I Find What Love is In You (Chapter 10)

I find what Love is in You (Chapter 10)

 

Title                        :               I find what love is in you

Author                  :               Mee-icha

Length                   :               Chapter

Genre                     :               Romance, Friendship, Angst

Main Cast              :               Na Ra

Kim Jong in a.k.a Kai

Support Cast         :               Ji hyo, and others (find when you read it ^_^)

Author Note       :               ini FF pertama author, mohon dimaklumi dengan segala keterbatasan yang author punya, hehe… maaf  kalau pengaturan bahasanya rada aneh, ditambah banyaknya typo disana-sini. Maaf lagi atas update yang terlalu lama. Maklum problematika hidup #loh curhat?#. Semoga chapter kali ini tidak membosankan.  Author membuka diri atas segala masukan, tapi ingat jangan membajak cerita ini #udah ceritanya ga seberapa, dibajak pula, kan kasian.. hahaha.. ga penting#. Well, tanpa babibu lagi. Enjoy it and Happy reading chingudeul.

***

Author P.O.V

Berkumpul dan bercengkrama dengan teman-teman group  menjadi kebiasaan  rutin yang kai dan teman-temanya lakukan seminggu sekali diluar jadwal latihan mereka. Belakangan ini jarang sekali mereka bisa berkumpul dengan anggota yang lengkap karena ujian semester sebentar lagi tiba. Masing-masing harus belajar ekstra lebih untuk mengejar ketinggalan materi selama mereka sibuk dengan urusan performance group dan lainnya. Tapi hari ini berbeda, karena mereka bisa berkumpul dengan anggota lengkap.

hyung, kau terlihat stres sekali? Sejak tadi mukamu hanya ditekuk terus” tukas sehun yang melihat sang leader yang tak bersemangat.

“iya, Yoon songsaenim benar-benar menyiksaku dengan tugas tanpa henti sebagai akibat banyak kelas dan materi yang kutinggalkan beberapa minggu ini. Tidak pernah ada hari tanpa tugas darinya belum lagi tugas dari Ahn songsaenim dan yang lain. Arrrggghh.. kepalaku rasanya mau pecah!” ujar suho  mengeluarkan unek-unek(?) dikepala.

“baru kali ini aku melihat suho hyung bisa stres seperti ini. Biasanya kau sangat bijaksana dalam menyelesaikan masalahmu, hyung. Mendengarmu seperti itu hanya mengingatkan aku pada kegalauan tugas-tugasku. Ah.. sudahlah nanti saja kupikirkan masalah tugas-tugasku. Yang penting sekarang santai dulu” ucap chanyeol hyung  sambil menggelengkan kepalanya  untuk mengusir bayangan tumpukan tugas yang siap menyerbunya saat pulang nanti.

“sepertinya hari ini akan menjadi sesi curhat yang berisi kegalauan kalian” timpal DO tiba-tiba setelah kembali dari toilet.

“memangnya kau tidak ada tugas-tugas dari dosenmu, hah?” tanya baekhyun yang melihat DO begitu santai.

“tentu saja ada. Kau tidak lihat kalau sekarang tempat nongkrongku bukan lagi di ruang latihan seperti biasa tapi diperpustakaan. Tapi mau apa lagi, kerjakan saja” jawab DO pasrah.

“oh ya hyung, aku pernah melihatmu ngobrol diperpustakaan dengan seorang yeoja, siapa dia? Kelihatannya kalian akrab sekali” tanya sehun yang sukses membuat perhatian member lain terpusat pada DO.

“oh ya? kapan? Kalian tahu kan aku ini orang cukup supel jadi mudah terlihat akrab dengan orang lain.” Ujar DO cuek dan pura-pura mengingat sesuatu.

“akrab kalian berbeda. hari itu kalian tertawa cukup lepas diperpustakaan yang membuat beberapa mahasiswa mendelik kesal pada kalian. Siapa dia?” si magnae kembali menyudutkan DO.

“oh, hanya teman yang baru kukenal belakangAN ini.” jawab DO sambil mengalih pandangannya.

“hu? baru kau kenal tapi bisa terlihat akrab? Ini tidak seperti hyung yang biasa kukenal” kali ini kai yang buka suara.

hyung, bagaimana kalau kau mengajaknya ke acara ulang tahunku nanti? Aku benar-benar ingin bertemu orang yang bisa membuatmu tertawa lepas diperpustakaan itu. Aku yakin ada sesuatu diantara kalian. hahaha” ide gila sehun langsung diiyakan oleh member lain.

“aku sudah coba mengajaknya tapi…” ujar DO ragu.

“tuh kan! Pasti ada sesuatu” seru sang magnae memotong kalimat DO.

“kamu serius sudah mengajaknya?” tanya suho tak percaya.

“wah, DO hyung gerakanmu cepat juga.” timpal kai santai.

“siapa dia? Aku juga jadi penasaran seperti apa yeoja yang dikatakan sehun itu?” tambah baekhyun.

“hei… hei… hei..  dengarkan kalimatku dengan lengkap baru komentar. Aku sudah mengajaknya tapi dia tidak bisa ikut karena sudah ada janji dengan temannya. Jadi dia tidak akan datang ke acaramu, sehunnie.” Ucap DO menenang situasi yang rusuh (?).

“aaahhhh…” terdengar paduan suara kecewa dari member lain.

“hei… kau bukan ditolak olehnya ‘kan?” celetuk chanyeol yang membuat lain tertawa.

“enak saja. Dia memang sudah ada janji kok. “

“kau yakin hyung?” tambah kai berusaha memanas-manasi keadaan.

“ah, kalian ini. sudahlah. Oh ya kai, kau sendiri bagaimana? kudengar kau akan mengajak yeojachingu datang ke acara sehun? Apa itu benar?” DO balik bertanya pada kai

“hah? oh itu? mmm… lihat saja nanti.” Jawab kai agak terbata-bata.

“hei kai sudah dewasa. Aku ingin tahu yeoja seperti apa yang sudah mengubah kai belakangan ini? wah, aku tidak menyangka kalian semua sudah dewasa.” baekhyun bersuara.

“tentu saja kami sudah dewasa, kau pikir kami akan selamanya jadi anak kecil. Jadi hyung kapan akan mengenalkan yeojachingu-mu pada kami?” ledek sehun.

“loh? Kok aku? kita sedang membicarakan kai” tukas baekhyun cepat. Merasa tersudut oleh magnae-nya.

“hahahahaa..” semua tertawa melihat tingkah cemberut baekhyun.

“kai, apa dia yeoja yang waktu itu kami lihat dari belakang panggung dimalam tahun baru itu?” chanyeol kembali ke topik awal  karena terlanjur penasaran.

“hah? oh… itu…bukan. Bukan dia” jawab kai kembali tergagap seakan merasa rahasianya akan terbongkar.

“jadi ini yeoja yang lain. Wah, belakangan ini sepertinya kau dekat dengan banyak yeoja ya kai?” kali ini suho ikut mengomentari kai.

“ah, tidak juga. Mereka fans-ku. Kalian tahu kan betapa terkenalnya aku.” jawab kai beralasan.

“huh! Dasar kau. Jadi diantara banyak yeoja itu, siapa yang membuat kau galau seperti waktu itu?” tanya DO menyipitkan matanya, menyelidik.

“aku tidak pernah galau. ‘kan sudah ku bilang kalau aku hanya kelelahan makanya sedikit tidak fokus.” Ucap kai tetap kekeuh(?) dengan alasannya.  Entah kenapa kai merasa dirinya tiba-tiba sedikit  emosi.

“oh ya? tapi ekspresimu tidak mengatakan seperti itu” tambah chanyeol meledek kai.

“ya! ada apa dengan kalian kenapa aku yang disudutkan seperti ini?” ujar kai yang merasa tidak nyaman dirinya diserang berbagai pertanyaan oleh hyung-hyungnya ini.

“bukan bermaksud menyudutkanmu, kami hanya penasaran saja hyung” ujar sang magnae  bijaksana.

“kau berubah walau tidak drastis. Kami tahu itu karena kami sudah lama mengenalmu kai-ah.” Ujar suho sambil meletakkan tangan dipundak kai, menenangkannya.

“…” kai hanya terdiam.

“pastikan kau membawa yeoja itu. siapapun dia, entah dia orang sama dengan yang kami lihat saat acara malam tahun baru itu atau bukan. Kami hanya ingin kau memperkenalkan yeoja yang sekarang sedang mengisi hari-harimu belakangan ini. Kami janji tidak akan mengungkit masalah tahun baru itu. ya ‘kan?” Suho meminta pendapat yang lain.

“iya, tenang saja kai-ah, kami akan mendukungmu sepenuhnya kalau itu memberikan kebahagiaan untukmu.” Ucap baekhyun tidak kalah bijaksana.

“ya sudah, hal ini jangan dibahas dulu. Kita lihat saja tamu yang akan hadir di acara sehun nanti. Ok? By the way, hari ini kenapa pesanan kita lama sekali ya, aku sudah mulai kelaparan” ujar suho berusaha mengalihkan pembicaraan karena kondisi mulai tidak nyaman.

“iya,kenapa lama sekali? kau pesan ditempat biasakan, chanyeol-a?” tanya baekhyun menanggapi kalimat suho.

“Iya kok. Seperti biasa, tapi kenapa lama sekali ya? coba aku telepon ulang kesana untuk memastikannya” ujar chanyeol cepat.

Kenapa ya aku bisa tiba-tiba kesal seperti tadi. Aku tidak bermaksud bersikap tidak sopan pada mereka tapi ada perasaan yang membuncah kembali kalau aku mengingat hari itu. Syukurlah mereka tidak tersinggung dengan sikapku yang tiba-tiba sedikit ber-emosi. Inilah yang menyenangkan dari member group ini, mereka tidak akan menyudutkanku jika ada masalah. Mungkin akulah yang terlalu sensitive dengan perhatian mereka. Aku tidak menyangka perubahanku akan benar-benar disadari oleh member group-ku. Yeoja itu, sungguh, sebenarnya dia yang ingin kuajak diacara ulang tahun sehun dan kuperkenalkan pada kalian, tapi itu tidak mungkin lagi, kai membatin sambil melihat keributan yang terjadi didepannya karena urusan makanan. dia hanya bisa tertawa dan bersyukur karena mengenal mereka.

***

Na Ra P.O.V

Sepertinya hari-hari berlalu terasa begitu cepat belakangan ini. Konsentrasiku pecah dan aku tidak bisa fokus mengerjakan TA-ku. Aku benar-benar ingin cepat lulus supaya aku tidak bertemu dengan mereka lagi. Aku benar-benar kehilangan nafsu makanku selama beberapa hari. Yang kulakukan hanyalah menatapi layar laptop serta tumpukan buku dan kertas yang kuharap akan mampu mempercepatku meninggalkan kampus ini. Tapi kini hal itu terganggu karena kedatangan ji hyo hari rabu lalu ke apartement –ku. Hal itu benar-benar membuatku galau setengah mati.

 

Flashback

Sepertinya itu keteledoranku, hari itu aku lupa mengunci pintu setelah masuk terburu-buru karena kehausan. Ji hyo yang ternyata sejak tadi berada dibelakangku tanpa basa basi langsung masuk ke apartement-ku. Aku tidak tahu kalau dia menungguku di lantai bawah apartement sejak tadi.

“na ra-yaaaaaaaaa…” sapa ji hyo begitu masuk ke apartement-ku dan langsung duduk di sofa ruang santai.

kapcagi….dangsineun yeogiseo mwohaneungeoya? (kenapa kamu ada disini?)”ucapku  emosi setelah terbebas dari kagetku. Belum hilang lelahku, anak ini tiba-tiba muncul dengan berteriak seperti itu. Kalau bukan orang yang dekat dengan, mungkin saja sudah kuusir dari tempat ini.

“hehe.. mianhe na ra-ya, ada hal yang ingin kusampaikan padamu dan aku tidak bisa menundanya ataupun mengatakannya melalui telepon. Aku harus lihat sendiri bagaimana reaksimu saat aku menyampaikan hal ini padamu. Kau pasti akan kaget.” Ujarnya menggebu-gebu.

“memangnya apa yang ingin kau sampaikan padaku sampai harus seperti ini?” tanyaku tenang sambil menghampirinya memberi segelas air. “ini, minum dulu setelah itu baru kau cerita. Aku tidak ingin kau kehabisan nafas karena terlalu excited.” Sindirku.

gumawo chinguya.” ujarnya setelah selesai meneguk segelas air hingga habis dengan semangat.

“jadi, apa berita yang sangat menghebohkan itu?”

“sebenarnya ini bukan sekedar berita tapi juga undangan dan kau harus datang, aku tidak peduli dengan alasan apapun. Pokoknya harus bisa datang bersamaku.”

“apa-apaan ini? kau sudah masuk seenaknya dan sekarang memaksaku datang ke tempat yang belum kau jelaskan sama sekali” ujarku sok tidak terima.

“makanya tenang dulu, tapi kurasa walau tanpa paksaan kau akan bersedia datang. Baiklah, ini beritanya, hmmmm… huuuuuufff” ji hyo menarik dan membuang nafasnya dengan kentara sekali “minggu depan kau harus datang menemani diacara ulang tahun seseorang”

“seseorang? Siapa?” tanyaku sambil kembali ke meja dapur untuk mengisi air digelasnya.

“sehun” jawabnya girang “dan disana aku akan memperkenalkanmu langsung pada kai. jadi kau tidak perlu penasaran lagi kai itu orangnya seperti apa.”

Berita itu seakan gemuruh petir disiang hari yang cerah. Aku hanya bisa diam sambil membelalakkan mataku. Speechless. Jantungku berdegup kencang, badanku lemas seketika, tanganku gemetar, dan mungkin sekarang mukaku pucat. Tapi aku beruntung karena posisiku membelakangi ji hyo jadi dia tidak melihat ekspresiku secara langsung. Ku letakkan secara perlahan gelas yang sedang kupegang. Aku tidak boleh gugup. Tidak boleh. Kalau tidak, ji hyo bisa curiga. Tenang na ra.,, tenang na ra.. tenang.. semua akan baik-baik saja, mensugesti diriku.

“Ya! kenapa kau diam saja? aku tidak menyangka kau akan begitu kaget mendengar hal ini” teriaknya dari ruang santai.

“ah, aniya.” Balasku cepat. Ku tarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan berkali-kali untuk menormalkan kembali denyut jantungku sebelum menuju ruang santai. Langkahku pelan melihat sosoknya yang begitu gembira menunggu acara yang akan dilaksanakan minggu depan itu. “bukannya aku terdiam, hanya saja aku langsung berpikir tentang schedule-ku minggu depan, makanya aku…”

“oh tidak bisa. Apapun jadwalmu harus kau batalkan” ujarnya cepat memotong kalimatku. Sepertinya ji hyo tahu kalau aku akan berusaha menghindari undangan tersebut. “’kan sudah aku bilang apapun yang terjadi kau harus datang. Aku tidak peduli dengan alasan TA-mu. Sekali-kali kau juga harus have fun na ra-ya, hidup cuma sekali. Mana tahu kau bisa menemukan cinta sejatimu disana. Kadang jodoh itu tidak jauh darimu, hanya saja kau yang menutup diri untuk kesempatan itu. oke?”

“tapikan…”

“tidak ada tapi-tapian, kali ini kau yang harus mendengarkan aku, na ra-ya. Meskipun hujan badai, kau harus tetap datang bersamaku keacara itu. titik” ucapnya tegas tanpa memberi sedikitpun kesempatan padaku untuk beralasan.

Aku benar-benar diam, kehabisan ide dan kehabisan kata. Apa yang harus aku lakukan terhadap semua ini? apa benar-benar tidak cara supaya aku tidak hadir diacara tersebut? Pikirku.

“tidak usah berpikir macam-macam. Alasan apapun tidak akan kuterima. Pokoknya kamu harus datang bersamaku. Wajib.” Tegasnya sekali lagi meluluh lantahkan pikiranku barusan. “baiklah, aku pulang dulu”…”oh ya, sebelum kita berangkat keacara itu, kita ke salon bersama yah? Masalah baju bagaimana, kau ingin kita belanja bersama?” tanyanya lagi setelah beda didepan pintu.

“masalah itu aku urus sendiri. Sudahlah kau pulang sana. Aku mau lanjut mengerjakan TA-ku” ucapku beralasan.

“baiklah. Cepat selesaikan TA-mu dan minggu depan kita have fun. Bye na ra-ya” balasnya sebelum menghilang dibalik pintu.

End flashback

***

Hari-hari berlalu terasa begitu cepat, tanpa terasa malam ini acara yang disebutkan ji hyo itu akan dilangsungkan. Kupijat-pijat pelan kepalaku yang pusing setiap kali memikirkan kemungkinan aku akan bertemu lagi dengan kai setelah sekian lama dan harus berpura-pura tidak mengenalnya. Entah reaksi macam apa yang akan terpampang diwajahnya jika melihatku diacara teman-temannya itu. Satu hal yang bisa kuyakini pada diriku, bahwa kai sepertinya tidak akan senang dengan kehadiranku. Andai saja aku punya alasan tepat untuk tidak menghadiri acara tersebut.

Langkah kakiku gontai menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan kugunakan malam ini ke acara tersebut. Sekilas kulihat pantulan dicermin sebelum membuka lemari. Aku terpaku, kaget. Kenapa aku seperti ini, kenapa pipiku tirus seperti ini, kenapa aku terlihat lusuh seperti ini, kantong mataku kenapa bisa separah ini?, pikirku sambil memegangi wajahku. Sepertinya masalahku tentang bertemu dengannya telah memberi dampak jelas diwajahku. Mungkin dia akan tertawa melihat keadaanku yang seperti ini. Menyedihkan!

Cinta (atau mungkin begitu aku memikirkannya), saat dia datang memang bisa membuatmu melayang hingga langit ke tujuh. Namun, saat dia meninggalkanmu, kau seperti dihempaskan langsung ke dasar perut bumi. Menyakitkan!

***

Tepat seperti perkataannya minggu lalu, ji hyo datang ke apartement-ku siang hari untuk menjemput dan pergi bersama dengannya ke salon. Aku tidak mungkin menolaknya, setidaknya dengan ke salon aku bisa menghilangkan sedikit bukti kegalauan yang tercetak jelas diwajahku. Sejak kedatangan ji hyo yang mengabarkan tentang acara ini, kami memang tidak pernah bertemu lagi, hanya berkomunikasi melalui handphone. Jadi, wajar saja dia kaget melihat keadaanku yang sangat menyedihkan ini.

Sekitar jam 6 sore kami selesai dengan semua urusan salon. Entah apa yang dilakukan pada pegawai salon itu padaku, tapi yang jelas aku sangat berterima kasih karena mereka berhasil membuatku terlihat lebih hidup dengan make up  seperti ini. Aku rasa mereka juga cukup puas dengan hasil pekerjaannya karena telah membuat manusia ‘hancur berantakan’ menjadi manusia ‘layak hidup’.

“ah, aku tidak sabar untuk bertemu dengan kai” ujar ji hyo setelah melihat pantulan dirinya dicermin.

“kau cantik ji hyo-a. Jangankan kai, aku rasa namja manapun akan terpesona olehmu” ujarku sambil tersenyum getir.

“aku tidak peduli dengan namja lain. Semua ini kulakukan hanya untuk kai.” ujarnya tersenyum lebar namun seakan memberi luka sayat baru dihatiku.

you’re right. Today is all about kai. Karena itulah alasan utamamu, bukan karena pesta ulang tahun temannya itu” sindirku.

Bukankah ini hebat, mereka baru kenal beberapa waktu lalu tapi sudah melakukan kencan pertama mereka dan kini kai sudah mengajak ji hyo ke acara ulang tahun temannya. Sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan jika masih bersamaku karena hubunganku bersamanya hanyalah sebuah hubungan yang invisible  bagi siapapun. “aku berhasil”gumamku pelan sambil tersenyum kecut. Mereka akhirnya bersama. Ucapku dalam hati.

“hahaha… begitulah…” balasnya sambil membalik badan dan menghadap kearahku. “kau juga cantik na ra-ya, aku senang kau datang bersamaku ke salon, sebelumnya kau benar-benar terlihat payah. Ada masalah apa? TA-mu lagi? masih tidak sesuai harapan dosen pembimbingmu?” lanjutnya.

“hahaha.. entahlah, terlalu banyak hal yang bercampur diotakku selama seminggu terakhir ini. Jangankan kau, aku sendiri kaget melihat keadaanku.” Jawabku jujur.

TA? Aku bahkan tidak bisa melakukan perubahan yang signifikan karena pikiran telah teralihkan oleh Kai dan kau, ji hyo-a. Kalianlah masalah utamaku.

“sudahlah, yang penting sekarang kau cantik sekali. Dan malam ini buang semua pikiranmu tentang TA, pokoknya hanya ada have fun saja, ok? Nanti akan ku perkenalkan kau dengan teman-teman kai, aku rasa mereka akan menyukaimu. Kau boleh pilih satu dari mereka, asal bukan kai aku akan setuju.”

“hahaha, kau pikir mereka barang yang bisa kau pilih seenaknya.” Ledekku. Have fun? Kita lihat saja nanti, tambahku dalam hati.

now, it’s time to go girl.” Ucap ji hyo semangat. Dia melangkah keluar salon dengan langkah ceria dan percaya diri. Wajar saja, dengan dress warna ungu selutut dan warna make up yang senada membuatnya terlihat sangat cantik hari ini. Apa lagi yang dibutuhkan seorang namja jika ingin memamerkan yeojachingu-nya pada teman-temannya.

For me, it’s time to face the reality. Sooner or later, there will be a time I need to see him no matter what happen.

kajja.” Ujarku dengan hembusan panjang nafasku. Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa semua akan baik – baik saja, bahwa aku tidak terlihat terlalu buruk saat ini, bahwa aku akan tetap bisa tersenyum diakhir malam ini. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dihatiku, firasatku tidak enak tentang malam ini. Walau berat kulangkahkan kaki menuju mobil ji hyo yang akan membawa kami ke acara pesta ulang tahun itu.

***

Kai P.O.V

Semua member telah berkumpul disini, café kecil tempat sehun akan mengadakan acara ulang tahunnya. Ini bukan acara besar, hanya terbatas member group kami dan beberapa orang yang memang kami undang secara khusus. Berbagai perbincangan hangat mulai mengisi ruangan sejak tadi, tetapi yang menjadi pusat perhatian adalah yeoja cantik yang dibawa oleh suho hyung, Han Ga Eun. Hubungan suho hyung dan ga eun bukan lagi sebuah rahasia, karena mereka telah menjalin hubungan sejak setahun yang lalu. Ga eun terlihat sangat berbeda diantara para namja yang mengelilinginya.

Kehadiran ga eun langsung mengingatkanku pada na ra. Aku yakin dia yang akan diajak oleh ji hyo untuk datang keacara ini. Tempo hari ji hyo mengatakan padaku bahwa dia akan mengajak temannya karena takut merasa canggung berada diantara teman-temanku. Aku sungguh penasaran dengan keadaan na ra saat ini. Sejak kejadian di halte itu, aku tidak pernah lagi melihatnya, hanya mendengar beritanya sesekali dari ji hyo.

“kai-ah, mana yeoja yang kau bilang akan kau perkenalkan pada kami?” ucap chanyeol hyung yang mengagetkanku.

“hah? apa?”

“mana yeoja yang kau sebutkan tempo hari pada kami, kasian ‘kan  ga eun cuma yeoja sendiri disini.” Ujar baekhyun hyung.

“kenapa kau tidak menjemputnya dan pergi bersama kesini?” tukas chanyeol hyung.

“oh, mereka sebentar lagi sampai kok dan kenapa aku….”

“mereka? dia tidak sendiri kai?” chanyeol hyung memotong kalimatku.

hyung, kenapa kau suka sekali memotong kalimat orang. Kenapa aku tidak menjemputnya karena dia akan datang kesini berdua bersama temannya. Dia bilang takut merasa canggung dengan kalian semua, jadi dia minta izin untuk mengajak seorang temannya dan sehun bilang OK saat aku menanyakan padanya.” Jelasku.

“temannya ini masih single ga ya?” DO hyung ikut-ikutan iseng.

“kalian tanya saja sendiri kalau penasaran” balasku cuek. Aku juga penasaran dengan hal itu. apa sudah ada yang menggantikanku.

“seharusnya dia tidak perlu canggung, ‘kan ada aku disini.” Ujar ga eun.

“hehehe. Mianhe, aku tidak tahu kalau kau akan datang malam ini, suho hyung bilang bahwa kau masih berada di jeju saat kutanyakan kehadiranmu diacara ini.”

“aku tidak bohong ‘kan? Saat itu kau juga belum yakin bisa kembali minggu ini atau tidak.” suho hyung membela diri setelah diberi lirikan maut oleh ga eun.

“hahahaha… hyung, kenapa ekspresimu berubah seperti itu?” ledek chanyeol melihat reaksi suho hyung.

Ditengah hiruk pikuk perbincangan itu, hadirlah tokoh utama yang sejak tadi dipertanyakan oleh para member group-ku. Awalnya aku tidak menyadarinya sampai baekhyun bersuara dengan nada terkejut..

“oh! Apakah itu orang yang kita tunggu kai-ah?” tanya baekhyun hyung.

Sontak saja semua kepala langsung memandang kearah yang ditunjuk oleh baekhyun hyung termasuk aku.

“ne” ucapku pelan saat melihat ji hyo berjalan sambil tersenyum dan aku juga tersenyum membalasnya namun seketika wajahku terasa kaku begitu melihat yeoja yang berjalan dibelakangnya. Na ra. Sekilas mata kami bertemu tapi dia segera mengalihkan pandangannya dan berusaha tersenyum pada yang lain.

Ada apa dengannya, wajahnya terlihat begitu tirus? Setahuku dia bukanlah tipe orang yang akan melakukan diet. Senyumnya terasa berbeda. Apa yang sebenarnya terjadi padanya. Pikiran itu terus berputar seiring dengan mataku yang mengikuti langkahnya dari ujung ruangan hingga diberdiri disamping meja makan ini.

neomu yeppoda kai-ah, tapi yang mana satu yeojachingu-mu?” tanya chanyeol hyung cepat namun sebelum sempat kujawab pertanyaannya ji hyo telah mulai memperkenalkan dirinya.

annyeonghaseyo, joneun ji hyo imnida, pangabseumnida dan ini temanku…” Ujar ji hyo

“na ra-si?” tukas DO cepat dan sontak semua mata tertuju pada DO dengan pandangan yang seakan bertanya ‘kalian saling kenal?’.

“oh, DO-si?” tanya na ra dengan ekspresi kaget karena baru menyadari kehadiran DO.

wow.. it’s really you but… you look different. Aku tidak menyangka kita bertemu disini. Jadi ini acara yang membuatmu menolak ajakanku? Well it doesn’t matter since we meet here.” Ujar DO sambil tersenyum sumringah. ”Oh ya, sepertinya teman-temanku menunggumu memperkenalkan diri” lanjutnya

Apa maksudnya ini? apa selama ini dia telah mengenal DO? Apa karena DO, dia memutuskan hubungan denganku? Tapi dia tidak pernah bertanya sedikitpun tentang masalah DO padaku dan DO pun tidak pernah menyinggung sedikitpun tenang na ra, batinku

ah ne, annyeonghaseyo, joneon na ra imnida, pangabseumnida.” Ujar na ra cepat sambil sekilas menggangguk pada setiap orang yang disana namun dia tidak mau melihatku.

“kalian kenal dimana?” tanya baekhyun hyung to the point.

“perpustakaan” sahut na ra polos.

“ne, dia adalah yeoja yang kau (sehun) lihat sedang bersamaku di perpustakaan dan yang menolak ajakanku keacara ini.” jelas DO cepat.

“oowwwwwhhh….” Suara baekhyun hyung bersatu bersama suara member lain, sedang aku masih terdiam dengan pertanyaan lain yang muncul dikepalaku.

Oh perpustakaan, tapi sejak kapan? Perpustakaan kan besar, bagaimana ceritanya mereka bisa bertemu? Ini hanya kebetulan atau sesuatu yang dia rencanakan?.

“na ra-ya, kenapa kau tidak bilang kalau kau kenal member group ini?” tanya ji hyo

member? Nugu?” na ra balik bertanya.

“DO hyung, dia adalah salah satu main vocal group kami” kali ini sehun bersuara.

“DO? DO-si? Kamu?” na ra terlihat terkejut.

“jadi kau belum tahu kalau DO adalah member group ini?” tanya ji hyo kaget.

Na ra hanya menggeleng polos. Dia memang benar-benar lemah tentang masalah seperti ini. Siapa idola kampus ini, gosip apa yang sedang beredar, hal apa yang sedang tren bukanlah hal-hal yang dapat menarik perhatiannya.

“hehe.. aku memang tidak pernah memberitahunya dan dia tidak pernah bertanya” ucap DO yang menjelaskan kenapa na ra terlihat begitu kebingungan.

Dia terlihat begitu polos dengan keluguannya yang seperti itu. batinku. Apa ini? kenapa dari tadi aku masih memikirkannya? kenapa aku masih bisa memujinya seperti ini? sadarlah kai, dia sudah mempermainkanmu. kuusir pikiran itu dengan cepat-cepat menggelang kepalaku.

“Kai-ah, do gwencana? Dari tadi kulihat kau diam saja tapi tiba-tiba menggeleng seperti itu” tanya suho hyung yang aneh melihat tindakanku.

oh ne, nan gwencana.” Jawabku cepat

“kai-ah berarti kau juga sudah mengenal na ra. Dia ‘kan temannya ji hyo.” Tanya chanyeol hyung.

“mmm…” kugantungkan kalimatku dan melihat kearah na ra. Bisa kulihat dia seakan mematung mendengar pertanyaan itu.

“kurasa tidak. Setauku mereka belum pernah bertemu. Tapi sesekali aku suka bercerita tentang na ra pada kai” sambar ji hyo cepat dan kulihat na ra melepas nafas lega.

“oh begitu. Ji hyo-si jadi bagaimana kalau kau bercerita pada kami awal mula kalian bertemu. Aku sungguh penasaran. Setiap kali aku bertanya padanya dia tidak mau memberitahu kami.” ujar chanyeol sambil meledek jahil padaku.

“kita akan pastikan mendengar tentang hal itu malam ini, tapi sebelumnya mari kita berdoa dan memberikan harapan terbaik pada magnae kita ini sambil dia (sehun) meniup lilinnya.” Ujar suho hyung.

ah majayo. Ingat kau harus cerita ok?” tukas chanyeol hyung lagi pada ji hyo. ”Uri magnaeeeeeeee… chukae, mari berdoa dan tiup lilinya.” Chanyeol hyung segera berlari dari memeluk sehun #lebay…

***

Na ra P.O.V

Suka tidak suka ini harus kuhadapi. Kenyataan bahwa sekarang aku berada diantara kai dan teman-temannya sebagai orang asing bukan sebagai someone special bagi kai. Sebisa mungkin selalu kuhindari pandangan kai padaku. Aku tidak ingin melihat berbagai jenis pandangannya. pandangan bahwa sekarang mungkin dia telah bahagia, pandangan bahwa aku sangat menyedihkan, pandangan bahwa aku tidak lebih seorang yeoja yang tidak tahu malu menghadiri acara teman dari mantan pacar rahasianya.

Senandung ringan dari lagu yang mengisi udara malam ini terasa menenangkan. Acara ulang tahun sang magnae group ini memang cenderung private karena tidak banyak orang yang hadir diacara ini. Tapi bukan berarti acara ini tidak meriah. Kehebohan dari para member membuat acara ini terasa sangat hidup dan menyenangkan. Canda tawa mengisi hampir tiap perbincangan yang tercipta.

Andai saja aku tidak punya masalah dengan kai, mungkin malam ini akan jadi salah satu malam terindah yang pernah kualami sepanjang hidupku. Hidup dalam pengandaian memang lebih menyenangkan, batinku. Satu persatu kuperhatikan wajah yang hadir diacara malam ini, bisa kusimpulkan mereka semua adalah orang-orang yang menyenangkan dan tampan, jadi wajar saja kalau group ini sangat terkenal.

Namun sepertinya hanya aku yang merasa gelisah sejak tadi. Apalagi alasannya kalau bukan sosok berkulit gelap yang selalu berusaha menatap tajam setiap kali mataku bertemu dengan matanya. Dadaku terasa sakit karena degup jantung yang tidak normal dan terus berdebar keras sejak aku memasuki ruangan ini.

Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa hampir tiap kali aku melihat ji hyo, dia selalu bergelayut manja pada kai. Harus kuakui hatiku sakit, sangat sakit. Tapi siapa yang mau peduli masalah itu karena aku juga tidak bisa bercerita pada siapapun. Yang bisa kulakukan hanya menekan emosi sambil membuang pandangan kearah lain dan terus menerus mensugesti diriku bahwa inilah hasil yang kuinginkan, inilah hasil dari pengorbananku.

Disini dan saat ini aku terlihat bagaikan manusia tanpa tujuan. Pandanganku kosong. Tawaku hambar. Senyum yang dipaksakan. Pikiran melayang entah kemana. Aku benar-benar menyedihkan.

Kenyataan didepanku ini seakan mimpi buruk yang ingin segera kulupakan. Sambil melihat sekilas pada pantulan diriku yang tergambar di kaca jendela, cuma satu hal yan terucap dalam hatiku, inilah orang idiot yang sedang membodohi dirinya sendiri. Aku tersenyum kecut dan nafasku mulai terasa berat.

“na ra-si, gwencana? Dari tadi kuperhatikan kau terlihat gelisah?” tanya DO yang melihat keanehan sikapku.

“oh, nan gwencana.”

jjinja?  Tapi kau terlihat tidak menikmati suasana disini. Kali ini ada masalah apa lagi?” tanya DO lagi karena ragu dengan jawabanku sebelumnya.

“apa saja masalah na ra yang sudah kau ketahui?” timpal baekhyun ikut dalam perbincangan kami.

“ak..” ucapan DO langsung terputus karena chanyeol menyela pembicaraan.

“DO-ya, kau yakin kalau kalian hanya berteman?” kali ini chanyeol buka suara dengan pandangan curiga kearahku dan DO  secara bergantian. Entah kenapa DO terlihat sedikit salah tingkah.

Aku hanya menatap chanyeol polos tanpa ekspresi. Masih mencerna ucapannya. Kepalaku blank karena masih berkutat dengan masalahku sendiri. Lemot!

“iya, sepertinya kalian mengenal satu sama lain cukup jauh.” Lanjut Baekhyun tanpa basa basi. Setuju dengan ucapan chanyeol sebelumnya.

keureomnyo dan tolong kalian jangan berpikir yang macam-macam. Kalian membuat nara merasa tidak nyaman” ujar DO cepat.

“kami membuat nara tidak nyaman atau kau yang tidak nyaman.” Chanyeol semakin bersemangat mengerjai DO.

“na ra-si, maafkan teman-temanku” ucap DO setelah melihat tingkah chanyeol dan baekhyun.

“memangnya kami kenapa? Aku dan chanyeol kan hanya bertanya” ujar baekhyun tidak mau kalah.

Aku tersenyum melihat tingkah mereka. Lucu.

“kenapa kau tersenyum seperti itu na ra-si? Apa ada yang lucu?” tanya kai tiba-tiba.

Senyumku seketika hilang. Badanku terasa membeku mendengar namaku diucapkan olehnya. Sempat ragu, akhirnya aku menoleh pada dan berkata “ah, aniya. Hanya saja mereka lucu. Pasti menyenangkan punya teman seperti mereka” sambil kembali memandang baekhyun dan chanyeol yang semakin gencar memojokkan DO (?).

“tentu saja. Makanya tidak akan aku biarkan ada orang-orang menyakiti teman-temanku, apalagi jika aku tahu kalau orang itu seseorang yang suka bermain dengan perasaan orang lain.” Ujar kai sambil memandang tajam kearahku.

Aku kaget. Mataku melirik singkat padanya. Lidahku kelu. Dadaku sakit. Kenapa dia mengucapkan kalimat seperti itu padaku. Aku tidak pernah benar-benar bermaksud menyakitinya. Bukankah dia sekarang sudah bahagia bersama ji hyo. Tidakkah itu cukup untuknya. Kenapa masih harus menyiksaku seperti ini, batinku. Pandanganku tertunduk dan mataku mulai terasa panas. Kenapa satu kalimatnya saja bisa menyakiti aku sampai seperti ini.

Kuhirup udara sebanyak mungkin kemudian kuangkat kepalaku. “kau benar. Mereka tidak pantas untuk orang seperti itu” balasku. Aku beranikan diri untuk menatap matanya walau hanya sebentar. Aku tidak ingin tampil sebagai orang patut disalahkan. Kuakui caraku salah untuk melepaskanmu dariku, tapi niatku baik. Dan yang paling penting, hatiku juga sakit dan aku juga korban dari semua masalah ini. Tapi kau tidak pernah mengerti. Kau tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah tahu, batinku saat memandang lurus padanya. Samar tapi bisa kulihat tulang rahang mengeras melihatku. Tidak ingin menyiksa diriku lagi dengan tatapan matanya, aku memilih kembali memperhatikan kekonyolan chanyeol cs meski pikiranku tetap padanya.

“kai-ah, kau kenapa? Ekspresimu terlihat seperti orang sedang marah?” kudengar suho bertanya padanya setelah aku memalingkan wajahku..

“oh, aniya hyung. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu”… “sesuatu yang tepat sebagai hukuman bagi seseorang yang suka mempermainkan perasaan orang lain. Aku benar-benar benci orang seperti itu. Orang yang bermuka sangat manis tapi berhati busuk.” Jawab kai mantap.

Aku hanya menelan ludah mendengarnya. Jelas sekali kalimat itu ditujukan padaku. Sejak awal perasaanku memang tidak enak memasuki tempat ini dan tubuhku panas. Dan kalimat barusan cukup memberi tambahan yang bisa melemahkan kondisi fisikku.Kepalaku terasa semakin pusing menahan emosi yang semakin bercampur aduk didalam diriku.

“hyung, apa kau sedang ada masalah dengan seseorang? Kau terlihat seperti seseorang yang siap menelan manusia hidup-hidup” tukas sehun “kau agak menakutku,hyung.” lanjutnya.

Sudah, aku menyerah. Aku tidak kuat lagi mendengar setiap kalimat yang akan diucapkannya. Hatiku juga sakit. Aku juga marah. Aku juga kecewa. Aku juga benci ini. Tapi aku bisa apa? aku benar-benar lelah.

Kalau ini yang mereka sebut CINTA, aku tidak ingin lagi merasakannya.

Dadaku mulai sesak. Nafasku mulai tersengal. Kepalaku mulai berdenyut sakit. Aku butuh udara segar. Aku bangkit dari tempat dudukku dan mulai melangkah. Samar  kudengar seseorang bertanya mau kemana aku. Aku menoleh ingin melihatnya tapi pandanganku kabur. Tenagaku seakan menghilang entah kemana. Badanku oleng dan jatuh menghempas lantai dingin ruangan itu. Lagi, kudengar samar seseorang berteriak.  Namun kemudian terasa hening dan…. Gelap.

 

To be continued part 10

Well, well, well.. gimana ceritanya menurut kalian? Masih menarikkah? Jangan lupa comment yah baik itu tentang masukan untuk cerita maupun masalah penulisan. Sekian dulu chingudeul. See you next chapter J

Iklan

16 pemikiran pada “I Find What Love is In You (Chapter 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s