Feather (Chapter 1)

Feather Chapter 1

Cast : Kai

           Park Soo Hee (OC)

           Sehun

           Luhan

           Song Hyo Jin (OC)

Author : abstyle09

Rating : G

***

Hari ini, hari terbahagiaku. Aku tidak sabar ingin berpetualang di alam bebas. Aku adalah pencinta alam. Hari ini, sekolahku akan mengadakan ekplorasi alam. Dengan tujuan ke hutan.  Ini benar-benar menyenangkan, ditambah aku akan pergi dengan orang yang aku sukai. Oh Sehun. Astaga, benar-benar hari yang paling sempurna dalam hidupku.

-The Story-

Kringg .. Kringg ..  Aku langsung terbangun dari kegelisahanku. Aku langsung berlari keluar dari kamar dan segera mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi. Aku mandi secepat mungkin. Tidak ada 10 menit, aku sudah keluar dan berganti pakaian.

 

“Baju ini tidak cocok.” Gumamku. Aku mencari baju lainnya, agar aku terlihat cantik dimata Sehun. Aku hampir melempar semua baju, keluar dari lemari. Tersisa 5 baju dilemari, tapi tidak ada yang bagus dimataku. Aku memandang baju yang sekarang aku pakai. Pakaian yang menurutku tidak enak dipandang.

“Kau sudah bangun sayang?” tanya ibu dari luar.

 

“hah? Oh .. Iya. Aku sudah bangun dari tadi.” Jawabku. Aku langsung bergegas keluar dari kamar.

Aku duduk di meja makan untuk sarapan. Ada semangkuk oatsmeal yang dihiasi buah kiwi kesukaanku dan segelas susu coklat. Ini sarapanku setiap harinya. Sarapan yang sangat mengenyangkan. “Oatsmeal ..” gumamku dengan nada riang.

 

“Kau tidak bosan dengan oatsmeal? Kakakmu saja sudah muak dengan bubur itu.” Jawab ibu.

“Apa dia ikut memakannya?” tanyaku. Kakakku tidak suka mencium bau sarapanku atau rasa dari bubur yang terlihat menggelikan dimatanya. Dia pernah bilang, oatsmeal seperti tumpukan ingus bocah.

“Hoaaamm …” Chanyeol keluar dari kamarnya sambil menggaruk-garuk perut sixpacknya. Dia tidak pernah bangun sepagi ini.

 

“Hai oppa!! Sarapan pagi ini oatsmeal!” seruku sambil tersenyum evil. Chanyeol yang tadinya hampir duduk di meja makan, langsung berbalik badan kembali ke kamar dengan gaya yang sama. Menggaruk-garuk perutnya.

 

“Kau ini!” seru ibu. “Ini sup rumput laut, hari ini kau berulang tahun! Kau lupa??” ujar ibu. Chanyeol langsung membuka matanya lebar. “Hari ini ulang tahunku?!”

 

“Waaahh .. gomawo eomma!!” serunya sambil memeluk ibu. “Sudah 4 tahun, aku berulang tahun tanpa ibu dan ayah. Tapi .. sekarang, aku berulang tahun tanpa adikku yang paling cantik ini.” Katanya sambil mencubit pipiku gemas.

 

“Siapa suruh, kau berkuliah di Inggris.” Jawabku.

 

“Demi mencapai cita-cita.” Jawab Chanyeol sambil tersenyum. “Cepat habiskan bubur ingusmu itu!” sambungnya.

 

Aku dan Chanyeol oppa beda 7 tahun. Sekarang dia berumur 26 tahun. Dia sekarang sudah sukses, sangat sukses. Dia memiliki rumah sakit terbesar di Cheongdamdong. Kalian tahu, Cheongdamdong! Kota mewah, berpenghuni orang-orang kaya. Mereka semua mudah terserang penyakit karena terlalu banyak makan yang berlemak, makan yang enak-enak dan terlalu banyak pikiran tentang perusahaannya.

 

 

-WereWolf-

 

“Kau datang bersama kakakmu?” tanya Seung yeon salah satu teman terbaiku. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

 

“Kakakmu itu, sangat tampan ..” puji Seung Yeon sambil membayangkan wajah Chanyeol.

“Waaah!! Sehun datang!!” aku langsung berdiri dan menunjuk-nunjuk Sehun secara tiba-tiba. “Sehun datang! Sehun datang!” seruku dengan nada riang. Sehun langsung menoleh kearahku dengan tatapan aneh.

 

Zzzeerr …

 

Aku merasakan darahku mengalir keseluruh tubuhku. Dunia terasa berhenti. Rasanya sangat malu, aku tidak tahu harus menyembunyikan dimana wajahku ini. “Aduh .. bodoh!” kataku dalam hati. Akupun langsung berpura-pura mengikat tali sepatu. Sedangkan Sehun hanya mengehela napas sambil mengangkat bahunya.

 

“Baiklah semuanya!” seru seorang guru sambil membawa toa dengan tiba-tiba. “Jaga ketenangan! Sekarang aku akan membacakan susunan kelompok. 1 kelompok berisikan 3 orang anggota, dan kelompok itu akan tinggal disatu vila yang sama. Jadi, kalian harus bekerja sama dan jadilah seperti keluarga!” ucap sang guru.

 

“Ne …” jawab semua murid serentak.

 

“Kelompok 1. Kim Seung Yeon, Kim Minseok, dan Kim Sun hee. Segera berkumpul dan masuk kedalam bus!” ujar guru.

 

“hmm .. sepertinya sesuai dengan marga .. Pasti aku tidak akan sekelompok dengan Sehun!” keluhku sampai-sampai tidak mendengarkan anggota kelompok 2.

 

“Kelompok 3. Oh Sehun, Park Soo Hee, dan Song Hyo Jin. Segera berkumpul dan masuk ke bus!” ujar guru.

Mataku langsung membulat. Aku tak percaya akan satu kelompok dengan Sehun. Berarti, aku akan satu vila dengan Sehun juga. Aigoo ..

 

-Werewolf-

 

 

“Hati-hati banyak batu-batu yang tajam.” Ujar guru memimpin perjalan di tengah hutan. Aku, Sehun, dan Song Hyo Jin saling berpegangan tangan agar tidak ada yang berpencar bahkan hilang.

 

“Perhatikan kelompok kalian! Jangan ada yang hilang!” ujar guru lagi.

 

“neee ..!” jawab murid-murid.

 

Sehun menoleh kearah kami berdua. Aku langsung membuang mukaku tak berani memandang wajahnya.

 

“Perkuat genggaman tangan kalian. Berhati-hati, jalan ini tidak rata” ujar Sehun dengan suara datar.

 

Aku memperkuat genggaman tanganku pada Sehun. Sehun melirik sedikit kearahku tanpa alasan. “Sepertinya, sedikit lagi kita sampai.” Ujar Sehun sambil berjinjit memastikan penglihatannya. Diseberang sana, terlihat sedikit beberapa vila dengan teras yang sangat bersih dan asri.

 

“Kau yakin itu vilanya? Itu terlihat mewah, sepertinya kita tidak akan menginap disana.” Ucap Song Hyo Jin.

 

“Aku yakin. Tapi sebaiknya kita tunggu saja, perintah dari guru.” Jawab Sehun. Aku hanya menunduk saat Sehun menoleh kebelakang. Sesekali dia menatapku dengan mata sayunya. Saat dia menatapku, dia seperti menatapku dengan sinis.

 

 

“Baiklah, kita sampai di vila. Beristirahatlah.” Ucap guru.

 

Aku tak menyangka akan menginap bersama Sehun, disatu atap. Ini seperti mimpi yang terkabulkan. Saat sampai di dalam vila, aku bingung harus melakukan apa. Aku langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku ke kasur yang super empuk itu. Aku tersenyum terus menerus. Rasanya ingin meledak! “Hari keberuntunganku!” gumamku.

 

“Istirahat saja, hari ini.” Sehun tiba-tiba masuk ke kamarku. “Oh ya ..” ucapnya. Aku langsung bangun dan  mematung saat dia mengatakan itu. Aku takut dia akan menanyakan hal tadi. Tentang aku menunjuk-nunjuk dirinya.  “Ini jadwal untuk besok.” Lanjutnya sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi daftar kegiatan yang diberikan guru.

 

Aku menghela napas panjang. “Baiklah, selamat malam.”

 

“Kenapa menghela napas panjang? Ada sesuatu?” tanya Sehun.

 

“Hah? Ahh .. tidak apa-apa. Aku hanya merasa lelah.” Jawabku. Sehun menghampiriku dan duduk disampingku. “Kau baik-baik saja?” tanyanya lembut. Sehun menyentuh dahiku memeriksa suhu tubuhku. “Hmm .. Kau baik-baik saja.” Ucapnya dengan nada yang lembut. Kemudian, Sehun mengecup dahiku …..

 

“Ada apa?” tanyanya dingin. Seketika jiwaku kembali dari dunia khayalan. Hanya khayalan, semoga itu terjadi kenyataan. Aku hanya bisa berharap dan berharap.

“Tidak .. Tidak apa-apa.” jawabku ketus. Aku langsung menutup pintu kamar dengan keras.

 

 

-WereWolf-

 

 

Soo Hee merapikan bajunya dan siap untuk jogging. Soo hee mengikat tali sepatunya dengan jari-jari lentiknya yang dihiasi warna pink mengkilat, cantik. Tak lupa, dia merapikan rambut ikalnya dengan jari-jemarinya. Soo Hee keluar dari kamar, siap untuk berolahraga.

 

Udara sejuk dan segar langsung menyambut tubuh Soo Hee. Soo Hee memejamkan matanya dan merasakan udara yang tidak pernah ia temui di Cheongdamdong. “Tidak pernah kurasakan udara segar seperti ini.” Gumamnya. Kemudian, Soo Hee mulai berlari.

 

Soo Hee berencana berlari mengelilingi vila besar itu. Soo Hee berlari sambil membayangkan wajah Sehun. Setiap hari, Soo Hee selalu memikirkan wajah Sehun. Kapanpun, dimanapun. Dia memukul kepalanya, pasti ada yang tidak beres dengannya semenjak menyukai Sehun. “Ternyata Sehun orang yang dingin!” keluhnya dengan suara terbata-bata karena napasnya yang tersengal-sengal. Tiba-tiba saja, Soo Hee berhenti berlari. Dia menatap hutan diseberang sana dengan mata yang lelah dan keringat bercucuran. Hutan itu terus-menerus mengganggu pemandangan Soo Hee. Membuat Soo Hee tidaks sabar,menyantap hutan itu.  Pohon-pohon hutan yang tinggi dan berwarna hijau tua. Entah apa yang membuat Soo Hee penasaran dengan hutan itu. Mata Soo hee beralih menatap bulan purnama yang tertutup awan tipis.

 

Disamping itu, didalam hutan ada sebuah pondok yang tertutup kabut tipis. Seorang pria terlihat sedang menggali tanah. Pria itu terlihat masih sangat muda. Dia memiliki kulit yang erotis dan tampan. Tidak ada seorangpun di pulau Jeju yang mengetahuinya. Hanya orang-orang kota besar yang mengenalnya. Dia hidup sendirian dihutan belantara. Bergaul dengan hewan-hewan liar, bahkan dia termasuk salah satu dari hewan liar itu. Pria itu bernama Kim Jong In. Dia merantau dari Cheongdamdong ke pulau Jeju. Aneh, dari kota besar nan mewah merantau ke desa. Jong In berasal dari keluarga“berada”.  Jong In merantau ke pedesaan, karena ada sesuatu yang mengerikan dalam hidupnya. Sekarang, dia lebih suka menyendiri ditempat yang sunyi. Jauh dari orang.

 

Jong In mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan aneh. Dia menjatuhkan botol itu kedalam tanah yang sudah dia gali. “Semoga kau tidak akan menggangguku lagi.” Katanya. Jong In menatap langit. Dia melihat bulan purnama diiringi dengan awan tipis yang bergerak.

“Bulan purnama dan hujan, nanti malam. ” Ucapnya.

 

 

– WereWolf-

 

 

“Baiklah anak-anak, setiap kelompok harus mencari sebuah tumbuhan langka di dalam hutan sana. Ingat! Jangan jauh-jauh dari kawasan yang ditentukan!” ujar panitia penyelenggara study tour.

 

Sehun melirik 2 orang wanita lemah yang jadi anggota kelompoknya. “Aish .. 2 wanita lemah.” Keluhnya.

“Apa yang kau bilang tadi?!” seru Soo hee.

 

“Pendengaranmu sangat bagus ya ..” jawab Sehun sinis.

 

“Hey! Aku ini seorang pencinta alam! Sudah 5 kali aku bermain dihutan.” Jawab Soo Hee.

 

“Oh .. begitu. Dan kau 5 kali tersesat dihutan, 5 kali terluka, dan kau kelaparan di hutan.” Jawab Sehun.

 

“Kurang ajar.” jawab Soo Hee.

 

“Sudah! Jangan membuang waktu, ayo kita pergi. Pastikan perlengkapan kalian lengkap. Aku beri waktu 5 menit untuk memeriksa.” Ucap Sehun.

 

“Tidak perlu.” Jawab Hyo Jin dan Soo Hee kompak. Sehun hanya memberikan ekspresi datar pada kedua wanita itu. Sehun dan 2 wanita itu berjalan berbaris menuju hutan. Kira-kira perlu setengah jam untuk pergi ke hutan, karena mereka harus melewati jembatan kayu yang rapuh. Pasti itu akan membutuhkan waktu yang lama, karena ada 2 wanita penakut. Mereka pasti akan membuang-buang waktu disana,  memikirkan ketakutan diri sendiri.

 

Dan .. 15 menit setelah berjalan, sampai di jembatan kayu yang rapuh itu. “Sehun .. Aku tidak berani melewati jembatan ini.” Rengek Hyo Jin.

 

“Dugaanku ternyata benar.” Gumam Sehun. Sehun menoleh kebelakang, “Jangan manja!” bentak Sehun.

Soo Hee bersikap sok tegar dimata Sehun, sebenarnya dia sendiri juga takut untuk melewati jembatan rapuh itu. “Bagaimana kalau tali itu tidak kuat? Kita bisa terjatuh.” Katanya dalam hati. Sebelum melewati jembatan itu, Sehun mengecek tali itu. Sehun menggoyangkan tali jembatan itu dengan kuat sehingga jembatan itu bergoyang-goyang. “Aman.” Katanya. “Ayo, kita jalan.” Perintah Sehun.

 

Sehun menginjakan kakinya di kayu pertama dari jembatan itu. Jembatan itu masih sedikit bergoyang. Sehun berusaha menyembunyikan ketakutannya. Ingin menelan ludah saja, sangat susah untuknya. Tidak hanya dia, tapi mereka bertiga. Sehun mencoba untuk menenangkan diri dan kembali berjalan.

Sekian lama, mereka masih berdiri di seperempat dari jembatan itu. “Kenapa kau lama sekali?!” seru Soo Hee.

 

“Hey, kita harus berhati-hati! Kayu ini sudah lembab dan rapuh!” kelak Sehun.

 

“Beralasan saja! Cepat sedikit!” jawab Soo Hee.

 

Sehun tidak menjawab ucapan Soo Hee yang terakhir. Sehun menuruti keluhan Soo Hee. Sehun berjalan dengan cepat diikuti 2 wanita itu. Tangan Hyo Jin memegang erat tali jembatan. Tiba-tiba saja, tak sengaja Hyo Jin menggoyangkan tali jembatan itu. Sehun dan Soo Hee terjatuh dalam posisi berpelukan. Soo Hee dan Sehun memejamkan matanya. Soo Hee membuka matanya. Jarak wajahnya dengan wajah Sehun sangat dekat. Sehun mencoba melihat  sedikit kedepan. Sehun langsung mendorong Soo Hee sampai terjatuh. Pipi Soo Hee langsung memerah. “Ya ampun .. Apakah ini hari keberuntunganku?” katanya dalam hati.

 

“Siapa tadi yang menggoyangkan talinya?!” tanya Sehun dengan suara sedikit membentak.

 

“Ahh .. Mianhae. Tanganku gemetar.” Jawab Hyo Jin.

 

 

– WereWolf-

 

 

Hari menjelang sore. Matahari hampir tenggelam, menyisakan warna jingga dilangit. Sehun, Hyo Jin, dan Soo Hee masih berada di hutan. Beberapa kelompok juga masih berada di hutan. Mencari tumbuhan langka disekitar kawasan yang ditentukan itu sangat susah. Tumbuhan langka biasanya berada di tengah-tengah hutan. Sedangkan, kami semua mencarinya di mulut hutan.

 

Soo Hee memeriksa setiap bagian dari pohon dengan teliti, sampai ia tidak sadar sudah berada di halaman depan sebuah pondok. Di pondok itu, duduk seorang pemuda seumuran dengannya. Dia terlihat sedang memandangi burung-burung di pohon, seperti orang yang sakit kanker yang ingin menyisakan waktunya sendirian. Soo Hee mencoba bertanya tentang tumbuhan yang ada disekitar mulut hutan.

 

“Annyeonghaseyo ..” sapanya. Laki-laki itu adalah Jong In. Dia memakai baju kaos berwarna coklat yang sudah kotor dan compang camping. Di baju itu, terdapat bercak darah. Dia langsung menekukan kedua kakinya, menyembunyikan wajahnya dibalik kedua kakinya. Ini tidak seimbang dengan darah yang ada kaosnya dan sikapnya. Darah cendrung dengan orang yang kejam bukan?

“Hai, laki-laki tampan.” Sapanya sedikit menggoda.

“Menjauh dariku!” seru Jong In.

Soo Hee membelalak. Dia menghentikan langkahnya. Jong In mengambil sebuah kayu. Dia bersiap menyambit Soo Hee dengan kayu itu, kalau Soo Hee macam-macam dengannya. “Baiklah-baiklah. Aku tidak akan mendekatimu.” Ucap Soo Hee.

“Jangan mendekatiku dan  peringatkan juga teman-temanmu, agar tidak berkeliaran di hutan saat malam hari.” Jong In memberi peringatan pada Soo Hee.

“Kami juga tahu itu. Lagipula, kami takut dihutan sampai malam.” Jawab Soo hee. Soo Hee membuka mulutnya, bersiap ingin bertanya sesuatu.

“Baik” ucap Jong In memotong kata-kata yang ingin diucapkan Soo Hee. “Jangan banyak bertanya tentangku. Aku batang kara.” Sambungnya.

“Ahh .. baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa.” Ucap Soo Hee.

“Tunggu!” seru Jong In. Soo Hee menoleh kebelakang. “Berapa hari kalian akan menginap disini?” tanya Jong In.

“Tidak sampai bulan purnama yang selanjutnya.” Jawab Soo Hee sambil tersenyum kemudian berjalan pelan ingin meninggalkan pondok Jong In. “Sebenarnya siapa dia?” katanya dalam hati.

Sehun berlari kearah Soo Hee. Jong In langsung menekukan kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya dibalik kakinya saat melihat Sehun. Sehun melirik Jong In. “Siapa orang itu?” tanya Sehun.

“Entah, dia penduduk satu-satunya disini. Dia seperti orang kota.” Jawab Soo Hee dengan suara pelan. Soo Hee menoleh kebelakang melihat Jong In yang ketakutan. Dia mengerti, diapun langsung menarik Sehun menjauh dari kawasan pondok Jong In.

“Pondok itu seperti, pondok serigala.” Luhan bercerita pada Soo Hee dan Sehun saat tak sengaja bertemu

“Aku juga merasa seperti itu. Tapi dia seperti orang kota.” Jawab Soo Hee.

“Ya .. Aku juga merasa seperti itu.” Jawab Sehun. “Oh ya, tadi aku dengar dari seorang guru. Dihutan ini ada seorang werewolf. Jangan-jangan ..” sambung Sehun.

“Pantas saja, beberapa guru tidak setuju kita study tour dihutan ini.” Jawab Soo Hee.

“Jangan-jangan .. Pria itu werewolf? Dia satu-satunya manusia yang ditinggal dihutan.” Jawab Luhan.

“Ah tidak mungkin! Werewolf hanya sebuah fiksi. Lagipula, werewolf juga sudah tidak ada dimuka bumi ini. Mereka telah dibunuh, karena takut meneruskan keturunan.” Jawab Soo Hee.

Sehun, Luhan dan Soo Hee berjalan untuk segera kembali ke vila sambil berbicara tentang manusia serigala. “Kau tahu, Cheongdamdong juga ada keluarga werewolf!” seru Luhan.

Iklan

4 pemikiran pada “Feather (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s