My Devil Handsome (Chapter 1)

MDH

My Devil Handsome

Author :

TinkerRose

 Riska normalita
@RiskaKAIIka

Judul : My Devil Handsome

 

Genre : Romance, Drama, School life, dan Marrid life.

Length :  Chapter 1

PG : 17+

Sudut pandang : Author dan Cast

Kunjungi Blog saya ^^ : http://tinkerrose.wordpress.com

Main Cast :

–          Park Jihyun (OC)

–          Oh Sehun (EXO-K)

–          Kim Taehyung (BTS)

–          Other

NB :

Annyeong!!!! Minka dateng!!! Kali ini saya membuat ff Chepter yang beda dari biasanya, Cast ffnya Sehun dan genrenya beda kali ini, okk kita cekidot aja yaa XD

SELAMAT MEMBACA

Pov Author

“Terimakasih, kalian mau memberi ku pilihan”
pria itu terlihat menundukan kepalanya, di hadapan ke dua orang yang bisa di bilang sudah berumur ini ia terlihat gugup. Di ruang tengah keluarga Oh sangat jarang terjadi hal seperti ini. bagaimana tidak, satu-sama lain tenggelam dalam kesibukannya masing masing.

“Kami yakin apa yang kamu pilih, adalah hal yang benar”

Pria paruh baya yang terlihat tegas itu menampakan wajah sangat serius. Ia sebenarnya menyimpan keraguan dari dalam dirinya, ia tidak percaya dengan keputusan yang baru di ambil putra sulungnya. Sang ibu terlihat tersenyum bangga, berbeda dengan suaminya, ia yakin kalau anak satu-satunya ini bisa melakukannya.

“Aku ucapkan terimakasih sekali lagi”

“Aku sebagai ayah mu saja, masih bingung menghadapi mu”

Pria itu tersenyum miring, ia mengangkat kepalanya dan memandang datar sang ayah. Ada raut kebencian di sana, pria itu tau kalau anaknya ini sangat membenci dirinya.

“Tapi ia yang bukan siapa-siapa tau cara menghadapi ku”

Api amarah begitu cepat tersulut dari dalam hati pria paruh baya itu, kalau tidak sang Ibu menepuk punggung Suami pasti anak itu sudah di pukul hingga berdarah.

Tuan Oh memang keras, ia menerapkan didikan keras bak tentara ketika umur anaknya menginjak remaja, seperti Yin-Yang dan Api-Air sang Ibu selalu menjadi penetral segalanya. Pria putih dan jakun ini pun mengalihkan matanya ke sang Ibu.

“Jadilah seorang Pria bertanggung jawab Sehun”

Pria jakun, tinggi, putih itu tersenyum lembut. Ia lalu memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya.

“Pegang janji ku”

“Ayah!!! Tunggu!!!”

Seorang gadis ber rambut panjang berlari tergesah-gesah, ia terlihat kesulitan berjalan kerena tali sepatunya tidak terpasang dengan baik. Sorang pria yang memakai jas dengan rapi hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

“Jangan berlari sayang! Nanti kamu jatuh!”

Gadis cantik itu hanya cengegesan, lalu matanya beralih cepat ke kotak makanan berwarna pink yang berada di gengaman wanita paruh bayanya itu.

“Itu punya ku kan?”

Setelah mendapat anggukan dan senyuman meneduhkan dari sang ibu, ia segera mengambil dan berlari menuju ayahnya.

“Ibu kami pergi dulu!”

Gadis itu melambai dengan raut penuh keceriaan. Gadis itu pun masuk ke dalam mobil bersamaa ayahnya, sang ibu hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kepalanya.

“Gadis itu selalu membuat suasana menjadi hangat”

“Sayang nanti kamu ikut ayah ke temu sama temen ayah ya?”

Gadis mungil itu mengerutkan kening ketika sedang memeriksa akun jejaring sosialnya, ia menatap pria paruh baya itu dengan tatapan heran. Ada rasa jangal dan aneh di pikirannya, sang ayah jarang mengajaknya bertemu dengan rekan kerjanya.

Ia juga menolak karena itu membosankan, kalian juga pasti akan ketiduran mendengar perencanaan proyek-proyek dengan bahasa-bahasa yang membingungkan dan menguras otak. Yaa Park Jihyun tidak suka itu, ia membenci hal yang berbau menguras tenaga otaknya.

“Aku tidak mau, Ayah lupa kejadian dua bulan yang lalu? Aku ketiduran saat kalian asik berbicara tentang End apa lah itu, yang jelas itu membosankan”

“Ini bukan bicara tentang proyek sayang”

“Jadi apa?”

“Ia adalah teman lama ayah, dan kami sudah sangat lama tidak bertemu”

“Dan ia ingin melihat ku?”

“Tentu, ia dulu pernah mengganti popok mu ketika umur satu bulan”

Gadis itu memandang ayahnya yang tertawa pelan dengan kesal kesal.

“Ayah itu privasi!”

“Tenang hanya kami berempat yang tau, ayah-ibu lalu ia dan istrinya”

Jihyun menghela nafas pelan lalu kembali fokus ke penselnya. Lalu matanya terhenti pada sebuh poto yang menurutnya menarik. Terlihat seorang pria duduk rapi sambil membaca buku berwarna putih, Jihyun merasa nyaman ketika menatap poto itu.

Dasar Iblis

Gadis itu mengerutu pelan, ia mulai memperhatikan lekukan wajah sang objek dengan perlahan. Mulai dari rambut, mata, hidung, dan … gadis itu menggeleng cepat. Jantungnya berdetak tidak menentu ketika melihat bibir sang objek. Bibir tipis dan mungil, begitu menggiurkan bagi Jihyun.

Ia iblis Jihyun! malaikat dan iblis tidak bisa bersama!

Ia memanyunkan bibirnya, lalu matanya beralih ke tulisan di bawah poto itu. Ia sudah menduganya kalau yang membagikan poto pria itu di jejaring sosial sekolah adalah fans club pria itu sendiri. Ia tau betapa menakutkannya fans mereka dan mengerikannya.

Setiap gerak gerik pria itu selalu jadi bahan hangat di Time line setiap jam istirahat. Pria itu? Ia tidak perduli, ia mengacuhkannya dan tidak berterimakasih kepada fans telah membuatnya tenar seperti member Boyband.

“Sudah sampai sayang”

Gadis itu tersentak pelan, ia segera mengambil tasnya di bangku belakang dan membuka pintu mobil. Sang ayah terlihat sibuk membenarkan rambut gadis kecilnya, sang empuhnya rambut tesenyum manis.

“Thanks Dady”

Sang ayah lalu mencubit pipi Jihyun dengan gemas, gadis itu memang di manjakan dan di cintai selayaknya tuan putri. Tapi yang berbeda darinya, ia setidaknya mempunyai rasa mandiri yang tinggi meski terkadang ia biarkan kedua orang tuanya memanjakannya.

“Jihyun mau kan pergi malam ini?”

Gadis itu mulai berpikir dan mengaguk, apa salahnya bertemu teman ayahnya yang katanya pernah menggantikannya popok dulu. Ia ingin tertawa mengdengarnya.

“Baiklah, Ayah pergi dulu yaa”

“Iya! Daa daa Dady!!!”

Gadis itu tersenyum penuh keceriyaan, setelah melihat mobil ayahnya yang menjauh ia segera berlari kecil menuju gedung sekolah.

Hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang, ia menunduk dan meminta maaf tapi yang ia dapatkan adalah umpatan pelan yang menyakitkan serta tatapan super dingin yang membuat tangan Jihyun gatal untuk menamparnya.

“Jalan pakai mata, dasar bocah”

Gadis itu terdiam dengan raut wajah kesal, ia tau senior memang harus di hormati dan apa lagi orang yang kini pergi berlalu di depannya ini sangat terkenal membuatnya harus ektra hati-hati bicara kalau tidak ia akan di hajar masa oleh fans clubnya.

Dasar Iblis!

Pov Jihyun

Pria ini mau ku bunuh atau apa? Benar-benar menyebalkan, bukannya bilang maaf atau apa ehh malah aku yang di beri perkataan pedas seperti itu.

Ia memang iblis, matanya menatap tajam aku dan terlihat sekali kilatan ke kesalan di sana hingga aku sempat merinding melihatnya. Setelah ia berlalu meninggalkan ku, aku pun mengumpatnya.

“Dasar sialan! Kalau kau bukan Sunbae ku pasti ku hajar kau!”

Siapa yang tidak kesal coba? Aku sama sekali tidak pernah merasa kalau menabraknya. Tapi lihat! Lihat! Ia bicara seperti itu seolah aku yang repot-repot menabraknya hanya untuk berbicara dengannya, oh tidak terima kasih. Ku tarik nafas ku berat dan mulai menjernikan pikiran ku.

“Aku tidak boleh memikirkan hal lain, ini demi mereka”

Pikiran ku kembali melayang pada tiga hari yang lalu, aku tanpa sadar mendengarkan ayah-ibu bicara tentang masalah keuangan kami yang mulai anjlok karna proyek Ayah yang selalu gagal. Aku sangat sedih, itu sudah pasti.

Aku ingin membantu mereka tapi orang tua ku berbeda, mereka memang memanjakan ku tapi tidak sedikit pun mereka memperbolehkan ku melakukan perkerjaan sendiri kecuali hal-hal tertentu.

Aku pun melangkah kan diri menuju kelas ku. Jika ada murid baru yang tidak tau apa-pun tentang sekolah ini dan artisnya –ketenaran sehun– mungkin ia akan mengaga sebesar-besarnya melihat hampir seluruh meja mem Browsing tentang laki-laki sarap itu.

“Tidak penting”

Lirih ku pelan sambil menuju bangku, ku lihat seorang berdiri tepat berada di samping ku setelah aku sudah sampai di bangku dan meletakkan tas. Aku membalas senyumannya dengan tipis, jujur aku selalu ingin tertawa melihat senyuman aneh laki-laki ini.

“Kau bahagia sekali Kim Tae-Hyung?”

Ia cengengasan lalu memutar kursi yang berada di depan bangku ku lalu mendudukinya, ia menatap ku dengan wajah seperti kucing meminta makan. Aku hanya mengangkat alis kiri ku sambil menunggu jawabannya.

“Tentu saja! Kau sudah datang!”

Aku memutar bola mata ku cepat dan kembali menatapnya, Hei! Kita berpisah cuman satu hari dan itu hari minggu. Okk itu berlebihan, tapi bagini lah ia selalu ceria dan menjadikan aku alasan dalam keceriaannya. Kami adalah teman dari kecil wajar saja Taehyung sangat akrap dengan ku.

“Apa Ayah mertua tidak menanyaiku?”

Aku sempat cekikikan sendiri mendengar kata-kata itu. Ia selalu saja berkata seperti itu mengangap ia adalah suami ku, sungguh lucu sekali. ayah-Ibu malah mengangapnya kalau ia adalah kakak ku, tidak ia sama sekali tidak bisa di anggap seorang kakak. Karna sifatnya jauh kekanak-kanakan dari ku, dan sangat manja dari ku.

“Tidak, Ayah lupa menanyai mu”

“Huu Ayah kejam sekali pada menantunya yang tampan ini”

Seketika tawa ku pecah, bagaimana tidak perkataan seperti itu dan wajahnya yang lucu itu secara bersamaan ia tunjukan. Aku ingin sekali mencubitnya, tapi aku sekarang berada di dalam kelas jadi tidak mungkinkan?, sudah cukup aku di gosipkan kawin muda dengan gara-gara ia mengatai Ayah ku mertuannya.

“Dasar Taehyung”

“Apa? Bukan kah aku benar?”

Sebuah tepukan keras melanda pundak ku membuat ku terkejut dan melata. Segera ku pukul saja orang itu, aku tau itu siapa. Ia selalu saja membuat ku terkejut dan menjahili ku, tapi aku tetap mengangapnya sahabat meski ia sangat jahil.

“Jinri! Kau selalu membuat ku hamir terserang penyakit jantung!”

“Maaf, hehehe ohh ya aku lihat di depan gerbang kau bicara dengan si moster?”

Terlihat sekali kalau Jinri sangat penasaran dengan kejadian tadi, ehh aku saja tidak mau mengnang kejadian bersejarah dlam hidup ku. Yaa bak proklamasi kemerdekaan saja rasanya ada rasa bahagia, tidak yakin, dan aneh. Kalian penasaran siapa yang di panggil moster oleh Sahabat baik ku ini?

“Hah?? Sherk itu tidak membuat mu terluka kan?”

Kini Teahyung yang bicara, aku hanya tersenyum sambil menggeleng saja. Mereka memang baik, tapi yaa memang terlalu berlebihan. Tapi kenyataan kalau si Moster Sherk itu memang jahat. Aku tidak pernah mau berurusan dengannya dan fans gilanya, yaa fans club yang menamai dirinya TinkerBell itu sangat mencintai sang Paterpan mereka yang menyeramkan itu.

“Tidak, aku hanya tidak sengaja menabraknya”

Jinri menggeleng pelan, ia memang tau kebiasaan ku kalau sedang berjalan. Tapi sunggu aku sama sekali tidak berniat menabrak pria gila itu. Jika aku punya nyali aku mungkin akan memakinya saja karena umpatan sial dari mulutnya. Okk kalian pasti sangat penasaran dengan sosok itu yaa? Ookk ,

Namanya Oh Se-Hun, biasa di panggil Sehun. Ia sangat tampan dan sempurna bahkan tanpa cela. Tidak seorang pun yang berani padanya bukan hanya karna ia anak pemilik sekolah ini dan pamannya kepala sekolah di sini tapi ia memiliki sifat dingin yang melebihi kulkas.

Bayangkan saja, kau terkurung di kulkas seharian, kau pasti mati membeku. Dan itu lah yang terjadi kalau ku bermasalah pada orang gila itu, ia seperti Psychopat jahat.

Ia pernah menceburkan seorang siswa yang mengatainya “Bersembunyi di ketek Ayahnya”, tentu siapa pun pasti marah kan jika di katai seperti itu.

Tapi balasan yang di berikan Sehun membuat siswa itu keluar dari sekolah, dan kabar terakhirnya ia sering keluar masuk kantor Psikolog semenjak kasus ia di bully selama tiga hari oleh Geng Sehun. Menyeramkan bukan?.

Bukan cuman itu saja, ia terkenal dengan sabuk merah Tekwondo dan sabuk hitam karate, lalu ia sudah langganan juara kelas, juara sekolah, juara nasional, dan ia juga juara pangeran tampan ver sekolah ini selama tiga tahun berturut-turut tanpa ada saingan sama sekali, jadi wajar fans Clubnya sangat mencintai Moster tampan ini.

Untung saja aku ini adik kelasnya, jika seangkatan aku akan merasakan hawa kegelapan seperti tadi setiap hari di koridor yang sama. Ihhh menyeramkan.

“Yang penting, aku sama sekali tidak berhubungan apa pun dengannya”

“Ibu yakin? Aku harus berdandan?”

Ibu hanya menatap ku dengan senyuman mengembang sambil merapikan Make-up ku, jujur meski aku sangat menyukai Barbie dan princess tapi aku tidak pernah berniat berdandan seperti mereka, aku lebih suka berdanda ala anak-anak saja, seperi sering memakai rok, menguncir dua rambut ku dan memakai aksesoris umut untuk pelengkapnya.

Dan sekarang aku memakai Gaun cantik dan memakai Make-up lumayan tebal. Okk Gaun itu aku terima tapi dandanan ini benar-benar menggangu.

“Ibu, tidak kah ini berlebihan?”

“Tidak sayang kau sangat cantik, pasti mereka menyukai mu”

Aku hanya bisa mengerutkan kening ku saja, okk aku sudah berjanji pada diri ku senridi, bahwa mulai sekarang aku akan menuruti apa-pun keinginan mereka dan menghemat keunangan.

“Ibu?”

“Iya sayang?”

“Kalian jangan lagi memanjakan ku ya?”

Ibu menatap ku heran, tak lama ia berkaca-kaca membuat ku tidak tega harus meneruskan kalimat ku.

“Aku sudah besar, dan suatu saat aku akan hidup sebagai orang dewasa jadi aku akan mandiri dan menghemat keungan demi kalian”

“Sayang, Kami tidak mau kau terbeban oleh masalah itu”

“Tidak apa-apa, apaun aku lakukan aku akan membahagiakan kalian”

“Iya, Maafkan kami sayang membawa ku ke jurang yang menyeramkan”

Ibu memelukku, tunggu! Kata-kata macam apa itu? Kenapa kata-kata itu terdengar janggal?, apa ada sesuatu di balik kata-kata itu?. Aku juga tidak tau, aku ingin sekali bertanya tapi ada sesuatu hal yang menahan ku dan mencegat ku. Aku berharap perasaan tidak nyaman ini segera terjawab.

Pov Author

Sehun menatap dingin pemendangan di luar kaca mobil, ia terus melihat keadaan kota yang penih dengan warna warni yang indah. Keadaan kota seoul memang sangat cantik dengan lampu berwarna-warni pada malam hari. Tapi entah apa yang ada di pikiran Sehun hingga menatap dingin seluruh pemandangan menabjukkan di luar sana. Ia seperti menerawang akan sesuatu yang memang hanya dirinya sendiri yang tau.

Keputusan ku benar

Ia menggengam erat tangannya, ia ia meredam eramannya dalam diam. Hanya suara mesin mobil yang terdengar, tidak ada pembicaraan yang berarti di dalam mobil itu meski ada tiga orang di damanya.

“Sehun?”

Suara lembut itu kembali membuat perhatian Sehun terpacah. Ia sudah cukup merasa beban berat di kepanya, tututan guru-guru yang mewajibkan ia untuk selalu menang dalam kejuaraan, menjaga reputasi dan belum lagi fans club yang menyusahkan nya itu, ia memang perlu refres tapi ia menggambil jalan yang sangat berbeda, ia tau pasti akan menabah bebannya dan membuat ia mati perlahan, tapi ini lah kesempatannya.

Ia sudah mendapatkan apa yang ia mau di dunia ini dan hanya satu yang sekarang ia kejar.

“Iya Ibu?”

Wanita paruh baya itu tersenyum cantik pada anak nya, ia tau apa yang melanda pikiran anak nya ini.

Ia sangat mengenal Sehun melebihi Suaminya sang selalu berkerja keluar negeri, meski ia juga berkerja tapi ia selalu memantau perkembangan buah hatinya ter masuk saat ini, ketika ia sedang mempunyai masalah.

“Ibu yakin, Semua pasti berjalan dengan baik”

Sehun tersenyum, ia sangat menyayangi Ibunya. Ia memang dingin, dan kejam jika marah tapi ia sangat menjunjung tinggi yang namanya menghargai seorang wanita. Ia tau itu, wanita itu mahluk yang lemah dalam hal tenaga, tapi ia tidak pernah bayangkan bahwa mahluk selamah itu bisa membuatnya hancur perlahan tanpa menyentuhnya.

Seperti gadis itu

Sehun pun mengalihkan pandangannya kepada kaca, kali ini ia sedikit tersenyum. Kini ada rasa tegar dan bahagia ketimbang yang tadi, ia kini merasa tenaganya di isi dan di pompa begitu besar.

Wanita itu berpengaruh bagi hidup ku

Sehun tersenyum, ia mulai menjalankan kerja otaknya. Otaknya yang terkenal licik akan sebuah rencana-rencana besar dalam dirinya. Ia tidak pernah merasakan menginginkan sesuatu segila ini, ia tidak pernah harus susah paya membuat rencana gila seperti ini untuk memdapatkan hal yang ia mau.

Tubuh itu milikku

Ia mengepal tangannya, ia merasa dadanya berdeguk seperti drum yang di pukul keras dan cepat. Rencana yang ia susun matang akan ia mainkan, dan seperti yang ia mau, gadis itu menjadi pemeran utama dalam rencana ini. setelah berhasil, ia berjanji tidak akan melepaskan gadis itu meski ia harus rela menjadi pria berengsek, hidung belang, dan buaya darat demi dirinya.

Aku sangat mencintainya …

To be continued….

 

 

 Ada yang tau My Prevert Husban author Jiyoo19? Atau Scenarion nya author Miss Blue? Ini terinspirasi ama ff yang minka sebutin tapi tetep aja yaa minka buat sendiri dan tanpa unsur COPAS!!! Dan sebenarnya Cast utama cowonya V dari BTS tapi akhirnya gak jadi akhirnya Sehun lah jadi pilihan #Selalu ,Okk yang mau minta lanjut komentar, kalau jelek yaa saya gak lanjutin TT___TT okk gomao pai pai XD

110 pemikiran pada “My Devil Handsome (Chapter 1)

  1. Waktu baca die aku ketemu ff ini thor, kelihatannya menarik hehehehe tdrnyata waktu dibaca bukan cma kelihatan thor
    emang menarik
    mudah”an alurnya tetap asik gini y thor:)

  2. annyeong.. aku readers baru.. pake sehun aja jangan Emphi *Emphinya punyaku* wkwk

    line brp ya? biar enakan panggilnya ^^
    lanjut ya.. sampe END, kutunggu,
    hwaitinggg TinkerRose !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s