The Prince and Ms Pauper (Chapter 7)

Title: The Prince & Ms Pauper (TPMP), Part 7 : Baek Hyun’s Story

PicsArt_1386851734488

Author : Kunang | Main Cast : Baek Hyun (EXO-K), Yoo Ra (OC), Dae Hyun (B.A.P)| Support Cast: Kris (EXO-M), Chan yeol (EXO-K), Kai (EXO-K), Ji Yeon (T-Ara), Bo Eun (OC), Min Ki (OC) & the others, find by your own | Special Cast : Lu Han (EXO-M) | Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4Chapter 5 | Chapter 6

Summary :Like Aristotle said “Love isn’t something you find. Love is something  that finds you”.Kang Yoora, seorang yeoja kutu buku berkacamata, kalau bisa memilih dia tidak ingin terlibat hubungan dengan namja kaya dan hanya ingin melewatkan hari-harinya semasa senior high dengan tenang. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sang Pangeran Sekolah yang biasa mengacuhkannya berbalik menyukainya dan mulai menginvansi hidupnya?

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF.

=====|| Baek Hyun PoV || ======

Flashback ( 8 Tahun Sebelumnya – Baek Yeol @4th Year of Elementary School)

Di suatu sore, di musim semi

@Halaman Love & Care Orphanage

           

            Saat itu adalah sore yang sangat cerah. Langit yang berwarna kebiruan terlihat bersih dengan sedikit awan seputih kapas. Beberapa burung berterbangan berputar-putar mengelilingi gedung tua yang masih tampak kokoh. Seharusnya ini menjadi sore yang menyenangkan, Chan Yeol sahabat terbaikku selain Lynn telah berjanji akan mengajak aku dan Lynn menerbangkan layang-layangan yang orang tua nya peroleh sebagai oleh-oleh dari luar negeri. Layang-layangan itu hebat sekali! Berbentuk kupu-kupu raksasa dengan sayap  berwarna-warni bagai pelangi. Tapi… sayang sekali, si bodoh itu malah mendadak akan pindah rumah, ya Park Chan Yeol akan pindah ke Seoul.

            “Oppa… apa kau yakin Chan Yeol oppa akan datang?” Tanya seorang gadis kecil berambut ikal yang duduk di ayunan sebelah ku, dia mengayunkan ayunan nya tanpa semangat.

            “Tenang saja Lynn! Chan yeol sudah berjanji akan datang, jadi dia pasti datang” kata ku sambil menganguk yakin dan tersenyum lebar padanya. Gadis di samping ku langsung tersenyum lebar walau aku tahu ada gurat kesedihan yang tampak sejak beberapa hari lalu, saat Chan Yeol memberi tahu kami kalau dia akan pindah rumah sekaligus sekolah.

            Sebenarnya aku agak ragu apakah Chan Yeol akan datang. Tak sengaja tadi siang aku mendengar percakapan orang tua nya yang datang ke sekolah dengan guru, jelas sekali kalau malam ini juga mereka harus pindah ke Seoul. Padahal si happy virus itu bilang kalau akan pergi setelah akhir minggu ini, bukan sekarang—sekarang masih hari Rabu! Tapi aku tak memberi tahu Lynn, aku tidak mau dia tambah sedih.

            “AAAHHH!!!! ITU CHAN YEOL OPPA!! DIA MEMBAWA LAYANGANNYA!!”

            Mata ku melebar tak percaya saat si giant itu berlari ke arah kami, dia menenteng layangan kupu-kupunya yang hampir sebesar tubuhnya yang lebih tinggi dibanding dengan ku dan Lynn . Di kejauhan aku bisa melihat sepasang suami istri yang tak lain orang tua Chan Yeol menggeleng-gelengkan kepala menatap kami yang sedang heboh mengagumi layang-layangan Chan Yeol. Hanya perlu waktu kurang dari 15 menit kami sudah bisa menerbangkan layang-layang raksasa itu.

            “Maafkan karena aku terlambat sobat!”  Chan Yeol nyengir padaku, dan langsung aku pura-pura memiting kepalanya, dasar dia sudah membuatku khawatir! Sedangkan Lynn masih sibuk mengendalikan layang-layang yang sudah membumbung dilangit seorang diri, kali ini dia terlihat sangat bahagia.

            Syukurlah, rasanya sudah agak lama melihat Lynn tersenyum seperti itu, padahal dia harusnya bahagia karena sudah memiliki keluarga baru. Ya, Lynn adalah anak yatim piatu yang sebelumnya tinggal bersama ku dan anak lainnya di panti asuhan ini.

            “Seharusnya kau minta maaf pada Lynn, dia benar-benar khawatir kau tidak datang” Kata ku sambil memukul dadanya ringan, Chan yeol mendengus dan balik pura-pura memukul ku. Menirukan gaya salah satu pemain smack down yang diam-diam kami tonton di rumah Chan Yeol.

            “YAAA!! OPPADEUL!! Berhentilah bermain-main!! Layangan nya hampir jatuh!”

            “Hahhahahha jjankam!” teriakku, masih terengah-engah setelah mengelak dari pukulan-pukulan ringan Chan Yeol

            “Baek—aku akan pergi malam ini”

            “Aku sudah tahu” kemudian aku menunjuk ke arah Lynn yang masih heboh memainkan layang-layangnya “Kau sudah beritahu Lynn?”

            Chan yeol menggeleng, kemudian dia memegang pundakku dengan kedua tangannya. Matanya yang jernih menatapku “Saat pulang akan kuberitahu Lynn, dan lagi Baek— berjanjilah padaku, tolong jaga Lynn”

            Aku mengerjapkan mataku, bingung dengan ekspresinya yang tiba-tiba serius. Menjaga? Menjaga dari apa? Tapi aku tidak terlalu memikirkannya dan hanya menganguk. Chan yeol terlihat lega.

            “Kau tahu?” Chan Yeol menggaruk tengkuknya “Ntah mengapa, aku merasa—“

            “YAAA!! OPPADEUL!!! KENAPA KALIAN MASIH DISANA??!! TOLONG AKU!!”

            Chan Yeol tertawa dan kemudian menarik tangan ku “Kajja! Kita bantu si pabo itu! Bisa –bisa layang-layangan aku rusak kalau dimainkan dengan cara seperti itu”

            Dan begitulah, sore itu kami menghabiskan waktu bersama. Aku, Chan Yeol, dan Lynn, masih tertawa bersama, walau ketika malam menjelang Lynn menangis karena mengetahui Chan Yeol pergi. Dan ketika Chan Yeol pergi, persahabatan ku dan Lynn tidak pernah sama lagi.

Dan lagi, tanpa sadar aku benar-benar melupakan janjiku untuk menjaga Lynn.

 

Dua minggu Kemudian

@Kelas 4A

 

            “Sorry Lynn, sebentar lagi aku ada latihan baseball dengan sekolah lain, kau bisa pulang sendiri kan?” kata ku sambil melirik sekilas gadis yang sekarang sudah berdiri tepat di depan meja ku, meja paling depan. Aku masih sibuk mengerjakan tugas dari seonsaengnim, dan sudah jadi kebiasaan ku tidak membawa PR ke rumah.

            “Tapi oppa… aku…”

            “Oh ayolaahh, kau kan bisa bermain dengan ‘oppa’ baru mu itu, siapa namanya?” kata ku agak acuh, sebenarnya aku masih sedikit iri karena sejak tiga minggu lalu (seminggu sebelum Chan Yeol  pindah ke Seoul) akhirnya ada yang mengadopsi Lynn. Sepasang suami istri kaya raya yang terlihat baik, mereka memiliki seorang anak laki-laki yang berumur sekitar beberapa tahun di atas aku dan Lynn. Aku merasa senang untuk Lynn karena dia berhasil mendapatkan keluarga, tapi sejujurnya aku merasa iri, aku masih tidak tahu dimana keluarga ku berada.

            Aku benar-benar tidak menyadarinya, persahabatan ku dan Lynn perlahan berubah. Aku pikir Lynn butuh waktu bersama keluarga dan sahabatnya sedangkan hobi ku bermain dengan teman laki-laki ku yang sebaya membuatku semakin jarang bersama Lynn.

            “Oppa… ada yang mau aku bicarakan”

            “Aku sedang sibuk Lynn, lain waktu ya” kata ku tanpa masih belum menatapnya, soal matematika ini cukup sulit juga

            “Kau selalu berkata ‘lain waktu’ hiks..”

            “Hmm?” aku mengerjapkan mata, agak bingung dengan nada suara Lynn yang terdengar seperti hampir menangis. Akhirnya aku menatap gadis itu. Gadis yang sama yang beberapa minggu lalu masih tinggal bersama ku di panti asuhan, tapi kenapa kali ini dia terlihat lebih kurus dan pucat?

            “Lynn kau sakit?”

            Lynn menggeleng cepat “Oppa.. sebenarnya aku, aku ingin—“

            “Rupanya kau disini Bacon!!” seorang anak seumur dengan ku yang telah memakai kaos olahraga tiba-tiba muncul, diikuti beberapa anak lainnya. Refleks aku langsung melirik jam, bukannya latihan masih setengah jam lagi -_-“, sudah heboh saja!

            “Hahahhaha Minseok hyung kau masuk sekolah ya?! Aku pikir kau bolos haha” canda ku saat seorang namja cute menghampiriku, dia langsung menjitakku ringan.

            “Hei… kalau sudah selesai pr nya, aku lihat ya ya yaaa???” pinta salah satu temanku yang lain, aku langsung menjulurkan lidahku

            “Andwae! Kerjakan sendiri L!”

            “Ayoo!!! Ayooo!!! Sudah! Simpan saja PR nya besok lagi! Kita pemanasan!” sekarang cowok yang tak lain adalah kapten tim baseball kami malah merebut buku tugasku “Waahh.. kau pintar juga, sepertinya jawaban mu benar semua”

            “YAAA!!! SUHO HYUNG!”

            “Ahahhahhaa… coba ambil kalau bisa!” Suho melemparkan buku ku ke teman ku yang lain, dan aku hanya pura-pura marah melihat ulah mereka. Dan setelah beberapa saat, aku menyadari ada sesuatu yang kulupakan.

Lynn?!

            “Mana Lynn?” mataku mengerjap ke sekeliling kelas, tapi gadis kecil itu tak ada dimanapun. Entah mengapa aku merasa cemas, aku harus mencari gadis itu! Tanpa ragu aku langsung berdiri dari kursi ku dan berlari ke arah pintu.

            “BACON KAU MAU KEMANA?!”

            “Aku pergi sebentar!” kataku  sambil membanting pintu kelas, berharap menemukan Lynn masih menunggu ku di depan gerbang seperti biasa. Oh ya, sudah beberapa minggu ini aku tidak pulang bersama Lynn, tapi kalau dulu biasanya ada Chan Yeol yang pulang bersamanya.

            “Lynn….” Langkah ku langsung terhenti saat mencapai lobi sekolah, dari sini aku bisa melihat dengan jelas Lynn dijemput dengan mobil oleh oppa barunya itu. Lynn masuk ke dalam mobil itu dan sebelum aku sempat melangkah mengejar, mobil itu sudah melaju.

            “YAA!! Kau kenapa sih Bacon? Mau tiba-tiba bolos latihan ya?!” L yang ternyata mengejarku mengusap peluh di dahinya. Aku tertawa kecil, menertawakan diriku sendiri untuk meyakinkan dalam hati kalau aku hanya mengkhawatirkan Lynn tanpa alasan. Ya, lagi pula Lynn sudah punya keluarga baru kan? Sedangkan aku sebagai sahabatnya tidak bisa lagi memonopolinya.

Aku harap Lynn baik-baik saja

================|| ================

Beberapa Hari Kemudian

Kelas 3ª, Elementary School

 

            BRAKKKK *suara pintu dibuka agak kasar*

            “LYNN??!!!” aku menatap tajam satu persatu penghuni kelas 3 A yang terlihat sudah bersiap-siap untuk pulang. Wali kelas mereka, Yoo seonsaengnim menatapku bingung, tapi aku tak peduli. Mataku tetap mencari sosok Lynn yang sudah beberapa hari ini tidak kulihat, jantungku berdetak lebih cepat saat menyadari aku tak bisa melihat gadis itu dimanapun.

            “Baek Hyun ah, kau mencari Ji Hee?” Yoo seongsangnim menghampiriku, aku menganguk cepat. Ji Hee adalah nama pemberian Bong Seon eomma di panti asuhan, tapi aku dan Chanyeol lebih suka memanggilnya Lynn, nama aslinya. Lynn sama sepertiku, dia tidak mempunyai keluarga. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan saudaranya menitipkan dia di panti asuhan. Satu satunya peninggalan dari orang tuanya adalah kalung perak dengan liontin berbentuk hati bertuliskan ‘Lynn’ yang melingkar di leher mungilnya.

            “Anak-anak, jangan pulang dulu ya! Ingat tunggu bel berbunyi!” kata Yoo seonsaengnim tegas, namja setengah baya itu pun kemudian menghampiriku dan merangkul bahuku “Ayo Baek, kita berbicara di ruang guru”

            Aku masih tak bergeming “Seonsaeng, dimana Lynn? Apa seonsaengnim tahu.. kalau Lynn…” aku tak bisa melanjutkan kata-kata ku, aku teringat dengan surat yang kuterima dari Chan yeol minggu lalu. Surat yang kutunda untuk membacanya hingga hari ini. Tak sengaja mataku bertatapan dengan Han Bo Eun, dia adalah sahabat perempuan Lynn yang paling dekat. Bo Eun dan Chanyeol sudah menceritakan semuanya pada ku, suatu rahasia yang sama sekali tidak kuketahui. Mungkin aku yang terlalu buta selama ini.

            Lynn tidak pernah bahagia dengan keluarga barunya, bahkan dia sangat menderita

            Yoo Jae Seok seongsaengnim menepuk bahuku, mengisyaratkan aku agar mengikutinya. Dengan tatapan kosong aku mengikutinya, masih teringat surat yang ditulis oleh Chan Yeol.

 

To : Bacon

            Whatsupp! Aku telah sampai di Seoul dan sudah beberapa hari ini sekolah disini, kau tahu Se Kang Elementary School? Daddy ku menjadi ketua yayasannya, dan aku yakin hanya tinggal waktu saja dia menjadi pemilik yayasan.

            Sebenarnya aku ingin bercerita lagi tentang keadaanku disini, tapi itu tidak penting. Bagaimana kabar mu dan Lynn? Aku yakin kau baik-baik saja, tapi Lynn? Bacon~ ah, kau ingat janji mu untuk menjaganya kan?

            Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini dari dulu, tapi Lynn melarangku. Dia tidak ingin kau sedih atau terlibat, aku sendiri mengetahuinya secara tidak sengaja. Suatu hari saat aku menjemput Lynn di rumah keluarga barunya, aku melihat dia didorong oleh eomma tirinya sampai jatuh. Akhirnya Lynn mau berbicara padaku kalau keluarga barunya sering memperlakukan dia dengan buruk, dari luar mereka terlihat seperti keluarga baik-baik tapi ternyata mereka semua ‘sakit’. Ayahnya seperti punya kepribadian ganda, di depan semua orang dia baik pada Lynn tapi di rumah dia sering memperlakukan Lynn seperti pembantu. Ibunya seorang pemabuk yang pencemburu, dia sering memukul Lynn dan kakak tirinya, mungkin dia terlihat normal tapi aku mempunyai firasat buruk terhadapnya.

            Lynn selalu berkata kalau dia baik-baik saja, asalkan aku atau kau selalu bersamanya. Tapi kali ini aku tak bisa menjaganya lagi, aku harap kau bisa menjaga Lynn. Aku sudah mencoba menceritakan masalah ini pada orang tua ku, tapi mereka malah menertawakanku karena mereka yakin kalau keluarga baru Lynn adalah orang baik-baik.

            Tolong jangan beritahu Lynn kalau aku menceritakan semua ini, oya cepat balas surat ku ini oke?!

Your Georgeous & Handsome Friend

 

Park Chan Yeol

 

Aku gagal menjaga Lynn

 

“Duduklah” Yoo seonsaengnim menyodorkan kursi padaku, yang dengan agak lama akhirnya kududuki “Kau terlihat pucat, kau sakit Baekki ah?”

“Seonsaeng, kau belum jawab pertanyaan ku, apa kau tahu Lynn dimana? Apa dia pulang cepat karena sakit?”

“Lynn tidak memberitahu mu?” Yoo seongsangnim mengerjapkan matanya “Lynn sudah pindah bersama keluarga barunya tadi pagi, mereka pindah ke luar negeri”

Dan rasanya saat itu juga, hatiku mengkerut, sakit. Seolah ada yang direnggut dari diriku dengan paksa. Sahabat baikku, aku telah gagal menjaganya. Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya?

“Aku tidak tahu” jawab ku lemah, aku membungkuk dan kemudian turun dari kursi untuk kembali ke kelas ku “seonsaeng, aku akan kembali ke kelas”

Perlahan air mataku mengalir

Mianhae Lynn…seandainya aku mendengar mu saat itu, Mianhae Chan Yeol… seandainya aku membaca surat mu lebih awal, walau aku anak-anak aku yakin pasti bisa melakukan sesuatu.

“Baek Hyun oppa!!” saat itu seorang gadis kecil yang tak lain adalah Han Bo Eun berlari ke arah ku, dia terlihat panik dan memberiku selembar kertas.

“Mwoya ige?”

“Lynn meninggalkan itu di kolong meja belajarnya, dia…”

Aku membuka kertas itu, dan membacanya ….

 

‘Baekhyun oppa… tolong…. Kalau mereka terus menyakitiku seperti ini, lebih baik aku mati’

 

************* | Author PoV |**************

 Beberapa Hari Kemudian

 

Oppa! Kalau aku mati, aku ingin mati di laut saja…

Baek Hyun kecil menatap laut sore, sudah beberapa hari ini dia selalu menyempatkan pergi ke pantai sepi yang sebenarnya tidak dekat dari panti asuhan tempat tinggalnya. Sudah beberapa hari ini pula Baekhyun kecil yang selalu ceria berubah murung dan tak mau berbicara sepatah kata pun. Hati kecilnya berharap dia bisa menemukan sahabat kecilnya disana, menunggunya. Lynn sangat menyukai laut, sebenarnya itu aneh sekali mengingat orang tua nya meninggal karena tenggelam setelah kecelakaan kapal laut.

Kali ini Baekhyun tidak hanya diam dan duduk di pasir putih seperti biasa, dia berjalan terus ke arah bibir pantai seorang diri seolah ada yang menghipnotisnya. Dia sama sekali tidak menyadari kalau ada sepasang mata lincah yang sejak tadi memperhatikannya.

“HEIIII!!! TUNGGU!! BAHAYA!!!” sebuah lengan kecil menahan bahunya, membuat Baekhyun kecil berbalik tepat saat ombak laut berhasil menyapu telapak kakinya.

Ternyata yang Baekhyun kecil temukan adalah seorang gadis kecil dengan rambut panjang bergelombang, sebelah tangan mungilnya mengapit sepasang boneka beruang. Baekhyun mengerjap, baru kali ini dia melihat anak perempuan yang begitu cute di matanya bahkan jika dibandingkan oleh Lynn.

“LIHAT!!!” gadis kecil itu menunjuk ke sebuah papan bertuliskan ‘Ombak Besar, Dilarang Berenang’ yang baru saja Baekhyun sadari berada tidak jauh dari mereka “Bisa baca kan? Kalau begitu jangan dekat-dekat laut, BAHAYA!”

Baekhyun hanya diam saja saat gadis kecil itu menarik tangannya menjauhi laut, ajaib rasanya, beberapa hari ini hati nya selalu dipenuhi rasa bersalah karena tidak bisa menjaga Lynn tapi sekarang hanya karena bertemu gadis kecil ini hatinya terasa sedikit lebih nyaman.

“Disini lebih aman, o..ya dimana orang tua mu?” kata Gadis kecil itu dengan gaya sok dewasa saat mereka sudah cukup jauh dari bibir pantai, Baek Hyun hanya menggeleng membuat gadis kecil itu mengerjap bingung.

“Atau mungkin teman mu? Kau punya teman kan?”

Baekhyun tetap terdiam, teman? apa dia pantas punya seorang teman? rasanya tidak.

“Kalau begitu, aku akan jadi teman mu” kata gadis itu lagi, sepertinya dia benar-benar mengira Baekhyun kecil tidak mempunyai teman. Tapi Baekhyun sama sekali tidak menyangka kalau gadis itu akan menyodorkan sebuah boneka bearnya yang menggunakan gaun berwarna pink padanya.

“Aku cowok! Ah…” ucap Baekhyun akhirnya, namja cilik itu kaget sendiri karena akhirnya dia berbicara padahal selama ini rasanya syaraf di mulutnya sudah lumpuh.

“Hahhahahha aku tahu, tapi princess bear ini teman yang baik loh, dia akan menggantikan ku menjadi teman mu sampai nanti kita bertemu lagi” kata gadis itu lagi, Baekhyun mendengus meragukannya

 “Kau tak percaya padaku? Appa bilang ini bukan boneka beruang biasa, jika pemilik boneka ini terpisah suatu saat mereka akan ditakdirkan bertemu lagi”

“Lalu?”

“Aku ingin membuktikannya, jadi ini untuk mu!”

Baekhyun membelalakkan matanya saat gadis yang tak dikenalnya itu setengah memaksa mengambil boneka bear princessnya, benar-benar gadis yang aneh. Jadilah sekarang dengan setengah terpaksa Baekhyun memegang boneka bear itu.

“Ah… aku sudah ditunggu appa!” kata gadis itu, dan kemudian bagai angin dia menghilang begitu cepat dari tatapan Baekhyun.

Tapi satu hal yang tidak diketahui Baekhyun maupun gadis kecil itu, pemilik boneka bear couple tersebut tidak ditakdirkan bersama walau saling mencintai

FLASH BACK END

******|Still Author PoV|*****

Warning : Baekhyun masih pinjam tubuh Oh Sehun

@Masa Kini, Love and Care Orphanage

“Jadi itu lah cerita ku…” kata Baek Hyun lirih, dia menatap gadis di depannya yang sejak tadi tekun mendengar cerita masa lalunya. Sekarang setelah namja tampan itu menceritakan untuk pertama kalinya mengenai Lynn dan gadis kecil yang ditemuinya dulu, Baek Hyun makin merasa kalau Yoora adalah gadis kecil itu.

“Apa kau mendapatkan kabar mengenai Lynn?” Yoora merangkul bahu bahu namja di sampingnya, ekspresi itu, dia ingat… ekspresi khawatir itu sama dengan ekspresi gadis kecil yang memberinya boneka bear dulu.

“Yoora ya, apa… apa kah kau.. apa kau gadis kecil yang memberi ku boneka princess bear padaku dulu?” mata tajam Sehun yang sekarang digunakan oleh Baekhyun menatap Yoora dengan tajam “Boneka prince bear mu mirip dengan yang gadis itu bawa, kau kan gadis itu Ra-ya?”

“Aku…”

“Yoo Ra  ya, aku yakin itu pasti kau, kau telah menolongku! Padahal bisa saja aku tenggelam kalau kau tidak memperingatkan ku saat itu, tapi kau datang dan—“

“Baekhyun please.. aku tidak tahu!” Yoo Ra menggelengkan kepalanya dengan frustasi “Mianhae Baekhyun ah, aku.. aku tidak ingat, aku tidak tahu, aku…. Aku amnesia, aku tak bisa mengingat masa kanak-kanakku sejak ibu ku meninggal”

=====|| Baek Hyun|| ======

“Mianhae Baekhyun ah, aku.. aku tidak ingat, aku tidak tahu, aku…. Aku amnesia, aku tak bisa mengingat masa kanak-kanakku sejak ibu ku meninggal”

“Yoo Ra –ah?” aku terperangah saat menyadari sebutir air mata mengalir di Yoora, dengan segera aku menepisnya dengan ujung ibu jari ku. Apa yang aku lakukan? Tidak penting Yoora gadis kecil itu atau bukan, yang jelas sekarang dia adalah gadis yang paling aku cintai.

“Mianhae Baekhyun-ah, aku… aku malah”

Aku menggeleng dan kemudian mengecup dahinya singkat, seketika itu juga mata Yoora melebar, dia sepertinya shock dengan tindakan berani ku barusan. Harusnya dia tidak marah, aku kan mengecupnya dengan bibir adiknya sendiri.

“Aku tak peduli kau gadis itu atau bukan, yang jelas kau adalah gadis yang aku cintai saat ini dan seterusnya” kata ku mantap sambil terus menatap matanya yang sepertinya sedang melihat kemana saja selain mataku.

“Dan terima kasih telah mendengar cerita ku Yoora-ya”

“Hmm” akhirnya mata kami bertemu, rasanya agak awkward  dan Yoora pun menunduk kemudian menganguk

“Terima kasih juga karena mau berbagi dengan ku Baekhyun…hmm oppa”

Dan saat itu juga aku memeluknya dengan erat.

=====|| Author PoV || ======

Beberapa Hari Kemudian, Sekang High School

7th Day 0f 31th Day

Baekhyun : Yoo Ra, kau yakin mau kesana?

            Yoora : Tentu saja! Yaa!! Byun Baekhyun! Kau harus ingat kalau kau hanya punya waktu 21 hari lagi! kita harus membongkar siapa sebenarnya orang yang menempati tubuhmu! Dan lihat? Dia sedang sendirian saja melukis di pinggir kolam taman belakang sekolah, seperti bukan kau saja!

            Baekhyun : Beberapa hari lalu kau memanggil ku ‘oppa’! aishh bukan itu masalahnya sekarang, tapi…

Baekhyun masih tidak menyukai kenyataan Yoora berdekatan dengan namja lain, termasuk dengan orang yang telah menempati tubuhnya. Dia mempunyai firasat kuat kalau yang menempati tubuhnya sekarang adalah namja, dan namja itu sangat mengenalnya hingga bisa menirukan gaya bicara dan kelakuannya. Namja itu pasti bersungguh-sungguh ingin merebut tubuhnya, dan mungkin juga dia ingin merebut Yoora.

Yoora tidak membalas telepati bear Baekhyun dan menaruh tasnya yang berisi bear di bangku taman agak jauh dari tempat sosok Baekhyun yang masih melukis. Kepala bear dengan susah payah berhasil menyembul dari tas Yoora, bear Baekhyun terlihat jelas sangat kesal.

“Bawa aku!” kali ini Baekhyun tidak menggunakan telepati membuat Yoora mendelik tajam padanya.

“SHTTTT!!! DIAM SAJA DISINI! Serahkan padaku!” Yoora menekan kepala Bear yang tak lain adalah Baekhyun yang jiwanya saat siang hari terperangkap dalam boneka bear Yoo Ra. Dan kemudian gadis manis itu pun bergegas menghampiri Baekhyun palsu yang masih sibuk melukis, dia tidak menyadari Yoora perlahan mendekatinya. Dalam otak jenius YooRa pun tak pernah terbayang kalau tubuh Baekhyun sekarang ditempati oleh Kris, mantan kekasihnya (baca Side Story nya : Heart breaker)

“Baek Hyun ~ah, kau sedang apa?” tanya Yoora, tapi namja yang memunggunginya sama sekali tidak menyahut. Tak sengaja dia melihat lukisan yang fake Baekhyun lukis, dan itu membuatnya hampir tersedak. Lukisannya sungguh konyol sekali, mungkin lukisan itu beraliran abstrak yang sama sekali tidak dimengerti oleh Yoora.

“Hehehe…” akhirnya Yoora tak bisa menahan tawanya, tawa kecilnya membuat fake Baekhyun yang tak lain adalah Kris berbalik. Dia berdiri dari kursinya dan seketika itu juga matanya menatap penuh rindu pada gadis di depannya.

“Chagiya?”

Ingin sekali Kris memeluk Yoora sekarang, disaat hanya tinggal mereka berdua. Menghirup harum tubuh gadis itu, merasakan kehangatan nya dan menikmati tepukan tangan Yoora dipunggungnya. Sungguh Kris sangat merindukan semua itu. Setelah dua tahun berlalu dia tahu perasaannya masih sama, dia masih sangat mencintai Kang Yoo Ra.

“Kau melukis apa? Boleh aku melihat lebih dekat?”

“Tentu saja!” kata Kris, dia tak bisa menyembunyikan senyumannya saat Yoora dengan sukarela mendekatinya dan duduk di sampingnya. Memperhatikan dia melukis.

“Lukisan mu benar-benar unik Baekhyun-ah!” kata Yoo Ra, dia mengatakannya dengan nada datar seolah seluruh pikirannya dipenuhi oleh hal lain. Kris langsung menghentikan lukisannya, dia hampir saja lupa kalau Yoora begitu mengenal dirinya, mungkin hanya Min yang bisa menyainginya. Kalau sampai lukisan ini mengingatkannya pada dirinya, bukan mustahil kalau Yoora akan menjauhinya dan mungkin makin membencinya. Dan itu adalah hal terakhir yang Kris inginkan.

Srekk

Kris merobek kertas gambarnya dan membuatnya sukses menjadi potongan-potongan kertas

“Ehh.. kenapa??”

“Sebenarnya aku tidak suka melukis, tadi aku hanya bosan” jawab Kris ringan, dia pun tersenyum dengan senyum yang biasa Baekhyun tampakkan. Senyum yang membuat dirinya sendiri muak, Byun Baekhyun –adik tirinya–  selama ini selalu terlihat ceria dan memiliki banyak orang yang mendukungnya bahkan termasuk Yoora. Ya, Lynn sudah memberitahu kalau sekarang Baekhyun sebenarnya ada disekitar Yoora tapi gadis itu tidak mau memberitahu dimana tepatnya.

“Ohh… aku pikir kau suka melukis, ada seseorang yang gaya lukisannya mirip dengan mu tapi dia sangat suka melukis”

Kata-kata Yoora membuat nafas Kris berhenti selama beberapa detik, ternyata Yoora masih mengingatnya.

“Yoo ra-ya, minggu esok kau ada waktu? mau kencan dengan ku?”

****||***

@Malam hari, kantin di sebuah rumah sakit

“Akhirnya kalian datang juga!”seorang namja yang menggunakan jas putih terengah-engah begitu sampai di salah satu meja yang ditempati dua orang. Matanya yang kecoklatan menatap kedua orang itu bergantian, sedangkan wajahnya terlihat pucat.

“Luhan oppa, duduklah dulu, kau benar-benar terlihat kacau” kata seorang yeoja yang tak lain adalah Min, sedangkan namja di sampingnya hanya diam seperti bingung akan bereaksi apa.

“Baiklah… kau memang benar, aku benar-benar kacau, lebih tepatnya aku bingung” Luhan mengusap keringat di dahinya dengan sapu tangan yang dibawanya

“Min, dan kau pasti Baekhyun kan? Maaf kalau sebelumnya aku telah berbohong dengan mengatakan kalau aku tidak tahu dimana Kris berada, Kris yang meminta ku Min..”

Mata abu-abu Min mengerjap, sementara namja di sebelahnya menatap Luhan tajam seolah mengharapkan Luhan tidak melanjutkan kata-katanya.

“Tapi mengapa? Jadi dimana Kris oppa sekarang?”

“Kali ini aku akan jujur padamu Min, sebenarnya dua minggu yang lalu Kris dioperasi di sini, dia —-“

“Dioperasi?” Mata Min melebar, yeoja itu sama sekali tidak tahu tentang penyakit yang selama ini di dera oleh kakak kandungnya itu

“Sebenarnya Kris menderita Heart Valve Disease – Kelainan pada katup jantung. Penjelasan sederhananya :  salah satu katup jantung nya tidak bekerja dengan baik, dia sudah menjalani empat kali operasi sebelumnya tapi hasilnya kurang baik. Dan kali ini operasi kelimanya, seharusnya berhasil kalau saja dia berhasil sadarkan diri paling lambat setelah tiga hari tapi ini sudah dua minggu”

“Mak..maksud mu? Jadi.. dimana Kris oppa?” Min terlihat hampir menangis, dalam mimpi terburuknya sendiri dia tak pernah membayangkan kalau oppa kandungnya mempunyai penyakit yang sangat berat.

“Min, tenanglah… aku yakin Kris hyung baik-baik saja”

“Kau tidak mengerti Baek oppa!” Min menepis tangan Baekhyun yang hendak merangkulnya, malang nian gadis tersebut tidak menyadari kalau tangan yang hendak merangkulnya sebenarnya adalah Kris. “Luhan oppa, please.. beritahu aku dimana Kris oppa sekarang!”

“Mian Min…” Luhan menunduk, tak mampu menatap Min yang sekarang sudah terisak dan menarik narik lengan bajunya “Sejak kemarin Kris menghilang…”

=======|| Author PoV End||===========

========|| Kang Yoo Ra PoV || ===========

Keesokkan harinya

“Yoora, kau sudah bangun?” Daehyun tersenyum lebar saat menyapaku yang baru saja bangun tidur, rasanya aku belum biasa mendapati kenyataan kalau sejak kemarin juga Daehyun akhirnya mau pulang dan tinggal di rumah eonninya yang sekarang aku tempati. Terlebih lagi hari ini Hyeseong eonni tidak ada di rumah karena ada fashion show yang dia ikuti. Ya noonanya nya Daehyun memang seorang designer dan aku kadang jadi kelinci percobaannya.

“Ah nee….” Aku bisa merasakan punggung Baekhyun bear yang berada di pelukan ku menegak, entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa sedikit takut sekaligus senang saat menyadari kalau Baekhyun cemburu saat aku sedikit saja terlihat akrab dengan namja lain. Bahkan dia mengomeliku ketika aku memberitahu menerima ajakan kencan dari Baekhyun palsu. –“

“Tinggalkan boneka mu itu dan bantú aku menata makanan untuk sarapan”

“Ah okay…” aku menaruh bear Baekhyun di kursi dan berjalan ke arah Daehyun yang sekarang sibuk membuat tiga gelas susu, untukku, dirinya dan Yoogeun yang sepertinya masih tidur.

“Kita sarapan ini?” tanya ku sambil menatap roti tawar dan selai, Daehyun balas nyengir lebar

“Kalau saja aku bisa memasak…”

“Hmm.. Tapi aku bisa, yahh.. mungkin tidak seenak Hye Seong eonni” kata ku sambil merebut celemek yang sebenarnya dari tadi Daehyun pakai. Dasar namja ini aneh-aneh saja, pakai celemek padahal dia sama sekali tidak memasak.

“Jinjja?”

Aku mengaguk semangat “Kau ingin makan apa Daehyunnie”

“Apapun… aku sangat lapar Yoora ya~” jawab Daehyun dengan nada manja, sedikit mengngatkan ku pada Yoogeun kalau dia mulai bersikap manja pada Hyeseong eonni. Ternyata mereka memang bersaudara.

“Baiklah…bagaimana kalau pancake? kalau tidak salah masih ada sirup maple juga” kata ku sambil beranjak ke arah rak bawah lemari tempat penyimpanan bahan makanan untuk mengambil tepung terigu, susu, telur dan bahan lain yang aku butuhkan. Tanpa aku sangka, Daehyun juga sudah berjongkok di sampingku.

“Biar aku bawakan, aku memang tak bisa memasak tapi aku bisa jadi asisten yang cukup baik” Namja disampingku memamerkan senyumnya, sebentar kalau dipikir pikir Daehyun oppa juga memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Baekhyun oppa. Aku menggelengkan kepalaku cepat, kenapa sekarang-sekarang aku jadi sering menyebut Baekhyun dengan tambahan ‘oppa’?

“Kau tidak mau aku membantu mu?” Daehyun terlihat kecewa, sepertinya dia salah sangka dengan gelengan kepalaku.

“Anniyo! Kalau kau mau bawa, bawa saja”

Aku dan Daehyun pun membawa semua bahan yang kami perlukan ke dapur, mau tak mau aku harus melewati bear Baekhyun yang masih dalam posisi duduk di kursi meja makan. Walaupun sekarang jiwanya berada di dalam bear, ntah mengapa aku tak berani melihat ekspresinya.

“Akhir-akhir ini kau selalu membawa boneka bear ya? Dari namja chingu mu?” tanya Daehyun tiba-tiba ketika aku sedang membuat adonan pancake, dia menyandar di tembok dapur dan sepertinya dari tadi terus memperhatikanku, membuatku sedikit tidak nyaman.

“Ahahhaha…” aku tertawa kaku “Itu boneka pemberian almarhum ibuku, akhir-akhir ini aku kangen padanya”

“Jadi begitu…Oh ya Yoora, kau sering bicara sendiri ya?” tanya Daehyun lagi, membuatku berhenti menuang susu keadonan “tadi malam aku lewat kamar mu, sepertinya ramai sekali”

“Ah..ahhhh…itu.. aku hanya sedang menghubungi teman ku” jawabku agak bingung, sebentar kenapa Daehyun tiba-tiba seperti detektif yang menginterogasi tersangka? Aku menggelengkan kepalaku singkat untuk mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang ada di otakku dan kembali menuang susu.

“Lalu… apa kau juga merasa kalau Baekhyun hyung akhir-akhir ini menjadi aneh”

“Baekhyun oppa?” aku menelan ludahku, apa mungkin Daehyun tahu sesuatu? “Entahlah Daehyunnie… aku—“ rasanya nafasku tercekat seketika begitu menengok ke samping dan menyadari Daehyun sudah memegang pergelangan tanganku yang sedang menuang susu, tapi yang membuatku lebih shock : WAJAH DAEHYUN CLOSE UP DI DEPAN KU!

“Yakin kau tak menuang susu terlalu banyak?”

“Ah!” mata ku melebar saat menyadari wadah adonan yang hampir penuh dengan susu, sementara Daehyun yang sudah melepaskan ku malah sibuk tertawa “YAA!! Jung Dae Hyun, kau mengerjaiku ya!” Baiklah sepertinya aku harus membuat adonan pancake ini dari awal.

“Ahahhahhahahha… lucu sekali ahhahahhahaha…”

“Hmpf… terserah lah….” Aku tak mempedulikan namja aneh di belakang ku dan sibuk membuat ulang pancake nya, mata ku melirik ke arah buah strawberry, sepertinya Baekhyun oppa menyukai strawberry. Mungkin dengan suatu cara aku harus bisa menyisakan pancake dengan potongan buah strawberry untuk Baekki oppa karna jika tidak dia pasti mengomeliku.

“Oya Yoora ya”

“Hmm…”

“Kalau aku bilang padamu, aku bukan manusia biasa, kau percaya?” tanya Daehyun di belakang ku, sepertinya dia masih menyandar di tembok dapur. Aku yang sedang memanggang adonan pancake kali ini tidak akan tertipu candaannya.

“Baiklah aku percaya, jadi kau ini sebenarnya makhluk apa? Vampire, alien, zombie… atau penyihir?” tebakku asal, tanpa aku duga dia tidak tertawa atau meledekku.

“Hmm… kalau aku bilang kalau mungkin saja sebenarnya kau sama dengan ku, bukan manusia biasa, apa kau percaya?”

Aku bukan manusia? Oke sepertinya sekarang Daehyun semakin aneh, bukan manusia biasa? Ntah mengapa aku langsung teringat si dewa kematian narsis, Kim Him Chan. Aku mengangkat bahu “Terserahlah”

“Kok terserah? hmm… begini deh, kalau aku bilang sebenarnya aku bisa melihat hantu?”

Hantu? Tidak mungkin…

Aku berbalik dan tanpa sadar menjatuhka spatula ku begitu melihat Daehyun yang –Ntah sejak kapan – sudah memeluk bear Baekhyun!! Sejak kapan??

“Ke..kenapa?”

Baekhyun : Sorry, dia memergoki ku mengintip di pojok, tapi aku tidak bergerak saat dia menemukan ku. Telepati dari Baekhyun.

Aku : Bear pabo!

“Hmmm….” Daehyun memegang leher bear Baekhyun yang untungnya sama sekali tidak bergerak, namja tampan itu sibuk memperhatikan boneka prince bear ku itu. Apa mungkin Daehyun mencurigai sesuatu? Apa mungkin identitas Baekhyun sudah ketauan?

“Kau tahu Yoora ya, dari tadi boneka ini mengintip kita, sepertinya dia bukan boneka biasa” kata Daehyun lagi, refleks aku langsung merebut bear dan memegangnya erat. Him chan pernah berkata jangan sampai ada orang lain yang tahu identitas Baekhyun, jadi Daehyun jangan sampai tahu!

“Ahhahahha mengintip? Kau pasti berhalusinasi Jung Dae Hyun! Ini hanya boneka biasa”

“Kau yakin?” Daehyun berjongkok untuk mengambil spatula ku yang jatuh dan kemudian dia berdiri lagi dan menyodorkan spatula yang kuterima dengan bingung. “Kalau dia hanya boneka biasa, tentunya dia tidak akan marah kalau aku mencium mu di depannya kan?”

“Heoh?” aku mengerjapkan mata ku, terlalu shock. Apa yang tadi Daehyun katakan? Dia akan—

Sebelum aku dapat berpikir lebih lanjut, Daehyun telah meletakkan sebelah tangannya di tengkuk ku. Perlahan ia mendekatiku sambil memejamkan matanya. Ntah kekuatan aneh apa yang membuatku sama sekali tidak bergerak, yang kulakukan hanya memejamkan mataku berharap ada seseorang yang menghentikan ini.

Baekhyun oppa!

—TBC pemirsah—-

sooo kira-kiraaa.. bakal dicium ga tuh yoora??? jangannn ampeee *teriakan hari baek

Bagaimana makin gajelas kah? ahhahaha *kasi obat atu2 readernya biar ga puyeng

oya Bo Eun yang dimasa lalu Baek = Bo Eun yang sekarang

please comments, thank youu 🙂 , mungkin da sedikit typo, blom baca ulang betul2

oya buat fantastic818 | , mian yahh aku belom sempet bikinin ff nya, aku bikinin buat kado taun baru ajayah *puppy eyes bareng Luhan

sampai jumpa di ch. 8

78 pemikiran pada “The Prince and Ms Pauper (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s