TINKERBELL’s DIARY

TINKERBELL’s DIARY

 TINKERBELL'S DIARY

| Author : tinkszy | tittle : Tinkerbell’s Diary |

| Genre : Romance | Leght : oneshoot |

| Main cast : Sehun, tink |

“the real love story is never end. And our story, never has ending”

-Oh Sehun-

 

Thu, 5 Jan 2012 | 11:32 a.m

Gadis itu duduk disebuah taman, dibawah pohon besar yang daunnya masih diselimuti putih salju. Dia memeluk erat jaket tebalnya. Setiap nafas yang ia keluarkan menghasilkan asap putih disekitar mulutnya, membuat bibir kecilnya mengembangkan senyum tipis.

Ckrik, suara kamera mengagetkannya. Dia melihat seorang laki laki dengan kamera ditangannya. “hei, aku ketahuan ya?” tanyanya. Gadis itu hanya melihatnya dengan tatapan bingung.

Laki laki dengan jaket tebal, celana jeans, dan topi jaket menutupi kepalanya. “kau.. mahasiswi jurusan seni teater itukan? Yang kemarin minggu pentas di GOR kampus , kalau tidak salah kau Wendy ya?” tanya laki laki itu sambil duduk disebelahnya.

Gadis itu hanya mengangguk, “kau fotogenik juga rupanya. Hebat. Aktingmu sangat bagus!” kata laki laki itu sambil tersenyum padanya. “Gamsahamnida” gadis itu tersenyum membuat dua matanya membentuk bulan sabit. “ah, namaku Oh Sehun, mahasiswa jurusan fotografi. Kebetulan kemarin aku tugas mengabadikan momen teater kemarin. Siapa namamu?”

“Kim, senang bertemu” ucap gadis itu dengan senang. “Kim.. kau bukan orang korea kan?” tanya Sehun, gadis itu mengangguk, “aku british, hanya saja orang tuaku bekerja disini” ucapnya, “apa pekerjaan orang tuamu?” ,”dokter”.

Sehun dan Kim terus berbincang bincang layaknya teman akrab. Tak terasa salju mulai turun. “kau mau coklat panas di cafe itu? Aku akan mentraktirmu!” ucap Sehun sambil berdiri. “eh?” pekik Kim saat tangannya mulai digeret oleh Sehun.

“Hot Chocolate 2 ya” ucap Sehun pada penjaga kasir, “baik, mohon tunggu sebentar” balas si penjaga kasir. Sehun dan Kim duduk di meja pojok cafe. “Eh, aku sampai lupa” ucap Sehun.

Sehun mengeluarkan 5 lembar foto, foto gadis itu saat memerankan peran Wendy. “kau tidak pantas jadi wendy.” ucap Sehun, gadis itu melihatnya dengan aneh , “why?” tanyanya, “you’re look like tinkerbell, small and cute” ujarnya. “itu hanya menurutmu, aku suka jadi Wendy.” ucap Kim, “kalau begitu aku akan memanggilmu tinkerbell” ucapnya, “aku Wendy, Sehun” ucap Kim, “apa tink? Kau bicara sesuatu?” tanyanya lagi.

 

 

hari ini, aku bertemu dengannya lagi. Dia yang dulu memotret saat acar pentas teater. Namanya Oh Sehun. Dan dia kini memanggilku tink. Entah kenapa panggilan itu langsung saja masuk ke otakku. Tink..tink..tink… sudah berapa kali dia mengatakan itu. Kami baru saja kenal, tetapi sudah sangat akrab, orang yang membuatku nyaman. Dia baik, ramah, dan humoris. Tapi aneh, aku belum pernah sedekat ini dengan orang yg baru kukenal. Bukan begitu, tapi there are some butterflies that fly in my stomach. may be too fast for love I say?”

 

 

Wed, 1 April 2012 | 10:33 a.m

 

Seorang gadis dengan dress berwarna hijau sambil menenteng buku berjalan menyusuri lorong Daeyoung University. Seorang mahasiswi semester awal berkebangsaan Inggris. “hey!” seorang gadis berambut panjang hitam menyapanya, “Hey Suzy! Apakah kau melihat Sehun?” tanyanya,”Sehun? Sepertinya tadi dia berjalan menuju taman.” ucapnya, “thanks Suzy! Nanti kau ada waktu luang? Maukah kau pergi ke cafe Jung Ahjussi?” tanyanya, “jinjja? Aku bisa! Nanti jam 3 sore kita bertemu di taman ya!” balas Suzy dengan semangat.

Gadis itu berjalan menuju taman, ingin segera bertemu dengan teman akrabnya itu, Sehun. Sebelum ia sampai di taman, dia melewati sebuah lorong gelap, terdengar suara yang ia kenal di ujung lorong. Dia berhenti sejenak mencerna isi kepalanya.

“So come with me, where dreams are born, and time is never planned. Just think of happy things, and your heart will fly on wings , forever, in neverland.”. Setelah itu, bayangan seorang laki-laki menggandeng seorang perempuan mengakhiri drama itu.

 

Itu Sehun? Apa aku yakin apa yang aku lihat ini? Aku tidak salah lihat?. Krystal? Dan Sehun?. Mereka?. Ah! Kenapa aku selalu terlambat, selalu merasakan sakit karena ini. Tapi, kenapa aku tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku padanya, sedang krystal?. Kenapa semua ini sakit? Apakah cinta sesakit ini? Apa aku jatuh cinta dengannya? Sahabatku sendiri? Jika begitu, aku emiilih tidak pernah mengenalnya dan tidak akan pernah jatuh cinta jika akhirnya aku merasakan sakit. Bukankah krystal seperti wendy? Cantik, anggun, dan manis. Dia pantas untuk seorang peter pan. Ya, dia pantas, sedangkan tink? ” – 1 april 2012 [tink]

Sun, 14 April 2012 | 08:30 a.m.

 

 

“tink?” suara berat dan khas itu terdengar lagi dibalik pintu itu. Seorang gadis yang terbaring disebuah ranjang mulai membuka matanya perlahn. Mata indahnya bersinar memancarkan warna biru laut. Bibir kecilnya mulai bergerak, “kau disana?” ucapnya pelan.

Pintu itu terbuka, menampakkan seorang laki laki bertubuh tinggi tegap, dengan senyum mekar dibibirnya. “aku disini, tink” ucapnya. Laki laki itu mengenakan kaos hijau dengan jaket berwarna kuning dan bergaris garis hitam. “are you okay, tink?”.

Bibir gadis kecil itu mulai mengembangkan senyum tipis, “i’m okay, now.” balasnya. Laki laki itu duduk disudut ranjang, terdiam, dan sama sekali tidak merespon kata kata gadis disebelahnya. “kenapa kau kesini, hun?” tanya gadis itu, Sehun menatapnya dengan tatapan resah, “aku hanya ingin kesini.” balasnya dengan senyum yang dipaksakan.

“kau sakit? Atau kau lapar? Makanlah itu” gadis itu menunjuk sebuah tempat makan berwarna biru pucat dimeja sebelah ranjangnya, “no, i don’t need it. You need it more”. Gadis itu hanya menatap laki laki didepannya ini kebingungan, “i just want to be beside you,just for a time”.

Gadis itu tersenyum lagi, tersenyum lebih manis daripada sebelumnya, meski dengan wajah pucat. “dimana dia?” tanya gadis itu, “siapa?” balas Sehun, “Krystal?”, gadis itu mengangguk. Sehun terdiam sesaat, “entahlah” ucapnya, “kenapa?”. Gadis itu menggeleng.

 

Hari ini, dia menjengukku di rumah sakit. Akhirnya, setelah beberapa minggu lalu kami bertengkar dan tak pernah saling berkontak. Dia datang dengan wajah murung dan pucatnya, seperti sedang sakit. Aku tahu dia sakit, tapi dia pura pura bersikap seperti biasanya. Entahlah apa yang membuatnya kembali mencariku setelah dia memilih bersama dengan Krystal. Apa yang terjadi? Kau disakiti olehnya? Biarkan aku berdiri dari ranjang ini, mencabut selang selang yang menggangguku ini dan memberi pelajaran padanya karena telah membuat sesuatu yang kumiliki kesakitan!, meski aku tahu ini semua sakit, tapi lebih sakit melihat seorang yang kau sayangi kesakitan.” – 14 april 2012 [tink]

 

 

Sun, 20 April 2012 | 20:12 p.m

 

 

“thanks for today, guys. LOVE YOU ALL! Especially for tink, take care,please 🙂 you’re the best!” sebuah pesan singkat masuk ke handphone gadis itu, gadis dengan lens mata berwarna biru yang kini tidur diranjang biru di salah satu kamar disebuah rumah sakit.

Sehun membaca pesan singkat itu, dari Luhan. Mereka baru saja merayakan ulang tahun teman mereka dari China yang bernama Luhan. Tetapi, kondisi gadis itu semakin memburuk membuatnya tergeletak dan kembali mendekam di rumah sakit.

“kau memiliki banyak orang yang menyayangimu. Hanya saja, tak semua dari mereka bisa mengerti seberapa hebatnya kau. Aku bangga memilikimu, tink” ucap Sehun sambil meletakkan handphone dimeja sebelah ranjang gadis itu, dan duduk di sofa dekat pintu keluar.

Sehun duduk dengan diam, masih teringat perkataan laki-laki tinggi dengan jas putih tadi. “Tink, jika kau mau dia selamat, biarkan kami membawanya pulang ke Inggris. Satu satunya jalan agar dia bisa selamat, dia harus dirawat disana. Disana dia akan aman, karena ada kami.”

ddrrrtt…dddrrrtt… sebuah benda bergetar di saku jaket milik Sehun. Sehun membukanya dan melihat panggilan dari Krystal. Sehun mengangkatnya, “yoboseyo?”, “kau tidak apa apa?”, “kau sakit krys?”, “aku akan segera kesana”. Sehun berdiri dan keluar dari kamar rumah sakit.

 

Dia pergi begitu saja setelah mendengar telfon dari Krystal. Meski aku sudah lelah, aku tetap memantaunya, meski mataku tetap terpejam. Aku hanya ingin merasakan saat dimana aku disampingmu, hangat, dan nyaman. Siapa tahu, besok atau kapanpun aku tidak bisa melihatmu, atau merasakanmu lagi. Maaf, sehun.” – 20 April 2012 [tink]

 

 

 

 

Mon, 22 April 2012 | 22:35 p.m

 

 

Sehun masih menunggu gadis itu di rumah sakit, tak peduli hujan deras diluar sana, atau suara handphonenya yang terus bergetar karena nunanya khawatirr dengan keberadaannya.

“sehun?” ucap gadis kecil itu dengan suara lemas. “kau belum tidur?” tanya Sehun sambil menghampiri gadis itu di ranjangnya. “Sehun, aku boleh bertanya kepadamu?” , ” tanya apa? Silahkan” ucap sehun dengan memberikan senyum manisnya, “kenapa Peter Pan tidak bersama Wendy? Wendy kan cantik” tanya gadis itu dengan suara serak. Sehun terdiam sebentar, seperti sedang berfikir. “karena, dia punya tink.” ucap Sehunn.

Jantung gadis itu seakan terhenti sejenak, membuat sekujur tubuhnya dingin, dan kupu kupu berterbangan di pertunya. “because, i have you. You’re mine.”

suara samar samar itu menghantarnya tdur lelap. Menuju ke perjalanan panjang.

 

 

” tadi maalam dia menemaniku di rumah sakit. Aku bertanya kepadanya soal cerita peter pan itu. Sebelumnya, masih menjadi isteri sendiri bagiku, membuatku tidak bisa menutup mataku. Apakah itu jawaban langsung dari hatinya? Dia tahu apa yang ku maksud?. Peter pan itu, kau. Kau peter panku,hun. Kau yang tidak mau berkembang dan ingin menjadi anak anak, dan membuat tinkerbell tidak bisa lepas darimu. Kau yang membuatku menjadi tinkerbell. Tapi aku tidak keberatan. Justru, membuatku semakin bersemangat, dan ingin tetap melihat wajahmu, selama aku bisa.” 22 April 2012 [tink]

 

 

 

***

 

malam ini, Sehun menginap di rumah sakit. Tadi siang dia mendapat kabar jika gadis kecil itu memasuki kondisi kritis. “dia termasuk beruntung. Salah satu pebuluh otaknya tadi pagi terputus, dan sama sekali tidak terdeteksi. Apalagi kondisi psikologisnya yang sangat buruk beberapa minggu ini membuatnya semakin drop. Semoga dia bisa kami selamatkan”

Sudah sejak terakhir tanggal 23 April dulu, Sehun tidak pergi ke rumah sakit karena sibuk dengan urusan keluarganya. Wajahnya kelihatan sangat lelah,bibirnya pucat, dan kantung mata menumpuk di matanya.

Dia duduk di sofa dekat pintu, dan tak sengaja menabrak tasnya yang masih terbelalak. Semua barang barang jatuh, mulai kamera, buku buku, hingga kertas kertas yang terasa asing baginya.

Sehun memunguti barang barang itu, dan terakhir, dia mengambil kertas berbentuk persegi berwarna merah. Tertulis disitu, namanya dan nama seorang gadis yang tak asing lagi baginya, Krystal Jung.

Sehun telah direncanakan akan mengadakan tunangan dengan Krystal. Bukan keputusannya, tetapi keputusan orang tuanya yang sudah dari dulu merencanakan perjodohan antara keduanya dan menyatukannya ke kampus yang sama.

“naenun baboya.” ucap Sehun sambil menyenderkan kepalanya pada dua tangannya. Kepalanya kini terasa sangat berat karena beban pikiran yang menumpuk. Dia ingin waktunya diulang lagi, dia ingin memiliki kedua orang tua peri seperti di kartun kartun yang di tanyangkan di televisi itu.

Dia mulai tersadar, dilihatnya seorang gadis tergeletak lemah dengan selang selang oksigen menghiasi tubuhnya. Kini dia baru sadar, selama ini dia sudah memilikki seorang peri, peri kecil yang menemaninya. Kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun.

Dan kini peri kecilnya sedang tersiksa oleh tabung tabung oksigen, dan itu semua karenanya. Karena dia, karena dialah peri kecilnya sakit.

Tapi kini sudah berubah. Dia mulai memilih Wendy untuk pergi bersama ke Neverland. Selamanya.

Kini yang dia takutkan terjadi, peri kecil kesayangannya telah pergi, pergi jauh meninggalkannya.

“Sehun?” rintihan kecil terdengar di telinga laki laki itu. “tink?” ucap sehun dengan cepat berlari ke samping ranjang gadis kecil itu. “why did you go away have to go away for so long?” tanya Sehun, “you never gave me a reason to comeback. I was there when you needed me . But i guess you never showed how importand i am in your life . Now it’s different and now i’ve changed. But i’m still smiling” gadis itupun tesenyum. Mata Sehun mulai berbinar memancarkan cahaya, atau bisa dibilang air mata sehun yang memantulkan cahaya dari lampu di ruangan itu.

why?” tanya Sehun, “i myself don’t know the reason. It’s just that now… it’s your turn to miss me” ucap gadis itu. Sehun terdiam sesaat.

“Tink, bolehkah aku berkata sesuatu?” tanya Sehun, gadis itu hanya menutup matanya menandakan siap mendengarkan, “Aku sama sekali tidak berpihak pada Krystal, mereka menjodohkanku begitu saja. Aku tidak bisa menolak. Semua terjadi begitu saja. Aku berpihak padamu tink, tapi mereka tak pernah mendengarkan. Maaf tink, bukan maksudku membuatmu menjadi seperti ini. Tink, maaf. Aku sangat bersalah. Selama ini, selama ini, aku salah. Aku tidak pernah memperhatikanmu, mendengar ucapanmu, dan aku selalu egois memihak pendapatku sendiri. Aku bodoh aku tahu itu.”

“aku hanya ingin berada dimana saat kau disampingku, benar benar disampingku. Dan aku disampingmu. Aku rindu semuanya. Dari awal, sampai sekarang. Kau mengerti apa yang kumaksud? Suatu saat dimana para kupu kupu itu terbang dari perutku, dan menyentuh sesuatu didalam dadaku, entah apa itu. Dan itu membuatku terasa sangat aneh, lemah, dan tidak berdaya.”

“i think, i can called this ‘love’. Aku percaya, selama ini aku punya sesuatu untukmu, tapi sulit untuk dikatakan, sulit diterjemahkan, tetapi mudah untuk memberinya. Hanya dengan satu sentuhan dapat membuatnya menjadi indah.”

“aku yakin aku bisa. Maaf jika aku terlambat. I want to tell you, i love you,tink”

Sehun menahan mati matian air matanya, melihat gadis didepannya mulai membuka matanya, jantungnya mulai lunglai.

“tink?” ucap Sehun sambil memegang tangannya, “apa..” “Kau siapa?” tanya gadis itu. Sehun terdiam sesaat. Dia mulai sadar bahwa semua usahanya kini sia sia.

“aku?” sehun menatap gadis itu intens. “I’m yours” ucap Sehun.

“Sehun? Kau benar Sehun kan?” ucap gadis itu, mesin disebelah gadis itu mulai meredering tak tentu. Menandakan tanda bahaya.

Sehun mulai mendekat ke gadis itu, mengecup bibirnya, menghantarkan gadis itu tidur lelap, selamanya.

 

“why you don’t say goodbye?” tanya Sehun, “never say goodbye, because saying goodbye means going away. And going away means forgetting, love you. Take care, my peterpan.”

 

 

*************************************************************************************************************

 

 

maaf yang gak dong sama ceritanya, soalnya author buatnya tergesa gesa wkwk. maaf maaf, lain kali bisa diperbaiki. tolong masukannya juga ya ^_^ maaf kalo aneh. ini FF pertama yg aku publish makanya aku rada gimana gitu wkwk. makasih semua yang udah mau repot repot baca sampai akhir walaupun aneh wkwk makasih. much love buat kalian! ❤ keep reading, God Bless 🙂

21 pemikiran pada “TINKERBELL’s DIARY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s