The Prince and Ms Pauper (Chapter 6)

Title: The Prince & Ms Pauper (TPMP), Part 6: Dating  Sehun Baekhyun

COVER 3-fix

Author : Kunang | Main Cast : Baek Hyun (EXO-K), Yoo Ra (OC), Dae Hyun (B.A.P)| Support Cast: Kris (EXO-M), Chan yeol (EXO-K), Kai (EXO-K), Bo Eun (OC), Min Ki (OC) & the others, find by your own | Special Cast : Lu Han (EXO-M) | Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4| Chapter 5

Summary :Like Aristotle said “Love isn’t something you find. Love is something  that finds you”.Kang Yoora, seorang yeoja kutu buku berkacamata, kalau bisa memilih dia tidak ingin terlibat hubungan dengan namja kaya dan hanya ingin melewatkan hari-harinya semasa senior high dengan tenang. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sang Pangeran Sekolah yang biasa mengacuhkannya berbalik menyukainya dan mulai menginvansi hidupnya?

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF.

—-Warning : Baek Hyun pinjem tubuh Sehun untuk pergi dengan Yoora ❤

*****|| Kang Yoo Ra PoV ||*****

@Incheon Station, Seoul

“Se— Baek Hyun ah, kita mau kemana?” aku menatap sekilas wajah namja yang menyelipkan sebelah tangannya di telapak tanganku. Senyum lebar masih terus berkembang di wajahnya yang seputih susu itu. Senyum itu jelas sekali milik Byun Baek Hyun, tapi wajahnya bukan—itu wajah namdongsaeng ku, Oh Sehun! Rasanya agak aneh, Sehun yang selalu sok dewasa dan cool itu sekarang terlihat kekanakkan seperti Baek Hyun dan terus tersenyum. Aku menggelengkan kepalaku kuat, Kang Yoo Ra, dia Byun Baek Hyun yang berada di tubuh adikmu!! Tentu saja dia berbeda dengan Sehun! Sadarlah!!

Baek Hyun hanya semakin melebarkan senyumnya, matanya sesekali menatap ku penuh arti. Entah mengapa aku bisa merasakan wajahku memanas, untuk menutupinya aku melihat kemanapun selain Baek hyun. Aneh—biasanya aku tak pernah seperti ini apabila bersama dengan Sehun.

Apa karena yang benar-benar bersamaku sekarang adalah Baek Hyun? Kemarin-kemarin aku tidak seperti ini -_-

“Hati-hati tuan putri” Baek hyun kali ini menggenggam ujung jariku saat menuruni tangga statiun. Tadi dia sendiri sudah membeli tiket KTX (Korean Train Xpress) saat aku sedang ke toilet, aku sama sekali tidak tahu apa yang direncanakan oleh si bear Baek Hyun ini.

“Aku bisa sendiri!” sentakku sambil menepiskan genggaman Baek Hyun dan menuruni tangga statiun dua dua sekaligus meninggalkan namja aneh di belakang ku. Aku sendiri bingung kenapa melakukannya, mungkin karena aku kesal Baek Hyun yang tidak mau memberi tahuku tempat yang kami tuju

atau mungkin karena ada yang tidak beres dengan diriku saat dekat dengannya?

“Yoora-ya jjamkaman!!”

Aku masih bisa mendengar suara Baekhyun saat tiba-tiba saja kaki ku terpeleset saat hendak menuruni beberapa tangga terakhir dan—

BRUKK

“arghh… “ aku mengaduh saat menubruk tubuh seseorang hingga aku terjatuh ke depan dan aku menimpa orang ini, tapi hanya sekejap karena Baekhyun sudah menarik tubuh ku untuk berdiri menyandar pada tubuh tinggi Sehun yang sekarang ditempatinya.

“Kau tidak apa-apa?” Baek Hyun membantu merapikan rambut dan baju ku yang agak kusut, aku hanya menganguk merutuki dalam hati kenapa aku bisa seceroboh ini?

“Lain kali hati-hati agae— Yoo Ra ya?!”

“Oppa?” Mulutku refleks membentuk huruf ‘O’ saat menyadari siapa namja yang aku tabrak. Seorang namja tampan dengan kulit bagai batu pualam dan rambut cokelat keemasan tersenyum ke arahku.

“Lu Han oppa? Kapan kau kembali ke Korea?” tanya ku excited. Ya, Luhan oppa adalah teman ku dan Kris oppa saat aku masih sekolah di Daegu, tapi berselang beberapa minggu hubungan ku dengan Kris oppa berakhir, Luhan oppa pergi ke luar negeri untuk kuliah.

“Aku baru saja kembali beberapa hari lalu, tak kusangka aku bisa langsung bertemu dengan mu disini” Luhan oppa menggaruk dagunya dan kemudian tertawa kecil “hahahha seperti takdir kan? Dulu saat kita pertama bertemu, kau pun menabrakku”

“Hahhahhaha kau masih saja mengingat kejadian memalukan itu oppa? oh ya bagaimana kuliah mu? Sepertinya kau sudah benar-benar menjadi dokter sekarang “

“Ahahhahaa aku belum lulus, masih harus mengambil semester-semester terakhir dan—“

“Uhukk uhukkk—-“ Baek Hyun disebelahku tiba-tiba terbatuk, wajahnya sudah terlihat sangaattttt kesaal. Kemudian tanpa meminta persetujuan ku si bodoh ini merangkul pundakku sambil menatap tajam Luhan oppa, mata elang milik  menatap tajam seolah menscan seluruh tubuhnya.

“Ahhh…. !!!” Mata Lu Han oppa melebar saat menyadari siapa namja disampingku, dan langsung saja namja keturunan Chinese ini memeluk tubuh adikku brotherly “Bukan kah kau Oh Sehun?!!! Aku benar-benar hampir tidak mengenali mu! Sekarang kau benar-benar tampan dan tidak terlihat seperti bocah lagi!”

“Jjamkaman…please stop!! A –aku—“Baek Hyun melirik ku penuh tanda tanya walau masih terlihat kebingungan karena Lu Han oppa memeluk nya.

“Dulu Sehunnie sering main bersama Luhan oppa, mereka sahabat baik” bisikku pada Baek Hyun di telinganya. Ia pun menganguk, wajahnya benar-benar lucu sekali!!  Sepertinya Baek Hyun merasa aneh karena tiba-tiba dipeluk orang asing, apalagi namja!! Padahal kalau Sehun yang biasa pasti tidak masalah karena memang mereka sudah sangat dekat (?)

“SIRRHEO! Dia sudah punya seseorang!” sentak Baek Hyun sambil mendorong tubuh Lu Han saat Lu Han oppa membisikkan sesuatu ditelinganya.

“Hahh?” aku menatap Baek Hyun dan Lu Han oppa bergantian “Kalian sedang bicara apa sih?

“Ah.. bukan apa-apa Yoo Ra ya” Lu Han oppa tersenyum tipis padaku dan kemudian dia beralih pada namja di sebelahku. Entah mengapa aku mendapat kesan Luhan oppa terlihat sedikit kecewa

“Sehun ah, siapapun dia, hyung tidak akan kalah!” tambah Lu Han oppa sambil menjulurkan lidahnya persis anak kecil, Baek Hyun balas memelototinya. Dasar mereka berdua benar-benar seperti bocah! -_-

“Jawab pertanyaanku! Kalian tadi sedang membicarakan apa?” aku menggembungkan pipiku kesal ke arah mereka berdua, Baek Hyun hanya mengangkat bahu nya dan Lu Han malah terkekeh.

“Suatu saat kau akan tahu Yoo Ra ya~” Lu Han oppa menatap ku penuh arti kemudian pandangannya beralih pada jam tangan yang melekat di pergelangan tangannya “Ommo!!, aku ada janji dengan seseorang! Aku duluan, eh oya kalian mau kemana?”

“Eh aku—“

“Ada dehh, sudah cepat pergi! kata Baek Hyun ketus, aku langsung menyikutnya. Dasar apa dia tidak pernah diajari sopan santun berkata dengan nada tinggi seperti itu?

“Sehun ah, aku kecewa kau jadi sedingin itu pada hyung” Lu han oppa mencubit pipi Baek Hyun kemudian mengacak rambutku sekilas, membuat Baek Hyun disebelahku balas menatapnya nanar dan untungnya tidak disadari oleh Luhan oppa.

“Ra ya~ aku pergi dulu ya!”

“Aishh pergi ya pergi saja!” gumam Baek Hyun setelah Luhan oppa agak jauh, membuatku mendecak kesal padanya. That’s weird boy!

“Oke oppa hati-hati” aku melambaikan tangan ku pada Lu Han oppa yang setengah berlari menaiki tangga, dan ketika aku berbalik tubuh Oh Sehun yang sekarang ditempati Baek Hyun sudah tepat di depanku. Aku harus mendongak untuk melihat wajahnya yang masih cemberut seperti anak kecil. Lucu sekali!

“Hahahhaha kau kenapa? Jealous ?”

“Kita sudah hampir telat!” kata nya dingin tanpa menjawab pertanyaan ku, dan rasanya kali ini tidak lucu lagi. Baek Hyun sepertinya benar-benar kesal atau cemburu?

Grep

Aku menggigit bibirku saat tangan Baek Hyun dengan eratnya—hampir membuat ku meringis—menggenggam pergelangan tangan ku dan menariknya melewati orang-orang dan akhirnya memasuki sebuah salah satu pintu kereta bawah tanah. Dia hanya diam, wajahnya mengeras dan sama sekali tak tampak senyuman khas Baek Hyun.

Kali ini aku merasa takut, bagaimana kalau Baek Hyun benar-benar marah?

=========Kang Yoo Ra pov end ========

=========Baek Hyun pov============

@Korean Train Xpress

Go To…..

Sudah kuduga! Aku memang punya firasat buruk saat pretty boy satu ini bertabrakkan dengan Yoo Ra. Caranya menatap Yoo Ra dengan lembut membuatku sebal!, entah bagaimana aku langsung  yakin kalau  namja aneh itu menyukai yeoja ku!

Dan aku semakin yakin saat ….

Flashback

Lu Han merangkul ku dan kemudian wajahnya mendekati telingaku, rasanya aku agak merinding apalagi saat pipi kami bersentuhan

“Sehunnie… masih kah boleh aku mendekati noona mu?”

Aku membeku sesaat untuk mencerna apa maksud kata-katanya

“SIRRHEO! Dia sudah punya seseorang!” Jawabku tegas sambil mendorong tubuhnya agak keras. Dia menatap ku tak percaya sedangkan Yoo Ra bergantian menatapku dan Lu Han dengan ekspresi bingung. Sepertinya Yoo Ra tidak menyadari namja kenalannya ini menyukainya

End of Flashback

“Kau… masih marah?” Yoo Ra yang duduk tepat disampingku melihatku dengan tatapan khawatir. Aku menggeleng pelan.

“Anniya…”

“Jeongmal?” Tanya gadis itu lagi “Yakin kau tidak marah? Kau sama sekali tidak tersenyum”

Aku mencubit pipinya dan akhirnya tersenyum padanya, sepertinya tadi aku memang agak berlebihan. Tapi bagaimanapun aku tak bisa menyembunyikan rasa kesal ku melihat Yoo Ra akrab dengan namja lain.

“Mana mungkin aku marah pada yeojachingu ku yang manis ini?”

“Ckkk… kau mulai mengkhayal lagi!” decak Yoo Ra sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela di depannya. Tangannya mengelus ringan pipinya yang tadi kucubit “Aku selalu berpikir adikku yang sok dewasa itu sering menyebalkan, ternyata masih lebih menyebalkan saat kau memasuki tubuhnya”

Aku tidak begitu memperhatikan kata-kata Yoo Ra karena menyadari pergelangan lengan kanannya sangat merah, lengan yang kutarik tadi. Apa aku menariknya terlalu kuat?

“Appo?” kataku sambil mengelus pergelangan tangannya yang memerah

“Sedikit”

“Mianhae, kau mau memaafkan ku kan?”

“…..” Yoo Ra hanya terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas panjang sebelum berbalik menghadapku “Itu tergantung kelakuan mu selanjutnya tuan Byun! kau sudah membuat ku bolos, meminjam tubuh adikku seenaknya dan bahkan sudah berkata kurang sopan pada Lu Han oppa. Tapi hal yang paling menyebalkan kau belum menyebutkan akan kemana kita—-“

“Daegu” jawaban ku membuat kening Yoo Ra mengerenyit “Kita akan ke Daegu, tempat asalmu”

“Kenapa harus Daegu?”

Aku tersenyum sambil menatap mata Yoo Ra dalam-dalam “Sudah kubilang kan, ada yang harus kuceritakan. Aku ingin kau semakin mengenalku dan sebaliknya juga, aku ingin mengenal mu”

Yoo Ra mengerjapkan matanya “Memangnya kau pernah ke Daegu?”

Dddak!

“YAA!!!  APPO BYUN BAEK HYUN!! “  pekik Yoo Ra saat aku menddakbam dahinya, padahal rasanya tidak terlalu keras

“Kau ini makin lama aku mengenal mu, kau makin cerewet” kataku sambil mengacak rambutnya.

“Whatever! Kau juga makin lama makin seenaknya” rungut Yoo Ra “YAAA!! Stop it! rambutku jadi berantakkan!”

“Biarin, kau tidak protes saat si cowok cantik tadi mengacak rambutmu!” omel ku sambil menjulurkan lidahku “Tapi tidak apa kau makin cerewet… karena bagaimanapun makin mengenal mu aku malah makin suka”

“A…apa?”

“Bu.. bukan apa-apa” kataku agak tergagap, sedikit malu dengan apa yang aku ucapkan. She’s really drive me crazy! Aku tidak pernah begitu menyukai seorang gadis sebelumnya, sampai aku bertemu Yoo Ra.

Gadis di sampingku ini, keberadaannya di sisi ku saja bisa membuatku bahagia, dapat melihat senyumnya tiap hari selalu membuatku bersemangat, bahkan terkadang aku berpikir mungkin saat ini adalah saat yang membahagiakan bagiku karena bisa dekat dengannya.

Hanya aku sadar… ini semua mungkin saja akan berakhir suatu hari.

Kami menempuh perjalanan selama dua jam lebih lima belas menit. Dan selama setengah perjalanan, Yoo Ra tertidur dipundakku— maksudku pundak Oh Sehun, yang tubuhnya sedang kupinjam. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir suatu saat akan menjadi hantu dan tidak mempunyai raga. Rasanya begitu menyakitkan saat menyadari kau tak bisa menyentuh orang yang kau sayangi, tapi aku masih bersyukur, karena setidaknya orang yang paling ku sayangi bisa melihat dan mendengar suaraku.

Aku bersyukur setidaknya Yoo Ra ada di sisi ku saat ini

=================Baek Hyun PoV End ============

================Author PoV==================

@Love & Care Orphanage, di pinggiran kota Daegu

“Baek Hyun ah… ini?” Mata cokelat almond Yoo Ra menatap ke papan besar bertuliskan “Love & Care Orphanage“ tepat di depan bangunan itu kemudian beralih ke namja di sebelahnya yang masih tersenyum lebar. Rasanya kali ini Yoo Ra akan mulai terbiasa melihat wajah adiknya dengan ekspresi seperti itu.

“Ini lah rumah ku dulu, setidaknya sampai aku berumur 6 tahun”

“Ehh?” Yoo Ra membelalakkan matanya “Jangan bilang kalau kau sebenarnya—-“

“Jangan salah paham, aku adalah anak kandung keluarga Byun, tapi karena suatu hal aku harus tinggal di panti asuhan ini selama beberapa tahun. Dan sekarang aku merindukan tempat ini, Ayo masuk!”

Ketika Yoo Ra memasuki lebih dalam panti asuhan ini, dia merasa entah mengapa hatinya merasa lebih tentram. Aura nya dipenuhi kehangatan, walau bangunan tuanya tidak terlalu besar tapi jelas begitu terawat. Di samping bangunan itu terdapat taman bermain kecil yang berisi ayunan, jungkat jungkit dan perosotan yang telihat masih baru dan bagus.

Tapi Yoo Ra merasa ada sesuatu yang kurang, dimana para penghuni panti asuhan ini?

“BONG SEON AHJUMMA!” Baek Hyun tiba-tiba memanggil seorang wanita berumur 40an yang baru saja keluar dari bangunan itu, dia menatap bingung Baek Hyun yang melambai ke arahnya dengan penuh semangat.

“NUGUYA??!” Wanita setengah baya itu menaikkan sebelah alisnya

“Aku temannya Baek Hyun hyung! Nama ku Oh Sehun!”

“OMMO!!! Jadi kau temannya Baek Hyun?!” Wajah wanita itu mendadak berubah bersahabat, dia setengah berlari menghampiri kami “Aigoo… kau teman Baek Hyun paling tampan yang pernah kemari, dan siapa gadis cantik ini? yeojachingu mu?”

“Anniyo” jawab Baek Hyun tegas, membuat Yoo Ra langsung menatap tajam ke arah Baek Hyun. Ntah mengapa gadis itu merasa dadanya sesak saat Baek Hyun mengatakan ‘tidak’, padahal apa hak dia untuk kesal? bukan kah itu kenyataan? Dia sendiri yang telah menolak Baek Hyun mentah-mentah.

“Jadi siapa? Adik mu?”

“Hahahhahha …tentu saja bukan” jawab Baek Hyun lagi sambil terkekeh “Dia noona ku, Yoo Ra noona, sekaligus kekasihnya Baek Hyun hyung”

“Keka—-kau bilang apa?!“ Yoo Ra tampak shock dengan kata-kata Baek Hyun, tapi seperti nya Bong Seon ahjumma tidak memperhatikan ekspresi Yoo Ra, sedangkan Baek Hyun hanya nyengir lebar.

“Ahh!! Kau benar-benar kekasihnya Baek Hyun? Kau benar-benar cantik! Dan kau namja tampan adalah adiknya? baiklah.. kita sudah lama diam disini, kajja masuk ke dalam. Anak-anak sedang berlibur dengan pengurus yayasan lainnya ke pantai, mereka akan pulang sore ini”

“Pantas saja sepi sekali” gumam Baek Hyun sambil mengikuti Bongseon ahjumma masuk ke dalam sebuah ruangan dengan cat warna hijau muda, kami pun duduk di sofá tua “Ngomong-ngomong ahjumma, sepertinya diet mu berhasil, kau terlihat kurusan”

“Kau tahu aku diet?” Bongseon ahjumma terlihat agak terkejut.

“Sehun!”

“Ahhh!!” Baek Hyun menepuk dahinya “Aku tahu dari Baek Hyun hyung, dia sering menceritakan ku tentang tempat ini, para penghuninya terutama Bong seon ahjumma. Baek Hyun bilang pernah memfotomu di taman bermain sedang menyapu, dia memberikan foto itu padaku dan menceritakan kalau kau sedang diet”

“Wah… Baek Hyun memberi tahu mu hal seperti itu? Sepertinya kalian benar-benar dekat sekali!”

“Mereka tidak sedekat itu, jwesonghamnida adikku ini–Yoo Ra menatap tajam Baek Hyun sebelum tatapannya melembut saat mengalihkan pandangannya pada Bongseon ahjumma. Yoo Ra masih bingung mengapa Baek Hyun membawanya ke tempat ini “Dia memang terkadang sok akrab dengan orang yang baru dikenalnya”

“Hahahhaha gwenchana, Baek Hyun juga seperti itu! Dia sangat mudah bersosialisai dengan orang” Bong seon ahjumma terdiam beberapa saat, sepertinya ada yang dia pikirkan “Tapi.. sangat sedikit orang yang bisa benar-benar masuk ke dalam hatinya, yang bisa dia percaya”

“Ah…” Yoo Ra menganguk, walaupun sebenarnya tidak terlalu mengerti

“Oh ya, kalian tidak datang bersama Baek Hyun? Bagaimana kabarnya? Sudah hampir sebulan dia tidak memberi ku kabar”

“Dia baik” jawab Baek Hyun sebelum Yoo Ra hendak membuka mulutnya “Dia hanya sedang sibuk— sibuk liburan hehe, oh ya ahjumma, boleh kah kami berjalan-jalan melihat panti asuhan ini?”

“Tentu saja! Kalau sudah selesai, kembali kemari saja ya! Sekarang ahjumma akan sediakan snack dan makan siang untuk kalian berdua, kalian makan disini kan?”

“Tidak perlu, nanti merepot—“

“Tentu saja kami makan disini!! Baek Hyun hyung bilang kalau masakkan Bongseon ahjumma yang terbaik se-Korea!” potong Baek Hyun seenaknya sambil berdiri, dia memberi isyarat untuk mengikutinya pada Yoo Ra yang menatapnya tajam. Seolah mengatakan –dasar-namja-tidak sopan!

“Hahahhahha ternyata walau Baek Hyun dank au memiliki wajah berbeda, sifat kalian mirip” kata Bong Seon ahjumma “Jangan marahi adik mu, aku justru senang kalian mau makan disini”

“Tuh kan!! Dengarkan kata eomma—eh maksud ku Bong seon ahjumma ahahhaha”

“Dasar namja seenaknya!” gumam Yoo Ra, dalam hati dia bersumpah untuk langsung menjitak Baek Hyun begitu hanya tinggal mereka berdua.

“Oh ya ahjumma, apa kau sudah tahu keberadaan Lynn?” tanya Baek Hyun out of topic, cepat-cepat dia menambahkan ketika menyadari ekspresi bingung Yoo Ra dan Bongseon ahjuma “Baek hyun hyung yang meminta ku menanyakannya”

“Baek Hyun menceritakan padamu mengenai Lynn? Kau pasti sangat dia percaya” kata Bongseon ahjumma, bibirnya kemudian tersenyum pahit “Sayang sekali, kami belum berhasil menemu kannya”

“Oh…” jawab Baek Hyun dengan suara nyaris tidak terdengar

****||****

Sementara itu

@Sekang High School – Seoul

Chemistry class

‘Kang Yoo Ra benar-benar membolos?’

Kris- yang sekarang berada di tubuh Baek Hyun- menatap meja Yoo Ra yang kosong untuk entah ke berapa puluh kalinya. Entah mengapa hatinya merasa gelisah, dia benar-benar sangat merindukan gadis itu. Demi gadis itu dia memperbaiki aktingnya dan berusaha menjadi Baek Hyun. Sebenarnya tidak mudah untuk meniru style dan sifat Baek Hyun yang menurut Kris perpaduan antara ‘annoying’, ‘narsis’, ‘cerewet’ dan ‘sok peduli’

DUKK

“APA?” Kata Kris dengan intonasi datar saat happy virus Park Chan Yeol yang duduk di kursi sebelahnya menendang kakinya ringan. Sementara Yoo seonsaeng, salah satu guru paling senior masih terus menguliahi mereka tentang benzena.

“Masih gelisah karena Yoo Ra mu menghilang? Jangan-jangan Yoo Ra sedang kencan loh! ” bisik Chan Yeol sambil terkekeh, demi Tuhan!! sebenarnya Kris paling tidak tahan dengan teman sekaligus sepupu Byun Baek Hyun yang satu ini! Saat bertemu Chan Yeol di pesta pernikahan ibunya dan ayah Baek Hyun, Kris langsung tahu Chan Yeol satu ‘spesies’ dengan Baek Hyun!

“Heii…kenapa serius seperti itu sih.. I’m just kidding okay hehehe” kata Chan Yeol lagi begitu dia menyadari namja di sampingnya sama sekali tidak menanggapinya.

“Oh ya Baek—bagaimana kalau sepulang sekolah kita”

Please, just shut up your mouth! We are on class!” potong Kris, walau dengan suara pelan tetap membuat Chan Yeol membelalakkan matanya. Baek Hyun yang dia kenal tidak pernah terlihat sekesal dan secuek ini padanya. Diam-diam mengobrol di kelas saat merasa jenuh sudah menjadi kebiasaan mereka berdua semenjak duduk di bangku junior high. Tidak masalah asal tidak ketahuan. Lagi pula sebagian besar guru tidak ada yang berani melarang mereka, Park Chan Yeol adalah anak pemilik sekolah sedangkan Byun Baek Hyun adalah anak dari salah satu pengusaha terkaya di Korea.

Okay… calm down” balas Chan Yeol, dengan agak kesal namja jangkung itu melihat kembali ke arah Yoo seonsaeng, pikirannya menerawang, berpikir.

‘Baek Hyun benar-benar aneh’

Jam Istirahat

“OMMO OMMO OMMO!!!!” teriak seorang yeoja jangkung yang masih mengenakan kaos basket sambil setengah berlari ke arah sebuah meja yang ditempati oleh kakak, sepupu dan namja chingunya itu. Rambut panjangnya sengaja dikucir ke belakang, dia bahkan masih membawa bola basket di tangannya.

“Hahahhahahha kau kenapa Min? seperti habis di kejar orang gila saja!” tanya Chan Yeol sambil terkekeh mendapati sepupunya itu terlihat begitu panik. Langsung saja yeoja jangkung yang bernama Min Ki itu memberikan laser glare nya sambil melempar bola ke arah Chan Yeol, tapi untungnya di tangkap oleh Kai.

“Min, bahaya!” kata pemuda berkulit agak gelap sambil menggelengkan kepalanya, membuat Min mengerucutkan bibirnya walau tak berkata apapun. Sementara Chan Yeol malah tertawa terbahak-bahak seolah kejadian tadi sangat lucu sekali.

“Sudah diam! Huh.. Kai oppa selalu saja lebih membela oppa-oppa ku daripada aku”  dengus Min sambil duduk tepat di kursi yang berhadapan dengan Kris yang sejak tadi sama sekali tidak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.

“Bukan begitu Min, hanya kau memang sering bertindak gegabah” kata Kai beralasan, dia berdiri untuk pindah duduk di sebelah yeoja chingunya itu “ Oh ya, tadi kau kemari sambil ribut-ribut, memangnya ada apa?”

“OH IYA ITU!” kentara sekali Min baru ingat, mata sipitnya menatap namja di hadapannya dengan khawatir “Ini tentang Yoo Ra eonni, aku dengar dia sudah tidak tinggal lagi di apartment nya”

Kris menegakkan tubuhnya begitu mendengar nama ‘Yoo Ra’, “Maksud mu Min? Jadi sekarang dia tinggal dimana?”

‘Ternyata untuk urusan Yoo Ra kau tetap tidak berubah’ gumam Chan Yeol, sangat pelan hingga tak satu pun diantara Kris – Kai ataupun Min mendengarnya.

“Kalian pasti tidak akan percaya!” lanjut Min, kali ini dia memajukan tubuhnya dan berkata lebih pelan “Yoo Ra eonni tinggal di rumah Hye Seong eonni, noonanya Dae Hyun!”

“Impossible” desis Kris, membuat semua mata menatap namja yang masih berlagak cool ini “Maksud ku, kenapa Yoo ra harus sampai tinggal di rumah orang lain?”

“Seperti bukan Yoo Ra noona saja” tambah Kai

“Aku sudah mengorek informasi dari sahabat dekatnya” Min mengedip ke arah Chan yeol yang langsung menyadari kalau orang yang yeoja itu maksud adalah Han Bo Eun. Gadis satu klub dan sekelas dengannya “Ada sedikit masalah finansial, dan lagi Hyeseong eonni memberinya pekerjaan untuk menjaga Jung Yoo Geun, kalian ingat adiknya yang kalian sebut trouble maker itu? Lalu–”

“hei hei” Chan Yeol memotong kata-kata Min, tapi kali ini tatapannya tertuju pada namja berambut cokelat di sampingnya “Bagaimana Bacon-ah? Dari dulu aku sudah curiga, dari sikap Daehyun selama ini sepertinya dia menyukai Yoo Ra” Mata Chan yeol tiba-tiba melebar “Jangan bilang kalau Yoo Ra hari ini bolos untuk ngedate dengan Daehyun?”

Kris menelan ludahnya, Kris sudah tahu kalau Baek Hyun memang sepertinya menyukai Yoo Ra. Tapi dia tidak pernah menduga Dae Hyun, yang dia kenal sebagai sahabat Baek Hyun yang paling normal juga menyukai gadis kesayangannya itu. Tapi Yoo Ra bolos untuk ngedate dengan namja lain selain dirinya? Kris sama sekali tidak bisa percaya.

“Anni— Daehyun tetap masuk sekolah kok, aku melihatnya” kata Kai yakin, Chan Yeol manganguk lemah, jelas terlihat agak kecewa teorinya dipatahkan begitu saja.

“Atau… Yoo Ra nge date nya dengan namja yang memberinya gelang perak itu?” ucap Chan Yeol sok tahu sambil menepuk pundak Min.

“Maksud mu gelang yang selalu dipakai oleh Yoo Ra eonni? Yang ada tulisan ORN OGK AYA FW UIY NA ?”

Tanpa yang lainnya menyadari, mata Kris membelalak. Tidak salah lagi, gelang itu adalah gelang yang pernah dia berikan pada Yoo Ra. Gelang perak yang bertuliskan anagram nama ‘Kang Yoo Ra- Wu Yi Fan’, jadi apa mungkin Yoo Ra masih belum bisa melupakannya?

“Kau benar-benar ingat Min? Ahahhaha dasar! Aku sendiri tidak ingat apa yang tertulis disana. Tapi kau kan memang selalu mengingat yang tidak perlu!” ledek Chan yeol, dan langsung mendapat jitakkan dari Min.

“Oh ya, tapi entah mengapa aku merasa Daehyun menyukai Yoora noona” kata Kai tiba-tiba, kemudian dia tersenyum ke arah Min “Kalau aku menjadi Dae Hyun, aku pasti memutuskan untuk pindah ke rumah Hyeseong noona”

“Heoh?” Min menyipit curiga “Ya!!! Kim Jong In!! “

“Ahahahahhahaa tenang Min” Kai terkekeh “Itu hanya jika aku menyukai Yoo Ra noona, bagaimana pun kita ingin selalu berdekatan dengan orang yang kita cintai bukan?”

“Tumben bicara mu keren dan tidak singkat singkat ahahhahaha” ledek Chan yeol masih mengelus kepalanya yang sakit dijitak Min , hanya satu orang yang tidak tertawa.

Ya— Kris adalah contoh nyata, walau bagaimana pun ia ingin selalu berdekatan dengan gadis yang dia cintai.

Walaupun itu menentang takdirnya sendiri.

****|| Author PoV end || ****

****|| Baek Hyun PoV|| ****

@Panti Asuhan

Aku menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, rasanya melegakan sekali bisa datang kemari lagi. Salah satu tempat yang sudah ku anggap rumah kedua ku. Dengan semangat yang meluap-luap aku membawa Yoo Ra mengelilingi  panti asuhan tempat dimana aku pernah tumbuh besar. Aku tunjukkan padanya tempat –tempat dimana biasa aku belajar, bermain, menjahili para pengurus yayasan ini, dan bahkan tempat dimana aku kabur kalau sudah dimarahi. Aku juga bercerita sedikit mengenai masa lalu ku, dan ntah mengapa berbicara dengan Yoo Ra seolah tanpa beban.

“Jadi— waktu kecil kau pernah di culik?”

Aku terkekeh menatap mata bening Yoo Ra yang melebar. Saat ini kami sedang berada di salah satu ruang yang biasa dipakai anak-anak panti untuk melakukan berbagai macam kegiatan seperti bermain atau mewarnai.

“Nee, dari cerita Almarhum ibu ku saat berumur 3 tahun aku diculik oleh para penculik yang meminta tebusan pada orang tua ku, tapi ntah bagaimana—karena mustahil aku ingat, aku berhasil lepas dari mereka dan akhirnya di temukan oleh ‘eomma’ maksud ku Bongseon ahjumma sedang menangis di pintu gerbang panti asuhan, aku kadang memanggil nya ‘eomma’ karena dia sudah kuanggap ibu ku sendiri”

“Dan akhirnya orang tua mu menemu kan mu?”

Aku menganguk, sambil memainkan kendama – mainan traditional Jepang—yang tergeletak begitu saja di meja “ Saat berumur 9 atau 10 tahun mereka berhasil menemukan ku, oh ya Yoo Ra sini! Aku ingin menunjukkan ruangan yang lain!” tambah ku sambil menggenggam pergelangan tangan Yoo Ra dan mengajaknya untuk naik ke lantai dua.

“Ehh… kalau aku tidak salah, Bo Eun pernah cerita kalau kau berteman dengan Chan Yeol sejak junior high, bagaimana bisa?”

“Ahhahaha aneh kan? Dia memang pernah tinggal di Daegu tapi pindah saat tahun ke empat junior high” Aku menghentikan langkah ku saat tiba di depan pintu berwarna biru di lantai dua, menggigit bibirku “Dia teman baikku selain Lynn”

“Lynn?”

“Ayo masuk!”

Aku memutar kenop pintu setelah membuka kuncinya. Dan seketika itu juga tampak di depan ku ruangan yang cukup luas dengan tiga kasur tingkat yang terlihat rapi. Dinding berwarna hijau membuat ruangan ini enak dipandang. Di samping masing-masing tempat tidur itu terdapat sebuah kursi dan meja untuk belajar.

Tempat ini adalah tempat yang paling membangkitkan kenangan bagi ku. Saat panti asuhan ini belum besar seperti sekarang, ini adalah salah satu diantara 2 kamar lainnya tempat para anak-anak panti asuhan bermain, belajar dan tidur. Di tempat ini pula lah tempat yang paling banyak kuhabiskan bersama sahabat terbaikku, Lynn.

“Baek Hyun ah, waeyo?” Yoo Ra yang ntah sudah sejak kapan duduk di sampingku, di pinggir tempat tidur membuatku tersadar dari lamunan ku. Manik matanya menatap ku cemas

“Heoh?” setitik air panas mengalir begitu saja di pipiku, sejak kapan aku menangis? Tapi aku lebih terkejut ketika Yoo Ra menyeka pipi ku dengan sapu tangan berwarna pink yang selalu dibawanya.

“Gwenchana?”

Aku menganguk, menggenggam tangannya yang memegang sapu tangan “Aku baik-baik saja, hanya teringat sahabat baikku”

“Lynn?” tebak Yoo Ra, aku mengerjap agak terkejut ketika mendengar Yoo Ra memanggil namanya

“Kau benar”

“Baek Hyun ah, ngg.. boleh aku tahu, siapa Lynn? Maksud ku… sepertinya kau sangat menyayanginya”

Aku menganguk, dan mulai bercerita..

 “Tentu saja… dia adalah sahabat terbaikku ….tapi, aku telah mengkhianatinya”

 

***** Cerita Flashback tentang masa kecil BaekYeoLynn and one more person (u know, a little girl who have prince teddy bear) bakal diceritakan di ch 7 atau kunang bikin side story*****

*****|| Author PoV ||*****

@Beberapa hari kemudian

Sebuah Apartment Mewah di Kawasan Gangnam

“Ji Yeon ah? Kau kemana saja akhir-akhir ini?” tanya seorang namja berambut cokelat keabuan tepat setelah seorang yeoja membuka pintu apartmentnya, yeoja itu tersenyum.

“Dae Hyun oppa, kenapa kau jadi galak seperti ini? Masuk lah!”

Dae Hyun menarik nafas panjang sebelum mengikuti Park Ji Yeon masuk ke dalam apartmentnya, alih-alih duduk di sofá empuk bersama dengan Ji Yeon, namja yang masih lekat dengan Busan satoorinya itu memilih untuk menyandar di dinding ruang tamu.

“Ji Yeon ah—anni, Lynn, mengenai Baek Hyun hyung–” Dae Hyun membiarkan kata-kata nya menggantung, kentara sekali namja tampan itu kebingungan untuk menyampaikan maksudnya. Lynn atau Park Ji Yeon mendengus dan kemudian tertawa kecil, tawa nya terdengar merdu di telinga Dae Hyun tapi anehnya membuat bulu kuduknya meremang.

“Oppa sudah melihatnya ya?!”

“Apa dia ‘sepertimu’ ?” kata Dae Hyun lagi, kali ini dia menggosok gosokkan tangannya yang terasa dingin  “Tapi tidak mungkin, jelas sekali kalau Baek Hyun hyung masih hidup! Lalu siapa yang ku lihat selama ini di sekolah kalau bukan dia?!”

Lynn tidak berkata apapun, gadis jangkung yang mengenakan dress tipis selutut ini hanya beranjak dari sofá yang tadi dia duduki dan perlahan membuka pintu besar yang menuju ke arah balkon. Membiarkan angin malam kota Seoul yang sudah memasuki musim dingin masuk begitu saja. Dengan agak enggan Dae Hyun mengikuti Lynn yang sama sekali tidak tampak kedinginan.

“Bisakah kau jelaskan pada ku Lynn? Aku tahu kau mengetahui sesuatu, selama ini kau selalu memperhatikan Baek Hyun hyung”

Lynn sama sekali tidak menoleh dan malah melangkah hingga kedua tangannya memegang pagar balkon. Bola matanya yang berwarna keabuan menatap ke arah bawah, ini lantai 50, aneh sekali dia dulu sangat takut ketinggian tapi sekarang sama sekali tidak.

“Lynn?”

“Oppa…  yang terlihat di luar, belum tentu sama dengan yang ada di dalam” Lynn membalikkan tubuhnya “Tentu oppa tahu yang kumaksud kan? Apa lagi, oppa bukan manusia biasa, oppa adalah keturunan terakhir dari makhluk yang menjadi legenda di bumi ini, oppa sendiri sudah menyadarinya kan? “

“Jadi…. Yang kulihat bersama Yoo Ra pulang beberapa hari lalu—–“ Dae Hyun tidak mempedulikan kata-kata Lynn yang sudah bosan didengarnya dan sibuk berpikir hingga beberapa saat kemudian dia tersentak begitu menyadari sesuatu “Ja.. jangan bilang kalau Baek Hyun hyung benar-benar menjadi hantu?! Dan berarti…. Baek Hyun yang kulihat selama ini?”

“…..” Lynn mengerjapkan matanya, agak di luar dugaan, pikirnya, Dae Hyun mengetahui ‘kenyataan’ ini lebih cepat dari perkiraannya.

“Jangan bilang—“ Dae Hyun menganguk angukkan kepalanya “Baek Hyun yang kami kenal sekarang sebenarnya bukan Baek Hyun?”

Lynn menganguk dan kemudian mendekati Dae Hyun hingga ujung kakinya menyentuh ujung kaus kaki Daehyun, gadis itu mengulurkan tangannya agar bisa merangkul bahu Daehyun yang lebih tinggi darinya. Mata mereka saling bertautan.

“Lynn,,, apa yang kau rencanakan?”

Gadis di depannya menggeleng singkat dan memberinya kecupan singkat di pipi Daehyun sebelum kembali menengadah untuk menatap mata bening namja itu“ Kau tidak perlu tahu oppa, aku hanya ingin oppa jangan ikut campur dalam game ini!  Jangan mencari tahu siapa yang sekarang menempati tubuh Baek Hyun. Ini adalah game antara Baek Hyun dengan orang itu, kalau oppa ikut campur….”

“Kenapa?”

Lynn mendengus “kita tak pernah bisa tahu kan, mungkin saja kali ini ‘gadis kesayangan’ mu yang akan terluka”

TBC

NOTE :

*Daehyun dan Lynn (Park Ji Yeon) memang sama-sama tahun kedua di senior high, tapi Lynn tetap memanggil Daehyun dengan tambahan ‘oppa’

*Dae Hyun dan Yoora seumuran tapi Yoora pernah akselerasi, sehingga sudah di tahun ketiga senior high bersama Baek Hyun

Buat 1 orang yang beruntung yang Kunang bikinin FF, kandidatnya (?) adalah ‘Lee Sun Hae’, ‘Choi Min Young’, fantastic818 dan ‘yeollshin’, diantar keempat orang itu yang duluan koment disini atau di fanfictionandkpop.wordpress. com ch 6, bakal aku bikinin Ff dengan bias kmu >< (inget yaa sbg admin, kunang bisa lihat mana e-mail ke empat org itu)

alasan kunang milih keempat orang itu karna beberapa pertimbangan, selain karena mereka bisa nebak siapa adek yoora (yg emang pertanyaan gampang), mereka juga ada yg 1st komen, reader setia selain ff TPMP,  dll

oyaa.. tadinya mau bikin part 6 ini ada kris-ra ,moment tapiii udahh kpanjangan, may be next part hehe

Thank you for comment

75 pemikiran pada “The Prince and Ms Pauper (Chapter 6)

  1. Kan katanya daehyun juga sejenis sama lynn, berarti yoogeun sama hyeseong juga sama ya min? Aaaaah kalo sama berarti yoogeun begitu gara2 dia makhluk berbeda wkwk
    Ketinggalan banget ya aku bacanya? Huhuuu :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s