Be Idol (Chapter 1)

Be Idol

|| Author: Han Yoo Na ||

|| Cast: ♪ Lee Ji Hyun (OC) || ♪ Jang Gyu Ri (OC) || ♪ Kim Chae Ri (OC) || ♪ EXO ||

|| ♪ Other Cast (find it by yourself) ^^ ||

|| Genre: Romance, Friendship || Lenght: Chapter ||

|| Rating: General ||

AN: Annyeong chingudeul~ Author kembali lagi dengan lanjutan dari Be Idol. Sekali lagi karena author masih baru dalam dunia per-FF-an jadi author mengharapkan kritik dan saran dari para readers sekalian. Soalnya biar jelek-jelek gini author bikinnya sepenuh hati lho *curcol* Ok deh. Daripada author kebanyakan ngomong, langsung aja kita cao…. Happy reading ^^

Disclaimer: This fiction based on my imagination. Everyone have their own imagination and also have their own way to apply it. So, don’t ever BASHING!!! This Fiction is MINE. Don’t COPY PASTE it without my PERMISSION!!!

Warning: Masih sama seperti sebelumnya, ff ini juga mungkin mengandung typo dan alur cerita yang agak gaje…..

>>Let Ur Imagination Shows Who U R<<

Ji Hyun POV

Sudah seminggu sejak hari itu. Hari yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Hari dimana untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menemukan sesuatu –lebih tepatnya seseorang- yang benar-benar aku inginkan. Aku sama sekali tidak pernah menyangka kalau aku bisa melangkah sampai sejauh ini hanya demi seorang namja yang baru sekali kutemui. Apa ini ya yang namanya cinta? Hhh~ Aku jadi aneh. Hanya dengan memikirkannya saja jantungku langsung berdegup kencang. Dan tanpa sadar aku menghentak-hentakkan kakiku saking malunya dengan apa yang aku pikirkan.

Gyu Ri POV

Hhhh~ Lagi-lagi aku hanya menghela napas. Jujur saja sampai dengan saat ini aku masih ragu. Aku sama sekali tidak cocok untuk hal seperti ini. Satu-satunya hal positif dari musibah ini adalah aku bisa sedikit lebih dekat dengannya. Lagi seru-serunya mengkhayal, tiba-tiba saja aku mendengar hentakan kaki yang cukup keras dari sebelah. Seorang yeoja berseragam sailor duduk disampingku dengan wajah memerah. Aneh sekali dia. Sadar kalau dirinya sedang diperhatikan, ia pun menoleh dan tersenyum malu. Karena bingung, aku cuma bisa balas tersenyum kikuk.

Chae Ri POV

Sudah sekitar setengah jam aku duduk disini. Aku sangat bosan. Sebenarnya aku tidak sendiri disini. Ada dua yeoja lainnya yang juga senasib denganku. Tapi aku tidak kenal mereka. Lagian kayaknya mereka itu sulit didekati. Yang duduk tepat disebelahku terlihat kaku. Hampir tidak ada ekspresi apapun yang tampak dari wajahnya dan itu sangat menakutkan. Hii~ Yang satunya lagi lebih parah. Apa kau tau? Tadi dia mengehentak-hentakkan kaki tanpa sebab dan tersenyum seperti orang gila. Tempat apa ini sebenarnya? Kalau bukan demi Chen, aku tidak akan mau ada di tempat aneh ini.

Author POV

Lamunan ketiga yeoja itu buyar saat pintu dibuka.

“Lee Ji Hyun, Jang Gyu Ri, Kim Chae Ri.”

“Ne.” Jawab ketiganya serempak.

Ketiganya lalu dibawa ke ruang latihan dance. Melihat mereka masuk, sang pelatih Hye Rin menepuk kedua tangannya yang langsung membuat semua orang di ruangan itu melihat ke arahnya.

“Ok, langsung saja perkenalkan diri kalian. Mulai dari yang di ujung sana.” Kata Hye Rin sambil menunjuk yeoja yang berdiri paling jauh darinya.

Naneun?” yeoja itu menunjuk dirinya sendiri.

Ne. Ppali wa.” Hye Rin menyunggingkan sebuah senyum.

Gwaenchanayo. Aku tidak usah dikenal. Aku baik-baik saja. Aku tidak mau dikenal. Kalian mulai saja tanpa aku. Kalian tidak usah kenal aku. Tidak apa-apa kok. Aku serius.” Jawabnya dengan sangat cepat dan tidak nyambung. Senyum Hye Rin langsung menghilang entah kemana, berganti dengan ekspresi penuh kebingungan melihat tingkah makhluk bernama Kim Chae Ri itu.

Geurae. Kalau begitu, mulai dari kau saja Ji Hyun.” Hye Rin kembali tersenyum dan menepuk pelan pundak Ji Hyun yang dibalas dengan anggukan oleh Ji Hyun.

Annyeonghaseyo. Jeoneun sugae hagesseumnida. Nae ireumen Lee Ji Hyun imnida. Bangapseumnida.” Kata Ji Hyun sambil menebar senyum ke semua orang di ruangan itu.

Annyeonghaseyo. Jang Gyu Ri imnida.” Kata Gyu Ri tanpa benar-benar melihat lurus kedepan dan tetap bersikukuh dengan gaya coolnya.

A-a-annyeonghaseyo. Ki-ki-kim Chae Ri imnida. Bangapseumnida.” Kata Chae Ri dengan gaya ‘rap’nya.

Hye Rin yang frustasi melihat Chae Ri pun cuma bisa memijit dahinya pelan dan menyuruh mereka bertiga untuk ke ruang ganti. Ji Hyun baru saja akan menyusul kedua rekan(?)nya saat seseorang memanggilnya.

Waeyo eonnie?” tanya Ji Hyun saat ia berbalik.

“Senang kau bisa bergabung. Kau tau? Yoon Hee menitipkanmu padaku. Katanya dia akan membunuhku kalau sampai aku tidak menjagamu dengan baik. Aigoo… mengerikan sekali nenek tua itu. Apa dia pikir aku akan menyiksamu?” celoteh Hye Rin panjang lebar.

“Haha. Eonnie kan tau sendiri sifat Yoon Hee eonnie seperti apa? Jadi maklumi saja eonnie. J”

Ne. Tapi biar bagaimanapun juga kau sudah kuanggap seperti adik sendiri. Jadi jangan sungkan untuk minta bantuanku dalam hal apapun. Ara?”

“Ayayay captain.” Ji Hyun menunjukkan gaya hormat sambil tersenyum lebar.

“Ji Hyun?” tanya sebuah suara berat meninterupsi pembicaraan mereka.

“Yeollie oppa! Baekkie oppa!” seru Ji Hyun riang. Mereka bertiga pun melompat kegirangan seperti anak TK yang mendapat mainan baru.

“Kau training disini juga?” tanya Baek Hyun setelah mereka kembali normal(?).

“Ne oppa. Ini agak mendadak sih sebenarnya.”

“Haha. Berarti mulai sekarang kita bisa pulang latihan sama-sama donk?” kali ini Chan Yeol yang antusias untuk bertanya.

“Haha. Ne.”

“Kalian saling kenal?” tanya Hye Rin yang merasa kebingungan melihat tingkah mereka yang agak(?) berlebihan.

“Kami kan tetanggaan.” Jawab ketiganya kompak.

Dan mereka berempat pun tertawa bersama dengan riang gembira. Tanpa mereka sadari, ada tiga pasang mata yang memandang tajam ke arah mereka.

Latihan hari pertama berjalan lancar. Gyu Ri yang memang punya bakat dance. Jadi tidak sulit baginya untuk mengikuti semua gerakan yang diajarkan Hye Rin dengan sempurna. Chae Ri awalnya cukup kesulitan juga. Tapi begitu Chen datang –telat, kayak biasanya- dia langsung berubah jadi ‘dancing machine’. Bahkan dia sendiri juga tidak menyangka kalau dia bisa dance.

‘Apa ini ya yang namanya the power of love?’ begitu pikirnya dalam hati.

Lalu Ji Hyun? Dia benar-benar payah. Saking payahnya, author secara pribadi merasa turut berduka atas kemampuan dance Ji Hyun. Bahkan saat gerakan simple sekalipun, dia tetap jatuh. Dan tiap kali dia jatuh, akan ada 3 orang yang membantunya. Siapa lagi kalau bukan Hye Rin, Chan Yeol, dan Joon Myeon? Yups. Ternyata malaikat penolong Ji Hyun –Suho- nama aslinya adalah Kim Joon Myeon. ‘Suho’ itu nama panggilan karena bagi para trainee lain, Joon Myeon seperti ‘guardian angel’.

Ji Hyun POV

Hari ini hari sabtu. Setauku, hampir semua SMA di kota ini (termasuk sekolahku) cuma masuk dari hari senin sampai jumat. Biasanya aku akan menghabiskan waktu seharian menonton film drama sampai menangis sesenggukan. Tapi hari ini lain. Aku datang ke perusahaan (kantor SM) untuk latihan.

“Hhh~ Aku datangnya kepagian nih.”

Aku melirik jam tangan berwarna biru laut -dengan banyak gambar bintang di dalamnya- yang sedang kupakai. Latihan baru akan mulai 1 jam lagi. Aku terlalu semangat mau bertemu dengannya sampai lupa liat jam. Gosh~ Lee Ji Hyun, kau sangat payah!

“Hey Lee Ji Hyun!”

Tiba-tiba saja 3 orang yeoja menghampiri aku yang sedang duduk di ruang latihan. Hmm… kalau tidak salah mereka itu trainee, sama sepertiku. Tapi kok ekspresi muka mereka serem begitu ya?

“Kudengar kau adiknya Sunny sunbae ya? Berarti kau keponakan Lee Soo Man sajangnim. Pantas saja kau bisa masuk kesini tanpa perlu repot-repot audisi.”

“2 orang lainnya masih bisa ditolerir karena mereka BERBAKAT. Tapi kau? Bahkan anak SD bisa menang telak darimu. Loser!”

Nada bicara mereka sinis banget. Kayaknya mereka tidak suka padaku. Emang apa sih salahku pada mereka? Aku tidak mengerti. Karena takut, aku mundur pelan-pelan. Salah satu dari mereka-yang menurutku ketua mereka- berjalan mendekat ke arahku.

“Karena aku baik, aku akan memberimu nasehat. JAUHI PELATIH DAN PARA SUNBAE! Atau kau akan HABIS.” Dia menoel-noel dahiku dengan pensil yang dia bawa. Dia melakukan itu sambil tersenyum horor. Jujur aku mau melawan. Tapi…

“Ya! Hentikan!”

Chae Ri POV

Hari ini aku datang sangat awal dengan harapan bisa bertemu Chen. Tapi apa yang aku liat benar-benar bikin shock. Baru hari kedua latihan aku sudah menjadi saksi mata kasus pem’bully’an. 3 lawan 1? Tidak adil. Aku tidak boleh diam saja.

“Ya! Hentikan!” aku berteriak dan berjalan ke arah mereka berempat.

“Jangan ikut campur. Ini bukan urusanmu.”

“Jangan sok jadi pahlawan ya. Dasar KACAMATA!”

Aish~ Menyebalkan! Berani-beraninya mereka menghinaku kayak begini. Emang mereka pikir mereka itu siapa?

“Mwo? Emang kenapa kalau aku pakai kacamata? Masalah buat kalian?” tanyaku sewot.

“Wah wah~ Kalian keterlaluan sekali. Kasian tau dia? Kalian harusnya bersikap baik pada semua orang, bahkan orang jelek sekalipun.”

Yeoja dengan pensil itu bicara sambil mendekatiku sampai jarak antara wajah kami cuma sekitar 30 cm. Sumpah demi apapun aku tidak suka dengannya. Kata-katanya lebih tajam dari pisau dapur. Dan yang paling bikin kesel, dia bilangnya sambil senyum. Kalau diliat-liat sih wajahnya emang cantik, tapi kelakuannya? Amit-amit banget deh.

“Diam kau nenek sihir! Kau bilang aku jelek? Kau pikir kau cantik, hah? Bahkan lantai di rumahku lebih enak diliat daripada mukamu!” aku mengatai dan mendorong kepalanya kuat dengan tangan kiriku.

“Kau!”

Dari ekspresinya, aku tau dia murka tingkat dewa. Dia langsung mengangkat tangan kanannya untuk menamparku. Aku pun hanya bisa menutup mataku pasrah. Tapi tunggu, aku sudah menutup mata ini lama. Tapi kenapa tangannya tidak sampai-sampai juga?

Gyu Ri POV

Pagi ini aku datang terlalu awal. Tidak ada siapapun. Aku berjalan ke pojok ruang latihan ini. Dengan buku komik menutupi mukaku, akupun memulai ritual tidur pagi(?)ku.

Aku tidak tau sudah berapa lama tidur. Yang jelas suara ribut itu sudah mengganggu tidurku. Aku melihat mereka dengan tatapan sebal + malas. Namun mataku membulat seketika saat aku melihat dengan jelas muka keempat yeoja berisik itu. Aku yakin kalau mereka itu di grup yang sama denganku. Kenapa aku bisa seyakin itu? Salah satu dari mereka sangat familiar karena dari kemarin aku terus memperhatikannya. Kenapa? Karena dia terlihat akrab dan selalu berada di sekitar Chan Yeol sunbae dan… itu membuatku cemburu setengah hidup.

Sepertinya yeoja itu dan temannya sedang jadi korban bully. Masa bodoh, bukan urusanku. Lebih baik aku tidur lagi. Tapi tidak lama kemudian suasana makin gaduh setelah yeoja berkacamata itu datang. Aku tidak tahan lagi. Tidak akan kuampuni orang yang sudah mengganggu tidurku. Aku berjalan menghampiri mereka. Mungkin karena saking tegangnya suasana, tidak ada yang sadar kalau aku telah bergabung dengan mereka.

“Diam kau nenek sihir! Kau bilang aku jelek? Kau pikir kau cantik, hah? Bahkan lantai di rumahku lebih enak diliat daripada mukamu!” kata yeoja berkacamata sambil mendorong kepala yeoja di depannya.

“Kau!” teriaknya berang, tidak terima karena merasa dihina.

Kulihat dia berniat menampar yeoja berkacamata itu. Refleks, aku maju 3 langkah dan menahan tangannya hingga membuatnya menatapku heran.

“Ka-kau… Apa-apaan ini?” Protesnya sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkramanku.

“Diam atau kupatahkan lenganmu.” Ucapku sedingin mungkin sambil melempar Death Glare andalanku. Jujur saja, aku paling tidak suka tipe orang yang seperti ini. Sok ngatur-ngatur, suka cari keributan, orang tidak penting. Aku muak melihatnya. Dia sudah dengan seenak jidatnya mengganggu tidurku. Lihat saja, aku tidak akan mengampuninya.

“Lepaskan aku. Lepas.” Yeoja ini benar-benar sangat menyebalkan. Tidak peduli dengan segala macam protesnya, aku malah mencengkram tangannya kuat hingga ia meringis kesakitan. Kemudian setelah puas, aku pun menghempaskan tangannya kasar. Mungkin karena hempasan tanganku yang terlalu kuat hingga membuatnya harus sedikit terjengkang kebelakang. Kedua temannya pun segera menghampirinya dengan ekspresi cemas.

Gwaenchanayo?” tanya kedua teman yeoja menyebalkan itu khawatir. Sedangkan yeoja itu hanya diam mematung tanpa melakukan apa pun. Sepetinya dia kaget. Biarlah, aku tidak peduli. Siapa suruh mencari masalah ke kandang singa.

“Cih. Bodoh.” Ucapku sambil menatap mereka bertiga dan tersenyum sesinis mungkin. Sambil melipat tangan didepan dada, aku pun melirik kearah yeoja berkaca mata itu dan temannya. Merasa diperhatikan, mereka berdua pun menoleh kearahku. Aku hanya melirik sekilas kearah mereka dan melirik kearah pintu, tapi sepertinya mereka mengerti maksudku. Mereka pun mengikuti langkahku untuk keluar dari ruangan ini.

Ya!! Beraninya kau melukai tanganku! Akan kubalas kau! Liat saja nanti!” ancam yeoja menyebalkan itu tidak terima dengan perlakuanku padanya.

Aku pun hanya bisa meniup poniku kesal sambil menghentikan langkahku dan berbalik. Dia terlihat kesal sambil memegang tangannya yang memerah.

“Silahkan saja, PECUNDANG.” Kataku dingin dan kemudian pergi meninggalkan mereka.

Author POV

Gomawo. Untung tadi ada kalian berdua. Kalian berdua emang dewi penyelamatku.”

Cheonmaneyo. Aku juga tidak banyak membantu kok. Hehe.”

“Mereka pantas mendapatkannya ._.”

Begitulah kata Ji Hyun, Chae Ri, dan Gyu Ri bergantian.

“Ngomong-ngomong, aku Kim Chae Ri.”

“Jang Gyu Ri iminda.”

“Kalau aku Lee Ji Hyun. Haha. Apa kalian liat ekspresinya tadi?”

Ketiganya tertawa sambil memegangi perutnya yang mulai terasa sakit saking hebohnya mereka tertawa.

“Benar tuh. Tapi asli lho. Tadi mereka sangar banget ya? Apalagi yang 1 itu tuh, yang bawa-bawa pensil. Hiii~ Serem…” Chae Ri bergidik ngeri mengingat kejadian tadi.

“Sangar dari mananya?” Ji Hyun menghentikan tawanya dan menatap Chae Ri dengan pandangan tidak mengerti.

“Jiah… Buktinya tadi kau juga tidak berani melawan kan?” kata Gyu Ri dengan ekspresi ‘cool’nya.

“Aku diam bukan gara-gara itu.” Ji Hyun geleng-geleng kepala menanggapi pertanyaan Gyu Ri.

“Lalu?” tanya keduanya heran.

“Jadi begini ceritanya. Tadi malam aku nonton film horor. Terus hantunya itu serem banget. Apalagi pas tuh hantu mukanya di zoom. Nah. Pas tadi si yeoja preman itu mendekat terus senyum-senyum horor, mukanya persis sama hantu di film itu. Jadinya kan aku teringat lagi sama filmnya. Sumpah demi apapun. Film sama hantunya itu serem banget.”

Bwahahaha. Gyu Ri dan Chae Ri langsung tertawa terbahak-bahak. Ji Hyun awalnya terlihat bingung. Tapi akhirnya dia ikut tertawa walaupun sebenarnya dia tidak mengerti apa yang lucu.

1 jam kemudian~

Ya! Kenapa kau seenaknya pergi duluan sih?” tanya Baekhyun yang entah muncul dari mana sambil noel-noel lengan Jihyun *modus tuh modus* *Baekhyun datang bawa pentungan*

“Hah? Oppa ngomong apa sih?” Tanya Jihyun dengan ekspresi O.o

“Kita bertiga kan udah janjian mau berangkat bareng. Kau lupa ya?” Ooo… Ternyata Baekhyun gak sendiri. Sahabat sejatinya, Park Chanyeol, juga udah ada di tengah-tengah mereka.

“Oh iya, mian oppa. Aku lupa. Hehe.”

Chanyeol dan Baekhyun cuma bisa geleng-geleng gak habis pikir menghadapi kedodolan Lee Jihyun. Sebenarnya sepanjang jalan tadi mereka udah mikirin kata-kata sok puitis untuk membuat Jihyun merasa bersalah. Tapi melihat cengiran ehm bodohnya tadi, semua niat jahil mereka tiba-tiba aja hilang entah kemana. Pandangan Chanyeol pun menangkap sosok yeoja tinggi yang sebenarnya sih cantik. Tapi gara-gara kelakuannya yang super duper jutek itu yang membuat kecantikannya tertutupi.

“Gyuri-ssi, itu…”

“Lupakan saja.” Potong Gyuri cepat. Tanpa perlu dikatakan pun Gyuri udah tau kemana arah pembicaraan Chanyeol. Dia yakin namja kembaran tower itu mau minta maaf(lagi) padanya. Tidak lupa dia tersenyum manis. Yah, niatnya sih gitu. Tapi mungkin karena grogi, mungkin juga emang udah bawaan dari lahir. Senyum yang keluar justru senyum dingin yang membuat Chanyeol menelan ludah. *GR: minimal gua usaha woiiii*

‘Gila nih cewek. Lebih sereman dia daripada Kris hyung.’ Begitulah kata hati seorang Park Chanyeol yang gak berani ia ungkapkan. Mana berani dia ngomong langsung ke orangnya? Emang dia udah bosan hidup? Bisa-bisa dia langsung dihabisi sama dua orang itu sekaligus.

Di tempat dan waktu yang sama, Baekhyun yang melihat Chaeri pun langsung dengan SKSD-nya menyapa yeoja manis berkacamata itu.

“Hai hai… Ingat aku?” Sapa Baekhyun sambil melambai-lambaikan tangan ala Miss World.

Chaeri berpikir keras. Kayaknya dia pernah liat orang ini. Tapi dimana ya?

“Ah iya. Kau yang waktu itu menyeretku masuk kesini kan?” Tanya Chaeri rada ragu. ‘Tapi kayaknya emang bener dia sih.’ Batinnya.

“Hehehe. Soal itu… aku minta maaf ya. Aku kira kau trainee juga.” Baekhyun cuma bisa garuk-garuk kepala karena salting.

“Santai saja lah.” Jawab Chaeri dengan gaya yang sesuai dengan ucapannya.

~~~

Jihyun POV

Lho? Jadi mereka sudah saling kenal? Kok tidak ada yang kasih tau ke aku sih? Hmm… Tapi kan itu bukan urusanku. Daripada memikirkan itu, ada hal lain yang lebih penting.

“Hhh… Suho oppa sudah datang belum ya?” tanpa sadar aku menggumamkan isi otakku saat ini.

“Wah~ Kalian datangnya pagi sekali ya? Haha.” Refleks aku berbalik mendengar suara yang sama sekali tidak asing itu.

OPPA??!!!” teriakku dengan mata terbelalak saking kagetnya. Baru saja aku pikirkan dan dia langsung muncul di hadapan ehm lebih tepatnya dibelakangku sih. Tapi bukan itu masalahnya. Gimana kalau dia dengar ucapanku barusan?

“Pagi-pagi gini udah berisik aja kerjanya. Dasar norak.” Kata seorang namja kurus berkulit putih sambil menutup kedua telinganya dengan tangan.

Aku baru sadar kalau dia tidak sendiri. Dia bersama dengan teman-temannya dan itu membuatku tambah panik. Aku yakin saat ini mukaku pasti sangat merah. Eh? Tunggu. Apa katanya tadi?

Ya! Siapa yang kau bilang ‘norak’?” protesku.

Dari kemarin aku emang merasa kalau orang ini menatapku dengan aneh. Kupikir itu cuma perasaanku saja. Tapi kayaknya dia emang tidak suka padaku deh.

“Ya pasti elu lah.” Jawabnya sewot.

“Hah? Enak saja. Kau yang norak, bukan aku.” Jawabku tidak kalah sewot. Menyebalkan sekali orang ini. Memangnya apa sih yang sudah aku lakukan sampai dia sensi begini padaku?

Dari gerak-geriknya, kurasa dia berniat membalas perkataanku barusan. Tapi belum sempat berkata apa-apa, salah seorang namja lainnya sudah menahan lengannya sebagai tanda agar dia tidak melanjutkan perdebatan kami ini.

“Sehunnie… gak baik ribut sama cewek. Maafin Sehun ya. Dia cuma lagi bad mood.” Ujar namja cantik itu ramah.

“Tapi ge…”

Dan yang berikutnya kudengar dari mereka berdua cuma suara bisik-bisik mencurigakan. Aku semakin bingung. Tempat macam apa ini???

~~~

Author POV

Entah dari mana ide ini berasal, yang jelas saat ini para main cast di ff ini sudah berkumpul di pojokan tempat peristirahatan terakhir Gyu Ri tadi dengan gaya masing-masing. Ada yang duduk tegap, ada yang jongkok, ada yang saling menyender, ada yang guling-guling, ada yang gelar tikar, ada yang meluk pohon(?), dll.

“Jadi mulai dari mana nih?” Tanya Suho dengan senyum berseri-seri di wajahnya.

“Eh? Biar kami saja hyung yang jadi hostnya.” Kata Baekhyun dengan semangat 45.

“Hah? Emang penting ya hyung pake ada hostnya segala? Kita kan cuma mau ngenalin diri ke mereka doank.” Tanya namja bermata hitam (mirip mata panda) pada kedua hyungnya itu sambil nunjuk-nunjuk trio JGC.

“Iya nih tau. Lagian sejak kapan sih lu berdua jadi pake bahasa formal gitu? Udahan napa? Geli gua dengernya.” Namja berpipi chubby juga gak mau kalah dalam urusan komentar-mengomentari tingkah minus dua dongsaengnya yang unyu tapi ngeselin itu.

Hyung begitu amat sih ama kita? Kita kan cuma nyesuain ama lawan bicara aja.” jawab Chanyeol sambil melirik penuh arti ke arah 3 makhluk dihadapannya. Jihyun yang merasa diliatin pun langsung bereaksi.

“Hah? Oppa kenapa liat-liat aku? Oppa lagi ngomongin aku ya?” Tanya Jihyun dengan oonnya. Sementara itu, 2 yeoja lain yang loadingnya gak lebih cepat dari Jihyun juga cuma saling liat-liatan bingung.

“Jadi gak nih? Kalo gak jadi gua pulang nih.” Kata seorang namja berambut hitam sambil melotot. Sebenernya sih dia gak lagi melotot. Cuma gara-gara matanya yang emang besar, beberapa orang (termasuk trio JGC) jadi suka salah paham ama dia. *poor D.O*

“Ah ela. Segitunya. Iya deh iya. Mulai dari yang paling TUA noh.”

“Eh beBaek. Ngomong tuanya biasa aja bisa gak sih? Tersinggung nih gua. Ehm. Kim Minseok imnida. Panggil aja Xiumin.” Walaupun rada keki sama dongsaeng gak tau sopan santun yang namanya Byun Baekhyun, tapi Xiumin masih bisa nebar senyuman ke tiga dongaseng barunya *oppa yang baik*

“Gua Wu Fan. Panggil gua Kris ge.” Begitulah cara seorang Wu Fan alias Kris ngenalin dirinya ke para dongsaeng barunya. Irit kata, nada jutek, gak ada ekspresi. Author bingung. Nih orang niat ngenalin diri apa ngajak berantem ya? *Kris ngasih death glare*

“Gua Baekhyun, kalo ini Chanyeol. Kita berdua BaekYeol.” Dengan amat sangat pedenya Baekhyun ngenalin dirinya sendiri dan Chanyeol sekaligus. Gak lupa dia ngerangkul Chanyeol. Katanya sih biar keliatan akrab *suka-suka lu lah Baek*

“ChanBaek woiii ChanBaek.” Protes Chanyeol tepat di kuping Baekhyun.

“Kerenan BaekYeol kaleeeee.” Baekhyun bales teriak di kuping Chanyeol pake toa *jangan tanya ke author itu toa dapet darimana*

“Tapi kan diantara kita berdua yang lebih manly tuh gua. Jadi yang bener ya ChanBaek lah.”

“Pokoknya BaekYeol! Yang duluan lahir siapa?”

“ChanBaek! Bodo amat. Yang lebih tinggi siapa?”

“Diem gak lu berdua?” Kris yang udah gerah ngedengerin perdebatan gak mutu itu mutusin buat buka suara. Dan seperti yang diharapkan dari seorang Kris, BaekYeol dengan sukses berhasil dibungkam.

“Haha. Sabar Kris ge, sabar. Gua Kim Joonmyeon. Tapi orang-orang disini biasa manggil gua Suho. Gak tau deh kenapa.” Lagi-lagi Suho ngomong sambil nebar senyum angel yang bikin Jihyun grasak-grusuk kayak cacing kepanasan.

‘Karena oppa emang guardian angel. Kyaaaa!!’ Teriak Jihyun heboh. Tapi dalem hati doank -.-

Annyeong~ Gua Luhan. Gua dari Cina lho barengan ama Tao, Lay, sama Kris juga. Kalian panggil gua gege aja ya? Hehe.” Cuma lewat beberapa kata, flower boy Luhan telah berhasil memikat trio JGC dengan wajah dan keramahannya yang luar biasa.

Ni hao! Wo shi Huang Zitao. Cukup dipanggil Tao aja. Hehe.” Ucap Tao sambil tersenyum ramah. Jihyun, Chaeri dan Gyuri gak nyangka kalo Tao yang mukanya sangar ternyata aslinya ramah banget. Mereka jadi nyesel udah mikir yang nggak-nggak soal Tao. Terutama Gyuri yang sempet ngira kalo Tao itu anggota Yakuza. *ah ela Gyu, di korea emang ada Yakuza?* *GR: salah sendiri la, udah mukanya sangar, bawa-bawa tongkat lagi. napa emang? Mau protes?* *author ngibarin bendera putih*

“Gua Kyungsoo. Tapi kalian boleh panggil gua D.O kok. Inget ya, tulisannya D.O tapi bacanya Dio. Jangan ampe salah lho ya.” Celoteh D.O panjang x lebar kayak emak-emak arisan, tetap dengan mata super besarnya.

“Oppa kok melototin kita sampai sebegitunya sih? Emang kita ada salah ya?” Tanya Chaeri dengan polos dodolnya.

“Mata gua emang udah belo dari lahir nyong.” Jawab D.O gak nyantai.

“Hehehe.” Chaeri cengar-cengir gaje bareng Gyuri dan Jihyun. Kenapa mereka berdua juga ikutan? Cuma Tuhan dan mereka berdua yang tau.

“Gua Kim Jongin. Dipanggilnya Kai. Tulisan ama cara bacanya sama kok. Wkwkwk.” Ledek Kai sambil ketawa bahagia, membuat mata D.O membesar saking kesalnya.

“Kalo gua…”

“Nama aslinya Kim Jongdae tapi lebih sering dipanggil Chen. Tanggal lahir 21 September 1992, zodiak Virgo. Golongan darah B. Tinggi 178 cm.” Potong Chaeri cepat, tegas, lugas, tangkas(?) dan gak lupa sambil nyengir lebar ke arah Chen. Chen yang merasa terbantu(?) bales senyum dan ngelus-ngelus kepalanya Chaeri. Rupanya, ada yang gak sreg ngeliat pemandangan so sweet ini. Buktinya noh si Baekhyun lagi monyong-monyongin bibir sambil ngeliatin couple kita yang satu ini. *ciee baBaek cb ya? Kalo lagi cb tambah jelek lu Baek hahaha* *Baek: asem lu thor*

“Gua Zhang Yixing. Panggil aja Lay. Tapi plis banget ya gua mohon ama kalian, di belakangnya jangan ampe ditambahin ‘s’ ok?” Pinta Lay ngenes yang mendapat anggukan bingung dari ketiga yeoja dihadapannya.

Chanyeol mulai menghitung dengan seksama. Karena jari tangannya gak cukup, akhirnya dia mutusin buat minjem jari tangannya Baekhyun. Baekhyun sebenernya ogah mau minjemin, tapi berhubung Chanyeol ngasih iming-iming permen lollipop bentuk love, akhirnya Baekhyun pun tergoda buat minjemin tangannya.

“Kok baru sebelas? Woiii, yang belom ngemeng siapa nih?” Teriak Chanyeol serasa lagi di pasar.

“Eh Hun, kok lu diem aja sih?” Suho nyenggol-nyenggol Sehun yang lagi senderan ke Luhan dengan pewenya.

“Males ah hyung.” Jawab Sehun tanpa menoleh sedikitpun ke arah hyungnya itu.

‘Emang dasar rajanya evil nih bocah. Untung maknae. Kalo gak udah dari dulu kita hanyutin ke sungai.’ Batin sembilan namja lain dengan kejam tapi kompaknya sambil monyongin bibir 10 senti. *jangan tanya ke author apa hubungannya dan kenapa mereka pada bisa kompak gitu*

Eh? Sembilan? Iya sembilan doank. Soalnya ada satu makhluk angel yang diem aja dan satu makhluk unyu yang malah senyam-senyum gaje liat kelakuan sotoy sang maknae. Sebenernya sang makhluk angel udah diajak buat ikutan. Tapi ditolak mentah-mentah dengan alasan gak tega.  *jangan tanya ke author gimana cara ngajakinnya*

‘Sehun lucu deh kalo lagi males gini.’ Batin Luhan yang bikin Chanyeol meluk-meluk tiang saking senangnya. *jangan tanya ke author kenapa dan bagaimana* *rd: perasaan nih orang dari tadi lepas tangan mulu deh* *dipelototin readers* *jangan liatin author kayak gitu, author juga gak ngerti ini bocah-bocah maunya apa*

Sebelum curhatan author makin panjang dan makin susah buat diberhentiin, Sehun mutusin balik ke topik pembicaraan.

“Udah yuk lanjut aja. Kasian tuh readers udah pada nungguin. Kasian juga yang cewek-cewek gak dapet giliran ngenalin diri.”

Para namja takjub. Baru kali ini mereka mendengar sahabat sekaligus dongsaeng tercinta mereka, Oh Sehun, merasakan simpati terhadap orang lain.

“Tumben banget lu Hun bisa ngomong kayak gitu. Abis kejedot di WC ya? Apa jangan-jangan lu kesambet jin tomang penunggu pohon cabe?”

“Bwahaha.” Semua peserta uji nyali (minus Sehun yang manyun sambil beraegyo ria mukulin hyung dan gegenya satu-satu) langsung ketawa geli pas denger omongan Chen. Kayaknya mereka gembira banget kalo maknae satu ini dikatain. Terutama BaekYeol yang tau-tau aja udah ngakak berguling-guling di lantai sambil pelukan(?). Lagian si Chen juga yang parah. Dari tadi gak kebagian ngomong. Eh sekalinya ngomong langsung jleb banget. *CR: diem gak lu thor.* *Chaeri latah ketularan Kris* *author ngumpet dibelakang Suho*

“Udah udah. Jangan ngetawain Sehun mulu. Kasian tau?” Luhan yang notabene paling deket sama Sehun sekaligus satu-satunya namja yang luput dari aegyo mengerikan Sehun langsung protes begitu ia bisa berhenti ketawa.

“Lagu lu ge. Padahal tadi kan yang paling heboh ketawanya itu lu ama BaekYeol.” Cerocos Tao yang rupanya dari tadi mulutnya udah gatel-gatel pengen ikutan nimbrung juga.

“Hehehe. Bisa aja lu Tao.” Luhan yang jadi malu gara-gara ketauan belangnya(?) refleks nabokin punggung namja berkulit hitam yang duduk pas disampingnya *kai ngasah samurai* ehm maksud author berkulit tidak seputih Sehun *nah gitu donk thor* *iya iya, apa sih yang gak buat lu Kai? #kedipkedip* *Kai pura-pura gak liat* Lanjut!

Kai yang lagi minum dengan damai(?) otomatis langsung tersedak dan nyembur-nyemburin air kayak mbah dukun lagi ngobatin pasiennya *btw Kai minum kok gak bagi-bagi sih?* #plak abaikan

“Buset deh. Jorok banget lu Kai. Gak nyangka gua kalo lu sejorok itu. Pasti bau banget tuh. Bwahaha.” Lay jadi satu-satunya orang yang  ketawa. Lay bingung. Kenapa yang lain diem aja? Padahal kan itu lucu banget. Ternyata oh ternyata, setelah melihat arah semburan Kai, Lay jadi ngeh kenapa mereka pada gak berani ketawa apalagi ngeledekin.

“Zhang Yixing~” panggil namja tinggi berambut blonde itu dengan senyum horror yang mengembang.

N-n-ne ge.” Jawab Lay ngeri.

“Lu pilih yang kiri apa yang kanan?” Kris unjuk-unjuk kepalan tangan di depan muka Lay, membuat Lay bergidik ngeri.

“SELAMATKAN DIRI KALIAN!!” Teriak Lay memeriahkan suasana(?)

Dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara 2 anak TK yang berakhir dengan kemenangan telak Kris. Bukannya nolong Lay, 13 orang lainnya malah sibuk ketawa-ketiwi heboh. Emang kayaknya mereka ini girang banget ya liat orang menderita. Ckckck. *anak baik jangan ditiru ya*

Setelah semuanya bisa berhenti ketawa (dan setelah kaki-tangan Lay diikat pakai tali sepatu Kris) akhirnya perkenalan pun dimulai kembali.

“Namaku Lee Jihyun. Mohon bantuan para sunbae.”

“Jiah. Kaku amat bahasa lu?”

“Iya. Kalo sama kita jangan pake bahasa gituan. Gak enak banget didengernya.”

Kai dan Baekhyun bergantian ngomentarin cara ngomong Jihyun yang menurut mereka terlalu kaku.

“Jadi aku harus pake bahasa apa? Jepang? Prancis? Belanda? O.o”

“Wuih. Hebat juga lu bisa 3 bahasa itu. Belajar dari mana?” Luhan keprok-keprok kagum.

“Yeee.. Siapa bilang aku bisa? Aku kan cuma nanya.” Jihyun lalu ngakak lebar sambil megangin perutnya karena girang udah sukses ngibulin sunbaenya itu.

“Psst psst eh hyung. Nih anak luarnya aja yang keliatan alim. Gak taunya evil juga.” Kata Kai bisik-bisik ke namja yang duduk anteng di sampingnya.

“Iya nih. Sama aja kayak…” Belum sempat D.O nyelesain kalimatnya, oknum yang dimaksud udah keburu mulai melancarkan aksinya(?)

“Gege juga sih. Mau aja dikibulin ama bocah. Lagian mana bisa nih bocah ngomong pake bahasa gaul? Bwahaha.” Sehun ngakak heboh sampai mukul-mukulin lantai *poor lantai*

‘Baru kali ini gua denger ada bocah ngatain bocah lainnya bocah.’ Batin semua namja lainnya. Bahkan kali ini Suho dan Luhan juga ikutan.

Jihyun kesel, empet, bete, mules. Lho? Intinya dia bener-bener murka sama makhluk rese bernama Oh Sehun itu. Kalo aja gak inget ada Suho disana, dia pasti udah nebas tuh orang pake tongkatnya Tao. *Tao: ngapain bawa-bawa tongkat gua sih thor?* *author pura-pura gak tau*

“Cih. Kalo cuma ngomong lu-gua doank anak bayi juga bisa kali.” Jawab Jihyun sambil ngeliat sinis ke lawannya.

“Udah deh. Masalah ginian aja ngapain diributin sih? Pokoknya mulai sekarang yang ngomongnya pake aku-kau dan kawan-kawan sejenisnya harus nraktir kita di kantin depan. Deal? Deal? Deal.” Ngeliat kemungkinan bakal terjadinya perang, Xiumin selaku anggota paling senior di konferensi lantai bundar ini langsung mengeluarkan solusi yang menurut dia paling brilian buat nyelesain masalah ketatabahasaan ini. Yaah, kalo menurut author sih itu bisa-bisanya Xiumin doank buat malakin para dongsaengnya. *Xiu: ehem* Ok, anggep aja author gak ngomong apa-apa. Lanjut!

“Annyeong. Gua Kim Chaeri. Nama panggilan gua Chaeri.” Kata Chaeri dengan muka berseri-seri.

‘Jiah, gak jadi deh dapet traktiran. Gua ketipu ama tuh kacamata.’ Batin Xiumin keki. *Han: psst psst tumben thor lu gak ngomentarin si hyung gembul* *gak ah, males #niruinSehun* Lanjut!

‘Ooo… Jadi namanya Cherry toh? Pantes aja orangnya manis gini.’ Batin Baekhyun dengan dodolnya.

‘Chaeri woiiii Chaeri. Bukan Cherry.’ Chanyeol protes. *kok bisa thor?* *udah dibilang jangan nanya ke author*

‘Eh iya ya? Salah denger donk gua? Jadi malu nih. Hehe.’ *author speechless*

“Gua Jang Gyuri.” Seperti biasa, Gyuri emang irit kata + irit senyum banget. Ckckck.

“Buset. Jutek amat lu mbak?”

“Iya nih. Jadi takut gua ama lu. Hehe.”

“Kalo cemberut mulu tar cepet tua lho. Hahaha.”

Trio Sehun, Chen dan D.O ngakak dengan hebohnya setelah mereka berhasil ngeledekin Gyuri. Author jadi heran deh. Mereka kok pada gak belajar dari pengalamannya Lay ya?

‘Ini sih namanya mereka ngebangunin macan yang lagi tidur.’ Pikir Jihyun, Chaeri, dan Chanyeol berbarengan. *author heran lagi, kok cast di ff ini pada kompak semua ya?* *GR: diem gak lu thor. Gak liat apa gua lagi esmosi? Graaaawww* *author sembunyi dibalik selimut*

‘Sial, gua bejek-bejek juga nih orang-orang rese.’ Batin Gyuri sadis.

“Mmm… Chaeri, gimana kalo kita pergi ke kantin aja?”

“Ne eonnie. Kebetulan lagi haus juga nih.”

“Eh? Gua ikut donk. Ogah gua jadi saksi mata kasus pembantaian.”

Ngeliat aura-aura gelap yang dikeluarin Gyuri, Jihyun-Chaeri-Chanyeol  yakin kalau sebentar lagi bakal ada perang besar. Berhubung mereka gak niat nonton adegan kekerasan, ketiga makhluk gak setia kawan ini pun melenggang pergi seolah gak terjadi apa-apa.

‘Mampus lu Hun. Emang enak dihajar ama Gyuri? Fufufufufu. Jadi pengen liat nih. Tapi serem juga ah. Hiii~’

‘Sorry ya Chen gua gak bisa bantu apa-apa. Gua bukannya udah gak cinta ama lu. Tapi sumpah, gua takut ama Gyuri eonnie.’

‘D.O, bukannya gua gak setia kawan nih. Cuma lunya juga sih. Nyari ribut ama emaknya macan. Yang tabah aja ya lu. Cemungudh.’

Begitulah isi pikiran mereka waktu denger jeritan-jeritan dari ketiga namja gak tau sikon itu. Gak lama kemudian mereka balik ke ruang latihan sambil bawa bubble tea satu orang satu, kecuali Jihyun yang bawa dua.

“Gimana? Ada yang mati gak?” Tanya Chanyeol enteng sambil nyedot banana bubble tea miliknya.

“Mati? Gak ada lah. Kalo yang sekarat sih ada 3 ekor.” Jawab Kris gak kalah entengnya sambil nunjuk-nunjuk tiga namja yang udah tergeletak gak berdaya di pojok ruangan.

“Chen, lu gak apa-apa? Ya ampun kasian banget sih lu.” Chaeri yang gak tega liat kondisi Chen langsung ngebantuin Chen berdiri sementara Baekhyun yang ngeliatnya jadi panas sendiri. *author ngipas-ngipasin Baek*

“Badan gua sakit nih ge abis dibanting ama tuh preman.” Rengek Sehun manja yang ditanggepin secara berlebihan oleh Luhan.

Jinjja? Mana yang sakit? Mana? Sini biar gege obatin.” Kata Luhan sambil ngegandeng Sehun. *eaaa so sweet banget sih lu berdua* *rd: lu HunHan Shipper ya thor?* *cih, gua ketauan*

“D.O. Lu baik-baik aja?” Tanya Suho yang juga khawatir ama D.O *appa sama eomma gak kalah sweet deh* *JH: lu mau gua lempar ke laut ya thor?* *maap #kedipkedipganjen*

“Eh? Kalian darimana aja sih? Wah, gak setia kawan lu pada. Tao juga. Katanya jago wushu. Tapi liat temennya dihajar malah diem. Yang lain juga sama aja.” Ceramah Xiumin pada para dongsaengnya yang gak ikut jadi korban.

“Yang bener aja hyung. Masa kita disuruh ngeroyokin cewek? Emang kita cowok apaan?” Protes Tao kesal.

“Kalo hyung emang kasian ama mereka, kenapa gak hyung aja yang nolongin tadi?” Kris yang males denger ocehan hyungnya itu juga ikutan komentar, membuat Xiumin cuma bisa manyun-manyun speechless. Kris emang jago banget deh kalo urusan ngebungkam orang. Prok prok prok.

“Nih Gyuri. Buat lu. Itung-itung ucapan makasih karena udah bantu gua bales dendam.” Kata Jihyun sambil nyodorin segelas vanilla bubble tea ke Gyuri.

‘Nih anak ngomong apa sih?’ Batin Gyuri gak ngerti maksud Jihyun. Tapi karena males nanya, akhirnya dia cuma nerima bubble tea itu sambil bilang “thanks” dengan muka datar -.-

***

“Btw oppa, itu siapa sih?” Tanya Jihyun to the point begitu 15 manusia kurang kerjaan ini nemu tempat yang dirasa nyaman. Tempatnya gak lain gak bukan ya di pojokan. Tepatnya pojokan kantin yang letaknya pas di depan gedung SM. Itu lho. Kantin yang tadi dibilang ama Xiumin. Ckckck. Btw author makin heran. Kok pada hobi banget mojok ya? *all: suka-suka kita thor. Napa lu yang sewot?* *ok ok -.-* Lanjut!

Lho? Kok mereka bisa ada di kantin? Jadi gini ceritanya. Abis heboh banget-bangetan di ruang latihan, mereka pada haus. Intinya, thanks to 3 makhluk halus yang udah bikin ngiler temen-temen seperjuangannya pake bubble tea ==’ Lagian mereka gak ada kerjaan juga. Harusnya sih sekarang mereka udah latihan, tapi berhubung pelatihnya lagi ada urusan, latihan diundur 3 jam. Pantesan aja dari tadi gak mulai-mulai latihannya *Yeol: baru nyadar lu thor?* *hehehe*

“Yang mana?” Tao celingukan nyari-nyari orang yang dimaksud Jihyun.

“Yang itu tuh.” Tanpa basa-basi Gyuri langsung nunjuk tiga orang yeoja yang lagi duduk-duduk cantik di meja yang letaknya pas di tengah ruangan kantin.

“Eh eonnie. Jangan nunjuk-nunjuk donk. Tar kalo orangnya liat gimana?” Chaeri was-was. Ogah banget dia kalo harus berurusan sama tiga orang itu kayak tadi pagi.

‘Berisik banget sih lu.’ Batin Gyuri sambil ngasih death glare ke Chaeri.

“Iya oppa. Bener banget. Tiga orang yang itu.” Kali ini Chaeri-lah yang dengan seenak perutnya nunjuk-nunjuk. *lha? Katanya gak boleh nunjuk-nunjuk?* *CR: Gua takut dimakan Gyuri eonnie T.T*

“Ooo… Maksud lu grup Ulzzang?” Tanya Kai memastikan.

“Hah? Grup Ulzzang?” Tanya Jihyun, Gyuri, dan Chaeri kompak.

“Iya. Tar gua jelasin. Tapi pesan minuman ama makanan dulu donk. Laper nih gua abis jadi korban penyiksaan.” Kata Sehun sambil megangin pinggangnya dan ngelirik Gyuri sedangkan yang dilirik malah pura-pura gak denger. Sebenernya Gyuri mau ngasih death glare ke Sehun. Tapi berhubung dianya tiba-tiba laper, jadi dia udah gak punya tenaga lagi buat ngeluarin kejutekannya. *rd: emang ngaruh thor?* *author garuk-garuk lantai saking bingungnya*

Singkat cerita, mereka pun mesan makanan dan minuman ke mbak kantinnya. Setelah pesanan datang, bukannya nepatin kata-katanya buat jelasin soal grup Ulzzang, Sehun malah sibuk masukin makanan ke mulutnya. Mau gak mau, Chen-lah yang harus berbaik hati buat ngegantiin tugas sang maknae *Chen baik banget sih. Author jadi makin cinta deh* *Chaeri bawa golok*

“Mereka bertiga itu termasuk ulzzang (best faces) disini. Padahal gabungnya baru 2 bulanan gitu. Tapi mereka udah ngetop aja di kalangan trainee junior dan senior.” Celoteh Chen persis kayak bapak guru lagi ngajarin anak TK, bikin Chaeri guling-gulingan dalam hati(?) saking gemesnya.

“Ya wajar lah. Mereka itu udah cantik, berbakat, baik, ramah lagi. Pastinya banyak lah yang suka ama mereka.” Kali ini Suho yang ikut meramaikan pembicaraan pake ekpsresi muka angelnya sampai-sampai hati Jihyun jedar-jeder dibuatnya.

Jihyun dan Chaeri sama-sama mikir dalam hati ‘Apa jangan-jangan tiga orang itu punya kembaran ya? Soalnya makhluk-makhluk serem yang tadi pagi itu mirip banget mukanya sama mereka bertiga. Tapi kelakuannya? Bener-bener kayak langit dan bumi.’

‘Cih. Baik dari Hongkong?’ Cibir Gyuri yang terbukti lebih cerdas dari kedua rekannya. Tapi berhubung dia nyibirnya dalam hati, jadi gak ada yang denger dan gak ada yang komen juga *ya iyalah thor. Nenek-nenek gendong cucu juga tau kali* *author masang tampang innocent* Lanjut!

“Iya tuh. Sini biar gua jelasin satu-satu. Kalo yang lagi bengong itu namanya Kwon Yongmi. Liat gak tuh? Lagi bengong aja cantik. Gila… Gak abis pikir gua. Kira-kira waktu lagi hamil emaknya ngidam apa ya ampe anaknya pas lahir bisa cantik gitu? Ckckck.” Komentar D.O heboh tanpa sedetikpun ngilangin mata belonya *rd: mana bisa diilangin sih thor?* *oh iya ya hahaha*

“Terus dia juga jago ngerap lho. Gua ama Sehun aja sering adu ngerap ama dia.” Bahkan Kris yang irit kata-kata pun gak mau tinggal diam dalam perbincangan kali ini. Sungguh luar biasa sekali saudara-saudara #plakk author lebay

“Lalu kalo yang lagi main hp itu Ahn Saeri. Anaknya emang keliatan rada cuek sih, tapi sebenernya asik banget kok. Rame, lucu, sporty juga. Pokoknya  seru deh kalo jalan atau ngumpul ama dia.”

“Kalo dia udah nyanyi, beeehh, T.O.P banget deh. Anak-anak trainee yang lain aja pada ngejulukin dia ‘Golden Voice’.”

Kali ini giliran Luhan dan Lay yang ngejelasin dengan semangat 45. Heran deh author. Kalo giliran ngomongin cewek cantik aja, pada semangat banget. Kok gitu sih? *rd: wajar la thor, kalo mereka semangatnya pas ngomongin cowok ganteng, itu baru patut dicurigain* *iya juga sih, readers pinter ya? hehehe.* *rd: emang lunya aja yang dodol thor*

“Nah, yang terakhir…”

“Kalo yang pake pita itu namanya Hwang Sora. Dia itu bisa dibilang dancer cewek terbaik yang SM punya. Udah itu dia juga cantik, pinter, baik, lemah lembut, penyayang binatang lagi. Pokoknya bener-bener tipe cewek idaman lah.”

Dan terdengarlah segala bunyi ‘chie chie’ ‘ehm ehm’ ‘suit suit’ begitu Chanyeol selesai ngerap. Sementara Chanyeol yang jadi korban ledekan itu pun cuma bisa senyam-senyum salting sambil garuk-garuk kepalanya yang kutuan. Author tegesin sekali lagi, barusan Chanyeol itu NGERAP lho, bukan ngomong. Bayangin aja, kalimat sepanjang itu selesai dalam waktu kurang dari 10 detik. *salut author ama lu Yeol =.=’* Lanjut!

Sesi perkenalan hari ini pun berakhir damai(?) dengan dijadikannnya Yeol sebagai bahan ledekan massal. Semua orang bahagia kecuali Yeol yang masih salting, duo Maya RiHyun yang dengan dodolnya masih bingung mikirin kemungkinan adanya kembar itu dan duo BaekGyu yang bete setengah gila. Baekhyun udah jelas bete karena omongannya dipotong ama rap-rap’annya Chanyeol. Kalo Gyuri? Tuh anak kesel banget-bangetan soalnya sang pujaan hati *cie ileh* muji-muji cewek lain di depan mukanya.

‘Sora The Explorer = enemy.’ Batin Gyuri sambil ngebayangin kalo mukanya Sora itu papan target panahan. *Gyu, itu Sora, bukan Dora* *GR: namanya juga orang lagi esmosi thor. Wajar kalo salah-salah dikit* *serah lu deh  #authorpasrah*

Akhirnya karena author udah ngantuk, author putusin chapter 1 berakhir sampai disini. Yeaaayyy!! *heboh sendiri* Buat yang udah mau baca, sekali lagi author ucapin makasih ya. Author jadi terharu nih *ngelap ingus di baju Jihyun* *JH: baju gua baru dicuci woiii* Jangan lupa RCL ya. Annyeong~ *nebar-nebar ciuman*

With love,

Han Yoo Na~

2 pemikiran pada “Be Idol (Chapter 1)

  1. waaah lucu bgt thorrrr:3 gasabar next chap+endingnya gimana xD posternya keren, tp pas awal aku sempet bingung sama panah2annya pas abis baca ceritanya langsung mudeng deh hihi.
    lanjut thorrr cemungudh!^^9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s