Invisible Contract (Chapter 3)

INVISIBLE CONTRACT

 chmjb,m

Tittle                            : Invisible Contract

Author                         : Evilyoung (@yorinjase)

Main Cast                    : Choi Rin Seung (OC)

Oh Sehun

Cast                             :

  • Park Ri Chan (OC)
  • Park Ri Rin (OC)
  • Jung Dae Hyun
  • Choi Jun Hong (ZELO)
  • Kim Joon Myeon (SUHO)

Other Cast                   : Other member EXO and BAP + Matoki

Choi Jun Hee (JUNIEL)

Orang lewat -,-

Genre                          : Slice of Life, Fantasy, Romance, Mystery (?)

Rating                         : PG 15

Length                         : Chapter

Annyeong! Ini chapter 3 dari Invisible Contract! Terima kasih untuk yang sudah membaca dan beri komentar di chapter 1 dan 2 ! /tebar bunga bangkai(?)/ hehehe… [Readers: /tendang author sampai melewati Matahari(?)/]

Em, pemberitahuan aja nih, ff ini udah pernah author publis di blog pribadi author. Author nggak usah kasih tau nama blognya ya -,- hohoho… tapi, dalam blog ini (exofanfiction), ada yang berbeda dengan ff IC yang asli (yang ada di blog pribadi author). Jadi bisa dibilang, ff IC di sini (exofanfiction) pengembangan yang asli. Ribet ya? Biarin, biar readers bingung (?) wkwkwk udah itu aja pemberitahuannya.

Happy Reading ^^ and DON’T PLAGIARISM ! ! !

Author’s POV

Langit mulai berubah menjadi hitam keunguan. Tampak beberapa orang mulai keluar dari rumahnya masing-masing dengan pakaian yang cukup rapi. Aktivitas di hari baru pun dimulai, walau waktu belum menunjukkan pukul 6 pagi waktu Korea Selatan. Namun, banyak orang yang masih menempel dengan tempat tidur mereka. Berbeda dengan segelintir orang yang masih belum mengistirahatkan mata mereka sejak tengah malam.

“Kenapa berita-berita dari kartu memori dengan yang dibuku dan surat kabar berbeda-beda? Mana yang benar?” gerutu seorang yeoja yang sedang melototi layar notebook yang ada di hadapannya.

“Jinjja? Boleh ku lihat berita-beritanya?” tanya seorang namja tampan yang tampak di air wajahnya kalau dia adalah orang yang tegas.

“Ne” jawab yeoja tersebut sambil menyerahkan sebuah buku, notebook dan surat kabar pada namja yang duduk di hadapannya itu.

Kemuadian sang namja mengambil ketiga benda tersebut dan membacanya satu persatu. Tiba-tiba, munculah seorang yeoja berambut sangat panjang yang terkuncir rapi dari sebuah ruangan sambil membawa tiga buah buku tebal yang bersampul cokelat tua. Yeoja itu mendatangi sang namja yang sedang sibuk membaca dan duduk di sampingnya.

“Kau bawa buku apa, Richan-ah?”

“Eh? Oh ya Ririn-ah!” sahut yeoja yang baru muncul itu sambil merubah posisinya menjadi duduk di samping yeoja yang sedang duduk sambil meluruskan kakinya yang mungkin sudah tidak kuat karena harus ditekuk selama beberapa jam.

“Waeyo?” tanya yeoja yang dipanggil Ririn itu

“Aku menemukan beberapa hal yang berhubungan dengan pewarisan tahta kerajaan, pengambilan kekuatan dan invisible contract. Tapi ini aku temukan di dalam buku cerita dan buku tentang keluarga kerajaan” jawab yeoja yang bernama Richan sambil menunjukkan kata-kata yang dia temukan dalam tiga buku yang dibawanya.

Ririn membaca setiap bagian yang telah diberi tanda oleh Richan dengan serius. Yeoja bertubuh tinggi itu mengulang apa yang dia baca dan menampakkan wajah bingung. Richan yang sedari tadi hanya memerhatikan Ririn langsung bertanya pada Ririn.

“Bingung ya?”

“Eh? Ne.. ada yang aneh dengan pewarisan tahta kerajaan”

“Apa yang aneh?”

“Di buku tertulis bahwa pewaris tahta kerajaan yang asli haruslah seorang yeoja yang memiliki kekuatan. Tapi setahuku, pewaris tahta kerajaan harus namja dari keturunan kerajaan walaupun namja itu tidak mewarisi kekuatan dari keluarganya.”

“Ah ne, kau benar juga. Appa sering memberitahuku tentang pewaris tahta kerajaan ketika aku masih kecil. Lalu, syarat utama pewaris tahta kerajaan itu sang pewaris harus memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Jika tubuh sang pewaris lemah, pewaarisan akan turun ke orang yang ditunjuk oleh raja.”

“Nah! Em.. lalu di buku juga tertulis bahwa seseorang yang kekuatannya diambil, dia akan kehilangan nyawanya dalam waktu 10 jam. Aku tidak tau apakah ini benar atau tidak. Jadi..”

“Itu benar kok!”

Seruan Richan membuat Ririn sedikit kaget. Ririn menatap Richan dengan penuh pertanyaan yang menumpuk di pikirannya.

“Jinjja?” tanya Ririn memastikan

“Ne! Sekitar empat tahun yang lalu, ada kabar bahwa seorang nenek yang mempunyai kekuatan mengendalikan orang kehilangan kekuatannya karena diambil oleh para penghianat dari dunia Quest. Saat aku berada di kawasan kerajaan utama (kerajaan angin), para tentara kerajaan, perawat dan dokter dari kerajaan utama membicarakan tentang hal itu di depan sebuah ruangan yang sepertinya ada nenek itu.”

“Lalu?”

“Nenek yang mempunyai kekuatan mengendalikan orang itu adalah tanggung jawab kerajaan dan selalu ditemani oleh beberapa orang tentara kerajaan yang menjaganya. Jadi, kejadian kekuatannya diambil itu benar-benar terjadi karena ada saksi dari kerajaan yang melihatnya. Lalu, sekitar enam jam kemudian, terdengar kabar bahwa nenek itu telah meninggal.”

“Mwo? Enam jam? Bukankah akan kehilangan nyawa dalam waktu 10 jam?”

“Em.. begini Ririn-ah, berita tentang pengambilan kekuatan itu terdengar sekitar satu jam setelah kejadian. Itu perkataan sang saksi. Lalu, perjalanan dari tempat kejadian sampai ke kerajaan utama sekitar tiga jam. Jadi kalau dihitung semuanya ya.. 10 jam”

“Oh! Jadi nenek itu dibawa ke kerajaan utama?!”

“Ne..”

Ririn mengangguk mengerti. Lalu yeoja itu melanjutkan membaca buku yang terakhir. Sedangkan Richan memalingkan pandangannya dari Ririn dan menatap lembut seorang namja yang benar-benar terlihat seirus saat membaca surat kabar yang dipegang olehnya. Merasa diperhatikan, namja berkulit putih itu menoleh pada Richan. Richan yang kepergok telah menatap tunangannya itu langsung terlihat panic dan memalingkan pandangannya ke arah lain.

“Ketahuan sedang melihat namja tampan yang sedang membaca ya?” ledek Suho sambil terkekeh

“Ani! Jangan kege-eran!” bantah Richan sambil mempoutkan bibirnya dengan wajah yang memerah

“Bilang saja iya, Nona Park” usil Suho

Ketika Suho mengatakan ‘Nona Park’, Ririn langsung menengok pada Suho. Yeoja itu langsung memperlihatkan wajah bingungnya. Suho yang notabene ada di hadapannya langsung kebingungan.

“Nona Park yang mana, ya?” tanya Ririn polos

“Eh? Maksudku Richan-ah. Mian..” sahut Suho yang langsung mengerti pertanyaan Ririn

Richan menoleh pada Ririn dan memerhatikan yeoja di sampingnya dengan seksama. Kemudian, Ririn juga menoleh pada Richan dan kembali memasang wajah bingung.

“Waeyo?” tanya Ririn pada Richan

“Aku baru ingat kalau marga kita sama. Apa kau darah keturunan kerajaan?” tanya balik Richan

“Darah.. keturunan kerajaan?”

“Ah, benar juga. Biasanya orang yang memiliki marga Kim, Park, Choi dan Oh adalah keturunan kerajaan di dunia Quest” ucap Suho

“Aniyo. Aku hanya seorang manusia biasa yang hanya berhubungan dengan makhluk Quest karena kakekku adalah salah satu dokter yang diundang untuk pergi ke dunia Quest oleh makhluk Quest yang dipercayai oleh kakekku.”

Richan dan Suho hanya ber’oh’ ria ketika Ririn selesai menjelaskan jawabannya.

Rinseung’s POV

“Apa kau tau? Yeoja yang sedang diincar itu bernama Choi Rin Seung.”

Terdengar olehku suara yang sangat mengerikan. Mengerikan? Ya.., suara yang rendah, serak, dan menyebalkan. Kata ayahku, jika ada yang sedang membicarakanku, aku dapat mendengarnya walaupun orang itu tidak ada di dekatku. Aku tidak tau mengapa bisa seperti itu. Tapi aku percaya pada ayahku karena setiap orang yang menyebut namaku, pasti langsung terngiang di telingaku.

“Wah! Kau hebat! Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”

Haah.. pembicaraan yang sama. Sama? Bagaimana tidak sama? Pasti orang-orang yang menyebutku ‘yeoja yang sedang diincar’ akan mencari tau identitasku.

“Aku tidak sengaja bertemu dengan para tentara dari kerajaan petir di pasar. Sepertinya mereka sedang senggang. Lalu, mereka menyebut nama Choi Rin Seung dan pengambilan kekuatan.”

“Sungguh? Apa putri petir akan mengambil kekuatan yeoja malang itu?”

“Kenapa kau menyebut yeoja mengerikan itu dengan yeoja malang?”

“Ya.. karena aku kasian dengan Choi Rin Seung itu. Setahuku, jika seseorang diambil kekuatannya, kemungkinan besar dia tidak bisa hidup dalam waktu 10 jam. Bukankah nenek tua yang terkenal bisa mengendalikan orang itu kehilangan nyawanya karena semua kekuatannya diambil dan disimpan pada tubuh seorang bayi?”

Aku tersentak. Terasa seperti jantung dan paru-paruku tidak bisa digunakan kembali. Apa benar ada berita seperti itu? Kenapa ayah tidak pernah memberitahuku? Aku yang saat ini dalam posisi mengunyah cheese cake pemberian Junhong-oppa langsung menghentikan gerak otot yang ada di rahangku. Aku yakin, pasti sekarang wajahku terlihat pucat.

“Ne! kau benar!”

“Tunggu, siapa nama yeoja tadi?”

“Choi Rin Seung.”

“Hem..”

“Waeyo? Apa kau tau sesuatu?”

“Aku mengenali namanya. Mungkin orang yang ku kenal sama dengan orang yang kalian maksud itu.”

“Jinjja?”

“Aku akan memastikannya.. Semoga orangnya sama.”

Rasa dingin mengalir dari punggung hingga leherku. Sudah tidak terdengar lagi olehku suara orang-orang itu. Aku melanjutkan mengunyah cheese cake yang ku diamkan dalam mulutku sedari tadi. Ku tengok kesekitarku. Hanya ada aku di ruang ini. Padahal aku ingin bertanya sesuatu tentang yang dibicarakan oleh orang-orang itu.

Aku bangkit dari dudukku dan melangkah pergi dari ruangan yang serba warna putih ini. aku melawati ruang makan. Disini juga tidak ada siapa-siapa. Tiba-tiba, aku merasa ada aura aneh di belakangku.

Author’s POV

Yeoja berpakaian serba hitam membuka pintu geser yang berada tepat di hadapannya. Yeoja itu terus berjalan sampai akhirnya menemukan 4 orang namja yang sedang berkutat dengan layar televisi yang masih menyala. Dia terlihat bingung sambil melihat keempat namja yang sedang asyik menonton film peperangan.

“Rinseung-ah!” panggil seseorang yang sepertinya menyadarkan yeoja itu dari lamunannya. Kedua bola matanya mencari asal suara tersebut, dan pandangannya terhenti pada namja berambut biru keabu-abuan yang sedang melambaikan tangan kanannya ke arahnya. Namja yang bernama Junhong itu memberi isyarat agar yeoja itu mendekatinya dan duduk di sampingnya. Tanpa basa-basi, yeoja itu pun mengikuti isyarat itu. Dengan tatapan mata yang was-was, dia duduk di sebelah kanan Junhong.

“Jadi, kita mulai saja diskusi kita” ucap Daehyun

Dua orang namja sedang berjalan di tengah hutan sambil membawa seorang namja yang tangannya diikat dengan rantai dan berjalan di belakang kedua namja itu dengan kepala yang menunduk. Hening. Tak ada percakapan yang menemani mereka. Namun, tampak di wajah kedua orang namja di depan mereka sedang mengawasi gerak-gerik namja yang mereka bawa.

Tiba-tiba, namja yang tangannya diikat dengan rantai itu berhenti melangkah. Kedua namja didepannya pun ikut berhenti dan membalikkan tbuh mereka.

“Kenapa kau berhenti? Ayo cepat jalan!” peritah namja yang memiliki tubuh tinggi dengan barisan gigi yang terlihat sangat rapi

Namja yang diajak bicara itu tidak menggubris perintah yang diberikan. Lalu, kedua namja yang sedang bermain dengan pikiran mereka masing-masing, langsung saling menatap.

“Apa kau ingin buang air? Atau kau lapar?” tanya namja yang memiliki tubuh sedikit lebih pendek dari namja disebelahnya.

Pertanyaannya pun juga tidak dijawab. Namja itu menepuk pundak namja yang masih membisu itu.

“Hey, apa kau mendengar perkataanku?”

“Eh bocah! Kau jangan membuat amarahku naik! Cepat katakan apa yang kau rasakan atau kembali jalan! Aku tidak mau mengeluarkan kekuatanku untuk meladeni bocah ingusan sepertimu!”

“Sabar Chanyeol! Mungkin dia ingin mengatakan sesuatu tapi susah dijelaskan olehnya.”

“Tapi Lay-hyung, kalau seperti ini terus, kapan kita sampai di penjara Meoqus?”

“Kita tung…”

Brugh!

“LAY-HYUNG!!!”

Namja bernamw Lay itu jatuh sambil memegang leherbya. Terlihat di wajahnya kalau dia merasa kesakitan. Chanyeol segera mendekati hyungnya yang meronta-ronta kesakitan.

“Hyung, ada apa denganmu? Apa yang terjadi? Katakana padaku, hyung!” panik Chanyeol sambil berusaha menyadarkan Lay yang sudah tak bergerak.

“Hyung! Hyung! Jangan main-main, hyung! Ini bukan waktunya untuk bercanda” ucap Chanyeol yang dihirauka oleh hyungnya itu, “Hyung, ini tidak lucu, hyung! Hyung!!”

Chanyeol mengguncang-guncang tubuh Lay. Dirasakannya denyut nadi hyungnya itu. Air muka Chanyeol berubah. Dia tampak sangat marah. Chanyeol menatap namja yang masi terdiam di posisinya.

“Kalau kau mau menyerang kami, gunakan pikiranmu, bocah!”

“Seharusnya kalian yang berpikir sebelum menangkapku. Kenapa Quest memiliki remaja yang seperti ini? Sungguh mengecewakan.”

“Bocah.. akh..!!”

Chanyeol terjatuh dan melakukan hal yang sama dengan Lay. Namja yang dipanggil bocah itu mendekati Chanyeol. Lalu namja itu tersenyu sinis.

“Apa kalian tau? Kalian menganggapku lemah. Dan kalian sudah berbuat kesalahan besar kareana sudah membakar desa di dunia manusia. Dan ini pembalasan untuk kalian. Sampai jumpa..”

Canyeol tidak bisa mengeluarkan kekuatannya. Dia tampak sangat lemah. Sang namja yang tangannya masih diikat itu melangkah pergi meninggalkan Chanyeo dan Lay. Tak lama setelah itu, Chanyeol menyebut nama seseorang dengan kekuatan yang tersisa sebelum dia tak bergerak lagi dan menutup kedua matanya.

To Be Continue….

4 pemikiran pada “Invisible Contract (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s