Finally, It’s You (Chapter 6)

Finnaly, It’s You (I do Love You sequel) chapter 6

 

Cast :

1. Lee Jihyun (OC)

2. Oh Sehun

3. Byun Baekhyun

4. Park Chanyeol

Why can’t I go to sleep and can only see your face? Why is it that when I see you, laughter comes out first? When my friends are together and they mention you, why do I get so excited and

want to hear more?

 

+++

Lee Jihyun’s POV

Aku menatap orang-orang di sekelilingku dengan canggung. Mungkin memang beginilah bagaimana hidup seorang namja tampan seperti Sehun. Semua yeoja menatapnya dengan kagum saat dia lewat, bahkan ada yang memotretnya. Dan aku yang saat ini sedang berjalan di sebelahnya merasa semakin kecil saat yeoja-yeoja itu menatapku dengan ekspresi yang berbeda saat mereka melihat Sehun. Ada yang menunjukkan ekspresi iri, kesal, bahkan mereka melihatku dengan wajah ‘apa yeoja ini menggunakan ilmu hitam?’ dan itu membuatku merasa tak nyaman.

“Kau ini kenapa lama sekali?” Aku menoleh ke arah Sehun yang sudah ada beberapa meter di depanku, ia berhenti dan menoleh ke arahku dengan bingung. Aku berjalan cepat ke arahnya. “Kau selalu menjadi pusat perhatian seperti ini yah?” tanyaku dengan penasaran, tapi Sehun hanya membalasnya dengan tatapan datar. Tak perlu ditanya aku sudah tahu jawabannya. “Mereka melihat-ku dengan tatapan membunuh. Kau sudah seperti idol saja..” ucapku lagi, masih memerhatikan yeoja-yeoja di sekelilingku dengan waspada.

“Kau tak nyaman?” tanyanya, membuatku mengangguk. “Bagaimana mungkin aku merasa nyaman saat semua orang menatapku dengan tatapan negatif seperti itu. Rasanya aku semakin mengecil di sebe..” Aku tertegun menatap tangan kiriku yang sudah ada di genggamannya. Rasa hangat langsung menjalar di seluruh tubuhku, bahkan hatiku. “Merasa lebih nyaman?” tanyanya lagi, membuatku mengangguk-angguk sambil menunduk. Aku takut dia melihatnya kalau-kalau pipiku memerah. Eh? Memerah?

“Tanganmu sangat mungil yah, Jihyunnie.” ucapnya lagi, membuatku mengalihkan pandanganku ke arahnya. “Tanganmu-lah yang besar, Sehunnie.” balasku, membuatnya tersenyum. “Rasanya menyenangkan. Saat kau memanggilku ‘Sehunnie’.” ucapnya lagi sambil tersenyum menatapku, membuatku tertegun.

“Rasanya tidak menyenangkan. Saat kau memanggilku ‘Jihyunnie’. Aku ini gurumu, jinjja!” Aku tahu ini hanyalah omong besarku saja. Aku senang kok, dengan panggilan itu. Sehun hanya menatapku sambil tersenyum kecil, tak menyahut..

Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku takut dia melihat pipiku memerah? Kenapa aku merasa gugup saat dia tersenyum? Baekhyun hampir setiap hari memelukku dan memegang tanganku, kenapa perasaan ini baru kurasakan saat Sehun yang melakukannya?

Tampaknya kau sudah sangat menyukaiku, yah? Aku teringat dengan perkataan Sehun tadi. Apa aku benar-benar sudah menyukaiku? Atau karena aku terpikat dengan segala kisahnya dan perhatiannya padaku? Apa karena dia muridku yang ingin kulindungi selama aku bisa?

“Ada apa denganmu?” Aku tersentak mendengar suaranya yang terdengar khawatir. “Ah, aku tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku.” balasku dengan spontan. Dia mengangguk-angguk, lalu kembali menarik tanganku. “Kau tahu kapan busnya akan datang? Aku tak pernah naik bus sebelumnya.” tanyanya padaku.

“Kau benar-benar orang kaya yah, Sehunnie. Tenang saja, sebentar lagi busnya akan datang.” ucapku padanya, membuat dia meringis ke arahku. Pucuk dicinta ulam tiba, bus itu datang setelah aku selesai berbicara. Dia terus mengenggam tanganku bahkan sampai kami sudah berada di bus. Semakin lama, genggaman-nya terasa semakin nyaman. Aku tahu jauh dalam lubuk hatiku, aku tak ingin dia melepaskannya.

I like you very very much, I think I came to love you

+++

Oh Sehun’s POV

Aku melihat gedung yang sangat besar dan indah yang ada di hadapanku saat ini. Ini kedua kalinya aku pergi ke sini. Dulu, saat eomma masih ada, saat keluarga kami masih menjadi keluarga yang sangat bahagia. Kini di sampingku, bukan eomma maupun appa lagi. Bagiku, tempat ini adalah tempat yang sangat berharga. Mungkin tempat ini adalah salah satu tempat yang membuat semua anak memiliki kenangan terindah dalam hidupnya. Dan satu kali lagi, aku ingin membuat kenangan terindah bersama yeoja ini.

Kurasa aku sudah benar-benar menyukainya..

“Ayo masuk, Oh Sehun!” seru Jihyun tiba-tiba sambil memperlihatkan dua buah tiket yang dibelinya. Dia benar-benar bersikeras untuk membelikannya karena hari ini adalah hari ulang tahunku. “Kau pernah kesini sebelumnya?” tanyanya sambil berjalan riang di sebelahku.

“Dulu sekali, saat eomma masih ada.” ucapku sambil menghela nafas. “Aigoo, jangan sedih begitu. Saat kau datang ke tempat ini, tak peduli seberapa sedihnya kamu, kau akan pulang dengan perasaan yang sangat bahagia. Tempat ini seperti sihir, loh!” Aku tertawa kecil mendengar ucapan kekanakannya itu. “Kau benar-benar berumur 22 tahun, kan?” ledekku, membuatnya menatapku dengan kesal.

“Itu benar, tahu! Saat Luhan pergi, aku sering pergi ke sini, dan aku pulang dengan perasaan yang jauh lebih bahagia.” ucapnya dengan semangat. “Kau pergi sendirian?” ucapku dengan asal-asalan. Siapa tahu dia benar-benar menyedihkan sampai-sampai pergi ke tempat seperti ini sendirian. “Iya, sendirian.” Mulutku terbuka lebar mendengar jawabannya yang sangat jujur.

“Aku benar-benar menyedihkan, yah?” ucapnya lagi sambil tersenyum. Aku mengangguk-angguk, dia memang terlihat menyedihkan. “Kau benar-benar pergi sendirian ke tempat seperti ini?” tanyaku. Pergi ke tempat rekreasi seperti ini sendirian, aku bahkan tak dapat membayangkannya.

“Karena aku tak menemukan orang yang dapat mengerti perasaanku. Tapi saat ini, kau ada di sebelahku. Aku merasa nyaman saat kau bersamaku, mungkin karena kau juga memiliki kesedihan seperti aku. Saat itu kau membawaku ke makam Luhan, itu adalah pertama kalinya aku pernah menginjakkan kaki di sana. Kalau bukan kau yang mengajakku pergi, aku takkan berani.” Aku tertegun menatapnya yang kini sedang tersenyum tulus ke arahku. Aku tak tahu itu pertama kalinya dia pergi ke makam namja itu.

“Bagiku, tempat ini adalah tempat yang dapat membuat sebuah kenangan tak terlupakan. Pergi ke tempat ini bersama eomma dan appa, aku tak pernah melupakannya. Saat ini, bersamamu di sini, aku juga ingin membuat sebuah kenangan tak terlupakan yang sangat bahagia.” ucapku dengan tulus. Dia menatapku lurus, kini dia yang tertegun menatapku.

“Kita tampak seperti pasangan yang jatuh cinta, yah?” ucapku sambil tertawa kecil. “Yah, kita pasangan yang menyedihkan!” seruku lagi, sambil berjalan ke arah pintu masuk. “Sehun-ah! Kau tahu film Stairway to Heaven?” Aku mengangguk-angguk dengan bingung, apa hubungannya dengan film itu? Tapi, film itu sangat terkenal. Tak ada yang tak mengetahui film itu.

“Mereka mengadakan syuting di tempat ini. Aku ingin naik merry-go-round yang ada di sana sejak dulu, tapi aku akan terlihat bodoh naik kuda-kuda itu sendirian.” seru Jihyun sambil menarik tanganku. Aku mengikutinya sambil tersenyum. Dia terlihat benar-benar semangat mengantri untuk naik kuda-kudaan yang berjalan itu. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku ingin menjadi diriku yang sebenarnya. Dan aku ingin dia selalu seperti ini..

“Sehunnie, ayo cepat kita pilih kuda yang kita mau!” ucapnya setelah merry-go-round itu berhenti dan pengantri berikutnya dipersilahkan masuk. Dia menarikku dengan mata berbinar. Sejujurnya, ini sangat memalukan. Naik wahana seperti ini di umurku yang sekarang, pasti sangat kekanakan. Tapi dia menyukainya.

“Kau mau pilih yang mana?” tanyanya, membuatku mengangkat bahu. “Terserah kau. Bagiku kuda-kuda ini sama saja.” jawabku jujur.

Lalu dia memilih seekor kuda berwarna putih yang tampak sama dengan kuda-kuda yang lain. Aku pun menaiki kuda di sebelahnnya. Lalu kami mulai berputar. Tapi aku tidak. Mataku tak pernah bisa berhenti menatapnya yang sedang tertawa bahagia. “Sehunnie! Bagaimanapun merry-go-round ini adalah tempat yang paling romantis yah! Dulu aku selalu naik ini dengan appa dan eomma. Dan saat aku menonton Stairway to Heaven, aku berharap aku menjadi yeoja yang cantik seperti Jungsuh, lalu aku akan jatuh cinta dengan namja tampan seperti Sungjoo dan pergi ke tempat ini bersamanya.”

“Kurasa kau sudah cukup cantik untuk menjadi dia.” gumamku jujur, membuatnya menoleh. “Tapi, kau tidak sengaja mengucapkan kata ‘tampan’ untuk mengutarakan perasaanmu padaku, kan?” Wajah Jihyun jadi memerah saat aku mengatakan itu. Kurasa dia tak sadar dengan perkataannya, aku terkekeh melihatnya. Aku tak pernah berpikir dia berumur 22 tahun, sungguh.

Aku menghabiskan hari itu bersamanya, bermain segala macam permainan yang dia suka, dan kami tertawa bersama. Untung Lotte World tidak seramai biasanya, jadi kami bisa bermain lebih banyak permainan tanpa harus mengantri lama. Dan kini kami sudah berada di sebuah mall untuk makan malam. Aku sendiri yang memilih tempat ini, karena ada restoran sushi yang sangat ku suka di tempat ini.

“Kau pernah pergi ke mall ini?” tanyaku pada Jihyun, dia terlihat aneh saat kami sampai di mall ini. Jihyun mengangguk padaku dengan ekspresi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. “Ini adalah salah satu mall favoritku dulu.” Aku mengernyitkan dahiku mendengarnya.

“Tadi kau bilang mau pergi ke toilet?” Aku menatapnya lagi sambil mengangguk. “Tunggu sebentar, aku akan segera kembali.” ucapku sambil beranjak pergi ke toilet.

Dan betapa kagetnya aku melihat dia menangis saat aku kembali..

+++

Lee Jihyun’s POV

Apa tempat ini adalah jodohku? Kenapa aku selalu berakhir di sini meskipun aku selalu memohon untuk tak melihat tempat ini lagi? Padahal aku baru saja tertawa bahagia dan melupakan segala bebanku, kini semuanya malah kembali lagi dua kali lipat.

“Jongie, gomawoyo.” Aku menoleh ke arah sepasang kekasih yang sedang berpegangan tangan, aku dapat melihat mata mereka memancarkan cinta yang sangat besar. “Wae? Aku hanya membelikanmu sebuah gantungan.” ucap sang namja dengan bingung.

“Kau mau menggunakan sebuah gantungan ponsel berbentuk teddy bear untukku, tidakkah itu sangat indah? Aku benar-benar ingin menangis saat ini, karena aku tahu kau sangat menyayang-iku.” Aku terdiam mendengarnya. Lalu namja itu tersenyum pada yeoja itu. “Aku sudah bilang aku menyayangimu, kau baru percaya setelah aku menggunakan gantungan beruang ini?”

“Kadang perbuatan lebih indah daripada kata-kata. Gomawo, untuk menyayangiku.” Lalu sepasang kekasih itu berjalan menjauh, aku menghentikan langkahku, terdiam. Aku menoleh ke arah toko yang ada di sebelahku, aku ingat tempat ini. Dan di kaca etalase, gantungan itu masih sama. Bahkan gantungan itu masih ada di sana, tapi kenapa kamu pergi?

PUK! Aku merasa pandanganku gelap secara tiba-tiba, tapi aku tidak selemah itu sampai-sampai aku pingsan karena depresi. “Sudah kubilang, jangan menangis.” Aku tertegun mendengar suara itu, seketika air mata -yang bahkan keluar sendiri tanpa kusadari- itu berhenti keluar. Ternyata itu telapak tangannya. Aku hanya bisa terdiam saat dia melepaskan tangannya dari mataku, dan langsung membalikkan wajahku dan memelukku. Aku hanya bisa terdiam.

“Kalau itu membuatmu sedih, jangan melihatnya.” ucapnya lagi, lagi-lagi aku hanya bisa terdiam. Air mataku keluar lagi, malah semakin banyak. Aku tak pernah suka menangis di depan orang lain, tapi saat ini aku merasa terlindungi. Hanya ada dua orang yang dapat membuatku menangis tanpa beban, kini aku mengerti.

Mereka berdua berbeda. Saat berada di pelukan namja ini, aku merasa terlindungi. Saat berada di pelukan namja yang telah pergi itu, rasanya nyaman dan menyenangkan.

Kini aku mengerti perasaanku.

+++

BERSAMBUNG

Review chapter 7 :

“Saat aku sedih dan menangis, entah bagaimana caranya kau selalu berada di dekatku. Dan kau selalu berhasil menghiburku. Apa kau tidak merasa aneh?”

“Anio. Aku harus berada di sebelahmu saat kau menangis.”

“Kenapa?”

“Karena Tuhan tahu setiap tetes air matamu, kesedihanmu. Dia mengatakan padaku, dia berkata kalau aku harus selalu berada di sisimu. Karena itu, jangan sedih dan menangis sendirian lagi, aku ada di sampingmu mulai saat ini.”

 

10 pemikiran pada “Finally, It’s You (Chapter 6)

  1. Daebak …… Bgt min crita’y , sehun so sweet bgt gk nyangka dsini dy dwasa jga….
    Lanjut min chater 7’y jngan lma” y ngepost’y

Tinggalkan Balasan ke vanessakrystal Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s