Heart Attack (Chapter 4)

Title       : Heart Attack

Author  : Reechi L (@Esprit_RL)

Genre   : Drama, Romance, School life

Length  : Series

Rating   : PG

Maincast:

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Byun Baekhyun (EXO-K)

-Im Yoo Na [Yoona] (SNSD)

-Choi Soo Young [Sooyoung] (SNSD)

Support cast:

-Choi Siwon (Super Junior)

 

Summary: ‘Hangat… Sangat nyaman. Perasaan apa ini? Sangat lembut. Kenapa jantungku… berdetak cepat? Kenapa aku merasa panas..? Dan.. Kenapa… dia… menciumku?’

Capture

PART FOUR

Author’s POV

                Park Chanyeol mempererat genggaman di bahu Yoona. Berusaha meyakinkan bahwa dia serius. Dia serius untuk minta maaf, serius mengakui kesalahannya, serius tak ingin ada kebencian Yoona terhadapnya. Kecupan hangat mendarat di bibir Yoona. Kecupan yang hangat, nyaman, dan seperti menjelaskan sayang yang amat-teramat besar.

“C-Chanyeol..!!”

Chanyeol menutup mulut yeoja yang ada di depannya dengan bibirnya dan melumatnya. ‘Coba saja waktu berhenti sekarang…’ pikir Chanyeol. Lalu ia mendekatkan tubuhnya, merangkulkan kedua lengannya dan mendekap Yoona lebih dalam. Yoona pun tak bisa berkutik, dia hanya bisa pasrah atas perlakuan namja itu.

Dalam suasana bercampur aduk, Chanyeol tiba-tiba sadar akan apa yang ia lakukan. Ia langsung menghempaskan tubuhnya menjauh dan menutup mulutnya dengan tangannya. Ia baru sadar ia telah mencium sunbaemin-nya. Dia telah mengotori bibir yeoja yang selama ini mungkin sudah membuat pikirannya berantakan. Begitu ia melihat kembali kondisi Yoona, ia malah semakin marah pada dirinya. Bagaimanapun juga ia sudah menyentuh orang yang disukai sahabat baiknya sendiri.

“A- Aku..” Chanyeol sangat shock.

Di kasur, Yoona masih terbaring lemas karena dicium paksa oleh Chanyeol. Seperti orang kurang oksigen untuk bernapas.

“Yoona-ssi… Mi-mianhae. Mianhae. Ma- maafkan aku.” Chanyeol terlihat pucat.

Dengan perlahan Yoona menolehkan kepalanya ke arah Chanyeol dan tertawa kecil.

“Ada apa denganmu? Barusan kau seperti serigala yang lapar. Sekarang kau malah pucat seperti domba yang mau disantap.”

Chanyeol terdiam melihat reaksi Yoona sehabis kejadian itu. Ia kira, ia akan dimarahi habis-habisan oleh Yoona, mungkin menamparnya atau malah memutuskan tidak menemuinya lagi. Tapi Yoona ternyata tidak ada seddikitpun reaksi seperti orang marah.

“Hei, jangan diam di situ terus. Katanya mau merawat kakiku?”

“A-ah.. Ne.”

Chanyeol segera mengambil kompresan air hangat, lalu menaruhnya di kaki Yoona yang agak bengkak. Saat merawat, Chanyeol terlihat sangat hati-hati sekaligus khawatir. Hening terus menjalar di dalam kamar itu. Hingga Yoona tiba-tiba bergerak dan membuat Chanyeol kaget.

“Auw..” tiba-tiba Yoona mencengkram dadanya.

“Kau kenapa?”

“…. Engh… nggak. Sudah…. Ini sudah biasa terjadi.”

biasa terjadi…? Apa maksudnya?’ Chanyeol merenung sejenak.

Setelah selesai mengkompres, ia menunggui Yoona kalau-kalau dia butuh apa-apa. Sampai Yoona tertidur pun, Chanyeol tetap menunggu di samping ranjangnya. Dan akhirnya dia juga ikut tertidur sampai pagi menjelang.

**********

Baekhyun’s POV

                Hari ini seperti biasa aku ke sekolah, aku tersenyum sesampainya di gerbang sekolah. Kenapa? Ya jelas aku bisa bertemu Yoona-ssi di sekolah! Aku menyukai sunbaemin-ku ini sudah sejak awal MOS! Di mataku senyumnya itu sangat menawan, walaupun dia memang jarang tersenyum.

Dengan semangat kumatangkan langkahku ke halaman depan sekolah. Sambil bersenandung dengan gembiranya aku melihat sekelilingku, mencari apakah Yoona-ssi sudah datang. Dan saat aku mendengar ribut-ribut di belakang, aku hanya terus berjalan dengan senang. Tapi anak-anak semakin ribut di belakang, dengan penasaran aku menoleh ke belakang, mungkin saja Yoona-ssi yang datang, dan benar saja, memang dia yang datang. Tapi dia tak sendirian. Sekejap senang dalam hatiku tadi sirna seperti ditelan bumi. Aku hanya bisa bengong melihat Yoona-ssi digendong oleh seorang yang dulunya teman baikku, dulunya sangat dekat denganku, yang dulunya tak pernah membuatku sekecewa saat ini.

Chanyeol menggendongnya.

“Hei, turunkan aku. Malu nih.” Kata Yoona-ssi

“Nggak, sampai kau sembuh aku yang akan bertanggungjawab. Jadi kau diam saja.”

“Dari dulu cara bicaramu itu tak pernah sopan ya.” Yoona-ssi mendengus kesal.

“Kau ini, masih sakit tapi banyak cerewetnya ya!” Chanyeol membenarkan posisi Yoona-ssi.

“Huh! Kau juga sama saja! Kemarin itu…!” Yoona-ssi membisikkan kata terakhirnya sehingga aku tak bisa mendengarnya.

“Uhm… Yang itu… Jangan dibahas terus.” Chanyeol… memerah?

Dan soal kemarin, memangnya kemarin mereka ada apa? Dan kenapa Yoona-ssi terluka kakinya? Dan juga… Sejak kapan mereka sedekat itu? Pikiranku bercampur aduk. Antara marah, penasaran, serta khawatir. Padahal dia tahu aku perasaanku, tapi kenapa dia malah mengkhianatiku? Aku berusaha meredam amarahku dan pergi ke kelas. Dan benar saja, sesampainya di kelas, aku membanting tasku ke meja, sampai teman sekelas lainnya menoleh ke arahku karena suara bantinganku yang keras. Aku sudah tidak peduli pada apapun lagi. Yang kupikirkan sekarang, aku hanya ingin menghajar orang yang munafik itu.

“Baekhyun-ssi? Kau kenapa?” Tanya salah seorang teman sekelasku.

“Tak usah pedulikan aku. Pergi sana!”

Temanku tadi langsung pergi, dan kelihatannya orang-orang memandangiku dengan tatapan “Ada apa sih dengannya?” terserah sajalah. Aku memang sedang tidak ingin berbicara pada siapapun.

Tiba-tiba pintu terbuka dan aku melihat sosok orang yang sudah membuatku kecewa pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Dia berjalan menuju kursinya dengan santai tanpa peduli tatapan tajamku yang menhujaninya. Karena aku sudah sampai pada batas kesabaranku aku langsung berdiri, menuju ke mejanya lalu… “BUK!” hantaman keras dari kepalan tanganku mendarat di wajahnya. Saking kerasnya aku memukul, dia sampai terjatuh ke lantai. Baguslah. Rasakan sakitnya kekecewaanku padamu!

“Kau ini kenapa sih?!” Dia bertanya begitu. Nggak sadar akan kesalahannya ya?

“Kau tau? Kukira aku masih bisa memaafkanmu. Ternyata kau malah membuatku kecewa lebih dari yang kau kira! PARK CHANYEOL SIALAN!!!” aku kembali memukulnya dengan tinju-tinju amarahku.

“HEI! KALIAN! BERHENTI SEKARANG JUGA!” Suara Pak Choi mengagetkan kami berdua.

“Kalian berdua ke ruang Kepala Sekolah sekarang!!!” teriaknya.

Dengan berat hati dan amarah yang masih ada aku berjalan keluar kelas dengan hentakan kaki yang keras. Chanyeol pun mengikutiku dengan terhuyung-huyung karena kupukuli. Anehnya tadi, dia sama sekali tak menangkis atau membalas pukulanku. Ada apa dengannya?

********

Chanyeol’s POV

                “BUK!” Baekhyun meninjuku dengan sangat keras, aku sampai terhuyung jatuh ke lantai.

“Kau ini kenapa sih?!”

“Kau tau? Kukira aku masih bisa memaafkanmu. Ternyata kau malah membuatku kecewa lebih dari yang kau kira! PARK CHANYEOL SIALAN!!!” setelah berkata begitu, dia kembali memukulku lagi.

“HEI! KALIAN! BERHENTI SEKARANG JUGA!” Suara Pak Choi mengagetkan kami berdua. “Sekarang kalian ke ruang Kepala Sekolah sekarang!!!”

Baekhyun langsung berjalan dengan langkah yang disentak, aku mengikutinya di belakang. Pak Choi memang seram, tapi ternyata Baekhyun melebihinya. Aku tak pernah menyangka Baekhyun akan semarah itu. Aku juga tak tau, kenapa dia meninjuku? Kenapa dia sampai semarah itu? Benar-benar aneh.

Dan saat aku berpikir begitu, aku langsung sadar. Apa karena aku menggendong Yoona ke sekolah? Astaga, aku ini sangat bodoh. Aku jadi teringat kejadian kemarin bersama Yoona. Pantas saja Baekhyun marah padaku.

“Chanyeol.”

“N-Ne Baekki?”

“Jangan panggil aku dengan panggilan Baekki!!!” dia berteriak. Jelas aku sangat kaget.

“Mian..”

“Hm. Hei Chanyeol. Aku ingin pertemanan kita, kita selesaikan saja.”

“Mwo?!”

“Kau benar-benar membuatku kecewa.” Kepalan tangannya mengeras. Apa dia akan meninjuku lagi? Aku memang pantas menerimanya.

“Channie-ah? Baekhyun? Sedang apa kalian di sini?” Di waktu yang sangat tak tepat, dia malah muncul. Dasar yeoja tak peka.

“Yo.. Yoona-ssi!” Baekhyun terlihat kaget.

“Kalian berantem lagi?” dia berjalan mendekat dengan kaki pincang.

“Seperti yang kau lihat. Kami disuruh ke ruang kepala sekolah” jawabku datar.

“Hah? Kalian kenapa?  Jangan bilang kalian…”

Alis Yoona berkerut memandang kami berdua dan tiba-tiba menunjukkan wajah kaget. Ia mengangkat tangannya dan menutup mulutnya rapat-rapat, sedangkan matanya terbelalak tidak percaya. Baekhyun terlihat mulai mengepalkan tangannya lagi, seperti ingin meninju, tapi ia tahan dan malah memasukan kepalannya ke dalam saku celananya. Mata kelamnya terlihat sangat jelas, dingin, dan menusuk. Aku pun sampai diam tak bersuara.

“Dan wajahmu itu… Kalian…” yeoja itu menatap kami dengan seksama, kemudian menunduk lesu, seakan-akan ini semua kesalahannya. Memang sih.

Baekhyun menyunggingkan seulas senyum kecil pada Yoona dan mulai angkat bicara dan dengan berusaha sopan walaupun pandangannya padaku masih sangat menusuk seakan-akan ingin membunuhku.

Noona tak usah khawatir. Kami hanya sedikit berantem. Mianhae, kau sampai kepikiran ,ya?”

“Ah, bukan itu, aku…” belum selesai Yoona bicara, Baekhyun langsung melangkah meninggalkan aku dan Yoona. Karena tak ingin memperkeruh suasana hatinya, aku juga langsung melangkah meninggalkan Yoona. Sialnya tiba-tiba yeoja ini menangkap lenganku dan menatapku lekat-lekat dan matanya seperti berbicara, “Kita harus bicara nanti.”

Aku langsung mengibaskan lenganku yang dicengkram olehnya, karena cengkramannya mulai terasa sakit. Dan aku hanya mengangguk lalu pergi menyusul Baekhyun secepatnya. Yoona pun sepertinya langsung melangkah kembali meninggalkan tempat ia berdiri.

*********

Author’s POV

Chanyeol dan Baekhyun melangkah dalam keheningan. Berkelut dalam pikiran masih-masing. Baekhyun masih mengepal tangannya di dalam saku celananya. Sedangkan Chanyeol mencuri pandang ke Baekhyun meskipun ia dibelakangnya. Sesampainya di depan ruang kepala sekolah, Baekhyun membuka pintu lalu masuk, diikuti Chanyeol di belakangnya.

“Aku mendapat laporan barusan, kalian saling memukul di kelas.” Kata kepala sekolah.

“Itu benar.” Jawabku datar.

“Kalian tahu apa yang kalian lakukan? Membuat keributan. Dan Park Chanyeol, kukira kau bisa lebih baik dari ini. Nilaimu bagus-bagus. Ini sangat mengejutkan bagiku kau tahu?”

“Mianhaeyo. Aku diluar kendali.”

“Dan Baekhyun, kau anak yang aktif dan pandai bergaul. Ada apa denganmu?”

Baekhyun hanya terdiam dan berkelut pada pikirannya sendiri. Sepertinya dari tadi ia tidak mendengarkan apa yang dibicarakan kepala sekolahnya itu. Setelah itu kepala sekolah hanya geleng-geleng kepala sambil memijit-mijit kepalanya seakan-akan dia sedang sakit kepala.

“Ne, kalian berdua terpaksa saya skors 3 hari dari sekolah. Kalian bertengkar dan kalian juga harus tahu konsekuensinya kalau di sekolah ini.” Kata si kepala sekolah.

Chanyeol dan Baekhyun yang mendengar itu langsung membelalakan matanya bersamaan. Lalu hanya bisa berteriak di hati sangking kesalnya. Tangan Baekhyun sepertinya makin mengepal keras di dalam saku celananya.

*****

Chanyeol’s POV

Setelah itu, kami melangkahkan kaki kami keluar ruangan dan kembali ke kelas, terasa canggung sekali. Aku hanya bisa diam dengan apa yang terjadi. Apa setelah ini Baekhyun masih bisa memaafkanku? Apa setelah ini… Baekhyun akan membuat keputusan untuk memutuskan tali pertemanan kami yang sudah ada sejak kami kecil…?

Tiba-tiba, langkahnya terhenti lagi dan menolehkan badannya ke belakang, yang artinya, dia mungkin mau melanjutkan pembicaraannya yang tadi.

“Ne, Park Chanyeol. Seperti yang tadi kukatakan, aku tak akan menganggapmu sebagai temanku lagi. Kau memang orang munafik yang bisa-bisanya mendekati orang yang jelas-jelas adalah  yeoja yang SAHABAT BAIKMU sukai.”

“Baekhyun, aku…”

“CUKUP! Cukup aku menerima semua alasan darimu! Kalau aku tahu begini jadinya, harusnya kau bilang dari awal kalau kau juga tertarik padanya. Kenapa Chanyeol? Kenapa kau berbohong padaku sampai sejauh ini? Kau tahu ‘kan aku serius menyukai Im Yoon Ah?”

Aku yang mendengar itu langsung menciut. Baekhyun, baru kali ini aku mendengar suaranya bergretar karena menangis. Aku tak tahu Baekhyun bisa se-sensitif ini. Kukira, aku bisa meminta maaf dan meneyelesaikan semuanya, ternyata aku malah memperkeruh suasana. Apa… yang harus kulakukan..??

Aku tak mau kembali ke masa-masa kelam seperti dulu, aku tak mau bertengkar dengan sahabatku sendiri. Aku tak mau bertengkar… dengan penyelamatku… Aku tak mau.

*****

Yoona’s POV

Harusnya aku tak mengikuti mereka, tapi tetap kuikuti. Harusnya aku tak pernah penasaran dan mengganggu mereka, tapi aku malah membuat semuanya runyam. Harusnya aku tak membuat mereka seperti ini, tapi aku terlanjur menghancurkan hubungan mereka…

Baekhyun dan Chanyeol. Mereka harusnya berteman baik, tapi sekarang, dipandanganku, mereka berdua… Apa yang telah kulakukan..??

“Maaf Chanyeol. Aku.. tak bisa menghadapimu lagi. Aku terlanjur benci padamu.”

[DEG!]

Bukankah Chanyeol menganggap Baekhyun orang terpentingnya?  Bukankah Baekhyun adalah teman baiknya? Tapi, aku tak menyangka dai mulut seorang Baekhyun bisa muncul kata sehalus itu, dan juga… sekejam itu.

Dan Chanyeol berdiri mematung kaku setelah Baekhyun mengucapkan kalimat itu. Aku tak bisa.. Aku tak bisa melakukan apa-apa… Karena Baekhyun menyukaiku, dan aku hanya menganggapnya sebagai adik kelasku. Sedangkan perasaanku pada Park Chanyeol berbeda….

‘Tunggu…. BERBEDA……?’

-To Be Continued-

3 pemikiran pada “Heart Attack (Chapter 4)

  1. Bkal tmbah rumit nih ,, yoona suka sama chaenyeol sdgkan chaenyeol mngkin juga suka sama yoona tapi dia gaAa mauu prsahabatannya sama baekki jd hancur dan gaa mauu nyakitin baekkii , dan kayaknya sooyoung suka sama chaenyeol deh ,, next part thor ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s