karena aku. Ya aku tahu itu.

Aku mencoba melihat langit yang mulai mendung. Sepertinya aka nada badai salju. Sekilas aku melihat gedung sekolahku dan kagetnya aku mendapat pandangan di salah satu jendela sekolah ada sosok 2 orang yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang penting. 2 orang itu Sooyoung dan.. Park Chanyeol..?? Sedang apa mereka?

“Yoona-ssi? Sedang melihat apa?” Baekhyun menyadarkanku dari lamunanku.

“Aahh, langit. Mendung nih. Balik yuk.”

“Ah, ne. memang mendung. Kayaknya bakal ada badai salju deh.” Baekhyun terlihat khawatir.

“Semoga saja kita bisa pulang nanti.”

Lalu aku dan Baekhyun bergegas masuk ke lobby sekolah dan tiba-tiba Sooyoung berhenti di depan kami sambil berkacak pinggang.

“Hei, kalian pikir jam berapa ini? Sudah hampir bel tahu! Ayo cepat!”

“Iya, iya…”

“Hei,” Sooyoung menyenggolku dengan sikunya. “Kau tahu? Gara-garamu, seorang namja hari ini menangis karena merasa kau merebut temannya.” Bisiknya.

“Hah??” aku tentu bingung

“Yaa…. Dia orang yang kau bilang benci 7 bulan lalu.” Bisiknya lebih pelan supaya Baekhyun tidak mendengar pembicaraan kami.

“Mwo?? Park Chanyeol??”

“Ya.” Aku sedikit kaget. Tiba-tiba saja Sooyoung langsung mencengkram lenganku kuat-kuat.

“YA! Sooyoung! Sakit!”

Aku tak menyangka… Setelah mencengkram lenganku kuat, dia menatap tajam aku seakan dia seperti ingin membunuhku. Baru kali ini aku mendapat tatapan seperti itu. Ada apa dengannya? Apa ada sesuatu antara dia dan Park Chanyeol? Kenapa Sooyoung begitu peduli dengan junior ngeselin satu itu? Apa jangan-jangan…???

Lho? Apa ini? Kok dadaku sakit?? Aneh…’

-To Be Continued-

2 pemikiran pada “Heart Attack (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s