Candy’s Kiss (Chapter 3)

Author : Fami27

Title     : Candy’s Kiss

Length : Chaptered

Genre  : School life, Friendship, Romance

Rating : PG 16

Main Cast :

Park Chanyeol

Kim Yunra (Kira) ( OC)

Other Cast :

Kang Sujin (OC)

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Kim Joonmyun

WARNING!!!

typo bertebaran dimana-mana!!

candy

Kira POV

“Kalian dari mana saja?” Tanya Sujin ketika aku dan Sehun datang bersama.

“Hmm, aku ketaman dan saat aku menuju kelas, aku bertemu Sehun dan setelah itu kami ke kelas bersama.” Jawabku berbohong.

Sehun menatapku dengan tatapan yang seolah bertanya “Kau berbohong?” aku hanya membalasnya dengan senyuman dan kuharap ia mengerti maksudku.

Sujin hanya berOH ria setelah mendengar jawabanku.

Oh ya, kalian sudah tau bukan? Yaa, Sehun lah yang menolongku tadi, sebenarnya tidak bisa disebut sebagai menolong, tapii.. aku bersyukur setidaknya aku tidak membuat masalah hari ini. Jadi, apa tebakan kalian benar?

Bel masuk pun berbunyi,  kami pun bersiap-siap mengikuti pelajaran.

~~~

Setelah bel pulang berbunyi, aku dengan cepat membereskan buku-bukuku dan memasukkannya ke dalam tas. Aku harus segera pulang untuk mengerjakan tugas-tugas yang baru saja Lee sonsaengnim berikan, tugas yang sangat banyak dan harus di kumpul besok. Aisss, aku bisa gila.

“Sujin-ah, Sehun-ssi aku pulang duluan.” Pamitku kepada mereka.

“Ne.” Jawab mereka kompak.

Aku berjalan menuju gerbang sekolah, ku lihat sudah ada mobil appa disana dan aku segera masuk ke mobil.

“Mianhae appa aku merepotkanmu, besok aku akan pulang naik bus.” Kataku merasa tidak enak.

“Gwenchana sayang, appa tidak merasa direpotkan.” Kata appa dengan santai.

“Aniya, aku tau appa sangat sibuk. Jadi, besok appa tidak usah menjemputku. Oke?” Kataku sedikit membujuk appa.

“Oke chagi.” Setuju appa akhirnya.

“Gomawo appa.” Kataku senang.

“Ne, bagaimana sekolahmu?” Tanya appa.

Aku sedikit berpikir “Hmm, menyenangkan.” Jawabku. Kurasa aku tidak perlu menceritakan pada appa kejadian disekolah hari ini. Appa hanya mengangguk paham.

Sesampainya di rumah, aku segera berlari ke kamarku. Segera saja ku kerjakan tugas-tugasku yang sudah menumpuk.

Saat asyik mengerjakan, tiba-tiba perutku berbunyi.

“Aisshh,, masih banyak.” Keluhku kesal.

“Baiklah, aku akan makan setelah itu aku akan lanjutkan tugas ini.”

Setelah selesai makan aku segera naik menuju kamarku dan melanjutkan tugasku kembali.

“Hoammm, aku sangat mengantuk.” Ku lirik jam beker yang ada di meja belajarku, pukul 6 sore. Aku memutuskan untuk mandi setelah itu kembali mengerjakan tugas, karena masih ada satu tugas lagi dari Kang songsaengnim.

Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku merebahkan tubuhku di kasurku yang begitu empuk. Heumm, kurasa tidur sebentar tidak masalah.

“Euhhh.” Aku merenggangkan tubuhku yang terasa kaku dan masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya aku menatap jam bekerku, aku membelalakkan mataku ketika tau sekarang sudah pukul 2 dini hari.

“Kyaaaa~ tugasku belum selesai.” Kataku frustasi, aku segera berlari ke meja belajarku dan dengan cepat menyelesaikan tugasku.

><?<<?><?<>?

Aku tiba di kelas, hampir saja aku terlambat. Aku berjalan menuju mejaku dan sudah ada Sujin disana. Aku duduk di kursiku dan menghela napas pelan membuat Sujin menoleh ke arahku.

“Wae?” Tanya Sujin heran.

“Aku lelah dan mengantuk.” Kataku sambil merebahkan kepalaku di atas meja.

“Kau begadang?”

“Ne, aku mengerjakan tugas dari Kang songsaengnim.”

“Hmm, bukankah tugas itu di kumpulkan minggu depan?” Aku terkejut mendengar perkataan Sujin. Aku mengangkat kepalaku dan menoleh ke arah Sujin.

“Jeongmalyo?” Tanyaku tak percaya. Sujin menjawab dengan anggukan.

“Aissshh jinjjaro, aku sudah membuang-buang waktu tidur berhargaku.” Kataku sambil mengacak-acak rambutku frustasi. Sujin hanya bergeleng kepala melihatku.

“Sudahlah, tidak ada ruginya kan mengerjakan tugas itu.” Kata Sujin kemudian.

“Huff, yaa kau benar tapi sekarang aku benar-benar mengantuk Sujin-ah.”

“Kajja kita ke toilet sebelum bel masuk.” Ajak Sujin.

“Mwo untuk apa?” Tanyaku bingung. “Aku sedang tidak ingin buang air.” lanjutku.

Sujin menepuk kepalanya “Aigoo, tentu saja untuk mencuci wajahmu Kira-ya.”

“Shireoya, aku malas Sujin-ah.” Aku kembali menenggelamkan kepalaku.

~~~

“Kau tidak di jemput?” Tanya sebuah suara disampingku yang ternyata adalah Sehun. Aku kini sedang berada di halte bus, untuk menunggu bus tentunya. Sesuai janjiku kemarin pada appa, aku akan pulang sendiri menggunakan bus.

“Ahh, ne. Mulai sekarang aku akan pulang dengan bus.” Jawabku.

“Hmm,,dan kau?” aku bertanya balik.

“Ne, aku sama sepertimu.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Ahh, jadi kita bisa pulang bersama setiap hari.” Kataku sambil terkekeh. Sehun cukup terkejut mendengar ucapanku, terlihat dari raut wajahnya.

“Wae?” Tanyaku bingung.

“A-aniyo. Busnya sudah datang, kajja.” Aku dan Sehun segera menaiki bus itu, kami duduk bersebelahan. Aku merasa masih ada kecanggungan di antara kami, yahh wajar saja kami masih terbilang beberapa kali berbicara.

Di dalam bus kami hanya saling diam, melakukan aktivitas masing-masing. Aku yang sedari tadi menatap keluar jendela bus melihat keramaian di jalan dan Sehun yang ku lihat ia hanya diam seperti memikirkan sesuatu.

“Ahh, sudah sampai. Aku duluan Sehun-ssi, Annyeong.” Pamitku saat bus berhenti di halte yang berada tidak jauh dari rumahku.

“Ne, hati-hati.” Balas Sehun.

Aku berjalan menuju rumahku yang sudah terlihat dari tempat ku berjalan sekarang. Sesampainya dirumah,

“Ahh, kenapa begitu sepi.” Gumamku saat melihat keadaan rumah yang kosong.

“Huff, mungkin eomma ada urusan.” Jawabku sendiri. Aku segera menuju kamar dan langsung merebahkan diri di kasurku.

“Huwaaa~ Hari ini hidupku lebih damai.” Kataku berbicara sendiri dan setelah itu aku terlelap.

^&^&^&^&

“Kira-ya..” Panggil seseorang yang ku yakin pasti Sujin.

“Ne, waeyo Sujin-ah?” Tanyaku pada Sujin yang sudah duduk di sampingku.

“Hmm, bisa temani aku ke perpustakaan?”

“Baiklah, kajja.” Kami pun pergi menuju perpustakaan.

Di sepanjang jalan, masih saja ada beberapa siswa yang menatapku dengan tatapan yang berbeda-beda, ada tatapan aneh dan juga tatapan benci dari beberapa yeoja yang ku yakin mereka adalah fans dari sunbae gila itu.

Namun, aku tidak peduli dengan semua itu. Aku dan Sujin terus berjalan hingga akhirnya kami sampai di perpustakaan.

Ketika memasuki perpustakaan aku melihat raut wajah Sujin berubah, aku mengikuti arah pandangannya.

“Waeyo Sujin-ah?” Tanyaku bingung.

“Aniyo, kajja kita kembali ke kelas.” Katanya hendak berbalik namun aku menahannya.

“Yaakk, tadi kau yang mengajakku kemari, kenapa kau sekarang ingin kembali? Bahkan kita belum melakukan apa-apa disini.” Kataku kesal.

“Eumm, tiba-tiba saja aku sedang malas membaca.” Katanya beralasan.

“Aissshh, alasan macam apa itu? Aku tidak mau tau, sekarang cepatlah cari buku yang ingin kau baca.”

“Kira-ya jebal.” Bujuk Sujin.

“A-“ belum sempat aku berbicara tiba-tiba ada seorang sunbae yang menegur kami.

“Yak, bisakah kalian tenang? Ini perpustakaan.” Sunbae itu menatap kami bergantian.

“Heyy, kau kan si yeoja berisik.” Kata sunbae itu sambil menujuk Sujin. Apa mereka saling mengenal?

“Kenapa kau selalu membuat kebisingan?” Tanya sunbae itu pada Sujin dengan wajah yang menurutku sedikit meremehkan. Sujin hanya menatap kesal ke arah sunbae itu.

“Mianhae sunbae karena telah mengganggu kegiatanmu.” Kataku kemudian sambil sedikit membungkuk.

“Ne, gwenchana Kira-ssi.” Jawab sunbae itu sambil tersenyum.

“Ba-bagaimana sunbae bisa mengetahui namaku?” Tanyaku bingung, aku benar-benar tidak mengenal sunbae ini bahkan ini yang pertama kalinya aku bertemu dengannya, bagaimana bisa ia tahu namaku?

Sunbae itu kembali tersenyum “Tentu saja, seisi sekolah ini pun tahu siapa kau.”

Mwoya? Setenar itukah aku? Aisshh, ini pasti karna kejadian itu. Aku hanya menggaruk tekukku dan tersenyum canggung.

“Kajja, Kira-ya kita kembali.” Kata Sujin tiba-tiba.

“Yakk, kau belum meminta maaf padaku.” Sunbae itu sekarang menoleh ke arah Sujin.

“Bukankah temanku sudah meminta maaf?” Tanya Sujin dengan tatapan kesalnya. Sepertinya ada sesuatu di antara Sujin dan sunbae ini.

“Itukan dia bukan kau, seharusnya kau juga meminta maaf padaku.” Kata sunbae itu tak mau kalah.

Mereka saling bermusuhankah? Aigoo, kurasa sekarang aku dan Sujin sama-sama memiliki musuh, ahh sebenarnya bukan musuh tapi eumm… kalian mengerti kan maksudku?

“Isss,, arraso. Jeongmal jeosonghamnida sunbae.” Kata Sujin menekan kalimatnya, yahh Sujin akhirnya mengalah.

“Kau sudah puas sunbae?” Tanya Sujin yang  kekesalannya sepertinya sudah mencapai puncak gunung Everest.

Namun sunbae itu hanya membalas dengan tersenyum puas.

Aku dan Sujin kembali ke kelas. Sepanjang jalan Sujin hanya diam, masih dengan wajah kesalnya. Ia berjalan sangat cepat, aku sedikit sulit mengimbangi langkahnya.

“Sujin-ah, pelan-pelan.” Pintaku yang kini berada di belakangnya. Tetapi ia tidak menghiraukanku.

Tiba-tiba Sujin berhenti mendadak membuatku menabraknya. Alhasil kepala kami saling terbentur.

“Aigoo, Sujin-ah. Kenapa kau berhenti mendadak?” Kataku kesal sambil memegangi kepalaku yang cukup terasa sakit . Ia menoleh kearahku dengan tatapan tajamnya.

“Yakk, jangan menatapku seperti itu, kau membuatku takut. Kau kesal kepada sunbae itu kenapa malah aku yang menjadi sasaran.Huh” Aku mengerucutkan bibirku kesal.

“Mianhae Kira-ya.” Kata Sujin pelan dengan wajah menyesalnya.

“Ne, gwenchana. Kajja sekarang kita kembali ke kelas.” Balasku sambil tersenyum dan menggandeng tangannya menuju kelas.

Sesampainya di kelas aku langsung bertanya tentang sunbae tadi pada Sujin. Sujin pun menjelaskan semuanya dari awal kejadian Sujin bertemu dengan sunbae itu sampai pada kejadian yang baru saja terjadi.

“Ohh, jadi seperti itu. Kau tau nama sunbae itu?” Tanyaku penasaran. Sujin menggelengkan kepalanya.

“Mwo? Kau tidak tau? Aku pikir kau tau.”

“Untuk apa tau nama sunbae itu, tidak penting sekali. Sudahlah Kira-ya, jangan membahas tentang sunbae menyebalkan itu lagi.” Kata Sujin kembali kesal, aku hanya terkekeh mendengarnya, baru kali ini aku melihat Sujin sekesal ini.

“Arraso.” Kataku akhirnya. Aku tidak ingin membuatnya lebih kesal lagi.

___

Saat istirahat aku memutuskan untuk pergi ke taman yang kini menjadi tempat favoritku untuk sekedar bersantai atau membaca buku. Sebenarnya aku juga ingin mengajak Sujin tapi sepertinya moodnya masih buruk jadi lebih baik aku sendiri saja.

Dari kejauhan aku melihat ada seorang namja duduk di tempat duduk yang sering aku kunjungi, aku semakin mendekat dan ternyata namja itu Sehun.

“Ahh, ternyata kau Sehun-ssi.” Kataku yang ternyata  membuat Sehun sangat terkejut.

“Mianhae aku mengejutkanmu, bolehkah aku duduk disini juga?” Tanyaku.

“Ne, tentu saja boleh.” Jawabnya sambil tersenyum. Aku pun segera duduk di samping Sehun dan mulai membuka halaman buku yang kubawa.

“Kira-ssi apa kau sering kesini?” Tanya Sehun.

“Ne, hampir setiap hari aku kesini, dan kau?”

“Ini pertama kalinya aku kesini dan ku rasa aku menyukai tempat ini.” Sehun mengarahkan pandangannya ke taman.

“Aku pun sama, tempat ini sangat tenang dan nyaman.” Kataku tersenyum.

“Ne, kau benar. Eumm, Kira-ssi aku ingin ke kantin sebentar membeli minum, kau ingin menitip sesuatu?” Tawar Sehun.

Aku berpikir sebentar  “Sepertinya aku ingin softdrink.”

“Baiklah kalau begitu, kau tunggu saja disini ne?” aku mengangguk paham. Aku melanjutkan membaca buku yang sedang ku pegang. Tidak lama kemudian Sehun pun datang membawa softdrink. Ia memberikan salah satu softdrink itu padaku.

“Gomawo Sehun-ssi.” Kataku sambil tersenyum .

“Ne.” Balas Sehun singkat.

Author POV

Kira dan Sehun sibuk dengan buku yang mereka baca masing-masing. Tiba-tiba Sehun terkejut bukan main ketika kepala Kira terjatuh ke bahunya. Ya, ternyata Kira tertidur.

“M-mwo, Kira-ssi kau tidur?” Tanya Sehun gugup, ia tak menyangka Kira bisa tertidur dengan pose(?) posisi seperti sekarang ini.

Akhirnya karena tidak tega membangunkan Kira, Sehun membiarkan Kira tetap tertidur di bahunya karena bel istirahat berakhir masih cukup lama berbunyi. Sehun mencoba untuk menenangkan jantungnya yang sejak tadi berdetak dengan kencang, ia berharap Kira tidak terbangun karena mendengar suara detak jantungnya.

Tidak jauh dari tempat itu, terlihat seorang namja jangkung berjalan dengan santainya. Ternyata ia menuju ke arah Taman tempat Sehun dan Kira berada sekarang, tetapi ia menghentikan langkahnya ketika melihat pemandangan yang cukup mengejutkannya.

“Mereka berpacaran?” gumam namja itu. Kemudian ia berputar arah, tidak melanjutkan langkahnya ke tempat yang ia ingin tuju. Di pikirannya masih berkelebat tentang kejadian yang baru saja ia lihat tadi.

Bel masuk tersisanya 5 menit, dengan berat hati Sehun pun membangunkan Kira yang masih dengan pulasnya tidur di bahu Sehun.

“Kira-ssi ireona, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.” Sehun menggoyang-goyangkan tangan Kira pelan. Kira pun menggeliat dan mengangkat kepalanya dari bahu Sehun. Sepertinya ia masih belum sadar sepenuhnya. Ia mengosok-gosok matanya dengan polosnya, sehingga membuatnya terlihat sangat cute dan tentunya membuat Sehun gemas.

“Aigoo, apakah aku tertidur di bahumu?” Tanya Kira memastikan dugaannya. Sehun pun mengangguk.

“Ahh Sehun-ssi, jeongmal mianhae karena…” belum sempat Kira selesai berbicara Sehun memotongnya “Gwenchana, kajja sekarang kita kembali ke kelas.” Ajak Sehun kemudian, ia berjalan lebih dulu dan kemudian Kira menyusulnya.

Kira dan Sehun memasuki kelas bersamaan, Sujin yang melihat hal itu sedikit mengerutkan keningnya.

“Wae? Kenapa melihat kami seperti itu?” Tanya Kira pada Sujin. Kira sudah duduk ditempatnya tepat di samping Sujin dan Sehun duduk di belakang Kira.

“Anni, aku hanya berpikir akhir-akhir ini kalian sering bersama. Apa kau dan Sehun…” Ucapan Sujin terhenti karena ia mendapat tatapan yang tak mengenakan dari Kira.

“Kenapa berhenti? Lanjutkan saja.” Kata Kira masih dengan tatapan yang sama.

“A-aniyo tidak jadi, hehe”

“Aku tau apa yang kau pikirkan Sujin-ah. Jangan berpikiran yang macam-macam, kami hanya berteman, arraso?”

“Hemm, arraso.”

Sehun yang berada di belakang mereka hanya diam menyimak pembicaraan 2 yeoja yang ada di hadapannya sekarang, di dalam hati Sehun berharap suatu hari nanti ia dan Kira bisa menjadi lebih dari teman.

~~~

Pulang Sekolah

Kira sudah selesai merapikan buku-bukunya, sedangkan Sujin masih duduk termenung menatap hasil ulangan dadakan tadi yang menurutnya kurang memuaskan.

“Yaak, Sujin-ah kau tidak pulang?” Tanya Kira yang kini sudah berdiri.

“Ani.” Jawab Sujin pelan.

“Aigoo, Sujin-ah kau berlebihan, nilaimu itu sudah sangat memuaskan kenapa kau masih belum puas juga?” Kira cukup kesal melihat kelakuan Sujin sekarang, penyakit SMP Sujin ternyata masih belum hilang. Sujin hanya diam tak menghiraukan ucapan Kira.

Kira berdecak kesal “Ck, kau ini tidak pernah berubah.”

“Biaklah kalau begitu aku dan Sehun pulang duluan ne? Annyeong. Sehun-ah kajja kita pulang.” Kira berjalan keluar kelas kemudian Sehun mengikuti di belakang.

“Kau dan Sehun benar-benar seperti sepasang kekasih Kira-ya.” Gumam Sujin ketika melihat Kira dan Sehun sudah keluar dari kelas.

“Aigoo, aku tidak habis pikir Sujin masih saja seperti di SMP selalu mengeluh jika nilainya tidak sempurna.” Gerutu Kira kesal dengan sahabatnya yang satu itu.

Sehun tersenyum mendengar gerutuan Kira. “Memangnya berapa nilai yang Sujin dapatkan tadi?”

“Eumm, 99.” Jawab Kira. Sehun menoleh kearah Kira, ia cukup terkejut.

“Mwoya? Kenapa tanggung sekali.” Ucap Sehun cukup miris.

“Ne, kau benar dan itulah yang membuat Sujin sangat menyesal karena tidak hati-hati saat mengerjakan ulangan tadi.” Jelas Kira.

“Akupun juga pernah mengalami hal seperti itu dan itu memang sedikit menyakitkan. Kau pernah?”

“Heumm, ne tentu saja. Awalnya memang menjengkelkan namun aku bertekad agar di ulangan berikutnya akan lebih baik lagi.” Terangnya sambil tersenyum.

Mereka terus berbincang sepanjang koridor, hingga akhirnya ada seseorang yang menghampiri keduanya. Kira sedikit tidak senang bertemu dengan orang tersebut.

“Waeyo sunbae?” Tanya Kira sopan.

“Kau di tunggu Jung saem di ruang  musik sekarang juga.” Kata Jiyoo yang ternyata adalah orang yang menghampiri mereka. Kira sebenarnya sedikit bingung karena yang ia tahu ia tidak memiliki urusan dengan Jung saem.

“Ahh, arraso. Kalau begitu aku akan kesana sekarang. Gomawo karena sudah memberi tahu, sunbae.” Jiyoo menatap Kira sebentar dan kemudian pergi.

“Eumm, Sehun-ssi kau pulang duluan saja ne? Mungkin aku akan lama.”

“Gwenchana, aku akan menunggumu.”

“Aniyo, kau pasti memiliki kegiatan juga, akan merepotkan jika kau menungguku. Nan gwenchana, aku bisa pulang sendiri nanti.” Ucap Kira meyakinkan Sehun. Ia tidak ingin merepotkan Sehun.

“Baiklah kalau begitu, aku pulang duluan ne?” Pamit Sehun.

Kira menganggukkan kepalanya sambil tersenyum “Hemm,, Annyeong~”

Kini Kira sudah berada di depan ruang musik, kemudian ia memasuki ruangan itu. Kira memperhatikan ruang itu dengan seksama “Dimana Jung saem?” Gumamnya.

BLAMMM

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang ditutup dengan keras. Sontak Kira menoleh kearah pintu yang kini sudah tertutup. Ia berlari kearah pintu itu dan mencoba untuk membukanya namun ternyata pintunya terkunci.

“Mwoya, terkunci?” gumam Kira sangat terkejut.

“Arghh..nan baboya, sunbae itu pasti yang melakukan ini. Kenapa aku dengan mudah mempercayai ucapannya.” Kesal Kira pada dirinya sendiri.

“Sekarang apa yang harus ku lakukan?” gumamnya lagi. Ia berjalan membolak-balikkan badannya sambil terus berpikir.

Semua siswa sudah pulang, hanya beberapa orang saja yang masih berada di lapangan basket namun karena ruangan musik cukup jauh dari lapangan basket akan percuma bila Kira berteriak meminta bantuan. Handphone? Kira tidak membawanya hari ini. Karena tidak tahu apa yang harus di lakukan, Kira pun pasrah menunggu sebuah keajaiban datang.

Hampir 3 jam Kira berada di ruangan musik itu. Tiba-tiba saja ia ada seseorang dari luar mencoba untuk membuka pintu.

“Mwo? Kenapa terkunci?” gumam orang itu bingung.

“Gitarku masih ada di dalam.ck” decaknya kesal. Kemudian ia pergi dari tempat itu namun terhenti oleh teriakan Kira dari dalam.

“Yaaa,, seseorang yang diluar tolong buka pintunya.”

“Mwo? Siapa itu?” gumamnya sambil kembali menuju ruang musik.

“Heyy,, siapa kau?” teriaknya dari luar.

“Aku Kira, tolong bukakan pintu ini.” Balas Kira berteriak dari dalam.

“Mwo? Yaak, monyet kecil apa yang kau lakukan di dalam sana? Cepat keluar.”

“Monyet kecil? Aisss,, ini pasti sunbae gila itu.” Gumam Kira pelan.

“Yakk, sunbae gila yang babo. Jika pintunya tidak terkunci aku akan keluar dari tadi.” Teriak Kira begitu kesal, ia tidak menyangka sunbae yang populer disekolahnya ini begitu bodoh.

“Mwo? Apa kau bilang barusan? Gila?babo? Beraninya kau mengataiku seperti itu” Kesal Chanyeol yang tidak terima dikatai gila dan babo.

“Karena itu memang kenyataan kan. Aisshh, sunbae palli buka pintunya.” Teriak Kira lagi sambil menggedor-gedor pintu dengan keras.

“Yakk, monyet kecil yang babo. Jika aku memiliki kunci ruangan ini, aku akan membukanya sejak tadi.” Balas Chanyeol mengikuti ucapan Kira.

“Mwo? Itukan kata-kataku tadi, dasar tidak kreatif~~~ aaaarghh,, sunbae palli buka pintunya.”

“Jika aku tidak mau bagaimana?”

“Ck,, sunbae ini benar-benar membuatku gila. Ottokhae?? Apa yang harus ku lakukan” batin Kira.

Tiba-tiba ia melihat sebuah gitar dengan inisial PCY terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kira langsung tersenyum licik dan tau apa yang harus ia lakukan sekarang.

“Aku akan mematahkan gitar jelekmu ini jika kau tidak membukakan pintu ini sunbae.” Kini giliran Kira yang mengancam. Mendengar ucapan itu Chanyeol sangat terkejut bukan main, pasalnya gitar itu sangat berharga baginya.

“Heyy, awas saja jika kau berani menyentuh gitar itu. Kau tidak akan selamat monyet kecil.”

“Jika kau ingin gitar ini aman, cepat temui satpam sekolah dan minta kunci ruangan ini. Palli~~”

“Aisss,, arraso arraso.” Pasrah Chanyeol akhirnya, ia segera melesat pergi mencari satpam sekolah yang biasanya sedang berkeliling memeriksa keadaan sekolah.

Beberapa menit kemudian Chanyeol datang dengan membawa kunci ruang musik ditangannya. Ia dengan cepat membuka pintu tersebut setelah itu ia segera masuk dan langsung mengambil gitarnya yang terletak diatas sebuah meja.

“Yeayyy,, aku bebas.” Girang Kira yang kini sudah berada di luar ruang musik.

“Kau tidak melakukan apa-apa terhadap gitarku kan?” Tanya Chanyeol tiba-tiba yang sekarang berada di belakang Kira. Hal itu tentu saja membuat Kira terkejut. Ia kemudian membalikkan badannya kearah Chanyeol.

“Tenang, tadi aku hanya mengancammu saja.” Jawabnya santai.

“Wae? Kau terlihat takut sekali sunbae” Ejek Kira sambil tertawa meremehkan.

“Sudah puas kau tertawa, monyet kecil?” Perkataan Chanyeol barusan sontak membuat Kira menghentikan tawanya.

“Kenapa kau bisa terkuci didalam?” Tanya Chanyeol penasaran.

“Molla, tanyakan saja pada yeojachingumu itu.” Jawab Kira malas, ia menjadi kesal mengingat sunbae itu (Jiyoo).

Awalnya Chanyeol bingung siapa yang Kira maksud, tapi tidak lama ia pun tahu bahwa yang Kira maksud adalah Jiyoo.

“Maksudmu Jiyoo? Dia bukan yeojachinguku lagi.” Sahut Chanyeol mengelak.

“Ahh iya, aku lupa akan hal itu.” Ucap Kira kemudian ia berjalan pergi.

“Yakk, kau mau kemana?” Teriak Chanyeol yang melihat Kira sudah mulai berjalan.

“Tentu saja pulang.” Balas Kira sambil terus berjalan menuju gerbang sekolah.

“Yakk, bahkan kau belum mengucapkan terima kasih padaku, dasar tidak sopan.” Kesal Chanyeol.

Kira menghentikan langkahnya dan kemudian berbalik “Gamsahamnida sunbae.” Ucap Kira sambil membungkukkan badannya 90o. Setelah itu ia kembali melanjutkan jalannya.

“Aigoo, bocah itu kenapa begitu menyebalkan.ck” Decak Chanyeol kesal. Kemudian ia pergi sambil membawa gitarnya.

~~~

Kira masih dengar sabarnya menunggu datangnya bus dihalte. Langit terlihat mulai jingga menandakan bahwa sebentar lagi matahari akan terbenam.

“Kenapa busnya lama sekali.” Gumam Kira pelan.

Tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan halte bus tersebut.

“Hey monyet kecil.” Sapa orang itu pada Kira yang sedang menunduk. Kira menoleh dan menatap orang itu dengan wajah malas “aigoo kenapa harus bertemu sunbae gila ini lagi” gerutu Kira di dalam hati.

“Mwoya?” Balas Kira ketus. Ia merasa sangat sial karena bertemu lagi dengan sunbaenya yang satu ini.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Chanyeol penasaran. Kira memutar bola matanya sebal karena menurutnya itu adalah pertanyaan yang sangat konyol.

“Hey sunbae gila yang babo, ini halte bus, tentu saja aku disini untuk menunggu bus.” Jawab Kira sambil menahan kekesalannya. Di dalam hati Kira berharap bus berikutnya segera tiba.

“Yakk, berhenti mengataiku gila dan babo. Sekali lagi kau mengataiku seperti itu, kau akan tau akibatnya” Ancam Chanyeol.

“Tidak akan. Semakin lama kau memang semakin tidak waras dan babo. Lagipula untuk apa kau kesini hah?” Sahut Kira.

“Aigoo, aku sedang malas berdebat denganmu. Lebih baik kau ikut aku, aku akan mengantarmu.” Ajak Chanyeol akhirnya. Kira mengerutkan keningnya bingung.

“Mwoya? Kau mengajakku pulang bersama? Shireo, lebih baik aku naik bus dibanding denganmu.” Tolak Kira mentah-mentah.

“Kuberi tahu kau monyet kecil, di jam seperti ini tidak akan ada bus yang berhenti disini.” Bohong Chanyeol, ia mengatakan dengan mimik yang sangat meyakinkan.

“Jinjja? Omo~ bagaimana aku bisa pulang cepat?” Kata Kira dengan wajah cemas.

“Sudah ku bilang kau ikut saja denganku.” Bujuk Chanyeol.

“Shireo~ lebih baik aku pulang berjalan kaki.” Kira yang kesal langsung saja berdiri dan bersiap pergi dari sana, namun dicegah oleh Chanyeol yang kini sedang mencengkram tangannya.

“Yakk, sunbae lepaskan. Kalau tidak, aku akan berteriak.” Seru Kira sambil mencoba melepaskan cengkraman Chanyeol.

“Mwo? Kau pikir aku ini seorang penjahat yang akan menculikmu?” Kata Chanyeol tak habis pikir.

“Tolong~ tolong~ orang ini ingin menculikku, tolong~” Teriak Kira tiba-tiba membuat Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja hoobaenya ini lakukan.

Chanyeol segera menyekap menutup mulut Kira yang sejak tadi tidak henti-hentinya berteriak minta tolong, ia khawatir orang-orang akan berpikir ia benar-benar seorang penculik.

“Hmmppp,,hmmpp..” Kira mencoba memberontak namun tenaganya tidak sekuat Chanyeol, akhirnya ia menginjak kaki Chanyeol sekuat mungkin sehingga membuat Chanyeol mengaduh kesakitan dan melepaskan tangannya dari mulut Kira.

Setelah itu Kira memukuli Chanyeol sejadi-jadinya melampiaskan kekesalannya.

“Kau memang gila sunbae, aku hampir mati karena sulit bernapas.issss..” Kira terus saja memukuli punggung Chanyeol. Chanyeol hanya diam pasrah, ia juga tidak merasa kesakitan karena menurutnya pukulan ini kurang lebih sama dengan pukulan keponakan-keponakannya.

“Aku membencimu sunbae, aku membencimu~.”

“Aigoo, yeoja-yeoja zaman sekarang memang sangat menyeramkan.” Gumam seorang namja yang kebetulan melewati halte bus tersebut, disampingnya ada seorang yeoja yang kini sedang menatapnya tajam.

“Apa maksud perkataanmu tadi eoh?” Tanya yeoja itu masih dengan tatapan tajamnya.

“A-aniya chagi.” Jawab namja tersebut gugup karena tatapan tajam yeojanya itu.

Back to Chanyeol-Kira

“Ughhhh, kau menyebalkan sunbae.” PLAKK tanpa sengaja Kira menampar pipi Chanyeol. Kira maupun Chanyeol sama-sama terkejut, Chanyeol tidak menyangka Kira akan menamparnya (lagi) dan Kira merasa sedikit bersalah karena ia benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu.

“Appoyo.” Ringis Chanyeol sambil memegangi pipnya yang kini memerah. Chanyeol menatap tajam kearah Kira. Kira sedikit takut dengan tatapan itu, perasaannya mulai tidak enak, sama seperti dulu (ketika di mos).

“Mwoya? Aku tidak sengaja melakukannya, lagipula salahmu karena sudah membuatku kesal.” Ucap Kira sebisa mungkin bersikap santai, namun Chanyeol masih memandangnya dengan tatapan yang sama.

“Yakk, berhenti menatapku seperti itu.” Ucap Kira mulai kesal pasalnya Chanyeol hanya terus diam sambil menatapnya tajam.

“Aisshh.. arasso arasso, mianhae sunbae, karena aku telah menamparmu yaa walaupun itu tidak ku sengaja. Sekarang hentikan tatapanmu itu sunbae, kau membuatku….” Chu~

Ucapan Kira terhenti karena Chanyeol sudah menciumnya terlebih dahulu. Kira terdiam mematung, sepertinya saraf dan ototnya berhenti bekerja sejenak.

“Akhirnya aku bisa membuatmu berhenti mengoceh.” Ucap Chanyeol setelah melepas ciuman yang cukup lama tadi, yaa tidak terlalu lama tapi setidaknya lebih lama dari ciuman ketika MOS.

Diam mematung, itulah yang Kira lakukan sekarang. Chanyeol menjadi heran karena ia tidak melihat reaksi redoks  apapun dari Kira.

“Heyy,, kau masih hidup?” Tanya Chanyeol sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Kira, namun Kira masih saja tak merespon.

Chanyeol yang masih bingung akhirnya menarik masuk Kira kedalam mobilnya. Kira yang kini sudah duduk di mobil Chanyeol masih saja diam.*kesambet ni anak xD

“Kisseu season 2. Hahaha..” Kata seseorang yang berada tidak jauh dari halte bus, ia menatap sebuah photo di handphonenya yang baru saja ia ambil sambil tertawa puas.

TBC

Wuooo~~

Jeongmal gomawo buat kalian semua yang sudah mau baca dan komen, gomawo juga buat yang sudah mau nunggu ff ancur ini. Mianhae karena author gak nepatin janji buat lanjutin habis UKK, soalnya author sibuk banget, banyak tugas, apalagi sekarang udah kelas 12 jadi harus fokus belajar. Ini dia part 3nya, maaf kalau tidak memuaskan dan pendek, soalnya ini otak udah ngestuck banget, gak tau mau lanjutin kayak gimana dan akhirnya jadilah seperti ini, gaje banget dan typo banyak juga -__- Maaf banget yaa readers.

Untuk part 4 gak janji bakalan cepat yaa, tapi pasti bakal dilanjut kok.

Inikan author bikin masih dalam suasana lebaran Idul Adha jadi author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H. Mohon Maaf Lahir & Batin yaa buat semuanya J

Komen yaa ^^

Kritik & saran ditunggu~

42 pemikiran pada “Candy’s Kiss (Chapter 3)

  1. Hai..haii
    saya author yg bikin ff ini..
    Maaf sebesar”nya buat kalian para reader yg udah baik bgt mau baca ff abal” ini 😂😭
    makasih ya udah mau baca ff abal ini tapiii,,
    Saya benar” minta maaf karna gak bisa lanjutkan ff ini. Sekarang saya udah gak korea”an lagi, udah berenti jadi kpopers, udah berenti main bias”an..pkoknya all about korean deh. Tapi sblum berenti emang ff ini belum kelanjut sihh 😣

    Maaf banget yaaaaa readers..huhuhuu sebenarnya saya juga berat ngelepas ini semua #helehh tapi emang udah saatnya yaaa #malahcurhat –‘

    Okeyy..jgn bersedih yaa readers karna saya pengen kasih kesempatan buat kalian yg tertarik u/ lanjutin ff saya ini.. habis gak tega saya kalian yg penasaran sma lanjutannya, makanya saya pengen ada yg mau lanjutin ff ini.. Ettt,,tapi ada syarat nya yaa..

    1. Bener” punya niat, serius & ikhlas u/ lanjutin nya.
    2. Kalo bisa udah berpengalaman nulis ff, bahasanya yg baku yaa, krna jujur klo saya emg gak punya pengalaman nulis ff, klo ff ini kan coba” aja makanya abal” gini hehe
    3. Punya bnyak waktu luang, jadi bisa cepat di publish dan cepet juga endingnya.. jgan kyak saya yg php ini.hiks 😢
    4. Harus sampe ending yaaaa..

    Teruss apalagi yaa..heemmm.. intinya itu aja dlu ya. Yg lain nnti bisa ditanyain lagi.

    Yang berminat langsung aja yaa hubungi saya keeee..kee mana yaa? Lgsung dtangin kerumah aja kali yaa? Saya di pulau Borneo wkwk #kidding
    Hubungi aja saya di wp ini apalahinisaya.wordpress.com/ komen aja yaa di hello world nya.. untuk pin bb dll ntar psti saya kasih,,,

    Dadah semuaaa~ salam tersayang buat kalian semua 😊 :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s