Today, Our Love Begin (Chapter 3)

Title: Today, Our Love Begin { Chapter 3 }

Author: Sehunly

Genre: Romance, School Life

Casts:

– Kim Jong In ( Kai )

– Kim Eun Mi ( OC )

Support Casts:

– Exo Member

– Baek Ji Yoon ( OC )

Length: Multichapter

 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

SOPA ( Seoul of Performing Art School ) , 4 Minggu yang lalu.

Member EXO K baru saja turun dari mobil mereka dan menyambut sehun yang sudah resmi bersekolah di sekolah yang sama dengan member EXO K lainnya. Entah darimana murid-murid SOPA mengetahui bahwa ada 1 member EXO K yang resmi bergabung dengan sekolah yang sangat terkenal itu. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah banner-banner yang bertuliskan ucapan selamat datang sehun, selamat datang EXO K.

Disaat 5 member EXO K lainnya sibuk untuk menghindar dari kerumunan perempuan-perempuan yang sekarang sudah mengelilingi mereka dengan ganas, Kai sendiri yang sekarang sibuk dengan penglihatannya.

Apakah aku salah lihat?

Apakah ini semua hanya ilusi?

Atau ini semua adalah fiksi?

3 kalimat diatas berngiang-ngiang di kepala nya saat matanya menangkap sesosok perempuan dengan tubuh mungil dan senyum yang sangat mematikan, bagi kai.

Perempuan yang berhasil membuat member EXO lainnya tidak berhenti menggodanya.

Perempuan yang berhasil membuatnya tersenyum di setiap 7 hari dalam 1 minggu.

Perempuan yang berhasil membuatnya mengingat senyum manis saat fansigning 24 jam dalam 1 hari.

Perempuan yang berhasil membuatnya melupakan akal sehatnya 3600 detik dalam 1 jam.

Perempuan yang berhasil membuatnya tidak berhenti memikirkannya sejak saat mereka bertemu,

Dan hati kai semakin yakin bahwa perempuan itu adalah perempuan yang Ia temui di fansigning saat itu, karena ia berada di pinggir ruangan, terpencil, memandanginya sambil tersenyum dan meneriaki nama kai walau dengan volume yang kecil.

Bukankah itu berarti perempuan itu fansnya? Bukankah itu awalan yang baik untuk memulai segalanya? Kai tersenyum puas.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Eunmi mengusap pelan matanya. Sekarang ia mengerjap-ngerjapkan matanya saat menyadari ada dua bungkus coklat dihadapannya. Selain coklat, disana juga ada selembar kertas coklat dengan beberapa tulisan diatasnya.

“ Sesuatu yang manis juga bisa membuat beberapa kejadian manis. Ingatkah saat kau memandangku dari kejauhan sambil tersenyum? Manis sekali. “

Eunmi yang baru saja terbangun dari tidurnya di meja kantin kembali mengerjap-ngerjapkan matanya saat menangkap tulisan-tulisan yang dia baca.Mwoya? Apakah semua ini dikerjakan oleh para sasaeng fans aneh itu?Batinnya dalam hati.

Eunmi menyambar kasar 2 bungkus coklat yang ada di meja kantin dan dengan cepat menuju ayunan di taman untuk menikmati coklat-coklatnya. Ia sama sekali tidak peduli dari siapa coklat itu. Dari sasaeng fans pun ia tidak peduli, sekalipun coklat-coklat itu sudah tercampur oleh racun. Kalau memang Ia sudah ditakdirkan untuk mati, ia tak bisa menghindar lagi. Bukankah begitu?

Eunmi membuang pembungkus coklatnya dengan kasar, kemudian mulai mendekati batangan coklat yang terlihat sangat enak itu. Mulutnya mengunyah dan mencerna coklat-coklat yang sudah masuk dalam mulutnya. Coklat ini benar-benar enak sekali. Sungguh. Ia bahkan bersumpah tidak akan berhenti mengunyah coklat didepannya sekalipun ada racun didalamnya.

Eunmi baru saja ingin mengunyah coklat nya untuk kedua kalinya saat tiba-tiba seseorang mendekati wajahnya kearah coklat yang ada di tangan kirinya dan menggigit coklat di hadapannya.

Wajahnya benar-benar dekat dengan wajah eunmi sampai-sampai berhasil membuat wajah eunmi memerah dengan sempurna. Eunmi memberanikan dirinya untuk membelokkan bola matanya ke sebelah kirinya untuk mengetahui siapa yang berani memakan coklatnya tanpa seizinnya.

Saat Ia membuka matanya, matanya bertatapan dengan dua bola mata yang agak kecoklatan dengan tatapan tajam.

Pemilik kedua bola mata yang indah itu adalah seorang lelaki.

Lelaki tersebut lebih tinggi darinya.

Lelaki tersebut sekarang sedang tersenyum manis padanya.

Dia tersenyum sambil memasang muka tanpa rasa bersalahnya.

Dan saat Eunmi sepenuhnya menyadari siapa dia, hati nya lagi-lagi berdebar tidak karuan.

Sekarang laki laki bernama Kim Jong In, yang lebih akrab dipanggil dengan Kai, sedang duduk diayunan disebelah kiri Eunmi. Mulutnya masih menempel pada batang coklat yang sudah mulai melumer di genggaman eunmi, dan kedua bola mata mereka masih tetap beradu seakan-akan tak ingin mengakhiri kejadian ini.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Kai baru saja mengakhiri kelasnya hari ini. Ia baru saja berniat menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya lalu segera pulang ke dorm. Saat Ia melewati taman di SOPA, sekolahnya, matanya terpaku pada seorang perempuan yang sedang asik melahap coklat yang terlihat sangat menggoda Itu.

Kim Eunmi.

Entah sejak kapan, mungkin saat matanya menangkap sosok eunmi, akal sehatnya mulai tidak bekerja lagi. Tubuhnya bergerak sendiri tanpa diperintahkan menuju kearah eunmi. Entahlah apa yang membuatnya berani menghadapi perempuan yang baru saja ia buat menangis kemarin tanpa disengaja, tapi ada beberapa hal yang kai tau.

Tubuhnya tidak bisa lagi menahan untuk tidak kearahnya.

Matanya sudah tak sabar untuk beradu tatap dengannya.

Otaknya sudah tak sabar merekam wajah perempuan itu yang akan kaget melihat kai.

Dan hatinya, yang sudah sejak lama ingin merasakan debaran-debaran yang cepat dan tidak karuan.

Dengan berani ia menghampiri eunmi, dan sekali lagi akal sehatnya mulai tidak berfungsi lagi. Wajahnya mendekat kearah eunmi dan mulutnya  memaksanya untuk mengunyah coklat yang ada di genggaman eunmi. Dan sekali lagi, Kai tersenyum puas saat menyadari ia baru saja berhasil melakukan hal gila diatas.

Bagaimana tidak, persis setelah kai melakukan hal gila tersebut, ia bisa mendapatkan tatapan mata yang dalam memandanginya tidak percaya. Ia berhasil melihat wajah perempuan itu yang sangat shock. Dan yang pasti, ia bisa merasakan hatinya sedang berdetak tidak karuan.

“ bukankah kejam sekali, makan makanan enak tapi tidak membaginya kepada orang lain? “ kai duduk di ayunan di samping Eunmi. Mulutnya masih tidak berhenti melahap coklat yang mulai lumer di genggaman eunmi, dan matanya masih tetap menatap eunmi.

Eunmi masih memandangi Kai tidak percaya. Tunggu sebentar, dibandingkan terkejut dengan kai yang tiba-tiba datang menghampirinya, Ia lebih terkejut lagi saat mengetahui kai memakan coklat yang baru saja ia gigit.

YA! Bukankah artinya kita baru saja berbagi makanan? Bukankah ia baru saja men….cium…ku secara tidak langsung? Batin eunmi.

“ K..Ka…Kau…. baru saja memakan ini? “ Eunmi menunjuk coklat di tangan kiri menggunakan telunjuk kanan nya sambil tetap memandang kai tidak percaya.

“ Yup. “ Kai menjawab cuek dan masih tetap memandangi eunmi. Entah kapan mereka akan melepaskan tatapan mereka satu sama lain.

“ kenapa? Kau tidak suka? Kau marah? “ kai menjauhkan wajahnya dari coklat tersebut, berhenti mengunyah coklat-coklat itu, dan mulai menjilat sisa-sisa coklat yang menempel dimulutnya dengan ujung lidahnya.

“ ti…tidak. tidak papa. Kau mau? Aku masih punya satu. “ Eunmi merogoh tas nya dan mencari keseluruh penjuru tasnya. Dimana coklat itu berada? Kenapa disaat ia dibutuhkan coklat itu malah menghilang?

“ tidak. Aku tidak begitu suka coklat. Kau, makanlah coklat itu. Lihatlah coklat itu sudah mulai lumer dan mengotori tanganmu. “

Dan entah mengapa, eunmi tetap saja melahap coklat dihadapannya.

Dan saat menyadarinya, kai tersenyum lagi.

1-1, bukankah artinya aku dan dia resmi berciuman secara tidak langsung?Batinnya, lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya.

 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

“ Mianhae, Kemarin aku meninggalkanmu. “

Kai mulai membuka pembicaraan, bukan awal yang baik memang, tapi jauh lebih baik daripada mereka berdua membisu. Bayangkan, sedari tadi perempuan itu masih saja asik melahap coklatnya yang sudah hampir habis.

“ mianhae? Ah gwaenchanna. “ eunmi melanjutkan kegiatannnya. Yah, walaupun dirinya tidak benar-benar baik kemarin.

“ Kau yakin? Ku dengar dari yang lain kau menangis kemarin. Apakah itu salahku? “ Kai bertanya hati-hati, berusaha untuk tidak menyakiti perasaan eunmi yang bisa saja teringat lagi dengan masa lalunya itu.

“ em. Bukan karena kau. Sungguh. Hanya…. teringat… akan sesuatu. Hanya itu. “ senyum kecil tergambar di bibir mungil eunmi.

“ memang, ada apa dengan.. masa lalumu? “ beberapa detik kemudian saat kai menyadari ia baru saja melontarkan kalimat itu, ia sangat-sangat menyesal. Sejak kapan ia jadi seperti ini? Sejak kapan ia jadi ingin mengetahui urusan orang lain?

“ hmm. Panjang. Dan… yang pasti cukup suram. Yang pasti tidak menyenangkan. “ Eunmi melempar bungkus coklat nya persis kedalam tempat sampah.

“ ceritakan, meskipun membutuhkan seumur hidup bagimu untuk menceritakan hal itu padaku, aku akan tetap mendengar dan menunggu. “ kai menatap eunmi dalam-dalam. Sekarang ia sudah tidak sabar untuk mengetahui semua detail masa lalu eunmi yang sudah sangat ingin ia ketahui semenjak member EXO K membicarakan tentang hal itu di dorm.

“ Kenapa kau ingin tahu tentang masa laluku? “ bukan jawaban, yang ada hanyalah pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil eunmi. Entahlah, bagi eunmi Ia harus mengetahui apa alasan baginya supaya dapat menceritakan hal-hal itu pada Kai.

“ karena….. “

“ karena aku, peduli padamu. “

Eunmi pada akhirnya luluh juga dan berniat untuk menceritakan masa lalunya, saat menyadari mata kai menatapnya dengan serius, dan  yang pasti bagi eunmi, Kai adalah orang yang tepat baginya untuk menumpahkan segala masalahnya, sekarang sudah saat nya ia mulai terbuka akan masa lalunya, dan mulai memandang ke depan ke masa depannya.

Dan entah mengapa juga, eunmi merasa Ia cukup puas saat mendengar jawaban dari Kai.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

“ aku, dulu sempat berpacaran dengan seorang idol. Yah ibaratkan saja bahwa dia seperti dirimu, diidolakan disini. Saat itu aku masih tinggal di busan dan belum pindah ke sini. Tidak perlu kusebutkan siapa dia, yang pasti dia senior ku. Kau pasti tau, pasti ada fans disekeliling artis, dan sialnya, aku bertemu dengan salah satu sasaeng fans yang benar-benar gila, dan yah…. begitulah. Mereka terus-terusan menggangu ku, dan berkali-kali mencoba melukaiku. “ terdengar helaan nafas tak lama setelah Eunmi menyelesaikan kata-katanya.

“ bukankah ada pacarmu? Neoye NamchinEodisseo? “

“ aku pernah…. menemukan fotonya dengan 2 sasaeng fans yang terus mengganggu ku, difoto itu dia… sedang berciuman dengan salah satu fansnya itu. “

“ lalu? “

“ aku… saat itu juga kepalaku memanas. Aku tak bisa berpikir dengan baik. Sempat aku berpikir akan menghampirinya, memaki-makinya. Tapi saat itu juga aku sadar, apa gunanya aku melakukan semua itu? Apakah ia akan meminta maaf padaku? Yang ada hanya aku yang akan terpojokkan, bukankah begitu? “

“ hmm. Aku ingin tahu apa yang dilakukan sasaeng fans itu padamu. “ Kai sekarang benar-benar tertarik dengan percakapan ini. Sebagai salah satu idol, Ia harus tau bukan apa yang dilakukan oleh para fans diluar sana?

“ kau ingin tahu? “

“ hmm. Ceritakan selengkap mungkin. “

“ ya mereka sempat mencoba melepar Vas bunga dari lantai 2 tepat diatas kepalaku, sempat suatu kali pot itu jatuh diatas kepalaku, dan karena itu, ada 5 jahitan disini. “ eunmi menunjuk kepalanya dengan jari telunjuk kanan nya.

Kai benar-benar benci mendengarnya.

“ mereka juga pernah menyembunyikan meja dan kursiku, dan melemparkan sampah ke tempatku, lalu mencibirku, aku terdengar rendah sekali bukan? “ suara eunmi mulai bergetar. Ia mulai tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

Kai sudah mulai menunjukkan wajah tidak sukanya.

“ buku-buku ku bisa berubah menjadi abu dalam hitungan jam, bukankah itu menakjubkan? “

Tunggu, bukankah ini kelewatan? Batin kai.

“ aku bahkan sudah berkali-kali menemukan kumpulan paku payung di dalam sepatuku. Aku juga sudah bosan merasakan sakitnya tertusuk paku payung, aku bahkan bersyukur, bukankah karena hal itu aku jadi lebih teliti dan hati-hati? “

“ cukup. Aku benci mendengarnya. “ kai melepaskan genggaman tangannya dari rantai ayunan. Ia langsung menghampiri Eunmi dan memeluknya.

Eunmi langsung merasakan rasa panas di kedua pipinya.

“ aku bahkan lebih benci lagi saat tau kaulah yang merasakannya. “ Kai mempererat pelukkannya. Ia langsung melihat keatas kepala eunmi dan mengelusnya pelan. Bagaimana mungkin Ia ternyata pernah melalui masa lalu yang seburuk ini, disaat ia tersenyum lepas disetiap hari-harinya?

“ aku juga benci saat kau bilang untuk menganggapnya adalah diriku, karena aku tak akan mau ada disisinya, dan membuat kau merasakan hal-hal itu. “

“ dan aku juga tidak akan pernah menyia-nyiakan mu, sekali aku memilikimu. “

Kai mengecup pelan kepala eunmi, berharap luka-lukanya bisa hilang hanya dengan begitu. Tapi Kai sama sekali tidak menyadari bahwa tindakan nya itu berhasil membuat eunmi merasakan panas disekujur tubuhnya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Suho baru saja bergegas menuju kelasnya untuk bertemu dengan member EXO K lainnya yang sudah menunggu dirinya. Tapi tiba-tiba langkahnya berhenti saat menemukan sebuah pemandangan yang menurutnya rugi untuk di lewatkan.

Bukankah Itu….. kai dan eunmi? Batin suho.

Suho segera mengeluarkan ponsel nya dari saku celananya, menekan beberapa angka di layar ponsel touch screennya, lalu kemudian menempelkan ponsel di telinga kanannya. Ia menghentak-hentakan kakinya sambil menunggu suara seseorang yang ia tunggu-tunggu.

“ Ya, sehunnie, cepat kesini, di taman sekolah, kita bertemu di balik pohon besar di dekat pintu kantin, arraseo? Jangan sampai kai melihat kau. Ah jangan lupa ajak yang lainnya juga. “ suho mengoceh-ngoceh tanpa henti pada sehun yang ternyata sedari tadi ia tunggu suaranya.

Suho mengunci ponsel nya dan mengembalikkannya ke tempat semula, saku celananya saat mendapatkan jawaban yang Ia harapkan dari sehun. Ia lagi-lagi menghentak-hentakkan kakinya sambil menunggu sehun dan lainnya datang kesini. Tiba-tiba mulutnya terbuka kecil saat melihat kai menggigit coklat yang ada di tangan eunmi. Saat itu juga terdengar suara “omo”.

“ ya hyung, ada apa sampai kau menyuruh kami datang kesini? “ baekhyun berteriak saat tau Ia harus berjalan lagi. Bukankah menyusahkan sekali sampai ia harus berjalan hanya untuk bertemu leadernya itu?

“ sstt. “ chanyeol menutup mulut baekhyun. Baekhyun sadar ia harus mengecilkan volume suaranya saat melihat pemandangan di hadapannya.

“ kau tahu? Kai tadi baru saja memakan coklat itu. Coklat itu sebelumnya sudah di makan oleh Eunmi. Dan sekarang eunmi memakan coklatnya lagi. Berarti mereka…. “ suho menunjukkan muka usilnya sambil membeberkan kejadian yang ia lihat beberapa detik yang lalu.

“ omo “ sehun menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dilanjutkan dengan Jiyoon yang ikut membulatkan mulutnya. Jiyoon juga ikut dengan member EXO K lainnya, ternyata.

“ memang kenapa? “ D.O memasang muka polosnya. Apa yang salah dengan makan coklat bersama, bukankah berbagi itu baik?

“ pabo D.O “ suho menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya dengan kebodohan D.O

“ itu artinya, mereka berciuman secara tidak langsung, hyung. “ Sehun ikut-ikutan mendecakkan lidahnya, tidak percaya bahwa D.O sama sekali tidak mengerti.

“ a a a ~ “ baekhyun dan chanyeol berkata bersamaan, yang artinya mereka mengerti apa yang suho maksud.

“ jadi kalian berdua tidak mengerti apa yang kumaksud? Ya! Jinjja ternyata kalian berdua sama saja! “ Suho mendecakkan lidahnya sama seperti sehun, ternyata D.O tidak sendiri, ternyata dua makhluk lain yang sedari tadi memasang muka polos mereka juga tidak mengerti apa yang dibicarakan sedari tadi.

“ Kai memeluknya. “ D.O membuka suaranya, dan kata-katanya tersebut berhasil membuat Jiyoon, Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol yang sedari tadi tidak memperhatikan pemandangan didepan mereka, segera mengalihkan mata mereka ke arah kai dan eunmi berada.

“ dan sekarang Ia mencium kepalanya. Aigoo. “ suho menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan pemandangannya. Kai benar-benar sudah tumbuh dewasa sekarang.

“ aku mungkin sudah meleleh jika aku ada di posisi eunmi. “ sehun membayangkan dirinya ada diposisi eunmi, tapi seketika menggeleng saat mengingat masa lalu eunmi.

“ anni, sehunnie. Eunmi hanya milik kai. Kai hanya boleh menjadi milik eunmi. “ Jiyoon memajukan bibirnya saat mendengar sehun yang sedang membayangkan dirinya ada di posisi eunmi.

“ dan aku, hanya milikmu “ kata-kata singkat yang cukup membuat Jiyoon merona terlontar dari bibir sehun. Sehun memeluk Jiyoon dan mengelus rambut hitam Jiyoon yang sekarang ada di pelukkannya. Sedangkan D.O, Suho, Baekhyun, dan Chanyeol hanya bisa menggeleng dan tersenyum saat menyadari kedua member mereka yang ada di line yang sama, 94 Line, sudah tumbuh dewasa.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

“ Cih, wanita itu siapa? Berapa kali ia mendekati kai? “

“ entahlah, apa yang ia perbuat sampai kai sedekat itu dengan dirinya? “

“ bukankah wanita itu sudah kelewatan? “

“ dan bukankah Ia layak diberi ‘hadiah’ ? “

2 wanita yang sedari tadi bersembunyi di balik semak tersenyum puas saat salah satu dari mereka, dan juga merupakan pemimpin kelompok mereka, memberi mereka ide untuk memberi ‘hadiah’ untuk wanita yang sedari tadi ada dengan kai.

 

TBC

Credit: sehunly

 

Iklan

11 pemikiran pada “Today, Our Love Begin (Chapter 3)

  1. OMO!!! Seru banget thor ffnya! Kasian banget si eunmi.
    Sadis banget deh sasaeng fansnya, coba kalo mereka yg ada di posisi eunmi huh..
    Hehe jadi kebawa emosi nih thor wkwk
    Cepet di lanjut ya thor, jangan lama lama ya, udah ga sabar banget baca kelanjutannya soalnya hehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s