XOXO (Kiss and Hug) The Series (Growl-Sehun ver)

Xoxo (kiss and hug) the series (growl-sehun ver)

Author: laelynur66

Main cast: Oh Sehun (exo)

            Park Hyesoo (oc)

Support cast: all member Exo

Length: chapter or Series (?)

Genre: romance, friendship

Rating: PG-15

 

Author note: ff ini author namain the project xoxo the series, maksud authornya sihh gini, dalam album exo xoxo itu kan ada 13 lagu, sementara member exo sendiri terdiri dari 12 orang, so tiap lagu mewakili tiap member exo dengan cerita mereka masing-masing sedangkan satu lagu yang lebih itu merupakan epilog atau sambungan dari tiap cerita sebelumnya, jadi kalo ada yang merasa salah satu cerita sedikit ngambang maka lanjutannya ada di judul lagu yang terakhir.gak ngerti? Authornya juga ga ngerti!!!

 

FF INI PUNYA AUTHOR!!!!

PhotoGrid_1381153088620 

**************************************************************************

 

Menjadi magnae di Exo itu terkadang aku berpikir ada enak dan tidaknya juga. Salah satunya adalah saat sekarang, saat aku sendiri sama sekali tidak tau di mana langkah kakiku membawaku. Walaupun tak bisa kupungkiri semua ini adalah kesalahanku sendiri, memakan makanan milik Luhan hyung tanpa seijinnya. Hey, aku biasa melakukan itu dan biasanya Luhan hyung tidak marah sama sekali entah setan apa yang merasukinya hingga tega membentakku seperti itu hanya karena sekantong keripik. Parahnya lagi Luhan hyung menyuruhku menggantinya dan mau tidak mau aku harus melakukannya.

Entah sudah berapa jauh aku berjalan, tidak ada satu tokopun yang menyediakan keripik seperti itu. Aishhh, ini di manapun aku sama sekali tidak tau. Sejauh apa jarakku dengan dorm sekarang? Kalau ada yang mengenaliku bagaimana?Kurapatkan hodie di kepalaku, menutupi wajahku.Tempat ini terasa asing bagiku, walaupun banyak orang yang berlalu lalang, tetap saja aku merasa tidak aman.

Aku lelah kurasa aku harus beristirahat, sebentar saja. Kusapukan pandanganku ke seluruh penjuru, cukup ramai dan ada beberapa kursi taman. Aku berjalan ke arah salah satu kursi yang kosong, membanting bokongku di sana dan menyandarkan punggung pada sandaran kursi. Aku mendesah perlahan. Kurogoh sakuku menggapai ponselku saat kurasakan benda itu bergetar pertanda sebuah pesan masuk

From: deerhyung

Sehun-ah, mianhae aku memarahimu, sekarang kau kembalilah.Aku hanya sedikit emosi tadi.

Aku mendesah pelan,  sudah kuduga ini akan terjadi. Sekarang bagaimana caranya aku kembali? Hal yang paling mungkin adalah berjalan kembali melalui jalan yang ku lalui tadi, aku terdiam sejenak.Apa yamg harus kulakukan sekarang? Menghubungi para hyungku agar menjemputku kemari tapi harga diriku terlalu tinggi untuk melakukan itu atau diam saja di sini menunggu seseorang yang akan menolongku? Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? Baiklah, mari berpikir sejenak. Ku tumpukan daguku di tanganku yang menumpu pada pahaku, tanpa sengaja, mataku menatap seorang yeoja yang duduk tidak jauh dari tempatku. Aku terus mengamatinya, kurasa dia mabuk karena samar-samar aku mendengar mulutnya meracau kata-kata yang sama sekali tidak mampu diserap otakku. Aku terus menatapnya takjub, lalu tanpa sengaja pandangan kami bertemu, yeoja itu memicingkan matanya ke arahku lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku tertegun, dengan pencahayaan yang minim aku dapat melihat betapa manisnya wajahnya itu, oke ini memang sedikit berlebihan tapi aku benar-benar berkata jujur. Aku terus menatapnya, yeoja itu kembali mengalihkan pandangannya ke arahku lalu memicingkan matanya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku tersenyum dan terus memandangnya. Lalu, yeoja itu kembali menatap ke arahku memicingkan matanya lalu mununjuk ke arahku.Aku terkejut saat yeoja itu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arahku.

“Apa yang di lakukan anak kecil sepertimu di luar rumah malam hari seperti ini?” bentaknya dihadapanku. Aku tertegun, apa? Anak kecil?Anak kecil? baru aku akan membuka mulutku membalas perkataannya, yeoja itu menghempaskan tubuhnya di sampingku, lalu menangis tersedu-sedu. Apa apaan ini? Pikirku dalam hati.Beberapa orang lewat menatapku curiga, aku panik.

“hey, hey, hey!” panggilku sambil menjawil-jawil pundaknya. Bukannya reda tangisnya semakin menjadi-jadi.

“hey, apa yang terjadi? Kenapa kau?” tanyaku panik.Yeoja itu memandangku sekilas lalu menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya kembali menangis.

“aku tidak tau apa masalahmu, tapi bisakah kau berhenti?” pintaku panik.

“huaaaaaaaa tega sekali kau Han Jaewoo brengseeeek”  tangisnya semakin menjadi. Han jae woo? Siapa dia?Ku hembuskan nafasku pasrah. “terserah kau sajalah!” desahku.

Setengah jam waktu yang yang digunakannya untuk menangis, selama setengah jam pula orang-orang  yang lewat menatapku seolah aku ini pria brengsek.Sebenarnya bisa saja aku bangkit dari dudukku dan meninggalkannya sendirian tapi perasaan tidak tega begitu menggangguku.Yeoja itu masih tersedu-sedu di sampingku syukurlah. Setidaknya tangisnya sudah sedikit mereda.

“agashi?” tegurku. Yeoja itu menatapku dan kembali memicingkan matanya.

“siapa kau?” tanyanya sarkastik. Ku pautkan kedua alisku menatapnya heran.

“agashi, apa kau mabuk?” tanyaku lalu melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya.

“ani, aniya! Aku tidak mabuuk!” sergahnya.Bohong, dengan sangat jelas aku bisa mencium aroma soju dari mulutnya.

Yeoja itu bangkit dari duduknya lalu berdiri di hadapanku, “anak kecil di mana rumahmu?Apa yang kau lakukan di luar? Ayo pulang, aku akan mengantarmu!” racaunya sembari mengulurkan tangannya di hadapanku.Aku bangkit dari dudukku, bediri tepat di hadapannya.

“apa aku terlihat seperti anak kecil?” tanyaku sedikit tersinggung.

“aniya, kau terlihat seperti anak hilang!” jawabnya polos. “tapi kau lumayan tinggi juga!” tambahnya. Baiklah, yeoja di hadapanku ini positif mabuk.

“kalau kau tidak mau kuantar, baiklah! Anneyeong!” serunya lalu berjalan sempoyong meninggalkanku.

Entah apa yang merasukiku, dengan santainya ku langkakan kakiku mengikutinya. Memperhatikan setiap hal yang dilakukannya dan jika seseorang menatapnya heran aku buru-buru tersenyum pada orang itu.Ku rasa yeoja ini harus membayar mahal untuk ini.Aku seorang Oh Sehun magnae Exo idol group terkenal di seluruh dunia mau mengikutinya seperti ini.Baiklah ini berlebihan.

Aku terus mengikutinya dengan berjalan beberapa langkah dibelakanngnya dan terkadang terkikik geli saat yeoja itu tidak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya, atau saat dia meracau tidak jelas.Di ujung jalan yeoja itu berbelok ke arah kiri menuju sebuah flat kecil diujung jalan.Aku terus menatapnya sampai sosoknya menghilang dari pandanganku.Sekarang saatnya kembali ke dorm, tapi aku tersadar bagaimana caranya aku kembali?

“HYUNG!!JEMPUT AKU SEKARANG JUGA!!!!” teriakku di ponselku.

 

Dorm Exo..

“sehun-ah, mianhae!” entah sudah berapa kali Luhan hyung mengatakan itu padaku, tapi aku sama sekali tidak menggubrisnya. Marah? Aku sama sekali tidak bisa marah padanya, Luhan hyung sudah terlanjur mendapat lebel hyung-kesayangan dariku. Aku hanya lelah saja sungguh.Tiba-tiba aku mengingat kembali yeoja tadi dan tanpa ku sadari bibirku membentuk lengkungan, aku tersenyum.Semoga kita bisa bertemu lagi agashi.

“Baiklah, jika kau tidak mau memaafkanku, tidak apa. Tidurlah!” ucapnya lalu pergi meninggalkanku.

“hyung!” panggilku. Bisa kurasakan Luhan hyung berbalik.

“hyung. Gomawo!” tambahku.

“untuk?”

“kau tidak perlu tau! Selamat malam hyung!”

“sehun-ahh!” seseorang memangggil namaku dan menggungcang-guncang tubuhku. Perlahan kubuka mataku lalu menggeliat di atas kasur.

“sehun-ah. Kau tidak sekolah? Ini sudah jam berapa?” Ku hentakkan selimut yang menutupi tubuhku, kulihat Kyungsoo hyung berjalan ke arah jendela kamarku dan menyingkap tirainya.Mataku menyipit ditimpa cahaya matahari yang berlebihan.

“kenapa kau masih di sini? Cepat mandi sana!” titahnya sembari melipat selimut yang teronggok di kasur.

“ne, eomma!” seruku lalu menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi.

“aihhh, bocah! Berhenti memanggilku eomma!” samar-samar masih kudengar teriakan kyungsoo hyung dari luar.

“selamat pagi hyuuung!” sapaku pada hyung-hyungku yang memadati ruang makan dorm kami. Kulihat hanya kris hyung yang menanggapiku dengan senyum.Yang lainnya sibuk dengan urusannya masing-masing.Kulirik Luhan hyung yang sibuk memperbaiki seragam sekolahnya dan kemudian membantu tao merapikan dasinya.Sebuah piring berisi sandwich disodorkan di hadapanku membuatku mengalihkan perhatianku dari Luhan hyung.

“sarapan dulu Sehun-ah!” tawar Kyungsoo hyung. Aku tersenyum padanya dan mencomot sepotong sandwich.

“sehun-ah, dasimu tidak rapi!” seru Luhan hyung yang entah sejak kapan sudah ada di sampingku lalu mengulurkan tangannya ke arah dasiku.

“selamat pagi hyung!” sebuah suara serak terdengar dari belakangku. Aku menoleh dan melihat Jongin yang sedang menguap sembari mengancing seragamnya dengan mata terpejam. Aku bersumpah wajahnya sangat cute saat melakukan itu tapi akan lebih cute lagi jika kulitnya tidak selegam itu. Lalu terdengar suara gaduh di belakang  Jongin, terdengar seperti orang yang sedang berdebat tidak salah lagi, mereka Baekhyun dan Chanyeol hyung entah Mereka berdebat apa, aku hanya mendengar sedikit tentang blazer sekolah.

Aku belum memperkenalkan mereka ne? mereka itu hyungku di group Exo. Aku menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri.Kami bersama-sama sudah hampir sepuluh tahun sejak awal traine sampai saat kami debut sekarang. Di ujung sana yang tampak sibuk dengan ipad di tangannya itu Suho hyung wajar saja dia begitu serius dia sedang mengamati jadwal kami selanjutnya lagi pula itu memang tugas seorang leader di groupkan?Lalu, di sampingnya namja cool dengan tinggi badan fantastis tapi sangat mencintai boneka itu Kris hyung, wajar saja dia blasteran Cina-Kanada.Lalu yang wajahnya sangat imut mengkhianati usianya itu Minseok hyung, kami memanggilnya Xiumin. Namja dengan lingkaran hitam di matanya -tapi menurut itu keren- dan dengan karisma yang terpancar ke mana-mana itu adalah Tao hyung, lalu Lay hyung nama aslimya Yixing kulitnya emang pucat seperti mayat dia yang sedang sibuk dengan sarapannya. Jongdae hyung namja tampan tapi lucu itu sedang sibuk mengetes suaranya di sebelah Tao hyung.Kemudian, ah iya, Kyungsoo hyung. Dia eomma bagi kami, aku tidak bercanda, hanya dia yang bisa memerankan ibu rumah dengan baik dan benar di antara kami, dia yang setiap pagi membangun kami dan memasak sarapan, lihat saja dia memakai celemek dan berjalan mondarmandir mengantarkan sarapan di hadapan kami. Luhan hyung,-hyung yang paling ku sayangi-namja ‘tercantik’ di antara kami yang sedang duduk di sampingku ini. Lalu Jongin, aku malas memanggilnya hyung beda usia kami hanya bebarapa bulan saja, dancing macine dan visual di group kami, tampan, pandai menari, digilai para noona, sempurna, hanya saja dia memiliki kulit yang legam. Lalu Baekhyun dan Chanyeol hyung duo happy virus ini yang selalu bersama membuat kekacaun di manapun tapi sangat ampuh membuat mood kami kembali baik.

“sehun ah?” kenapa melamun?” Luhan hyung membuyarkan lamunanku.Aku menatapnya kesal. “aku tidak melamun hyung!” bantahku.

“cepat berangkat!” mereka sudah meninggalkanmu!” katanya. Dengan cepat ku sambar tasku dan berlari mencari sepatu yang diikuti oleh Luhan hyung.

“kalian tidak ke sekolah?” Tanyaku saat melihat para hyungku masih duduk ditempat mereka masing-masing.Suho hyung, Kris hyung, Minseok, Luhan dan Lay, menatapku bersamaan lalu menggeleng.

“wae? Tapi kalian memakai seragam kalian!”

“sooman ahjussi itu meminta kami menemuinya, setelah itu baru kami akan ke sekolah” Jelas minseok hyung. Aku hanya mengangguk lalu berlari keluar mengejar hyungku yang lain.

***

Aku berjalan dengan ringan menuju tempat mengajarku yang baru, baiklah sebenanya ini hanya untuk sementara, menggantikan temanku yang sedang cuti melahirkan.Aku Hyesoo, profesiku sebagai seorang pengajar.Aku menamatkan pendidikanku saat usiaku 23 tahun.Ku langkahkan kakiku dengan pasti memasuki gerbang mewah bertuliskan SM Internasional Art School. Membaca namanya saja orang tau bahwa sekolah ini memang cabang dari agensi terbesar di korea SM Entertaiment. Sekolah yang memang di khususkan untuk para artis yang jadwalnya padat, kurasa di sekolah ini bukan sekolah menentukan jadwalnya muridnya tapi para murid yang menentukan jadwal sekolah.Ini sangat berlebihan memang.

“guru Hyesoo?” panggil seseorang, aku berbalik seorang pria paruh baya dengan kemeja dan dasi tampak rapi dan berwibawa berdiri di belakangku.

“aku Lee Sooman!” aku tau betul nama itu, nama dari pemilik sekolah ini. Aku mengangguk lalu berjalan ke arahnya lalu mebukkan badanku memberi salam.

“aku tidak kau masih begitu muda, tapi ku harap kau bisa bekerja dengan baik!”
katanya dengan sangat wibawa. Aku tersenyum, “kau bias mengandalkanku pak!”

Aku menarik  nafasku perlahan dan menghembuskannya dengan perlahan juga sebelum memasuki ruangan kelas yang terdengar gaduh dari luar.

“ingat, hyesoo yang kau hadapi ini adalah selebriti bukan siswa biasa bukan mereka yang harus menyesuaikan diri denganmu tapi kau yang harus menyesuaikan diri dengan mereka”  perkataan temanku kembali terngiang.

Lalu tanganku memgang gagang pintu dan membukanya. Kulangkahkan kakiku memasuki ruang kelas ini.Ku rasa seluruh mata memandangku.Aku gugup, sangat gugup. Ku angkat wajahku menatap mereka satu persatu, tidak salah lagi  aku mengenali wajah-wajah mereka aku sering melihat mereka berwara wiri di televise.

“kemana Jihye-ssi?” Tanya seorang murid wanita dengan wajah cantik tanpa make up sedikitpun. Aku tersenyum padanya “beliau sedang cuti melahirkan!” jawabku.

“jinjja?” bagaiman kalau kita menjenguknya? Aku ingin sekali melihat seorang bayi!” teriaknya riang.

“sulli, bisakah kau jangan bertanya dulu? Dia pasti guru baru di sini, biarkan dia memperkenalkan dirinya!” seru seorang dari bangku belakang, seorang murid laki-laki denagn kulit seputih kapas dan tampan tentu saja dengan rambut blonde mencolok mata. Rasanya aku pernah melihatnya, tentu saja bukankah dia memang selebriti? Aku pasti selalu melihatnya di tv. Murid wanita itu menggembungkan kedua pipinya lalu kembali duduk.

“anneyeong haseyoo, aku Park Hye..” perkenalan diriku terinterupsi saat pintu ruang kelas terbuka dan masuklah 3 orang murid laki-laki dengan santainya, salah satunya menguap secara terang-terananan di hadapanku seragamnya tampak berantakan namun terlihat sangat keren, lalu yang satu lagi yang memiliki badan atletis sibuk mengutak atik ponselnya, sementara yang satu lagi mentapku dengan mulut menganga, herankah? Atau takjub? Entahlah. Aku terdiam mengamati mereka bertiga yang dengan santainya melewatiku begitu saja dan berjalan ke meja masing-masing melempar ransel mereka di meja lalu menghempaskan bokong mereka di kursi, seorang menelengkupkan wajahnya di meja kembali tidur yang satu masih sibuk mengutak atik ponselnyanya sembari mengangkat kakinya dan meletakkanya di meja, sementara yang satu lagi masih menatapku takjub.Ku hembuskan nafasku pasrah, bukankah memang ini konsekuensi yang harus ku terima?

***

Sepertinya dewi fortuna memang sedang berpihak padaku, tadi saat membuka pintu kelasku, aku melihatnya lagi. Aku melihat yeoja semalam, yeoja yang menangis di sampingku, tapi apa yang di lakukannya di sini? Dari awal memasuki ruang kelas  aku terus mengamatinya, tidak salah lagi itu memang dia. Aku tau dari caranya menatap sekelilingannya dengan memicingkan matanya. Namanya? Park Hyesoo. Dia guru pengganti sementar menggantikan Jihye ssi ynag cuti melahirkan. Sepanjang jam pelajaran ini aku terus tersenyum menatapnya, tidak kuhiraukan igauan Jongin disela-sela dengkurannya atau teriakan Tao hyung saat kalah dalam permainan gamenya. Aku hanya menatap guru Hyesoo, gerak-geriknya apa yng dikenakannya. Sudah ku bilangkan dia memang manis, pikirku. Setelan kemeja berwarna peach dengan celana berwarna senada tampak kontras dengan flat shoes berwarna merah terang yang dikenakannya. Rambutnya panjang bergelombang, proporsi tubuhya lumayan, dengan hidung lumayan mancung, mata nyaris bulat sempurna bibir tipisnya yang tampak seksi saat berbicara tampak  pas membalut wajahnya yang hanya disapu make up tipis. Aiisshh, apa yang ku pikirkan.

“hei, Sehun! Kenapa wajahmu mendadak berubah yadong seperti itu?” Jongin menepuk bahuku lalu mengamati wajahku seksama, sejak kapan dia terbangun?

“aniyaa!” sergahku. Jongin hyung menatap ke arah mataku, lalu membalik wajahnya mentap ke arah yang menjadi sorotanku, lalu mentapku dengan seringai lebarnya.

“apa yang kau pikirkan?” tanyanya dengan nada menggoda. Aku mengeleng kuat.

“bukankah Hyesoo-ssi tampak seksi?” aku mengangguk lalu buru2 menggeleng. Jongin terkikik

“jadi seleramu, noona-noona seksi seperti Hyesoo-ssi?” Tanya masih dengan nada menggoda.Kubekap mulutnya menggunakan tanganku.

“aishhh, aku tidak begitu! Nanti aku akan menceritakannya di dorm! Tidak sekarang!” jelasku, aku melepas bekapanku di mulutnya.

“hahhh, kau membuatku tidak bernafas” teriak jongin. Sontak satu kelas menoleh ke arah kami termasuk guru Hyesoo.

“ada apa?” Tanya guru Hyesoo lalu mengahmpiri kami.Aku menggeleng kuat, kulirik Jongin sedang tegrsenyum lebar ke arahku.

“aniya, gwenchana Hyesoo ssi!” ucapku gugup.

Hyesoo-ssi baru akan membuka mulutnya untuk berbicara saat bel tanda istirahat berbunyi. Aku menghembuskan nafas lega.

“jadi, apa yang akan kau jelaskan padaku?” Tanya Jongin  penasaran. Aku menatap sekelilingku, ini di kantin siswa lain sedang menyantap makan siang mereka. Kami bertiga sedang duduk di kelilingi makanan dan minuman yang teronggok di meja di hadapan kami. Chanyeol hyung, Baekhyun hyung, Jongdae hyung dan Kyungsoo hyung tidak bergabung bersam kami, tingkatan mereka di atas kami, mereka memiliki kantin sendiri.

“bukankah kubilang aku akan menjelaskannya di dorm?” kataku sarkastik.

“ohh, ayolahh!! Kami penasaran!” rengek Jongin.

“kami?” heranku.

“iyakan Tao hyung?” Jongin  menyenggol bahu kiri Tao hyung yang terus saja sibuk dengan ponselnya. Tao hyung menoleh sekilas lalu mengangguk. Demi tuhan, seperti dia tau saja apa yang sedang  kami bahas.

“kau taukan kalau semalam aku tersesat?” aku mulai bercerita,

“mwo? Tersesat?Kapan?” tanyanya bingung. Pletak, aku menjitak kepalanya.

“jadi kau tidak tau kalau semalam aku tersesat?” tanyaku emosi. Jongin  menggeleng. “apa yang kau lakukan semalam?” tambahku

“menonton, lalu aku tidur!” jawabnya dengan wajah polos.

“tao hyung, kau taukan kalo aku tersesat?” aku berbalik menatap Tao yang yang masih saja sibuk dengan ponselnya. Di mengangguk, “apa yang bisa kau banggakan dengan tersesatmu itu?”tanyanya.Aku mendengus sebal.

“sudahlah, lanjutkan ceritamu” pinta Jongin.

“semalam aku tersesat, lalu aku bertemu seorang yeoja mabuk dia manis hyung, sangat. Dan aku mengantarnya pulang..”

“kau mengantarnya pulang?” potong Jongin.

“aniya, aku mengikutinya berjalan pulang di belakang, bukankah itu sama saja dengan mengantar?”

“lalu?”

“tebak siapa wanita itu?” tanyaku penasaran.

“hyesoo-ssi?” tebak Jongin, aku menjetikkan jari di hadapanya. “lalu?” tambahnya.

“lalu dia menelpon suho hyung menangis ingin dijemput karena tidak tau di mana dia berada.” Tambah Tao hyung bercanda. Jongin tertawa Tao hyung tersenyum puas.Aku menelungkupkan wajahku pada meja, “aku tidak menangis!!!” teriakku.Tawa jongin hyung semakin keras.Aiisshhhhhhh.

“lalu apa yang akan kau lakukan? apa kau yakin dia masih mengingatmu?” cerca Jong in. Aku mengendikkan bahuku.

“ku rasa tidak, bukankah dia mabuk?” Tanyaku lebih pada diri sendiri.

“apakah ada sesuatu yang bisa membuatnya mengingatmu?”. Aku berpikir sejenak. Lalu tanpa ku sadarai sebuah senyum terkembang di bibirku.

***

Han jae woo sialaaan! Apa yang kau lakukan padakuuu!!!! Teriakku dalam hati.Ruang guru saat ini sedang kosong semua sedang menikmati makan siang mereka, hanya aku di sini dengan kepala tertelungkup di meja meratapi nasib percintaanku yang amat sangat buruk.

“hyesoo-ssi?” seseorang memanggilku.

“hmm? Aku tidak lapar aku tidak makan siang!!” jawabku tanpa mnegangkat wajahku.

“guru Hyesoo?” panggilnya lagi.

“bukankah kubilang aku tidak lapar!” bentakku sedikit emosi lalu kuangkat kepalake menatap seseorang yang memanggilku itu. Aku tercengang saat mendapati salah satu muridku sedang berdiri di sampingku menatapku dengan tersenyum. Oh Sehun, yahh namanya Oh Sehun. Sehun menarik kursi lalu duduk di sampingku dengan menyangga dagunya dengan tangannya yang tertumpu pada meja.Sehun mentapku dengan seksama.

“kau tidak mengingatku?” tanyanya membuka pembicaraan.

“apa? Ingat apa?” tanyaku sedikit canggung. Wajar saja, walaupun lebih muda dariku anak ini cukup tampan.

“semalam? Kau sama sekali tidak mengingatnya?” tanyanya dengan nada kecewa.

Semalam? Kalau tidak salah apa yang kulakukan? Mabuk! Aku mabuk semalam. Ku picingkan mataku saat menatapnya. Senyum lebar terkembang di bibirnya. “kau mengingatku?” tanyanya lagi. Aku menggeleng.

“semalam aku mabuk, tidak ada yang kuingat sama sekali” jawabku asal.

“kau berkata Han Jaewoo brengsek, lalu menangis dan memanggilku anak kecil!” Jelasnya sembari menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.

“ahh, kau bocah itu? Bocah yang mengikutiku sampai flatku?” seruku terkejut. Aku sama sekali tiak menyangka kalau bocah itu  ternyata anak ini.

“tepat! Kau mengingatku?” tanyanya lagi

“tentu saja!” seruku bersemangat.

“syukurlah” desahnya lalu menegakkan tubuhnya.

“lantas, kenapa kalau aku mengingatmu?” aku tau, aku tidak perlu bertanya seperti ini. Sehun kembali menyangga dagunya di meja dan menatapku intens.

“aku menyukaimu” bisiknya pelan. Aku terbatuk, “apa?” tanyaku lagi sambil mengorek kupingku.Apa dia bilang tadi?

“aku menyukaimu! Jadilah yeojachinguku guru Hyesoo!”

Apa aku sedang bermimpi? Apa yang terjadi padaku, ku pukul-pukul kepalaku sendiri, tapi sosok muridku dengan wajah tampannya yang sedang duduk di sampingku dan menatapku intens ini sama sekali tidak menghilang.

“tidak! Tidak mungkin! Jangan bermain-main denganku Oh Sehun!” kataku parau.

“aku serius, noona! Aku menyukaimu!” ucapnya dengan wajah serius.Aku menggeleng.Tidak mungkin.Aku berdiri dari dudukku.

“kau pikir berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menyukai seseorang?” tanyaku masih tidak percaya.

“satu detik kurasa!” jawabnya dengan santai.

“berapa usiamu?” tanyaku lagi.

“mm, Sembilan belas tahun?” jawabnya santai lalu berdiri berhadapan denganku. Ku akui tubuhnya cukup tinggi dibandingkan aku.

“aku 23 tahun! Aku lebih tua darimu!” kataku setengah berteriak.

“tidak apa, bukan akan sangat keren, cinta noonadongsaeng!” ujarnya lebih santai dari sebelumnya. Aku melotot, apa yang sedang dipikirkan anak ini?

“tidak, tidak, tidak!” aku menggeleng. “dan enyahlah dari hadapanku!”

“apa yang harus kulakukan agar kau mau noona?” Tanya dengan nada kecewa yang nampak jelas.

Ku hembuskan nafasku keras, kutatap kepala yang tertunduk pasrah itu.

“buatkan aku sebuah pelangi agar aku bisa melihatnya dimalam hari!” kata-kata meluncur begitu saja dari mulutku.

“sebuah pelangi?” gumamnya. Aku mengangguk. “di mana saja?” tambahnya. ”yah, di mana saja!” jawabku.

“kalau aku berhasil, kau akan menepati janjimu kan?” serunya kembali ceria.

“aku tidak janji!” jawabku santai.

“aisshhh,  kau tidak boleh begituu!” rajuknya.

“arra, aku akan menepatinya!” seruku. Aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya dengan perjanjian ini. yang cukup kusadari semua ini akan membawa bencana bagiku dan juga bagi siswaku yang sedang menatapku dengan senyum kekanakan di wajahnya itu. Dan lagi-lagi aku menghembuskan nafasku pasrah.

***

Aku berjalan keluar dari ruang guru yang sepertinya baru kali ini kumasuki demi noona Hyesoo.Aku tersenyum saat mendapati Jongin dan Tao hyung menungguku.

“bagaimana?” Tanya mereka bersamaan.

“tentu saja dia mengingatku.” Jawabku mantap

“lalu?”

“entahlah, dia menolakku!” jawabku lalu berjalan meninggalkan mereka.

“mwoo?” seru mereka dan menyusulku lalu berjalan di sisi kiri dan kananku. Bahkan Tao hyung menempelkan tangannya di keningku. “kau sakit?” tanyanya panik. Aku menggeleng.

“dia gurumu Sehun-ah!” pekik Jong in. “guru sementara!” ralatku.

“dia lebih tua darimu! Berapa usianya?” tanyanya masih belum bisa menerima.

“23, ku rasa!” jawabku asal.

“biarkan saja dia Jongin-ah, bukankah dia memang sangat terobsesi dengan cinta noonadongsaeng!”  kata Tao santai dan tersenyum padaku.

“tapi dia menolakmukan?” Jong in masih tidak percaya.

“yah, dia menolakku.tapi masih ada harapan. Dia memintaku membuatkan pelangi agar dia bisa melihatnya di malam hari!” kataku dengan nada menerawang.

“hahhh, lalu kau menyetujuinya?”

“tentu saja!” jawabku bersemangat.

“lalu apa yang akan kau lakukan?”

“entahlah! Tapi bisakah kalian merahasiakannya dulu?” pintaku. Mereka berdua mengangguk tanda setuju.

***

Iklan

38 pemikiran pada “XOXO (Kiss and Hug) The Series (Growl-Sehun ver)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s