Missing You

Missing You

Title                 : Missing You

Author             : IndriLovelee

Genre              : Romance

Length             : Ficlet

Main Cast        : – Kim Taerin

–  EXO Members

 ~~OoO~~

Awan berarak dalam bentangan langit biru cerah walaupun sang surya tengah menerpakan sinar keemasan pada belahan bumi ini. Di sini aku berpijak, menatap nanar pada hamparan alang-alang yang bergoyang terbelai liukan angin. Senyumku melengkung kala rangkaian cerita terputar jelas dalam ingatan. Kenangan manis yang tak pernah ku lupa saat aku dan dia mengukirnya di tempat ini.

 

“Tempat ini sungguh mengagumkan”, aku berdecak kagum melihat tempat ini, penuh dengan kesunyian yang menenangkan.

“Ya, aku tahu kau pasti sangat menyukainya”.

 

“Ya, sungguh cantik….sepertimu”, aku tersenyum menahan tawa, satu kata yang membuatnya membelalakkan mata.

 

“Mwo?”. Hanya itu yang terdengar karena selanjutnya aku disibukkan dengan aksi berlariku di tengah-tengah ilalang menghindar dari gelitikkan pria yang sangat ku cintai. Aku sangat suka menggodanya dengan kata cantik. Ya karena dia memang terlihat cantik, tak dapat dipungkiri kadang kata iri melintas dalam otakku.

 

Tawa menggema memecah keheningan yang biasa tercipta di tempat seperti ini. Hingga beberapa saat dia terlelap dalam pangkuanku setelah memutuskan untuk mengistirahatkan diri di bawah naungan pohon lebat. Ku tatap pahatan wajahnya, membuat jemariku tak tahan untuk menyentuh lekukan wajah damai ini.

 

“Aku mencintaimu”

 

Kilasan-kilasan itu membawa sesak merambat dalam dada saat ku sadari di sini aku hanya sendiri. Berharap dia datang membawa senyum damainya memupuk kenangan baru bersamaku di sini.

Tiba-tiba ku rasakan tangan melingkar di pinggangku, menyalurkan rasa hangat pada hatiku. Aroma khas menyeruak menyusup pada dinding penciumanku. Aroma ini. Hatiku tercekat mengenali aroma tubuh yang sangat ku rindukan.

 

“Aku merindukanmu, Rin-ah”, dia mendaratkan dagunya pada pundak kananku, bisa kulihat dari sudut mataku, dia tengah tersenyum simpul.

 

“Aku datang untukmu, hanya untukmu”, lanjutnya mengeratkan pelukan yang sarat akan kasih sayang. Membuat rasa rindu yang sudah lama berkecamuk dengan mudahnya membuncah menjadi satu luncuran air mata.

 

“Kau tahu aku sangat merindukkanmu. Tidakkah kau merasakan hal yang sama?”, dia melontarkan pertanyaan menyadari sedari tadi aku hanya berdiam seakan tak menyahut kedatangannya. Bukannya begitu, lidahku terasa kelu, tak mampu mengucap kata kala hati bergetar karena sesak. Namun, detik ini aku tergerak memaksa mengeluarkan rasa yang sudah tak terbendung.

 

“Aku merindukanmu Sehun, sangat merindukanmu. Jangan pergi lagi, aku mohon jangan pergi. Sudah cukup untuk 3 tahun ini, aku dan hatiku tersiksa. Jangan pergi lagi”, kalimat tersebut sukses meluncur setelah aku berbalik memeluknya erat seakan enggan untuk melepas, aku terisak keras dalam pelukannya menyalurkan rasa rindu, cinta, sakit, dan sesak. Dia melepaskan pelukanku, mengatupkan wajahku dalam kedua telapak tangannya, mendekatkan wajahnya menghapus jarak sampai kurasakan permukaan lembut menyapu bibirku.

 

“Aku mencintaimu, Taerin”

 

***

 

Panorama cakrawala indah terlingkup pada dua pasang mata. Aku dan dia. Menikmati keheningan seraya menghanyutkan diriku dalam hangat dekapannya. Dia tengah memelukku pada posisi awal dia datang secara tak terduga, setelah 3 tahun menghilang dari kehidupanku.

 

“Rin-ah”

 

Sebuah suara yang ku kenali terdengar namun yang kusadari bukanlah Sehun pemiliknya. Lantas aku menoleh, melihat seorang pria yang berdiri tak jauh dariku dengan air muka khawatir tercetak jelas di wajahnya, bersamaan dengan mengendurnya pelukan Sehun dariku.

 

“Ternyata kau di sini, kenapa kau pergi sendiri?”, pria itu berjalan mendekatiku. Namun yang ku lakukan hanya mengintai mencari tahu keberadaan Sehun. Kepala dan bola mataku menyapu seluruh sudut tempat ini. Nihil, tak ada rambut berantakan khas miliknya, tak ada mata tajam yang selalu menatap dalam, tak ada bibir yang selalu menyungging senyum lembut, tak ada lagi sosok tinggi yang selalu merengkuhku, tak ada pria yang kucintai seakan semuanya tenggelam dalam kehampaan. Mataku terasa panas, hatiku terasa pilu saat ku sadari semua itu hanya sebuah kejadian tak pasti, kejadian semu yang disebut ilusi.

 

Harusnya aku berjalan pada sebuah kenyataan, bahwa seorang Oh Sehun takkan kembali dan tak akan pernah kembali. Hanya cintanya yang ada dalam ragaku dan tempat ini.

 

Saranghaeyo Oh Sehun, mianhaeyo Xi Luhan”

 

4 pemikiran pada “Missing You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s