I am Me (Chapter 1)

I am Me
Goo Jae Hee003_副本_副本

Author                  : Choi Eun Jae

Genre                   : romance, a little bit comedy

Chapter                s              : 4 chapters

 

Sinopsis

Kim Jong In ( Kai EXO-K ) adalah seorang anggota boyband rookie SMent, EXO. walaupun hidupnya bergelimangan harta, namun hidupnya tak tenang. Ia dikejar oleh orang orang yang menginginkan nyawanya. Untunglah Goo Jae Hee ( Sulli f(x) ) datang membantunya.  Kim Jong In yang merasa berterimakasih mengangkatnya sebagai bodyguard pribadinya. Kini, perlahan tapi pasti, kenangan buruk Goo Jae Hee terungkap dan semuanya berhubungan dengan majikannya, Kim Jong In.

 

Cast

~ Kim Jong In ( Kai EXO-K )

~ Goo Jae Hee/ Choi Jin Ri ( Sulli f(x) )

~ Kim Eun Shik (ajeossi Jong In)

~ Do Kyung Soo (D.O EXO-K )

~ Byun Baek Hyun ( Baek Hyun EXO-K )

~ Oh Se Hun ( Se Hun EXO-K )

~ Kim Joon Myeon ( Su Ho EXO-K )

~ Park Chan Yeol ( Chan Yeol EXO-K )

~ Park Sun Yong ( Luna f(x) )

~ Song Qian ( Victoria f(x) )

~ Amber Josephine Liu ( Amber f(x) )

~ Jung Soo Jung ( Krystal f(x) )

~Park Shin Hye ( anggota f(x) ke 6 ^^ stage name-nya Shandy J )

~ Choi Jin Woon(ayah Jin Ri)

~ Park Sun Ri(eomma Jin Ri)

~Lee Soo Man (presdir di SMent)

~ Kim Jae Joong(appa Jong In)

~ Seo Eun Gi(eomma Jong In)

 

Cuap cuap penulis

 

Anyeooooooooong.., #teriak pake toa masjid sebelah^^

Aku Mintarsih Nur Akhsanah^^  ff ini aku buat dengan sepenuh jiwa dan raga (ueekk ) demi mencurahkan semua uneg uneg jadi salah satu dari 7 penulis naskah drama korea terfenomenal versi On The Spot(loh kok iklan?). yang pasti, di ff ini aku mau buat kalo EXO debut sebelum f(x) (Cuma hayalan loh, aslinya f(x) dulu^^). Daripada banyak cuap, cekidot! I hope you’ll like it J.

Chapter 1

Changing My Dark World

 

@20.00 KST Di sebuah hotel di Seoul@

 

“ Kai….! Kai Oppaa!!!”, teriak histeris para yeoja yang melihat Kim Jong In keluar dari sebuah hotel . Jong In tak melempar senyum sedikitpun pada mereka. Ia hanya berlari menuju mobilnya yang ada di balik barisan EXOTICS.

“ Jong In, ayo!”, tegur Kyung Soo yang sudah lebih dulu sampai di mobil.

“  Kenapa kau ada di sini?”, tanya Jong In seraya menutup pintu mobilnya. Kyung Soo bukannya menjawab ia malah justru memainkan gadget-nya Jong In yang menganggur di jok mobilnya.

“ Ya!”, teriak Jong In merebut gadget-nya. Ia tau, pasti ada saja yang dijahili Kyung Soo. Kyung Soo memangutkan bibirnya. Dengan tak ikhlasnya, Jong In kembali melempar gadget itu di pangkuan Kyung Soo.

“ He he, Gomawo nae namjachingu, Kai Oppa….”, manja Kyung Soo seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Jong In. Jong In balas menatapnya aneh dan justru ikut mendekatkan wajahnya juga. Akhirnya,mereka  saling mendekatkan wajah masing masing sampai hidung mereka saling bertemu dan…,

“ Ya! Michyeoseo?! “, teriak Joon Myeon yang  muncul dari belakang seraya menjauhkan wajah mereka masing masing.

“ Wae Hyung? Kenapa kau hentikan mereka?”, tanya Baek Hyun yang muncul di samping kanan Joon Myeon.

“ Mereka sedang asyik, Hyung! Huahahaha…”, tambah Chan Yeol yang muncul dari kursi depan mobil.

“ Hyungnim, apa kau tidak tau Kai hyung sudah lama menantikannya?”, Se Hun ikut – ikutan muncul di samping Jong In.

Akhirnya, semua member berdebat tak jelas setelah datang tak dijemput pulang tak diantar ke mobil Jong In. Jong In hanya bisa celingukan kanan kiri depan belakang.

“ Kenapa kalian semua ada di mobilku??!!!”, teriak Jong In yang kesal. Semua member terdiam, bengong, tengok kanan kiri, lalu dengan innocent-nya mereka mengangkat bahu. Kyung Soo juga ikut-ikutan .

“ Karena…., karena kami merindukanmu, kai”, kata Se Hun merangkul pundak Jong In sambil memasang babay faced-nya (baby-lebay).

Sadar ia tidak dipanggil hyung oleh maknae-nya itu Jong In menyolot “ KAI?!”.

 

@20.14 KST di sebuah daerah kumuh yang jauh dari perkotaan, Mokpo@

 

“ Ini, ambillah”, kata seorang ajuma yang menyodorkan bungkusan makanan pada seseorang. Orang itu mengangguk dan menerimanya kemudian pergi menuju jalan yang sempit dan gelap. Ajumma itu hanya bisa melihat punggungnya yang perlahan menghilang di balik gelapnya malam.

“ Dengan siapa lagi dia berkelahi?”, tanya ajeossi yang sedang memegang beberapa botol soju yang sudah kosong.

“ nado moreugesso”,jawab ajumma itu singkat.

Orang yang mereka bicarakan tadi sudah sampai di rumahnya. Memang tak bisa disebut rumah. Pagarnya bukan pagar yang tinggi, hanya pagar besi biasa yang sudah berkarat. Lampu bagian depannya pun hanya berkedap kedip mengikuti bintang di langit. Lantainya bukan keramik, hanya lantai biasa. Atapnya bukan atap yang bagus pula, seringkali air bisa merembes ke dalamnya. Dinding rumah itu juga bukan dinding yang bercat warna-warni atau yang penuh dengan foto keluarga, tapi hanya dinding

berwarna kecokelatan yang warna aslinya putih. Di situlah saram itu tinggal dengan segala

kekurangannya.

Ia menuju lemari pendingin untuk mengambil sebuah mangkuk yang berisi kimchi. Menarik kursi lalu merebahkan lelahnya di sana. Ia membuka bungkusan yang diberikan ajumma itu. Ternyata isinya adalah sup ikan yang masih hangat. Dicicipinya sedikit lalu dilahapnya bersama dengan kimchi.

Setelah mengisi kembali tenaganya, saram itu tidak langsung menuju sebuah ruangan dengan pintu yang tak bisa tertutup lagi, kamarnya. Tapi pergi keluar lagi. Tak perlu kunci untuk rumahnya. Tak ada yang bisa dicuri pula, pikirnya. Akhirnya ia pergi melalui jalan gelap dan sempit  beserta lampu jalannya yang berkedipan itu lagi.

 

@21.13 KST di depan dorm EXO@

 

Bruk!!!

Kepala Jong In si tukang molor itu dilempar bantal oleh si ibu rumah tangga EXO, Kyung Soo. Ia kesal dengan tingkah Jong In yang tak mau bangun dari tidurnya. Sementara member lain sudah masuk ke dorm.

“ Ya! Sampai kapan kau akan tidur?”, tanya Kyung Soo yang hampir habis kesabarannya.

“ Wae? Lagipula ini sudah malam, kan memang waktunya untuk tidur, hyung”,balas Jong In sebisanya.

“ Ya! Hanya kau yang masih di dalam mobil, yang lain sudah ke dorm. Ireona!!”,teriak Kyung Soo sambil menarik – narik tangan Jong In. Jong In tak merespon. Tak ingin berpindah dari kursi mobilnya yang empuk.

“ Geumanhae…, aku akan pergi lagi ke suatu tempat, jadi pulangnya lebih malam, sampaikan itu pada Su Ho Hyung! Annyeong..”, ucap Jong In seraya menjauhkan Kyung Soo dan menutup pintu mobil. Kyung Soo belum sempat menanyakan tujuan Jong In sebenarnya. Mau kemanakah dia? Mobil itu semakin jauh meninggalkan Kyung Soo yang bengong seribu bahasa ( eh…? ).

 

@21.26 KST di café @

 

Supir mobil Jong In memberhentikan mobilnya di sebuah café yang sudah mulai sepi. Terlihat Jong In keluar dari mobil dan masuk ke dalamnya.

“ Annyeong, pengacara Jang. Ada apa ingin bertemu malam – malam? Apa ada hal yang penting?”, Jong In menghujani ajeossi di depannya pertanyaan sebelum ia sendiri duduk.

“ Kupikir ini adalah malam yang panjang, jadi aku akan menjawabnya satu persatu. Duduklah ”, jawab pengacara Jang. Jong In duduk dan berusaha fokus meskipun daya matanya sudah tinggal 5 watt (omo…, lu kira lampu ??).

“ Baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu yang pertama, aku ingin bertemu denganmu karena ada hal yang ingin ku sampaikan. Dan itu hal penting”,katanya dengan tampang serius.

“ Apa itu?”,daya mata Jong In menguat hingga 100 watt ( aigoo,  lewatin aja deh …).

“ Tapi…”,

“ Apa?”,tanya Jong In lagi.

“ Bisakah kau pesankan makanan untukku?”,

 

GUBRAK!!!

 

Jong In yang sudah menaikkan daya matanya justru malah konsleting dengan kata kata pengacara Jang yang menyebalkan.

“ Baiklah, aku sudah melakukan apa yang kau pinta, sekarang sampaikan padaku hal yang

penting-penting saja”.

“ Begini.., eee..,(sendawa)”,pengacara Jang sendawa dengan lepasnya. Jong In makin konslet.

“ Pengacara Jang!”, Pengacara Jang lalu menutup  mulutnya dan tersenyum garing.

“ Sebenarnya.., aku hanya ingin memberikan ini padamu”,

Jong In menerima sebuah amplop besar yang berisi banyak kertas – kertas penting. Ia membacanya sekilas. Dan ia menatap pengacara Jang dengan tatapan yang bingung.

“ Ini.., surat apa?”,

“ Hm? Tentu saja surat wasiat orang tuamu. Mereka mempercayakan hal ini padaku. Yah, karena aku pengacara keluargamu, Kai si Kkamjong..”,jelas pengacara Jang yang masih menyeruput kopinya. Jong In menatap sinis pangacara Jang.

“ Kkamjong?!”, Jong In meninggikan nadanya. Pengacara Jang hanya bisa memperlihatkan giginya yang putih dengan tangan kanannya membentuk huruf V.

 

@ 21.56 di mobil Jong In, depan café @

 

Jong In menghela nafas yang panjang. Dari dalam mobilnya ia melihat pengacara Jang masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya dengan cepat. Jong In dengan seksama masih memikirkan perkataan penagacara Jang.

 

Flashback in café…,

 

“ Ini surat – surat pengalihan harta orang tuamu kepadamu, Jong In. Kuminta kau menjaganya dengan baik karena semua ini tanggung jawabmu sekarang”.

“ Wae? Bukankah Eun Shik ajeossi sudah menangani perusahaan appa? Kenapa harus diserahkan padaku?”,

“ Memang anak orang tuamu itu Eun Shik? Eun Shik hanya menganganinya sementara, hingga kau siap memimpinnya dengan baik, Jong In. sekarang, semua keputusan ada di tanganmu, Kim Jong In”.

 

Flashback end~

 

Mobil Jong In melaju dengan kecepatan sedang. Supir Cha melihat kegundahan majikannya dari kaca. Namun, ia sedikit curiga pada 2 mobil yang mengikuti mereka dari café hingga sekarang.

“ Wae ajeossi?”, tanya Jong In membuka suara.

“ e.., sepertinya ada yang mengikuti kita”, Jong In berbalik dan perkataan supir Cha benar. Mobil di belakangnya mengikuti mobilnya. Jong In hanya berpikir mungkin jalan yang mereka tempuh memang sama. Tapi, sayangnya dugaan Jong In salah. Dua mobil di belakangnya tak kunjung lepas membuntuti mobilnya. Dengan segera, Jong In memerintahkan supir Cha agar melajukan mobilnya lebih cepat. Sayang, mobil mercedes hitam di belakangnya tak menghilang juga.

 

CIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTT…..,

 

Mobil Jong In mengerem mendadak. Jong In sedikit terlempar ke depan dan untungnya ia masih bisa menahan tubuhnya. Supir Cha masih mengatur nafasnya. Ia takut, ini adalah jalanan yang sangat rawan sekali. Jarang ada mobil yang melintas karena ini sudah malam sekali.

Mobil mercedes hitam yang sama hitamnya dengan Jong In ( kai:Eun Jae!!! EJ: hehe, mian oppa^^) itu melintang di depan mobil Jong In. Sedangkan mobil yang satunya ada di samping mobilnya. Perlahan pintu mobil itu terbuka dan keluarlah beberapa orang yang berpakaian serba hitam dari dalamnya. Jong In memperhatikan mereka dengan ketakutan. Apa yang akan mereka lakukan padaku?

Salah satu dari namja itu memberi isyarat untuk keluar dari mobil itu. Jong In makin bergidik

dibuatnya. Ia menelan ludahnya beberapa kali dengan tangannya yang menggenggam erat amplop berisi dokumen penting itu. Supir Cha mengumpulkan keberaniannya lalu keluar dari mobil itu.

“ Ajeossi!”, Jong In menahan bahu supir Cha dan mencengkramnya erat. Di wajahnya terlukis jangan ke sana, ajeossi!

“Kwaenchana, mereka mungkin hanya menggertak”, supir Cha menyingkirkan tangan Jong In lalu keluar dan mengampiri orang itu. Ternyata, orang itu tidak sendiri. Ia bersama orang orang lain yang

berpakaian sama. Namun, mobil yang berhenti di sampingnya tak merespon apapun. Jong In mengatur

nafasnya lagi.

Supir Cha mengobrol dengan salah satu dari mereka. Tapi, dari dalam mobil, Jong In masih dapat melihat perbincangan yang tak bersahabat di antara mereka. Namja yang diajak bicara oleh supir Cha mulai mendorong bahunya. Jong In refleks memegang gagang pintu mobil dan hendak keluar, namun teringat kembali kata kata supir Cha untuk menunggu di sini. Jong In menatap cemas ke ajeossi Cha.

“ LARI JONG IN!!!!!”, teriak supir Cha yang langsung di pukuli oleh namja namja itu. Jong In yang memang sedang memegangi gagang pintu langsung membukanya dan mengambil langkah seribu menjauhi TKP(kyaa… 😀 ). Ia benar benar ketakutan.

“ KEJAR DIA!!!”,perintah salah satu namja itu. Namja lainnya berlarian mengejar Jong In yang berlari sangat kencang. Jong In tak tau ia harus berlari ke mana. Ia hanya tau kau harus lari lari dan lari lagi dan jangan menengok ke belakang.

“Aaaaaaa…!”, Jong In menjerit sekencang kencangnya sambil terus berlari sejauh yang ia bisa. Untunglah amplop penting itu masih berada di genggamannya.

Jong In memutuskan untuk bersembunyi di samping tempat pembuangan sampah yang terletak di balik sebuah dinding. Ia memeluk amplop itu erat dengan nafas dan fikiran yang tak beraturan. Jantungnya berdegup kencang, tangannya bergemetar hebat dan tubuhnya  mengucurkan keringat dingin yang memenuhi seluruh tubuh. Tiba tiba sebuah bayangan seseorang tampak mendekati di mana Jong In bersembunyi. Habislah aku!

“ Mau ke mana lagi kau, Jong In?”, senyum licik orang orang itu. Mereka mengepalkan kedua tangannya hendak mendaratkan tinjunya ke Jong In yang sekarang sedang tercekat.

“ Appa, Eomma, Ajeossi.. D.O-ya… dowajoseo…,”, batin Jong In meminta pertolongan. Ia menutup matanya.

 

Buk!

 

“ Ya! Siapa yang melakukannya!”, teriak salah satu namja itu yang mengerang kesakitan setelah kepalanya dilempar kaleng minuman. Namja lainnya saling memandang karena tak ada orang lain selain mereka di sana.

 

Buk!

 

Kepala namja lainnya terkena juga oleh lemparan kaleng. Sosok yang melempar itu tak nampak juga. Jong In tetap memejamkan matanya dan tak mau tau siapa yang mereka bicarakan. Dari balik dinding yang lain, munculah orang yang mereka cari.

“  Ya ! apa kau yang melempari kami?!”, bentak salah satu dari mereka. Orang itu membuang permen karet yang sejak tadi ia kunyah ke hadapan namja namja itu. Tentu saja mereka naik pitam dan tanpa aba aba langsung menyerang orang itu.

Jong In perlahan membuka matanya. Ia terkejut karena namja namja yang ingin membunuhnya tidak ada di hadapannya dan malah justru mengeroyok seseorang yang berpakaian lusuh. Orang itu sama sekali tak dikenal oleh Jong In. nuguya?

Perkelahian yang sedang berlangsung sangat sengit. Namja namja itu secara kejam menghakimi orang yang pemberani itu. Jong In beranjak dari persembunyiannya dan mendekati mereka. Orang itu sebenarnya bisa saja menang, namun jumlah mereka terlalu banyak sehingga orang itu kemudian berlari ke arah Jong In.

“ Nuguya?!”, tanya Jong In seraya menatap orang itu lekat. Namja namja yang mulai babak belur

itu mengejar mereka. Dengan sigap, orang itu menarik tangan Jong In dan mengajaknya mengambil langkah seribu lagi.

Kaki Jong In hanya mengikuti orang yang sedang memegang tangannya ini. Sedangkan namja namja yang mengejar mereka tak jemu dari pandangan. Orang itu menarik Jong In untuk bersembunyi di balik sebuah dinding yang gelap. Mereka berdua mengatur nafas masing masing. Tangan mereka masih

saling berpegangan. Jong In tak tau harus berbuat apa. Ia harus percaya atau tidak dengan orang yang

satu ini. Jangan jangan ia salah satu dari namja namja yang mau membunuhnya tadi.

“ Nugu..”,orang itu segera membekap mulut Jong In sebelum ia menyelesaikan ucapannya.

Ternyata namja namja itu telah mendekat.

“ Di mana orang itu?!”, salah satu namja berhenti karena kehilangan buruannya.

“ Siapa dia? Apa dia kenal Jong In?”,balas namja lain.

“ Sepertinya tidak. Ayo cepat! Kejar mereka!”,jawab namja yang lainnya seraya berlari lagi.

Orang itu melepaskan tangan Jong In yang sedari tadi bergemetar hebat dan beranjak dari tempatnya. Jong In masih melongo (?) speechless.

“ Ya! Eodiga?”, teriak Jong In yang melihat orang itu pergi seperti bayangan. Tanpa suara.

Orang itu tak menjawab, ia berbalik dan memberikan tatapan sinis dan mematikan. Lalu melanjutkan langkahnya tak memperdulikan betapa menyedihkannya Jong In dengan tatapan penuh ketakutan itu. Akhirnya dengan terpaksa Jong In mengikuti langkah orang itu.

 

@ 22.49 KST di Mokpo @

 

Langkah orang itu terhenti tatkala di depannya ada sebuah pagar besi yang melindungi sebuah rumah yang tak terurus. Jong In melihat ke sekitarnya. Tak ada orang orang yang lalu lalang. Ia juga masih terkesima dengan semua yang dilihatnya.

Orang itu masuk ke dalamnya diikuti langkah ragu Jong In. ia menghela nafas. Kenapa orang ini harus kuselamatkan?

Jong In mengamati sekitarnya. Semua yang ada di rumah itu tak lekat dari pandangannya. Orang itu membuka lemari pendinginnya dan menyodorkan air pada Jong In tanpa berkata apapun. Jong In menerimanya dengan tatapan yang aneh. Sesaat kemudian, orang itu pergi ke kamarnya. Jong In meneguk air itu tanpa tersisa. Tiba tiba ia teringat dengan handphone yang ada di sakunya. Ia segera menelpon Kyung Soo.

“ Ya! Kenapa kau belum pulang?!”, teriak suara dari seberang memekakkan telinga Jong In.

“ Kau pikir aku tidak ingin pulang?! Tentu saja aku ingin pulang!”,

“ Kalau begitu cepatlah. Besok kita ada jadwal,kan?”,

“ Hyung…,”, rengek Jong In mulai meneteskan air mata.

“ Wae Kai? Ada apa?”,cemas Kyung Soo.

“ Aku takut Hyung.., aku mau dibunuh hyung… hue hue..,”, air mata mulai membasahi pipi Jong In. orang itu mendengar rengekan Jong In dan menghela nafas panjang.

“ Mwo?! Siapa ? katakan! Di mana kau sekarang? Akan ku jemput!”,

“ Molla hyung…., dowajo..,”,

TUUUUUUUUUUUUUTTTTT……..,

“ Hyuuuuung…!”, Jong In makin merengek karena baterai ponselnya habis total.

 

Bruk!

 

Wajah Jong In tiba tiba tertutupi dengan 1 stel pakaian namja. Jong In menyingkirkan pakaian itu dan memandanginya aneh.

“ Ini untuk apa? Apa untukku?”, tanya Jong In seraya menunjukkan baju itu pada orang yang melemparnya. Orang itu mengangguk lalu ia menarik Jong In ke sebuah ruangan yang sempit.

“ Apa yang sedang kau lakukan hey!”, percuma saja Jong In memberontak sekuat apapun. Orang itu seperti memberi isyarat Jong In untuk berganti pakaian yang ia lempar.

“ Kau menyuruhku berganti baju?”, orang itu mengangguk dan segera merebut ponsel Jong In.

“ Ya! Itu ponselku! Mau kau-“, belum selesai Jong In bicara, orang itu menutup pintu itu dan meninggalkan Jong In.

“ Apa yang akan dia lakukan? Haruskah aku berganti pakaian?”, Jong In makin miris dengan nasibnya.

 

@ 22.50 KST di dorm EXO@

 

“ Hyuuuung…..!!!!”, suara Kyung Soo membahana di dorm EXO yang para anggotanya  sedang sibuk dengan mimpi masing masing.

“ Hmmm.,, Wae?”, jawab Joon Myeon malas. Ia justru kembali merapikan selimutnya.

“ Wae D.O. Hyung?”, tanya Se Hun yang ikut terbangun.

“ Kai hilang hyung! Dia diculik Hyung!”,

“ Oh.., Kai diculik..,”,Joon Myeon kembali tidur diikuti dengan Se Hun yang kembali lelap.

“ MWO?! KAI DICULIK?”, teriak Joon Myeon dan Se Hun bersamaan diikuti dengan suara Kyung Soo yang mengelus dadanya berulang kali.

 

@ 00.34 KST di Mokpo @

 

“ Uh, baju apa ini? Apa punya orang itu?”, Jong In terus berkomentar dengan semua yang ia terima malam ini. Jong In berulang kali menguap. Tapi ia harus menjaga amplop itu dengan baik. itu adalah nyawa keduanya.

Sreet

Pintu utama rumah itu terbuka dan munculah orang yang ia tunggu. Ia membawa beberapa lembar selimut dan tentu saja ponsel Jong In.

“ Ya! Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau menyelamatkanku? Apa jangan jangan kau fans-ku?”, Jong In menghujani orang itu dengan pertanyaan sebelum orang itu melepas alas kakinya. Ia lagi lagi tidak menjawab pertanyaan Jong In. Jong In mengikuti langkah orang itu.

“ Ya! Apa kau ini bisu?”, tanya Jong In yang sudah kesal diacuhkan oleh orang itu. Bukannya dijawab, ia justru dipelototi lagi. Jangan jangan ia memang benar tunawicara?

“ Ah, Mianhae”,Jong In tertunduk. Tapi orang itu melempar semua selimut yang ia bawa dan menatanya. Setelah itu dia memberikan ponsel Jong In.

“ Oh, menyala!”, Jong In kegirangan. Ia bermaksud menelpon Kyung Soo lagi, tapi orang itu segera mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan ‘tidurlah, besok pasti kuantar pulang’. Jong In menyeritkan dahinya dan melirik orang yang sudah meninggalkan Jong In dengan segala kebingungannya malam itu. Jong In meyakinkan dirinya untuk tidak tidur dan tetap memeluk amplop itu. Tapi yang namanya Kim Jong In adalah Kim Jong In sampai kapanpun, dan yang namanya tukang molor ya tukang molor sampai kapanpun.

 

@06.08 KST di Mokpo @

 

“ Nanti Hyung! Aku masih ngantuk!”, Jong In tak mau beranjak dari tidurnya. Orang itu menghela nafasnya mengurusi orang yang sangat merepotkan ternyata banyak menghabiskan waktu yang sangat berharga baginya. Ia berinisiatif untuk menyemprot anak itu dengan air.

“ Apa ini?!”, Jong In bangkit dari tidur panjangnya(?) dan melihat orang itu lengkap dengan gelas kosong yang berada di tangannya.

“ Kenapa kau melakukan ini padaku? Ya!”, lagi lagi orang itu berlalu begitu saja. Meninggalkan Jong In dengan segala kebingungannya.

“  Ya! Jawab aku! Nuguya? Apa kau mengenalku? Apa kau sungguh tak bisa bicara?”,

 

Bruk!

 

Orang itu melempar Jong In dengan pakaiannya dan menunjuk kamar mandi yang ada di depannya.

“ Mwo? Kau menyuruhku mandi?”, orang itu memberikan tatapan mautnya pada Jong In. yang

ditatap menelan ludahnya dan memilih menuruti orang itu.

 

@ 07.00 KST di SM building@

 

“ Bagaimana bisa?!”,Lee Soo Man membanting meja di depannya ala arya wiguna ‘DEMI TUHAN,,,!” dengan sekencang kencangnya. EXO hanya bisa memberikan wajah bersalahnya, terutama Kyung Soo.

“ Sebenarnya, tadi malam kami semua sudah masuk ke dorm kecuali Kai. Aku mengajaknya masuk tapi ia bilang ada urusan penting dan akan pulang terlambat”, jelas Kyung Soo.

“ Ini salahku. Aku bukannya memastikan semua anggotaku masuk ke dorm dengan selamat, malah justru mementingkan diriku sendiri. Hiks..”, Joon Myeon menitikkan air terjun (?) di ruangan itu.

“ Ya! Geumanhae! Sudahlah, yang penting sekarang kalian latihan dulu untuk perform kalian nanti malam”, semua anggota EXO  menundukkan kepalanya. Bagaimana bisa mereka perform tanpa dancing machine?

“ Tanpa Kai”, sambung Soo Man.

“  Baiklah, kami akan melakukan yang terbaik. Karena, We are one! EXO imnida!”, EXO malah memasang pose mereka sekeren mungkin.

“ Gaaaaa……!!”, setres Soo Man ajeossi. EXO terbirit birit pergi lewat pintu sempit yang usianya udah limit emang dasar om Soo Man itu pelit (ha!).

 

@ 07.28 KST di sebuah mobil truk besar@

 

Jong  In memeluk erat amplopnya itu. ia masih tak memercayai orang yang menampungnya semalam dan juga ajeossi yang menyupir kendaraan ini.

“ Kau akan baik baik saja”,ajeossi itu membuka suara. Jong In mengangguk dan menghela nafas panjang. Jong In yang berada di tengah mereka berdua berbisik pada ajeossi itu.

“ Apa dia tidak bisa bicara?”, bisik Jong In. Tapi nampaknya orang yang dibicarakan merasa dan memasang mata tajam pada Jong In.

“ Itu.., ya seperti yang kau lihat, seperti itulah dia. Memang sedikit keras, tapi ia sebenarnya baik”, ucapan itu membuat Jong In mengangguk dan meromet dalam hati. Baik apanya? Menyiramku dengan air sampai menyediakan sarapan yang aneh. D.O.-ya~

Mobil ini sudah memasuki daerah yang perkotaan. Sepertinya mendekati Seoul. Jong In benar benar merasakan udara Seoul-nya. Ah, aku rindu sekali mereka, EXO.

“ Di mana kau mau berhenti, Jae Hee?”, Jong In langsung menoleh ke orang itu. ia menghela nafas berat lagi dan menggunakan bahasa isyarat pada ajeossi itu.

“ Baiklah”, Jong In yang tak mengerti hanya bisa celingukan kanan kiri. Oh, namamu Jae Hee, si orang misterius, batin Jong In.

Ajeossi itu memberhentikan mereka berdua di sebuah halte. Mereka tampak berbincang dengan bahasa yang tak bisa dimengerti Jong In. Orang yang bernama Jae Hee itu benar benar tak bisa bicara.

“ Kau ingin mengantarku pulang?”, Jong In memandang Jae Hee lekat. Eh? Diakan bisu? Pabo!

Jae Hee menganggukkan kepalanya tanpa menoleh pada Jong In. Jong In ingin bertanya lagi, namun Jae Hee menghentikan sebuah taksi dan membukakan pintunya untuk Jong In. Jong In menuruti Jae Hee dan masuk ke taksi. Jong In melihat orang itu berjalan ke arah sebaliknya dari spion mobil. Aku bahkan belum mengatakan…, gomawoyo, Jae Hee,  batin Jong In.

 

@ 09.14 KST di dorm EXO @

 

Member EXO berlatih tanpa ada semangat sama sekali. Hanya Jong In yang ada di kepala mereka. Joon Myeon menghela nafas berkali kali  dan semakin tidak fokus.

“ Aku tidak mau latihan lagi!”, Chanyeol menghentikan latihannya dan bersandar di dinding.

“ Apa ini? Kita tak melakukan apapun untuk menemukan Kai?”,  Baek Hyun ikut-ikutan berhenti.

“ Hyung, apa lebih baik kita mencarinya?”, Se Hun memberikan usulnya. Semua member mengangguk mengerti.

“ Tapi, kita mulai dari mana Thu Ho hyung?”,Se Hun dan member lain menunggu jawaban sang leader.

“ Sepertinya nanti malam tetap ada dancing machine”,sahut sebuah suara. Semua member melihat arah datangnya suara itu.

“ Kaaaaiii….!!!”,teriak semua member  8 oktaf begitu tau Jong In sudah kembali ke pangkuan (?) EXO.

 

@ 22.34 KST di ruang make-up tempat EXO perform @

 

Jong In menimang nimang ponselnya. Ia masih memikirkan kejadian yang hampir membuatnya hanya tinggal nama saja. Joon Myeon memandangi Jong In dan bermaksud mendekati Jong In, namun Kyung Soo menahannya. Ia tau Jong In butuh waktu untuk semua ini. Apalagi supir Cha koma setelah mengalami trauma hebat. Kejadian kemarin malam.

“ D.O. Hyung, aku akan keluar sebentar”, Jong In menunjuk pintu keluar.” Jangan, nyawamu masih dalam bahaya, Kai”,Kyung Soo menahan Jong In keluar. Tapi Jong In menyingkirkan tangan Kyung Soo dan tetap saja berlalu meninggalkan member lain.

“ Aku harus mengatakan terima kasih padanya malam ini juga”, batin Jong In mantap ingin pergi lagi ke tempat menakutkan itu. Kali ini ia sendiri yang akan mengendarai mobil. Ia pengingat yang cukup baik. Tapi ada yang ia lupa. Kelompok pembunuh itu masih mengincar nyawanya.

Jong In mengeluarkan kunci mobilnya dan menonaktifkan alarm mobilnya. Pantulan kaca mobil Jong In menunjukkan sekelompok orang keluar dari persembunyiannya. Jong In bergidik dan memberanikan menengok ke belakang. Benar saja, orang orang itu adalah orang orang yang menyerang Jong In di Mokpo.

“ Kali ini kau tidak akan lolos, Kim Jong In!”, gertak salah satu dari namja itu. Mereka semua mendekati Jong In yang tak bisa berbuat apapun.

 

Wush…,!

“ Bos, jangan jangan dia lagi?”, bos mereka mengerang kesakitan karena kepalanya terkena lemparan kaleng lagi. Jong In tak percaya yang ia lihat. Itu benar benar Jae Hee!

Jae Hee mengepalkan tangannya dan mulai membantai mereka semua untuk yang kedua kalinya. Tinju dan tendangannya tepat mengenai wajah dan tubuh mereka yang baru saja sembuh. Jong In terpaku melihat pemandangan ini. Mereka semua kalah dengan Jae Hee.

“ Woahh.., Daebak Jae Hee!”, Jong In bertepuk tangan dan menunjukkan jempol kananya. Jae Hee tak tertarik dengan yang dilakukan Jong In sekarang. Jae Hee menghembuskan nafas panjang dan melangkah pergi.

“ Jae Hee! Eodiga? Cangkamanyeo!”, Jong In menarik tangan Jae Hee dan menariknya masuk ke dalam mobil. Jae Hee tak memberontak. Ia kali ini melunak, pada Jong In. Jong In pun membawa Jae Hee ke suatu tempat yang sudah ia tunggu tunggu.

“ Apa yang terjadi?!”, teriak seseorang yang baru turun dari mobil.

“ Kami kalah presdir”,

“ Dasar !@#$%$#%^”?& (disensor, hehe^^) kemarin lolos! Hari ini juga lolos! Kalian benar benar tidak becus!”,

“ Ada yang menolongnya, presdir”, namja paruh baya yang dipanggil presdir itu terkejut bukan main setelah mendengar perkataan anak buahnya itu.

 

@ 23.09 KST di sebuah mall besar@

 

Jong In menghentikan mobilnya dan mengajak Jae Hee keluar. Jong In berjalan menuju toko

pakaian pria yang berkelas. Ia sibuk mencocokkan semua baju dengan Jae Hee yang lusuh dan benar

benar seperti orang pinggiran (?).

“ Cobalah semua bajunya. Aku akan mencarikan sepatu dan jasnya. Jangan pergi, araseo?”, Jae Hee menerima setumpuk pakaian itu dengan bengongnya dan pergi ke ruang ganti. Mau berterima kasih dengan hal yang semahal ini? Aku terima, batin Jae Hee. ( mata duitan $_$).

Tak sampai di situ, setelah berganti dengan salah satu pakaian yang dibelikan Jong In, Jae Hee dilemparkan(?) ke sebuah salon. Tentu saja untuk merapikan rambutnya yang tak karuan itu. Jong In meninggalkan Jae Hee lagi untuk mencarikannya ponsel.

“ Yah, sudah selesai!”, ucap bahagia sang penata rambut itu setelah berkutat dengan rambut ‘gembel’nya Jae Hee. Jong In menunjukkan kedua jempolnya. Jae Hee sendiri bingung kenapa sampai sejauh ini ia berterimakasih.

Jong In tersenyum lebar. Jae Hee benar benar berbeda. Elegan, cool dan …, cantik. Mwo? Cantik? Geu sarami namja! Namja! Hati Jong In berdebat sengit.

“ Ehem, ini! Bawakan semuanya! Nawa!”, perintah Jong In pada Jae Hee yang menerima saja diperlakukan oleh Jong In.

 

@23.56 KST di rumah Jong In @

 

“ Kita sampai”, kata Jong In mematikan mesin mobilnya. Di depannya ada sebuah rumah besar yang benar benar megah. Jae Hee memandangi sekitarnya.

“ Mau kubawakan?”, Jong In langsung menyambar barang bawaan Jae Hee. Tangannya tak sengaja memegang tangan Jae Hee. Jong In cepat cepat menyingkir dan tak jadi membantu.

“ Ayo masuk”, ajak Jong In dengan gugup.

Jae Hee melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Jong In. dan tentu saja memperhatikan segala isi dari rumah Jong In. rumahnya berbanding terbalik dengan rumah Jong In yang lebih pantas disebut istana.

“ Mulai sekarang, Kau ! Jae Hee! Harus menjadi bodyguard-ku, ara? Kau harus menjagaku, ara?

Kau tak boleh menolak, ara? Dan ini kamarmu, istirahatlah, ara?”, Jae Hee yang ditanyai hanya mengangguk kebingungan karena pertanyaan Jong In yang terlalu banyak dan belum sempat ia mencernanya dengan baik.

“ Ini ponsel untukmu.Jaga dengan baik, ara?”, Jong In mengacak acak rambut Jae Hee yang baru saja ditata rapi untuk pertama kalinya. Jae Hee hanya manggut manggut dan memasuki kamar itu. Besar dan nyaman sekali, pikirnya.

“ Haruskah aku berada sedekat ini dengannya? Haruskah aku melindunginya? Yah, aku harus tau kenapa orang itu menginginkan nyawa dia juga. Tapi, siapa namanya?”,batin Jae Hee menggalau sendiri.

 

@ 08.19 KST di rumah Jong In@

 

Pagi itu terasa begitu damai. Walaupun cahaya telah memasuki celah celah jendela kaca Jong In, tetap saja pangeran tidur(?) itu tak terbangun. Tapi kemudian hidungnya menangkap bau makanan. Lezat sekali, pikirnya. Dan, sang pangeran tidur itu melangkahkan kakinya tanpa membuka matanya menuju arah bau tersebut. Sampainya ia di meja makan, wajah Jong In dicipratkan air berulang ulang.

“ Ah! Mwoaneun geoya?!”, teriak Jong In yang mengusap wajah eksotosnya (?) dan melihat orang yang melakukannya.

“  Jae Hee?”,

Jae Hee menatap tajam Jong In yang baru membuka matanya pagi itu. ia menunjuk kamar Jong In dan mengisyaratkan Jong In untuk mandi terlebih dulu.

“ Ne ne  ne ara, araseo!”, dengan berat Jong In menuju kamarnya lagi. Tapi, dengan jahilnya Jong In menyambar telur gulung dan Jae Hee makin garang dibuatnya.

 

Ting tong ting tong…,

 

“ Heh, sejak kapan kau menjadi begitu sopan, Se Hun?”, Baekhyun langsung membuka pintu dan

masuk diikuti member yang lainnya. Se Hun merengek lagi.

“ Omo, siapa yang memasak semua ini? Apa Kai sudah punya pembantu baru atau…, dia selingkuh dariku? Huee…”, Kyung Soo merasa dikhianati oleh Jong In dan menangis di bahu Chanyeol.

“ Apa dia masih tidur?”, Joon Myeon mellihat ke arah lantai dua, kamar Jong In.

“ Oh! Nuguya?”, Chanyeol melihat Jae Hee muncul dari dapur dan masih memegang 2 mangkuk berisi makanan. Semua member terdiam dan memandangi Jae Hee. Dari atas ke bawah, kiri ke kanan, dari ujung monas ampe ujung tower Seoul(?) tapi mereka tak ada yang mengenalinya. Jae Hee juga hanya bisa mematung melihat begitu banyak namja tampan sepagi ini.

“ Oh, kalian di sini!”, suara itu memecah keheningan yang baru saja terjadi. Semua member menunjuk Jae Hee. Jong In menuruni anak tangga dan mendekati mereka.

“ Ini, Jae Hee, bodyguard baruku”,Jong In memperkenalkan Jae Hee dengan bangga. Jae Hee menundukkan kepalanya dan dibalas oleh member lain.

“ Jae Hee? Apa margamu?”, tanya Joon Myeon. Jae Hee meletakkan kedua mangkuk itu di atas meja dan menggunakan bahasa isyarat untuk menjawab Joon Myeon. Dan tentu saja, tak ada yang mengerti. Kyung Soo berinisiatif memberikan ponselnya untuk mengetik marganya. Semua member manggut manggut melihat betapa cerdiknya Kyung Soo.

“ Goo? Jadi namamu Goo Jae Hee?”, Jae Hee mengangguk diiringi ‘o’ria member EXO. Jong In mengajak mereka makan dan memperkenalkan semua member pada Jae Hee. Jae Hee mencoba menyesuaikan dirinya dengan keadaan barunya. Menjadi bodyguard seorang Kim-Jong-In.

 

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “I am Me (Chapter 1)

  1. Woahhhh… Daebak daebak.
    Aku suka aku suka^^
    ditunggu chapter selanjuditunggu chapter selanjuditunggu chapter selanjuditunggu chapter selanjutnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s