Could It be Love? (Prolog)

Title            : could it be love (prolog)

Author       : dindin

Genre         : romance, friendship, sad, school life

Rating        : general

Length       : chapter

Cast            : Masih dirahasiakan :p

A.N             : so many typos hereee. Emang alurnya rada gaje tolong dimaklumin yaaa masih pemula huehehe ^^ kalo banyak yang komen ntar aku lanjutin deh 😀

——______——

Seorang yeoja terlihat tergesa-gesa berjalan menuju gerbang sekolah yang sudah mulai terlihat dari kejauhan. Ya gadis itu yakin bahwa ia akan terlambat, tapi mau bagaimana lagi hari ini ada pelajaran yang disukainya. Lagipula jika membolos hari ini, kemana ia akan pergi? Tak ada tempat yang menarik. Sekalipun itu kembali pulang kerumah.

“huh,apa yang harus aku lakukan?” ia sedikit memelankan langkahnya. Terlihat sedikit bimbang. Memang baru pertama kali buatnya terlambat datang ke sekolah, tapi bagaimanapun juga ia akan terkena hukuman, yah minimal semprotan dari satpam sekolah mungkin.

‘setidaknya dihukum lebih baik daripada berada di rumah’ pikir gadis itu sesaat. Kemudian ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi.

 

“yak! Apa alasanmu terlambat” semprot satpam sekolah gadis itu sesaat setelah gadis itu sampai di depan gerbang yang sudah tertutup. Gadis itu memejamkan matanya sejenak.

“macet” hanya kata itu yang terlontar dari mulut gadis itu. Satpam sekolah sedikit mengkerutkan dahinya dan mulai mengeluarkan sejumlah pertanyaan lagi.

“kenapa bisa macet?” Tanya satpam dengan lebih sabar.

“kecelakaan” lagi-lagi jawaban singkat yang dilontarkan gadis itu. Sang satpam tampaknya mulai geram dengan gadis itu

“apa yang ditabrak?”

“kucing”

Sejenak sang satpam membuka mulutnya lebar-lebar. ‘Gadis Ini benar-benar tidak masuk akal’ pikirnya.

“memang kau naik apa ke sini?” Tanya satpam itu sekali lagi.

“jalan kaki”

Baru saja si satpam ingin mengucapkan kata, si gadis sudah memotongnya terlebih dahulu

“sudahlah ahjussi, apa susahnya membuka pintu ini” dengan tatapan malas sang gadis mengatakan kalimat itu.

“baiklah ayo masuk” akhirnya satpam ini membuka pintu gerbang itu

“terimakasih ahjusi” kata gadis itu dengan sedikit membungkuk hormat

“hei mau kemana kau, siapa suruh kau langsung masuk ke kelas?” kata satpam sambil tersenyum licik

‘ini akan menjadi hari yang melelahkan. Di hari pertamaku masuk SMA’

 

Dan ….. semuanya perdebatan sengit itu berakhir di tengah lapangan. Di saat semua anak baru duduk santai di aula sekolah. Gadis ini dengan tatapan malas berdiri di tengah lapangan sambil menghormat pada tiang bendera. Dan parahnya lagi satpam sialan itu(re:satpam sialan adalah sebutan baru yg dibuat oleh gadis tadi) menyuruh sang gadis agar mempertahankan posisinya sampai jam istirahat pertama. Yang artinya gadis itu harus bertahan di tengah lapangan selama 3 jam dari sekarang. Ditengah suhu dingin yang melanda kota seoul ini yang kurang lebih 14 derajat dengan hanya memakai seragam lengkapnya yang terdiri dari kemeja yang ditutupi blazer biru tua dan rok senada dengan motif garis di ujungnya yang kita semua tahu tingginya di atas lutut.

‘sial. Kenapa tadi pagi aku tidak sarapan? Aku sangat lapar’ pikir gadis itu.

Para sunbae sudah mulai keluar dari kelas masing-masing dan mulai melihat aneh ke arah gadis itu tapi gadis itu tetap cuek dan mempertahankan posisinya semula. Ia terlihat sama sekali tak terganggu dengan tatapan sunbaenya itu, kadang ia bersiul pelan dan kadang menyayikan potongan-potongan lrik yang ia ingat.

 

“hei lihat ada anak baru yang dihukum hahaha” kata salah seorang yang baru saja keluar dari kelasnya.  sontak seorang pemuda melihat ke arah seorang gadis di tengah lapangan yang sepertinya terkena hukuman. Pemuda itu hanya bisa melihat bagian punggung gadis itu, namun perlahan  sebuah lengkungan tampak di wajah tampannya.

 

*

 

Hoho segitu aja prolognya hehe kepanjangan? Kependekan? Hehe -_-v

Oh iya di sini aku mau ngasih pilihan  buat para readers yang sudi dan dengan ikhlasnya mau nyumbangin saran nya buat ff ini. Kalo menurut para readers yang jadi pemeran utamanya….

chanyeol atoo luhan ?

duh emang dua-duanya cakep ya jadi ini pilihan yang sulit buat author chinguu minta pendapatnya yaa >,<

ditunggu comentnya chinguu

 

23 pemikiran pada “Could It be Love? (Prolog)

Tinggalkan Balasan ke desicho Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s