You Don’t Know (Chapter 3)

Main cast : Jung Je In
All Member Exo
Other Cast
Genre    : Romance, Sad, Friendship, Marriege life
Rating    : PG – 14

Disclaimer : sekarang udah nyampe chapter 3, jangan bosen-bosen sama ceritanya ya readers?
Ok, happy reading 🙂

(###)
“Bolehkah aku berharap?.”
(###)

***

member exo baru saja kembali dari beijing, china.  dan mereka saat ini sedang berada di dorm, dan sedang berkumpul di ruang tengah.

“Owh, penampilan comeback mereka sangat menarik.” Xiumin sedang menonton sebuah acara di mana girl group seagensinya tengah melakukan comeback stage.

“Benar, konsep yang baik.” Kini kris ikut mengomentari.

“Je in cantik.” Tao memuji je in yang memang ikut tergabung dalam group itu.

“Apanya yang cantik, biasa saja.” Luhan mencibir je in seperti biasa, lay memandang luhan dengan cepat.

“Luhan hyung, kau kenapa selalu seperti itu padanya?” Lay bertanya.

“Luhan hyung menyukainya.” Chen dengan sangat polos, luhan langsung menatapnya tajam.

“T …  Tidak, siapa yang bilang?” Luhan terlihat gugup

“Apa benar?” Lay menginterupsi

“Tidak, mana mungkin aku  menyukainya.”

“Kyungsoo-ah, apa ada makanan? Aku lapar?.” Suho tiba-tiba menyambar

“Mm .. Sepertinya  aku hyung, kimchi dan Soup ikan.” D O berjalan kearah dapur diikuti oleh suho.

“Ini, makanlah sampai kenyang hyung.” D O menaruh mangkuk-mangkuk berisi makanan di atas meja.

“Terima kasih kyungsoo-ah.” Suho duduk dan mulai makan dengan lahap.

“Suho hyung .. Tolong aku , huaaaa.” Baekyeol berlarian ke dalam dapur, mereka mencari sebuah pertolongan dari leader mereka.

“Yak, kemari kalian.” Luhan mencoba menangkap baekyeol.

“Eiyyy .. Bilang saja hyung, tidak usah berbohong.” Baekhyun berlindung di belakang suho.

“Hei .. Kalian ini, kalian tidak lihat suho hyung sedang makan, jangan mengganggunya.” D O mencoba mendamaikan

“Apa yang kalian lakukan sebenarnya?.” Suho melirik dongsae-dongsaenya, dia masih bersabar.

“Mereka yang memulai.” Luhan mengarahkan dagunya ke arah baekyeol.

“Hyung kau menyukainya, ayo ayo, katakan yang sejujurnya.” Chanyeol dengan suara besarnya.
Suho berdiri dari tempat duduknya, lalu menarik baekyeol, dan luhan untuk duduk.

“Dari pada kejar-kejaran tidak jelas seperti tadi, lebih baik kalian makan.” Suho menggeser mangkuk berisi lauk.

“Kyungsoo-ah, coba kau ambilkan nasi untuk mereka.” Pinta suho,  D O pun mengambilnya, dia memang orang yang baik dan penurut. Dan Tak lama D O datang membawa tiga mangkuk nasi.

“ini makanlah, aku  mau ke kamar.” D O langsung pergi.

“Aaaa .. Aku  tidak mau makan.” Baekhyun bertingkah lagi.

“O, aku  juga.” Chnayeol bersekongkol.

“kalian ini, dari pada aku memukul kalian lebih baik kalian makan.” Luhan merasa iba pada makanan yang ditolak oleh baekyeol.

“Makanlah, kalian juga harus menjaga kesehatan kalian.” Suho meneasehati.
Baekhyun terlihat membisikan sesuatu pada couplenya itu.

“Ah baiklah baiklah, kami makan.” baekyeol akhirnya memakan makanan di hadapan mereka masing-masing.

“Dasar kalian.” Luhan menyendokan nasi ke dalam mulutnya.

(###)

“penampilan kalian memuaskan, aku kagum.”
Salah satu crue memberi selamat pada girl group yang bernama ‘4G’

“Terima kasih paman.” Hyejin membungkuk.

“Chukkae atas comeback kalian.” Semua petugas dan crue-crue lainya juga memberi selamat.

“Kerja yang bagus.”

“Terima kasih.”

“Ya, terima kasih.”

“Oenni, ini ponselmu yang kau titipkan tadi kepadaku, ini terus saja berdering.” seseorang yang biasanya membantu group itu memberikan je in ponsel yang dititipkan olehnya.

“Benarkah?.” Je in mengeceknya.

“Kenapa dia menelfon sebanyak ini?.” je in bergumam melihat ada berpuluh-puluh panggilan masuk dari orang yang sama..

“Annyeong?” Sekarang giliran je in menghubunginya.

“…” (Annyeong?)

“Nado annyeong, ada apa menelfonku sebanyak ini?”

“…” (Tidak, aku hanya ingin mengatakan ‘aku mencintaimu.’)

“Hmmm, aku juga.”

“…” (Ya sudah, aku tutup.)

“yakk .. Hanya Itu saja?.”

“…” (Lalu apa lagi? Aku masih lelah. Annyeong)

“Aishh ..  Ya sudah, nado annyeong.”

Bip .. Sambungan telefon tertutup, je in duduk di depan kaca di ruang tunggu, lalu menatap dirinya sendiri dari pantulan kaca.

“Je in-ah.” Leader 4G, jong ah menghampiri je in, ia duduk tepat di sebelah wanita itu.

“Oenni, ada apa?” Jei in menoleh.

“Ku dengar kau di buat menagis lagi oleh luhan gege?.” Jong ah menatap je in ragu.

“Itu sudah biasa, memangnya ada apa?.”

“Aku  menyukainya.” Je in sedikit melotot, ia terkejut.

“Aku  menyukai luhan gege.” Ulang joong ah, membuat je in semakin tak percaya.

“Oenni, ada apa denganmu? Ini tempat umum.” Je in melihat ke sekitarnya.

“Aku  tidak peduli, yang penting sekarang kau sudah tau  bahwa aku menyukainya begitu besar.” Joong ah berdiri dari tungkuanya, lalu tersenyum sumringah.

“Kau mengerti maksudku kan?” Sebenarnya joong ah takut jika yeodongsaenya itu malah mencintai luhan.
Je in terlihat berfikir.

“Arra.” Je In tersenyum, joong ah terlihat begitu bahagia, lalu memeluk je in.

“Aku harap kau tidak mengecawakanku.”

(###)

Wanita bertubuh tegap itu memegang sebuah benda kecil panjang berukuran sedang, lalu ia menghampiri seorang lelaki yang tengah menonton sebuah acara di televisi.

“Oppa?.” Wanita itu—je in— duduk di samping lelaki yang tengah fokus menatap layar televisi.

“Chagia? Ada apa?.” Lelaki itu menjawabnya dengan sangat lembut.
Tangan je in terulur, menyodorkan sebuah testpack kehamilan pada lelaki di sampingnya.

“Dua garis? Kau .. Kau hamil?.” Lelaki itu tak percaya apa yang ia lihat di alat itu, je in mengangguk, matanya mulai berkaca-kaca.

“Je in-ah .. Aaaa .. Changia, aku  akan menjadi seorang ayah.” Lelaki itu berdiri lalu membawa je in dalam pelukanya, dia sangat bahagia, ia memutar-mutarkan tubuh —istrinya— gemas.

“Benar, kau akan menajadi ayah, menjadi seorang ayah.” Je in mengulang kata-kata —suaminya—

“Terima kasih, terima kasih je in-ah, aku mencintaimu.” Lelaki itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, ia begitu bersukur pada tuhan karena-Nya wanita yang berada di hadapanya ini akhirnya mengandung anaknya, darah dagingnya.

“Tapi .. Itu, aku ..” Je in tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Waeyo? Kau kenapa? Apa kau tidak bahagia? Oh, tidak. Itu tidak mungkin, lalu kau kenapa?.”

“Bagaiman dengan groupku?, bagaimana dengan fansku? Aku tidak mungkin menari dan menyanyi di atas panggung dengan perut yang semakin membesar.” Je in menunduk, ia mengelus perutnya yang masih terlihat rata.

“Jika perutmu mulai membesar, mintalah cuti.”

“Cuti? Apa bisa? Oppa, aku bukan bekerja sebagai guru atau pekerja kantoran, aku  adalah salah satu member group terkenal di korea” je in masih bingung apa yang harus ia lakukan.

“Katakan saja kau pergi ke luar negeri bersama kedua orang tuamu dan berjanji akan kembali setelah beberapa bulan.”

“Apa semudah itu? Bagaimana dengan comebacku? Aku tidak mungkin bisa.” Je in terlihat berputus asa.

“Tidak apa-apa, tidak mungkin perut mu itu akan membesar langsung ketika kau bangun di pagi hari besok, tunggulah sampai 2 atau 3 bulan, baru kau mulai meminta ijin.” Laki-laki itu tersenyum.
Je in mendongak, menatap suami tercintanya.

“Semoga semua berjalan dengan lancar.”

TBC

Iklan

13 pemikiran pada “You Don’t Know (Chapter 3)

  1. Authoorrr chapter 4 nya mana?TT huhuhu lanjutin dong author TT sumpah penasaran bingits bingitss. Ceritanya keren sungguh. Cepetan dilanjutin atuh ya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s