Misi EXO (Chapter 2)

MISI EXO

Author : 1243
Main cast :

  • EXO member
  • Choi Nyra
  • Lee Anhri
  • Kim Rae

Other cast : artis SM lainya
Genre : action, romance
Length : 2/4

Akan merasa berdosa bila yang sudah dimulai tidak dituntaskan
Selamat membaca

~~OooO~~
PLANET BUMI, KOREA
“Argh . . . Capeknya” ucap Lay menghempaskan diri di sofa.
“Nggak nyangka suasana sini tidak jauh beda ma EXO planet” Chanyeol ikut menimpali.
“Sekarang bagaimana caranya menemukan yeoja perisai?” tanya Suho pada member lain.
“Hyung-ah . . . Kita istirahat saja dulu. Besok baru kita lanjutkan lagi pencariannya” ujar Sehun manja.
“Tetapi lebih cepat kita bertindak, lebih cepat ketemu dan kita bisa segera kembali ke EXO planet” Kris mendukung niat Suho.
“Lebih baik istirahat saja dulu. Hari ini semuanya tepar” Luhan mendukung Sehun.
“Baiklah kalau begitu. Siapa yang setuju untuk mencari yeoja perisai hari ini?” Kris mencoba jalan tengah.
Yang mengacungkan tangan tanda setuju pada ucapan Kris ada Suho, Baek Hyun, Tao, D.O, dan Chen. Untuk Chanyeol, HunHan, Kai, Xiumin, dan Lay memilih istirahat di rumah yang telah disediakan oleh Sulli.
Lay memasakkan untuk makan malam untuk seluruh member EXO karena dia memilih di rumah. Kai langsung main game yang dapat dimainkan olehnya selama di bumi. Xiumin membuat es batu dengan kekuatannya sebagai hidangan minum malam mereka. HunHanYeol memilih tidur di kamar, HunHan sekamar sedangkan Chanyeol tidur sendirian karena Baek Hyun teman sekamarnya sedang ikut bersama rombongan yang semangat untuk mencari yeoja perisai.
Kris, Tao, Suho, D.O, Baek Hyun dan Chen pergi beriringan. Tetapi setelah melihat tatapan orang-orang pada mereka akhirnya mereka memilih jalan berdua-dua. Maklumlah, jarang-jarang ada enam orang tampan jalan bareng gitu. Mereka janjian di warung dekat rumah sementara EXO.
Setelah satu jam yang sampai lebih dulu di warung adalah pasangan Kris dan Tao. Disusul dengan pasangan Baek Hyun dan Chen. Pasangan terakhir yang datang adalah Suho dan D.O.
“Kalian menemukan yeoja itu?” tanya Kris setelah mereka berkumpul.
“Kami tidak menemukannya Kris gege” kata Chen melapor.
“Kami masih sedikit ragu apakah yeoja tadi benar-benar orang yang kita cari” Suho juga ikut memberikan laporan.
“Kau menemukannya?” tatapan keempat namja itu terarah kepada D.O dan Suho.
“Tadi kami mencari di daerah dekat kampus sana. Tanpa sengaja kami melihat kejadian yang bagiku janggal” kata Suho menambah penasaran keempat member lain.
“Kejadian apa itu hyung?” tanya Baek Hyun.
“Tadi aku melihat yeoja keluar dari gerbang kampus sebelah sana” D.O mulai bercerita.
“Kau tertarik padanya Kyungso-ah?” Chen bertanya dengan polos tetapi diberi tatapan maut oleh D.O karena sudah berani memotong ceritanya.
“Yeoja itu mau menyeberang tetapi tidak melihat bahwa lampunya sudah merah bagi pejalan kaki. Kami ingin menolongnya tetapi ternyata yeoja itu tidak terluka sesuatu apapun bahkan pengendara sepeda motor itu yang jatuh setelah akan menabrak yeoja itu. Baru saja kami ingin melihat keadaan yeoja itu juga tapi dia sudah menghilang” lanjut D.O bercerita.
“Apakah pengendara itu tidak apa-apa?” tanya Tao yang lebih cemas kepada pengendara sepeda.
“Pengendara itu baik-baik saja meskipun kecepatannya tadi di atas 80/km. Kalau menurut pandanganku, kejadiannya tadi itu begitu cepat. Jelas-jelas pengendara itu tidak sempat menghentikan laju motornya namun di depan yeoja itu motornya berhenti bahkan muncul bekas seperti menabrak sesuatu pada bemper depan. Setelah berhenti di depan yeoja itu, motornya berguling ke samping karena pengendaranya tidak siap dengan kondisi sepeda yang berhenti tiba-tiba” Suho tak kalah seru menceritakan kejadian yang baru saja mereka lihat.
“Ehm . . . Untuk saat ini kita kembali saja ke rumah dan besok, kalian berdua pergi ke kampus itu. Cari yeoja itu dan pastikan bahwa dia yeoja perisai atau bukan” Kris menunjuk Suho dan D.O karena mereka berdua telah melihat wajah yeoja yang akan mereka pastikan identitasnya.
“Maaf Kris hyung kalau aku memotong pembicaraan kalian. Bukankah di kampus yang dimaksud oleh Suho dan Kyungso adalah kampus yang akan kita masuki sesuai dengan identitas yang disediakan oleh peramal Sulli?” Baek Hyun menatap takut-takut pada Kris.
“Aigo . . . Aku lupa. Kau benar sekali. Kalau begitu ayo kita pulang. Rencana selanjutnya akan kita bahas bersama member lain” Kris bangkit dari duduknya menuju rumah EXO diikuti kelima namja lainnya yang kembali menjadi pusat perhatian.
“Apa? Hyung-hyung udah ketemu dengan yeoja perisai?” Sehun terkejut dengan hasil yang dibawa oleh keenam hyungnya itu pada rapat dadakan setelah makan malam.
“Kami belum pasti apakah yeoja yang kita lihat tadi adalah orang yang kita cari, Sehun-ah” Suho mencoba menenangkan maknae.
“Apakah yeoja itu cantik Kyungso-ah?” tanya Chanyeol sambil cengar-cengir.
“Aish . . . Kau ini. Sempat-sempatnya bertanya seperti itu di saat-saat seperti ini” Baek Hyun menjitak pelan kepala Chanyeol.
“Kalau cantik kan lumayan Baekki-ah. Bonus bagi kita-kita mendapat bantuan yeoja-yeoja cantik selain kita juga dibantu oleh mereka” tetap saja senyum lebar tidak hilang dari wajah Chanyeol.
“Baiklah. Besok kita berangkat sesuai dengan identitas yang diberikan oleh peramal Sulli. Selain mencari yeoja perisai kita juga perlu mengamati situasi. Sekarang kita semua tidur. Besok kita berangkat pagi” putus Kris cukup sampai di situ.

^_^ ^_^ ^_^

“Kyungso-ah, kau lihat dimana kemaren yeoja itu?” tanya Kai di tengah kuliah.
“Kemaren kita melihatnya di gerbang kampus yang pertama kali kita masuk tadi” sahut D.O tetap fokus dengan kuliahnya sekarang seakan mereka mahasiswa asli.
“Nanti kalau kau melihatnya beritahu aku ya” Kai kembali asyik dengan gamenya bukan pada kuliahnya.
“Rebes” sahut D.O
Di sisi lain
“Baekki-ah, apakah kuliah begini menyenangkan?” tanya Chanyeol pada Baek Hyun yang asyik nulis di buku tulis.
“Entahlah. Yang jelas aku bersyukur kita di jurusan yang banyak namjanya” tetap serius menulis.
“Aish . . . Kau ini. Sebenarnya lebih asyik kalau kita masuk jurusan yang banyak yeojanya tidak seperti jurusan mesin ini. Pasti Kyungso seneng banget masuk jurusan akuntansi apalagi Lay masuk jurusan kedokteran. Selain pintar-pintar pasti juga cakep-cakep” Chanyeol berusaha menarik perhatian Baek Hyun.
“Terserah kau saja” Baek Hyun tetap terpaku pada bukunya.
“Ah . . . Dasar peramal kurang ajar. Kenapa kalian bertiga jadi mahasiswa yang menjalani skripsi sedangkan aku malah menjadi dosen” Kris gusar mendapati identitas sementaranya di Korea saat mereka berempat makan di kantin.
“Salahkan wajah dan tinggi badanmu karena itu memang sudah sesuai” sahut Suho diangguki oleh Xiumin dan Luhan.
“Kenapa dirimu yang harus sekelas denganku sih?” gerutu Sehun pada Chen.
“Aku juga tidak tahu. Kenapa kau kesal padaku” Chen menghadap pada Sehun.
“Kenapa bukan Luhan saja . . . Kalau Luhan, kan mahasiswa disini bakal percaya kalau dia adalah mahasiswa tingkat pertama” Sehun cemberut.
“Sudah terima saja identitas sementara ini” Chen mengacuhkan Sehun.
Begitulah. D.O, Kai, serta Tao sekelas. BaekYeol tak terpisahkan. Lay sendirian di jurusan kedokteran, mentang-mentang kekuatannya penyembuh. Kris jadi dosen. Luhan, Xiumin, dan Suho jadi mahasiswa tingkat akhir. Pasangan tak terduga yakni Sehun dan Chen menjadi mahasiswa tingkat awal.

^_^ ^_^ ^_^

“Kyungso hyung . . . Ayo ke kantin. Aku lapar” Kai menarik D.O karena hanya dia yang ada di sampingnya dan dia kenal, Tao sudah pulang lebih dulu mau latihan wushu.
“Aku mau ke perpustakaan Kai-ah. Kenapa kau tidak ke kantin bersama member yang lain saja” D.O berjalan cepat ke arah perpustakaan.
“Aish . . . Kau ini tidak asyik. Gurae . . . Aku makan sendiri saja” Kai melenggang pergi menuju ke kantin dan D.O hanya memasang wajah O_O karena begitu mudah lepas dari Kai, beda lagi kalau menghadapi maknae EXO. Perlu usaha ekstra keras kalau mau menolak.
Saat sedang asyik menulis daftar hadir di buku kehadiran perpustakaan lewat seoang yeoja yang terasa familiar. D.O menoleh dan mendapati panjang dan warna rambut yang diingatnya betul yeoja yang sudah keluar dari perpustakaan. D.O langsung saja menyusul ke arah yeoja itu pergi tanpa memedulikan panggilan dari petugas perpus.
“Chakamannyo . . .” D.O berusaha menghentikan langkah kaki yeoja yang masih berjarak sepuluh langkah.
Yeoja itu tak menggubris panggilan Kyungso karena siapa mengira kalau ternyata dirinya yang dipanggil di antara puluhan mahasiswa yang sedang ada di situ. D.O tak menyerah untuk menyerah hingga akhirnya keduanya sampai di kantin. Yeoja dengan tas selempang itu memesan menu makan siang dan menununggu di kursi yang disediakan.
“Ah . . . Akhirnya” ucap D.O sesampai di depan yeoja itu dengan napas senin, selasa, rabu.
Yeoja yang sedang menunggu pesanannya datang hanya dapat menatap heran namja tampan di depannya. Senang sekaligus heran ada urusan apa sampai membuat namja itu tergopoh-gopoh menghamipirinya.
D.O yang merasa dirinya ditatap heran dan ditunggu kejelasan alasan dia muncul di hadapan yeoja itu, langsung saja duduk di depan yeoja itu tanpa mengeluarkan kata apapun karena yang diinginkan hanyalah menenangkan diri terlebih dahulu.
“Agassi, ini pesanan Anda” seorang pemuda tanggung menyodorkan nasi pecel dan es teh di hadapan yeoja itu dan Kyungso yang mulai ngiler ngeliat tuh nasi.
“Mas, pesan kayak ini lagi satu” kata D.O menunjuk nasi pecel sambil melihat ke arah si penjual.
Setelah si penjual pergi D.O menatap yeoja di depannya sambil menenangkan diri karena dia memastikan yeoja di depannya benar-benar yeoja perisai atau bukan seorang diri tanpa persiapan apapun. Yeoja itu hanya mengangguk dan tersenyum menandakan ‘mari makan’ dan dengan asyiknya melahap nasi pecel. Tak lama kemudian pesanan D.O datang. Mereka berdua makan dalam diam.
“Chakaman . . . Aku ingin bicara denganmu” ucap D.O melihat yeoja itu sudah selesai makan dan akan pergi meninggalkannya.
Kembali yeoja itu hanya menatap heran tetapi dia masih berada di depan D.O yang dalam dua kali sendok sudah menghabiskan makanannya.
“Kita bicara di taman saja” ajak D.O setelah membayar dan mereka berdua berjalan menuju taman kampus.
“Nuguseyo?” kata pertama dari yeoja itu sesampai duduk di taman kampus.
“Ah . . . Aku lupa memperkenalkan diri. Do Kyungso imnida, panggil saja D.O” kata D.O mengarahkan badannya menghadap yeoja di sampingnya.
“Choi Nyra imnida, panggil saja Nyra” yeoja bertas selempang itu juga memperkenalkan diri.
“Ehm . . . Nyra-ssi” D.O bingung mau mengawali darimana dan hanya ditatap menunggu dari Nyra. “Aku melihatmu kemaren waktu pulang kuliah” Nyra masih menunggu.
“Apa yang kau lihat?” Nyra sedikit tidak sabar karena D.O tidak melanjutkan ucapannya malah sibuk memainkan tali yang ada di tasnya.
“Aku dan temanku melihat kau hampir tertabrak” D.O menghela napas berat.
Nyra terkejut dan mengalihkan tatapannya ke arah berlawanan dari keberadaan Kyungso. Kemudian menatap namja di sampingnya lagi. “Lalu?” tanyanya dengan dingin.
“Itu . . . Kami . . . Ingin . . . Memastikan” D.O memberanikan diri menatap mata yeoja yang dilihatnya kemaren sore. “Apakah kau ini adalah yeoja perisai” ucap D.O sedikit lancar pada akhirnya.
“Hahahaha” Nyra tertawa dingin mendengar ucapan D.O, “Kau terlalu banyak berimajinasi D.O-ah. Aku pergi dulu, masih ada kuliah” Nyra pergi meninggalkan Kyungso yang sedang menatap dirinya dengan tatapan khasnya.

^_^ ^_^ ^_^

“Dasar kau ini. Katanya mau pergi ke perpustakaan, nggak tahunya mau pergi dengan seorang yeoja” semprot Kai tidak melihat ekspresi lesu D.O yang baru saja masuk rumah.
“Benarkah itu Kyungso?” tanya Chanyeol yang sinyalnya langsung kuat kalau yeoja disebut.
“Biarkan dia ganti baju dan mandi dulu” Suho menyelamatkan Kyungso dari serbuan penasaran member lain.
“Jadi . . . Siapa yeoja itu? Gebetanmu ya?” nggak nyangka ternyata Kris dulu yang tanya.
“Ani . . . Dia itu yeoja yang kita temui kemaren Suho hyung” D.O masih lemah letih lesu.
Member lain kaget ternyata yeoja itu benar-benar kuliah di tempat yang sama dengan mereka. Kembali yang lain menginterogasi Kyungso.
“Kalian bertemu dimana?” Suho penanya pertama.
“Gimana ceritanya” Luhan lanjut bertanya.
“Dia setuju nggak buat bantu kita?” Sehun menimpali.
“Cantik nggak dilihat dari dekat?” Chanyeol sebagai penutup pertanyaan dan ditatap member lain dengan beda makna.
Namja yang diinterogasi itu menceritakan kejadian mulai dari perpus sampai dirinya ditinggal di kantin, member lain menggantikan tatapan khas D.O yang biasanya O_O
“Besok kau dekati dia lagi. Tadi kau ke perpustakaan pukul berapa, besok kau ulangi lagi ke perpustakaan pada pukul yang sama” Kris memberikan perintah.
“Haruskah aku?” D.O tidak percaya diri setelah pertemuan mereka hari ini.
“Tentu saja harus kau karena kau yang sudah berbincang-bincang dengannya” kata Kris disetujui berupa anggukan dari member lain.
Tetap saja D.O tidak semangat mendapat tugas sepenting itu. D.O tidak bisa tidur karena memikirkan strategi yang pas ketika mereka bertemu lagi nanti. Yakin dengan rencananya D.O dapat tidur dengan nyenyak.

^_^ ^_^ ^_^

Sebelum berangkat, member lain memberi semangat kepada Kyungso. Kyungso dapat menerima semangat yang diberikan member lain namun hanya sedikit. Dirinya terlalu tegang seperti akan meminta restu dari calon mertua.
‘Dia kemana sih? Udah setengah jam berlalui dari jam yang sama seperti kemaren’ batin D.O yang bolak balik menatap buku di depannya dan jam tangannya. ‘Kutunggu sepuluh menit lagi saja, baru aku pulang’.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sep, eh, sembilan, sepuluh menit telah berlalu. D.O beranjak dari kampus menuju gerbang ingin segera pulang. Kembali matanya menatap sosok yang familiar di dekat parkiran. Bersama siapa dia?
“Annyeonghaseyo” sapa D.O setelah mempersiapkan hati meski ingin mundur tetapi tidak bias karena di tangannya lah misi mereka akan berhenti atau berlanjut.
Nyra dan entah siapa itu menoleh pada namja yang kelihatan takut-takut namun tetap memberanikan diri. Terlambat keduanya membalas sapaan D.O
“Ayo kita makan dulu di warung ramen depan kampus” ajak teman Nyra yang langsung saja menyeret Nyra dan D.O yang pasrah saja.
“Annyeonghaseyo, Lee Anhri imnida, panggil saja Anhri” ujar yeoja kenalan Nyra setelah mereka memesan tiga ramen.
“Annyeonghaseyo, Do Kyungso imnida, panggil saja D.O” balas D.O
“Ada urusan apa kau menemuiku lagi?” tanpa basa basi Nyra langsung bertanya.
“Aih . . . Kenapa kau sejudes itu Nyra-ah” Anhri meyenggol pundak Nyra. “Dengarkan saja dulu apa yang hendak disampaikan. Tidak mungkin tidak ada hal yang penting sampai dia mau menemuimu lagi meski sudah kau dinginkan”.
“Ah . . . Ne” D.O menyetujui perkataan Anhri tetapi heran juga bagaimana dia tahu.
“Kau sampaikan saja dulu. Aku berjanji tidak akan menyebarkannya” Anhri senyum-senyum.
Bertambah heranlah si D.O, tetapi tetap melanjutkan niatnya tadi. “Nyra-ssi, saya bersama yang lain ingin meminta bantuan Anda apabila Anda memang orang yang kita cari”.
“Mian, sepertinya aku bukanlah orang yang kau cari” Nyra ketus dan mau menikmati ramennya yang sudah datang dan membuat D.O kembali terdiam seperti kemaren.
“Aish . . . Kau ini. Kenapa tidak kau dengarkan secara lengkap lebih dulu” Anhri menjitak pelan kepala Nyra dan dibalas tatapan marah olehnya yeoja yang kepalanya sedikit sakit itu. “Teruskan saja percakapanmu, mau tidak mau pasti yeoja keras kepala ini mendengarnya” Anhri memberikan senyum terkulum membuat D.O heran dengan niat yeoja yang cengar cengir itu.
“Ah . . . Ne. Jadi begini. Kami sedang mencari yeoja dengan kekuatan perisai karena itu adalah perintah dari seseorang. Aku dan temanku melihat kemaren lusa Nyra-ssi menunjukkan kemampuan itu saat akan tertabrak motor berkecepatan tinggi di depan kampus. Kami ingin memastikan sekaligus meminta kesediaan Nyra-ssi selaku yeoja perisai untuk membantu kami” lumayan lancar D.O menyampaikan maksudnya.
“Membantu apa, D.O-ah?” Anhri tetap dengan senyum yang patut dipertanyakan.
“Membantu raja kami untuk menghadapi serangan yang mengancam kedamaian kerajaan” menanti kesediaan Nyra yang tetap asyik dengan ramennya. Untung saja ramen ini sedang sepi karena jam makan siang telah berlalu.
“Mian, aku tetap tidak bisa. Aku bukanlah orang yang kau cari” Nyra tetap kekeuh.
“Aish . . . Kau ini benar-benar teman yang menyebalkan” kali ini Anhri menepuk keras paha Nyra.
“Appo” teriak Nyra membuat pemilik warung menoleh ke meja mereka.
“Kenapa kau tidak jujur saja sih. Berbuat kebaikan tidak ada salahnya kan” Anhri mendesak Nyra dan ditatap heran oleh D.O dan Nyra.
“Kau . . . Kau tidak apa-apa kan, Anhri?” memegang kening Anhri.
“Aku tidak apa-apa” Anhri memegang tangan Nyra yang memegang keningnya.
“Bagaimana Nyra-ssi? Apakah kau bersedia membantu kami?” tanya D.O mencoba untuk yang terakhir kalinya.
“Chakaman, aku heran dengan temanku ini” kembali Nyra membuat D.O tak bisa berkutik.
“Kalian tidak usah heran. Aku juga akan ikut membantu D.O dan teman-temannya karena aku juga salah satu orang yang mereka cari. Perkenalkan, aku Lee Anhri yeoja pembaca pikiran” perkataan Anhri berhasil membuat O_O di wajah Nyra dan D.O

^_^ ^_^ ^_^

“Apa? Kau berhasil menemukan yeoja perisai dan pembaca pikiran?” semua member berseru pada Kyungso setelah menyampaikan kejadian hari itu.
“Apakah mereka cantik-cantik, Kyungso?” lagi-lagi Chanyeol bertanya seperti itu dan segera saja tidak dihiraukan oleh yang lain.
“Ya, aku telah menemukannya. Besok, mereka akan kemari sepulang pulang kuliah” kata D.O
“Tak kusangka misi kita dapat segera kita selesaikan” kata Kris lega.
“Syukurlah kehidupan disini akan segera berakhir. Aku sudah tidak betah dengan Chen” ungkap Sehun.
“Apa maksudmu tidak betah denganku?” Chen bertanya dengan sedikit heran.
“Aku ingin segera dengan Luhan lagi seperti kita di EXO planet. Disana kita bisa latihan bareng” ujar Sehun.
“Benar juga, selama kita disini kita sudah tidak pernah latihan lagi karena sibuk mencari yeoja-yeoja itu” kata Baek Hyun.
“Besok saja kita latihan sekaligus mengetes kedua yeoja itu sudah pada tahap mana kekuatan mereka, hari ini kita nikmati dulu hari terakhir di bumi” usul Suho dan semuanya setuju.
Terdengar bel rumah dibunyikan oleh seseorang.
“Cepat bukakan pintunya” perintah Kris pada Tao.
Tao nurut saja padahal dia ingin segera main dengan boneka pandanya?
“Nuguseyo?” tanya Tao melihat ada seorang anak kecil di depan pintu.
“Lay hyung ada?” tanya namja kecil itu.
“Oh? Cari Lay hyung. Sebentar ya” Tao masuk kembali untuk memanggilkan Lay.
“Oh . . . Apa kabar Kibum-ah” Lay melihat siapa yang mencarinya dan mengacak rambut anak kecil itu sambil dilihatin member lain penasaran.
“Baik, Lay hyung. Terima kasih juga telah menolongku tadi. Ini ada sedikit ucapan terima kasih dari kakakku” anak kecil bernama Kibum itu memberikan bungkusan kue kering pada Lay.
“Kenapa mesti repot segala. Ucapkan terima kasih kembali untuk kakakmu” kembali Lay mengacak rambut Kibum dengan sayang.
“Baiklah, aku pulang dulu. Annyeong” Kibum pamit namun saat berbalik dia jatuh. Reflek Lay membantunya.
“Kau kuantar pulang ya” Lay menawarkan diri.
“Tidak usah Lay hyung. Aku bisa pulang sendiri. Lagipula rumahku dekat” tolak Kibum dengan senyum menahan sakit karena terluka di kaki yang sama.
“Sudahlah, ayo kuantar pulang” Lay langsung menggendong bocah sepuluh tahun itu. “Aku keluar sebentar ya” pamit Lay pada member lain.
“Noona . . . Aku pulang” Kibum memberi salam pada orang yang ada di rumah.
“Selamat datang, Kibum . . .” keluar seorang yeoja dari ruangan yang sepertinya dapur karena dia memakai celemek. “Kamu kenapa Kibum-ah?” tanya yeoja itu panik melihat adiknya digendong seorang namja putih.
“Gwaenchana noona. Kenapa kalian heboh sekali sih. Hanya karena tersandung dan lututku berdarah sedikit saja kalian sudah khawatir” Kibum turun dari gendongan Lay.
“Tentu saja noonamu khawatir bocah nakal” yeoja itu mencubit ujung hidung adiknya.
“Noona, perkenalkan ini Lay hyung yang kuceritakan tadi” yeoja itu menatap namja di depannya lalu tersenyum.
“Annyeonghaseyo, Kim Rae imnida. Kamsahamnida untuk pertolongannya terhadap adikku” yeoja itu memperkenalkan diri.
“Annyeonghaseyo, Lay imnida” Lay terlambat membalas salam Rae karena tersepona melihat yeoja berkuncir dengan celemek.
“Masuklah dulu. Kebetulan sekali kita akan makan malam” ajak Rae pada Lay yang tanpa ditunggu jawabannya namja bengong itu ditarik oleh Kibum dan didudukkan di kursi makan.
“Asyik . . . Menu kesukaannku” teriak Kibum senang.
“Silakan dimakan. Mian, menunya seadanya” Rae mempersilakan Lay untuk makan.
“Ne . . . Gomawo” kecanggunggan mereka dileburkan oleh Kibum yang senang karena makanan kesukaannya dan ada penolongnya.
“Gomawo” ucap Lay sebelum pamit.
“Cheonmaneyo, datang lagi kemari” balas Rae dan disertai lambaian tangan dari Kibum.
“Kau sudah makan?” tanya Kyungso sesampai Lay di rumah EXO.
Yang ditanya hanya diam, langsung saja menuju dapur untuk mengambil air dingin. Kembali member lain dibuat penasaran. Tadi ada anak kecil datang dan dia langsung pergi. Sekarang kembali ke rumah tapi bengong. Tak tahan melihat kelakuan Lay, sang leader meletakkan Lay di tengah ruang santai EXO dan dikelilingi member lain.
“Kau kenapa Lay?”tanya Luhan khawatir.
“Ah? Nan? Nan gwaenchana” Lay sedikit tersadar mendengar pertanyaan Luhan.
“Tidak mungkin kau tidak apa-apa” kata Kris.
“Jjinja. Nan gwaenchana” Lay berusaha meyakinkan yang lain.
“Kau jatuh cinta ya?” celetuk Chanyeol selalu tidak terduga hingga semua menatap padanya termasuk Lay.
“Jatuh cinta?” Lay bertanya pada yang lain yang kembali menatapnya.
“Mungkin saja” Baek Hyun menyetujui.
“Kau baru saja bertemu dengan siapa?” tanya Luhan.
“Aku baru saja bertemu dengan noona-nya Kibum” kata Lay.
“Kibum? Anak kecil yang tadi kau antar?” tanya Xiumin memastikan dan dijawab anggukan oleh Lay.
“Kibum punya noona?” tanya Kai ikut mengeluarkan suara dan kembali diangguki oleh Lay.
“Kau jatuh cinta pada noona-nya Kibum?” Chen tak mau kalah bertanya.
“Mwolla . . .”jawab Lay pasrah.
“Ah . . .” semua yakin setelah mendengar jawaban terakhir Lay. Yakin kalau member dengan kekuatan menyembuhkan itu sedang jatuh cinta pada noona-nya Kibum.
“Wae?” tanya Lay melihat reaksi semuanya.
“Ani. Gwaenchana. Sekarang kita istirahat untuk persiapan besok bertemu dengan kedua dewi kita” Suho beranjak menuju kamar tidurnya diikuti yang lain meninggalkan Lay yang masih heran dengan sikap teman-temannya.

^_^ ^_^ ^_^

Tetap mohon kritik dan sarannya
Sampai jumpa di chapter selanjutnya

Iklan

3 pemikiran pada “Misi EXO (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan ke 김유린 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s