Love is Hurting Us (Chapter 1)

Title                 : Love Is Hurting Us (1/2)

Author             : rtnysv
Cast                 :

1. Kim Jongin (EXO-K Kai)

2. Park Chanyeol (EXO-K Chanyeol)

3. EXO members

Genre              : Romantic, Friendship, Sad.mungkin
Rating              : PG-15
Length             : Twoshoot
Note                : WARNING! BERCETAK MIRING-FLASHBACK

WARNING! DON’T LIKE THE CAST? DON’T READ! ONCE AGAIN. WARNING!!!

Love Is Hurting Us

Love Is Hurting Us.

“Kau benar-benar tak bisa denganku lagi?”

“Maafkan aku”

“Tidak. Aku tidak bisa melepasmu, Jongin-ah. Jebal, kembalilah…”

Love Is Hurting Us.

“Kau bermimpi lagi, hyung?”

Kai mengangguk. Nama aslinya Kim Jongin.

“Kau tak ingin menemui orang itu?”

‘Benar juga. Apa aku tak ingin menemuinya?’

“Sudahlah Sehun-ah, jangan membuat pikiran Jongin tambah kacau. Kau ingat kan? Sebentar lagi kita akan comeback. Jika kau masih saja mempermasalahkan kebiasaan mimpi anehmu itu, bisa-bisa kita gagal comeback lagi, Jongin-ah”

Kai mengangguk mengerti mendengarkan hyung tertuanya yang menjadi leader dalam grup. Suho hyung, tentu saja bukan nama aslinya. Dulu hal serupa juga pernah terjadi, comeback mereka gagal karena mimpi  Kai yang sama dengan sekarang membuatnya tak fokus dalam latihan.

‘Apa dia tak bisa merelakanku?’

Love Is Hurting Us.

Pusat perbelanjaan di kota Seoul pada sore hari sungguh padat. Lampu hijau yang menyala mengantarkan Kai juga teman seperjuangannya, Chanyeol, menuju mini market yang dituliskan oleh manajer hyung.

Ini sudah satu setengah tahun semenjak debut mereka, EXO K, asal manajemen terkenal. Yah setidaknya Kai bisa menghilangkan pikiran tentang mimpinya kala itu.

“Jonginnie, kau ambil snack yang rendah kalori saja untuk Baekhyun. Lalu untukku kau ambil double”

Kai mendecak kesal saat hyungnya itu, Chanyeol, terkekeh sendirian. Chanyeol paling senang kalau bisa mengganggu pairingnya dalam grup, Baekhyun.

Snack rendah kalori? Memangnya Baekhyun hyung sedang diet? Pikirnya.

Snack yang dituliskan Chanyeol tadi sudah dituntaskan oleh Kai. Kini tinggal snack kesukaannya saja yang belum. Kai lebih suka menikmati roti keju daripada snack berbumbu rasa seperti kesukaan Sehun. Roti keju… Kai sangat sering memakannya berdua dengan orang itu. Orang dalam mimpinya.

“Jonginnie~ Kau sudah mengambil semuanya belum? Hei cepatlah! Aku takut kalau kita terlalu lama disini, banyak fans noona yang nanti mengikuti kita sampai dorm seperti waktu itu”

“Itu salahmu karena terlalu lama memilih minuman, hyung. Lagipula yang mengikuti kita waktu itu bukan noona biasa. Mereka terlalu mengerikan”

Chanyeol mengernyit. Bukan noona biasa? Lalu noona super?

“Ini bukan saatnya mengenang masa lalu yang suram, Jonginnie! Cepat pilih makananmu”

“Aku tak menemukan roti kejuku”

“Kau mencari roti keju di tempat ramen instant seperti ini? Di dekat kasir, bodoh!”

Karena Kai yang terlalu lama berfikir, Chanyeol berlari ke arah kasir. Dia bermaksud menyudahi waktu mereka di market itu agar bisa dengan cepat kembali ke dorm. Roti keju roti keju… Ah itu dia!

Saat Chanyeol hendak mengambil roti kesayangan dongsaengnya, tangan lain sudah mendahuluinya.

“YA! ITU ROTI KEJUKU!”

Chanyeol menutup mulutnya setelah melihat siapa yang mengambil roti keju incarannya. Seorang gadis. Yang mengambil roti keju itu seorang gadis. Bagaimana bisa dia meneriakki seorang gadis?!

“Maafkan saya, agasshi. Tapi sejak lama saya sudah berlangganan roti keju ini”

Chanyeol mengangguk dan membiarkan gadis itu membayar roti keju tadi dan keluar dari mini market. Chanyeol masih tercengang dengan apa yang barusan ia lihat. Bagaimana bisa dia meneriakki seorang gadis yang kecantikannya pun mengalahkan noonanya sendiri!?

“Ya hyung! Kau kenapa?”

“Tidak. Aku… tidak apa-apa”

“Wah roti kejunya sudah habis” ucap Kai kecewa.

Kai menuju kasir membiarkan hyungnya yang makin lama ia lihat semakin aneh.

Love Is Hurting Us.

“Yeolli! Kenapa snackku seperti ini!? Aku tidak mau! Aku mau snack seperti yang dimakan Sehun!”

“Hyung, kau ini butuh makanan rendah kalori demi membentuk otot-otot pada lenganmu”

“Ya kau ini maknae tapi suka sekali menggangguku yang sudah jelas lebih tua! Hey Park Chanyeol, kembalikan snackku yang asli!”

“…”

Orang-orang dalam ruangan itu kini mengernyit heran melihat partner mereka diam dan tersenyum tak jelas. Tangannya yang bertopang dagu dan bibirnya yang sedari tadi mengukir senyuman benar-benar aneh.

“PARK CHANYEOLLLL!!!!!!”

Love Is Hurting Us.

“Baekki-ah, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku benar-benar tidak tahu apa salahku”

Sehun dibelakangnya hanya menggelengkan kepala.

“Ya maknae! Apa salahkuuuuuuuuu!?”

“Molla” jawaban singkat itu membawa Sehun kembali duduk di sebelah Kai.

Kai yang sedang asyik bermain game kaget dengan gelombang di sofa yang ia duduki saat Sehun duduk dengan sangat keras, membuatnya kini memarahi sang maknae habis-habisan.

Sekarang hanya Sehun yang duduk di ruang tv. Sama seperti hyungnya, Chanyeol, mereka menahan air mata.

“Aigoo~ Uri maknae, waeyo? Ada masalah apa denganmu?”

Suara Suho yang tenang membuat Sehun dan Chanyeol sekarang benar-benar menangis di sebelahnya.

“Jongin memarahiku!”

“Baekhyun tak memaafkanku! Padahal aku tak punya salah padanya”

“KAU SALAH BODOH!” teriakkan Baekhyun dari dalam kamar terdengar jelas sampai depan dorm dimana Kai sedang memakai sepatunya.

Kai akan ke tempat biasanya ia dan orang itu bertemu.

Love Is Hurting Us.

Suasana di taman ini benar-benar sama seperti saat terakhir kali Kai memutuskan hubungannya dengan orang dalam mimpinya itu. Andai saja, ia bisa kembali ke masa itu. Mungkin ia tak akan meninggalkannya begitu saja. Mungkin sampai sekarang ia masih bisa tertawa bahagia dengan mantan kekasihnya itu. Mungkin orang itu kini sedang ada di sampingnya sambil menyuapi roti keju kesukaan mereka berdua.

“Maafkan aku…

Aku ingin kau kembali

Aku benar-benar menyesal

Aku benar-benar merindukanmu”

Love Is Hurting Us.

Suho menepuk-nepuk pundak para dongsaengnya yang sekarang tegang. Sebentar lagi mereka akan tampil di acara musik terkenal Seoul. Sudah biasa memang, tapi entah mengapa sekarang perasaan mereka jauh lebih tegang.

“Baekki-ah, setelah tampil antar aku ke market di pusat perbelanjaan ya”

Baekhyun mengangguk kegirangan. Sisanya menatap bingung ke arah Chanyeol. Terlebih Kai. Selama ini selalu Kai yang ia ajak ke market langganan mereka. Tapi kenapa sekarang Baekhyun hyung?

Masalah snack rendah kalori pasti sudah Baekhyun lupakan. Mengingat BaekYeol/ChanBaek couple lebih mudah saling memaafkan.

“Hyung, kau ada rahasia apa dengan Baekhyun hyung?”

Chanyeol berkeringat dingin mendengar pertanyaan dari maknae itu. Sehun memang sangat diandalkan kalau menyangkut membaca pikiran orang. Tapi Sehun tak bisa tahu pasti apa yang sedang dipikirkan.

FLASHBACK

“Jadi kau membeli snack rendah kalori untukku karena kau bertemu gadis cantik di mini market?”

Chanyeol mengangguk pasti.

“Bodoh! Mana ada yang bisa percaya dengan alibimu itu! Lagipula tak ada hubungannya, Park Chanyeol!”

“Eh? Bukan… bukan itu maksudku. Tadi aku diam saja saat kau memanggilku karena… karena gadis itu”

Baekhyun memiringkan kepalanya ke kanan, lalu ke kiri. Imut sekali.

“Jadi kau jatuh cinta pada gadis yang ada di market tadi?”

“Maafkan aku ya, Baekki?”

“Untuk apa?”

“Mungkin setelah ini couple dalam EXO tak ada BaekYeol ataupun ChanBaek lagi tapi gadis cantik di mini market bersama Chanyeol”

Baekhyun menggembungkan pipinya. Sekali lagi, imut sekali.

“Kalau begitu kau kembali lagi saja ke mini market itu. Sekalian kau bekerja disana” ucap Baekhyun dengan wajah yang dibuat-buat kesal. Untuk ketiga kalinya, imut. Sangat imut.

“Nae Baekki! Kau pintar sekali! Ah, ChanBaek tetap ada saja ya” teriak Chanyeol sembari memeluk Baekhyun erat.

FLASHBACK END

“Kalau kau tahu, diam saja”

Chanyeol merangkul pundak Sehun erat-erat, sedangkan Sehun menatap pahit ke arah hyungnya.

“Baiklah, ayo. WE ARE ONE! WE ARE EXO!”

Love Is Hurting Us.

Suho sedang mengutak-atik i-Pad barunya. Sudah 4 hari semenjak ia dengan partner kerjanya syuting MV terbaru di China untuk comeback. Chen, salah satu member EXO-M, pada saat istirahat syuting MV memainkan i-Pad milik Suho. Sesegera mungkin ia kembalikan. Sekarang Suho baru menyadari, Chen pada waktu itu mengembalikan dengan cepat karena ia baru saja merusakkan i-Pad kesayangan Suho yang masih baru.

“Suho hyung, aku dan Baekhyun ingin…”

“YA! BODOH!”

Para member EXO-K terutama Chanyeol kaget mendengar teriakkan leader mereka. Sang leader yang sering dikenal seperti malaikat ini baru saja mengatainya bodoh?!

“HYUNG! AKU INI TAK INGIN BODOH! AKU DAN BAEKHYUN INGIN KE MINI MARKET SEBENTAR! KALAU KAU INGIN KAMI BODOH, KAU HARUS MENGAJARI KAMI! KALAU KAU TAK INGIN BODOH, …”

“Ya! Ya! Yeolli-ah, Suho hyung tak mengataimu bodoh!”

“Ya Baekki-ah! Kenapa sekarang kau yang mengataiku bodoh!?”

“Ya! Aku tak mengataimu!”

“Hyung! Jangan berisik. Kita ini tidak sedang di dalam dorm”

Semua member menoleh ke sumber suara. Di sebelahnya ada Sehun yang manggut-manggut. Kai memang terlihat lebih dewasa jika diantara para hyungnya itu.

“Maafkan aku, aku tadi tak bermaksud mengatai kalian bodoh…” ucap Suho kecewa.

“Tak apa, hyung. Sekarang kami ingin ke mini market”

Chanyeol dan Baekhyun segera mungkin keluar dari ruangan agar Sehun tidak membaca pikiran mereka. Suho dengan cepat menelepon Chen, lagi-lagi ia berteriak-teriak tak jelas lewat telepon. Kai dan Sehun keluar untuk meneduhkan hati mereka.

“Hyung, aku yakin. Chanyeol dan Baekhyun pasti sedang menyembunyikan sesuatu”

“Lalu apa maumu? Mengikuti mereka?”

“Daripada mendengarkan ocehan Suho hyung di dalam, kan?”

Love Is Hurting Us.

“HHHUUUUUAAAAAAAAAA!”

Suho dan Sehun terbangun kaget karena terdengar teriakan dari kamar lain. Dengan cepat Suho berlari ke kamar Kai. Tak salah lagi, pasti Kai bermimpi buruk lagi.

“Jongin-ah? Ya Kim Jongin!”

Suho mengguncang-guncang tubuh Kai. Bagaimana bisa Kai bermimpi buruk dan berteriak? Nyatanya sekarang ia sedang tertidur pulas.

“Ada apa hyung? Jangan ganggu aku”

“Suho hyung! Dari kamar ChanBaek!”

Untuk kedua kalinya Suho berlari lagi di tengah malam dalam sehari. Sekarang ia ke kamar ChanBaek setelah mendengar pernyataan Sehun. Di belakangnya ada Kai yang masih mengusap-usap matanya.

“Baekki-ah, kau kenapa?”

“Yeo… yeo… yeolli…”

“Wae? Ayo katakan, kau bermimpi apa?”

“Kau bermimpi yang sama seperti Jongin ya, hyung?”

Semua member langsung menatap tajam ke arah Sehun, kecuali Kai. Kai hanya menghela nafas panjang.

“Sudahlah. Kalian jangan mendiskriminasi Sehun. Aku tidak apa-apa” ucap Kai tenang.

“Aku hanya bermimpi… tentang… tentang gadis tadi…” Baekhyun masih terlihat dengan wajah yang ketakutan. Di sampingnya, Chanyeol masih saja menenangkannya.

“Aku teringat… kejadian tadi…”

FLASHBACK

“Gadisnya yang mana, Yeolli?”

“Kau tunggu sebentar! Jika gadis itu datang, kau denganku berjalan mendekat pura-pura mengambil roti. Otte?”

Baekhyun mengangguk tenang di belakang Chanyeol. Padahal hatinya berdegup kencang, penasaran dengan gadis yang diceritakan Chanyeol tempo hari.

“Ah ah! Itu itu! Ayo, Baekki”

Chanyeol berlari mendahului Baekhyun ke arah rak roti dekat kasir. Karena sangat amat penasaran, Baekhyun ikutan lari. Tapi permen yang ia bawa sialnya jatuh tepat di belakang gadis yang dimaksud Chanyeol. Mungkin ini termasuk keberuntungan bagi Chanyeol kalau ia jadi Baekhyun.

“Ah… permenku jatuh”

Baekhyun menundukkan badannya untuk mengambil permennya, tapi… Ada yang ganjal.

“Permisi, aga… HUWAAAAAAA!!”

Baekhyun mengurungkan niatnya untuk mengambil permen di belakang kaki gadis itu, tapi malah berteriak dan lari ketakutan. Chanyeol mengernyit heran, dan tersenyum saat mengetahui gadis itu sedang melihat ke arahnya.

Baekhyun keluar dari mini market dan mendapati Sehun bersama Kai hendak masuk.

“Jangan! Jangan! Kalian berdua jangan masuk!”

“Memangnya kenapa hyung? Kau takut rahasiamu dengan Chanyeol hyung terbongkar?”

“Tidak tidak! Aku serius! Aku melihat gadis itu… gadis itu… gadis itu… tanpa kaki! Ia melayang!”

FLASHBACK END

“BUAHAHAHA! Leluconmu tidak lucu, Baekki-ah” Chanyeol menghentikan aksi tenang-menenangkannya pada Baekhyun.

“Aku tidak bercanda. Perlu aku membuktikan pada kalian semua?”

Yang lain hanya diam mematung, kecuali Chanyeol. Ia mengangguk setuju.

Love Is Hurting Us.

“Baekhyun hyung, kenapa aku juga kau ajak kesana? Aku tak mengiyakan pertanyaanmu kemarin”

“Jonginnie, kemarin aku bilang membuktikan pada kalian semua kan? Jadi kau juga termasuk”

“Tapi aku ingin ke taman dekat dorm”

Yang lainnya langsung menatap iba ke arah Kai. Sehun sudah siap-siap mengeluarkan tissue dari kantong jaketnya.

“Kau ingin sekali tiba-tiba menemukannya di taman itu, huh?” Suho hyung merangkul pundak dongsaengnya itu.

“Aku hanya… ingin mengenangnya, hyung”

Terdengar suara menahan tangis di belakang mobil. Sehun dan Chanyeol kini saling menghentikan air mata mereka. Baekhyun yang duduk di tengah mereka sedang menghapus air mata mereka dengan tissue basah yang dia ambil dari tangan Sehun.

“Baekki-ah, kenapa bertambah basah?”

“Oh, ternyata ini tissue basah”

Love Is Hurting Us.

Sehun mengambil berbagai macam snack dan langsung ia masukkan ke dalam keranjang yang dibawa Suho. Chanyeol dan Baekhyun menunggu tepat di rak roti.

“Hyung, kemarilah.Ga… gadis itu datang” Baekhyun menarik lengan Suho diikuti Sehun ke arah rak roti dekat kasir.

Terlihat Chanyeol membuka percakapan dan disusul senyuman dari gadis itu. Kai yang sedari tadi asyik mendengarkan lagu lewat i-Podnya segera ia matikan lantas berjalan ke arah Chanyeol.

Semakin mendekat, langkah Kai semakin melemah. Dengan pasti tangannya menyentuh pundak gadis yang sedang berbicara dengan Chanyeol.

“Jinhye-ah?”

| F I N |

Iklan

4 pemikiran pada “Love is Hurting Us (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s