Hate or Love (Chapter 2)

Title : Hate or Love (Chapter 2)

Author : starLinn (@StellaW_)

Genger : Romance, family, comedy (i hope.-.)

Rating : G

Main cast : Yoon Hagun (OC), Oh Sehun, Kim Jongin

Sub cast : Yoon Joonmyeon, Yoon Bora, Xi Luhan, ……

Length : Chapter

Annyeongg! Aku kembali dengan chapter 2!! WOOO, semoga readers tambah suka sama FF ini. Hati-hati, typo bertebaran dimana-mana. Ditunggu RCLnyaa

Happy reading all~ ^^

PYONGG!!

********

“Jadi dia anak keluarga Yoon?? Kelihatannya aku akan tersiksa nanti.” Ucap seseorang yang memperhatikan Hagun dari belakang pohon.

Chapter 2

 

“Kim Jongin cepat sedikit, aku tidak mau sampai terlambat!” Suruh Hagun sambil memukul punggung sahabatnya.

“YA! Bisakah kau tidak memukulku? Kau sudah menumpang bukannya berterima kasih malah menyiksaku.”

“Aishhh, sudah jangan banyak bicara. Ayolah, goes sepedamu lebih cepat.”

“Hahh… Baiklah tuan putri.” Jonginpun mengoes sepedanya dengan seluruh tenaga.

“YAAAA! KIM JONGIN!” teriak Hagun lalu memeluk Jongin dari belakang. Jongin hanya tersenyum dan terus mengoes sepedanya dengan kecepatan tinggi.

@Starship High School~

“Hagun, ini sudah sampai. Kenapa kau masih memelukku?” tanya Jongin yang terlihat sulit bergerak.

“Kau…mau membuatku mati, HAH?!?”

“Hey, siapa yang menyuruhku mengoes lebih cepat? Kau bukan? Sudah lepaskan pelukanmu ini. Jangan-jangan kau nyaman ya memelukku?” tanya Jongin sambil sedikit ber-smirk.

“Hah? Tubuhmu yang seperti kayu beduri, kau bilang nyaman?” Hagun melepaskan pelukannya pada Jongin dan menatapnya penuh emosi. Jongin yang melihat Hagun mulai naik darahpun, berlari meninggalkannya sendiri.

“Maaf Hagun, aku ingin ke toilet sebelum masuk kelas. Aku duluan ya! Jangan lupa kelas kita itu X-A bukan X-Z!”

“HAHA! Iya, silahkan Kim Jongin! X-Z katanya? Sejak kapan sekolah ini memiliki kelas sampai Z hmm???” ucap Hagun geram sambil meremas roknya

‘Jongin lihat saja kau!’ batin Hagun dengan death glarenya.

Disisi lain..

“Bora! Lihat siapa yang datang!” ucap Joonmyeon saat membukakan pintu untuk seseorang.

“Hmm? Arasso tunggu sebentar” Bora berlari menuju pintu dan

“Oh Sehun?!? Apakah ini kau?” tanya Bora yang terlihat terkejut.

“Ne ahjumma, aku Oh Sehun” jawab Sehun sambil sedikit menundukan kepalanya, sekedar memberi hormat.

“Omona, kau tampan sekali!”

“Ahh, gomawo ahjumma”

“Hey, kau tak pernah mengucapkan kata tampan untukku. Tapi kau mengucapkannya untuk Sehun?” tanya Joonmyeon, sepertinya dia cemburu.

“Yap! Memangnya kenapa? Kau itu sudah tua dan Sehun masih muda.”

“Apa hubungannya, eoh?”

“Yang muda pasti lebih tampankan? Sudah, ayo kita masuk Sehun” ajak Bora lalu menarik tangan Sehun.

“Ohh! Joonmyeon-ah tolong kau angkat barang-barang Sehun ke kamarnya.” Lanjut Bora.

“Ahh, ahjumma tidak usah. Aku bisa membawanya sendiri.”

“Hmm, Sehun sudah kau masuk saja. Perjalanan dari Busan pasti melelahkan bukan?”

“Tapi ahjussi-“ kata-kata Sehun terpotong karena Bora menariknya untuk masuk ke dalam.

*******

Hagun Pov

Huaahh, akhirnya aku bisa pulang juga. Aku sudah bosan berada dalam gedung terkutuk ini.

“Jongin-ah, mau pulang bersamaku?” tanyaku pada Jongin, sepertinya dia kesal padaku. Ya, mungkin karena aku mengambil dompetnya dan menjajankan uangnya dengan samauku. Salah sendiri dia menggoda dan meninggalkanku sendiri.

“Ya! Kau marah padaku, eoh?”

“Ani”

“Terus kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

“Sudahlah, kau pulang saja sendiri. Aku ada urusan, annyeong” pamit Jongin lalu berlari ke sepedanya dan pergi begitu saja.

“Aishh, ya sudah kalau kau tak mau pulang bersamaku.” Hagun berjalan keluar sekolah dan beranjak menuju rumahnya.

Jongin Pov

“Jongin-ah, mau pulang bersamaku?” tanya Hagun, aku hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanya. Entah perasaanku tak enak, aku ingin cepat-cepat pulang.

“Ya! Kau marah padaku, eoh?”

“Ani” aku benar-benar tidak marah pada yeoja ini. Walaupun dia mengambil dompetku dan menjajankan semaunya. Itu hanya masalah sepele untukku, biasanya dia melakukan hal yang jauh lebih buruk. Bayangkan dia pernah berpura-pura pingsan untuk menakut-nakutiku. Aku hampir menangis karenanya -_-

“Terus kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

“Sudahlah, kau pulang saja sendiri. Aku ada urusan, annyeong” pamitku lalu berlari menuju sepedaku yang terpakir rapi di dekat halaman sekolah. Dan langsung meninggalkan Hagun. Aku sebenarnya ingin berbalik tapi sepertinya lebih baik kalau aku pulang sekarang.

Normal Pov

Sepanjang jalan Hagun memikirkan Jongin. Dia tak pernah menolak ajakan Hagun untuk pulang bersama, sekalipun sedang marah padanya.

‘Ini kejadian yang cukup langka’ bantin Hagun.

Cklek.. Blam.. *ceritanya suara pintu –-“*

 

“Aku pulang!” ucap Hagun saat memasukki rumahnya.

“Dimana eomma dan appa? Aishh tega-teganya mereka meninggalkanku sendirian.” Hagun berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air. Saat ia hendak meminum airnya.

Srekk..Srekk..

“Roo? Apa itu kau?” Hagun membalikkan tubuhnya.

“AAAAAA!!!  SIAPA KAU??” tanya Hagun dengan teriakannya.

To Be Continue~

20 pemikiran pada “Hate or Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s