Waiting For You (Chapter 1)

Waiting For You

 

Author : Ms. Kwon (@frissilia12)

Cast     : – You/OC

– Xi Luhan

Supporting cast : Oh Sehun & Park Hanna (OC)

Genre  : Romance, Little Sad

Ratting            : G

Length : Oneshoot

Summary : “Kau ingat janji kita dimasa kecil?”

Capture

Happy reading and enjoy

 

Author Pov

 

15 tahun yang lalu

“Luhan-ah jangan lari terlalu cepat, aku tak dapat mengejarmu.” Kamu berlari mengejar Luhan, karena kalian sedang bermain kejar-kejaran disuatu lapangan. “Tidak mau weeee:p palliwa kejar aku dasar kaki pendek. HAHAHA.” Luhan meledekmu sambil memeletkan lidahnya. Tapi tiba-tiba BUGH! Kamu terjatuh.

 

“yak! [Your name]-ah gwencana?” Tanya Luhan.

“ah ne… ne nangwencana.” Jawabmu sembari memegang lututmu yang terbentur tanah.

“sini ku bantu.” Luhan membopongmu ke kursi dipinggir lapangan. Luhan dengan telaten membersihkan tanah dan debu yang ada di lututmu. “Luhan-ah aku ingin bertanya.” Ujarmu.

“waeyo?” Tanya Luhan. “Apa besok dan seterusnya kita akan bersama?” Tanya kamu.

“hmm… tentu.” Jawab Luhan dengan semangat. “Jinja?” Luhan hanya membalas dengan anggukan kepala yang mantap. “Kalau begitu besok aku jemput kau dirumahmu.” Ujar mu. “Ne!”

 

Keesokkan harinya kamu bangun pagi-pagi demi bertemu dengan Luhan. “eomma aku pergi.” Ujarmu sembari menghampiri ibumu yang sedang berada di dapur. “eoh kau tidak sarapan?” Tanya eommamu “Ani.” Kemudian kamu berjalan keluar rumah. Kamu terus melangkah dengan sangat riang untuk kerumah Luhan tanpa memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi dikemudian. Ketika sampai dirumah Luhan, kamu melihat truk besar yang sedang mengangkut barang-barang yang ada didalam rumah Luhan. “Ahjussi mau dibawa kemana barang-barang ini?” Tanyamu kepada ayah-Luhan yang baru saja keluar dari rumah. “Kami sekeluarga akan pergi ke Cina dan menetap disana. Kau ingin bertemu Luhan?” saat itu kamu benar-benar kaget mendengar ucapan yang terlontar dari ayah-Luhan. “eh.. ne aku ingin bertemu.” Jawabmu

 

“Luhan-ah [Your name] ingin bertemu denganmu!” tidak lama kemudian Luhan datang dengan wajah yang murung. Tanpa bicara Luhan menarik tanganmu ke tanah lapang yang biasa tempat kamu bermain dengannya.

 

“kau-“ Luhan memotong ucapanmu.

“Aku akan kembali.” Ujar Luhan

“kapan?”

“Entahlah. Tapi aku janji aku akan kembali padamu dan bukan kembali untuk menjadi sahabat tapi lebih dari sekedar sahabat.”

 

***

            20 tahun kemudian

You POV

 

“[Your name]-ah cepat bangun hari ini kau ada mata kuliah. [Your name]-ah palliwa!” aish eomma tidak tahu apa kalau aku masih ngantuk, runtukku dalam hati. Dengan terpaksa kubuka mataku perlahan. “Ne eomma!”

“pagi eomma!” sapaku pada eomma yang sedang mempersiapkan sarapan untuk kami. “pagi saying. Ini roti isi selai coklat untukmu.” Eomma memberikan setumpuk roti selai coklat kepadaku. “gomawo.” Selesai aku sarapan, aku bergegas untuk berangkat sekolah dengan naik bus. Selalu dan selalu aku melihat dan menatap rumah yang kosong tak berpenghuni. Luhan. Yatuhan kapan dia kembali memenuhi janjinya? Aku merindukannya. Sangat.

***

 

BUGH! “appo Hanna-ah” tak sengaja sahabatmu menabrakmu yang sedang berjalan kearahnya. “Mianhae [Your name] tapi pagi ini aku ada berita bagus.” Ujar Hanna. “berita apa?” tanyamu penasaran. “Hari ini ada siswa baru dari Cina dan dia sangat tampan.”

 

“Cih berlebihan sekali kau.” Sungutmu.

“Memang benar!”

“Memangnya kau sudah melihatnya?” tanyamu.

“Sudah!” Mwo? Kapan dia lihat? Uh dasar anak ini kalau tentang pria pasti sangat cepat, tapi kalau masalah pelajaran bagaikan komputer keluaran tahun 70an.

“[Your name]-ah lihat-lihat itu orangnya!” kupalingkan wajahku kearah yang Hanna tunjuk. Omo! Sepertinya aku kenal dengan wajah ini. Ah tidak. Tidak mungkin dia.

 

Deg

Ketika mata kami saling berpandangan, adea rasa sesuatu yang hilang telah datang kembali. Tapi, itu tidak mungkin dia. Tuhan.. ottokhe?

 

Luhan POV

Hari ini aku kembali lagi ketanah air tanah air dimana aku dibesarkan, ya walaupun aku bukan asli Korea tetapi aku sangat suka dengan negeri ini. Tapi, dimana kelasku? Ah sungguh banyak sekali wanita-wanita yang menghampiriku. Serasa akulah yang paling tampan disini. Berhubung aku bingung untuk mencari kelas, kuputuskan untuk memalingkan wajahku dan…

Deg

 

Apakah itu benar dia?

Ketika pandanganku beralih kesudut lorong, ku lihat seorang wanita yang kurasa aku mengenalnya. Tapi, sepertinya… tidak! Tidak untuk sekarang.

 

Author POV

 

Kamu masuk kedalam kelasmu dan tidak disangka-sangka Luhan juga satu kelas dalam mata pelajaran yang sama denganmu. Pandanganmu tak dapat kamu hindari dari dirinya, kamu selalu menatapnya tapi tidak dengan Luhan. Dia sama sekali tidak melihat kearahmu. 5 menit kemudian dosen pun datang. “Anyeong, pagi ini kita kedatangan mahasiswa baru. Silahkan perkenalkan dirimu.” Ujar dosenmu. Luhan pun  maju untuk memperkenalkan diri. “Anyeong Luhan Imnida.”

***

 

Setelah perkenalan itu dan hingga saat ini kamu masih terpaku tidak percaya kalau itu benar-benar Luhan. Kamu dan Hanna pergi ke kantin dan Luhan pun ada disana. Kamu bertekad untuk menemuinya dan bertanya langsung, namun ketika 10 langkah lagi tiba-tiba saja hatimu berkata lain dan kamu urungkan niatmu tersebut. Kamu merasa takut jika Luhan melupakanmu. Kamu memilih duduk disebrang meja Luhan bersama Hanna. Kamu terus perhatikan lekuk wajah Luhan dan sembari meminum lemon tea mu, menurutmu banyak sekali yang berubah dari wajah Luhan. Dia lebih tinggi dan tentu lebih tampan.

 

“yak! [Your name] kau tidak mendengarkanku ya?” omo! Aku tidak memperhatikan apa yang Hanna katakana. “Mianhae. Ne ne aku dengar.” Ucapmu.

 

“Ah sudahlah, yaampun habis ini kita ada jam. Palliwa!”

 

***

Jam kuliahku pun habis dan aku ingin sekali secepatnya pulang kerumah untuk menhilangkan penatku ini. Tapi tiba-tiba saja Hanna menari lenganku. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ujar Hanna.

 

Sekarang kami berada ditaman belakang kampus kami. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku penasaran. “Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Luhan?” Tanya Hanna. “Hahaha pertanyaan konyol macam apa itu?” tanyaku. “Hanya pertanyaan selintas saja. Tetapi aku benar-benar sanksi denganmu kali ini. Dari tadi saat pelajaran pertama, ka uterus memperhatikannya kemudian saat dikantik, kau ingin menemuinya kan? Eoh?”

 

“hmm apa penting hal ini kuceritakan padamu?”

“Ne. tentu penting. Aku sebagai sahabatmu harus mengetahui apa yang terjadi padamu.” Ujar Hanna.

“Baiklah. Entahlah ini benar atau tidak, tetapi aku merasa pria itu sangat mirip dengan sahabat masa kecilku. Dari wajahnya dan juga dari namanya. Eoh aku sendiri bingung dengan hal ini!” Jelasmu.

“Oke. Sekarang aku mengerti dengan akar permasalahan ini. Aku puny aide untuk memecahkan permasalahan ini.”

“hah? Apa?” Tanyamu.  Kemudian Hanna membisikkan sesuatu padamu.

“Apa itu akan berhasil?” tanyamu meragukannya.

“Tentu. Sesuai dengan drama-drama yang aku tonton, cara yang ampuh ya seperti itu. Otte?”

“Baiklah aku terima.” Jawabmu pasrah.

 

***

Keesokkan harinya sesuai dengan rencana yang Hanna berikan padamu, kamu mencari-cari sosok Luhan dikoridor kampusmu. Tetapi sampai saat ini kamu belum juga melihatnya. Kemudian kamu berjalan lagi sampai ke perpustakaan dan BINGO! Luhan sedang berdiri didepan Perpustakaan dengan teman-temannya. Dalam hatimu kamu terus berdoa agar tidak ada hal yang buruk yang akan menimpamu. Satu dua tiga Tap. Kamu sudah tepat berada dibelakang Luhan. Kamu mencoba untuk menghembuskan napasmu perlahan sebelum kau menyentuh pundak Luhan.

 

“ne ada apa?” Luhan berbalik kearahmu. Ada sedikit gurata keanehan diwajah Luhan yang kamu lihat.

 

Tidak. Jangan sekarang, yatuhan. Batin Luhan.

 

“Luhan-ah. Emm” tiba-tiba mulutmu terasa kaku untuk menyampaikan sepatah kata lagi kepada Luhan. Luhan terus memperhatikanmu dan begitu juga teman-temannya yang lain. “ada sesuatu yang ingin-“ Kamu bagaikan manusia yang sedang berbohong dengan seseorang, sangat sulit sekali bagimu untuk berbicara dhadapan Luhan. “Hey apa yang ingin kau bicarakan?” Celetuk salah satu teman Luhan.

 

“Cepat bicarakan kami tidak ada waktu.” Celetuknya lagi.

“Ba…baik. Emm aku hanya ingin… memperkenalkan diri saja. Naneun [Your name] imnida. Bangapsemnida.” Hening. Tiba-tiba saja ledakan tawa dari teman-Luhan lah yang memecah keheningan. “HAHAHAHAHA hanya itu yang ingin kau bicarakan? Hah kau membuag-buang waktu saja. Luhan palliwa kita ada jam kuliah sebentar lagi.” Finally Luhan pun pergi meninggalkanmu yang sedang meruntukki dirimu sendiri atas kebodohanmu dihadapan Luhan. Namun disisi lain.

 

Untung saja. Terima kasih Tuhan.

 

Hanna menghampirimu dengan wajah kesalnya. “Bagaimana kau ini! Mengapa kau terlihat seperti itu dihadapan Luhan? Seharusnya kau bilang yang sudah aku rencanakan.” Protes Hanna. “Mianhae tapi aku tidak bisa. Tiba-tiba saja mulutku ini tidak dapat bicara dihadapannya. Aku sendiri bingung pada diriku.”  Ujarmu

 

“Kau bodoh [Your name]-ah.”

“Enak saja! Coba kau yang merasakan ketika ada diposisiku tadi. Pasti kau akan mersakan hal yang sama.” Protesmu balik.

“Tentu tidak bodoh.”

“Yak!”

 

***

Ketika kamu hendak keluar gerbang, lagi-lagi Hanna menghampirimu dan menarikmu ke taman belakang sekolah. “yak mau apa kau bawa ku ke-“ kamu tidak bisa berkata apapun lagi ketika kamu melihat Luhan seorang diri duduk ditaman tersebut. “its time to you. Fighting!” kamu langkahkan kakimu dengan tergesa-gesa, kamu terus berdoa agar semua energy keberanianmu dapat terkumpul saat kamu bicara pada Luhan. Tepat dibelakangnya kini posisimu. Kamu telan perlahan salivamu agar mampu untuk bicara padanya –Luhan-. “Luhan-ah.” Satu kata yang sukses membuat Luhan beralih menatapmu. Tatapan yang membuat mabuk semua orang yang melihatnya. “ne?”

 

“Luhan ada yang ingin kubicarakan.” Ujarmu mantap.

“Apa?” perlahan-lahan tanganmu merogoh kedalam tas selempangmu dan berusaha mencari sesuatu. YAP! Setelah kamu merasa benda yang kamu harapkan sudah ketemu, perlahan-lahan kamu perlihatkan kepada Luhan. “Apa kau masih mengingat ini?”

 

TBC

 

Mian gaje, typo atau apalah, ini FF pertamaku yang aku publish. Jangan lupa RCLnya gomawo^^

Iklan

16 pemikiran pada “Waiting For You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s