It’s Not Just A TV Program (Chapter 1)

Judul: it’s not just tv program!

Author: xiluyuma (twitter: @Xldfm)

Main cast: Xi Luhan, Xian Nan Yao (OC)

Other cast :

Chapter 1

Genre : romance

Maaf bari bisa ngepost yg xian nan yao pov… soalnya disini perasaannya luhan masih datar. Hehe. Selamat membaca ^^

gen jimo zai hehao

wo xiangxin wo yijing kuaiyao

shi zhen de wo kuaiyao

kuaiyao keyi wexiao qu miandui

xia yi ge yongbao~

prok prok prok, suara tepuk tangan memenuhi seisi ruangan*. Ya,berjalan cukup lancar pertunjukanku semenjak debutku beberapa hari yang lalu. Aku tidak menyangka akan mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat.

“ya, tepuk tangannya untuk Xian Nan Yao” kata presenter acara tersebut .

“xie xie J” balasku. Lalu aku duduk di kursi yang berada di sebelah presenter tersebut.

“ya, ini adalah Xian Nan Yao, penyanyi muda berbakat yang baru memulai debut 4 hari yang lalu” kata presenter memperkenalkan Xixian kepada penonton.

“Xixian, apa prasaan anda saat memulai debut dan sepertinya mendapat perhatian baik dari masyarakat?” tanya presenter memulai acara.

“yang pasti senang dan lega bisa debut. Selama trainee aku terus dibuat cemas karena ancaman gagal debut. Dan sekarang saya sangat lega” jawabku.

Pertanyaan terus diberikan oleh presenter, dan diselangi dengan candaan. Membuat suasana menjadi menyenangkan sampai acara tersebut selesai.

***

Di back stage

“acara ini adalah acara terakhir yang harus kau datangi. Kau boleh pulang. Istirahatlah, besok kau akan mendapati jadwal yang padat” kata managerku. Dia cukup cerewet, tapi jika tidak ada manager pekerjaanku tidak akan berjalan lancar.

“oke, oiya dimana handphoneku?” tanyaku.

“aku lupa mengambilnya, tadi ada di ruang make up”

Sedikit sebal karena keteledoran managerku, bagaimanapun handphone adalah privasiku. Jika yang ada di handphoneku terekspos, akan timbul gosip yang akan merugikanku juga.

Aku cepat mengambil handphoneku sebelum ada orang lain yang menemukannya. Karena aku berlari, aku tidak dapat mengontrol diri. Bruk.. aku menabrak seorang laki laki di depanku.

“ya! Bisakah kau tidak berlari di jalan sempit seperti ini?” kata laki laki tersebut dengan nada tinggi.

“dui bu qi” balasku

“hah, kau termasuk orang yang hanya bisa meminta maaf”

“kan aku sudah bilang maaf, ini dalam keadaan mendesak. Jika aku tidak cepat cepat, maka karirku akan terancam” ujarku dengan nada sedikit meninggi.

“kau adalah seorang artis? “

“wei, aku baru debut 4 hari yang lalu”

“wajah sepertimu tidak cocok menjadi seorang artis”

“dui bu qi, tapi aku tidak punya waktu untuk meladeni orang sepertimu” lalu aku bergegas meninggalkannya. Dan berlari lagi ke ruang make up.

Aku mencari handphoneku yang ada di meja make up, dan akhirnya aku mendapatinya. Untung tidak ada yang mengambilnya. Tapi bagaimana jika ada orang yang membuka isi hpku? Sudahlah, lagi pula aku baru saja debut, apa yang bisa digosipkan dariku. Aku bergegas meninggalkan ruang make up dan berjalan menuju tempat parkir.

***

Di mobil

“besok kau harus bangun pagi, akan ku jemput jam 6 pagi” kata managerku. Tidak ada yang dapat kuperbuat selain menurutinya. Aku hanya tinggal mendengarkan managerku, dan melakukan apa yang diperintahkannya. Jadwal sudah ia yang mengatur. Cukup menyenangkan memiliki manager.

Mobil sudah berhenti didepan gedung apartemenku. Lalu aku turun, managerku mengantarku sampai kedepan apartemenku.

“jaga dirimu baik baik, untuk sekarang ini kita belum mendapatkan pembantu untuk mengurusi segala urusan rumahmu. Bersabarlah. Ohya, sebelum tidur kau tidak boleh makan untuk menjaga berat badanmu, besok pagi kau sarapan ditempat showmu” jelas managerku.

Aku mengangguk dan masuk kedalam apartemenku. Sepi sekali, jelas. Di rumah ini hanya ada aku. Tanpa pikir panjang,  aku langsung kekamar mandi. Mengganti bajuku , lalu membersihkan make up yang menempel diwajahku. Dan akhirnya aku membenamkan tubuh diatas tempat tidur.

Hari yang cukup melelahkan.

***

6 bulan kemudian.

Seperti hari hari biasa, aku bernyanyi untuk mengisi acara. Dan tidak terasa sudah 6 bulan sejak aku memulai debutku. Dan masyarakat menerimaku dengan baik. Aku juga telah mendapatkan banyak fans. Semua berjalan dengan baik. Namun ada keinginanku untuk go internasional.

“okey, kau sudah melakukan yang terbaik. Dan sekedar info, penjualan albumu mendapat rating tertinggi” kata managerku. Jelas aku senang mendengarnya, baru 6 bulan aku debut, aku sudah mendapat ya bisa dibilang prestasi. Itu membuatku semangat untuk bekerja lebih giat.

“ini ada kontrak yang harus kau tandatangani” tambahnya.

“kontrak apa?” tanyaku

“acara tv yang cukup populer. Kau cukup tanda tangan. Acara ini akan mengankat popularitasmu”

‘acara apa?”

“we got married”

“apa kau gila? Aku termasuk pendatang baru, langsung ikut acara itu? Bagaimana jika aku diserang oleh fans pasanganku nanti? Aku baru saja debut” kataku kaget.

“acara itu tidak seburuk yang kau pikirkan, ini akan berjalan dengan lancar. Dengan mengikuti acara ini akan mendongkrak popularitasmu. Lagipula acara ini termasuk acara tv internasional. Kau maukan go internasional?”

“huh.. jika ada serangan dari fansnya kau yang harus mengurus. Siapa pasanganku?”

“Luhan EXO M”

Aku pernah mendengarnya, tapi aku belum pernah meliat wajahnya. Karena selama trainee, aku disibukkan oleh latihan dan setelah aku direkrut oleh perusahaanku aku sibuk menyelesaikan Mvku.  Sedangkan sekarang aku sibuk performance di mana mana. Tidak ada waktu untukku melihat televisi

“kapan mulai shooting?”

“3 hari lagi, hari itu kau tidak ada jadwal show, jadi kau harus fokus untuk shooting acara itu”

“wei, ayo pulang” aku hanya bisa menuruti kata managerku. Aku bahkan tidak bisa menolaknya meskipun aku masih belum terima. Lalu aku beranjak pergi menuju mobil. Sopirku mengantarku sampai depan apartemen. Untuk saat ini aku masih diantar oleh sopirku karena aku belum memiliki mobil sendiri. Mobil yang kupakai setiap hari adalah mobil perusahaan.

Aku masuk apartemenku. Bergegas mandi, ganti baju dan merebahkan tubuhku di atas tempat tidurku. Ada yang lewat dibenahku saat ini. LUHAN. Bagaimana orang itu? Aku mendadak penasaran dengan sosok luhan, aku tidak pernah melihatnya. Aku semakin penasaran. Lalu ku ambil handphoneku. Ku sentuh icon web browser di layar hpku. Lalu ku tulis LUHAN EXO M. Muncul beberapa gambar. Kubuka salah satunya. Setelah melihat fotonya, aku merasa wajahnya familiar. Aku pernah malihatnya. Setelah kuingat ingat lagi, ya tidak salah orang itu…

Dan ini adalah orang yang akan jadi pasanganku? Apa tidak salah? Pertemuan pertamaku dengannya, sudah memberikan kesan pertama ‘buruk’. Dia menjengkelkan, memang dia tampan, imut dan manis, tapi jika sifatnya seperti itu, hari hariku bersamanya nanti… aku tidak yakin akan berjalan dengan mulus. Hah sudahlah, demi karir kau harus berkorban xixian batinku. Lalu aku meletakan handphoneku di meja dekat tempat tidurku. Aku memejamkan mata dan melepaskan semua rasa lelahku di kasur.

***

3 hari kemudian.

Aku diantar oleh sopir dan managerku ke lokasi shooting. Tidak gugup tapi sedikit rasa jengkel dan malas bertemu dengan luhan yang menyebalkan itu. Shooting pertama adalah pertemuan pasangan. Lokasi shootingnya ada di restoran mewah di kota Beijing. Untuk adegan pertemuan ini tidak ada naskah, jadi ini benar benar dibuat pertemuan pertama. Dan aku harus bersikap spontan tanpa akting. Cukup mudah. Tapi jika spontan, aku sudah pasti akan marah marah kepadanya. Aku juga mengerti apa yang harus kulakukan untuk keadaan seperti itu. Aku tetap akan berakting meski tidak disuruh sutradara.

Yup, aku sudah di depan restoran lokasi shooting.

“kau masuk kedalam, lalu cari meja bernomor 6. Jangan lupa tetap tersenyum” kata sutradara kepadaku. Lalu aku masuk kedalam. Seperti yang dibilang pak sutradara, aku mencari meja nomor 6. Ketemu. Aku mendatangi laki laki yang sedang duduk disitu. Dia terlihat gugup. Terlihat ia mengambil dan melepaskan nafas panjang. Lalu ku sapa laki laki itu yang tidak lain adalah luhan.

“wan an (selamat malam) ” sapaku. Lalu luhan berdiri dan menoleh ke arahku. Setelah melihat wajahku, ia kaget… ya maklum ia kaget. Karena pertemuan pertama kita yang buruk. Ya pertemuan yang sangat buruk.

Iklan

10 pemikiran pada “It’s Not Just A TV Program (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s