Go Sarang! (Chapter 5)

GO SARANG! (1)

Judul : GO SARANG! Chapter 5

Author : Xoxo_baekhun

Genre : Romance, Family, Relationship, Sad

Length : Chapters

Main Casts:

  1. Elaine Lee
  2. Park Chanyeol
  3. Oh Sehun

Supporting Casts:

  1. Lee’s Family

And others..

Rating : PG-15

Summary : Apa yang akan dilakukan Sehun terhadap El setelah melihat El berkelahi dengan perempuan yang mengaku sebagai calon tunangannya? Akankah El menjauhi Sehun karena mengetahui bahwa Sehun sudah memiliki calon tunangan?

LET’S GET STARTED ^^

Oh’s Family House

Pyeongchan-dong, Seoul

Sedaritadi Sehun masih saja duduk di pinggir kasurnya sambil memperhatikan El yang kini sedang tertidur pulas. Mata Sehun tak lepas dari bibir El yang dari dulu sangat dipujanya. Sehun bahkan sudah pernah berimajinasi bagaimana jika mereka berdua berciuman. Tapi Sehun berpikir untuk menjauhkan pikiran itu dalam waktu dekat ini. El pastinya takkan mau berciuman dengannya, mengingat status hubungan mereka masih sebatas teman. Ya, meski Sehun sedang berusaha menjadikan El sebagai kekasihnya.

El masih belum sadar bahwa dirinya sedaritadi diperhatikan oleh Sehun, Ia masih saja tidur dalam tidur cantiknya, meski terlihat jelas bahwa wajahnya tak secantik biasanya.

“Sebenarnya apa yang mereka ributkan? Mengapa mereka bisa berkelahi seperti itu?” Pikir Sehun.

Sehun benar-benar tak menyangka jika El bisa bertengkar seperti tadi siang. Ia kira, El adalah sosok gadis cantik dan anggun, tapi ternyata El bisa juga berkelahi seperti tadi.

“Kau sudah bangun?” Tanya Sehun pelan setelah melihat El mulai membuka kedua bola matanya perlahan.

El pun bangkit perlahan dari tidurnya, dan mengubah posisinya menjadi duduk.

Sehun pun berusaha membantu El mengubah posisinya, berharap bantuannya dapat mengurangi rasa sakit dalam tubuh El.

Kemudian keduanya saling bertatap-tatapan cukup lama.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Sehun akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka.

El pun langsung mengerti arah pertanyaan Sehun. Maka dari itu, Ia langsung menatap mata Sehun serius.

Ia terdiam sejenak, kemudian mengambil napas pelan dan menghembuskannya.

“Kekasihmu yang mulai terlebih dulu.” Jawab El singkat tanpa mengubah tatapannya dari bolamata Sehun.

“Kekasihku?” Tanya Sehun bingung.

“Iya Kekasihmu, yang tadi berkelahi denganku.” Jawab El

“Ia menghalangi jalanku ketika aku ingin pulang, lalu Ia juga yang menjambak rambutku lebih dulu.” Lanjutnya kesal.

“Dan bodohnya aku meladeninya.” Sambungnya lagi sambil mengingat kejadian perkelahian bodohnya tadi siang.

“Maksudmu Yoora? Song Yoora?” Tanya Sehun memastikan.

“Mana kutahu namanya siapa.” Jawab El semakin kesal.

“Dia bukan kekasihku.” Ucap Sehun tiba-tiba.

Kemudian El menatap Sehun dengan tatapan tak mengerti. Kemudian Ia mengingat sesuatu.

“Oh! Maksudku, calon tunanganmu itu.” Ucapnya setelah mengingat perkataan gadis bernama Yoora tadi.

“Kau ini jangan bicara sembarangan. Dia itu bukan calon tunanganku atau pacarku. Dia itu bukan siapa-siapaku, kau mengerti?” Jelas Sehun serius.

Dari ucapan Sehun tadi, dapat dipastikan bahwa Sehun sangat takut jika El mengira Yoora benar-benar merupakan calon tunangannya. Ia takut El salah sangka dan malah menjauhi dirinya, padahal langkahnya untuk mendapatkan hati El baru saja dimulai.

Kemudian El menatap Sehun dengan tatapan bingung. Sejujurnya Ia percaya saja pada Sehun, karena Ia pikir, tak mungkin Sehun mendekatinya jika Ia sudah memiliki kekasih. Tapi Ia juga bingung, apa yang perempuan bernama Yoora itu lakukan. Mengaku-ngaku sebagai calon tunangannya dan dengan seenaknya menjambak rambutnya.

“Dasar perempuan kampungan.” Ucap El dalam hati.

“Sudahlah, dia itu memang sangat kampungan.” Ucap Sehun tiba-tiba seolah Ia bisa membaca pikiran El.

“Jangan pernah percaya pada oranglain seperti dirinya yang mengatakan bahwa mereka adalah kekasihku, tunanganku, atau bahkan calon istriku. Aku, Oh Sehun, hanya sedang memfokuskan pikiranku pada, Bagaimana caranya untuk mendapatkan hati seorang ELAINE LEE ANDREA.” Ucap Sehun tegas dan lantang.

Hal itu sontak membuat El terkejut pada awalnya, kemudian tersenyum senang mendengar ucapan Sehun.

“Kau ini, apa-apaan sih. Jangan sampai orangtuamu mendengarkan ucapanmu barusan. Memalukan.” Ucap El sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Sehun, kemudian menaruh jari telunjuk kanannya kedepan bibir Sehun.

Kemudian keduanya tertawa kecil.

El pun memutuskan untuk berkeliling dikamar Sehun. Kamar Sehun yang berwarna biru-putih, di design benar-benar rapih. Sehun memang sosok pria yang rapih dan tidak suka dengan kondisi kamar yang berantakan, maka dari itu, Ia selalu menyimpan barang-barangnya dengan rapih.

Kemudian perhatian El terpaku pada bingkai foto yang terletak diatas meja komputer milik Sehun. Kemudian tangan kanannya meraih bingkai foto itu dan melihat ada pasangan seorang wanita cantik sedang menggendong anak kecil yang lucu, dan ada seorang pria gagah yang berdiri disebelah istrinya. Ketiganya tampak bahagia dalam foto.

Setelah melihat Sehun kembali ke dalam kamar, El pun langsung menaruh kembali bingkai foto itu, lalu tersenyum kearah Sehun.

“Ayo makan dulu. Sudah ada makanan yang disiapkan untukmu.” Ajak Sehun, kemudian menarik pelan tangan El.

“Annyeonghasseyo, nona.” Sapa seorang wanita yang kira-kira berumur 50 tahunan setelah El dan Sehun sampai di meja makan.

“Ne, Annyeonghasseyo.” Sapa El sopan sambil membungkukkan kepalanya.

Sehun yang masih menggenggam tangan El pun, melepas genggamannya, kemudian menarikan kursi untuk El.

“Duduklah.” Ucap Sehun lembut, kemudian tersenyum.

El pun menuruti permintaan Sehun sambil tersenyum. Sehun pun mengambil satu mangkok bubur yang tadi sudah dibuatkan oleh Jang Ajhumma.

Betapa terkejutnya El saat Sehun menyuapinya bubur tersebut. Karena merasa kaget, El pun memundurkan kepalanya. Sehun tampak jelas kecewa.

“Aku bisa makan sendiri, Sehun-ah. Kau bisa makan punyamu.” Ucap El, kemudian mengambil sendok dan mangkuk dari tangan Sehun.

Jang Ajhumma pun hanya bisa tersenyum melihat sikap Tuan Mudanya itu. Sejujurnya Ia merindukan sosok Sehun yang dulu. Saat Ibu kandungnya masih ada disisinya, saat dimana Sehun masih bisa tertawa lepas.

Ya, Jang Ajhumma memang sudah bekerja di keluarga Oh sedari Sehun berumur 3 tahun. Ia tahu persis bagaimana kelakuan Sehun. Meski Sehun yang sekarang berbeda dari yang dulu, Ia yakin, atas kehadiran gadis disampingnya saat ini, lama-kelamaan bisa membuat Sehun yang dulu kembali.

“Sudah pukul 7 malam. Kau tidak ingin pulang?” Tanya Sehun pada El yang kini sedang menonton televisi di kamar Sehun.

Setelah menyelesaikan makan malam mereka satu jam yang lalu, keduanya memang memutuskan untuk menonton televisi bersama. Ya, sekiranya itu bisa menjadi pengobat kebosanan mereka.

El pun hanya menggeleng pelan. Kemudian menatap Sehun yang tengah berada disampingnya.

“Aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini. Orangtua ku bisa memarahiku jika mereka tahu aku berkelahi.” Ucap El sambil menujukkan jari telunjuknya kedepan wajahny.

Sehun hanya menatap El dalam diam.

“Lalu bagaimana? Jika kau tidak pulang kerumah, mereka akan mencarimu.” Ucap Sehun lembut sambil menatap mata El.

El pun diam sejenak, kemudian mengambil ponselnya yang Ia letakkan tak jauh dari sofa yang sedang mereka duduki didalam kamar Sehun.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sehun ketika melihat El sibuk mengetik pesan di ponselnya.

“Aku sudah memberitahu Ibuku bahwa malam ini aku tidak akan pulang ke rumah, karena aku sedang menyelesaikan tugas kuliah di rumah temanku.” Jelas El, setelah dirinya selesai mengirim pesan singkat pada Ibunya.

Kemudian Sehun menatap El dengan tatapan bingung. Kemudian El mendekati Sehun dan tersenyum, menampilkan rentetan gigi putihnya. Hal itu langsung saja membuat Sehun makin kebingungan dan tak mengerti.

“Apa aku boleh menginap disini?” Tanya El menatap mata Sehun dalam-dalam.

Sehun pun diam karena terkejut. Ia seperti memenangkan lottery. Kemudian pikirannya mulai berimajinasi ke hal-hal yang bisa saja terjadi diantara mereka jika El mengingap dirumahnya malam ini. Terlebih, Ayah dan Ibu tirinya sedang tidak berada di Korea. Dan Jang Ajhumma akan selalu pulang kerumahnya ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

“Ya! Oh Sehun! Boleh tidak?” Tanya El memastikan karena sedaritadi Sehun malah diam saja tidak menjawab pertanyaannya.

“Ah.. Ye. Tentu saja.” Jawab Sehun gugup, kemudian tersenyum malu-malu.

“Terimakasih, Sehun-ah.” Ucap El, kemudian tersenyum sangat manis. Lalu kembali memusatkan perhatiannya kearah televisi.

“Aku keluar dulu ya.” Ucap Sehun tiba-tiba, kemudian bangkit berdiri meninggalkan El sendiri. El pun hanya mengangguk mempersilahkan Sehun.

“Kenapa tiba-tiba tubuhku jadi memanas?!” Tanya Sehun dalam hati. Kemudian Ia mengambil sebotol air dingin yang terletak di lemari pendingin dapur. Lalu ia berjalan melangkah kolam renang yang terletak tepat di depan meja makan.

Sehun pun duduk dipinggir kolam renang, dan memasukan kedua kakinya ke kolam renang. Ia pun membuka botol minumya, dan mulai meminumnya.

“Eomma, dia cantik kan?” Tanya Sehun sambil menatap bintang-bintang yang menghiasi malam.

Berharap Eommanya di surga bisa mendengarnya.

Kemudian Sehun menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya.

“Aku baru bisa membawanya malam ini, Eomma. Maafkan aku baru bisa mengenalkannya padamu.” Ucap Sehun lagi.

Ya, jika sedang merindukan Ibunya, Sehun memang selalu mengunjungi tempat ini. Tempat favorit Ibunya dari sekian banyak tempat di rumah ini.

Kemudian Sehun tersenyum dan kembali meminum minumannya.

“Andai dia benar-benar kekasihku.” Sambung Sehun lagi, lalu memainkan air kolam renang.

“Aku rindu padamu.” Ucapnya.

“Kau rindu pada siapa, Sehun-ah?” Tanya El tiba-tiba yang berhasil membuat Sehun terkejut setengah mati.

“Sejak kapan kau ada disitu?” Tanya Sehun yang sudah dapat mengontrol rasa terkejutnya.

“Baru saja. Tadi aku haus, jadi berniat ingin ke dapur, tapi ternyata aku melihatmu disini.” Jelas El, kemudian menghampiri Sehun dan duduk tepat disebelah Sehun.

El memasukkan kakinya kedalam kolam renang, kemudian tersenyum menikmati dinginnya air kolam. Sehun pun hanya dapat tersenyum melihat senyuman El. Ia senang karena El sudah dapat tersenyum lagi. Dan kali ini, senyumannya jauh lebih tulus daripada senyumannya tadi ketika meminta ijin untuk menginap di rumahnya.

“Kau senang?” Tanya Sehun tiba-tiba.

El kemudian menatap Sehun sambil tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya.

“Aku selalu ingin kolam renang di rumahku. Tapi Appa dan Eomma ku tidak pernah mengijinkannya karena adikku tidak bisa berenang, dan mereka takut adikku akan tenggelam.” Cerita El, sambil masih memainkan air kolam pelan.

“Kau boleh berenang disini kapanpun kau mau.” Ucap Sehun.

El pun memutar kepalanya kearah Sehun. “Terimakasih, Tuan Muda Oh.” Ucap El, lalu tertawa kecil.

Sehun pun juga ikut tertawa.

“Aku tidak suka panggilan itu.” Ucap Sehun.

“Benarkah?”

Sehun pun mengangguk mendengarkan pertanyaan El.

“Sedari kecil, mereka semua mengira aku akan menjadi penerus perusahaan Ayahku.” Ucap Sehun menceritakan kisah hidupnya.

El kemudian menatap wajah Sehun serius.

“Mereka memperlakukanku dengan sangat baik.” Lanjutnya.

“Karena kau memang akan menjadi penerus perusahaan Ayahmu, kan?” Tanya El memastikan.

Sehun pun menatap El dengan serius.

“Kau juga berpikir demikian?” Tanya Sehun.

El pun mengangguk.

“Kau tahu, nasib kita sebenarnya bisa dibilang mirip.” Ucap El.

“Ayahku benar-benar menginginkan aku dan adikku untuk melanjutkan usahanya. Sementara aku dan adikku tidak begitu tertarik pada urusan seperti itu.” Jelasnya kemudian menatap bintang dilangit.

“Ayahku memaksaku untuk masuk jurusan bisnis setelah aku lulus SMA. Aku pun mengikuti perintahnya.” Sambungnya lagi.

El menghela napas singkat sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.

“Kadang aku merasa hidup ini benar-benar tidak adil.” Lanjut El lagi, kemudian kembali menatap Sehun yang masih setia mendengarkan ceritnya.

“Wae?” Tanya Sehun.

“Adikku bisa masuk kelas seni yang Ia sukai, sementara aku? Aku harus terjebak di pelajaran-pelajaran yang tiap hari membuatku sakit kepala.” Jelasnya, kemudian tertawa malas mengingat keberuntungan adiknya.

“Kenapa adikmu bisa memilih, sementara kau tidak?” Tanya Sehun penasaran.

“Entahlah, mungkin itu takdir.” Jawab El singkat.

Kemudian El tersenyum menatap Sehun.

“Kita nikmati saja hidup ini.” Ucap El memberikan semangat bagi mereka berdua.

Sehun pun tertawa kecil melihat aksi El.

“Bagaimana luka mu?” Tanya Sehun tiba-tiba.

El tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Sehun.

“Sudah tidak begitu sakit. Tapi lukanya masih belum hilang.” Jawab El.

“Berjanjilah padaku untuk tidak pernah berkelahi lagi.” Ucap Sehun tiba-tiba. Kemudian tersenyum menatap El.

“Iya, aku berjanji, Tuan Muda Oh.” Ucap El sembari meledek Sehun dengan sebutan Tuan Muda.

Sehun yang kesal pun, dengan iseng menggelitiki tubuh El sambil tertawa. El yang sedang kegelian pun membalas aksi iseng Sehun dengan membalas menggelitiki Sehun.

Keduanya pun tertawa lelah, dan tanpa sengaja, tubuh El yang memang sudah hampir jatuh kedalam kolam renang, menarik tubuh Sehun hingga keduanya masuk kedalam kolam renang secara bersamaan dengan posisi kedua tangan Sehun berada di pinggang El, sementara kedua tangan El berada dibahu Sehun.

Dan keduanya saling bertatapan cukup lama.

Sehun pun mendekati tubuh El perlahan, kemudian menatap mata dan bibir El secara bergantian. Kemudian Ia menutup kedua matanya ketika tubuhnya sudah merapat ketubuh El. Begitu juga dengan El.

Ketika bibir Sehun bersentuhan dengan bibir El, El tersadar akan sesuatu yang salah. Kemudian Ia pun langsung membuka keduamatanya dan mendorong pelan tubuh Sehun dari dirinya.

Sehun yang kaget pun langsung menatap El dengan kecewa.

“Wae? Ada yang sakit?” Tanya Sehun memastikan.

“Ani.” Jawab El singkat, kemudian berjalan menuju tangga kolam renang yang terletak tak jauh dari tempat mereka berada sekarang.

El pun bangkit berdiri dan meninggalkan Sehun yang masih menatap nanar kearah dirinya. Kemudian Ia berjalan menuju kamar Sehun.

“ARGHHH!!” Teriak Sehun kesal sambil menghentakan air sekuat yang Ia bisa.

Jelas sekali Sehun kecewa dengan El. Bagaimana tidak, El sudah jelas-jelas menolak ciuman darinya, Itu tandanya, El benar-benar tidak tertarik pada dirinya. Padahal dirinya sudah mencoba untuk mendekati El dengan cara yang sangat lembut. Ia bahkan tidak pernah merasakan cinta sebegitu kuatnya kepada seorang perempuan sebelumnya.

“Kau benar-benar membuatku gila!” Pikir Sehun.

Daehakro Café, Seoul

April 10th, 2013

“SELAMAT DATANG!” Sapa pegawai-pegawai café pagi ini.

Mereka menyambut pelanggan mereka, yang ternyata adalah El yang sudah sering mengunjungi kedai kopi ini.

El pun tersenyum senang disambut oleh pegawai-pegawai disini.

“El-ssi, ingin pesan sesuatu?” Tanya Krystal, yang merupakan pegawai di cashier yang selalu melayani pesanannya.

“Tentu saja. Aku ingin pesan 1 hot caramel macchiato.” Ucap El sopan.

“Baiklah.”

“Kau tidak ingin pesan yang lain?” Tanya Chanyeol tiba-tiba yang kini sudah berada disamping Krystal. Dan tersenyum.

Ia memang sudah menyadari kedatangan El tadi, dan Ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.

“Oh, Chanyeol-ssi.” Ucap El kaget melihat kedatangan mendadak Chanyeol.

“Ya! Oppa, kau ini apa-apaan? Biarkan saja El-ssi memilih pesanan yang ia inginkan. Sudah sana masuk lagi.” Perintah Krystal yang terlihat kesal atas ulah Chanyeol.

“Ya! Kau ini! Tidak sopan sekali.” Ucap Chanyeol, yang ikut kesal.

“Hei, kalian tak perlu bertengkar.” Ucap El mencoba meleraikan dua orang dihadapannya.

Kemudian El tersenyum kearah Chanyeol.

“Baiklah, aku ingin pesan yang lain. Tapi kau harus buatkan aku minuman special. Bagaimana?” Ucap El kearah Chanyeol.

“Baiklah.” Chanyeol pun menyetujui permintaan El, kemudian tersenyum. Lalu beranjak menuju dapur tempat Ia membuat minuman-minuman spektakuler.

El pun lalu duduk ditempat biasanya Ia duduk. Tempat langganannya.

Sambil menunggu pesanannya datang, Ia kembali mengingat kejadian dimana Sehun menciumnya. Dan bodohnya, Ia langsung pergi meninggalkan Sehun sendirian. Ani, Ia bukan hanya pergi meninggalkan Sehun di kolam renang, tetapi El bahkan langsung pergi dari rumah Sehun setelah mengganti bajunya dengan baju semulanya.

Alhasil, Ia pun terpaksa pulang kerumahnya dan betapa beruntungnya dirinya, karena ternyata Ayah dan Ibunya sedang pergi ke Jepang untuk mengurus department store mereka disana yang sedang menghadapi masalah.

Tapi tetap saja Ia harus mendapat pertanyaan-pertanyaan dari adiknya yang kaget melihat wajah lebam El saat sampai dirumah.

“Sejak kapan kau jadi seorang berandalan?”

“Apa yang kau lakukan?”

“Apa kau punya masalah?’

“Apa rasanya sakit?”
“Apa kau sudah memberitahu Ayah dan Ibu?”

Ya, itulah beberapa pertanyaan dari sekian banyaknya pertanyaan dari Adiknya yang berhasil membuatnya tak bisa beristirahat.

“Ini untukmu.” Ucap Chanyeol tiba-tiba membuyarkan pikiran El.

“Terimakasih.” Ucap El, kemudian menyuruh Chanyeol untuk duduk menemaninya pagi ini.

Berhubung kedai kopi ini memang sedang sepi pengunjung, Ia dapat berbincang sebentar dengan El.

“Bagaimana?” Tanya Chanyeol setelah melihat El meminum minuman special buatannya.

“Enak. Apa namanya?” Ucap El, kemudian tersenyum kearah Chanyeol.

“Entahlah. Itu eksperimen terbaruku. Aku belum memberikan nama.” Jawab Chanyeol tersenyum, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

El pun tersenyum melihat kebiasaan Chanyeol itu.

“Jadi apakah aku yang pertama kali mencobanya?” Tanya El, kemudian meminum lagi minumannya.

Chanyeol pun hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu kau harus memberi nama El untuk minuman ini, bagaimana?” Ucap El asal, lalu tersenyum. Ia hanya ingin berteman dengan Chanyeol. Sungguh, itu saja. El merasa Chanyeol adalah orang yang baik dan juga sopan.

Chanyeol pun melebarkan kedua matanya, tanda Ia terkejut, kemudian tersenyum, dan kembali meggaruk kepalanya.

“Sudahlah, berhenti menggaruk kepalamu. Apa kau ini sedang kutuan?” Tanya El, kemudian tertawa. Dan diikuti oleh tawaan Chanyeol.

Canteen of Seoul National University, Seoul

Semenjak insiden beberapa hari lalu dirumah Sehun, Sehun masih belum berbicara dengan El. Padahal Ia sudah berusaha bertemu dengan gadis itu, namun hasilnya nihil. Ia tidak dapat menghubungi El. Ia juga tidak bisa bertemu El di kampus karena El yang seakan berusaha untuk menghindarinya.

Padahal Sehun ingin sekali meluruskan masalah waktu itu. Ia benar-benar dibuat gila oleh El. Ia benar-benar merindukan gadis itu, meski gadis itu tak pernah merindukan dirinya.

Akibat aksi pendiaman El terhadap dirinya, banyak murid yang mengira kami sudah putus hubungan akibat perkelahian El dengan Yoora waktu itu. Mereka mengira aku sudah menghinati cinta El, dan akhirnya El memutuskanku.

“Dasar bodoh.” Pikirnya. Ia saja belum resmi berpacaran dengan El, mana mungkin bisa putus.

“Sehun-ah, sudahlah. Berhenti memikirkan gadis itu.” Ucap Jongin mencoba memberikan semangat pada sahabatnya yang akhir-akhir ini terlihat seperti mayat hidup.

Ya, Sehun tidak dapat tidur nyenyak akhir-akhir ini. Pola makannya pun sangat amat terganggu. Dan Sehun lebih sering menghisap rokok ketimbang biasanya.

“Carilah gadis lain. Mungkin Ia benar-benar tidak menyukaimu.” Lanjut Jongin lagi, kemudian meminum cola nya.

Luhan hanya dapat memperhatikan Luhan dengan perasaan iba. Sebetulnya, Ia merasa kasihan pada Sehun. Bagaimanapun, ini pasti bukan masalah mudah bagi Sehun. Selama berteman dengan Sehun, ini adalah kali pertamanya melihat seorang Sehun menjadi sosok yang benar-benar putus asa. Sama seperti waktu Ia kehilangan Ibunya.

“Sehun-ah, kurasa kau harus menurunkan egomu.” Ucap Luhan serius.

Sehun pun langsung menatap Luhan. Dan menunjukkan tatapan ‘maksudmu?’

“Jadi begini Sehun-ah. Kau tidak bisa mendapatkan hati El-ssi jika kau tetap bertindak seperti ini.” Lanjutnya.

Sehun terus menatap Luhan serius, menunggu kelanjutan ucapannya.

“Bersabarlah. Jika kau tidak ingin bersabar, El-ssi tidak akan mau bersamamu.” Lanjutnya, kemudian menepuk pundak sahabatnya itu.

Jongin sebenarnya malas akan usul yang Luhan berikan. Ia berpikir, untuk apa mencintai orang yang sudah jelas-jelas tidak mencintai kita. Tapi atas dasar rasa hormatnya pada kedua sahabatnya ini, Jongin hanya mengangguk menyetujui ucapan Luhan.

“Berusahalah untuk tidak melangkah terlalu cepat.” Ucap Luhan lagi memberi nasihat.

Sehun pun hanya menatap kedua sahabatnya dengan tatapan serius dan kembali berenang dalam pikirannya.

‘Mendapatkan cintanya benar-benar sesulit mencari satu peniti ditumpukan jerami.’ Pikirnya.

Mr. and Mrs. Lee’s House

Apgujeong- Gangnam, Seoul – South Korea

“Sekali lagi terimakasih karena kau sudah mau mengantarkanku pulang, Chanyeol-ssi.” Ucap El, kemudian tersenyum manis.

Ya, malam ini, Chanyeol memang kembali mengantar El pulang setelah daritadi pagi El berada di kedai kopi tempatnya bekerja.

“Harusnya aku lah yang berterimakasih padamu.” Ucap Chanyeol, lalu tersenyum.

“Karena kau sudah banyak membantuku tadi di dapur.” Lanjutnya.

Ya, karena sedang malas masuk kampus, El pun memutuskan untuk berada seharian ditempat Chanyeol bekerja. Bahkan tadi Ia mendapat kesempatan untuk melihat langsung Chanyeol membuat gambar-gambar lucu diatas kopi buatannya.

Semua itu tentu atas persetujuan atasan Chanyeol, Bos Kim, yang sudah sering melihat El datang membeli minuman di kedai mereka. Setelah mengetahui bahwa El merupakan teman Chanyeol, Ia pun langsung mengijinkan El untuk melihat langsung aksi Chanyeol menghias minuman.

“Tidak, Aku tidak membantumu, Chanyeol-ssi. Aku malah mengganggumu.” Ucapnya malu mengingat tingkah bodohnya yang secara tidak sengaja menumpahkan minuman buatan Chanyeol.

Chanyeol pun hanya tertawa mendengar ucapan El.

“Tidak apa-apa. Aku menganggap itu adalah hiburan.” Ucap Chanyeol, lalu tersenyum.

El pun ikut tersenyum.

“Masuklah. Aku yakin keluargamu sedang menunggumu didalam.” Ucap Chanyeol, lalu tersenyum melambaikan tangannya.

“Ne. Kau hati-hatilah dijalan. Sampai jumpa lagi.” Ucap El, lalu tersenyum. Kemudian masuk menuju pintu rumahnya. Ia pun sempat berbalik kearah Chanyeol beberapa kali sambil tersenyum.

Tanpa El duga, ternyata Ayah, Ibu, dan juga Adiknya sedang memperhatikan dirinya dan Chanyeol lewat jendela besar dekat pintu rumah.

‘Bagaimana mereka semua bisa tahu kalau aku dan Chanyeol sedang berada diluar? Padahal kami hanya berjalan kaki dan tidak mengeluarkan suara apapun. Benar-benar aneh.’ Pikirnya.

“Aigoo. Kekasihmu benar-benar tampan.” Puji Nyonya Lee, mengikuti langkah putri sulungnya itu.

“Iya, Eomma. Kekasih El benar-benar tampan,” Balas Adiknya sambil tersenyum.

El pun langsung duduk di sofa ruang keluarga, dan diikuti oleh Ayah, Ibu, dan juga Adiknya.

“Kan sudah kukatakan, bahwa Chanyeol-ssi itu bukan kekasihku. Kami hanya berteman. B-E-R-T-E-M-A-N.” Jelas El malas.

“Hei, semua itu kan berawal dari pertemanan.” Ucap Nyonya Lee, lalu tersenyum bahagia.

“Tapi kau terlihat sangat senang.” Ledek Adiknya lagi.

El pun hanya menatap kesal adiknya yang semakin hari semakin senang menggodanya.

“El, bawalah Chanyeol kerumah.” Ucap Tuan Lee tiba-tiba.

Dan diikuti oleh anggukan persetujuan Nyonya Lee dan juga Adiknya.

El pun hanya menatap Ayahnya dengan tatapan bingung.

‘Bagaimana mungkin Ia bisa mengajak Chanyeol untuk datang kerumahnya?’ Pikirnya.

“Ayah ingin mengenal teman dekatmu dengan baik, El.” Ucap Appanya serius. Kali ini tanpa ada maksud untuk menggoda anaknya.

“Iya, Eomma juga ingin mengenalnya.” Timpal Eommanya, kemudian tersenyum.

El pun hanya mengangkat bahunya, menandakan bahwa Ia tidak tahu dan tidak berjanji.

“Kau juga Dan.” Ucap Tuan Lee, yang kini menatap Adik El.

“Ne?” Ucap Dan, bingung.

“Kau juga harus mengenalkan Appa pada laki-laki yang waktu itu kau ceritakan. Siapa namanya? Appa lupa.” Ucap Tuan Lee sambil berusaha mengingat nama pria yang pernah diceritakan putri bungsunya.

“Do Kyungsoo, yeobo.” Ucap Nyonya Lee mengingatkan suaminya.

Dan pun hanya tersenyum kecil kearah Ayahnya.

‘Kenapa aku juga jadi kena?’ Pikirnya.

TBC…………….

Iklan

5 pemikiran pada “Go Sarang! (Chapter 5)

  1. wah pertanda baik nih kayaknya chanyeol bakalan diterima di keluarga El tapi mereka belum jadian kekekeke..ceritanya manis thor..
    ditunggu ya kelanjutannya

  2. Ada typo “Luhan hanya dapat memperhatikan Luhan dengan perasaan iba. Sebetulnya, Ia merasa kasihan pada Sehun. ” Kekekekek
    Lanjuttt tor,, makin penasaran sm hub yeol ma el,,,

  3. cie cie,
    lucu pas keluarganya El lg ngeliatin mereka berdua yg lg diluar. eh mlah El disuruh ngajak Chanyeol ke rumah, Dan jg disuruh ngajak D.O ke rumah.. uu, manis ceritanya.
    next ya thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s