Heart Attack (Chapter 3)

Title       : Heart Attack

Author  : Reechi L (@Esprit_RL)

Genre   : Drama, Romance, School life

Length  : Series

Rating   : PG

Maincast:

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Byun Baekhyun (EXO-K)

-Im Yoo Na [Yoona] (SNSD)

-Choi Soo Young [Sooyoung] (SNSD)

Capture

PART THREE

Chanyeol’s POV

Ahhh!! Aku apa-apaan sih?! Astaga! Kenapa tadi aku bisa begitu?! Sooyoung-ssi pasti akan menganggapku anak aneh!’

‘Ngapain coba aku nangis di depan dia?! Nggak, nggak, nggak. Ah. Ini nggak keren sama sekali!’

Sejak tadi aku meneriakkan kalimat-kalimat itu di pikiranku. Bayangkan saja, menangis seperti anak bocah umur 5 tahun di depan seniorku? Ah! Aku memang sudah nggak waras kali ya?

Aku mengacak-acak rambutku dan mencoba untuk berkonsentrasi pada pelajaran yang sangat kusukai ini. Ekonomi. Padahal harusnya aku bisa lupa kejadian tadi dengan belajar ini, tapi kenapa nggak bisaaa!! Sampai akhirnya aku ketahuan ngelamun sama guru dan akhirnya aku disuruh berdiri di depan kelas! Sial.

“Channie-ah?”

“Lho? Sooyou.. Syoung-ah? Sedang apa? Kok keluar?” canggung sekali sih.

“Ah, harusnya aku yang tanya begitu” dia tersenyum jahil.

“Ketahuan ngelamun.. hahaha” aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Hei, Sooyoung! Cepat…” Yoona-ssi tiba-tiba datang. “Kau..” dia berhenti dan menatapku lekat. Ada apa dengannya? Tatapannya seakan-akan penuh arti.

“Ah,  Syoung-ah, memangnya kau ini sedang apa? Yoona-ssi juga?” aku angkat bicara.

“Mengurus pensi bulan depan. Tolong panggilkan Baekhyun, dong!” yeoja ini memang nggak ada sopan-sopannya.

“Aku sedang dihukum. Panggil saja sendiri.” Jawabku singkat

“Hee, badung.” Senyum menyebalkan dari yeoja satu itu keluar.

“Apa sih masalahmu?!” aku mulai panas.

“Yoona, sudahlah. Ayo, kita harus cepat panggil Baekhyun!” Sooyoung-ssi mulai menengahi.

“Ah, iya.”

Aku tak tahu harus berterimakasih atau kesal pada Sooyoung-ssi. Di sisi satu aku nggak mau lama-lama ngeliat yeoja penyihir itu, di sisi lain, aku ingin berdebat dengannya. Ahh, aku memang sangat kesal. Akhirnya aku hanya tersenyum kecut ketika Sooyoung melambaikan tangannya padaku, lalu dia masuk ke kelasku dan memanggil Baekhyun keluar. Dan yang jelas, aku berpapasan dengan Baekhyun jadinya. Seperti biasa dia tidak mengacuhkanku. Ah, ini benar-benar menyebalkan.

*****

                Jam istirahat akhirnya tiba juga. Seperti biasa aku naik ke atap sekolah untuk makan bekal. Yang berbeda adalah tak ada Baekhyun di sampingku. Rasanya sepi sekali. Haahh… sampai kapan aku harus begini… Sial.

“Channie-ah!” Sooyoung-ssi menepuk pundakku dari belakang.

“Syoung-ah! Kau mengangetkanku tau.”

“Hahaha! Aku bareng ya!”

“Ah, silahkan.” Aku menyabutnya deangan tersenyum.

“Kau sudah minta maaf?”

“Belum. Dia benar-benar tak mau bertemu denganku.”

“Cobalah sekali lagi. Aku akan membantumu!” Sooyoung-ssi tersenyum.

Seraya memakan bekalku, aku tersenyum kecil padanya. ‘Dia memang sangat baik berbeda dengan yeoja penyihir itu. Andai saja semua orang di bumi seperti Sooyoung-ssi, andai saja ‘orang itu’ seperti Sooyoung-ssi. Hidupku pasti tak seperti sekarang… Kenapa harus aku..?’

“Channie-ah!! Dengar tidak?” suara Sooyoung-ssi mengagetkanku.

“Ah, mi-mianhae.”

Sooyoung menghela napas dan mengulang perkataannya lagi. “Kau mau berpartisipasi nggak buat festival sekolah nanti?” Dia kelihatan sangat antusias.

“Hmm, boleh-boleh saja sih.”  Aku mengeluarkan senyum ‘happy virus’ku padanya.

“Bagus!” lalu Sooyoung-ssi mengeluarkan kertas kecil dan memberikannya padaku.

“Apa ini?”

“Lirik lagu. Aku harap kau bisa duet denganku nanti.” Dia tersenyum.

“Hmm… ohh, aku tau lagu ini.”

“Oke, setelah pulang sekolah, kutunggu di ruang waktu itu”

“Ohh, Ne.”

Lalu Sooyoung melanjutkan makannya dan aku mencoba-coba menyanyikan lirik lagu ini. Lagu ini memang bagus, tapi.. apa-apaan liriknya.

=Henry- TRAP=

…..

Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugetni, kkaewojugetni
I’m Trapped! I’m Trapped!
Nan nareul ireoga neo eobshin naye ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugetni, nohajugetni
I’m Trapped! I’m Trapped!
I’m Trapped, Oh~ I’m Trapped, Oh~

Neowa nan ireoke, dallajyeo ganeunde
Neoye kkeutchi eobneun yokshime~, geu yokshime
Neoraneun saejange jageun saejang ane~ beoryeojin sae~
Naragal su jocha nan eobneunde~, eobneunde Yeah

Ne aneseo jeomjeom nan ijyeojyeo ga (Ooh~)
Neul meomulleo ineun i sarang ane Oh nan~ (Oh nan!)
I’m Trapped! I’m Trapped!

….

“Uhm… Syoung-ah…”

“Ya?”

“Lagu ini…”

“Cocok dengan perasaanmu saat ini??”

SIAL’ pikirku

“Wah, tepat ya? Padahal aku hanya asal ngomong” dia memasang muka terkejut.

“Tak apa” aku lanjut memakan bekalku. “Syoung-ah, kenapa kau mau nyanyi lagu ini bareng aku? Kenapa tak dengan Suho hyung atau Wu Fan-ssi saja?”

“Karena, aku ingin menyanyikannya denganmu.”

“Itu tak menjawab pertanyaanku.” Aku memanyunkan bibirku.

“Hahaha” Dia tertawa terbahak-bahak. Aku semakin mengerutkan mukaku dan tambah heran. “Nanti kalau kamu bisa menyanyikannya dengan baik, baru kukasih tahu.”

Aku hanya tersenyum tipis dan akhirnya melanjutkan bekalku. Dan Sooyoung-ssi hanya memperhatikanku sambil nyengir-nyengir sendiri. Apa yang dia pikirkan dan apa yang lucu aku nggak tahu. Tapi yang pasti aku harus menanggapi seniorku ini. Jadi aku hanya sekedar bertanya “ada apa?” dan ia malah hanya menanggapiku dengan cengiran yang lebih lebar lagi. Aku hanya bisa menghela napas berat dan tersenyum padanya lagi.

*******

Yoona’s POV

Hari sudah sore dan aku masih di kelas. Padahal jam pelajaran sudah habis. Aku menyandarkan punggungku ke sandaran bangkuku, kurenggangkan tangan dan kakiku dan menghela napas. Lalu aku bangun dari tempat dudukku dan berjalan menuju luar kelas. Menyusuri setiap lekuk sekolahku dan tiba-tiba saja aku mendengar suara nyanyian yang lumayan merdu dari ruang rapat yang sekarang sudah tidak dipakai.

Aku masuk ke dalam ruangan itu dan menemukan seorang namja yang sangat kukenal dan sangat ingin kujauhi. Park Chanyeol. Tapi… kenapa dia menangis?

Baru kali ini aku melihatnya menangis, matanya sangat sembab seakan-akan dia sudah menangis dalam waktu yang lama. Aku ingin menanyakan ‘kenapa?’ tapi aku ragu untuk masuk. Bolehkah? Tak apa kah?

Karena ragu, kuputuskan untuk menunda pertanyaanku ini. Aku berbalik dan segera berlari, tanpa sadar aku tersandung lantai yang retak, dan Park Chanyeol menyadarinya. Sangat sial aku ini.

“K-kau… Pfft.” Katanya begitu melihatku. Dan dia tertawa. HUH!

“Kau menertawakan apa?!”

“Jelas kau yang kutertawakan. Memang siapa lagi?”

“YA!! Sudah! Cepat bantu aku bangun!!”

“Ya, ya… Kau.. Kakimu terkilir lho.”

“Ah, iya. Tak apa aku bisa sendiri.”

“Masa sih. Berdiri saja perlu kubantu, nih”

“Kau..!!” kagetnya aku, dia tiba-tiba menggendongku dan berjalan menuju kelasku.

Suasana hening untuk beberapa saat. Aku mulai memberanikan diri untuk angkat bicara.

“Hei, Chanyeol-ssi.”

“Ya?”

“Kenapa kau menangis tadi?”

“Ah. Terharu dengan lagu mungkin.”

Aku diam. Dan terus berpikir, ‘Kau berbohong. Kau berbohong’ dan aku mengeratkan genggamanku di pundaknya.

Ketika sampai di kelas, dia membantu merapikan tasku, aku masih digendongnya. Lalu dia mengangkat tasku dan membawanya. Dia juga sempat ke kelasnya sendiri untuk mengambil tasnya. Ketika sampai di gerbang sekolah, dia bertanya.

“Rumahmu di mana?”

“Memangnya kau mau apa?” jawabku ketus.

“Mau mengantarmu pulang. Kakimu sakit kan? Memangnya kau bisa jalan? Dan juga sekarang sudah jam 6 sore. Bahaya seorang yeoja keluar sendirian dengan kaki pincang.”

Aku menggelembungkan pipiku dan menghela napas. “Huh! Baiklah. Dekat sini, jalan 3 gang, belok kiri sebelah kiri urutan 5. Cat biru. Jangan macam-macam ya.”

“Aku nggak tertarik buat macam-macam.”

Namja ini memang benar-benar membuatku kesal! Apa-apaan jawabannya itu?!

“Kenapa kau tak langsung pulang tadi?” dia menanyakannya dengan nada datar.

“Nggak tau. Rasanya belum ingin pulang.. Dan saat aku berkeliling sekolah, aku melihatmu sedang menyanyi sambil menangis. Ada apa sih? Jawabanmu tadi tak meyakinkan.”

Dia tersenyum kecil dan tanpa sadar kami sudah sampai di depan rumahku. Aku segera berusaha turun tapi Chanyeol malah mempererat pegangannya supaya aku tak turun.

“Kakimu masih sakit, aku antar sampai kamar, lagipula kau jatuh gara-gara aku ‘kan?”

“A—hm…” Aku hanya bisa pasrah dengan omongannya.

Setelah sampai di kamar, dia membaringkanku di ranjang, menaruh tas dan mengambil kompresan untuk kakiku yang sudah kelihatan bengkak. Tentu saja ibuku membantu. Dia sangat khawatir. Tapi untungnya Chanyeol bisa menjelaskan semuanya dengan benar.

Ketika ibuku keluar, namja ini masih diam duduk di bangku yang ia taruh di samping ranjangku. Kelihatannya dia sangat khawatir. Khawatir untuk apa? Aku hanya terkilir biasa ‘kan. Dasar bodoh.

“Kau boleh pulang kok.”

“…Tidak, aku perlu merawat kakimu.”

Hah? Kakiku? Tunggu? Sejak kapan dia sebaik ini? Ada yang aneh.’

“Im Yoon Ah.”

“A-ah, ne?”

“Mianhae. Aku salah. Gara-gara aku, kakimu jadi begini dan… tolong jangan benci aku.”

“Mwo? Kau ini ngelantur atau apa sih? Kejedot pintu ya?”

“Aku serius!”

“….!!”

‘Hangat… Sangat nyaman. Perasaan apa ini? Sangat lembut. Kenapa jantungku… berdetak cepat? Kenapa aku merasa panas..? Dan.. Kenapa… dia… menciumku?’

-To Be Continued-

Iklan

Satu pemikiran pada “Heart Attack (Chapter 3)

  1. Kyaaaaa chaenyeol kissseuu yoona ???? Hmmmm ko sooyoung ngajak chaenyeol duet d pensi skolah yaaa , apa dia suka sama chaenyeolll ??? Tmbah seru nih , kyaknya yoona juga suka sama chaenyeol , tapi kasian baekiii 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s