Talking To The Moon (Chapter 3)

Tittle : Talking To The Moon

Author : Yoora Hwang (@lettaaakk)

Genre : Romance.Friendship,Sad Maybe (?)

Length : Chaptered

Rating : G

Main Cast :-Im Yoona (SNSD)

-Xi Luhan (EXO)

Other Cast :-Kim Jongin/Kai (EXO)

-Jia

Note : Mian kalo di chepter ini Jongin sama Jia nya engga nongol,tapi dichapter selanjutnya pasti ada kok:D dan Mian juga kalo chapter ini ceritanya agak diperpendek,soalnya TBC nya betah disitu gamau dipindahin hihihi:$

Happy Reading

Chapter 3

Mata Yoona terbelalak seketika melihat wallpaper ponsel Luhan.Sosok namja mungil berkulit putih yang sedang tersenyum manis sambil memegangi miniatur bulan dan seorang yeoja mungil sedang tertawa lebar melihat namja disebelahnya dan yeoja itu….dirinya,Iya yeoja itu Im Yoona dan namja itu……

LUHAN!

Luhan yang baru saja menyelesaikan pembayarannya di kasir berbalik dan terkejut mendapati yoona memegang ponselnya dengan pandangan kosong.Mata Luhan terbelalak seketika teringat akan apa yang membuat Yoona seperti itu…PONSELNYA.Iya ponselnya yang terpasang wallpaper dirinya dan Yoona.

Luhan berjalan cepat dan menghampiri Yoona.

“Yoon…”Luhan berkata sambil menepuk pundak Yoona pelan.

Tidak terjawab.Yoona beranjak dari tempat duduknya menuju tangga kebawah.Yoona berjalan cepat dan menyeka air matanya sesekali.

Sakit,sungguh sakit dibohongi.Ternyata selama ini dugaannya benar,Minwoo itu Luhan,bukan hanya mirip tapi memang itu Luhan,sahabat yang telah meninggalkannya dan membohonginya sekarang.

Yoona kembali hidup saat bertemu Minwoo (Luhan) dan mulai bisa melupakan dan memaafkan Luhan.Tapi sekarang pintu maaf itu sudah dihancurkan dengan Luhan sendiri,Selama ini Yoona selalu mencoba melupakan Luhan dan hasilnya sia-sia ternyata orang yang selama ini dikenalnya (dan sudah menjadi namjanya) adalah orang yang sudah meninggalkannya.

“Yoon,aku bisa jelaskan semuanya,tapi bisakah kau berhenti dan dengarkan aku!”Luhan menarik lengan Yoona paksa.

“Lepaskan tanganku”Nada suara Yoona datar dengan sedikiti terisak.

“Yoon,dengarkan aku”

“lepaskan MINWOO-SSI!!”Yoona menekankan kata kata ‘Minwoo’

“Oke,fine..”Luhan melapaskan genggaman tangannya dan yoona langsung berjalan kearah bangku kosong dipinggir taman.

Luhan masih mengikuti Yoona dari belakang.Luhan berhenti tapat dibelakang bangku tempat Yoona terduduk diam sekarang.

“Yoon,dengarkan aku dulu..”Luhan menghela nafas panjang setelah ucapannya terputus.

“Bisakah kau tinggalkan aku sekarang? Aku ingin sendiri”Yoona berkata pelan dengan mata yang masih fokus menatap Sungai Han dihadapannya.

“Tapi Yoon…”

“Tinggalkan aku,SEKARANG!”Emosi Yoona mulai meledak,ia tidak mampu lagi menahan semuanya.Rasa sakit yang hampir menghilang dari hatinya sekarang kembali lagi.Kembali ke puncaknya.

Dengan kepala tertunduk Luhan berjalan menuju mobilnya yang tak jauh dari tempat Yoona duduk.Luhan kembali berbalik dan menatap punggung Yoona yang terlihat rapuh dan melanjutkan langkahnya menuju mobil.

Luhan mengendarai mobilnya diatas kecepatan rata-rata.Tak disangka air mata yang sudah lama tidak pernah dikeluarkannya merabak keluar tanpa instruksi dari otaknya.

“Argghhh!!!”

~~~

Talking To The Moon~

Kenapa disaat seperti ini,disaat aku mulai bisa mencintainya dia malah membohongiku? Kenapa dia tega berbuat ini kepadaku? Disaat aku mulai bisa melupakan Luhan kenapa dia muncul dengan kebohongan ? kenapa dia selalu tidak bisa hilang dari hidupku ?

Kenapa dia tidak jujur saja kepadaku kalau dia adalah Luhan ? Kenapa dia harus menjebakku seperti ini ? Apa salahku ? Apa aku pernah berbuat salah kepadanya ? Yang ada dia yang berbuat salah kepadaku.Dia sudah meninggalkanku sekian lamanya,dan sekarang dia muncul dengan mudahnya dan dengan cara membohongi!

Bisakah kau jawab satu saja dari sekian banyak pertanyaanku bulan? Tolong aku,aku sungguh tidak bisa berfikir jernih karenanya.

Yoona duduk dihalaman belakang rumahnya sambil menatap bulan diatasnya.Yoona memeluk kedua kakinya dan meletakkan dagu diatasnya.

2Hari setelah kejadian kemarin,Yoona tidak pernah bisa lagi berfikir jernih dan tidak bisa tidur,entah karena apa Yoona mendadak insom karena ‘dia’,karena dia yang telah membohonginya.

Hendak bangkit dari tempat duduknya,Yoona melihat sosok (sepertinya namja) yang samar-samar terlihat dari jauh.

“Yoona…”Luhan terperangah melihat yoona seperti tidak menganggapnya ada.Yoona hanya berjalan santai melewatinya.

“Yoon,maafkan aku,sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakitimu seperti ini…Yoon aku mohon!”Luhan menarik lengan yoona kasar.

“Aww!! Sakit ! lepaskan !”Yoona berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang dipegang kuat oleh Luhan.

“Aniyo,aku tidak melepaskanmu!…”Luhan terdiam sejenak

“Tidak semudah itu! Kau masih berstatus yeojachinguku”Luhan bersikeras.

“Baiklah,mulai sekarang aku bukan lagi yeojachingumu”Yoona melapas tangannya cepat setelah merasakan cengkraman tangan Luhan mengendur lalu berjalan masuk kerumah meninggalkan Luhan yang masih terperangah.

“Shitt!!! Kenapa harus ada air mata!”Yoona mengusap air matanya kasar lalu melanjutkan langkahnya.

Yoona terus berjalan cepat tanpa membalas tatapan curiga dari Jinri.Sesampai dikamar yoona hanya duduk memandangi langit dengan titik-titik hujan yang jatuh mengenai kaca jendela yoona.

“Eonni?”Terdengar samar-samar suara Jinri dari luar memanggilnya pelan

“Mwo?”Jawab Yoona malas

“Diluar ada…ehh..Luhan oppa berhujan diluar”Jinri terbata-bata

Mata yoona terbelalak seketika.”Untuk apa dia berhujan diluar?”Yoona bertanya pelan pada dirinya sendiri.

“Biarkan saja”Yoona kembali menatap langit diatasnya.

“Tapi eonni…”

“Biarkan saja!”Nada suara yoona meninggi.

“Yoona!!”

Suara Jinri tidak lagi terdengar,yang sekarang terdengar adalah suara….EOMMA!

“N-ne eomma?”Jawab Yoona pelan sambil melangkah membukakkan pintu.

“Siapa yang mengajarimu untuk membiarkan orang kehujanan karena dirimu hah? Eomma sudah tau semuanya,dia Luhan sahabat kecilmu tapi kenapa kau malah seperti ini? Bukankah kau mencarinya selama ini,sekarang saat dia sudah ada disini,kau membuangnya begitu saja?iya?”Eomma nyerocos panjang lebar tanpa terputus-putus.

“Tapi eomma…”Yoona mencoba memotong ucapan eomma.

“Tapi apa?”

“Dia membohongiku eomma! Dia membiarkanku masuk kedalam permainannya! Permainan yang dia buat sendiri! Dari awal aku bertemu dengannya aku sudah punya firasat kalau dia itu Luhan tapi dia membohongiku,dia tidak mengatakan yang sebenarnya!”Yoona mulai emosi

“Baiklah kalau kau terlanjur sakit hati denganya,tapi bisakah kau keluar dan mengajaknya masuk untuk sekedar menghangatkan tubuh.Bagaimanapun juga itu semua karenamu”

Yoona kalah suara.Akhirnya Yoona meraih payung yang tergantung disudut kamarnya dan turun untuk menemui Luhan.

~

Luhan masih terduduk diatas motornya dengan air yang sudah membasahi seluruh tubuhnya.Luhan hanya terduduk diam menatap kamar Yoona tepat diatasnya.Luhan memejamkan matanya berusaha menjernihkan otaknya.

Air hujan tidak lagi menetes dirambut maupun tubuhnya.Perlahan Luhan membuka mata dan melihat seorang gadis yang sangat dicintainya kini berada tepat dibelakangnya sambil memegang payung berwarna merah muda.

“Kenapa kau bodoh sekali hah?”Yoona menatap Luhan sewot

“Yoon..eh..ma—“

“Cepatlah masuk,keringkan badanmu dan pulanglah”Yoona menyodorkan payung berwarna hitam yang dibawanya.

Perlahan Luhan membuka payungnya dan melangkah masuk kedalam rumah yoona.

“Ingat ini karena eomma”

Yoona melangkah masuk kedalam rumahnya dan disusul dengan Luhan yang dalam keadaan basah kuyub.Baru saja satu langkah masuk kedalam rumah Luhan disambut hangat dengan eomma Yoona.”ASTAGA!”Yoona memandang malas kearah eomma.

“Kau Luhan kan? Astaga kau sudah besar sekali nak! Bagaimana keadaan eommamu?”

“Eomma baik-baik saja ahjumma,terima kasih karena kau masih mengingatku”Luhan membungkuk tanda terima kasih ke eomma yoona dan yoona hanya memberi tatapan jijik kepada eommanya sendiri.

“Kenapa eomma baik sekali dengannya?!”Yoona mendengus dalam hati

“Aihh,kau ini,kenapa memanggilku dengan sebutan ahjumma? Bukankah dulu kau memanggilku eomma?”Eomma yoona terkekeh geli

“MWO?!”Pekik yoona yang sontak membuat eommanya menutup telinganya rapat.

“Ya! Wae ?!”

“Anio,eomma! Kenapa….aihh sudahlah!”

Yoona melangkah pergi meninggalkan eomma dan Luhan yang masih asik berbincang-bincang tentang keluarga masing-masing.

~~~

“Im yoona! Bangun ! bukankah hari ini ada les musik?!!”Suara nyaring eomma menembus telinga yoona yang sontak terbangun dari tidurnya.Dengan langkah malas yoona berjalan gontai sambil sesekali menguap.

“Ne eomma aku sudah ba—“

Pintu terbuka dan dugaan yoona salah,eommanya sudah tidak ada lagi dibalik pintu yang ada hanya….LUHAN!

“Good Morning Im Yoona!”Luhan tersenyum manis sedangkan yoona hanya terperangah hebat.

“Mau apa lagi kau kesini?”

“Aku hanya menepati janjiku hari ini”

“Janji?”

“Ya! Im Yoona! Cepatlah mandi!”Eomma yang super bawel mulai mengoceh lagi dan kembali membuat yoona badmood pagi-pagi.

“Ne,eomma!”

BRAK!

Yoona menutup pintunya keras tanpa memperdulikan ekspresi Luhan diluar.

5menit…10menit….Yoona selesai mandi dan menuju lemari besarnya.Yoona menatap penampilannya dikaca meja riasnya.Kaos tanpa lengan berwarna putih dibalut dengan cardigan polos berwarna hitam,jeans hitam dan sneakers putih dengan tali berwarna pink.

“Eumm…..”Yoona mengetuk-ketukkan jarinya didepan bibir.”Ahh”Yoona tersenyum lega setelah menemukan apa yang dicarinya daritadi.

Yoona meraih ikat rambut kecil dan mengikat poninya keatas.”Sempurna”Yoona tersenyum memandangi dirinya dikaca.

Yoona meraih gitar putihnya diatas tempat tidurnya dan meluncur kebawah menemui eomma.

“Eomma aku pergi dulu ne?”Eomma meraih tangan yoona untuk mundur kembali.

“Wait…”Eomma memperhatikan penampilan yoona dari atas sampai kebawah.

“Bisakah kau tampil sedikit girly?”

“Anio”

“Ahh,sudahlah terserah,kau mau pergi dengan siapa?”Eomma bertanya santai

“Sendiri dong eomma”

“Mau naik apa?”

“Mobil,memangnya kenapa sih?”Yoona mulai kesal

“Mobilmu ada di bengkel sayang”

“Arghhh! Betapa bodohnya aku”Yoona merutuki dirinya sendiri.

“Kau pergi dengan Luhan”

“Mwo?!”

“Wae?”

“Tapi,eomma…”Yoona mencoba membantah tapi yoona tau sifat eommanya,tidak suka sekali ada orang apalagi anaknya sendiri membantah omongannya.

“Ahh,baiklah”Yoona melangkah keluar disusul dengan Luhan dan eommanya di belakang.

Hendak membuka pintu belakang,eomma yoona kembali berteriak.

“YA! Kau duduk depan! Memangnya Luhan itu sopirmu?”

“Bukannya memang benar?”Yoona mendengus kesal lalu membuka pintu depan dan melatakkan gitarnya dibelakang.

~~~

1 jam Luhan menunggu Yoona les music dibangunan berlantai 3 ini.Tak lama kemudian Yoona muncul dengan gitarnya.

“Hffttt!….Sekarang kita mau kemana lagi? Apa jadwal eomma untukku?”Yoona mendengus

“Sekarang kau akan kuantar kerumahku,karena eommamu ada disana”

“Mwo?! Dirumahmu ? eomma?!”

“Ne,memangnya ada apa?”

“Anio,sudahlah langsung saja kerumahmu”Yoona menyandarkan tubuhnya ke belakang dan memejamkan matanya yang tiba-tiba terasa kantuk.

30jam sudah Luhan terjebak macet dijalanan seoul,entah karena apa menjelang siang seperti ini jalanan sangat ramai.Dan yoona masih saja tertidur dengan pulasnya.

10 menit setelah terjebak macet akhirnya Luhan dan Yoona sampai didepan rumah besar Luhan.

“Yoon….”Luhan menoleh dan melihat yoona masih tertidur seperti tadi dan posisi yang sama seperti tadi.

Luhan tersenyum melihat wajah polos yoona saat tertidur.Sangat menggemaskan.Perlahan Luhan mendekatkan wajahnya kearah Yoona.Tidak perlu berlama-lama kini bibir Luhan telah menyentuh bibir yoona pelan lalu kembali ke posisi semula.

“Yoon,kita sudah sampai”Luhan menggoyangkan bahu yoona pelan

“Hoaamm!”Yoona menguap sambil merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.

“Ah,sudah sampai”Yoona turun dari mobil Luhan disusul dengan Luhan yang mengikuti yoona dari belakang.

Tangan Yoona sudah terulur untuk membuka pintu tapi seorang wanita paruh baya yang terkesan awet muda mendahulukannya dengan membuka pintu dari dalam rumah.Wanita itu mengenakan dress selutut berwarna pitch yang membuat wanita itu tampak lebih muda.Yoona memperhatikan setiap lekuk wajahnya.Kulitnya yang putih tapi terkesan pucat,matanya yang kecil dan rambut yang hitam pekat.Tidak salah lagi,ini eomma Luhan!.

“Annyeonghaseyo! Ahh kau Yoona ? Kau sudah besar sekali,lama tidak pernah berjuma denganmu lagi”Eomma Luhan tersenyum sumnrigah sedangkan Yoona hanya mengangguk-angguk lalu mengajak Yoona untuk masuk dan menemui eommanya didalam.Satu tujuan Yoona,Pulang darisini!

“Kita makan siang dulu ya? Eomma sudah siapkan makanan yang enak untuk kalian semua”Eomma Luhan kembali tersenyum manis setelah semuanya berkumpul di meja makan.Mungkin itu penyebab eomma Luhan selalu terlihat awet muda.

Setelah selesai makan siang Yoona,Luhan,dan para eommanya duduk di ruang tengah untuk mmbicarakan hal penting ‘katanya’.”Sepenting apa sih?”Yoona masih mendengus dalam hati tapi juga masih terus menunjukkan sikap manisnya.

“Anak kamu makin cantik aja ya”Eomma Luhan terus memuji-muji Yoona sampai membuat Yoona terus merasa geli.Sungguh ini basa-basi yang sangat basi.Sudah banyak Yoona menemukan adegan seperti ini di koleksi drama yang pernah ditontonnya.

Yoona dan Luhan hanya diam disebelah eommanya masing-masing.Mendengar perbincangan eomma dan eomma Luhan membuat Yoona terus-menerus menguap tak kuasa menahan kantuk yang sudah tidak bisa ditahannya lagi.Sering kali eomma menyubit Yoona karena menganggap perbuatannya tadi tidak sopan.

“Kamu ingat apa yang eomma bilang tempo hari?”Eomma Luhan mengalihkan pandangannya dari eomma Yoona kearah anaknya.

“Eehh,hadiah itu?”Luhan mengerutkan keningnya

“Ne,Ini hadiahmu!”Eomma Luhan menyeringai lebar sambil sesekali melirik kearah eomma dan Yoona secara bergantian.

“Hah? Ini ? apa ?”Luhan sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan eommanya sendiri.

“Ini,wanita yang ada dihadapanmu sekarang ini adalah hadiahnya?”Eomma Luhan terus melirik Yoona sambil tersenyum lebar.

“Maaf aku tidak mengerti”Yoona memecahkan keheningan yang tiba-tiba tercipta diantara 2 keluarga ini.

“Sebenarnya sudah lama eomma dan eomma Luhan merencanakan ini……”Eomma tidak melanjutkan ucapannya.

“Maksud eomma? Rencana ? Rencana apa ?” Yoona semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran eommanya sendiri.

“Menjodohkanmu”

“MWO??!!!” Yoona dan Luhan berteriak serentak.

TBC

 

 

 

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “Talking To The Moon (Chapter 3)

  1. Kyaa!!!!!!
    Mereka imut banget><"
    Cieeeee luyoon dijodohin (•̯͡.•̯͡) ,klok ntar nikah jangan lupa undang ya?*plak*

    Next chapter ditunggu thor,update soon ya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s