Happily Never After (Chapter 1)

Happily Never After

Author: Kenza 12

Genre  : angst,romance,sad,and litte smuth

Rate : PG-17

Cast  :

  •  Lee shinwa(oc)
  • Oh sehun
  • Kim jong in
  • Xi luhan
  • Huang zi tao

Dan akan terus bertamabah setiap waktunya

Length : 1 of 3 (maybe )

Summary :  Kita manusia selalu diciptakan berpasangan? apakah itu benar ,lalu bagaimana kalau aku tidak menyukai pasangan ku atau ada manusia lain yang menginginkan psangan ku ? haruskah aku merelakanya ? ..

~ The question of love

Disclaimer:  ini adalah ff pertama aku yang berhasil aku pos ^^.semoga kalian suka dan aku mohon review dari kalian untuk ff pertama saya ini ..

 

Gamsahamnida …

Author pov

001

Rumah megah kediaman keluarga Lee kini nampak sepi setelah acara pemakaman tuan lee yang tidak lain orang yang mempunyai rumah bergaya classic ini.semua keluarga yang biasanya sibuk mengurus diri mereka sendiri berkumpul untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kepada bapak 1 anak ini , ya Lee taemin adalah pria dewasa berumur 36 tahun dan sudah memiliki anak gadis bernama lee shinwa yang tahun ini sudah masuk universitas di seoul.seoul international university jurusan kedokteran .

Lee taemin meninggal di usianya yang terbilang masih muda . sang istri sudah meninggal sejak anaknya berumur 10 tahun , dan itu menjadi derita tersendiri untuk Shinwa nama anak semata wayang lee taemin dan sekarang derita itu semakin bertambah dengan kematian sang ayah yang sudah lama mengidap kanker paru-paru yang di sebabkan kebiasaan buruknya mengkonsumsi alcohol untuk menghilangkan stressnya akibat di tinggal mati sang istri dan sekarang Tuan lee akan bertemu dengan istri yang sangat dicintainya itu dan mungkin kematian adalah pilihan yang baik untuknya .

Shinwa gadis itu kini sedang berada di dalam kamarnya yang besar itu , gadis itu terdiam di sana ia tak menangis ataupun menampakan raut wajah sedihnya ia hanya memasang wajah datarnya seperti biasa , sangat sulit menerka jalan pikiran gadis jenius itu , shinwa adalah salah satu siswa lulusan terbaik di SMA nya dulu maka dari itu tak sulit untuknya masuk dengan mudah nya di Seoul university dan 1 catatan ia tak mendaftar ke universitas paling bergensi di korea selatan itu tetapi universitas itulah yang mengejar-ngejar shinwa untuk turut tercatat sebagai mahasiswa di universitas tersebut .

Seorang pria dengan setelan jas hitamnya mendekat ke arah gadis itu , pria itu adalah kim jong myun sahabat baik tuan Lee ketika beliau masih hidup dan shinwa mengenal baik pria yang sudah mempunyai 2 anak itu . suho nama panggilan untuk kim jong myun , pria itu mendekat kearah shinwa yang sekarang sudah menghela nafasnya entah yang keberapa kali nya dalam 1 menit ini .

“ jangan bersedih lagi “ suho, pria itu duduk di samping shinwa dan memandang gadis yang tak menoleh merespon perkataanya , dan itu sudah biasa .

“ ehm,bagaimana perasaan mu ?” Tanya suho lagi , dan kali ini semua setuju kalau suho adalah pria bodoh bagaimana mungkin ada seseorang yang bahagia melihat orang yang paling dekat dengan mu meninggalkanmu untuk selamanya seharusnya ahjussi itu sudah tau jawabanya .

“ nothing , I fell nothing “  shinwa menjawab dengan nada dinginya dan disambut senyum pilu oleh suho .

“ shinwa,kuharap setelah ini kau mau tinggal berasama paman “ akhirnya suho mengungkapkan tujuan nya bertemu dengan gadis berusia 18 tahun ini .

Shinwa tak bergeming mungkin gadis itu masih menimang-nimang lagi penawaran dari pria yang terpaut 5 tahun lebih tua dari ayahnya itu , shinwa masih diam di detik ke 60 setelah suho menawarkan padanya untuk tingal bersama ahjussi itu .

“ jangan takut,aku tak akan berbuat jahat padamu “ timpal suho lagi dan kali ini shinwa menoleh pada suho dan menatap nya dingin .

“ kenapa paman berpikir seperti itu , bahkan aku tak pernah memikirkan kalau paman mempunyai niat jahat padaku “  jawab shinwa diiringi senyum kecilnya dan itu membuat suho semakin yakin kalau gadis ini adalah gadis yang mempunyai IQ di atas rata-rata orang cerdas kebanyakan dan itu semakin membuat suho bangga pada anak mendiang sahabat baiknya itu , Lee taemin .

“jadi bagaimana , paman tak punya waktu banyak paman harus segera berangkat ke jerman untuk mengurus bisnis paman di sana “

suho memperkecil jarak pikir shinwa yang terkenal sangat teliti itu , waktu 1 jam saja tak akan cukup baginya untuk memutuskan sesuatu yang bersifat fital seperti ini , dikatakan fital karena ini menyangkut hidupnya , jika nanti ia akan tinggal bersama sahabat ayahnya itu berarti ia harus menyesuaikan lingkungan baru dan itu sangat sulit untuk orang pendiam dan tak banyak bicara seperti shinwa , tetapi jika ia tak menerima tawaran orang yang sudah  ia anggap pamanya itu sendiri maka ia harus berjuang untuk hidup mandiri dan tak mengandalkan bantuan orang lain walaupun ayahnya mewariskan semua harta nya pada shinwa yang di perkirakan tak akan habis hingga 7 turunan itu menurut pengacara keluarga shinwa ,kim jong dae atau chen .

shinwa menghela nafasnya panjang hingga ia mengangguk pelan,lagipula tak baik menolak tawaran orang sebaik jong myun pikir shinwa , dan anggukan shinwa di respon senyuman hangat oleh suho dan pria itu mengelus pelan puncak kepala shinwa .

At kim family house

002

Setelah persetujuan shinwa atas permintaan sahabat baik ayahnya untuk meminta gadis itu untuk tinggal dirumah nya yang tak jauh berbeda dari rumah shinwa yang sekarang hanya dihuni oleh pelayan setia keluarga lee, shinwa turun dari mobil mewah jong myun dan mengikuti langkah pria itu untuk memasuki rumahnya sedangkan sebuah koper berwarna cokleat milik gadis itu tengah dibawa oleh seorang pria yang tak lain adalah nerd (pelayan) di rumah besar jong myun , sedangkan jong myun sendiri tak berhenti-hentinya bersyukur karena shinwa mau menerima tawaranya karena bukan alasan suho mengajak anak gadis lee taemin itu untuk tinggal bersamanya ia ingin membalas budi terhadap taemin yang sejak dulu selalu membantu usahanya dan belum sempat ia membalas budi sahabatnya itu , lee taemin sudah pergi meninggalkan dunia ini dan meninggalkan malaikat kecilnya sendiri di dunia ini dan suho berfikir mungkin dengan cara inilah ia  bisa membalas budi terhadap pria bermarga lee itu .

Shinwa pov

Rumah jongmyun ahjussi , tak jauh berbeda dengan rumah ku yang dulu mungkin mereka menyewa arsitek yang sama untuk membangun rumah ini dan juga rumah ku dan hampir semua tata letak dan ruangan di rumah ini sangat mirip dengan tata ruang rumahku , kurasa aku tak akan kesulitan untuk menyesuaikan diri disini tapi bagaimana dengan penghuni rumah ini apa mereka akan bisa menerima ku ? dan satu lagi yang aku sangat ingin tanyakan pada jongmyun ahjussi , apakah ia tak mempunyai seorang istri ? selama ini aku tak pernah di perkenalkan kepada istri atau ke 2 anaknya yang sering ia ceritakan itu , kalau tidak salah namanya adalah kim jong in dan kim hera . tapi jujur saja aku tak peduli jika jongmyun aahjussi tak mengenalkan keluarga kecilnya itu padaku , itu bukanlah suatu yang penting menurut ku .

“ ehm, aku sudah lama bercerai dengan istri ku dan anak laki-laki ku tinggal bersamnya tapi kau jangan khawatir hera akan menemani mu disini , dia adalah gadis yang ramah “

Jongmyun ahjussi tersenyum dengan manis nya dan aku senang melihat senyum nya itu seperti senyum ayah ku , mungkin ke 2 orang ini memang ditakdirkan sebagai seorang sahabat dan darimana ia tahu kalau aku sedang memikirkan hal itu ? apa mungkin jongmyun ahjussi adalah mantan cenayang yang sering aku temui di gang-gang sempit perkotaan .

Akhirnya aku sudah sampai di sebuah kamar yang cukup luas dan saat itu juga aku kembali terperangah kamar ini sangat mirip dengan kamar ku yang dulu .

003

Simple dan tak terlalu banyak benda di sekelilingnya aku memasuki kamar itu dan aroma melati langusng menyeruak masuk ke dalam penciuman ku dan aku sangat suka dengan bebauan seperrti ini mengingatkan ku pada aroma ibu ku yang lebih dulu meninggalkan aku dan ayah . aku duduk di ranjang putih ini dan memperhatikan sekelilingku dan saat aku menolehkan kepala ku ke arah jongmyun ahjussi aku melihat pria itu sedang merangkul seorang gadis yang mungkin umurnya terpaut 2 tahun lebih muda dariku .

“annyeong , kim hera imnida” sapa gadis itu ramah dan aku tersenyum kecil

“ annyeong, lee shinwa imnida “ balas ku sambil beranjak menghampiri gadis yang kelihatanya tomboy ini .

“ selamat datang di rumah kami , semoga kau betah disini “ tutur hera seraya tersenyum

“ ne,semoga kau bisa membuat rumah ini sedikit berisik , karena disini sangat sunyi “

Ujar jongmyun ahjussi seraya tertawa kecil , dan hal itu membuat hera tersenyum pula

Jongmyun ahjussi sepertinya mengharapkan sesuatu yang salah karena aku bukanlah orang yang suka membuat kegaduhan , its not my style .

Setelah beberapa menit kemudian acara perkenalan kami berakhir kini aku sedang diam disini menatap indahnya balkon kamar baru ku yang ternyata sangat indah jika malam hari , aku masih terdiam membayangkan jenazah ayahku yang  kini sudah berada di dalam tanah dan dia sendiri di tempat itu tapi bukankah ia sudah bertemu ibu sekarang ? pasti ayah sangat senang sekarang dan kurasa ini bukanlah suatu akhir yang buruk karena yang ayah ku inginkan hanyalah bisa bersama lagi dengan ibuku . mata ku menelusiri tempat ini dan pandangan ku tertuju pada taman lebih tepatnya bukan tatanan taman itu yang membuatku tertarik tapi sekelabat bayangan yang aku lihat melintasi taman itu , pikiran ku sedang kosong sekarang aku takut kalau yang aku lihat tadi adalah sesosok hantu atau sejenisnnya dan aku lebih memilih kembali ke kamar ku daripada bertahan di tempat ini dan menemukan sosok yang lebih jelas lagi ketimbang sebuah sekelebat bayangan hitam dan itu mengerikan .

Author pov

Kai atau lebih tepatnya kim jong ini kini sudah berhasil menyelinap di rumah ayahnya ini , ia sengaja kabur dari rumah ibunya karena muak melihat kelakuan ibunya yang lebih menyerupai seoarang pelacur itu , bagaimana mungkin seorang ibu rumah tangga seperti ibunya membawa seorang lelaki yang setiap harinya selalu berbeda . kai yang kini sudah kuliah di kyunghee university semester 4  itu kini melangkah masuk secara perlahan ke dalam rumah milik ayahnya, jam sudah menunjukan jam 11 malam dan ia tak ingin membuat kegaduhan jika masuk secara normal dengan cara mengetuk pintu dan bisa dipastikan ayahnya yang seorang teliti itu akan membukakan pintu walaupun ada sekitar 18 pelayan dirumah ini dan itu adalah kebiasaan ayahnya ,kai tak ingin membuat ayahnya marah atau menanyakan penyebab kai menginap dirumahnya ini ia tak ingin mengatakan penyebab kai kabur dari rumah ibunya itu , ia tak ingin menghancurkan hati ayahnya yang masih sangat mencintai ibunya ini dengan mengatakan kelakuan sang ibu .

Akhirnya kai berhasil masuk kedalam rumah itu dengan melawati pintu belakang dan besok pagi ia harus bersiap untuk mencari alasan yang tepat untuk membohongi ayahnya itu , ia melewati kamar hera adiknya dan membuka kecil pintu kamar gadsis tomboy itu dan menemukan adik kesayangan nya itu sedang tertidur dengan posisi yang sangat tidak feminism dan kai tak ingin membicarakanya, ia menutup pintu kamar adiknya itu dan menuju kamar yang berada tepat di samping kamar hera yang sering ia pakai untuk menginap di rumah ayahnya ini , sebenarnya ia mempunyai kamar nya sendiri di rumah ini tapi letak kamar itu berada persis di samping kamar ayahnya dan itu yang kai hindari , maka dari itu kai lebih senang untuk tidur di kamar yang disebut kamar tamu ini .

Kai membuka kamar itu dan matanaya terbelalak saat melihat sesosok gadis dengan  wajah polosnya sedang tertidur pulas di ranjang yang sering ia gunakan saat menginap di rumah ini,perlahan kai mendekat namun semakin dekat semakin ia merasakan berat di matanya , kai akhirnya berhasil naik ke atas ranjang itu dan menatap wajah gadis itu kemuian entah setan darimana kai mengelus pipi shinwa lembut sebelum akhirnya ia sadar dari tingkah bodohnya dan menjahkan tanganya dari wajah shinwa , kai mengira kalau gadis yang ada di ranjang “nya” ini adalah teman hera namun sepertinya tidak karena hera tak pernah mengajak teman-temanya untuk menginap karena ayah nya tak mengizinkan hal itu terjadi .

Kai yang mulai mengantuk akhirnya memutuskan berbaring tepat di samping shinwa ,kai pikir tak apa tidur serajang dengan seorang gadis asalkan ia tak melakukan hal yang berbahaya seperti memperkosa atau melakukan pelecehan seksual misalnya , tapi sungguh kai tak akan melakukan hal itu jika ia tak ingin, catatan “ JIKA IA TAK INGIN” .

Shinwa pov

Aku membuka mataku saat aku mencium sebuah bau mint bercampur dengan sedikit alcohol menyeruak masuk ke indra penciuman ku sampai aku berhasil membuka mataku dan melihat sesosok pria yang hanya menggunkaan kaos dalam sedang tidur dengan damai nya di samping ku dan ada 1 hal lagi yang membuat ku kaget , tangan namja ini memegang erat tangan ku jadi mimpi ku tadi malam, saat aku bermimpi bertemu dengan ayah dan menggenggam tangan ayah sangat erat aku memegang tangan namja ini? Tapi kenapa rasanya seperti sangat nyata , Aishh sudahlah ngomong-ngomong kenapa aku jadi keenakan menggenggam tangan namja ini. Secepat kilat aku melepas tangan namja ini dan beranjak dari kasur ini dan menatap namja yang kini sedang mencoba untuk bangun dari tidurnya dan saat namja itu berhasil memulihkan kesadaranya .

“YA!!!!!!!” teriak aku dan namja itu berbarengan .

 

 

Author pov

Pagi yang damai di kediaman keluarga kim terganggu dengan adanya teriakan histeris dari kai dan shinwa hingga membuat beberapa orang yang belum terbangun dari tidurnya langsung terbagun tanpa membuka matanya terlebih dahulu .

Ke 2 orang ini sedang menatap satu sama lain , shinwa menatap kai dengan pandangan tak suka nya sedankan kai menatap shinwa dengan datar hingga akhirnya ia yang memang bersifat cuek itu turun dari ranjang dan berniat keluar dari ruangan itu dan bersiap mencari alasan ntuk menghindari kemarahan sang ayah .

“ya , setelah apa yang kau lakukan padaku , kau bisa seenaknya pergi hah “ shinwa beteriak dengan kesalnya dan hal itu mampu membuat kai membalikan badanya dan menunujukkan tatapan dinginya pada shinwa

“ jaga bicaramu , memangnya apa yang kau lakukan padamu hah ?”  jawab kai seraya mendekat kearah shinwa , dan shinwa tak gentar dengan semua itu ia harus menemukan keadilan akan hal ini .

“ kaupikir apa yang seorang pria lakukan dengan gadis yang sedang terlelap tak berdaya seperti ku hah ?” jawab shinwa dengan tak kalah sinis .

“ tidur di sampingnya dan menyelimutinya , itu yang aku lakukan padamu tadi malam , seharusnya aku lah yang meminta pertanggung jawaban darimu karena seenaknya menggenggam tangan orang semabarangan “

Kai menunjukan smirknya yang terkesan merendahkan itu dan mendekat ke arah sinwaha lagi dan kali ini shinwa gentar , ia mundur secara perlahan dan takut akan tatapan kai ia baru sadar kalau ia tak merasakan apapun yang berbeda dari semalam , pakaian nya masih utuh dan juga tak ada bekas kalau namja ini sudah melakukan hal yang aneh-aneh padanya , shinwa menunduk malu hingga ia mengumpulkan keberanianya untuk meminta maaf pada namja ini tapi sedetik kemudian ia berfikir lagi bagaimnapun juga namja ini yang bersalah , biarpun laki-laki ini tak meakukan hal yang aneh padanya tak seharusnya seorang namja lancang tidur di samping seorang wanita yang tak dikenalnya .

“ lalu –untuk apa kau tidur dikamarku eoh ???” tanya shinwa lagi

“ cih-kamar mu eoh ? ini adalah kamarku bodoh “ jawab kai yang kini menyematkan kata-kata kurang sopan dibelakang perkataanya tadi.

“tapi jongmyun ahjussi bilang ini kamarku , “ tegas shinwa menatap kai dengan death glare nya dan kai berfkir baru kali ini ia mendapatkan death glare itu dari seoarang wanita karena biasanya wanita yang ditemuinya selalu menatapnya dengan tatapan memuja .

“ cih-dasar ayahku memang orang yang menyebalkan “

Kai menjawab seraya membalikan tubuhnya dari shinwa mengalihkan degup jantungnya yang terasa membuat paru-parunya sulit untuk memompa oksigen . sedangkan shinwa baru menyadari 1 hal namja yang sedang berurusan denganya ini adalah anak dari jongmyun ahjussi .

Baru saja kai berhasil keluar dari kamar yang sekarang tak menjadi kamarnya lagi ia sudah dihadang oleh tatapan datar ayahnya ,

“apa yang kaulakukan di kamar shinwa kai ?” tanya jongmyun yang tak lain adalah ayahnya ini

“ menginap , seperti biasa “ jawab kai enteng

“ bukankah kau punya kamarmu sendiri kai “

“ya-tapi aku kurang suka dengan posisi kamar itu “

“ besok,akan kuganti posisi kamar mu itu tapi setelah aku tahu alasan apa kau datang kemari kai”

Kai terdiam ia sudah menyangka kalau ayahnya akan menanyakan hal ini dan kai baru saja menemukan alasan yang kuat .

“apa seorang anak perlu sebuah alasan untuk bertemu dengan orangtuanya sendiri “

Kai menjawab pertanyaan itu dan berlalu pergi dari hadapan ayahnya , sedangkan jongmyun kini terdiam dengan seribu pikiran berkecamuh benar apa yang dikatakan kai , selama ini ia tak sadar dengan hal itu , ia seperti melupakan status kai yang juga bagian penting dari hidupnya

57 pemikiran pada “Happily Never After (Chapter 1)

  1. Suka thor alurnya bagus, bahasanya juga mudah dipahami. Tapi tolong perhatiin tanda-tanda baca ya…
    Misalnya titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda suruh (!) itu di sepasi di setelahnya, di sebelumnya nggak usah.
    Trus nama orang itu dimulai dengan huruf besar.
    Ya semacam itu lah. Aku nggak paham-paham bener, soalnya kan aku bukan penulis. Tapi seharusnya penulis itu lebih tahu dan lebih paham.
    Kalo soal typo sih itu manusiawi menurutku, walaupun lebih sempurna kalo nggak ada typo
    So keep writing yaa!
    Practice makes perfect 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s