Last Winter (Chapter 2)

Last Winter (Part II)

Maincast : -Kris

–          Lian

–          Kai

–          Baekhyun

–          Suho

–          D.o

–          Lay

–          Xiumin

–          Chen

–          Chanyeol

–          Sehun

–          LuHan

–          Tao

Genre : Romance,sad romance

Length : 4 Part

Author : winda-chan ( @winda_chan_ )

Note : selamat baca ajah deh,, maaf jika typo bertebaran dan fanficnya kurang menarik, oh iya jangan lupa kasih komentar yah. Terima kasih. ^_^

***

“Liannn..” seseorang dari kejauhan melambaikan tangannya.

“Lay Gege…!” ucapku riang segera aku berlari menghamipiri Lay Gege.

“Waah,, kau semakin dewasa tapi tetap terlihat imut”

“Heyy,, Ge,, aku sudah 17 tahun”

“hahahaha,,, iya aku tau” Dia mengusap pelan rambut ku. Senyumku tak hentinya mengembang. Lay Gege Kakak Laki-lakiku yang baru pulang dari Korea. Aku merindukannya, sekarang rumahku tambah ramai, gak hanya ada aku dan Kris Gege, tapi bertambah satu lagi yaitu Lay Gege.

“Ge,, Malam ini aku ingin makan-makanan yang Enak buatan Lay Gege yah”

“tenang aja, Gege akan buatkan makanan yang sangat enak untukmu, karna akan ada yang bantu Gege masak nanti..”

“Seseorang? Siapa? Jangan bilang Kris Gege. Aku bosan dengan masakannya Kris Gege, aku mau masakan Lay Gege” ucapku manja.

“Hah kau ini,, mentang-mentang Lay datang, kau seenaknya ngomong tentang masakanku.”

“eeiitthh,, Kris Gege jangan marah,, nanti kayak Angry Bird lho,, hehehe”

“Awas kau yah,,,” wajah Kris Gege berubah, dan segera aku berlari ke belakang  punggung Lay Gege.

“hei,, sudahlah kalian berdua. Ge,, kau lagi, kau yang paling tua di antara kami”

“Yah aku sudah tau Lay” Kris Gege trerlihat lucu kalau seperti itu.

“eh ya,, Ge,, siapa yang bakalan bantu Gege masak nanti?”

“Tuh,, dia ada di mobil” Lay Gege menunjuk seseorang yang ada di dalam Mobil, dan dia..

“Hai liaann,,,,”

“D.o Oppa? D.o Oppa juga ikut Ge?”

“iya.,,” tak henti-hentinya aku tersenyum hari ini. Ingin rasanya aku ceritakan padanya. Semua begitu indah, bahkan lebih indah.

/Skip/

“Oppa,Gege,,, masak yang banyak yah”

“iya,, tenang saja” ucap Lay Gege

“Kai sama Sehun akan datang sebentar lagi ada tugas dari guruku dan kami akan mengerjakannya bersama”

“Sehun itu temanmu yang makannya paling banyak kan?”

“Iya Ge…”

“Ya sudah, persiapkan semuanya sebelum belajar yah”

“Iya Oppa,,”

/Skip/

“Ge,, aku mau belajar bersama Sehun dan Kai dulu ya.. oh ya,, ada banyak ccerita yang ingin ku ceritakan padamu tentang hari ini, tapi,, aku harus mengerjakan tugas-tugasku dulu. Tunggu aku ya ge” aku meletakkan foto itu pada tempatnya lagi.

Ku ambil buku-buku yang ku perlukan untuk belajar dan tak lupa aku mengikat rambutku agar tidak mengganggu saat belajar nanti.

/Skip/

Suasana Belajar sangat tenang, dan dalam waktu sebentar semua tugas telah selesai, dan waktunya makan malam. Tidak seperti saat belajar tadi, makan malam kali ini sangat terlihat Ramai.

“Kris Gege, aku mau yang itu” ucap kai

“Hei Kai,, itu punyaku jangan kau ambil” ucap sehun

“Eh sehun,, kau sudah terlalu banyak makan,, bisa-bisa badanmu bengkak”

“Ah,, aku tak perduli,, sudah lama aku tidak makan makanan seenak ini. Apa lagi ini buatan Lay Gege sama D.O Hyung”

“Sudahlah kalian berdua, makanlah sepuasnya aku dan Lay masih bisa membuatkannya lagi untuk kaLian”

“Terima kasih Hyung” ucap kai dan Sehun bersamaan.

“jangan Ge, Oppa,, nanti mereka keenakan makan masakkan Gege sama Oppa”

“tak apa Lian,, Gege senang koq kalau mereka suka dengan masakan Gege dan D.o”

“Tapi kan,,,”

“Dengar tu Lian,, Gegemu aja mengizinkan aku dan Kai makan sepuasnya, Dasar anak Kecil”

“Apa?? Heii,, umurku memang paling muda di sini, tapi bukan berarti aku anak Kecil yah”

“DIAM!!”  Wajah Kris Gege berubah jadi sangar. Semua terdiam karna kaget, “Makanlah dulu, berdebatnya nanti saja” wajahnya kembali normal dan terlihat  tenang.

/Skip/

Setelah makan malam usai Kai dan Sehun pamitan pulang, sedangkan Kris Gege, Lay Gege dan D.O oppa di ruang tengah. Dan aku, aku langsung naik ke kamarku, tak sabar ingin bercerita dengannya.

“ge,,  hari ini sangat meyenangkan, Kai kembali dari jepang dan sangat mengagetkanku, kejutan yang menyenangkan Ge, oh ya, Lay Gege juga baru pulang Korea dan membawa D.o Oppa. Heeumm hari ini menyenangkan”

Aku memandang foto itu untuk ke sekian kalinya, ntah apa yang aku pikirkan tapi setiap melihat senyum itu hatiku merasa nyaman. Aku sering melakukan ini, terkadang aku berfikir, Aku berbicara dengan sebuah Foto, yang seolah-olah dia telah mati padahal dia sedang ada di luar negri dan melanjutkan studinya. Sudah satu tahun Dia pergi, sulit sekali menghubunginya dan terakhir kali aku berkomunikasi dengannya saat dia pergi.

“Ge,, aku sudah ngantuk, selamat tidur Ge..” ku letakkan foto itu di samping ranjangku , sebelum mataku tertutup sempurna aku memandang senyum itu lagi.

/Skip/

Aku berdiri di atas batu karang, hempasan ombak dan tiupan angin yang menyegarkan. Hamparan pantai begitu indah.

“Lian..”

Suara itu,, aku harap benar,,

“Gege??” ucapku,,

“ kenapa kau menatapku seperti itu?”

“benarkah,, kau adalah Tao Gege?”

“Iya ini aku”

“T-Tao Gege,,,” aku berlari menghampirinya menjemput Pria yang merebut hatiku, Pria Yang ku cintai.

“Aku merindukanmua Ge,, kenapa kau lama sekali pulangnya?”

“Maafkan aku Lian,,”

“Tak apa ge,, aku senang kau telah pulang,, banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu Ge”

“Aku juga Lian,, tapi ini bukan waktu yang tepat”

“Bukan waktu yang tepat? Kenapa ge?”

“ yah,, sekarang bukan saatnya kita bersama, mungkin nanti”

“Maksud Gege?”

“emm,,, bacalah ini,, nanti kau juga akan tau” Tao Gege memberikan aku sebuah Amplop berwarna Biru dengan sebuah surat di dalamnya. Ku perhatikan tiap detail amplop biru dengan pita manis yang menghiasinya. Tao Gege memang bukan orang ang Romantis,, tentu saja, lihatlah warna amplop ini, seharusnya warnanya Pink,, tapi dia malah memilih biru.

“ge,, kenapa warnanya bi-,,, eh,, mana Tao Gege?” aku panik mencarinya, kemana dia pergi?

Seketika aku menutupkan sedikit mataku karna sebuah cahaya terang,, semakin terang dan..

“eh,,,? Cuma mimpi??” aku sadar, ternyata aku hanya bermimpi. Ku bangkitkan tubuhku dan menarik nafas panjang. Ku alihkan pandanganku ke arah foto di samping ranjangku. Betapa terkejutnya aku saat ku lihat sebuah amplop biru yang sama persis seperti di mimpiku dan letaknya tepat di depan foto itu, Foto Tao Gege.

“Mungkinkah yang tadi itu bukan mimpi? Ge,, kenapa kau pergi terlalu lama?” ku ambil amplop itu dan ku baca isinya

 

Dear Lian

                Lian, Apa kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu Lian, Setiap malam aku selalu memikirkanmu. Terkadang aku sampai bermimpi bertemu denganmu. Setiap saat fotomu selalu ku bawa kemanapun aku pergi, bahkan tidak hanya satu yang ku miliki tapi lebih dari itu.

                Lian, aku selalu mengingatmu di setiap kegiatanku. Setiap aku mengingat tentangmu, aku selalu berharap untuk segera menyelesaikan studi ku di sini dan kembali pulang. Aku rindu saat kita bersama, dan yang paling ku rindukan adalah Suara manjamu.

                Lian, aku tak tau lagi apa yang ingin ku katakan padamu, kau tau kan aku bukan orang yang romantis atau pintar membuat kata-kata indah, tapi,,, ketulusan kasih sayangku padamu tak akan pudar bahkan semakin dalam karna jarak yang memisahkan kita.

                Lian, aku akan pulang saat liburan nanti. Tunggu aku di tempat biasa, tepat pada tanggal 14 Desember 2013. Aku akan datang menemuimu. Aku janji padamu untuk datang pada hari itu, jadi bersabarlah untuk menunggu ku.

 

Salam Cinta

 

Huang Zi Tao

Seketika senyumku mengembang, sebentar lagi akan dia akan pulang. Aku akan bertemu dengannya, setahun dia pergi dan sebentar lagi akan pulang.

/skip/

“Lian,, kau kenapa? Dari tadi senyum-senyum seperti itu?”

“Ah,, tidak ada apa-apa D.o Oppa”

“Tidak mungkin kau tersenyum tanpa alasan Lian, kau pikir Gegemu tidak tau apa?”

“Kris Gege sok tau deh..”

“Aku kan Gegemu, tak mungkin aku gak tau kebiasaanmu”

“Iya deh,, Sebentar lagi Tao Gege akan pulang, dia menyuruhku untuk menunggunya di taman tempat kami biasa berjumpa Ge..”

“Kau yakin Lian?”

“ Iya Gege,, aku tau karna surat darinya. Aku gak sabar menunggu hari itu” aku tersenyum senang, tapi,,,

“Ge,, kenapa kau terlihat tidak senang?”

“Aku senang koq,,” ucapnya dengan Ekspresi yang tak bisa ku artikan

/Skip/

Waktu dengan cepat berlalu, musim dingin telah tiba. Salju dengan pelahan turun ke muka bumi, udara menjadi begitu sangat dingin. Ku coba membuka mataku dan kepala ku terasa sedikit berat, tak seperti biasanya tubuhku begitu lemah dan semua terasa berputar. Ku paksa tubuhku untuk bergerak dan duduk di sudut ranjang. Ku ambil sebuah benda, benda yang selalu mengawalli pagiku,

“Selamat Pagi Ge…” ucapku, senyum indah tak hilang dari bibirku.

“Ge,, aku sudak tak sabar menunggu kau pulang. Ge,, beberapa hari ini Kai, Sehun, Kris Gege, D.o Oppa dan Lay Gege begitu memperhatikan ku Ge,, bahkan sangat perhatian. Mereka kenapa ya ge? Tapi,, aku sangat senang dengan sikap mereka yang seperti itu. Hari-hari ku jadi menyenangkan Ge, tapi tak lengkap tanpa kehadiranmu Ge. Aku harap waktu berjalan Lebih cepat lagi, agar kita bersama dan Kebahagiaanku lengkap.” Ku pandang setiap senyum yang di ku lihat, jemari ku mengikuti setiap lengkungan manir di bibir indah itu, ku rasakan sebuah lengkungan kecil terukir di bibir manisku.

/Skip/

“Kris Gege, Lay Gege, D.o Oppa,,, Aku berangkat dulu yah” ucapku sambil teriak

“Lian,, tunggu dulu,,”

“Kenapa Ge?”

“Masuklah ke mobil, Gege akan mengantarkanmu”

“Gak usah ge,, aku ingin naik sepeda aja,, da Kris Gege” ucapku dan pergi meninggalkan Kris Gege.

“Tapi Lian…. “

“Aku baik-baik saja Ge,,,”

/Skip/

“Lian,, kau baik-baik saja?”

“eh,, Kai,, aku  baik-baik saja”

“Kau terlihat Sedikit pucat, labih baik kau pulang dan istirahat”

“Benarkah? Sepertinya aku baik-baik saja”

“akh,, kau ini keras kepala Lian, baiklah jika kamu gak mau pulang, aku akan menelpon Kris Gege atau Lay Gege untuk menjemputmu pulang nanti”

“Gak usah Kai,, aku baik-baik aja, lagian aku bawa sepeda”

“Kau terlalu keras kepala Lian,,, “

“Aku baik-baik saja Kai,,” ucapku seraya tersenyum manis padanya.

/Skip/

Udara semaikin dingin, Syall dan jaket yang ku pakai tak mampu menghindari betapa dinginnya udara sore ini, Salju semakin lebat turun ke bumi.

“Dingin,,,” ucapku lirih. Kepala ku semakin terasa berat, udara semakin dingin dan menusuk tubuhku, aku terus mengayuh sepedaku. Di kejauhan ku liat seorang pria tinggi berada di depan rumahku, mungkinkah itu dia? Benarkah? Semakin cepat ku kayuh sepedaku, aku tak sabar bertemu dengannya.

“Gege,,,,,” ku peluk tubuhnya dari belakang, tapi,, kenapa sangat berbeda. Ataukah?

 

 TBC

4 pemikiran pada “Last Winter (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s