Go Sarang! (Chapter 6)

GO SARANG! (2)

 

Judul : GO SARANG! Chapter 6

Author : Xoxo_baekhun

Genre : Romance, Family, Relationship, Sad

Length : Chapters

Main Casts:

  1. Elaine Lee
  2. Park Chanyeol
  3. Oh Sehun

Supporting Casts:

  1. Lee’s Family

And others..

Rating : PG-15

Summary :  Apa Sehun masih tetap ingin mengejar cinta El? Apa Sehun akan pergi meninggalkan El dan memilih untuk mencari gadis lain yang mencintainya?

 

LET’S GET STARTED ^^

Seoul National University

Seoul, South Korea

April 11th, 2013

Dari arah kantin SNU, saat ini tiga pria tampan sedang duduk memperhatikan sosok perempuan berambut panjang yang sedaritadi sedang tertawa senang mengobrol dengan terman-temannya.

 

“Hampirilah dia.” Ucap Luhan pada Sehun yang sedaritadi memperhatikan El yang sedang bersama teman-temannya.

Sehun pun langsung menoleh kearah dimana Luhan berada, lalu terdiam sejenak.

“Untuk apa?” Tanya Jongin yang tak setuju dengan usulan Luhan.

“Kau ini benar-benar!” Ucap Luhan, sedikit kesal.

Setelah Sehun bercerita pada kedua sahabatnya mengenai insiden di Kolam Renang rumahnya, Jongin merasa bahwa El adalah perempuan paling menyebalkan yang ada di muka bumi ini.

Meski tidak begitu mengenal El, tetap saja Ia tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu, ditambah dengan sikap El pada Sehun setelahnya.

‘Benar-benar menyebalkan.’ Pikirnya.

“Sehun-ah, jangan dengarkan Si Jongin ini.” Ucap Luhan yang sudah mengembalikan tatapannya kearah Sehun.

Sehun menatap Luhan singkat, kemudian kembali memusatkan perhatiannya pada El.

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Sehun setelah menghembuskan napas panjang.

“Cobalah menghampiri dirinya.” Jawab Luhan bijaksana dan berbicara layaknya seorang Hyung.

Ya, Luhan memang berumur lebih tua dari Sehun dan Jongin.

“Dia kan sudah pernah mencobanya, hyung.” Timpal Jongin, kemudian meminum colanya.

Sehun pun menatap Jongin dengan tatapan setuju.

“Ya, kenapa tidak kita coba sekali lagi? Siapatau kemarin-kemarin, El-ssi masih memikirkan masalah itu?” Ucap Luhan.

“Hyung, tapi aku tidak sependapat denganmu.” Balas Jongin malas.

Luhan pun semakin malas dengan Jongin. Jongin benar-benar tidak pernah serius. Jongin tidak pernah peduli jika ada perempuan yang menolak cintanya. Ia berpikir, mati satu tumbuh seribu.

Lalu Luhan kembali menatap Sehun serius, lalu menaruh tangan kanannya dipundak kiri Sehun, tanda memberikan motivasi.

“Percayalah padaku kalau kau mencobanya sekali lagi, dia akan melihat kearahmu.” Ucap Luhan tegas namun tetap dapat mengatur volumenya.

Sehun pun menatap Luhan sebentar, lalu kembali memperhatikan El yang ternyata sekarang ini sudah duduk sendiri sambil meminum jus pesanannya.

Ternyata teman-teman yang tadi duduk bersama El sudah pergi karena harus mengikuti kelas tambahan.

 

“Berjuanglah!” Ucap Luhan, kemudian tersenyum.

Sehun pun membalas senyuman Luhan dengan senyuman kecil, lalu bangkit berdiri. Kemudian berjalan pelan menuju meja El.

Sehun tersenyum disaat melihat El yang juga sedang menatap dirinya dengan tatapan terkejut.

“Annyeong.” Sapa Sehun sambil tersenyum disaat dirinya sudah duduk dihadapan El.

El, yang tadinya sempat terkejut pun membalas sapaan Sehun, lalu tersenyum kecil.

“Ada apa, Sehun-ah?” Tanya El setelah memperhatikan Sehun yang masih belum memulai percakapan.

“Aku ingin minta maaf untuk masalah kemarin. Aku sungguh-“

“Tidak apa-apa, Sehun-ah.” Potong El, yang tak mau mengingat kejadian waktu itu.

“Aku juga salah karena telah membiarkanmu melakukannya.” Sambungnya lagi.

“Aku juga ingin minta maaf.” Lanjutnya lagi, lalu menatap mata Sehun.

Sehun pun bingung karena sejujurnya Ia tak mengerti kenapa El malah mengucapkan kata maaf.

“Maaf untuk apa?” Tanya Sehun pada akhirnya.

“Karena aku sudah meninggalkanmu waktu itu, dan berpamitan tanpa minta ijin.” Jawab El yang menyesali perbuatan bodohnya waktu itu.

Sehun pun mengingat kejadian itu. Justru Sehun merasa tak ada yang salah dari kelakuan El waktu itu. Ia mengira, tentu saja El akan langsung pergi dari rumahnya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah mendapatkan ciuman dadakan darinya.

Kemudian Sehun tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa, El. Aku mengerti.” Ucap Sehun, lalu kembali tersenyum.

El pun mengangguk ringan lalu ikut tersenyum.

“Besok adalah hari ulangtahunku. Bisakah kau datang ke rumahku?” Ucap Sehun tiba-tiba. Lalu menatap El serius.

“Ke rumahmu?” Tanya El memastikan.

“Iya, rumahku. Ayahku ingin merayakan ulangtahunku di rumah. Tentu saja tidak ada acara seperti ulangtahun anak-anak. Hanya makan malam biasa.” Jelas Sehun.

Mulut El pun saat ini berbentuk O, tanda Ia mengerti. Lalu mengangguk-angguk ringan.

“Bisakah?” Tanya Sehun, kemudian menatap El sungguh-sungguh.

Sungguh, Ia ingin sekali mengenalkan El pada Ayahnya. Ia ingin Ayahnya tahu tentang El. Meski Ia tidak begitu yakin Ayahnya akan peduli.

El pun sempat berpikir sejenak sebelum menatap Sehun.

“Baiklah.” Ucapnya pada akhirnya.

‘Setidaknya jika ada orangtua Sehun dirumah, Ia tidak perlu khawatir jika Sehun melakukan sesuatu yang aneh terhadap dirinya.’ Pikirnya.

“Terimakasih.” Ucap Sehun, lalu tersenyum.

 

 

 

Daehakro Café, Seoul

“Sudah kutebak, kau pasti ingin bertemu dengan Chanyeol kan?” Tanya Baekhyun tersenyum, seraya menghentikan langkah El yang baru saja sampai di depan meja pemesanan yang biasa ditempati Krystal.

Sontak El pun langsung menatap pria bertubuh kurus didepannya ini.

“Ah, ye. Baekhyun-ssi.” Ucap El setelah terdiam sejenak.

“Eh, maksudku, tidak. Aku ingin memesan minuman tentunya.” Sambungnya lagi setelah menyadari tatapan menggoda Baekhyun.

Ya, Baekhyun dan beberapa pegawai di kedai ini memang senang sekali menggoda El dan Chanyeol, terutama akhir-akhir ini, karena intensitas kedatangan El ke kedai itu menjadi lebih sering.

“Ah, tidak apa-apa, El-ssi.” Goda Baekhyun lagi sambil tersenyum menunjukkan rentetan gigi bersihnya. Kemudian Ia berbalik melihat arah dapur, tempat dimana Chanyeol sedang mengajari Chaerin cara menghias kopi.

“Chanyeol-ah! Kekasihmu datang!” Teriak Baekhyun, yang berhasil membuat seluruh pengunjung dan pegawai menatap kearah Baekhyun.

El pun tiba-tiba merasakan panas dikedua pipinya. Malu lebih tepatnya.

“Baekhyun-ssi.” Protes El.

Chanyeol yang berada diseberang sana pun ikut terkejut mendengar ucapan asal Baekhyun, kemudian beranjak meninggalkan Chaerin yang ternyata juga sudah tertawa menggoda Chanyeol.

Setelah Chanyeol sampai disebelah Baekhyun, dengan segera Ia langsung memukul kepada Baekhyun, lalu menatap El dengan tatapan bersalah.

Baekhyun pun hanya tertawa kecil sebelum akhirnya meringis kesakitan.

“Waktu dan tempat kupersilahkan, Chanyeol-ah.” Ucap Baekhyun, kemudian tersenyum puas. Lalu meninggalkan Chanyeol dan El menuju dapur.

“Maafkan temanku, El-ssi.” Ucap Chanyeol setelah keduanya tidak lagi menjadi pusat perhatian pengunjung.

El pun hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

“Kau mau pesan apa?” Tanya Chanyeol pada akhirnya.

El tampak berpikir sejenak, kemudian menunjuk gambar minuman berwarna hijau yang dilapisi lumuran coklat.

“Baiklah. Hot Choco Green Tea. Ada lagi?” Ucap Chanyeol sambil mencatat pesanan El lewat layar komputer touch screen. Lalu tersenyum.

El pun menggeleng, lalu tersenyum. Kemudian membayar pesanannya.

“Terimakasih. Silahkan tunggu sebentar.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum, lalu meninggalkan El ke dapur, untuk membuat pesanan El.

 

El pun harus menelan kekecewaan karena tempat yang biasa Ia duduki sudah diisi oleh gerombolan siswi berseragam sekolah. Sehingga Ia memutuskan untuk duduk di kawasan Outdoor, dan menikmati dinginnya malam Seoul.

El memperhatikan kawasan malam Seoul melalui tempat Ia duduk sekarang ini. Banyak mobil dan motor yang berlalu lalang dijalanan. Namun tak sedikit juga orang-orang yang sedang berjalan-jalan sambil membawa kantung belanjaan dari toko-toko Branded dikawasan elit Seoul ini.

‘Tidak buruk juga.’ Pikirnya.

Kemudian Ia mulai memperhatikan lingkungan Outdoor Kedai itu. Ia melihat ada pasangan yang tengah berbicara mesra, ada pula kumpulan siswa berseragam yang tengah tertawa lepas. Serta sekelompok pria dan wanita yang saat ini sedang merokok dan minum kopi yang berada cukup jauh dari tempat duduknya.

‘Merokok dan minum kopi diwaktu bersamaan? Ingin cari mati rupanya?’ Pikir El.

Setelah El menunggu hingga pukul 10 malam, akhirnya kedai kopi itu akhirnya tutup. Setelah melihat tak ada lagi pengunjung, El langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kawasan Indoor, tempat dimana para pegawai kedai segang membersihkan kedai.

Baekhyun dan Jongdae sekarang sedang membereskan meja-meja dan kursi-kursi, sementara Chaerin dan Krystal segera mengganti seragam kerja mereka setelah kedai benar-benar tutup.

Kemudian El langsung menghampiri dapur, tempat dimana sekarang ini Chanyeol sedang membereskan peralatan membuat kopi.

“Ada yang bisa kubantu?” Tanya El tiba-tiba, yang sontak membuat Chanyeol kaget setengah mati.

Chanyeol pun sempat melompat kecil tanda Ia sangat kaget, kemudian berbalik menatap El.

“Kau belum pulang?” Tanya Chanyeol, lalu kembali menyelesaikan tugasnya.

“Belum. Aku sengaja menunggumu.” Jawab El, kemudian berjalan menuju kesebelah Chanyeol.

Mendengar pernyataan El, Chanyeol pun langsung tersenyum. Kemudian Ia menatap El yang kini telah sampai disebelahnya.

El ikut membantu Chanyeol merapihkan botol-botol yang tadi sudah dicuci oleh Chanyeol.

Kemudian menatap Chanyeol yang ternyata sedaritadi tengah menatapnya dalam diam.

“Wae? Ada yang aneh dengan wajahku?” Tanya El sambil memegang kedua pipinya bingung.

Chanyeol pun hanya tertawa kecil, kemudian menghentikan aksi konyol El.

“Tidak. Tidak ada.” Jawab Chanyeol sambil tersenyum. Kemudian kembali menyelesaikan tugas akhirnya.

Keduanya pun selesai membereskan peralatan-peralatan dapur. Kemudian Chanyeol meminta ijin kepada El untuk mengganti pakaiannya sebelum pulang. El pun mengijinkannya, lalu menunggu Chanyeol di tempat dimana Krystal dan Chaerin berada, di depan cashier.

Krystal dan Chaerin tampak merapihkan pakaiannya, kemudian kembali memoleskan makeup di wajah mereka masing-masing.

“Kalian mau kemana?” Tanya El bingung karena untuk apa mereka masih sibuk berdandan dimalam seperti ini.

“Kami akan pergi ke club di Gangnam, El-ssi.” Jawab Chaerin bersemangat, kemudian diikuti dengan anggukan dan seyuman Krystal.

“Oh.” Ucap El seadanya, kemudian menyadari ketiga pria sedang keluar dari tempat ganti baju pria.

Chanyeol yang memang berpostur tubuh lebih tinggi dari kedua temannya itu, tampak jauh lebih mencolok. Kini Chanyeol tengah memakai kaos polos berwarna putih dan celana jeans panjang yang tampak begitu cocok dikaki panjangnya, serta Ia mengenakan sepatu sneakers berwarna putih-hitamnya.

“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa esok hari.” Ucap Krystal sambil tersenyum, kemudian menarik pelan lengan Chaerin.

“Baiklah. Berhati-hatilah.” Ucap Jongdae.

Setelah tidak lagi melihat punggung Krystal dan Chaerin, keempatnya langsung keluar kedai. Baekhyun tampak mengunci rapat pintu kedai, dan beberapa kali memastikan bahwa pintu itu memang sudah terkunci.

Sementara Jongdae kini asik tertawa bersama El dan Chanyeol.

“Baiklah. Sampai jumpa esok hari. Aku dan Jongdae akan pulang bersama malam ini.” Ucap Baekhyun sambil merapatkan jaketnya.

“Ne. Chanyeol-ah, antarkan El-ssi pulang dengan selamat ya.” Timpal Jongdae kemudian tersenyum.

“Ne. Kalian berhati-hatilah. Sampai jumpa.” Balas Chanyeol kemudian tersenyum.

El pun juga ikut tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Baekhyun dan Jongdae yang lebih dulu meninggalkan kedai.

Setelah itu, Chanyeol dan El berjalan kearah yang berlawanan dengan Baekhyun dan Jongdae karena rumah El memang tidak berada dijalur yang sama dengan rumah Baekhyun dan Jongdae.

Diperjalanan, keduanya tampak berbincang-bincang, dan sesekali tertawa.
Malam ini, El meminta pada Chanyeol untuk tidak pulang naik bus. Ia sedang ingin berjalan menikmati jalanan malam Seoul. Dan untungnya, Chanyeol pun tidak keberatan, karena dirinya juga sedang tidak ingin cepat sampai di Apartment kakaknya.

Sejujurnya, ingin berjalan kaki bukanlah alasan utama El mengajak Chanyeol untuk pulang berjalan kaki. Sebenarnya, Ia ingin berlama-lama dekat dengan Chanyeol. Ia merasa Chanyeol banyak memberikan warna di hidupnya. Chanyeol bisa membuatnya tersenyum dan tertawa setiap saat.

Tiba-tiba Chanyeol menghentikan langkah mereka setelah mendengar bunyi telepon masuk dari ponselnya.

“Halo?” Ucap Chanyeol setelah menjawab panggilan tersebut.

El pun memperhatikan Chanyeol, kemudian merapatkan jaketnya. Lalu membenarkan tas yang sedaritadi Ia rangkul.

“Benarkah??” Ucap Chanyeol sedikit menaikan nada suaranya.

Kemudian Ia menatap El yang kini tengah menatap Chanyeol dengan tatapan bingung.

“Baiklah, hyung. Aku akan segera kesana.” Ucap Chanyeol, lalu mematikan ponselnya.

 

“Waeyo?” Tanya El penasaran.

Chanyeol pun menatap El. Sejujurnya Ia bingung bagaimana cara untuk mengatakan bahwa yang tadi menelfon adalah Choi Siwon, member Super Junior.

Siwon memang tiba-tiba menelfon Chanyeol untuk datang ke studio SM secepatnya untuk mendiskusikan masalah peluncuran album baru Super Junior. Karena Chanyeol berperan cukup penting dalam menciptkan lagu, tentu Ia tidak bisa mengelak.

“Ada apa Chanyeol-ssi? Kau baik-baik saja?” Tanya El sedikit khawatir.

“Ani.” Jawab Chanyeol singkat.

Karena bingung bagaimana harus menjelaskannya, akhirnya Chanyeol mengajak El untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum Ia mengantarkan El pulang.

Tentunya Chanyeol tidak ingin meninggalkan El sendiri, terlebih hari sudah semakin sepi. Sungguh bahaya jika El harus pulang sendiri.

“Kita mau kemana, Chanyeol-ssi?” Tanya El sambil menatap Chanyeol setelah keduanya berada didalam taxi.

“Tolong antarkan kami ke Apgujeong, ahjussi.” Ucap Chanyeol kepada supir taxi. Sang Supir taxi pun mengangguk dan mengiyakan ucapan Chanyeol.

Kemudian El menatap Chanyeol dengan tatapan bingung dan penasaran.

“Tenanglah. Aku akan menjelaskannya padamu nanti. Aku tidak akan membawamu kabur, El-ssi.” Jelas Chanyeol kemudian tersenyum lembut.

El pun tersenyum membalas senyuman Chanyeol sambil mengangguk. Entah kenapa, Ia tidak merasakan rasa cemas sedikitpun jika berada didekat Chanyeol. Ia merasa Chanyeol pasti bisa menjaga dan melindunginya.

 

 

 

SM Entertainment Building

Apgujeong, Seoul

‘Tempat apa ini?’ Tanya El dalam hati setelah dirinya dan Chanyeol memasuki gedung besar berwarna biru-putih dari luar itu.

Dilihatnya banyak orang berlalu lalang di lobby gedung, dan juga menyapa Chanyeol dengan ramah sambil tak lupa tersenyum.

“Chanyeol-ssi, tempat apa ini?” Tanya El menghentikan langkah Chanyeol.

“Ne?” Ucap Chanyeol bingung.

“Ini tempat apa, Chanyeol-ssi?” Tanya El sekali lagi. Memperjelas pertanyaannya karena Ia mengira Chanyeol tidak mendengar pertanyaannya tadi.

“Kau tidak tahu dimana kita sekarang?” Tanya Chanyeol memastikan.

El pun hanya menggeleng, tanda Ia benar-benar tidak tahu.

Chanyeol bingung. Benar-benar bingung, karena ternyata El tidak tahu dimana kini mereka tengah berada.

Wajarlah jika Chanyeol bingung, karena sebenarnya El memang buta akan KPOP dan semacamnya.

“Baiklah. Kita ini sedang berada di gedung utama SM Entertainment.” Jelas Chanyeol, lalu tersenyum.

El pun menatap Chanyeol dengan tatapan bingung. Ia sudah mengetahui kalau mereka tengah berada di gedung SM Entertainment, karena tadi Ia sudah melihat Papan Billboard didepan gedung. Tetapi Ia masih tidak mengerti kenapa Chanyeol membawanya ke tempat seperti ini.

“SM Entertainment?” Tanya El bingung.

‘Apa itu?’ Batinnya.

Chanyeol pun hanya mengangguk, lalu tersenyum.

“Aigoo. Aku lupa kalau kau ini baru saja pindah ke Seoul.” Ucap Chanyeol sambil menepuk jidatnya.

“Biar nanti aku jelaskan padamu, El-ssi.” Lanjut Chanyeol kemudian menarik pelan jemari-jemari El menuju tempat dimana Ia harus berada sekarang.

 

 

TBC…………….

 

Halo….

Mulai dari chapter ini, aku mutusin untuk ga bikin terlalu panjang biar temen-temen semuanya juga ga bosen bacanya..

Again and again, I want to say thank you to the admin, who has published my FF. And also to all of you, who want to read this FF. I hope you guys could enjoy reading my FF as enjoy I was making and writing it. THANKYOU ^^ See you soon..

8 pemikiran pada “Go Sarang! (Chapter 6)

  1. first kah?
    😮
    aku nggak tau kenapa tapi walaupun di momen ini kayaknya chanyeol sama el jadi lbh deket deh and I love it..
    kekekeke
    ditunggu updatean slanjutnya ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s