HERE I AM (Don’t Go)

Tittle               : HERE I AM (Don’t Go) / Oneshoot
Author            : Byun (twitter @baekyuniken)
Cast                : Byun Baekhyun ~ Park Chanyeol
O-Cast            : Kim Jong In
Genre             : Romance~ Sad/Hurt maybe a little bit an adult (?) YAOI
Rating             : T plus XD *smirk*
Soundfic by EXO – Don’t Go~

oke~ aku mau nyapa pembaca dulu yaa~ khusus yang yaoi shipper aja~ yang masih beradaaa lurus di jalan-Nya alias straight nggak usah baca~ *uhuk* hallo pecinta chanbaek~! Emmm~ udah nyapa doang sih selanjutnya langsung baca aja yaah /apa banget deh ini/ I hope you got the feel of this fic ^^ enjoy it!

 ~oOo~

Baekhyun’s side~


 aku meremas kasar lengan lelaki tinggi disampingku. Ku rasa aku mulai berkeringat oh ayolah ini musim dingin~ jaketku juga berlapis mengapa atmosfernya terasa berbeda. Aku kembali merunduk tak peduli lelaki ini tengah menatapku kebingungan. Aku tak tau apa yang tengah ku tatap~ pikiranku tak pernah fokus semenjak lelaki itu menyatakan hal yang benar – benar aku takutkan selama ini. Aku takut sungguh takut, lelaki itu sungguh tidak main main jika berbicara apalagi kalau sudah bertindak. Yang ku tahu segala ucapannya sama dengan tindakan yang dia lakukan. Aku terus bergeming dalam kekalutan. Ku mohon yang kudengar kemarin itu hanya ilusi semata. Lelaki itu pasti gila~ yaa dia pasti tidak waras.

“sayang~ kau baik baik saja?” lelaki itu memutus langkah panjangnya. Merasakan cengkraman dilengannya semakin menguat. Tentu saja, aku meremasnya seperti meremas sebuah balon yang jika lengan itu memang balon maka lengan itupun akan meletus.

 

“eeeeh? Euung~ aku baik baik saja chanyeol” apanya? Bagaimana bisa aku baik baik saja. aku tak mau kehilanganmu Chanyeol. Sampai mati. Sungguh!

 

“kau yakin?” lelaki ini menyentuh wajahku. Kedua telapak tangannya ia tangkupkan dikedua pipiku. Ini sungguh hangat, menenangkan. Wajahnya begitu dekat, mengapa tampan sekali.

 

“eeeem~” aku menangguk sekilas, memberinya senyuman.

 

Cup~


chanyeol~ lelaki yang dua tahun telah menjadi kekasihku ini mengecup bibirku sedikit lama. Hangat. Hanya mengecupnya saja, aku seperti dibawa terbang oleh angin. Melupakan sejenak kekalutanku tadi.

 

#chanbaek#

Jongin’s Side

 

Kepulan asap rokok menggulung memenuhi ruangan mewah ini. Hh siapa yang peduli seperti apa aku menjalani hidupku sekarang? Jangankan pria lemah itu~ orang tuaku saja aku tak pernah mengenal siapa mereka. Cih haruskah aku berterimakasih pada ‘ibuku’ karena telah melahirkanku? Hh~ harusnya aku mencari dan membunuhnya sekarang! Ini semua karena wanita bejat itu~ aku sebenarnya sedikit tau bahwa aku tak pernah dilahirkan dari hubungan cinta~ ibuku seorang pelacur hingga seorang pria yang orang – orang bilang berhati malaikat itu memungut wanita itu menjadi istrinya.

Dunia ini bahkan tak menghendaki aku dilahirkan. Persetan dengan semua itu. yang ku tahu dan harus ku lakukan adalah mendapatkan lelaki lemah itu. ini salah satu hal yang ku benci. Disaat aku tak peduli dengan yang namanya ‘kehidupan’ aku justru begitu menggebu gebu untuk mendapatkan-nya. Byun Baekhyun. Pria yang ku katakan lemah itu. aku telah mencintainya sejak ia mendapati ku mabuk dan hendak memecahkan kepala manusia disebuah jalan yang tak begitu ramai kendaraan melintas. Tentu saja, itu sudah sangat larut.

 

Flashback~

 

Normal Side

“tolong~ tolong~” Baekhyun- yang kala itu tak sengaja melintas disebuah jalan yang tak cukup ramai pengendara itu dibuat kaget dengan suara teriakan diseberang jalan. Buru – buru ia memarkirkan mobil silver itu ditepi jalan. Lelaki yang tak begitu tinggi itu sedikit berlari mencari sosok yang tengah memastikan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

“yaa~ jangan lakukan itu ku mohon~ lepaskan anak itu” teriak baekhyun~ rupanya seorang anak  lelaki berseragam SMA yang sedari tadi berteriak minta tolong.

Keduanya menoleh kesumber suara. sama sama melihat Baekhyun. –yang juga sedikit ketakutan-

“lepaskan dia ku mohon~” sulit dipercaya memang seorang lelaki yang bisa dibilang ia tak cukup kuat untuk menghadapi hal – hal semacam itu, namun justru memberanikan diri demi menyelamatkan satu nyawa yang mungkin tak berdosa itu. dan lebih sulit dipercaya lagi~ bahwa sekarang sosok lelaki tampan yang tadi hendak memecahkan botol bekas minuman keras itu ke kepala anak lelaki berseragam SMA yang tadi tengah dicengkeramnya, kini tangannya terlepas begitu saja. lelaki tampan itu membanting tubuh anak lelaki itu pelan hingga anak lelaki itu terjatuh dan yang bisa ia lakukan adalah lari dari tempat itu.

Hanya tinggal mereka berdua~ Baekhyun dan lelaki tampan itu yang kini tengah berjalan mendekat dan semakin dekat hingga jarak tak mampu menahan keduanya. Dirasakannya bahu kecil itu seperti terkena tetesan air hujan. Bagaimana bisa? Sementara malam itu begitu terang. Yaa~ lelaki tampan itu dengan seenaknya merengkuh baekhyun. Tapi mengapa ia menangis? Itu yang sedari tadi dipikirkan oleh Baekhyun.

Baekhyun mencoba untuk tidak bergerak menunggu apa yang akan dilakukan lelaki yang tengah memeluknya ini berikutnya.

“bawa aku~ aku ingin bersamamu” lelaki itu berkata seenaknya. Baekhyun jelas tak dapat menyerap maksud dari lelaki yang masih memeluknya semakin erat ini.

“aa~ apa maksudmu?” hanya itu yang keluar dari bibir tipis baekhyun. Dirinya benar benar tak mengerti maksud pria ini.

“aku ingin bersamamu~ apa kau belum mengerti” lelaki itu kembali berbicara semaunya. Ia kini mengangkat wajahnya namun ia menunduk~ agar wajah itu dapat diraihnya.

Yaaa~ kurasa lelaki ini memang semaunya sendiri dalam melakukan apapun. Lihatlah bibir kedua lelaki itu kini menyatu. Lagi lagi jarak tak mampu menahan keduanya. Lebih tepatnya hasrat lelaki tampan yang semaunya itu. Baekhyun yang kaget, tak mampu berbuat apa – apa. Dia hanya shock. Hingga ia sadar ini salah. Ia tidak mengenal lelaki itu, ia sudah punya kekasih. Dan ia berciuman ‘panas’ dengan lelaki yang baru beberapa waktu lalu dilihatnya ditepi jalanan yang sudah sepi juga sudah larut. ‘Oh kemarilah akal sehat’ rancau baekhyun.

Baekhyun melapas tautan bibir lelaki itu di bibir tipisnya.  terdengar sedikit mencari udara untuk menyetabilkan deru nafasnya. Baekhyun menampar telak lelaki diahadapannya.

“brengsek~!! Dimana kau taruh otakmu hh?~!” ohya jelas saja lelaki ini marah, bagaimana mungkin seseorang yang tidak kita kenal berbuat seolah olah dia adalah kekasih kita?

Namun apa yang baekhyun dapatkan? Lelaki itu kini justru tersenyum dan kembali meneteskan air matanya. Tentu saja seorang Byun Baekhyun tak akan tega melihat pemandangan semacam itu. ia merasa bersalah telah menampar dan memaki lelaki itu. tapi disatu sisi ia pun marah, karena ini tak seharusnya ia lakukan.

mi~ mianhae aku tak bermaksud menamparmu~ aku hanyaa” baekhyun tak tahu harus menjelaskan seperti apa. Ia tertunduk, lagi lagi menunggu apa yang akan dilakukan lelaki dihadapannya.

“aku hanya ingin bersamamu” lelaki itu melanjutkan, ia mendekat beberapa langkah meraih tangan baekhyun.

“aku ingin bersamamu~”

#chanbaek#

Pagi ini seperti biasa Baekhyun harus membangunkan lelaki yang satu tahun terakhir sejak pertemuannya disebuah jalanan sepi malam itu beradaa dalam satu atap bersamanya~ Kim Jong In- lelaki itu. Jong In memang sudah satu tahun menjadi bagian dari hidup baekhyun. Mereka tinggal berdua di apartemen milik Baekhyun. Dan tentu saja Chanyeol –kekasih baekhyun- tau tentang keberadaaaan Kim Jong In itu.

Baekhyun berdalih bahwa Jong In adalah kakak sepupunya dari Daegu~ yang kebetulan melanjutkan kuliahnya di Seoul. Dan Chanyeol percaya percaya saja, tanpa ada sedikit rasa curiga yang berarti. Bahkan Chanyeol dan Jong In seringkali keluar bersama untuk sekedar mengobrol dan minum kopi di Caffe. Mereka sudah akrab sejak baekhyun mengenalkannya satu tahun yang lalu. Mengenalkan Chanyeol pada Kai sebagai kekasihnya, dan mengenalkan Kai pada Chanyeol sebagai kakak sepupunya yang tentu saja untuk yang satu ini tentulah sebuah kebohongan belaka.

Satu tahun bersama hanya berdua saja dalam satu atap. Tentu orang normal akan berfikir sesuatu telah terjadi. Namun hal itu tak pernah terjadi diantara Baekhyun dan Jong In. yang dimaksud hal itu tentu saja segala sesuatu yang menjurus pada hubungan intim. Meski beberapa kali hal itu hampir terjadi, jika saja Baekhyun tak pintar pintar membujuk Jong In. Baekhyun tau ini salah, ia merasa menghianati Chanyeol.

Bahkan setiap hari bibir tipis itu yang seharusnya milik Chanyeol, selalu ia pasrahkan pada Kim Jong In. ia tak mengerti sejauh mana Jong In merusak fikirannya, iapun sadar satu tahun berdua dalam  satu atap bersama lelaki itu tentu sedikit demi sedikit menimbulkan perasaan yang berbeda. Perasaan yang mungkin bisa disebut cinta. Atau apa saja lah, yang pasti cinta terbesar Baekhyun masih milik Chanyeol, dan selamanya ia akan berusaha mempertahankan cinta itu untuk Chanyeol. Walaupun ia tak bisa mengelak, bahwa Jong In telah sedikit demi sedikit mengambil cintanya.

“Jong In~aa irona” bisik Baekhyun pada telinga Jong In yang masih terlelap. Tercium jelas bau rokok dan alkohol disekitar namja tampan itu. dan yang berikutnya terjadi adalah Baekhyun yang tiba tiba ditarik oleh lengan kekar Jong In, yang kini mengunci pergerakan lelaki lemah yang sering Jong In juluki seperti itu. Jong In memang tak merubah posisi mereka, Jong In yang tetap dibawah dan memeluk Baekhyun diatasnya. Ia tak mau sesuatu terjadi jika kini Baekhyun yang dibawah. Lelaki itu menarik tengkuk Baekhyun. Ciuman manis itu memang sering dilakukannya dipagi hari. Anggaplah saja ‘morning kiss’ ciuman keduanya berlangsung cukup lama, hingga suara suara lenguhan dari Baekhyun ataupun Jong In menciptakan suasana yang kian membuncah dihati keduanya.

Keduanya melepas ciuman manis itu, tersenyum dan selanjutnya Baekhyun yang mencium kening lelaki itu. entahlah, baekhyun tak bisa menerka nerka perasaanya.

“mandilah~ chanyeol sebentar lagi datang” raut wajah Jong In tampak tak suka dengan yang dikatakan Baekhyun. Ia memalingkan wajahnya ke sembarang arah.

“aku tau kau tak menyukainya~ jong in~a tolong mengerti. Dia kekasihku, dan kau harus bersikap layaknya kakak sepupuku dihadapannya” baekhyun berusaha membujuk Jong In, dan posisi mereka belum berubah. Jong In memeluk Baekhyun diatasnya.

“lalu sebenarnya aku ini siapa dimatamu?” Jong In berucap tanpa berniat memalingkan wajahnya pada Baekhyun.

Tak ada suara. tak ada jawaban. Baekhyun sama sekali tak mengerti harus menjawab apa, karena dari awal ini memang suatu kesalahan. Ia punya kekasih dan ia mencintainya, dan ia bertemu Jong In lalu seiring waktu berjalan iapun mencintai lelaki itu. apakah baekhyun harus menjawab bahwa Jong In adalah seseorang yang dicintainya? Oh ayolah lalu kau kemanakan Chanyeol?

“aku mencintaimu Jong In” kalimat itu saja. kalimat itu saja yang mampu dikatakan Baekhyun.

Jong In memalingkan wajahnya~ menatap wajah Baekhyun sedekat ini dari bawah. Sungguh ia tak tau bagaimana menjelaskan bagaimana indahnya lelaki yang tengah dipeluknya ini. Ia sungguh mencintainya, tapi kenapa ia lebih dulu dimiliki? ‘chanyeol kau memang brengsek~ dan kau beruntung lebih dulu mendapatkan baekhyun’ rutuk Jong In dalam hatinya.

“akan ku buat Chanyeol meninggalkanmu” ucap Jong In.

Sontak kalimat itu membuat Baekhyun beranjak dari tempatnya diatas tubuh Jong In. ia tak mengerti dengan sikap Jong In. apa maksudnya dengan kalimat itu?

“apa maksudmu? Jong In kau jangan macam – macam~!” takut baekhyun. Bahkan ia merasa tubuhnya sedikit bergetar karena sebentar lagi yang bisa dilakukannya adalah menangis.

Jong In tak menjawab satu katapun. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan berlalu ke kamar mandi.

Baekhyun masih berkalut dalam pikirannya, hingga suara seseorang menekan tombol bel apartemennya menyadarkannya.

“Chanyeol” Baekhyun segera memeluk lelaki itu bahkan sebelum lelaki itu  sempat mengatakan selamat pagi.

“Sayang~ apa yang terjadi? Gwaenchana?” raut wajah lelaki tinggi itu berubah menajdi sebuah kekhawatiran. Kekasihnya menangis. Apa yang terjadi? Chanyeol ingin memukul dirinya sendiri.

“Chanyeol berjanjilah~” Baekhyun berkata dalam isakannya di dada kekasihnya –Chanyeol-

“berkatalah dengan jelas, sayang aku tak mengerti” tentu saja Chanyeol tak mengerti, tiba tiba kekasihnya menangis dan memintanya berjanji. Janji? Janji yang seperti apa? Bukankah Chanyeol tak pernah sekalipun berbohong pada malaikat yang teramat dicintainya ini.

“berjanjilah kita akan selalu bersama~ berjanjilah apapun yang terjadi kau takkan pernah berfikir untuk meninggalkanku~ berjanjilah Chanyeol” baekhyun kembali terisak dan hal itu semakin membuat Chanyeol benar benar ingin memukul dirinya sendiri.

“kau kenapa? Siapa yang akan meninggalkanmu? Hey berfikiran sepeti itu saja aku malas, apalagi berbuat seperti itu” Chanyeol kembali menenangkan Baekhyun, merengkuh tubuh lemah itu.

“cium aku~” Baekhyun berucap. Ketahuilah sebenarnya baekhyun mengatakan hal itu dengan perasaan malu yang begitu membuncah. Entahlah, ia hanya ingin mengatakan itu.

Chanyeol tentu saja dibuat terperangah dengan sikap kekasihnya, ia tersenyum dan sedikit mencubit hidung kekasihnya ini. Dan yang selanjutnya terjadi tentu saja ciuman hangat dari Chanyeol yang kembali membuat Baekhyun takut jika suatu hari lelaki yang teramat dicintainya ini meninggalkannya. Baekhyun benar – benar takut.

Jong In~ lelaki itu melihat panas pemandangan didepan pintu apartemen Baekhyun dan sekarang juga apartemennya ini. Kedua tangannya mengepal kuat, ingin sekali rasanya ia meremukan tulang rahang lelaki bermarga Park itu. ia kembali menghisap rokoknya~ menata beberapa botol minuman keras, lebih tepatnya ia sembunyikan sebelum Chanyeol –keparat- itu mengetahuinya. Dan yang Jong In tak mengerti adalah mengapa ia harus mau berpura pura bersikap baik dan berlaku seolah olah ia adalah benar benar kakak sepupu Baekhyun~ cih.

“hey mana Jong In? aku ingin menantangnya catur hahahaha kurasa kali ini aku yang akan menang” sombong chanyeol yang entah sejak kapan sudah bertengger di sofa dan menyalakan Televisi.

Sungguh demi apapun yang mengahalangi hidupnya dengan Baekhyun sebenarnya Jong In benar benar ingin membunuh lelaki itu. tapi kali ini pun ia harus kembali berpura pura sebagai Jong In yang berhati hangat dan penuh keceriaan dihadapan ‘korbannya’ sendiri.

“yaaaah~ jangan terlalu sombong seperti itu. memangnya sejak kapan kau bisa bermain catur” ledek Jong In yang sebenarnya ia ingin mengubah nada bicaranya bukan meledek tapi membentak lelaki itu.

“aishhhh jadi kau meragukan kemampuanku kakak sepupu? Hahahah mari kita buktikan” chanyeol tertawa renyah seraya menghampiri Jong In untuk siap ditantangnya bermain catur.

‘kakak sepupu’ demi Tuhan Jong In benar benar ingin meremukan semua tulang tulang Chanyeol. ‘oh ayolah Kim Jong In tahanlah sebentar~ jangan terburu buru. Mati pelan pelan itu

lebih mengasyikan’ dan senyuman menyanggupi tantangan Chanyeolpun ia berikan pada pemuda ‘brengsek’ itu.

Baekhyun yang telah selesai membersihkan dirinya kini menatap dua orang yang tengah bermain catur diruang tamu. Sungguh baekhyun tak dapat menahan air matanya lagi kali ini. Bagaimana mungkin dua orang yang dicintainya itu terlihat begitu larut dalam keakraban, sedangkan sebenarnya mereka menyimpan sebuah kebencian yang nantinya akan terungkap. Satu kebencian itu sudah dimiliki oleh Jong In, dan kebencian milik Chanyeol semoga saja tak pernah terjadi. Lelaki ‘cantik’ itu menyeka tetesan air matanya. Menghampiri keduanya dengan membawa nampan berisi dua gelas orange juice dan biskuit untuk cemilan.

“mengapa serius sekali? Minumlah dulu” Baekhyun meletakan kedua minuman itu, dan ia kembali merasakan remuk pada jantungnya saat Jong In menatapnya begitu lekat seperti menyampaikan kalimat yang pagi tadi diucapkannya ‘aku akan membuat Chanyeol meninggalkanmu’

“hey terjadi sesuatu?” instruksi Chanyeol membuyarkan keduanya –Baekhyun dan Jong In-

“aaaah bagaimana bisa begitu~ kau curang~!” sanggah Jong In yang sebenarnya ia –sedikit gelagapan-

“yaaa~ aku tidak curang..memang begini permainannya isssh” oh untung lah Chanyeol tak terlalu mempermasalahkan tatapannya tadi pada Baekhyun.

“yasudah kau menang” singkat Jong In, dan meneguk habis Orange Juice yang dibuat oleh Baekhyun.

#Chanbaek#

 

Baekhyun’s side

Hanya dengan seperti ini aku merasa nyaman~ beradaaa dipelukan kekasihku. Aku merasa bahwa hidupku sudah cukup lengkap. Dan ini tentu saja sulit sekali untuk ku dapatkan. Berpamitan pergi pada Jong In itu seperti kau minta dibebaskan dari penjara. Aku tak mengerti mengapa sikapnya sedingin itu, kadang manis dan sewaktu waktu bisa kasar padaku. Ah sudahlah, aku tak mau memikirkan anak itu dulu, aku hanya ingin seperti ini lama dengan Chanyeol. Lihatlah diluar sana hujan mengguyur begitu deras, dan bahkan selimut yang tengah menghangatkan tubuh kami tak sehangat pelukan Chanyeol sekarang. Hey bukankah ini terlalu manis? Berpelukan dalam satu selimut dengan kekasih yang kucintai? Dan diluar sana hujan tengah menyaksikan hangatnya cinta kami.

“sayang~” ucapnya terdengar lembut dan oh apa ini? Kurasa tangan nakalnya harus kuberi pelajaran.

“yaaak~ singkirkan tanganmu” sebenarnya aku tak benar benar menolak~ hanya saja aku malu.

“biarkan saja, turuti saja apa maunya” nada suara kekasihku ini lebih tenang dan seolah aku telah tersihir oleh semua yang dilakukannya. Aku pasrah pasrah saja.

 

Normal Side

Oh tidak~ rasanya Baekhyun ingin menjerit. Bukan karena marah tapi Baekhyun tak tau apa yang harus ia lakukan. Chanyeol menyentuh wajahnya, ia menatapnya lama. Dan Baekhyun? Sudahlah ia rasa ia memang hanya harus menurutinya ketika tatapan mata itu sudah tertangkap oleh mata kecil lelaki ‘cantik’ itu. Ia mengecup kening lalu turun mengecup kedua mata Baekhyun. Dan sekarang ia berkali kali menciumi wajah damai itu. tangan besarnya tak tinggal diam. Ia meraih jemari indah Baekhyun.

Keduanya larut dalam ciuman yang hangat, manis dan memabukan. Seperti yang sudah ia katakan, Baekhyun hanya akan menuruti apa maunya saja. tanpa penolakan seperti ketika Jong In melakukan hal yang sama.

Tangan Chanyeol kemudian menuntun tangan kecil Baekhyun. Sungguh dalam hati Baekhyun berdegup kencang. Ia seperti dibawa terbang oleh kekasihnya itu.

“Cha~ Chanyeol” tangan itu berhenti sejenak diperut Chanyeol. Baekhyun menatapnya malu – malu.

“aku malu” Baekhyun menunduk dan hal itu semakin membuat Chanyeol ingin segera menuntaskan hasratnya disaat yang tepat seperti ini.

Chanyeol tak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengecup bibir itu lagi. namun hanya kecupan singkat. Selanjutnya ia kembali menuntun tangan bergetar milik Baekhyun.

“Chanyeol~” ucap baekhyun lagi.

“masuklah” instruksi Chanyeol ketika tangan kecil yang tadi ia tuntun telah sampai pada tujuannya.

Dengan malu malu Baekhyun memasukan tangannya. Ia sesekali memejamkan matanya. Oh ayolah mengapa berhenti. Kau hanya harus menuruti apa maunya saja kan? Pikir Baekhyun.

“mengapa berhenti~ manjakan dia” suruh Chanyeol yang lagi lagi membuat jantung Baekhyun ingin melompat dari tempatnya. Namun sayangnya ia belum ingin mati. Ia ngin terus merasakan kehangatan ini bersama Chanyeol.

suara desahan demi desahan terus mewarnai suasana indah saat ini. Chanyeol sebagai laki – laki tentunya tak dapat menahan hasrat ‘cinta’ nya ketika sesuatu yang disebut sebagai tanda ‘kejantanan’ seorang pria itu dimanjakan, disentuh oleh cintanya –Baekhyun-. Baekhyun berusaha menahan segala gejolak didalam dadanya. Oh ayolah mereka sudah dua tahun menjalin kasih, memang mereka tak pernah berhubungan intim. Hanya ciuman biasa hingga ciuman panas yang sering dilakukan. Tapi kali ini membuat keduanya tak mampu berfikir. Hingga akal sehat tak mampu meruntuhkan hasrat sepasang kekasih ini.

Chanyeol tak mampu menahan gejolak yang makin membuncah didadanya. Ia semakin ingin merasakan tubuh itu, tubuh kekasihnya. Hingga yang ada sekarang adalah Baekhyun membawahi Chanyeol, dan lihatlah tangan kecil itu belum selesai memanjakan ‘kejantanan’ Chanyeol. Chanyeol masih menahan desahan demi desahan, ia tidak ingin terburu buru. Biarkan kekasihnya ini memanjakan ‘kejantanan’ nya sebentar saja. selanjutnya ia yang akan berkuasa atas pemilik tubuh indah dibawahnya ini. Sesekali ciuman panas mereka lakukan, bertautan bibir, bertautan lidah. Dan itu sepertinya merobohkan pertahanan Chanyeol. Ia kembali mendesah, begitu juga Baekhyun. Sebagai yang dibawah, tentu Baekhyun bukan pelaku utama. Ia yang menerima dan banyak merasakan sentuhan.

Tangan itu terlepas, dan Chanyeol menguasai ‘permainan’ ia seperti tak sabaran. Desahan demi desahan keluar begitu saja dari mulut Baekhyun. Yang Chanyeol rasakan sekarang adalah Baekhyun sangat menggodanya. Mari kita lupakan dulu akal sehat. Kembali, ciuman demi ciuman semakin memanas, lidah namja itu tak hanya ingin merasakan lidah kekasihnya, tapi leher dan bagian bagian sensitive lainnya. Baekhyun mendesah tak karuan. Ia bahkan berkali kali mencengkeram lengan lelaki tinggi itu, sesekali nafasnya keluar sebagai desahan kenikmatan.

“Chanyeol~” dan suara itu tidak terdengar sebagai suara panggilan atau sapaan atau yang lainnya, tapi suara dengan hasrat yang tak terelakan. Baekhyun merasa dirinya seperti dihujani beribu kenikmatan.

Tak hanya Baekhyun, sang pelaku utama ‘permainan’ ini pun sesekali mengeluarkan desahan demi desahannya. ‘kejantanannya’ sudah minta dimanjakan lagi. dan kali ini bukan oleh tangan kecil namja yang sedang ia kuasai, ‘kejantanannya’ itu ingin dimanjakan ‘didalam’ tubuh Baekhyun.

“sayang~ percayalah yang ku lakukan ini adalah cinta” ucap Chanyeol seraya mengecup kening dan kedua mata malaikatnya.

“aku mencintaimu Park Chanyeol, lakukanlah” pasrah Baekhyun. Ya, memang begitu adanya. Chanyeol berkata benar begitu juga Baekhyun.

Detik berikutnya keduanya seperti tak tau sedang dimana mereka sekarang, mereka seperti dibawa melayang dengan beribu kenikmatan. ‘kejantanan’ Chanyeol itu dimanjakan didalam tubuh Baekhyun. Desahan tak karuan mewarnai ‘permainan cinta’ mereka. Ciuman panas turut menghiasi malam yang semakin larut dan hujan yang tak kunjung mereda.

Meski pada awalnya Baekhyun mengeluh sakit, tapi Chanyeol terus memberinya sebuah pengertian. Ia begitu lembut melakukan semuanya. Baekhyun begitu bahagia, begitu pula Chanyeol. Hingga sesuatu yang disebut ‘lelah’ menghampiri keduanya. Dan beberapa menit kemudian kenikmatan itu berlanjut didalam mimpi mereka masing masing.

#Chanbaek#

 

Normal side

“menginap dirumah Chanyeol?” itulah teguran yang pertama kali didapatkan Baekhyun ketika ia belum sempat masuk sepenuhnya kedalam apartemennya sendiri.

“Jong In~ kau tau kan tadi malam hujan. Chanyeol melarangku pulang” hanya itu, dan baekhyun teramat jujur. Memang benar yang ia katakan.

“lalu? Malam malam, menginap, berdua, hujan. Apa kau masih suci?” ucap Jong In telak telak dan itu membuat wajah Baekhyun terasa panas. Ia marah. Tentu saja. dan sekarang satu tamparan didapatkan pemuda berkulit gelap itu.

“jaga bicaramu~! Memangnya apa urusanmu? Chanyeol kekasihku dan apa saja yang kulakukan dengannya itu atas dasar cinta dan itu tak bisa dilarang” ketus Baekhyun, membuat hati Jong In semakin perih. Jadi benar bahwa Baekhyun –lelaki yang dicintainya- itu memang sudah tidak suci lagi.

“jadi kau benar benar melakukannya~! Brengsek!!~” Jong In seperti kehilangan akal sehatnya, hampir saja ia menampar Baekhyun sebelum egonya meminta untuk tetap tenang.

“pukul aku atau jika perlu kau bunuh aku sekarang Kim Jong In~” baekhyun menangis. Ia menangis, hatinya pun terasa perih. Disatu sisi ia tak kuat dengan perlakuan Jong In, disisi lainnya ia merasa bersalah karena ia juga mencintai lelaki ini.

“bagaimana bisa aku membunuhmu? Yang seharusnya kubunuh adalah Chanyeol sialan itu” tak henti hentiya Jong In menggeram kesal. Ia ingin sekali menampar Baekhyun tapi iapun ingin memeluknya.

“jika kau membunuh Chanyeol, maka bunuhlah aku juga. Kim Jong In aku juga sakit~! Kau tahu aku mencintaimu dan aku juga mencintai Chanyeol. Bagaimana mungkin aku menyayangi dua orang sekaligus? Kau tahu? Aku hampir gila dengan semua ini” dengan isakan semakin dalam, Baekhyun berusaha menahan sakit didadanya. Iapun ingin memeluk pemuda didepannya, tapi hatinya terlalu sakit karena ia terlalu menyakiti pemuda ini.

Helaan nafas panjang terdengar ditelinga Baekhyun. Jong In terdiam berusaha menenangkan pikirannya. Perlahan ia menarik tubuh lemah itu kepelukannya. Baginya sekarang, Tuhan begitu kejam. Mengapa Ia menghadirkan Park Chanyeol dikehidupannya.

“tapi apa kau tahu? Aku lebih dulu mencintai Chanyeol daripada mencintaimu, dan Chanyeol lebih dulu mencintaiku sebelum kau mencintaiku. Jong In mengertilah~” masih dalam dekapan hangat Jong In, tubuh baekhyun bergetar dengan air mata yang belum kunjung berhenti.

“aku tau, maafkan aku. Aku hanya terlalu mencintaimu” pemuda itu mengangkat wajah Baekhyun. Kembali Baekhyun seperti merasakan bibir hangat kekasihnya menyentuh bibirnya, tapi ini berbeda. Segalanya berbeda. Ini Kim Jong In, bukan Park Chanyeol. Dan sentuhan itu berbeda.

Jong In terdorong semakin dalam merasakan bibir tipis itu. Ia menciumnya sesekali melumatnya sedikit kasar. Baekhyun menganggapnya ini adalah bentuk emosi Jong In. jadi biarlah seperti ini dulu sampai emosi lelaki yang tengah menciumnya ini sedikit mereda.

Suara decakan ciuman itu terdengar jelas. dan juga terlihat jelas oleh dua manik coklat kehitaman Chanyeol. Yaa Park Chanyeol, lelaki yang telah memiliki Baekhyun itu dari awal memang beradaaa diantara kedua manusia yang belum juga merenggangkan jarak mereka. Berciuman panas. Dan apa yang kau pikirkan tentang hati Chanyeol? Remuk? Oh tentu saja mungkin sekarang Chanyeol sedang meminta Tuhan menyabut nyawanya.

Setelah mengantar Baekhyun sampai didepan gedung apartemen, Chanyeol tak langsung pergi. Ia justru membuntuti lelaki yang sudah dimilikinya itu diam – diam. Chanyeol sebenarnya ingin memastikan mengapa Kim Jong In yang Baekhyun katakan adalah kakak sepupunya itu tak pernah mengizinkan Baekhyun menginap dirumahnya. Bukankah ia hanya kakak sepupu? Dan dia disini harusnya sebagai ‘tamu’ yang seharusnya tak banyak memberikan Baekhyun larangan bukan?

Jadi seperti ini? Satu tahun lamanya mereka menyembunyikan kesakitan seperti ini? Satu tahun lamanya ada cinta yang disembunyikan tanpa diketahuinnya? Sudahlah yang ingin Chanyeol lakukan sekarang adalah membunuh keduanya.

Tapi bagaimana mungikn ia membunuh Baekhyun? Itu sama saja membunuh dirinya sendiri. Chanyeol terlihat seperti frustasi yang teramat dalam, kedua tangannya mengepal kuat. Detik berikutnya seorang pemuda berkulit gelap itu tersungkur ke lantai. Punggungnya menghantam pintu apartemen. Dan darah segar mengalir dari sudut bibir sebelah kiri.

Jong In tak sempat mendongak, ia menyeka darah itu lalu menunduk sebentar.

“aku tahu, pukul saja aku” kalimat Jong In semakin membuat Chanyeol kesetanan. Ingin rasanya jika ia tengah memegang sebuah pistol, ia segera menembak tembus ke kepala dan jantung pria yang kini tengah meringis kesakitan.

Sebelum tangan lemah itu mencegahnya.

“jangan~ ku mohon jangan chanyeol~ aku yang bersalah. Aku yang pantas mendapatkan itu bukan Jong In” bujuk Baekhyun disertai air mata yang masih terus mengalir.

Ingin rasanya Chanyeol menampar Baekhyun. Tapi air mata itu justru menjadi tamparan teramat keras untuk Chanyeol. Lelaki itu menghela nafas beratnya. Ia tak tahu bagaimana cara mengekspresikan kekecewaan dan kemarahannya itu. sungguh ia ingin dicabut nyawanya sekarang juga.

Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun, sampai punggung kecil itu membentur tembok.

“jadi seperti ini?” ucap Chanyeol, tentu saja Baekhyun tak berani menatapnya. Ia hanya menangis dan menangis.

“apa artinya yang kita lakukan tadi malam hh?” kali ini nada itu benar benar membentak. Baekhyun meremas kemejanya, yang sebenarnya itu adalah kemeja Chanyeol.

“kau tahu? Bagaimana rasanya jika satu tahun aku bercumbu dengan lelaki lain? Apa yang akan kau lakukan. JAWAB~!” bahkan Jong In menoleh, melihat dua kekasih yang tengah bersengit itu. namun Jong In tak ingin ikut campur. Dari awal ia sudah bersalah, dan baru sekarang ia sadar bahwa cintanya salah. Ia terlalu memaksakan dirinya dan juga memaksakan Baekhyun untuk mencintainya, hingga akhirnya Baekhyun benar benar dibuat kacau perasaaannya.

“aa~ aku akan marah padamu cha~ chanyeol” jawab baekhyun takut takut, terus meremas kemejanya.

“hanya itu? apa kau tahu? Aku bahkan ingin membunuh kalian berdua!” maki Chanyeol lagi.

Baekhyun terus terisak, dan Jong In belum ingin beranjak.

“jawab aku~ kau juga melakukannya dengan bajingan itu? well, satu tahun bersama dalam satu atap hahaha mengapa aku begitu bodoh. Tentu saja kau sudah berkali kali melakukannya bukan? Hh dasar pelacur~!” mungkin ini diluar kendali Chanyeol, wajar saja ia semarah itu. sebenarnya Jong In ingin sekali meremukan tulang tulang Chanyeol saat itu juga. Tapi ia mengerti, iapun akan seperti itu sama seperti Chanyeol jika sekarang posisinya ada di posisi Chanyeol.

Baekhyun menampar keras pipi kiri Chanyeol. Ia menangis, merasakan sesak yang teramat sangat didadanya. Bagaimana mungkin seorang Park Chanyeol yang begitu lembut padanya, bisa berbicara sekasar itu. ia benar benar menangis hatinya sangat perih.

“Chanyeol~ aku tidak sejalang itu. ku akui aku mencintai Jong In. tapi aku lebih mencintaimu. Dan kau tahu, tak pernah sekalipun aku berhubungan badan dengan Jong In karena aku menghargaimu sebagai kekasihku. Dan aku hanya mau melakukan itu denganmu dengan kekasihku bukan Jong In, dan yang kita lakukan tadi malam itu adalah yang pertama seumur hidupku~!” Baekhyun terus menangis. Dan disisi lain Jong In merasa bahwa dirinya terlalu membawa baekhyun kedalam kehancuran seperti ini.

Jong In beranjak dari tempatnya. Namun hal itu tak dipedulikan oleh Chanyeol. Ia terus menatap tajam manik hitam penuh air mata itu.

“lalu mengapa kau berbohong padaku? Mengapa tidak dari awal mengatakan yang sebenarnya?”suara Chanyeol lebih rendah dari sebelumnya.

“itu karena aku yang terlalu memaksanya. Maaf aku tahu sejak bertemu Baekhyun mu itu sesuatu yang salah akan terjadi, aku terlalu mencintainya. Dan aku semakin memikirkan diriku sendiri bagaimana untuk mendapatkan Baekhyun seutuhnya.” Jong In terlihat menghela nafasnya,

“maka dari itu aku berbohong dengan berpura pura menjadi kakak sepupunya, agar aku bisa terus besamanya setiap hari tanpa ada yang menggangguya termasuk kau Park Chanyeol”

“brengsek~!” kembali Chanyeol menghantam wajah lelaki yang sudah carut marut itu. seperti tak punya belas kasihan ia terus memukul wajah lelaki itu hingga tangan kecil itu kembali mencegahnya.

“cukup Park Chanyeol, tidakkah kau dengar penjelasannya? Dan belumkah kau puas membuatnya kesakitan?” sergah Baekhyun.

“biarkan saja, aku memang pantas mendapatkannya” Jong In mencoba bangkit. Ia tersenyum pada Chanyeol, lalu mendekat.

“jagalah dia dengan baik, aku akan membunuhmu jika ia terluka sedikit saja. maaf, aku pergi” selanjutnya Chanyeol dan Baekhyun hanya menatap punggung pemuda yang semakin jauh itu.

Baekhyun merasakan hatinya begitu perih. Ia hendak mengejar pemuda yang sudah semakin jauh berjalan. Tapi dua tangan Chanyeol mencegahnya, Chanyeol memeluk Baekhyun yang terus meronta. Ia benar benar ingin memeluk Jong In, hatinya terasa perih. Air matanya semakin deras, hingga mata sipit itu terlihat membengkak.

“Jong In~” teriak Baekhyun, dan tentu saja Jong In sudah tak mampu mendengar teriakan pilu itu. Jong In hanya tidak ingin menyakiti seseorang yang disayanginnya. Ia terlalu mencintai Baekhyun. Namun kesalahannya adalah ia mengenal Baekhyun setelah menjadi milik orang lain. Dan ia rasa, ia harus mengerti hal itu. satu satunya cara untuk meredamkan sakit hatinya adalah pergi dari kehidupan mereka. Kembali seperti awal sebelum ia mengenal Baekhyun dan juga Chanyeol.

Baekhyun masih menangis dalam pelukan Chanyeol. Dirasakannya hatinya begitu perih, yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana kehidupan Jong In diluar sana tanpa dirinya? Baekhyun terus merutuki hatinya. Sementara Chanyeol terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Ia mengecup puncak kepala kekasihnya itu. sedikit merasa bersalah, namun memang seharusnya begini. Baekhyun miliknya, ia mencintainya. Walaupun lelaki yang tengah dipeluknya kini secara tidak langsung telah menghianati cintanya. Namun rasa cintanya lebih besar dari sakit dihatinya sekarang.

 

END~

 

Sekian~ author butuh komentar dan likenya yaa biar Chanbaek tambah mesra :* #apaini#

9 pemikiran pada “HERE I AM (Don’t Go)

  1. endingnya kurang pas author. tapi feel dapet kok, dapet bnget malah. cuma endingnya mungkin sedikit agak panjang dan rinci mungkin bagus. ini cuma perkiraan aku doang kok ^^
    serius loh author feelnya dapet bnget. Endingnya aja yg kurang enak.

    Keep writing !
    fighting !

  2. Aaaiii chanbaek shipper d sini.ahahaha.
    Aduhh pasangan sarapan pagi ini emang manis bangett lahh.
    Tapii rada miris yaaa. Baekkie sihh suka ama Kai juga.ahaha.tapi kalau tiap hari serumah ama Kai yaa gak bisa jamin kayaknya #Plak
    Lain kali bikin ff panjangan yaa thor Byun.hehehe.ini ceritanya baguss. Tapi sayang alurnya kelewat cepet. Kesannya di paksa cepet end aja. Hehehe.cuma saran sihhh.
    Di tunggu ff lainnya yaa.*KhususYaoiAja* ><

  3. Wush,, Gilak,, Yang ini keren banget thor FFnya,, Feelnya dapet banget.. XD
    Kapan2 buat lagi yah yang cast nya BaekYeolKai XD ditambah D.O satu .. #Lu kira pesen nasi goreng? Pe’a -_- #Abaikan -_-

    Keep Writing thor,, XD >//<
    And Fighting! 😀

    Salam Yaoi thor #plok -_-

  4. Kenapa aku suka? Karena ff ini yaoi. Kenapa harus yaoi? Karena yaoi itu buat aku suka ><" aaaaaaahhhh….. Masha suka deh sama ff ini. Tidak membuat sakit hati karena cast-nya nggak ada yoejaa beneran. Aku mencintai-mu thor *halah –"* aku suka-aku suka-aku suka bingitsss!! I can't explain what I feel. TAPI SATU, ini ff yadong bener. Aku geli baca pas ada part 'kejantanan' hahaha. Aku tak sanggup!!! Sekian dan wassalam! Next thor!!!

  5. Huaaaaa hati ku sakit membaca ff ini….gk bisa ngebayangin klo ff ini jadi nyata waaaa ngeriiii…tapi kren kok…feelnya dapet banget….

    Keep writibg ea kak author….

Tinggalkan Balasan ke chanxing87 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s