Cherry & Mint

Cherry&Mint

Author: helloimlyn (@Lynzaph)

 Cast: Wu Yi Fan (Kris EXO-M) and Mrs. Wu (you)

Genre: Romance, marriage life, comedy (failed)

 Length: Oneshoot

Rating: PG+15, lil’bit NC

Warning! This ff NOT FOR CHILD. No under  15 years old reader/s. Arraseo!? Kkk~ Be nice reader ne? Don’t forget for leave your comment!

[Cover]Cherry&Mint

  Summary :

                “Aromanya─ membuatku tak bisa mengendalikan saraf-saraf otakku, mengantarkanku pada kenyaman, jantungku berdetak kencang setiap mencium aromanya, membuatku melupakan sedikit kesibukanku di dunia hiburan yang begitu melelahkan, seperti candu yang membuatku tak bisa berhenti menyesapnya”

 

_oOo_

Aku berjalan lunglai melewati lorong sepi gedung apartemenku, sudah empat hari aku tidak pulang sibuk dengan pemotretan, album comeback, dan latihan untuk persiapan comeback bersama member lain membuat tubuh ─terutama punggung dan kakiku seperti dijatuhi seekor mamouth besar. Oh, ayolah kapan aku sampai, ini sangat melelahkan. Ku lihat arah jarum jam pada jam tangan yang melekat di tangan kiriku, Pukul 11.30─apa yang dilakukannya sekarang? Apa dia sudah tidur?

Aku berhenti di depan pintu apartemen, menarik nafas dan segera menekan tombol kombinasi yang melekat pada pintu putih itu.

Pip─!

Pintu apartemen terbuka, aku segera masuk menuju ruang tengah tapi sebelum itu─sebelum aku menuju ruang tengah apartemenku, seseorang telah menyerbuku dan mendekap tubuhku erat, tubuh mungil  ini Oh Tuhan aku merindukannya─sangat.

“Kris─,” sapanya dengan posisi masih memelukku dan membenamkan kepalanya di dadaku.

Ku belai lembut rambutnya, “Hm─Bagaimana harimu Mrs. Wu? Oya, bagaimana dengan ujian mata kuliahmu, successful?”  aku meraih tubuhnya, mendekapnya lebih dekat dengan dadaku, membiarkannya menghirup aromaku. Dia tak bergeming.

Mrs. Wu, let me take a shower first, after that you can hug me all you want,” aku menariknya menjauh dari tubuhku mengarahkan wajahnya agar menatapku. Aku terkejut, apa ini? Dia, menangis?

“Hiks─Wǒ xiǎngniàn nǐ (aku merindukanmu), Kris,” wajah itu tampak lelah sepertiku, terlihat dari lingkaran di bawah matanya yang sedikit menghitam, aku segera menghapus air mata yang membasahi pipinya yang sering merona tiap kali ku goda.

Wǒ yěshì (aku juga), Mrs. Wu,” aku tersenyum dan memeluknya lagi. Ku telusupkan wajahku di antara leher dan rambutnya yang berwarna cokelat madu, mencari tempat yang paling nyaman dan menghirup aroma yang paling ku suka darinya, aroma cherry itu menguar seperti candu dan masuk ke rongga hidungku─nyaman dan menenangkan, itu yang kucari selama aku tidak ada di dekatnya. Dia membalas pelukanku dan membelai punggungku dengan tempo perlahan.

“Kris, kau sudah makan?” ia mendongak dan bertanya padaku. Oh tuhan bibir itu begitu merah dan er… menggoda, mengingat dia tidak pernah menggunakan lipstick atau perona bibir lainnya.

Aku mendengus, tersenyum dan menggeleng ke arahnya, “belum. Bagaimana denganmu, Nyonya Wu?”

“Belum juga,” ucapnya.

“Ingin membeli sesuatu?” aku membalikkan badannya, memeluknya dari belakang sambil berjalan bersama menuju meja makan.

Aniyo Kris. Kau mandilah dan aku akan mempersiapkan makan malam kita, ya walaupun sudah terlambat,” ia menggaruk tengkuk di balik rambut panjang yang tergerai, Lucu─pikirku.

Arraseo  ma’am,” ucapku sambil memberikan kecupan di pipinya.

Hey! Jangan cium sembarangan dan aku buka ibumu Kris,” ia mengerucutkan mulutnya dan tampak kesal. Haha─ini yang membuaku kenapa sangat betah di apartemen dari pada harus pergi ke dorm dan berlatih setiap hari lebih baik menghabiskan waktuku bersama Mrs. Wu─istri tercintaku.

“Tapi kau akan menjadi ibu untuk anak-anak kita, Mrs. Wu.” Aku tersenyum dan mengambil handuk, kulihat samar-samar wajahnya memerah, hahaha─sangat menyenangkan menggodanya.

_oOo_

                Ayolah, Wu Yi Fan. Jangan menggodaku lagi. Aku harap dia tidak melihat wajahku yang tadi berubah seperti kepiting rebus karena ucapannya. Ibu untuk anak-anak kita katanya? Aish! apa-apaan pria itu. ku lihat kearah kamar mandi yang masih mengeluarkan suara shower ternyata dia belum keluar, aku segera menata meja makan dan menyelesaikan masakanku sebelum dia keluar.

“Tinggal penutupnya,” aku hendak berbalik tapi tiba-tiba ada sepasang lengan yang melingkar di pinggangku. Oh Please, Wu Yi Fan.  Berhenti menggodaku! Dan apa ini? Shirtless─Oh Wu Fan kebiasaan burukmu kenapa tidak kau hilangkan sejak dulu huh?

“Wu Fan, segera pakai bajumu dan kita makan bersama,” aku berhenti mengaduk minuman dan berbicara seolah aku adalah ibunya.

Aniyo,” bantahnya lembut. Ia meletakkan dagunya di atas pundakku, dan menggoyangkan tubuh kita perlahan ke kanan dan ke kiri, hal ini sering ku alami di apartemen, sifatnya yang terlihat karismatik dan dingin jika di muka umum tapi ternyata sangat manja dan jahil. Oh, dasar anak manja!

Aku melepas tangannya dan menghadap kearahnya dengan tangan menyilang di depan dada, wajahnya terlihat kecewa, “ayolah Kris! Berhenti dan segera pakai bajumu. Jika tidak kau akan sakit,” amukku padanya. Kris─dia menatap wajahku intens, hingga tanpa sadar jarak kami begitu dekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya, aroma mint segar dari tubuhnya tercium oleh hidungku, harum mint yang menyenangkan dan membuatku nyaman di dekatnya. Tangan kanannya mulai meraih lengan kiriku dan tangan kirinya meraih punggungku─menarikku lebih dekat. Jantungku berdebar cepat, aku menyentuh dadaku dengan kedua tanganku, takut jika saja Kris dapat mendengar detak jantungku, entahlah aku tak bisa menolah perlakuannya, tubuhku hanya bisa mematung, ingin rasanya mendorongnya menjauh dariku─tapi Kris, aku tidak tau sihir apa yang ia gunakan hingga aku tak bisa mendorongnya dan malah membiarkannya menyentuhku. Bibirnya menyentuh keningku lembut, dia menempelkan dahinya pada dahiku, aku tak bisa menghindari tatapan matanya.

“Kau tahu Mrs. Wu, kau tampak sangat cantik jika di lihat seperti ini,” Kris mengecup bibirku─sangat lembut, kemudian melepaskan tautan kami dan pergi meninggalkanku sambil memberikan seringainya. Aish, Kris! Kau selalu saja mempermainkanku. Kedua pipiku─Ah! Pasti tadi memalukan sekali, wajahku pasti sudah seperti kepiting rebus. Kris, pria itu kenapa menyebalkan sekali. Ah paboya! Bodohnya aku yang malah menikmati sentuhannya, pasti di sana dia sangat senang dan tertawa kemenangan. Cih,  awas kau Duiizang!

_oOo_

                Setelah makan bersama di meja makan, aku segera menuju dapur untuk mencucui beberapa piring kotor, gelas kotor dan perabot yang tadi kugunakan untuk memasak. Kris membantuku membawakannya.

Thanks, Kris.”

Anytime Mrs. Wu,” timpal Kris sambil memamerkan giginya, Lucu─pikirku.

“Kris, apa kau akan kembali ke dorm lagi?” aku bertanya sambil melihatnya. Dia membantuku mencucui perabot masak yang lain.

“Hm, entahlah. Aku diperbolehkan untuk kembali ke apartemen, jika manajer menginginkanku ada di dorm pasti dia sudah menelfon, selama dia tidak menelfon aku akan disini. Wae?”

Gwenchana. Aku hanya bertanya, sebaiknya kau istirahat saja tidak usah membantuku, aku bisa lakukan ini sendiri,” ujarku sambil mencegah tanyannya untuk membersihkan perabot yang penuh busa itu.

Gwenchana. Aku akan membantumu sampai selesai.”

“Kris, ayolah. Ku mohon beristirahatlah!” pintaku sambil berusaha memberikan aegyo terbaikku─Ya walaupun aku memang tidak sehebat dan selucu Sehun.

“Hahahahaa─,” Hey Kris! Apa yang kau tertawakan.

“Kau tahu Mrs. Wu? Kau sangat lu…bhaahaha….”

“Oh, Duiizang! Hentikan tertawamu itu, yang tinggal di gedung ini tidak hanya kau dan ini sudah malam. Cepat istirahat!” aku sedikit meninggikan suara dan berpaling darinya, melihat itu dia berusaha berhenti dengan memegang perutnya yang kram karena tawanya yang keterlaluan.

Mianhae Mrs. Wu. Iya aku akan istirahat dan kau jangan terlalu lama di dapur, aku sangat merindukanmu,” ucap Kris sambil memelukku dari belakang. Dia berbicara dekat di telingaku, aku bisa merasakan deru nafasnya yang lembut dan hangat.

Ne Mr. Duiizang. Sekarang cepat tidur!”

Ne─,” sebelum dia beranjak dan melepaskan pelukannya ia menempelkan bibirnya pada pipiku, aku bisa merasakan sentuhan hidung mancungnya, masih dalam posisinya dia berkata, “Ingat Mrs. Wu! Jangan terlalu lama di dapur, aku menunggumu,” dia berkata dengan nada menggodanya dan berjalan meninggalkanku sendiri di dapur.

Aku menghela nafas─Oh Tuhan. Kenapa Kau ciptakan makhluk seperti dia, sebenarnya dia makhluk seperti apa? Kenapa dia bisa menbuat tubuhku tak berdaya, membuatku tak pernah menolak tiap sentuhannya, membuatku nyaman jika berada di dekatnya, membuat jantungku tak bisa berdegup normal seperti seharusnya, membuat perasaan ini kacau tiap kali ia tidak ada di sisiku dan selalu membuatku gila dengan ulahnya.

_oOo_

“Kris apa yang kau lakukan disitu, kau harus tidur. Ini sudah tengah malam Kris,” aku terkejut melihatnya masih terjaga di dalam kamar menghadap kaca jendela yang besar, tampak di luar sana gemerlap lampu dan aktivitas malam kota Seoul.

Mrs. Wu, kemarilah!” Kris berbalik menghadapku dan mengulurkan tangannya.

“Ada apa?” aku meraih uluran tangannya, wajahnya sangat tampan, perfect─itu adalah kalimat yang selalu melintas dipikiranku tiap kali melihatnya. Tuhan terima kasih, dia benar-benar malaikat yang kau turunkan untukku.

Dia menarikku dalam dekapannya, hangat dan nyaman, itu yang ku rasakan. Dan aroma mint yang selalu muncul ketika ku sentuh dada bidangnya dengan hidungku, aku menyukainya─aku menyukai aroma mint itu.

Mrs. Wu,” dia selalu memanggilku seperti itu, dan aku menyukainya. Aku mendongak melihat wajah yang selalu terlihat tampan itu.

Mwo?”

“Bolehkah aku bertanya?”

_oOo_

“Bolehkah aku bertanya?” Aku memutar tubuhnya menghadap jendela kamar apartemen dan memeluknya dari belakang. Dia tak bergeming.

“Apa yang ingin kau tanyakan Mr. Wu?”

“Apakah kau mencintaiku?” pertanyaan macam apa itu? Oh, ayolah Kris. Bodohnya kau, sudah jelas-jelas dia mencintaimu, dia adalah istrimu.

Aniyo. Aku tidak mencintaimu. Siapa yang bilang jika aku mencintaimu?” ucapnya─aku sedikit terkejut dan sedikit merenggangkan pelukanku.

“Apa kau memiliki bukti?” aku bisa melihat ia tersenyum dari pantulan kaca jendela yang besar di depan kami.

“Sayangnya, aku tidak memiliki bukti apapun jika aku tidak mencintaimu,” Oh Tuhan, aku pikir dia sungguh-sungguh dengan perkataannya dan benar tidak mencintaiku. Aish, kenapa wanita satu ini selalu membuat jantungku berhenti berdetak. Oh Tuhan, dia sebenarnya makhluk seperti apa? Apa dia malaikat yang kau turunkan untukku? Kenapa dia begitu indah, wanita yang sangat aku cintai, wanita yang lima tahun lalu melangkah dengan anggunnya menuju altar dengan gaun peachnya, wanita yang─Ah sudahlah Kris, hentikan! Hanya kata indah dan sempurna jika aku melihatnya.

Kami tak bergeming dan tetap pada posisiku yang memeluknya dari belakang. Menikmati indahnya kota Seoul di luar sana dari atas apartemen, ini adalah saat-saat yang aku inginkan, andai saja aku tidak sesibuk akhir-akhir ini pasti aku bisa menghabiskan waktuku bersamanya. Oya, mengenai pernikahan kami tidak ada orang yang tahu kecuali kedua orang tua kami, manajer dan member yang lain. Pernikahan ini terjadi karena perjodohan yang telah diatur oleh kedua orang tua kami yang sudah menjodohkan kami sejak kecil. Well, ayah kami adalah sahabat karib sejak mereka duduk di sekolah dasar jadi, mereka berencana ketika memiliki anak nanti dan berjenis kelamin berbeda maka mereka akan menjodohkan kami. Tapi entahlah, kami tidak seperti anak muda di luar sana yang menolak bahkan berontak dengan perjodohan bodoh yang orang tua mereka rencanakan. Tapi aku berfikir, pasti semua orang tua menginginkan dan memberikan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga dengan istriku.

“Sudah pasti aku mencintaimu Kris, untuk apa kau bertanya seperti itu?” ia mulai angkat bicara.

Aniyo, aku hanya memastikannya saja,” dia melepas pelukanku dan menghadap ke arahku dengan alis berkerut.

“Apa selama ini kau meragukanku? Jadi seperti itu, kau selama ini tidak percaya padaku?” wajahnya tampak khawatir dan cemas, suaranya pun mulai terdengar lirih. Oh, bodohnya kau Kris bertanya seperti itu di awal tadi, lihat! Dia tampak kecewa denganmu sekarang dan apa ini? Dia menangis? Sekarang mata indah itu mengeluarkan butiran beningnya.

Mrs. Wu listen up!…” aku menatapnya intens, menyentuh pipinya dengan kedua tanganku, mata kami bertemu.

“Aku tidak pernah meragukanmu sedikitpun. Aku sangat takut kehilanganmu, setiap aku jauh darimu aku sangat merindukanku, aku tak bisa menghubungimu karena waktu istirahat yang benar-benar singkat dan pasti saat itu kau juga sedang kuliah, aku tidak mungkin mengganggumu. Jadi ku mohon, percayalah padaku,” aku berusaha mencari kesungguhan itu dalam tatapan matanya, mencari sebuah kepercayaan yang memang untukku, dan aku menemukannya.

“Kris, aku selalu percaya. Apapun yang terjadi aku selalu percaya padamu, aku tak ingin mengecewakanmu sedikitpun,” ku usap air matanya dengan ke dua ibu jariku.

Mianhae, maafkan aku yang tak pernah ada untukmu,” ucapku lembut, ku tarik tubuhnya dalam dekapanku, membiarkannya mencium aromaku yang ia sukai.

Gwenchana Kris, gwenchana…” ucapnya dengan suara yang lirih. Ku telusupkan wajahku diantara rambut cokelat madunya dan menemukan tempat yang nyaman untuk sejenak memejamkan mata, aromanya cherry yang menenangkan dan nyaman menyentuh tulang hidungku, membawaku dalam khayalan tinggi.

Aku melepas pelukanku, menggedongnya dengan bridal style, ku hempaskan dia di atas ranjang big size kami dan mematikan lampu.

“Kris, jangan matikan lampunya. Aku takut,” pintanya.

“Sudahlah Mrs. Wu. Ada aku disini. Dan jangan cerewet!”

“Ah, Kris. Kau!”

“Tidur!”

—kkeut—

Gimana readers ceritanya? Kkk~ Ini adalah ff pertama yang author kirim di EXO Fanfic semoga menghibur reader semua hehe. And thanks a lot untuk admin EXO Fanfic yang sudah mau mempublishkan ff nista saya kkk~ FF ini juga saya kirim dibeberapa blog dan tentunya dipost di blog pribadi author. Hayo yang sudah baca diharapkan memberikan komentar/ reviewnya ya. Author tunggu. Annyeong~

 

Iklan

26 pemikiran pada “Cherry & Mint

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s